{"result":[{"id":445,"sura":3,"from_aya":0,"to_aya":0,"type":"\u0627\u0633\u0645 \u0627\u0644\u0633\u0648\u0631\u0629","text":"TAFSIR SURAT AL-BAQARAH\n ( Keluarga Imran )"},{"id":446,"sura":3,"from_aya":0,"to_aya":0,"type":"\u0645\u0643\u0627\u0646 \u0646\u0632\u0648\u0644 \u0627\u0644\u0633\u0648\u0631\u0629","text":"Madaniyah"},{"id":447,"sura":3,"from_aya":1,"to_aya":6,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Alif lam mim. Allah, tidak ada tuhan (yang berhak disem-bah) melainkan Dia. Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhlukNya). Dia menurunkan al-Kitab (al-Qur`an) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil, sebelum (al-Qur`an), menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan al-Furqan. Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat dan Allah Mahaperkasa lagi mempunyai pembalasan (siksa). Sesungguhnya bagi Allah, tidak ada satu pun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit. Dia-lah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dike-hendakiNya. Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.\" (Ali Imran: 1-6)."},{"id":448,"sura":3,"from_aya":1,"to_aya":1,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(1) \ufd3e \u0627\u0644\u0653\u0645\u0653 \ufd3f   \"Alif lam mim\" adalah di antara huruf-huruf yang tidak ada yang mengetahui maknanya kecuali Allah."},{"id":449,"sura":3,"from_aya":2,"to_aya":2,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(2) Allah memberitakan bahwa Dia \ufd3e \u0671\u0644\u06e1\u062d\u064e\u064a\u0651\u064f \ufd3f   \"Hidup kekal\" yakni hidup yang sempurna, \ufd3e \u0671\u0644\u06e1\u0642\u064e\u064a\u0651\u064f\u0648\u0645\u064f \ufd3f   \"Terus menerus mengurus makhluk-Nya,\" yang melakukannya sendiri dan mengurus segala kondisi makhlukNya, di mana Allah telah mengurus kondisi agama, kondisi dunia, dan kondisi takdir-takdir mereka, lalu Allah menurunkan kepada RasulNya, Muhammad \ufdfa al-Kitab dengan kebenaran, yang tidak ada keraguan padanya, dan kitab itu mencakup kebenaran."},{"id":450,"sura":3,"from_aya":3,"to_aya":4,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(3-4) \ufd3e \u0645\u064f\u0635\u064e\u062f\u0651\u0650\u0642\u0657\u0627  \u0644\u0651\u0650\u0645\u064e\u0627  \u0628\u064e\u064a\u06e1\u0646\u064e  \u064a\u064e\u062f\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650 \ufd3f   \"Membenarkan kitab yang telah diturun-kan sebelumnya\" dari kitab-kitab suci, artinya, kitab ini mempersak-sikan apa yang dipersaksikan oleh kitab-kitab tersebut, dan mem-benarkan para Rasul yang membawa kitab-kitab tersebut. Demikian juga, \ufd3e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e  \u0671\u0644\u062a\u0651\u064e\u0648\u06e1\u0631\u064e\u0649\u0670\u0629\u064e \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0625\u0650\u0646\u062c\u0650\u064a\u0644\u064e 3 \u0645\u0650\u0646       \u0642\u064e\u0628\u06e1\u0644\u064f \ufd3f   \"dan menurunkan Taurat dan Injil sebe-lum (al-Qur`an),\" yakni kitab Allah ini, \ufd3e \u0647\u064f\u062f\u0657\u0649 \u0644\u0651\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \ufd3f   \"menjadi petunjuk bagi manusia,\" dan Allah menyempurnakan risalah dan menutup-nya dengan Nabi Muhammad \ufdfa dan kitabnya yang agung, yang dengannya Allah memberikan petunjukNya kepada makhluk dari kesesatan dan menyelamatkan mereka dari kebodohan, dan dengan-nya Allah memisahkan antara kebenaran dan kebatilan, kebaha-giaan dan kesengsaraan, jalan yang lurus (ke surga) dan jalan ke neraka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya dan meng-ambil petunjuk niscaya mereka akan memperoleh kebaikan yang melimpah dan pahala yang segera maupun yang tertunda, dan \ufd3e \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0628\u0650\u0640\u0654\u064e\u0627\u064a\u064e\u0670\u062a\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \ufd3f   \"orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah\" yang telah dijelaskan oleh Allah dalam KitabNya dan melalui lisan RasulNya, \ufd3e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1   \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u065e \u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u065e\u06d7   \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u065e \u0630\u064f\u0648   \u0671\u0646\u062a\u0650\u0642\u064e\u0627\u0645\u064d \ufd3f   \"akan memperoleh siksa yang berat; dan Allah Mahaperkasa lagi mempunyai pembalasan (siksa)\" bagi orang-orang yang maksiat kepadaNya.  "},{"id":451,"sura":3,"from_aya":5,"to_aya":6,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(5-6) Dan di antara kesempurnaan pengaturanNya (atas hamba-hambaNya) \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 adalah bahwa ilmuNya meliputi seluruh makhluk, \ufd3e \u0644\u064e\u0627  \u064a\u064e\u062e\u06e1\u0641\u064e\u0649\u0670    \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650   \u0634\u064e\u064a\u06e1\u0621\u065e  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0631\u06e1\u0636\u0650  \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u0641\u0650\u064a \u0671\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0653\u0621\u0650 \ufd3f   \"bagi Allah tidak ada satu pun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit,\" hingga apa yang ada di dalam perut wanita-wanita hamil, Allah-l a h \ufd3e \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064f\u0635\u064e\u0648\u0651\u0650\u0631\u064f\u0643\u064f\u0645\u06e1     \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0631\u06e1\u062d\u064e\u0627\u0645\u0650   \u0643\u064e\u064a\u06e1\u0641\u064e  \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0653\u0621\u064f\u06da   \ufd3f     \"yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dike-hendakiNya,\" berupa laki-laki, wanita, bentuk yang sempurna, ben-tuk yang cacat, yang selalu berganti dalam tahapan pembentukan-Nya dan keindahan hikmahNya. Oleh karena Dia-lah Dzat yang seperti ini terhadap hamba-hambaNya dan perhatianNya yang besar terhadap kondisi mereka dari permulaan ketika Dia mencip-takan mereka hingga akhir dari perkara mereka, tidak ada sekutu bagiNya dalam semua itu, maka menjadi jelaslah bahwa tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Dia, \ufd3e \u0644\u064e\u0627\u0653     \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e  \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627  \u0647\u064f\u0648\u064e   \u0671\u0644\u06e1\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f \ufd3f   \"tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Mahaperkasa,\" Yang me-nguasai segala makhluk dengan kekuatanNya, dan Perkasa dari sifat kekurangan atau dari sifat tercela, \ufd3e \u0671\u0644\u06e1\u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064f \ufd3f   \"lagi Mahabijaksana\" dalam penciptaan dan syariatNya. "},{"id":452,"sura":3,"from_aya":7,"to_aya":8,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dia-lah yang menurunkan al-Kitab (al-Qur`an) kepadamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamat, itulah pokok-pokok isi al-Qur`an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyabihat. Ada-pun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebagian ayat-ayat yang mutasyabihat dari padanya untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya me-lainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata, 'Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.' Dan tidak dapat mengambil pelajaran (dari padanya) melainkan orang-orang yang berakal. (Mereka berdoa), 'Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisiMu; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)'.\" (Ali Imran: 7-8)."},{"id":453,"sura":3,"from_aya":7,"to_aya":7,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(7) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memberitakan tentang keagunganNya dan ke-sempurnaan pengaturanNya, yakni bahwa Dia-lah yang Esa yang menurunkan kitab yang agung ini, yang tidak ditemukan dan tidak akan ditemukan tandingannya dan semisalnya dalam petunjuk, keindahan bahasa, kemukjizatan, dan kebaikannya bagi makhluk. Dan bahwasanya kitab ini mencakup yang muhkam, yakni yang jelas sekali artinya, yang terang, yang tidak samar tentangnya, dan juga mencakup ayat-ayat mutasyabihat yang mengandung beberapa arti yang tidak ada satu pun dari arti-arti itu yang lebih kuat kalau hanya berpegang dengan ayat tersebut hingga disatukan kepada ayat yang muhkam. Orang-orang yang dalam hatinya ada penyakit, penyimpangan dan penyelewengan karena niat mereka yang buruk justru mengikuti ayat-ayat yang mutasyabih tersebut. Mereka meng-ambilnya sebagai dalil demi memperkuat tulisan-tulisan mereka yang batil dan pemikiran-pemikiran mereka yang palsu, hanya untuk mengobarkan fitnah dan penyimpangan terhadap kitabullah, serta menjadikannya sebagai tafsiran untuknya sesuai dengan jalan dan madzhab mereka yang akhirnya mereka itu tersesat dan menyesatkan orang lain.\nAdapun orang-orang yang berilmu lagi mendalam ilmunya yang ilmu dan keyakinan telah mencapai hati mereka, lalu mem-buahkan bagi mereka perbuatan dan pengetahuan, maka mereka ini mengetahui bahwa al-Qur`an itu semuanya dari sisi Allah, dan bahwa semua yang ada di dalamnya adalah haq, baik yang muta-syabih maupun yang muhkam, dan bahwasanya yang haq itu tidak akan saling bertentangan dan tidak saling berbeda. Dan karena mereka mengetahui dengan jelas bahwa ayat-ayat yang muhkam mengandung makna yang tegas dan jelas, maka mereka mengem-balikan ayat-ayat mustasyabih yang sering menimbulkan kebingung-an bagi orang-orang yang kurang ilmu dan pengetahuan, kepada yang muhkam. Mereka mengembalikan ayat-ayat yang mutasyabih kepada ayat-ayat yang muhkam hingga akhirnya seluruhnya menjadi muhkam dan mereka berkata, \ufd3e \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650\u06e6   \u0643\u064f\u0644\u0651\u065e  \u0645\u0651\u0650\u0646\u06e1  \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650  \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u06d7       \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627  \u064a\u064e\u0630\u0651\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f  \ufd3f \"Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.\" \n\ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627   \u064a\u064e\u0630\u0651\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f \ufd3f   \"Dan tidak dapat mengambil pelajaran, (dari padanya),\" yakni perkara-perkara yang bermanfaat dan ilmu pengetahuan yang mendalam, \ufd3e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627\u0653 \u0623\u064f\u0648\u0652\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652   \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0644\u06e1\u0628\u064e\u0670\u0628\u0650 \ufd3f   \"melainkan orang-orang yang berakal,\" yakni orang-orang yang memiliki akal yang cerdas. \nDalam ayat ini terdapat dalil yang menunjukkan bahwa sikap ini adalah tanda orang-orang yang berakal, dan bahwa mengikuti ayat-ayat yang mutasyabih adalah sifat orang-orang yang pemikiran-nya sakit, akalnya rendah, dan tujuan-tujuannya yang buruk.\nDan FirmanNya, \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627  \u064a\u064e\u0639\u06e1\u0644\u064e\u0645\u064f  \u062a\u064e\u0623\u06e1\u0648\u0650\u064a\u0644\u064e\u0647\u064f\u06e5\u0653 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627   \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u06d7 \ufd3f   \"Padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya melainkan Allah,\" apabila yang dimaksud dari takwil itu adalah pengetahuan tentang akibat dari suatu perkara, hasilnya, serta mengarah kepadanya, maka wajiblah berpatokan dengan, \ufd3e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u06d7 \ufd3f   \"melainkan Allah;\" di mana hanya Allah saja yang melakukan takwil dengan makna tersebut. Namun apabila takwil tersebut dimaksudkan dengan makna tafsir dan ilmu tentang arti dari perkataan tersebut, maka yang lebih baik adalah menyam-bung dengan kalimat sebelumnya, hingga hal ini menjadi sebuah pujian terhadap orang-orang yang ilmunya mendalam, yaitu bah-wasanya mereka mengetahui bagaimana menempatkan nash-nash al-Qur`an dan as-Sunnah, baik yang muhkamnya maupun yang mutasyabihnya.\nDan ketika konteksnya adalah tentang perpecahan orang-orang (sehingga) ada yang menyimpang dan ada yang istiqamah, maka mereka berdoa kepada Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 agar menetapkan mereka di atas keimanan seraya berkata,"},{"id":454,"sura":3,"from_aya":8,"to_aya":8,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(8) \ufd3e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627     \u0644\u064e\u0627  \u062a\u064f\u0632\u0650\u063a\u06e1 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064e\u0646\u064e\u0627 \ufd3f   \"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan,\" maksudnya, janganlah Engkau menyimpangkan hati kami dari kebenaran kepada kebatilan, \ufd3e \u0628\u064e\u0639\u06e1\u062f\u064e     \u0625\u0650\u0630\u06e1   \u0647\u064e\u062f\u064e\u064a\u06e1\u062a\u064e\u0646\u064e\u0627  \u0648\u064e\u0647\u064e\u0628\u06e1   \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627  \u0645\u0650\u0646  \u0644\u0651\u064e\u062f\u064f\u0646\u0643\u064e  \u0631\u064e\u062d\u06e1\u0645\u064e\u0629\u064b\u06da \ufd3f   \"sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan ka-runiakanlah kepada kami rahmat dari sisiMu\" yang dengannya akan baik segala kondisi kami, \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e  \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0671\u0644\u06e1\u0648\u064e\u0647\u0651\u064e\u0627\u0628\u064f \ufd3f   \"karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia),\" yakni, karunia dan pemberian yang banyak. Ayat ini patut menjadi sebuah contoh metode yang harus ditempuh dalam memahami ayat-ayat mutasyabih, yaitu bahwasanya Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 menyebutkan tentang orang-orang yang ilmunya mendalam di mana mereka berdoa kepadaNya agar Allah tidak menjadikan hati-hati mereka condong setelah Dia memberi petunjuk kepada mereka. Dan Allah telah memberitakan pada ayat-ayat yang lain tentang sebab-sebab dari condongnya hati orang-orang yang me-nyimpang tersebut yaitu bahwa hal itu disebabkan oleh perbuatan mereka sendiri, seperti FirmanNya, \n\ufd3e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627   \u0632\u064e\u0627\u063a\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652  \u0623\u064e\u0632\u064e\u0627\u063a\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1\u06da       \ufd3f \n\"Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memaling-kan hati mereka.\" (Ash-Shaf: 5), dan FirmanNya, \n\ufd3e      \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e  \u0671\u0646\u0635\u064e\u0631\u064e\u0641\u064f\u0648\u0627\u0652\u06da       \u0635\u064e\u0631\u064e\u0641\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645 \ufd3f   \n\"Sesudah itu mereka pun pergi. Allah telah memalingkan hati me-reka.\" (At-Taubah: 127), dan juga FirmanNya,\n\ufd3e \u0648\u064e\u0646\u064f\u0642\u064e\u0644\u0651\u0650\u0628\u064f  \u0623\u064e\u0641\u06e1\u0640\u0654\u0650\u062f\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u0623\u064e\u0628\u06e1\u0635\u064e\u0670\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u06e1     \u064a\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0628\u0650\u0647\u0650\u06e6\u0653  \u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u064e  \u0645\u064e\u0631\u0651\u064e\u0629\u0656 \ufd3f   \n\"Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (al-Qur`an) pada per-mulaannya.\" (Al-An'am: 110). \nDan seorang hamba bila berpaling dari Rabbnya dan men-cintai musuhNya, ia mengetahui kebenaran namun ia berpaling darinya dan mengetahui kebatilan namun memilihnya, maka Allah palingkan ia kepada sesuatu yang ia berpaling kepadanya, dan Allah condongkan hatinya sebagai suatu hukuman baginya atas kecondongannya tersebut, dan tidaklah Allah menganiaya dirinya akan tetapi ia telah menganiaya dirinya sendiri, maka janganlah ia mencela kecuali dirinya sendiri yang memerintahkan kepada ke-burukan, wallahu a'lam."},{"id":455,"sura":3,"from_aya":9,"to_aya":9,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan ma-nusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada kera-guan padanya. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.\" (Ali Imran: 9)."},{"id":456,"sura":3,"from_aya":9,"to_aya":9,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(9) Ayat ini adalah penyempurna perkataan orang-orang yang mendalam ilmunya, yaitu mengandung kepercayaan terhadap kebangkitan, pembalasan dan keyakinan yang sempurna, dan bah-wasanya Allah pasti menunaikan janjiNya. Dan itu semua meng-haruskan adanya amal dan persiapan untuk menghadapi hari ter-sebut, karena beriman kepada Hari Kebangkitan adalah asas dari kebaikan hati, dasar dari keinginan kepada kebaikan dan kekha-watiran dari kejahatan, di mana kedua hal itu adalah pondasi dari segala kebajikan. "},{"id":457,"sura":3,"from_aya":10,"to_aya":11,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda dan anak-anak mereka, sedikitpun tidak dapat menolak (siksa) Allah dari mereka. Dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka. (Ke-adaan mereka) adalah seperti keadaan kaum Fir'aun dan orang-orang yang sebelumnya; mereka mendustakan ayat-ayat Kami; karena itu Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosa mereka. Dan Allah sangat keras siksaNya.\" (Ali Imran: 10-11)."},{"id":458,"sura":3,"from_aya":10,"to_aya":11,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(10-11) Setelah Allah menyebutkan tentang Hari Kiamat, Allah memberitakan tentang semua orang-orang yang mengingkari Allah dan mendustakan para Rasul Allah, bahwa mereka pasti akan masuk ke dalam neraka dan tersiksa di dalamnya, dan bahwa harta dan anak-anak mereka tidak berguna bagi mereka sama sekali dari siksa Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649, dan bahwasanya Allah akan menimpakan atas mereka hukuman-hukuman dan siksaan-siksaan di dunia sebagai-mana yang ditimpakan kepada Fir'aun dan seluruh umat yang mendustakan ayat-ayat Allah. \ufd3e \u0641\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0628\u0650\u0630\u064f\u0646\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1\u06d7 \ufd3f   \"Karena itu Allah me-nyiksa mereka disebabkan dosa-dosa mereka.\" \nDan Allah menyegerakan atas mereka siksaan-siksaan dunia yang berlanjut hingga siksaan-siksaan akhirat, \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u0639\u0650\u0642\u064e\u0627\u0628\u0650 \ufd3f   \"Dan Allah sangat keras siksaNya.\" Maka janganlah kalian meremehkan siksaan Allah hingga kalian akan merasa biasa hidup di atas keku-furan dan sikap mendustakan. "},{"id":459,"sura":3,"from_aya":12,"to_aya":13,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Katakanlah kepada orang-orang yang kafir, 'Kamu pasti akan dikalahkan (di dunia ini) dan akan digiring ke dalam Neraka Jahanam. Dan itulah tempat yang seburuk-buruknya.' Sesungguh-nya telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur). Segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir, yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang Muslim dua kali jumlah mereka. Allah menguatkan dengan bantuanNya siapa yang dikehendakiNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati.\" (Ali Imran: 12-13). "},{"id":460,"sura":3,"from_aya":12,"to_aya":13,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(12-13) Ayat ini merupakan informasi dan kabar gembira bagi kaum Mukminin, dan ancaman bagi orang-orang kafir, yakni bahwasanya mereka akan dikalahkan di dunia ini. Dan terbukti benar telah terjadi sesuai dengan yang Allah kabarkan, di mana mereka telah dikalahkan dengan kekalahan yang tidak ada tan-dingan dan tidak ada yang setara dengannya. Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 menjadikan apa yang terjadi dalam peperangan Badar sebagai tanda-tandaNya yang menunjukkan atas kebenaran RasulNya, dan bahwa beliau berada di atas kebenaran sedangkan musuh-musuhnya berada di atas kebatilan, di mana kedua pasukan bertemu dengan jumlah pasukan kaum Muslimin yang hanya mencapai tiga ratus sekian belas orang ditambah dengan peralatan yang sedikit, dan pasukan kaum kafir yang mencapai seribu orang ditambah dengan persiap-an mereka yang sempurna dalam persenjataan dan lain-lainnya. Namun Allah membela kaum Mukminin dengan pertolonganNya hingga mereka mampu mengalahkan kaum kafir dengan izin Allah. \nAyat ini mengandung pelajaran bagi orang-orang yang memi-liki mata hati, bahwa sekiranya ini bukan kebenaran yang apabila menghadapi kebatilan pasti akan melenyapkan dan merendahkan-nya, maka pastilah, jika diukur dari sebab-sebab yang kongkret, kenyataannya akan terbalik. "},{"id":461,"sura":3,"from_aya":14,"to_aya":15,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan ke-pada apa-apa yang diingini, berupa wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). Katakanlah, 'Maukah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?' Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan (me-reka dikaruniai) istri-istri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hambaNya.\" (Ali Imran: 14-15). "},{"id":462,"sura":3,"from_aya":14,"to_aya":14,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(14) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 mengabarkan dalam dua ayat ini tentang kondisi manusia ketika mendahulukan dunia atas akhirat, lalu Allah menjelaskan perbedaan yang besar dan ketidaksamaan antara kedua alam tersebut, di mana Allah mengabarkan bahwa manusia dihiasi dengan perkara-perkara tersebut hingga mereka meliriknya dengan mata mereka, dan mereka ilusikan manisnya dalam hati mereka, jiwa-jiwa mereka terbuai dalam kenikmatan-kenikmatannya. Dan setiap kelompok dari manusia itu condong kepada salah satu jenis dari jenis-jenis kenikmatan tersebut, yang sebenarnya mereka telah menjadikannya sebagai cita-cita terbesar mereka dan puncak dari pengetahuan mereka. Padahal itu semua hanyalah kenikmatan yang sedikit yang akan lenyap dalam waktu yang sekejap, maka itulah \ufd3e \u0645\u064e\u062a\u064e\u0670\u0639\u064f   \u0671\u0644\u06e1\u062d\u064e\u064a\u064e\u0648\u0670\u0629\u0650    \u0671\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u06e1\u064a\u064e\u0627\u06d6       \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0647\u064f\u06e5 \u062d\u064f\u0633\u06e1\u0646\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u0640\u0654\u064e\u0627\u0628\u0650 \ufd3f   \"kese-nangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).\""},{"id":463,"sura":3,"from_aya":15,"to_aya":15,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(15) Kemudian Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memberitakan tentang hal itu yaitu bahwasanya orang-orang yang bertakwa kepada Allah yang menegakkan penghambaan hanya kepadaNya, maka bagi mereka kesenangan yang lebih baik dari semua kenikmatan itu. Mereka akan mendapatkan berbagai bentuk kebaikan dan kenikmatan yang abadi yang belum pernah dilihat oleh mata, tidak pernah di-dengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas dalam benak seorang manusia pun. Dan bagi mereka keridhaan Allah yang merupakan perkara yang paling agung dari segala sesuatu, bagi mereka istri-istri yang suci dari segala kekurangan dan cacat, akhlak mereka baik, bentuk mereka sangat sempurna, karena peniadaan itu ber-konsekuensi kepada hal yang bertentangan dengannya, oleh karena itu kesuciannya dari kekurangan menunjukkan kepada kesempur-naannya.\n\ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064f\u06e2 \u0628\u0650\u0671\u0644\u06e1\u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650 \ufd3f   \"Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya,\" maka Allah memudahkan setiap orang itu kepada apa yang telah diciptakan untuknya. Orang-orang yang bahagia, Allah me-mudahkan mereka dalam beramal untuk negeri yang abadi ter-sebut dan mereka menjadikan kehidupan dunia ini dan segala hal yang ada padanya untuk membantunya dalam beribadah kepada Allah dan taat kepadaNya. Sedangkan orang-orang yang sengsara dan yang berpaling, Allah membiarkan mereka melakukan per-buatan orang-orang yang sengsara dan mereka ridha terhadap kehidupan dunia, senang padanya, serta mereka menjadikannya sebagai tempat menetap mereka. "},{"id":464,"sura":3,"from_aya":16,"to_aya":17,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"(Yaitu) orang-orang yang berdoa, 'Ya Tuhan kami, sesung-guhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,' (yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.\" (Ali Imran: 16-17)."},{"id":465,"sura":3,"from_aya":16,"to_aya":16,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(16) Maksudnya, orang-orang yang ilmunya mendalam itu adalah ulama dan ahli iman, di mana mereka bertawassul dengan keimanan mereka itu kepada Tuhan mereka demi meraih ampunan atas dosa-dosa mereka dan pemeliharaan mereka dari siksa neraka. Hal-hal yang seperti ini adalah di antara sarana yang dicintai oleh Allah dari seorang hamba yang bertawassul kepada Tuhannya dengan apa yang telah Dia karuniakan kepada hamba tersebut berupa keimanan dan amal-amal shalih hingga penyempurnaan kenikmatan atas dirinya yaitu dengan memperoleh pahala yang sempurna dan penghindaran dari siksaan."},{"id":466,"sura":3,"from_aya":17,"to_aya":17,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(17) Lalu Allah menyifati mereka dengan sebaik-baik sifat yaitu, dengan kesabaran, yang artinya adalah pengendalian diri berdasarkan perkara yang dicintai oleh Allah demi mengharap ke-ridhaanNya, mereka bersabar atas ketaatan kepada Allah, bersabar dalam meninggalkan maksiat kepadaNya dan bersabar atas takdir-takdir Allah yang menyakitkan, dan bersabar dengan sifat jujur dalam segala perkataan maupun kondisi yaitu kesesuaian antara lahir maupun batin, tekad yang benar dalam menempuh jalan yang lurus, dan dengan sifat patuh yang artinya ketaatan yang terus menerus disertai dengan kekhusyu'an dan ketundukan, juga de-ngan memberi nafkah pada jalan-jalan kebajikan, kepada para fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan, dan dengan permo-honan ampunan khususnya di waktu sepertiga malam yang ter-akhir, karena mereka memanjangkan shalat mereka hingga waktu sahur lalu mereka tetap dalam hal itu seraya memohon ampun kepada Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649."},{"id":467,"sura":3,"from_aya":18,"to_aya":18,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Allah menyatakan bahwasanya tidak ada tuhan (yang ber-hak disembah) melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang me-negakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Mahaperkasa lagi Mahabijak-sana.\" (Ali Imran: 18)."},{"id":468,"sura":3,"from_aya":18,"to_aya":18,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(18) Ini adalah persaksian paling mulia yang bersumber dari Raja Yang Mahaagung, dan dari para malaikat serta orang-orang yang berilmu, atas suatu perkara yang paling mulia yang disaksi-kan yaitu pengesaan Allah dan penegakanNya akan keadilan. Itu semua mengandung persaksian atas seluruh Syariat dan seluruh hukum-hukum pembalasan, karena syariat dan ajaran itu dasar dan pondasinya adalah tauhidullah dan pengesaanNya dengan ibadah dan pengakuan akan keesaanNya dalam sifat-sifat keagungan, kesombongan, kebesaran, keperkasaan, kuasa dan kemuliaan, juga dengan sifat kedermawanan, kebajikan, kasih sayang, perbuatan baik, keindahan, dan dengan kesempurnaanNya yang mutlak yang tidak dapat dihitung oleh seorang pun dari makhluk untuk meliputi sedikit pun darinya atau mereka mencapainya atau me-reka sampai kepada sanjungan atasNya. Dan ibadah-ibadah yang syar'i dan muamalah serta hal-hal yang mengikutinya, perintah maupun larangan, semua itu adalah keadilan yang tidak ada kezha-liman padanya, tidak ada kesewenang-wenangan dalam keadaan apa pun, sebaliknya semua itu berada pada puncak dari hikmah dan kepastian, serta balasan terhadap amalan-amalan shalih mau-pun buruk, semua itu adalah keadilan,\n\ufd3e \u0642\u064f\u0644\u06e1  \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f  \u0634\u064e\u064a\u06e1\u0621\u064d  \u0623\u064e\u0643\u06e1\u0628\u064e\u0631\u064f  \u0634\u064e\u0647\u064e\u0670\u062f\u064e\u0629\u0657\u06d6     \u0642\u064f\u0644\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u06d6 \ufd3f   \n\"Katakanlah, 'Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?' Katakanlah, 'Allah'.\" (Al-An'am: 19). \nMaka tauhidullah, AgamaNya dan pembalasanNya telah tetap (tsabit) dengan ketetapan yang kuat yang tidak ada keraguan padanya dan ia merupakan hakikat yang paling agung dan paling jelas. Dan Allah telah menegakkan atas hal itu bukti-bukti nyata dan dalil-dalil yang tidak mungkin lagi dihitung dan dijumlah.\nDalam ayat ini terdapat keutamaan ilmu dan ulama, karena Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 mengkhususkan mereka dalam penyebutan tanpa me-nyertakan manusia lainnya. Allah menyandingkan kesaksian me-reka dengan kesaksianNya dan kesaksian para malaikatNya, dan Allah menjadikan kesaksian mereka adalah keterangan dan dalil yang paling besar atas ketauhidanNya, AgamaNya dan pemba-lasanNya. Seorang yang mukallaf wajib menerima kesaksian yang adil lagi benar tersebut, dan termasuk di antara kandungannya adalah membenarkan mereka, bahwa para makhluk mengikuti mereka dan bahwa mereka adalah para pemimpin yang diikuti. Dalam poin ini terdapat keutamaan, kemuliaan, dan kedudukan yang tinggi yang tidak dapat diukur kadarnya. "},{"id":469,"sura":3,"from_aya":19,"to_aya":19,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi al-Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena ke-dengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisabNya.\" (Ali Imran: 19). "},{"id":470,"sura":3,"from_aya":19,"to_aya":19,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(19) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memberitakan, \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e   \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \ufd3f   \"Sesungguh-nya agama (yang diridhai) di sisi Allah\" maksudnya, agama yang mana Allah tidak memiliki agama selainnya dan tidak pula diterima se-lainnya adalah \ufd3e \u0671\u0644\u06e1\u0625\u0650\u0633\u06e1\u0644\u064e\u0670\u0645\u064f\u06d7 \ufd3f   \"Islam,\" yang artinya ketundukan kepada Allah semata, secara lahir maupun batin dengan apa yang disyariat-kanNya melalui lisan rasul-rasulNya. Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \n\ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646     \u064a\u064e\u0628\u06e1\u062a\u064e\u063a\u0650  \u063a\u064e\u064a\u06e1\u0631\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0625\u0650\u0633\u06e1\u0644\u064e\u0670\u0645\u0650    \u062f\u0650\u064a\u0646\u0657\u0627  \u0641\u064e\u0644\u064e\u0646  \u064a\u064f\u0642\u06e1\u0628\u064e\u0644\u064e  \u0645\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064f  \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u0653\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650  \u0645\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u062e\u064e\u0670\u0633\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e  85   \ufd3f \n\"Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya, dan dia di akhirat ter-masuk orang-orang yang rugi.\" (Ali Imran: 85). \nMaka barangsiapa yang beragama dengan selain agama Islam, maka hakikatnya ia tidak beragama untuk Allah. Karena ia tidak menempuh jalan yang disyariatkanNya melalui lisan rasul-rasul-Nya.\nKemudian Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memberitakan bahwasanya ahli kitab mengetahui hal itu, dan mereka berselisih dan menyimpang dari-nya hanya karena keras kepala dan kedengkian, sebab jika bukan karena itu, maka sesungguhnya telah datang kepada mereka ilmu, yang mengharuskan tidak terjadinya perselisihan bahkan yang mengharuskan mereka memasuki agama yang sebenarnya. Kemu-dian setelah datang Nabi Muhammad \ufdfa kepada mereka, maka mereka mengetahuinya dengan sebenar-benarnya, akan tetapi ke-dengkian, kezhaliman, dan kekufuran kepada ayat-ayat Allah telah menghalangi mereka dari mengikuti kebenaran.\ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646  \u064a\u064e\u0643\u06e1\u0641\u064f\u0631\u06e1  \u0628\u0650\u0640\u0654\u064e\u0627\u064a\u064e\u0670\u062a\u0650   \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0633\u064e\u0631\u0650\u064a\u0639\u064f       \u0671\u0644\u06e1\u062d\u0650\u0633\u064e\u0627\u0628\u0650 \ufd3f   \"Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisabNya.\" Maksudnya, hendaklah mereka menunggu hal tersebut, karena itu semua pasti akan tiba, dan Allah akan membalas mereka semua menurut apa yang telah mereka kerjakan. "},{"id":471,"sura":3,"from_aya":20,"to_aya":20,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah, 'Aku menyerahkan diriku kepada Allah, dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku.' Dan kata-kanlah kepada orang-orang yang telah diberi al-Kitab dan kepada orang-orang yang ummi, 'Apakah kamu (mau) masuk Islam?' Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petun-juk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hambaNya.\" (Ali Imran: 20). "},{"id":472,"sura":3,"from_aya":20,"to_aya":20,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(20) Ketika Allah menjelaskan bahwa agama yang benar di sisiNya hanya Islam, dan ahli kitab itu telah berdialog dengan Nabi \ufdfa dengan perdebatan, dan hujjah telah tegak atas mereka, tetapi mereka membangkang terhadapnya, maka Allah memerintahkan kepada NabiNya pada kondisi itu agar berkata dan memberitakan bahwasanya ia telah berserah diri lahir maupun batin kepada Allah, dan bahwa orang-orang yang mengikutinya juga tetap sepakat dengannya dalam ketundukan yang tulus. Dan agar beliau berkata kepada manusia seluruhnya, dari ahli kitab dan orang-orang yang ummi -orang-orang yang tidak memiliki kitab dari bangsa Arab- dan selain mereka bahwa apabila mereka berserah diri, maka mereka berada di atas jalan yang lurus, petunjuk, dan kebenaran. Dan apabila kalian berpaling, maka perhitungan kalian hanya pada Allah, sedang saya tidak memiliki tugas kecuali menyampaikan saja, dan telah saya sampaikan kepada kalian dan telah saya tegak-kan hujjah atas kalian. "},{"id":473,"sura":3,"from_aya":21,"to_aya":22,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa hak (alasan yang benar) dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yang pedih. Mereka itu adalah orang-orang yang lenyap (pahala) amal-amalnya di dunia dan akhirat, dan mereka sekali-kali tidak memperoleh penolong.\" (Ali Imran: 21-22)."},{"id":474,"sura":3,"from_aya":21,"to_aya":22,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(21-22) Maksudnya, orang-orang yang mengumpulkan ke-jahatan-kejahatan ini; kufur kepada ayat-ayat Allah, mendustakan rasul-rasul Allah, dan kejahatan terbesar terhadap makhluk yang paling agung, yang benar-benar paling agung di atas semua makh-luk, yaitu para rasul dan para pemimpin petunjuk, yang memerin-tahkan manusia dengan keadilan yang disepakati oleh agama dan akal, maka mereka itu, telah \ufd3e \u062d\u064e\u0628\u0650\u0637\u064e\u062a\u06e1  \u0623\u064e\u0639\u06e1\u0645\u064e\u0670\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1    \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u06e1\u064a\u064e\u0627  \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0623\u0653\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \ufd3f   \"lenyap (pahala) amal-amalnya di dunia dan akhirat,\" dan mereka berhak me-nerima siksaan yang pedih, dan mereka tidak memiliki penolong dari siksaan Allah dan tidak pula memiliki penyelamat dari hukum-anNya. "},{"id":475,"sura":3,"from_aya":23,"to_aya":25,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah diberi bagian yaitu al-Kitab (Taurat), mereka diseru kepada kitab Allah supaya kitab itu menetapkan hukum di antara mereka; ke-mudian sebagian dari mereka berpaling, dan mereka selalu mem-belakangi (kebenaran). Hal itu adalah karena mereka berkata, 'Kami tidak akan disentuh oleh api neraka kecuali beberapa hari yang dapat dihitung.' Mereka diperdayakan dalam agama mereka oleh apa yang selalu mereka ada-adakan. Bagaimanakah nanti apabila mereka Kami kumpulkan di hari (kiamat) yang tidak ada keraguan tentang adanya? Dan disempurnakan kepada tiap-tiap diri balasan apa yang diusahakannya sedang mereka tidak di-aniaya (dirugikan).\" (Ali Imran: 23-25). "},{"id":476,"sura":3,"from_aya":23,"to_aya":25,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(23-25) Maksudnya, tidakkah Anda perhatikan dan heran terhadap mereka, \ufd3e \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0623\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0628\u0657\u0627  \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0643\u0650\u062a\u064e\u0670\u0628\u0650 \ufd3f   \"orang-orang yang telah diberi bagian yaitu al-Kitab (Taurat)\", dan \ufd3e \u064a\u064f\u062f\u06e1\u0639\u064e\u0648\u06e1\u0646\u064e  \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670   \u0643\u0650\u062a\u064e\u0670\u0628\u0650   \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \ufd3f   \"mereka diseru kepada kitab Allah\" yang membenarkan apa yang diturunkan Allah kepada Rasul-rasulNya, \ufd3e \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e  \u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0649\u0670  \u0641\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u065e  \u0645\u0651\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0639\u06e1\u0631\u0650\u0636\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"kemudian sebagian dari mereka berpaling, dan mereka selalu membelakangi\" dari mengikuti kebenaran. Seolah-olah dikatakan, apa pendorong mereka berpa-ling seperti itu, padahal mereka adalah orang-orang yang paling berhak untuk mengikuti dan paling mengetahui hakikat dari apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad \ufdfa? Lalu Allah menyebutkan dua sebab dari hal itu:\nPertama, rasa aman dan persaksian mereka yang batil bagi diri mereka sendiri akan keselamatan dan bahwa neraka itu tidak-lah akan menyentuh mereka kecuali hanya beberapa waktu saja yang mereka tentukan menurut hawa nafsu mereka sendiri yang rusak. Seolah-olah pengaturan kepemilikan kembali kepada me-reka, di mana mereka berkata, \n\ufd3e \u0644\u064e\u0646  \u064a\u064e\u062f\u06e1\u062e\u064f\u0644\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064e  \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627  \u0645\u064e\u0646  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e      \u0647\u064f\u0648\u062f\u064b\u0627  \u0623\u064e\u0648\u06e1  \u0646\u064e\u0635\u064e\u0670\u0631\u064e\u0649\u0670\u06d7         \ufd3f  \n\"Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang ber-agama) Yahudi atau Nasrani.\" (Al-Baqarah: 111).\nTelah diketahui bahwa hal ini merupakan angan-angan kosong yang batil secara syar'i maupun akal.\nKedua, bahwasanya mereka ketika mendustakan ayat-ayat Allah dan membuat kebohongan atasnya, setan menghiasi per-buatan-perbuatan mereka yang buruk, dan mereka terpedaya oleh hal tersebut, hingga nampak oleh mereka bahwa itu merupakan suatu yang benar, (dan itu adalah) sebagai suatu hukuman atas keberpalingan mereka dari kebenaran, oleh karena itu, bagaimana-kah kondisi mereka ketika Allah mengumpulkan mereka pada Hari Kiamat nanti? Di mana Allah akan memberikan balasan akan perbuatan manusia dan berlakulah keadilan Allah terhadap hamba-hambaNya. Saat itu tidaklah perlu ditanya lagi tentang siksaan yang akan mereka rasakan, kebaikan dan pahala tidak mungkin didapatkan. Dan itu adalah karena tindakan yang diperbuat oleh tangan mereka sendiri, dan tidaklah Tuhanmu itu berlaku zhalim terhadap hamba-hambaNya. "},{"id":477,"sura":3,"from_aya":26,"to_aya":27,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Katakanlah, 'Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki, di TanganMu-lah segala kebaikan. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang, dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rizki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas).\" (Ali Imran: 26-27)."},{"id":478,"sura":3,"from_aya":26,"to_aya":27,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(26-27) Pada dasarnya Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memerintahkan kepada NabiNya \ufdfa dan orang lain yang mengikuti (beliau) agar menyam-paikan dari Tuhannya secara tegas akan keesaanNya dalam me-ngatur segala perkara, mengontrol seluruh alam, baik langit maupun bumi, dan juga tentang hakNya untuk dikhususkan dengan kekua-saan yang mutlak dan pengaturan yang bijaksana, dan bahwasanya Dia memberikan kekuasaan kepada siapa yang Dia kehendaki, dan mencabut kekuasaan itu dari siapa yang Dia kehendaki, Dia memuliakan siapa yang dikehendakiNya dan menghinakan siapa yang dikehendakiNya. Dan itu tidak berdasarkan angan-angan ahli Kitab atau selain mereka, namun perkara itu semuanya adalah di Tangan Allah, dan pengaturan berada di bawah kekuasaanNya. Maka tidak ada yang dapat menolaknya dalam pengaturanNya tersebut, tidak pula ada penolong untukNya dalam ketetapan tak-dirNya. Dan bahwasanya sebagaimana Dia adalah Pengatur per-putaran hari (kemenangan) di antara manusia, Dia pun Pengatur akan masa itu sendiri, di mana Dia memasukkan siang ke dalam malam dan memasukkan malam ke dalam siang. Artinya Allah memasukkan yang ini ke dalam yang itu dan yang ini menempati posisi yang itu, Dia menambah yang ini apa yang kurang dari yang itu agar dengan hal itu semua tegaklah kemaslahatan makhluk-makhlukNya. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati seba-gaimana Dia mengeluarkan tumbuh-tumbuhan, pepohonan yang bermacam-macam dari biji-biji benih, orang Mukmin dari orang kafir, orang hidup dari yang mati, sebagaimana juga Allah menge-luarkan biji-bijian, benih, tanaman, pepohonan dan telur dari bu-rung. Dia-lah yang mengeluarkan segala bentuk benda-benda yang berlawanan sebagiannya dari sebagian yang lain, dan sesungguh-nya seluruh unsur-unsur yang ada di alam ini patuh terhadapNya.\nDan FirmanNya, \ufd3e \u0628\u0650\u064a\u064e\u062f\u0650\u0643\u064e     \u0671\u0644\u06e1\u062e\u064e\u064a\u06e1\u0631\u064f\u06d6 \ufd3f   \"Di TanganMu-lah segala kebaikan,\" artinya segala kebajikan itu berasal dariMu dan tidaklah ada yang mendatangkan kebaikan dan karunia kecuali Allah. Sedangkan keburukan tidaklah dinisbatkan kepada Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649, baik secara sifat maupun nama dan tidak pula perbuatan, akan tetapi termasuk dalam tindakan-tindakan makhlukNya dan di bawah ketetapan dan takdirNya. Kebaikan dan keburukan termasuk dalam Qadha` dan Qadar. Dan tidak ada sesuatu pun yang terjadi di dalam kerajaan-Nya kecuali yang Dia kehendaki. Akan tetapi hal yang buruk itu tidaklah dinisbatkan kepada Allah, maka tidaklah dikatakan, \"di TanganMu-lah segala kebaikan dan keburukan,\" namun seharus-nya dikatakan, di TanganMu-lah segala kebaikan sebagaimana yang telah dikatakan oleh Allah dan oleh RasulNya. Adapun kesimpulan temuan yang dikatakan oleh sebagian ahli tafsir, di mana mereka berkata, \"Demikian pula keburukan, berada di TanganNya,\" maka itu adalah sebuah kesalahan yang murni. Pandangan mereka di-dasari oleh karena mereka mengira bahwa pengkhususan kebaikan dalam penyebutan itu meniadakan Qadha` dan QadarNya yang umum. Dan bantahan terhadap pandangan ini, adalah apa yang telah kami jelaskan secara rinci.\nDan FirmanNya, \ufd3e \u0648\u064e\u062a\u064e\u0631\u06e1\u0632\u064f\u0642\u064f  \u0645\u064e\u0646  \u062a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0653\u0621\u064f  \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u06e1\u0631\u0650 \u062d\u0650\u0633\u064e\u0627\u0628\u0656 \ufd3f   \"Dan Engkau beri rizki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas).\" Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 telah me-nyebutkan pada ayat yang lain sebab-sebab yang mengakibatkan datangnya rizki Allah, seperti FirmanNya, \n\ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646     \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650    \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u064a\u064e\u062c\u06e1\u0639\u064e\u0644  \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u06e5    \u0645\u064e\u062e\u06e1\u0631\u064e\u062c\u0657\u0627  2  \u0648\u064e\u064a\u064e\u0631\u06e1\u0632\u064f\u0642\u06e1\u0647\u064f   \u0645\u0650\u0646\u06e1   \u062d\u064e\u064a\u06e1\u062b\u064f  \u0644\u064e\u0627   \u064a\u064e\u062d\u06e1\u062a\u064e\u0633\u0650\u0628\u064f\u06da     \ufd3f \n\"Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.\" (Ath-Thalaq: 2-3), \n\ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646  \u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u06e1  \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0641\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e  \u062d\u064e\u0633\u06e1\u0628\u064f\u0647\u064f\u06e5\u0653\u06da \ufd3f   \n\"Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.\" (Ath-Thalaq: 3). \nKarena itu wajib atas manusia agar tidak memohon rizki kecuali dari Allah, lalu mereka berusaha meraihnya dengan mela-kukan sebab-sebabnya yang telah dimudahkan oleh Allah dan dibolehkanNya. "},{"id":479,"sura":3,"from_aya":28,"to_aya":28,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Janganlah orang-orang Mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang Mukmin. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari perto-longan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu ter-hadap diri (siksa)Nya. Dan hanya kepada Allah-lah kembali(mu).\" (Ali Imran: 28). "},{"id":480,"sura":3,"from_aya":28,"to_aya":28,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(28) Ini adalah larangan Allah dan peringatan bagi kaum Mukminin agar tidak menjadikan orang-orang kafir sebagai wali-wali (pemimpin-pemimpin) mereka selain kaum Mukminin. Karena kaum Mukminin itu sebagian mereka adalah wali bagi sebagian lainnya. Dan Allah adalah wali bagi mereka. \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646   \u064a\u064e\u0641\u06e1\u0639\u064e\u0644\u06e1 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \ufd3f   \"Barang-siapa berbuat demikian\", yakni menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin (pelindung dan penolong), \ufd3e \u0641\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0633\u064e  \u0645\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0641\u0650\u064a  \u0634\u064e\u064a\u06e1\u0621\u064d \ufd3f   \"niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah,\" artinya, niscaya ia terlepas dari Allah dan Allah juga berlepas diri (bara`) darinya, sebagaimana Firman Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649, \n\ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646  \u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645  \u0645\u0651\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u06e5  \u0645\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064f\u0645\u06e1\u06d7       \ufd3f \n\"Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.\" (Al-Ma`idah: 51). \nDan Firman Allah, \ufd3e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627\u0653   \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627\u0652   \u0645\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u062a\u064f\u0642\u064e\u0649\u0670\u0629\u0657\u06d7 \ufd3f   \"Kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka,\" yakni, kecuali bila kalian khawatir akan diri kalian dalam memulai permusuhan terhadap kaum kafir, maka kalian mendapatkan keringanan, dalam kondisi seperti itu, untuk mengadakan perjanjian dan perdamaian, bukan dalam kapasitas memberi loyalitas (wala`) yang merupakan bentuk kecintaan hati lalu diikuti oleh pembelaan. \n\ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064f\u062d\u064e\u0630\u0651\u0650\u0631\u064f\u0643\u064f\u0645\u064f  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0646\u064e\u0641\u06e1\u0633\u064e\u0647\u064f\u06e5\u06d7 \ufd3f   \"Dan Allah memperingatkan kamu terhadap Diri (siksa)Nya.\" Maksudnya, takutlah kalian dariNya, khawatirlah terhadapNya, dan dahulukanlah rasa takut kepadaNya itu dari rasa takut kalian terhadap manusia, karena Dia-lah yang mengurus segala urusan manusia, dan Dia-lah yang mengendalikan (mengua-sai) diri mereka, dan kepadaNya-lah mereka akan kembali dan pulang. Kemudian Dia akan membalas orang-orang yang menda-hulukan rasa takutnya terhadapNya dan rasa harapnya kepadaNya atas selainNya dengan pahala yang melimpah, dan menyiksa orang-orang kafir dan orang-orang yang menjadikan mereka pemimpin dengan siksaan yang menghinakan. "},{"id":481,"sura":3,"from_aya":29,"to_aya":30,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Katakanlah, 'Jika kamu menyembunyikan sesuatu yang ada dalam hatimu atau kamu menampakkannya, pasti Allah menge-tahuinya.' Allah mengetahui apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Pada hari ketika tiap-tiap diri mendapati segala kebajikan diha-dapkan (di mukanya), begitu (juga) kejahatan yang telah dikerja-kannya; ia ingin kalau kiranya antara ia dengan hari itu ada masa yang jauh; dan Allah memperingatkan kamu terhadap siksaNya. Dan Allah sangat Penyayang kepada hamba-hambaNya.\" (Ali Imran: 29-30)."},{"id":482,"sura":3,"from_aya":29,"to_aya":30,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(29-30) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memberitakan tentang ilmuNya yang meliputi apa yang ada dalam dada, baik yang disembunyikan oleh manusia atau yang ditampakkannya. Sebagaimana ilmuNya itu meliputi segala yang di langit dan di bumi, dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dariNya. Di samping ilmuNya yang meli-puti segala hal itu Dia juga Mahaagung lagi Mahakuasa atas segala sesuatu yang tidak ada suatu apa pun yang ada (di alam ini) dapat menolak kehendakNya. Dan setelah Allah menyebutkan tentang keagunganNya dan luasnya sifat-sifatNya yang mengharuskan manusia agar merasa diawasi olehNya dalam segala keadaan me-reka, Allah menyebutkan juga bagi mereka pendorong lain untuk merasakan pengawasan Allah atasnya dan rasa takut kepadaNya, yaitu bahwa mereka semua akan kembali kepadaNya dan amal perbuatan mereka saat itu dari yang baik maupun yang buruk akan dihadirkan. Di saat itu kaum Mukminin merasa kurang terhadap apa yang telah mereka lakukan bagi diri mereka berupa kebajikan, sedang orang-orang kafir akan menyesal ketika perbuatan-perbuat-an mereka dihadirkan, dan mereka berharap agar antara mereka dengan hari itu masih panjang jaraknya.\nMaka apabila seorang hamba mengetahui bahwasanya ia ber-jalan menuju Rabbnya dan berjuang di dunia ini, dan bahwasanya pastilah ia akan menjumpai Rabbnya dan melihat usahanya, niscaya hal itu mengharuskan dirinya mengambil sikap hati-hati dan was-pada dari perbuatan-perbuatan yang mengharuskannya diperma-lukan dan disiksa, dan bersiap-siap dengan amal-amal shalih yang mendatangkan kebahagiaan dan pahala. Itulah sebabnya Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064f\u062d\u064e\u0630\u0651\u0650\u0631\u064f\u0643\u064f\u0645\u064f    \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0646\u064e\u0641\u06e1\u0633\u064e\u0647\u064f\u06e5\u06d7 \ufd3f \"Dan Allah memperingatkan kamu ter-hadap Diri (siksa)Nya,\" yang demikian itu dengan Allah memper-lihatkan buat kalian sifat-sifat keagunganNya, kesempurnaan ke-adilanNya, dan kerasnya siksaanNya. Dan di samping pedihnya hukumanNya, Allah juga Maha Penyantun lagi Maha Penyayang. Dan di antara santun dan kasih sayangNya adalah bahwa Dia me-nakut-nakuti hamba-hambaNya dan mengingatkan mereka dari kezhaliman dan pengrusakan, sebagaimana Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman ketika menyebutkan hukumanNya,\n\ufd3e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e  \u064a\u064f\u062e\u064e\u0648\u0651\u0650\u0641\u064f  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0628\u0650\u0647\u0650\u06e6    \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u064e\u0647\u064f\u06e5\u06da       \u064a\u064e\u0670\u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650  \u0641\u064e\u0671\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u0650  16   \ufd3f \n\"Demikianlah Allah mempertakuti hamba-hambaNya dengan azab itu. Maka bertakwalah kepadaKu hai hamba-hambaKu.\" (Az-Zumar: 16). \nBelas kasih dan sayang Allah telah memudahkan bagi mereka jalan-jalan memperoleh kebaikan-kebaikan, dan kasih sayangNya telah menghindarkan mereka dari jalan-jalan yang menjerumuskan mereka ke dalam hal-hal yang tidak disukai.\nKarena itu, kita memohon kepada Allah agar menyempurna-kan kebaikanNya atas kita dengan menempuh jalan yang lurus, dan keselamatan dari jalan-jalan yang menghantarkan orang yang menempuhnya kepada Neraka Jahim. "},{"id":483,"sura":3,"from_aya":31,"to_aya":32,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Katakanlah, 'Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosa-mu.' Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Katakanlah, 'Taatilah Allah dan RasulNya; jika kamu berpaling, maka sesung-guhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir'.\" (Ali Imran: 31-32). "},{"id":484,"sura":3,"from_aya":31,"to_aya":32,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(31-32) Ayat ini merupakan patokan di mana dengannya kita dapat membedakan orang yang mencintai Allah dengan sebe-nar-benarnya dengan orang yang hanya sekedar mengaku-aku semata. Tanda-tanda kecintaan kepada Allah adalah mengikuti Rasulullah, Muhammad \ufdfa, di mana Allah menjadikan tindakan mencontohi Rasulullah \ufdfa dan mengikuti segala yang diserukan beliau sebagai jalan kepada kecintaan kepadaNya dan keridhaan-Nya. Oleh karena itu, tidaklah akan diperoleh kecintaan Allah dan keridhaanNya serta pahalaNya kecuali dengan membenarkan apa yang dibawa oleh Muhammad \ufdfa berupa al-Qur`an dan as-Sunnah, dan menaati perintah keduanya dan menjauhi larangan keduanya. Maka barangsiapa yang melakukan hal itu, niscaya Allah akan mencintainya lalu membalasnya dengan balasan orang-orang yang dicintai, mengampuni dosa-dosanya dan menutupi aib-aibnya. Kemudian seolah-olah dikatakan, \"Dan bersama itu semua, maka apakah sebenarnya hakikat mengikuti Rasul dan tata caranya?\" Maka Allah menjawabnya dengan FirmanNya, \ufd3e \u0642\u064f\u0644\u06e1     \u0623\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0648\u064e\u0671\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u06d6 \ufd3f   \"Katakanlah,'Taatilah Allah dan RasulNya',\" yaitu dengan menaati perintah dan menjauhi larangan serta mempercayai kabar berita. \ufd3e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646  \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u06e1\u0627\u0652 \ufd3f   \"Jika kamu berpaling\" dari hal itu, maka inilah kekufuran, dan Allah \ufd3e \u0644\u064e\u0627  \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f   \u0671\u0644\u06e1\u0643\u064e\u0670\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"tidak menyukai orang-orang kafir.\""},{"id":485,"sura":3,"from_aya":33,"to_aya":55,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga 'Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing), (sebagai) satu keturunan yang sebagiannya (ke-turunan) dari yang lain. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Ingatlah), ketika istri 'Imran berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya aku menadzarkan kepadaMu anak yang dalam kan-dunganku menjadi hamba yang shalih dan berkhidmat (di Baitul Maqdis), karena itu terimalah (nadzar) itu dariku. Sesungguhnya Engkau-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.' Maka tatkala istri 'Imran melahirkan anaknya, dia pun berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya aku melahirkannya seorang anak perem-puan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam, dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan)-Mu dari setan yang terkutuk.' Maka Rabbnya menerimanya (se-bagai nadzar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik, dan Allah menjadikan Zakaria seba-gai pemeliharanya. Setiap Zakaria masuk untuk menemui Maryam di mihrab, maka ia mendapati makanan di sisinya. Zakaria ber-kata, 'Hai Maryam, dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?' Maryam menjawab, 'Makanan itu dari sisi Allah.' Sesungguhnya Allah memberi rizki kepada siapa yang dikehendakiNya tanpa hisab. Di sanalah Zakaria berdoa kepada Rabbnya seraya ber-kata, 'Ya Rabbku, berilah aku dari sisiMu seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa.' Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakaria, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab, (katanya), 'Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang putramu) Yahya, yang membenar-kan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi yang termasuk keturunan orang-orang shalih.' Zakaria berkata, 'Ya Rabbku, bagaimana aku bisa mendapat anak sedang aku telah sangat tua dan istriku pun seorang yang mandul.' Allah berfirman, 'Demikianlah, Allah berbuat apa yang dikehendakiNya.' Berkata Zakaria, 'Berilah aku suatu tanda (bahwa istriku telah mengandung).' Allah berfirman, 'Tandanya bagimu, kamu tidak dapat berkata-kata dengan manu-sia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat. Dan sebutlah (nama) Rabbmu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari.' Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata, 'Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, menyucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu). Hai Maryam, taatlah kepada Rabbmu, sujud dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk.' Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita ghaib yang Kami wahyukan kepada kamu (ya Muhammad); padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa. (Ingatlah), ketika Malaikat berkata, 'Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) dari padaNya, namanya al-Masih, Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia termasuk di antara orang-orang yang shalih.' Maryam berkata, 'Ya Rabbku, bagaimana mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-laki pun.' Allah berfirman (de-ngan perantaraan Jibril), 'Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendakiNya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya, 'Jadilah,' maka jadilah dia. Dan Allah akan mengajarkan kepadanya al-Kitab, Hikmah, Taurat, dan Injil. Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka), 'Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Rabbmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sung-guh beriman. Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu de-ngan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Rabbmu. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Sesungguhnya Allah, Rabbku dan Rabbmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus.' Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani Israil) berkatalah dia, 'Siapakah yang akan menjadi peno-long-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah.' Para hawa-riyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab, 'Kamilah penolong-penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah; dan saksi-kanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang ber-serah diri. Ya Rabb kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah).' Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya. (Ingatlah), ketika Allah berfirman, 'Hai 'Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepadaKu serta membersih-kan kamu dari orang-orang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga Hari Kiamat. Kemudian hanya kepada Aku-lah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu ber-selisih padanya'.\" (Ali Imran: 33-55)."},{"id":486,"sura":3,"from_aya":33,"to_aya":55,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(33-55) Allah memiliki hamba-hamba pilihan dari seluruh hamba-hambaNya. Dia memilih mereka, memilah mereka dan mengaruniakan atas mereka keutamaan-keutamaan yang tinggi, sifat-sifat yang luhur, ilmu-ilmu yang bermanfaat, amal perbuatan yang shalih, dan keistimewaan-keistimewaan yang bermacam-macam. Dan Allah menyebutkan keluarga-keluarga besar tersebut dan apa yang di dalamnya berupa manusia-manusia agung yang memiliki sifat-sifat kesempurnaan, dan bahwasanya keutamaan dan kebaikan itu telah diwariskan secara turun temurun oleh anak cucu mereka, yang mencakup laki-laki maupun wanita di antara mereka. \nIni merupakan karuniaNya yang paling utama dan tempat-tempat kemurahan dan kebaikanNya yang paling utama,\ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0633\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064c \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \ufd3f   \"dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,\" Dia menge-tahui siapa yang berhak menerima keutamaan dan penghormatan, hingga Dia meletakkan keutamaanNya itu yang didasari oleh hik-mahNya yang pasti. Ketika Allah menetapkan keagungan keluarga tersebut lalu Allah menyebutkan kisah Maryam dan putranya, Isa \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645, dan bagaimana turun temurunnya dari keluarga yang mulia ini, dan bagaimana silih bergantinya keadaan keduanya dari awal hingga akhirnya, dan bahwa istri Imran berkata seraya tunduk kepada Rabbnya dengan mendekatkan diri kepadaNya dengan persembahan yang Dia cintai, yang mengandung pengagungan terhadap rumahNya dan konsistensi dalam ketaatanNya, (istri Imran berkata), \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a  \u0646\u064e\u0630\u064e\u0631\u06e1\u062a\u064f  \u0644\u064e\u0643\u064e      \u0645\u064e\u0627  \u0641\u0650\u064a  \u0628\u064e\u0637\u06e1\u0646\u0650\u064a   \u0645\u064f\u062d\u064e\u0631\u0651\u064e\u0631\u0657\u0627 \ufd3f   \"Sesungguhnya aku mena-dzarkan kepadaMu anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang shalih dan berkhidmat (di Baitul Maqdis),\" yakni, sebagai pelayan bagi rumah ibadah yang dipenuhi dengan ahli-ahli ibadah. \ufd3e \u0641\u064e\u062a\u064e\u0642\u064e\u0628\u0651\u064e\u0644\u06e1 \u0645\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a\u0653\u06d6 \ufd3f   \"Karena itu terimalah (nadzar) itu dari padaku,\" yakni perbuatan ini, maksudnya, jadikanlah ia di atas dasar keimanan dan keikhlasan yang membuahkan kebaikan dan pahala. \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e   \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e  \u0671\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064f 35 \ufd3f   \"Se-sungguhnya Engkau-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.\" \n\ufd3e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627       \u0648\u064e\u0636\u064e\u0639\u064e\u062a\u06e1\u0647\u064e\u0627  \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u06e1 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650     \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a  \u0648\u064e\u0636\u064e\u0639\u06e1\u062a\u064f\u0647\u064e\u0627\u0653  \u0623\u064f\u0646\u062b\u064e\u0649\u0670  \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0623\u064e\u0639\u06e1\u0644\u064e\u0645\u064f   \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627  \u0648\u064e\u0636\u064e\u0639\u064e\u062a\u06e1  \u0648\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0633\u064e  \u0671\u0644\u0630\u0651\u064e\u0643\u064e\u0631\u064f \u0643\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0623\u064f\u0646\u062b\u064e\u0649\u0670\u06d6 \ufd3f   \"Maka tatkala istri Imran melahirkan anaknya, dia pun berkata, 'Ya Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan;' dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan.\" Seolah-olah dalam perkataan ini menyim-pan makna ketundukan dan jiwa yang pasrah, di mana nadzarnya itu didasari oleh harapan anak itu adalah laki-laki yang memiliki kekuatan dan pelayanan, serta pelaksanaan terhadap hal itu seba-gaimana yang dapat dilakukan oleh orang-orang yang kuat, se-dangkan anak wanita tidak seperti itu, lalu Allah menguatkan hatinya dan menerima nadzarnya. \nAnak wanita itu bahkan menjadi lebih sempurna dan lebih baik dari kebanyakan anak laki-laki, bahkan dari mayoritas mereka, lalu maksud-maksud yang dikehendaki tercapai dengan lebih baik daripada yang diperoleh oleh anak laki-laki. Oleh karena itu, Allah berfirman, \ufd3e \u0641\u064e\u062a\u064e\u0642\u064e\u0628\u0651\u064e\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0642\u064e\u0628\u064f\u0648\u0644\u064d   \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u0656 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u06e2\u0628\u064e\u062a\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0628\u064e\u0627\u062a\u064b\u0627 \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u0657\u0627 \ufd3f   \"Maka Rabbnya meneri-manya (sebagai nadzar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik.\" Artinya ia dididik dengan didikan yang mengagumkan, baik agama, akhlak maupun bahasanya, di mana dengannya sempurnalah kondisinya, baiklah perkataan dan perbuatannya, kesempurnaannya tumbuh padanya, lalu Allah memudahkannya dengan Zakaria sebagai pemeliharanya. Ini meru-pakan karunia Allah atas hambaNya yaitu menjadikan orang yang menjadi pemeliharanya dari orang-orang yang terbaik dan shalih.\nKemudian Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memuliakan Maryam dan Zakaria di mana Allah memudahkan bagi Maryam rizki yang diperoleh tanpa keringat dan lelah, hal itu adalah sebuah karamah sebagai kemuliaan dari Allah untuknya, karena \ufd3e \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062f\u064e\u062e\u064e\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u064e\u0627     \u0632\u064e\u0643\u064e\u0631\u0650\u064a\u0651\u064e\u0627  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u0650\u062d\u06e1\u0631\u064e\u0627\u0628\u064e \ufd3f   \"setiap Zakaria masuk untuk menemui Maryam di mihrab,\" yakni tempat untuk ibadah, dan di sini terkandung isyarat akan banyaknya shalat yang dilaku-kan Maryam dan konsistensinya terhadap tempat ibadah tersebut, \ufd3e \u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u064e \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0631\u0650\u0632\u06e1\u0642\u0657\u0627\u06d6 \ufd3f   \"maka dia mendapati makanan di sisinya\" dengan nikmat dan tersedia. Zakaria berkata, \ufd3e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0649\u0670     \u0644\u064e\u0643\u0650 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627\u06d6 \ufd3f   \"Hai Maryam, dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?\" \n\ufd3e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u06e1  \u0647\u064f\u0648\u064e  \u0645\u0650\u0646\u06e1  \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650\u06d6       \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u064a\u064e\u0631\u06e1\u0632\u064f\u0642\u064f  \u0645\u064e\u0646  \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0653\u0621\u064f  \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u06e1\u0631\u0650  \u062d\u0650\u0633\u064e\u0627\u0628\u064d \ufd3f   \"Maryam menjawab, 'Makanan itu dari sisi Allah.' Sesungguhnya Allah memberi rizki kepada siapa yang dikehendakiNya tanpa hisab.\" \nKetika Zakaria menyaksikan kondisi tersebut, kebaikan dan seperti itulah kasih Allah terhadap Maryam, maka itu mengingat-kan dirinya untuk memohon kepada Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 seorang anak laki-laki, dalam kondisinya yang hampir putus asa seraya berkata, \ufd3e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650  \u0647\u064e\u0628\u06e1  \u0644\u0650\u064a  \u0645\u0650\u0646  \u0644\u0651\u064e\u062f\u064f\u0646\u0643\u064e  \u0630\u064f\u0631\u0651\u0650\u064a\u0651\u064e\u0629\u0657    \u0637\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u064e\u0629\u064b\u06d6       \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0633\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064f  \u0671\u0644\u062f\u0651\u064f\u0639\u064e\u0627\u0653\u0621\u0650 \ufd3f   \"Ya Tuhanku, berilah aku dari sisiMu seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa.\" \n\ufd3e \u0641\u064e\u0646\u064e\u0627\u062f\u064e\u062a\u06e1\u0647\u064f     \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u0644\u064e\u0670\u0653\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064f  \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e  \u0642\u064e\u0627\u0653\u0626\u0650\u0645\u065e   \u064a\u064f\u0635\u064e\u0644\u0651\u0650\u064a \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u0650\u062d\u06e1\u0631\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u064a\u064f\u0628\u064e\u0634\u0651\u0650\u0631\u064f\u0643\u064e  \u0628\u0650\u064a\u064e\u062d\u06e1\u064a\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064f\u0635\u064e\u062f\u0651\u0650\u0642\u064e\u06e2\u0627 \u0628\u0650\u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0629\u0656   \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \ufd3f   \"Ke-mudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakaria, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab, (katanya), 'Sesungguhnya Allah menggem-birakan kamu dengan kelahiran (seorang putramu), Yahya, yang mem-benarkan kalimat (yang datang) dari Allah,\" yakni, namanya (Yahya), dan kalimat yang datangnya dari Allah adalah Isa Ibnu Maryam, berita gembira itu adalah dengan Nabi yang mulia tersebut yang mengandung juga berita gembira dengan Isa Ibnu Maryam, sebagai pembenaran dan kesaksian tentang kerasulannya. \nKalimat tersebut dari Allah, merupakan kalimat yang mulia di mana Allah mengkhususkan Isa Ibnu Maryam dengannya, bila tidak demikian, maka kalimat itu merupakan salah satu kalimatNya di mana dengannya Allah menciptakan segala makhluk, sebagai-mana Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \n\ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e   \u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064e   \u0639\u0650\u064a\u0633\u064e\u0649\u0670    \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0643\u064e\u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u0650   \u0621\u064e\u0627\u062f\u064e\u0645\u064e\u06d6       \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u0647\u064f\u06e5  \u0645\u0650\u0646  \u062a\u064f\u0631\u064e\u0627\u0628\u0656  \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e  \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e    \u0644\u064e\u0647\u064f\u06e5    \u0643\u064f\u0646      \u0641\u064e\u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f  59  \ufd3f\n\"Sesungguhnya permisalan (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemu-dian Allah berfirman kepadanya, 'Jadilah' (seorang manusia), maka jadi-lah dia.\" (Ali Imran: 59).\nDan FirmanNya, \ufd3e \u0648\u064e\u0633\u064e\u064a\u0651\u0650\u062f\u0657\u0627  \u0648\u064e\u062d\u064e\u0635\u064f\u0648\u0631\u0657\u0627 \ufd3f   \"Menjadi ikutan dan menahan diri (dari hawa nafsu).\" Artinya yang menjadi obyek berita gembira itu adalah Yahya yang merupakan panutan dari Rasul-rasul yang mulia dan yang terhormat, dan menahan diri (hashur), artinya, yang tidak bisa punya anak dan tidak berkehendak kepada wanita. Pendapat lain mengatakan orang yang dijaga dan diselamatkan dari dosa dan hawa nafsu yang menjerumuskan, dan yang terakhir inilah yang paling sesuai dari kedua makna tersebut. \ufd3e \u0648\u064e\u0646\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u0657\u0627  \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0671\u0644\u0635\u0651\u064e\u0670\u0644\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f     \"Dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang shalih\", maksud-nya, orang-orang yang mencapai puncak kebaikan yang tinggi.\n\ufd3e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e  \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650    \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0649\u0670  \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f  \u0644\u0650\u064a  \u063a\u064f\u0644\u064e\u0670\u0645\u065e  \u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u06e1  \u0628\u064e\u0644\u064e\u063a\u064e\u0646\u0650\u064a\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0643\u0650\u0628\u064e\u0631\u064f  \u0648\u064e\u0671\u0645\u06e1\u0631\u064e\u0623\u064e\u062a\u0650\u064a  \u0639\u064e\u0627\u0642\u0650\u0631\u065e\u06d6       \ufd3f \"Zakaria berkata, 'Ya Tuhanku, bagaimana aku bisa mendapat anak sedang aku telah sangat tua dan istriku pun seorang yang mandul?'\" Kedua hal itu merupakan penghalang, karena itu dari jalan manakah wahai Tuhan, saya mendapatkan anak tersebut padahal ada penghalangnya? \ufd3e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e   \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u064a\u064e\u0641\u06e1\u0639\u064e\u0644\u064f  \u0645\u064e\u0627  \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0653\u0621\u064f \ufd3f   \"Allah berfirman, 'Demikianlah, Allah berbuat apa yang dikehendakiNya'.\" Bahwasanya sebagaimana telah berlaku hikmah-Nya dengan berjalannya segala sesuatu itu menurut sebab-sebabnya yang wajar, maka Allah juga terkadang merubah (hukum alam) tersebut karena Allah Maha Berbuat apa yang dikehendakiNya, di mana segala sebab telah patuh pada kekuasaanNya, kehendakNya dan keinginanNya terealisasikan padanya, dan tidak ada suatu sebab pun yang bisa menyalahi titahNya walaupun memiliki ke-kuatan yang besar sekalipun.\n\ufd3e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e  \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650  \u0671\u062c\u06e1\u0639\u064e\u0644  \u0644\u0651\u0650\u064a\u0653  \u0621\u064e\u0627\u064a\u064e\u0629\u0657\u06d6 \ufd3f   \"Berkata Zakaria, 'Berilah aku suatu tanda (bahwa istriku telah mengandung)',\" agar saya mendapatkan kebahagiaan dan rasa senang, walaupun sebenarnya saya yakin akan apa yang Engkau kabarkan wahai Rabbku. Akan tetapi agar jiwa ini senang dan hati ini tenang dengan pendahuluan-pendahuluan rahmat dan kasih sayang.\n\ufd3e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e  \u0621\u064e\u0627\u064a\u064e\u062a\u064f\u0643\u064e  \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627  \u062a\u064f\u0643\u064e\u0644\u0651\u0650\u0645\u064e  \u0671\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e  \u062b\u064e\u0644\u064e\u0670\u062b\u064e\u0629\u064e  \u0623\u064e\u064a\u0651\u064e\u0627\u0645\u064d  \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627   \u0631\u064e\u0645\u06e1\u0632\u0657\u0627\u06d7 \ufd3f   \"Allah berfirman, 'Tandanya bagimu, kamu tidak dapat berkata-kata dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat',\" dan dalam masa itu, \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0630\u06e1\u0643\u064f\u0631   \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e  \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u0657\u0627  \u0648\u064e\u0633\u064e\u0628\u0651\u0650\u062d\u06e1  \u0628\u0650\u0671\u0644\u06e1\u0639\u064e\u0634\u0650\u064a\u0651\u0650  \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0625\u0650\u0628\u06e1\u0643\u064e\u0670\u0631\u0650 \ufd3f   \"Sebutlah (nama) Tuhanmu sebanyak-banyaknya serta bertas-bihlah di waktu petang dan pagi hari,\" yakni, awal hari dan di akhir-nya. Zakaria terlarang dari berbicara dengan orang lain pada masa tersebut, dan itu sesuai untuk didapatkannya seorang anak dari seorang suami yang telah tua dan istri yang mandul, keadaannya yang tidak mampu berbicara dengan orang lain padahal lisannya lancar berdzikir kepada Allah dan memujiNya adalah merupakan tanda yang lain. Maka ketika itulah ia mendapat kebahagiaan dan kesenangan tersebut, lalu ia bersyukur kepada Allah, dan ia mem-perbanyak dzikir dan tasbih pada saat petang maupun pagi hari.\nDan anak bayi tersebut merupakan berkah dari Maryam binti Imran terhadap Zakaria. Karena apa yang Allah karuniakan atas Maryam berupa rizki yang banyak yang hadir tanpa hisab, meng-ingatkannya dan mengobarkannya untuk bermunajat dan memohon. Sedang Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 adalah Maha Memberi penyebab maupun aki-batnya, namun Allah menentukan beberapa perkara yang disukai, terjadi pada orang yang dicintaiNya, agar Allah mengangkat ke-hormatannya dan melimpahkan pahalanya.\nAllah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 kembali menyebutkan kisah Maryam, yaitu bahwa Maryam itu telah mencapai puncak ibadah dan kesempurnaan, seraya berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u06e1  \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0650   \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u0644\u064e\u0670\u0653\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064f \u064a\u064e\u0670\u0645\u064e\u0631\u06e1\u064a\u064e\u0645\u064f     \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0671\u0635\u06e1\u0637\u064e\u0641\u064e\u0649\u0670\u0643\u0650 \ufd3f   \"Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata, 'Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu'.\" Maksudnya, Allah memilihmu dan memberikan kepadamu sifat-sifat yang mulia dan akhlak-akhlak yang luhur, \ufd3e \u0648\u064e\u0637\u064e\u0647\u0651\u064e\u0631\u064e\u0643\u0650 \ufd3f   \"dan menyucikan kamu\" dari akhlak-akhlak yang hina, \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0635\u06e1\u0637\u064e\u0641\u064e\u0649\u0670\u0643\u0650       \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670  \u0646\u0650\u0633\u064e\u0627\u0653\u0621\u0650 \u0671\u0644\u06e1\u0639\u064e\u0670\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).\" Karena itu Rasulullah \ufdfa bersabda,\n\u0643\u064e\u0645\u064e\u0644\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u062c\u064e\u0627\u0644\u0650 \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0652\u0631\u064c\u060c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0645\u064f\u0644\u0652 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0645\u064f \u0628\u0650\u0646\u0652\u062a\u064f \u0639\u0650\u0645\u0652\u0631\u064e\u0627\u0646\u064e\u060c \u0648\u064e\u0622\u0633\u0650\u064a\u064e\u0629\u064f \u0628\u0650\u0646\u0652\u062a\u064f \u0645\u064f\u0632\u064e\u0627\u062d\u0650\u0645\u064d\u060c \u0648\u064e\u062e\u064e\u062f\u0650\u064a\u0652\u062c\u064e\u0629\u064f \u0628\u0650\u0646\u0652\u062a\u064f \u062e\u064f\u0648\u064e\u064a\u0652\u0644\u0650\u062f\u064d. \u0648\u064e\u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u064f \u0639\u064e\u0627\u0626\u0650\u0634\u064e\u0629\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0643\u064e\u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u0650 \u0627\u0644\u062b\u0651\u064e\u0631\u0650\u064a\u0652\u062f\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0633\u064e\u0627\u0626\u0650\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u0639\u064e\u0627\u0645\u0650.\n\"Telah banyak yang mencapai kesempurnaan dari para laki-laki, namun belum mencapai kesempurnaan dari para wanita kecuali Maryam binti Imran, Asiyah binti Muzahim dan Khadijah binti Khuwailid; dan keutamaan Aisyah atas seluruh wanita adalah seperti keutamaan daging yang dilapisi adonan[1] atas seluruh makanan yang ada.\"[2] \nKemudian Malaikat menyeru Maryam atas perintah Allah untuknya agar ia menerima nikmat-nikmat Allah dan ia bersyukur kepada Allah, kemudian menunaikan segala hak-hakNya, dan me-nyibukkan diri untuk melayaniNya. Karena itu malaikat berkata, \ufd3e \u064a\u064e\u0670\u0645\u064e\u0631\u06e1\u064a\u064e\u0645\u064f  \u0671\u0642\u06e1\u0646\u064f\u062a\u0650\u064a  \u0644\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u0650 \ufd3f   \"Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu,\" artinya, per-banyaklah ketaatan, ketundukan, dan kekhusyu'an kepada Rabbmu lalu konsistenlah atas hal tersebut, \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0631\u06e1\u0643\u064e\u0639\u0650\u064a \u0645\u064e\u0639\u064e   \u0671\u0644\u0631\u0651\u064e\u0670\u0643\u0650\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f       \"dan rukuklah ber-sama orang-orang yang rukuk,\" yakni shalatlah bersama orang-orang yang shalat. Lalu ia menunaikan segala perkara yang diperintahkan hingga ia menjadi mulia dan istimewa dalam kesempurnaannya.\nKisah ini dan kisah-kisah lainnya merupakan dalil yang paling besar atas kerasulan Nabi Muhammad \ufdfa di mana beliau menga-barkan tentang kisah tersebut secara terperinci lagi autentik yang tidak ada penambahan maupun pengurangan padanya. Semua itu karena ia merupakan wahyu dari Allah yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana, dan bukan karena belajar dari manusia.\nAllah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman,\ufd3e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e               \u0645\u0650\u0646\u06e1  \u0623\u064e\u0646\u06e2\u0628\u064e\u0627\u0653\u0621\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u063a\u064e\u064a\u06e1\u0628\u0650  \u0646\u064f\u0648\u062d\u0650\u064a\u0647\u0650   \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0643\u064e\u06da       \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627  \u0643\u064f\u0646\u062a\u064e       \u0644\u064e\u062f\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u0645\u06e1  \u0625\u0650\u0630\u06e1  \u064a\u064f\u0644\u06e1\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0623\u064e\u0642\u06e1\u0644\u064e\u0670\u0645\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u064a\u064e\u0643\u06e1\u0641\u064f\u0644\u064f   \u0645\u064e\u0631\u06e1\u064a\u064e\u0645\u064e \ufd3f   \"Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita ghaib yang Kami wahyukan kepada kamu (ya Muhammad); padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam,\" yaitu ketika ibunya membawanya kepada kaumnya, lalu mereka berselisih siapakah di antara mereka yang akan memelihara Maryam, karena ia adalah anak wanita pemimpin mereka dan tokoh mereka, sedang mereka semua menginginkan kebaikan dan pahala dari Allah, hingga terjadilah perselisihan yang sengit, yang akhirnya mereka harus mengadakan undian atasnya, lalu mereka melemparkan pena-pena mereka seraya mengundi dan ternyata undian itu jatuh pada Zakaria sebagai suatu rahmat dari Allah untuknya dan untuk anak wanita Imran tersebut.\nMaka engkau -wahai Rasul- tidak hadir saat itu hingga eng-kau mengetahuinya dan menceritakannya kepada manusia, akan tetapi Allah yang mengabarkan kepadamu tentang kisah tersebut. Inilah maksud terbesar dari adanya kisah-kisah dalam al-Qur`an yaitu bahwasanya ia menjadi pelajaran bagi manusia. Dan pela-jaran yang paling agung adalah berdalil dengannya atas tauhid, kerasulan, kebangkitan kembali, dari pokok-pokok Agama lainnya.\n\ufd3e \u0625\u0650\u0630\u06e1     \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0650   \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u0644\u064e\u0670\u0653\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064f  \u064a\u064e\u0670\u0645\u064e\u0631\u06e1\u064a\u064e\u0645\u064f  \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u064a\u064f\u0628\u064e\u0634\u0651\u0650\u0631\u064f\u0643\u0650  \u0628\u0650\u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0629\u0656  \u0645\u0651\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064f  \u0671\u0633\u06e1\u0645\u064f\u0647\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u0633\u0650\u064a\u062d\u064f     \u0639\u0650\u064a\u0633\u064e\u0649  \u0671\u0628\u06e1\u0646\u064f  \u0645\u064e\u0631\u06e1\u064a\u064e\u0645\u064e  \u0648\u064e\u062c\u0650\u064a\u0647\u0657\u0627  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u06e1\u064a\u064e\u0627  \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0623\u0653\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650  \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0642\u064e\u0631\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"(Ingatlah), ketika Malaikat berkata, 'Hai Maryam, se-sungguhnya Allah menggembirakanmu (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) dariNya, namanya al-Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)'.\" Maksudnya, ia mempunyai kedudukan dan posisi yang agung di dunia dan akhirat di antara para makhluk. Di samping itu, dia termasuk di antara makhluk Allah yang paling dekat kepadaNya dan paling tinggi derajatnya.\nIni merupakan kabar gembira yang tidak dapat disamakan dengan kabar-kabar gembira lainnya. Dan di antara kesempurnaan dari kabar gembira itu adalah bahwa dia \ufd3e  \u064a \u064f \u0643 \u064e \u0644 \u0651 \u0650 \u0645 \u064f   \u0671\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u0647\u06e1\u062f\u0650 \ufd3f   \"berbicara dengan manusia dalam buaian\", sehingga kemampuan berbicara saat dalam buaian itu merupakan tanda kebesaran di antara tanda-tanda kebesaran Allah dan rahmat dariNya kepada ibunya dan kepada manusia seluruhnya. Demikian juga ia berbicara dengan mereka \ufd3e \u0648\u064e\u0643\u064e\u0647\u06e1\u0644\u0657\u0627 \ufd3f   \"ketika sudah dewasa\", yaitu pada saat ia telah besar. Ini merupakan ungkapan kenabian, dakwah, dan bimbingan. Berbicaranya saat dalam buaian merupakan tanda kebesaran dan keterangan yang jelas atas kebenarannya, kenabiannya, dan ter-bebasnya ibunya dari segala sangkaan buruk yang ditudingkan kepadanya. Dan pembicaraannya saat telah dewasa mengandung manfaat yang besar bagi manusia, dan bahwa ia adalah perantara antara manusia dengan Tuhan mereka dalam hal wahyuNya dan penyampaian agama dan syariatNya. \nDi samping itu juga ia \ufd3e  \u0645 \u0650 \u0646 \u064e       \u0671\u0644\u0635\u0651\u064e\u0670\u0644\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"adalah termasuk orang-orang yang shalih\", yakni, orang-orang yang hati mereka diberikan keshalihan oleh Allah dengan mengenal dan mencintaiNya, dan lisan mereka diberikan keshalihan dengan pujian atasNya dan dzikir kepadaNya, dan tubuh mereka diberikan keshalihan dengan ketaatan kepadaNya dan melayaniNya.\nDan FirmanNya, \ufd3e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u06e1  \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650  \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0649\u0670  \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f  \u0644\u0650\u064a  \u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u065e  \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u06e1  \u064a\u064e\u0645\u06e1\u0633\u064e\u0633\u06e1\u0646\u0650\u064a  \u0628\u064e\u0634\u064e\u0631\u065e\u06d6 \ufd3f   \"Maryam berkata, 'Ya Rabbku, bagaimana mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-laki pun?'\" Ini merupakan perkara yang aneh. \n\ufd3e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e  \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u0650   \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u064a\u064e\u062e\u06e1\u0644\u064f\u0642\u064f  \u0645\u064e\u0627  \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0653\u0621\u064f\u06da \ufd3f   \"Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril), 'Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendakiNya',\" untuk memberitakan kepada hamba-hambaNya bahwa Dia adalah Maha-kuasa atas segala sesuatu dan tidak ada penghalang bagi kehendak-Nya. \ufd3e \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627    \u0642\u064e\u0636\u064e\u0649\u0670\u0653  \u0623\u064e\u0645\u06e1\u0631\u0657\u0627  \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627  \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f  \u0644\u064e\u0647\u064f\u06e5   \u0643\u064f\u0646 \u0641\u064e\u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f \ufd3f   \"Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya, 'Jadilah,' maka jadilah dia.\" \n\ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064f\u0639\u064e\u0644\u0651\u0650\u0645\u064f\u0647\u064f     \u0671\u0644\u06e1\u0643\u0650\u062a\u064e\u0670\u0628\u064e \ufd3f   \"Dan Allah akan mengajarkan kepadanya al-Kitab,\" yaitu, kitab-kitab terdahulu pada umumnya yang memutuskan hukum di antara manusia, dan Allah memberikan kepadanya ke-nabian lalu Allah menjadikannya \ufd3e \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064b\u0627     \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670  \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a\u0653  \u0625\u0650\u0633\u06e1\u0631\u064e\u0670\u0653\u0621\u0650\u064a\u0644\u064e \ufd3f   \"(sebagai) Rasul kepada Bani Israil.\" Allah mengukuhkannya dengan ayat-ayat yang jelas serta dalil-dalil yang tegas di mana dia berkata, \ufd3e \u0623\u064e\u0646\u0651\u0650\u064a  \u0642\u064e\u062f\u06e1  \u062c\u0650\u0626\u06e1\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645  \u0628\u0650\u0640\u0654\u064e\u0627\u064a\u064e\u0629\u0656   \u0645\u0651\u0650\u0646  \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f     \"Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu,\" yang menjelaskan kepada kalian bahwa aku adalah benar-benar seorang Rasul Allah. \nYang demikian itu,\ufd3e \u0623\u064e\u0646\u0651\u0650\u064a\u0653  \u0623\u064e\u062e\u06e1\u0644\u064f\u0642\u064f  \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645  \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0637\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650  \u0643\u064e\u0647\u064e\u064a\u06e1\u0640\u0654\u064e\u0629\u0650     \u0671\u0644\u0637\u0651\u064e\u064a\u06e1\u0631\u0650  \u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u062e\u064f  \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650   \u0641\u064e\u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f  \u0637\u064e\u064a\u06e1\u0631\u064e\u06e2\u0627  \u0628\u0650\u0625\u0650\u0630\u06e1\u0646\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650\u06d6       \u0648\u064e\u0623\u064f\u0628\u06e1\u0631\u0650\u0626\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0643\u06e1\u0645\u064e\u0647\u064e \ufd3f   \"bahwa aku membuat untuk kamu dari tanah ber-bentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya,\" yakni yang kedua matanya cacat, hilang pandangannya dan buta, \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0628\u06e1\u0631\u064e\u0635\u064e   \u0648\u064e\u0623\u064f\u062d\u06e1\u064a\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u0648\u06e1\u062a\u064e\u0649\u0670  \u0628\u0650\u0625\u0650\u0630\u06e1\u0646\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650\u06d6       \u0648\u064e\u0623\u064f\u0646\u064e\u0628\u0651\u0650\u0626\u064f\u0643\u064f\u0645  \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0623\u06e1\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627  \u062a\u064e\u062f\u0651\u064e\u062e\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e   \u0641\u0650\u064a  \u0628\u064f\u064a\u064f\u0648\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06da       \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0641\u0650\u064a  \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \ufd3f   \"dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demi-kian itu,\" yakni hal-hal yang telah disebutkan, \ufd3e \u0644\u064e\u0623\u0653\u064a\u064e\u0629\u0657  \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0625\u0650\u0646  \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e 49       \u0648\u064e\u0645\u064f\u0635\u064e\u062f\u0651\u0650\u0642\u0657\u0627  \u0644\u0651\u0650\u0645\u064e\u0627  \u0628\u064e\u064a\u06e1\u0646\u064e  \u064a\u064e\u062f\u064e\u064a\u0651\u064e  \u0645\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u062a\u0651\u064e\u0648\u06e1\u0631\u064e\u0649\u0670\u0629\u0650 \ufd3f   \"adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman. Dan (aku datang kepada-mu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku.\" \nAllah mengukuhkan beliau dengan dua bentuk ayat dan bukti nyata yaitu hal-hal di luar kebiasaan yang tidak mungkin dilaku-kan oleh selain nabi untuk menghadirkannya, juga kerasulan dan dakwah serta agama yang dibawa olehnya yang mana ajaran itu adalah agama Taurat dan agama nabi-nabi sebelumnya. Ini meru-pakan dalil yang paling besar atas kebenaran orang-orang yang benar, karena seandainya ia di antara orang-orang yang dusta, niscaya pasti ia akan menyalahi apa yang dibawa oleh para Rasul sebelumnya dan akan menyimpang dari mereka dalam masalah-masalah akidah dan hukum-hukum mereka. Dengan demikian diketahuilah bahwa beliau adalah Rasulullah dan bahwa apa yang dibawa oleh beliau adalah benar, yang tidak ada keraguan padanya.\nJuga perkataannya, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u0650\u0623\u064f\u062d\u0650\u0644\u0651\u064e  \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645     \u0628\u064e\u0639\u06e1\u0636\u064e  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a  \u062d\u064f\u0631\u0651\u0650\u0645\u064e  \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06da \ufd3f   \"Dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu,\" yakni, agar saya meringankan dari kalian beberapa beban dan tanggung jawab. \ufd3e \u0641\u064e\u0671\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0648\u064e\u0623\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0646\u0650 50 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e     \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a  \u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0641\u064e\u0671\u0639\u06e1\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0647\u064f\u06da \ufd3f \"Karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia.\" Ini adalah ajaran yang di-serukan oleh seluruh Rasul, yaitu beribadah hanya kepada Allah semata yang tidak ada sekutu bagiNya dan taat kepada mereka, dan inilah jalan yang lurus di mana orang yang menempuhnya akan menghantarkannya kepada surga yang penuh nikmat.\nSaat itulah sikap kelompok-kelompok Bani Israil terpecah terhadap Nabi Isa \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645. Di antara mereka ada yang beriman kepada beliau dan mengikuti beliau, dan di antara mereka ada yang kafir kepada beliau, mendustai beliau dan memfitnah ibu beliau sebagai seorang yang melakukan kekejian, sebagaimana (yang dilakukan orang-orang) Yahudi. \ufd3e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627\u0653   \u0623\u064e\u062d\u064e\u0633\u0651\u064e   \u0639\u0650\u064a\u0633\u064e\u0649\u0670  \u0645\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064f\u0645\u064f   \u0671\u0644\u06e1\u0643\u064f\u0641\u06e1\u0631\u064e \ufd3f   \"Maka tatkala Isa me-ngetahui keingkaran mereka (Bani lsrail)\" dan sepakat dalam menolak dakwah beliau, \ufd3e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \ufd3f   \"Isa berkata\" seraya menyeru Bani Israil untuk menjadi penolongnya, \ufd3e \u0645\u064e\u0646\u06e1  \u0623\u064e\u0646\u0635\u064e\u0627\u0631\u0650\u064a\u0653  \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650\u06d6       \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u062d\u064e\u0648\u064e\u0627\u0631\u0650\u064a\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?\" Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab,\" yakni orang-orang yang membela, \ufd3e \u0646\u064e\u062d\u06e1\u0646\u064f   \u0623\u064e\u0646\u0635\u064e\u0627\u0631\u064f  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627  \u0628\u0650\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0648\u064e\u0671\u0634\u06e1\u0647\u064e\u062f\u06e1  \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627       \u0645\u064f\u0633\u06e1\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"Kamilah peno-long-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikan-lah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.\" \nIni merupakan anugerah Allah atas mereka dan khususnya atas Nabi Isa \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645, di mana Allah telah menjadikan para hawariyyun tersebut beriman kepadaNya, tunduk dalam ketaatan kepadaNya dan membela RasulNya. \ufd3e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627\u0653 \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627     \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627\u0653   \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u06e1\u062a\u064e  \u0648\u064e\u0671\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u06e1\u0646\u064e\u0627  \u0671\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e \ufd3f   \"Ya Rabb kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan kami telah mengikuti rasul.\" Ini adalah suatu integritas yang sempurna dalam beriman kepada seluruh hal yang diturunkan oleh Allah dan dalam menaati RasulNya. \ufd3e \u0641\u064e\u0671\u0643\u06e1\u062a\u064f\u0628\u06e1\u0646\u064e\u0627  \u0645\u064e\u0639\u064e   \u0671\u0644\u0634\u0651\u064e\u0670\u0647\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Karena itu masuk-kanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi\" bagiMu dengan keesaan dan bagi RasulMu dengan kerasulan serta bagi agamaMu dengan kebenaran dan kejujuran. \nAdapun orang-orang yang dirasakan oleh Isa \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645 penging-karan mereka, sedang mereka itu adalah sebagian besar Bani Israil, maka mereka \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0643\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"membuat tipu daya\" terhadap Nabi Isa, \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0643\u064e\u0631\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u06d6 \ufd3f   \"dan Allah membalas tipu daya itu\" terhadap mereka, \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f     \u062e\u064e\u064a\u06e1\u0631\u064f   \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u0670\u0643\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.\" Mereka bersepakat untuk membunuh dan menyalibnya, namun dijadikan buat mereka orang yang serupa dengan Nabi Isa lalu mereka me-nangkap orang yang serupa tersebut, dan Allah berfirman kepada Isa, \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a  \u0645\u064f\u062a\u064e\u0648\u064e\u0641\u0651\u0650\u064a\u0643\u064e \u0648\u064e\u0631\u064e\u0627\u0641\u0650\u0639\u064f\u0643\u064e   \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e  \u0648\u064e\u0645\u064f\u0637\u064e\u0647\u0651\u0650\u0631\u064f\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e   \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"Sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir.\" Lalu Allah mengangkatnya kepadaNya dan membersihkannya dari orang-orang kafir, dan orang-orang kafir itu menyalib orang yang telah mereka bunuh tersebut seraya menduga bahwa orang yang mereka salib itu adalah Isa \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645, dan mereka justru menanggung dosa yang besar.\nDan Isa Ibnu Maryam \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645 akan turun kembali di akhir masa umat ini sebagai hakim yang adil, ia akan membunuh babi, meng-hancurkan salib dan ia akan mengikuti apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad \ufdfa. Orang-orang yang berdusta itu akan mengetahui keterpedayaan dan ketertipuan mereka yaitu bahwa mereka itu telah terpedaya dan tertipu. Dan FirmanNya,\ufd3e \u0648\u064e\u062c\u064e\u0627\u0639\u0650\u0644\u064f \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0671\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064f\u0648\u0643\u064e      \u0641\u064e\u0648\u06e1\u0642\u064e  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670     \u064a\u064e\u0648\u06e1\u0645\u0650 \u0671\u0644\u06e1\u0642\u0650\u064a\u064e\u0670\u0645\u064e\u0629\u0650\u06d6 \ufd3f   \"Dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga Hari Kiamat.\" Yang dimaksud orang-orang yang mengikutinya adalah kelompok yang telah beriman kepada beliau, dan Allah membela mereka atas orang-orang yang menyimpang dari agamaNya. Kemudian ketika umat Muhammad \ufdfa tiba, mereka itu benar-benar mengikutinya hingga Allah me-nguatkan mereka dan membela mereka atas orang-orang yang kafir secara keseluruhan, dan Allah memenangkan mereka dengan agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad \ufdfa kepada mereka.\n\ufd3e \u0648\u064e\u0639\u064e\u062f\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e    \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u06e1   \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652   \u0671\u0644\u0635\u0651\u064e\u0670\u0644\u0650\u062d\u064e\u0670\u062a\u0650  \u0644\u064e\u064a\u064e\u0633\u06e1\u062a\u064e\u062e\u06e1\u0644\u0650\u0641\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0631\u06e1\u0636\u0650  \ufd3f \n\"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi.\" (An-Nur: 55). \nAkan tetapi hikmah Allah itu adil, yaitu bahwasanya hikmah-Nya berlaku bagi siapa yang berpegang teguh dengan Agama, niscaya Allah akan membelanya dengan pembelaan yang nyata, dan bahwa orang yang meninggalkan perintahNya dan melanggar laranganNya, melemparkan syariatNya dan berani lancang berbuat kemaksiatan kepadaNya, niscaya Dia akan menghukumnya dan akan membuat musuh-musuhnya menguasainya. Allah Mahaper-kasa lagi Mahabijaksana. Dan FirmanNya, \ufd3e \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e  \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e  \u0645\u064e\u0631\u06e1\u062c\u0650\u0639\u064f\u0643\u064f\u0645\u06e1   \u0641\u064e\u0623\u064e\u062d\u06e1\u0643\u064f\u0645\u064f  \u0628\u064e\u064a\u06e1\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0641\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627  \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u06e1     \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650  \u062a\u064e\u062e\u06e1\u062a\u064e\u0644\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f \"Kemudian hanya kepada Aku-lah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya.\" "},{"id":487,"sura":3,"from_aya":0,"to_aya":0,"type":"\u062a\u0645\u0647\u064a\u062f \u0644\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"Kemudian Allah menjelaskan tentang apa yang dilakukanNya terhadap mereka, seraya berfirman, "},{"id":488,"sura":3,"from_aya":56,"to_aya":57,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Adapun orang-orang yang kafir, maka akan Aku siksa me-reka dengan siksa yang sangat keras di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak memperoleh penolong. Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang shalih, maka Allah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna pahala amalan-amalan mereka; dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zhalim.\" (Ali Imran: 56-57)."},{"id":489,"sura":3,"from_aya":56,"to_aya":57,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(56-57) Balasan (dalam ayat) ini bersifat umum atas semua orang yang bersifat seperti itu dari seluruh pemeluk agama-agama dahulu. Kemudian ketika diutusnya penghulu para Rasul dan penutup para Nabi di mana syariatnya menghapus seluruh syariat terdahulu dan agamanya menghapus seluruh agama-agama ter-dahulu, maka barangsiapa yang berpegang pada selain agama tersebut, maka ia termasuk orang-orang yang celaka. "},{"id":490,"sura":3,"from_aya":58,"to_aya":58,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Demikianlah (kisah 'Isa), Kami membacakannya kepada kamu sebagian dari bukti-bukti (kerasulannya) dan (membacakan) al-Qur`an yang penuh hikmah.\" (Ali Imran: 58). "},{"id":491,"sura":3,"from_aya":58,"to_aya":58,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(58) Maksudnya, al-Qur`an yang agung ini yang di dalam-nya terdapat kisah orang-orang terdahulu dan yang datang bela-kangan (nanti), para Nabi dan Rasul merupakan ayat-ayat Allah yang jelas. Dan al-Qur`an selalu mengingatkan manusia pada setiap perbuatan mereka, Dia adalah pemutus perkara yang bijaksana dan kisah-kisah yang benar, serta hukum-hukum yang baik. "},{"id":492,"sura":3,"from_aya":59,"to_aya":63,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Sesungguhnya permisalan (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya, 'Jadilah' (seorang manusia), maka jadilah dia. (Apa yang telah Kami ceritakan itu), itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, karena itu jangan-lah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu. Siapa yang mem-bantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakin-kan kamu), maka katakanlah (kepadanya), 'Marilah kita memang-gil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan istri-istri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.' Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar, dan tidak ada tuhan (yang berhak di-sembah) melainkan Allah; dan sesungguhnya Allah, Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. Kemudian jika mereka berpa-ling (dari kebenaran), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan.\" (Ali Imran: 59-63).[3]"},{"id":493,"sura":3,"from_aya":59,"to_aya":62,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(59-62) Ketika Allah memberitakan tentang kisah Maryam dan Nabi Isa, dan berita tersebut adalah suatu kebenaran, dan bah-wasanya beliau adalah seorang hamba yang telah diberikan oleh Allah karunia atasnya, dan bahwa barangsiapa yang menduga bahwa ada suatu sifat ketuhanan padanya, maka sesungguhnya ia telah berdusta terhadap Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649, ia telah mendustai seluruh nabi-nabiNya dan mendustai Isa \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645. Sesungguhnya syubhat yang terjangkit pada orang yang menjadikan beliau itu sebagai tuhan (yang disembah) adalah syubhat yang sangat batil. Sekiranya ada sedikit saja kebenaran dalam hal itu, maka pastilah Nabi Adam \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645 lebih berhak dikultuskan sebagai tuhan, karena beliau diciptakan tanpa ayah dan ibu. Tapi sekalipun demikian, seluruh manusia bersepakat bahwasanya beliau itu adalah seorang hamba di antara hamba-hamba Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649, maka klaim ketuhanan Isa \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645 yang di-dasari oleh penciptaannya hanya dengan seorang ibu tanpa ayah merupakan klaim yang paling batil dari tuduhan-tuduhan yang ada. Inilah yang haq, yang tidak ada keraguan padanya yaitu bahwa Isa \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645 itu adalah sebagaimana yang beliau sendiri katakan tentang dirinya, \n\ufd3e \u0645\u064e\u0627   \u0642\u064f\u0644\u06e1\u062a\u064f  \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627  \u0645\u064e\u0627\u0653  \u0623\u064e\u0645\u064e\u0631\u06e1\u062a\u064e\u0646\u0650\u064a  \u0628\u0650\u0647\u0650\u06e6\u0653   \u0623\u064e\u0646\u0650  \u0671\u0639\u06e1\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a  \u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06da   \ufd3f   \n\"Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu, 'Sembahlah Allah, Rabbku dan Rabbmu'.\" (Al-Ma`idah: 117). \nDatang kepada Nabi \ufdfa delegasi kaum Nasrani daerah Najran[4] di mana mereka bersikeras (ngotot) dalam kebatilan mereka setelah Nabi \ufdfa menegakkan atas mereka hujjah-hujjah dan keterangan yang jelas bahwasanya Isa \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645 itu adalah seorang hamba Allah dan RasulNya di mana mereka meyakini ketuhanannya. Sikap keras kepala mereka telah sampai pada titik di mana Allah memerintah-kan kepada beliau agar menantang mereka untuk bermubahalah karena sesungguhnya kebenaran itu telah jelas bagi mereka, akan tetapi kedurhakaan dan fanatisme telah menghalangi mereka dari menerima kebenaran tersebut. Maka Rasulullah \ufdfa menantang me-reka untuk bermubahalah di mana mereka menghadirkan keluarga dan anak-anak mereka dan beliau pun menghadirkan keluarga dan anak-anak beliau kemudian mereka semua berdoa kepada Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 agar menurunkan siksa dan laknatNya atas orang-orang yang berdusta. Kemudian mereka mengadakan musyawarah dahulu apakah mereka menerima tantangan itu, dan akhirnya keputusan mereka sepakat untuk tidak akan meladeni tantangan tersebut karena mereka yakin bahwa beliau itu adalah benar-benar Nabi Allah dan bahwa apabila mereka menerima tantangan itu, pastilah mereka beserta keluarga dan anak-anak mereka akan celaka, maka akhirnya mereka meminta perjanjian damai dengan beliau dengan memberikan kepada beliau bayaran jizyah, lalu Rasulullah \ufdfa me-nerima keputusan mereka tersebut dan tidak mengusir mereka, karena maksud yang diinginkan telah terpenuhi yaitu jelasnya kebenaran. Tampak jelaslah kedurhakaan mereka di mana mereka bersikeras untuk tidak menerima tantangan tersebut, dan hal itu menjelaskan bahwa mereka itu adalah orang-orang yang zhalim.\nOleh karena itulah Allah berfirman, \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e   \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627  \u0644\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0642\u064e\u0635\u064e\u0635\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f\u06da \ufd3f   \"Se-sungguhnya ini adalah kisah yang benar,\" yaitu kisah yang tidak ada keraguan padanya. \ufd3e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0644\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e    \u0671\u0644\u06e1\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f \ufd3f   \"Dan sesungguhnya Allah, Dia-lah Yang Mahaperkasa,\" yakni, yang dengan kekuasaan dan kekuatan-Nya menguasai seluruh makhluk yang tunduk patuh kepadaNya dari penghuni langit dan bumi. Dan bersama itu, Dia \ufd3e \u0671\u0644\u06e1\u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064f \ufd3f   \"Mahabijaksana\" Yang meletakkan segala sesuatu pada tempatnya dan menempatkannya pada posisinya yang tepat. "},{"id":494,"sura":3,"from_aya":64,"to_aya":64,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Katakanlah, 'Hai ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah kecuali Allah dan kita tidak mempersekutukanNya dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah.' Jika mereka berpaling, maka katakanlah kepada mereka, 'Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang ber-serah diri (kepada Allah)'.\" (Ali Imran: 64)."},{"id":495,"sura":3,"from_aya":64,"to_aya":64,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(64) Ayat yang mulia ini adalah ayat yang ditulis (baca: dicantumkan) oleh Nabi \ufdfa untuk dikirim kepada raja-raja Ahli Kitab. Beliau \ufdfa (kadang) membacanya pada rakaat pertama dari shalat sunnah fajar, \n\ufd3e \u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652  \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627  \u0628\u0650\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \ufd3f \n\"Katakanlah (hai orang-orang Mukmin), 'Kami beriman kepada Allah'.\" (Al-Baqarah: 136). \nDan beliau membaca ayat tadi pada rakaat terakhir dari shalat sunnah Shubuh; karena mengandung dakwah kepada satu agama, yang telah disepakati oleh para Nabi dan Rasul. Ayat itu juga mengandung tauhid uluhiyah yang berasaskan ibadah kepada Allah semata yang tidak ada sekutu bagiNya. Dan agar diyakini bahwa manusia dan seluruh makhluk dalam kapasitas kemanusia-an, salah seorang di antara mereka tidak berhak sedikit pun memi-liki sifat-sifat kerububiyahan dan tidak pula sifat-sifat keuluhiyahan. Bila ahli Kitab dan selain mereka patuh terhadap hal itu, maka mereka telah mendapat petunjuk d a n \ufd3e   \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646  \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u06e1\u0627\u0652  \u0641\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0634\u06e1\u0647\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627      \u0648\u064e\u0648\u064e\u0635\u0651\u064e\u0649\u0670  \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627\u0653    \u0625\u0650\u0628\u06e1\u0631\u064e\u0670\u0647\u0650\u0640\u06e7\u0645\u064f   \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a\u0647\u0650   \u0648\u064e\u064a\u064e\u0639\u06e1\u0642\u064f\u0648\u0628\u064f  \u064a\u064e\u0670\u0628\u064e\u0646\u0650\u064a\u0651\u064e  \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0671\u0635\u06e1\u0637\u064e\u0641\u064e\u0649\u0670  \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f  \u0671\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0645\u064f\u0648\u062a\u064f\u0646\u0651\u064e  \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627      \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645  \u0645\u0651\u064f\u0633\u06e1\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f       \"jika mereka berpaling, maka katakanlah kepada mereka, 'Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)'.\" Ini persis seperti Firman Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649, \n\ufd3e \u0642\u064f\u0644\u06e1  \u064a\u064e\u0670\u0653\u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627  \u0671\u0644\u06e1\u0643\u064e\u0670\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e  1  \u0644\u064e\u0627\u0653  \u0623\u064e\u0639\u06e1\u0628\u064f\u062f\u064f  \u0645\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0639\u06e1\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e  2   \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627\u0653  \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u06e1 \u0639\u064e\u0670\u0628\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0645\u064e\u0627\u0653  \u0623\u064e\u0639\u06e1\u0628\u064f\u062f\u064f  3  \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627\u0653  \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627\u06e0  \u0639\u064e\u0627\u0628\u0650\u062f\u065e  \u0645\u0651\u064e\u0627  \u0639\u064e\u0628\u064e\u062f\u062a\u0651\u064f\u0645\u06e1  4   \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627\u0653   \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u06e1     \u0639\u064e\u0670\u0628\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0645\u064e\u0627\u0653  \u0623\u064e\u0639\u06e1\u0628\u064f\u062f\u064f  5  \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u062f\u0650\u064a\u0646\u064f\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u064e  \u062f\u0650\u064a\u0646\u0650  6 \ufd3f   \n\"Katakanlah, 'Hai orang-orang yang kafir, aku tidak akan menyem-bah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku'.\" (Al-Kafirun: 1-6). "},{"id":496,"sura":3,"from_aya":65,"to_aya":68,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Hai ahli Kitab, mengapa kamu bantah membantah tentang hal Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim. Apakah kamu tidak berpikir? Beginilah kamu. Kamu ini (sewajarnya) bantah membantah tentang hal yang kamu ketahui, maka kenapa kamu bantah membantah tentang hal yang tidak kamu ketahui? Allah mengetahui sedang kamu tidak me-ngetahui. Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk go-longan orang-orang musyrik. Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), beserta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman.\" (Ali Imran: 65-68)."},{"id":497,"sura":3,"from_aya":65,"to_aya":68,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(65-68) Seluruh agama (samawi) dari Yahudi, Nasrani, kaum musyrikin demikian juga Islam mengaku bahwa mereka mengikuti ajaran Nabi Ibrahim \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645. Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memberitakan bahwa manusia yang paling berhak atasnya adalah Nabi Muhammad \ufdfa beserta para pengikut beliau serta pengikut al-Khalil (Nabi Ibrahim sendiri) sebelum Muhammad \ufdfa. Adapun orang-orang Yahudi, Nasrani dan kaum musyrikin, sesungguhnya Ibrahim \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645 berlepas diri dari mereka dan dari menjadi pembela mereka, oleh karena agama beliau adalah yang hanif (yang bersih dari syirik dan kebu-rukan) dan membawa kemudahan yang mengandung keimanan kepada seluruh Rasul dan seluruh kitab-kitab (suci), dan ini adalah keistimewaan kaum Muslimin. Adapun klaim Yahudi dan Nasrani bahwa mereka berada di atas ajaran Ibrahim \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645, maka telah dike-tahui bahwa agama Yahudi dan Nasrani yang mengaku menganut ajaran tersebut belum dibentuk kecuali setelah Ibrahim \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645, lalu bagaimanakah mereka dapat membantah perkara ini yang telah diketahui padanya kebohongan dan dusta mereka? Taruhlah an-daikan mereka mendebat tentang suatu hal yang mereka memiliki ilmu tentangnya namun bagaimana dalam kondisi seperti ini? Hal ini sebelum diperhatikan pendapat mereka yang penuh dengan kebohongan yang dapat diketahui akan batilnya klaim mereka tersebut. \nAyat ini juga merupakan sebuah dalil bahwa tidaklah halal bagi seorang manusia berkata atau berdebat tentang sesuatu yang tidak ia miliki ilmunya. \nDan FirmanNya, \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064f    \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f     \"Dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman.\" Maka semakin kuat iman seorang manusia, niscaya Allah akan melindungiNya dengan kelembutan-Nya, memudahkannya dengan segala kemudahan, dan menjauh-kannya dari kesulitan. "},{"id":498,"sura":3,"from_aya":69,"to_aya":74,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Segolongan dari ahli Kitab ingin menyesatkan kamu, pada-hal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya. Hai ahli Kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal kamu mengetahui (kebenarannya). Hai ahli Kitab, mengapa kamu mencampur aduk-kan yang haq dengan yang batil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahuinya? Segolongan (lain) dari ahli Kitab berkata (kepada sesamanya), 'Perlihatkanlah (seolah-olah) kamu beriman kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman (sahabat-sahabat Rasul) pada permulaan siang dan ingkarilah ia pada akhirnya, supaya mereka (orang-orang Mukmin) kembali (kepada kekafiran). Dan janganlah kamu percaya melainkan ke-pada orang yang mengikuti agamamu.' Katakanlah, 'Sesungguhnya petunjuk (yang harus diikuti) ialah petunjuk Allah, dan (janganlah kamu percaya) bahwa akan diberikan kepada seseorang seperti apa yang diberikan kepadamu, dan (jangan pula kamu percaya) bahwa mereka akan mengalahkan hujjahmu di sisi Tuhanmu.' Katakan-lah, 'Sesungguhnya karunia itu di Tangan Allah, Allah memberikan karuniaNya kepada siapa yang dikehendakiNya; dan Allah Maha-luas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui.' Allah menentukan rahmatNya (kenabian) kepada siapa yang dikehendakiNya dan Allah mempunyai karunia yang besar.\" (Ali Imran: 69-74). "},{"id":499,"sura":3,"from_aya":69,"to_aya":74,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(69-74) Ini merupakan karunia Allah atas umat ini di mana Allah memberitakan kepada mereka tentang tipu daya musuh-musuh mereka dari Ahli Kitab, dan bahwa di antara usaha keras mereka dalam menyesatkan kaum Mukminin adalah mereka me-makai berbagai cara dalam makar (konspirasi) mereka yang busuk. Sekelompok di antara mereka berkata,\ufd3e \u0621\u064e\u0627\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652    \u0628\u0650\u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0653  \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e   \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0648\u064e\u062c\u06e1\u0647\u064e  \u0671\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u0650 \ufd3f     \"Perlihatkanlah (seolah-olah) kamu beriman kepada apa yang di-turunkan kepada orang-orang beriman (sahabat-sahabat Rasul) pada permulaan siang,\" yakni, di awal hari dan berpalinglah dari agama mereka kembali pada petang hari, dan bila mereka melihat kalian berpaling sedang mereka yakin kalian memiliki ilmu, itu akan membuat mereka ragu terhadap agama mereka, lalu mereka akan berkata, \"Sekiranya mereka tidak melihat dalam agama ini apa yang tidak menarik bagi mereka dan tidak sesuai dengan kitab-kitab terdahulu, niscaya mereka pasti tidak akan berpaling.\" \nIni adalah tipu daya mereka. Dan Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 yang memberikan petunjuk kepada siapa yang dikehendakiNya, hanya di TanganNya segala karunia yang Dia khususkan buat siapa yang dikehendaki-Nya, lalu Allah mengkhususkan kalian wahai umat ini dengan sesuatu yang tidak Dia khususkan bagi umat selain kalian. Dan orang-orang yang berbuat tipu daya itu tidak mengetahui bahwa agama Allah itu adalah haq, yang apabila hakikatnya sampai kepada hati tidaklah akan bertambah waktu bagi orang tersebut ke-cuali akan semakin bertambah pula keimanan dan keyakinan, dan syubhat-syubhat yang ada itu justru menambah kuatnya mereka berpegang teguh pada agamanya dan semakin bersyukur kepada Allah serta memujiNya, di mana Dia telah melimpahkan karunia-Nya itu atasnya. \nDan perkataan mereka, \ufd3e \u0623\u064e\u0646  \u064a\u064f\u0624\u06e1\u062a\u064e\u0649\u0670\u0653  \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u065e  \u0645\u0651\u0650\u062b\u06e1\u0644\u064e  \u0645\u064e\u0627\u0653  \u0623\u064f\u0648\u062a\u0650\u064a\u062a\u064f\u0645\u06e1  \u0623\u064e\u0648\u06e1   \u064a\u064f\u062d\u064e\u0627\u0653\u062c\u0651\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u06e1   \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e  \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06d7 \ufd3f   \"Dan (janganlah kamu percaya) bahwa akan diberikan kepada seseorang seperti apa yang diberikan kepadamu, dan (jangan pula kamu percaya) bahwa mereka akan mengalahkan hujjahmu di sisi Rabbmu,\" artinya, bahwa yang menyebabkan mereka melakukan perbuatan-perbuatan ke-mungkaran adalah hasad, dengki, dan ketakutan akan dikalahkan dalam berdebat, sebagaimana Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \n\ufd3e \u0648\u064e\u062f\u0651\u064e \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u065e   \u0645\u0651\u0650\u0646\u06e1 \u0623\u064e\u0647\u06e1\u0644\u0650 \u0671\u0644\u06e1\u0643\u0650\u062a\u064e\u0670\u0628\u0650 \u0644\u064e\u0648\u06e1 \u064a\u064e\u0631\u064f\u062f\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u06e2 \u0628\u064e\u0639\u06e1\u062f\u0650 \u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1 \u0643\u064f\u0641\u0651\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u062d\u064e\u0633\u064e\u062f\u0657\u0627  \u0645\u0651\u0650\u0646\u06e1 \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u06e2     \u0628\u064e\u0639\u06e1\u062f\u0650 \u0645\u064e\u0627     \u062a\u064e\u0628\u064e\u064a\u0651\u064e\u0646\u064e  \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f\u06d6 \ufd3f   \n\"Sebagian besar ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat me-ngembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebe-naran.\" (Al-Baqarah: 109). "},{"id":500,"sura":3,"from_aya":75,"to_aya":76,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Di antara ahli Kitab ada orang yang jika kamu mempercaya-kan kepadanya harta yang banyak, dikembalikannya kepadamu; dan di antara mereka ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya satu dinar, tidak dikembalikannya kepadamu kecuali jika kamu selalu menagihnya. Yang demikian itu lantaran mereka mengatakan, 'Tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi.' Mereka berkata dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui. (Bukan demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.\" (Ali Imran: 75-76)."},{"id":501,"sura":3,"from_aya":75,"to_aya":75,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(75) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memberitakan tentang Ahli Kitab bahwasa-nya ada sekelompok dari mereka orang-orang yang jujur (terper-caya), di mana bila Anda berikan kepada mereka sejumlah harta yang banyak, niscaya mereka akan menunaikannya dengan ama-nah kepada Anda. Ada juga sekelompok dari mereka orang-orang yang tidak jujur yang akan selalu berkhianat walaupun (nilai) hartanya sedikit sekali, dan bersama pengkhianatan yang keji ini, mereka membuat dalih-dalih yang batil dengan berkata, \ufd3e \u0644\u064e\u064a\u06e1\u0633\u064e  \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0646\u064e\u0627  \u0641\u0650\u064a \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064f\u0645\u0651\u0650\u064a\u0651\u0650\u0640\u06e7\u0646\u064e       \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u065e \ufd3f     \"Tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi\" (orang-orang Arab), artinya, tidak ada kesalahan atas kami bila mengkhianati mereka dan menghalalkan harta mereka, karena mereka tidak memiliki kehormatan. Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman,\ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u0643\u064e\u0630\u0650\u0628\u064e  \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u064a\u064e\u0639\u06e1\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"Mereka berkata dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui,\" artinya, mereka menanggung dosa yang paling dahsyat di mana mereka menyatukan pengkhianatan dengan penghinaan terhadap bangsa Arab dan juga dengan dusta atas nama Allah, dan mereka mengetahui hal tersebut, bahwa mereka bukan seperti orang-orang yang melakukan hal semacam itu atas dasar tidak mengerti dan tersesat."},{"id":502,"sura":3,"from_aya":76,"to_aya":76,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(76) Kemudian Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \ufd3e \u0628\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670\u06da \ufd3f   \"Bukan demikian\" artinya, tidaklah perkara itu seperti yang mereka katakan.\ufd3e \u0645\u064e\u0646\u06e1  \u0623\u064e\u0648\u06e1\u0641\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0639\u064e\u0647\u06e1\u062f\u0650\u0647\u0650\u06e6  \u0648\u064e\u0671\u062a\u0651\u064e\u0642\u064e\u0649\u0670 \ufd3f   \"Sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertakwa,\" yaitu yang menunaikan hak-hak Allah dan hak-hak makhlukNya, maka orang seperti inilah yang bertakwa, di mana Allah mencintainya. Artinya barangsiapa yang bertentangan de-ngan hal itu yakni tidak memenuhi janjinya antara ia dengan sesa-manya dan tidak pula menunaikan ketakwaan kepada Allah, maka sesungguhnya Allah akan memurkai dan akan membalasnya atas perbuatannya itu dengan siksaan yang berat. "},{"id":503,"sura":3,"from_aya":77,"to_aya":77,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka dan tidak akan melihat ke-pada mereka pada Hari Kiamat dan tidak (pula) akan menyucikan mereka, serta bagi mereka azab yang pedih.\" (Ali Imran: 77)."},{"id":504,"sura":3,"from_aya":77,"to_aya":77,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(77) Maksudnya, sesungguhnya orang-orang yang menu-kar Agama dengan dunia lalu mereka lebih memilih kenikmatan yang sedikit dari dunia dan mereka memakai cara dalam menda-patkannya dengan sumpah-sumpah dan janji-janji palsu yang tidak mereka penuhi, maka mereka itu adalah orang-orang yang mana \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u064a\u064f\u0643\u064e\u0644\u0651\u0650\u0645\u064f\u0647\u064f\u0645\u064f  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u064a\u064e\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f   \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u0645\u06e1   \u064a\u064e\u0648\u06e1\u0645\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0642\u0650\u064a\u064e\u0670\u0645\u064e\u0629\u0650  \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u064a\u064f\u0632\u064e\u0643\u0651\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1   \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c  \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u065e \ufd3f   \"Allah tidak akan berbicara kepada mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada Hari Kiamat dan tidak (pula) akan menyucikan mereka, serta bagi mereka azab yang pedih.\" Artinya, mereka telah berhak mendapatkan murka Allah dan menjalani siksa dariNya, jauh dari pahalaNya, terhalang dari penyucian yaitu pembersihan diri, bahkan mereka pada Hari Kiamat kelak akan bangkit dengan bergelimang kejahatan dan dikotori oleh dosa-dosa besar. "},{"id":505,"sura":3,"from_aya":78,"to_aya":78,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan yang memu-tar-mutar lidahnya membaca al-Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari al-Kitab, padahal ia bukan dari al-Kitab dan mereka mengatakan, 'Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah,' padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta atas Nama Allah sedang mereka mengetahui.\" (Ali Imran: 78)."},{"id":506,"sura":3,"from_aya":78,"to_aya":78,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(78) Maksudnya, di antara Ahli Kitab ada suatu kelompok yang memutarbalikkan Kitabullah, \ufd3e \u064a\u064e\u0644\u06e1\u0648\u064f\u06e5\u0646\u064e  \u0623\u064e\u0644\u06e1\u0633\u0650\u0646\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645  \u0628\u0650\u0671\u0644\u06e1\u0643\u0650\u062a\u064e\u0670\u0628\u0650  \u0644\u0650\u062a\u064e\u062d\u06e1\u0633\u064e\u0628\u064f\u0648\u0647\u064f     \u0645\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0643\u0650\u062a\u064e\u0670\u0628\u0650  \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627  \u0647\u064f\u0648\u064e  \u0645\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0643\u0650\u062a\u064e\u0670\u0628\u0650 \ufd3f   \"yang memutar-mutar lidahnya membaca al-Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari al-Kitab.\" Ini adalah pemutarbalikan lafazh dan maknanya. Kemudian di sam-ping penyimpangan yang sangat keji itu, mereka membuat hal itu seolah-olah dari al-Kitab, padahal mereka adalah orang-orang yang berdusta dalam hal tersebut, mereka menampakkan kedustaan terhadap Allah, padahal mereka mengetahui keadaan mereka dan buruknya akibatnya. "},{"id":507,"sura":3,"from_aya":79,"to_aya":80,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Tidak wajar bagi seorang manusia, yang Allah berikan ke-padanya al-Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia, 'Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku selain Allah.' Akan tetapi (dia berkata), 'Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan al-Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.' Dan (tidak wajar pula baginya) menyuruhmu menjadikan malaikat dan para nabi sebagai tuhan. Apakah (patut) dia menyuruhmu berbuat kekafiran di waktu kamu sudah (menganut agama) Islam?\" (Ali Imran: 79-80)."},{"id":508,"sura":3,"from_aya":79,"to_aya":80,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(79-80) Maksudnya, tidak akan terjadi dan bahkan sangat mustahil sekali bagi seorang manusia yang telah dikaruniakan wahyu oleh Allah, al-Kitab dan Kenabian dan memberikan kepa-danya hukum-hukum syariat, untuk menyuruh manusia untuk beribadah kepada dirinya dan kepada para Nabi dan malaikat serta menjadikan mereka sebagai tuhan-tuhan lain. Karena semua itu adalah kekufuran, bagaimana mungkin, padahal ia telah diutus dengan Islam yang memberantas kekufuran dengan segala ben-tuknya, lalu bagaimana ia menyeru kepada hal yang berlawanan dengan itu. Ini adalah di antara perkara yang tidak mungkin terjadi, dan apa yang dibawa olehnya dan semua yang telah Allah karunia-kan kepadanya berupa keutamaan dan keistimewaan mengharus-kan ubudiyah yang total dan ketundukan yang sempurna kepada Allah yang Esa lagi Mahaperkasa.\nIni merupakan jawaban atas delegasi Nasrani negeri Najran ketika mereka bersikeras dengan keterpedayaan mereka hingga keadaan mereka semakin jauh, dan mereka berkata dengan kesom-bongannya, \"Apakah engkau menyeru kami wahai Muhammad untuk menyembahmu?\" Ketika beliau memerintahkan mereka untuk beribadah hanya kepada Allah dan taat kepadaNya. Lalu Allah menjelaskan tentang kesalahan perkataan mereka dan bahwa-sanya perkataan mereka dan perkataan selain mereka yang seperti itu sangat batil. "},{"id":509,"sura":3,"from_aya":81,"to_aya":82,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi, 'Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya.' Allah berfirman, 'Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjianKu terhadap yang demikian itu?' Mereka menjawab, 'Kami mengakui.' Allah berfirman, 'Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersamamu. Barangsiapa yang berpaling sesudah itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik'.\" (Ali Imran: 81-82)."},{"id":510,"sura":3,"from_aya":81,"to_aya":82,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(81-82) Ini adalah berita dari Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 bahwa Dia telah mengambil janji dari para Nabi dan ikatan sumpah pada mereka semuanya yang disebabkan oleh apa yang telah Allah karuniakan kepada mereka dan karena semua yang telah Dia berikan untuk mereka berupa al-Kitab dan al-Hikmah yang berkonsekuensi wajib-nya menegakkan hak-hak Allah dan menunaikannya dengan sebaik-baiknya; bahwa apabila datang kepada mereka seorang Rasul yang membenarkan apa yang ada pada mereka, yang diutus untuk me-nyampaikan ketauhidan, kebenaran, keadilan dan prinsip-prinsip dasar yang disepakati oleh seluruh syariat, maka mereka akan beriman kepadanya dan membelanya. Mereka pun menyetujui hal tersebut, mengakuinya, konsisten terhadapnya, mempersaksikan mereka, dan ia bersaksi atas mereka, serta mengancam orang-orang yang menyalahi perjanjian tersebut.\nIni merupakan perintah yang bersifat umum di antara para Nabi, bahwasanya jalan mereka adalah satu, dan bahwa dakwah dari setiap Nabi di antara mereka telah mereka sepakati dan telah mereka setujui bersama, keumuman itu adalah bahwa Allah mengambil janji dari mereka untuk beriman dan membela Nabi Muhammad \ufdfa.\nKarena itu, barangsiapa yang mengaku bahwa ia adalah pengikut salah seorang dari mereka, maka ini adalah agama mereka yang telah diambil oleh Allah perjanjian dari mereka lalu mereka menyetujui dan mengakuinya. Maka barangsiapa yang berpaling dari mengikuti Nabi Muhammad \ufdfa dari orang-orang yang me-nyangka bahwasanya mereka termasuk pengikut Nabi-nabi terse-but, maka ia adalah fasik yang keluar dari ketaatan kepada Allah dan mendustakan Rasul yang diakuinya bahwa ia termasuk pengi-kutnya padahal ia menyimpang dari jalannya. \nIni merupakan penegakan hujjah dan keterangan yang kuat atas setiap orang yang tidak beriman kepada Nabi Muhammad \ufdfa dari ahli kitab dan agama-agama lainnya, dan tidaklah mungkin mereka beriman kepada Rasul-rasul mereka di mana mereka me-ngakui sebagai pengikut-pengikut mereka hingga mereka beriman kepada pemimpin dari Rasul-rasul tadi dan penutup mereka \ufdfa. "},{"id":511,"sura":3,"from_aya":83,"to_aya":85,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepadaNya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allah-lah mereka dikembalikan? Katakanlah, 'Kami ber-iman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan hanya kepadaNya-lah kami menyerah-kan diri.' Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.\" (Ali Imran: 83-85)."},{"id":512,"sura":3,"from_aya":83,"to_aya":85,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(83-85) Telah berlalu pada surat al-Baqarah bahwa dasar-dasar ini yang merupakan pokok-pokok keimanan yang diperin-tahkan oleh Allah kepada umat ini telah disepakati oleh kitab-kitab dan Rasul-rasul. Itulah tujuan asasi yang ditujukan kepada setiap orang, dan bahwasanya itu adalah agama dan Islam yang hakiki. Dan bahwa orang yang mencari selainnya dan beramal dengannya, maka perbuatannya itu tertolak hingga ia tidak memiliki ajaran yang ia kembali kepadanya. Barangsiapa yang tidak membutuhkan dan membencinya, maka kemanakah ia akan pergi? Kepada pe-nyembahan pohon, batu atau api? Atau kepada penyembahan rahib, pendeta atau salib? Atau kepada peniadaan Rabb alam semesta? Atau kepada agama-agama yang batil yang merupakan wahyu dari setan? Mereka semua itu di akhirat nanti termasuk orang-orang yang merugi."},{"id":513,"sura":3,"from_aya":86,"to_aya":91,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Bagaimana Allah akan menunjuki suatu kaum yang kafir sesudah mereka beriman, serta mereka telah mengakui bahwa Rasul itu (Muhammad) benar-benar rasul, dan keterangan-keterangan pun telah datang kepada mereka? Allah tidak menunjuki orang-orang yang zhalim. Mereka itu, balasannya ialah bahwasanya laknat Allah ditimpakan kepada mereka, (demikian pula) laknat para malaikat dan manusia seluruhnya. Mereka kekal di dalam-nya, tidak diringankan siksa dari mereka, dan tidak (pula) mereka ditangguhkan. Kecuali orang-orang yang taubat, sesudah (kafir) itu dan mengadakan perbaikan. Karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya orang-orang yang kafir sesudah beriman, kemudian bertambah kekafirannya, sekali-kali tidak akan diterima taubat-nya; dan mereka itulah orang-orang yang sesat. Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang di antara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus dirinya dengan emas (yang sebanyak) itu. Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong.\" (Ali Imran: 86-91)."},{"id":514,"sura":3,"from_aya":86,"to_aya":88,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(86-88) Maksudnya, bahwa sangatlah tidak mungkin Allah memberikan petunjukNya kepada suatu kaum yang telah menge-nal keimanan, lalu masuk ke dalamnya dan bersaksi bahwasanya Rasul itu adalah haq kemudian mereka keluar kembali kepada kondisi mereka dahulu, berbalik dan berkhianat; karena mereka telah mengetahui kebenaran lalu mereka menolaknya. Dan karena kondisi seperti itulah yang menyebabkan Allah menghukum me-reka dengan terjerembab kembali dan terbaliknya hati mereka se-bagai suatu balasan buat mereka, di mana mereka telah mengetahui kebenaran namun meninggalkannya, dan kebatilan namun lebih memilihnya, hingga Allah memalingkannya kepada apa yang dia sendiri memalingkan dirinya kepadanya.\nMereka itulah yang mana, \ufd3e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u0645\u06e1     \u0644\u064e\u0639\u06e1\u0646\u064e\u0629\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650   \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u0644\u064e\u0670\u0653\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u0650  \u0648\u064e\u0671\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650  \u0623\u064e\u062c\u06e1\u0645\u064e\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"laknat Allah ditimpakan kepada mereka, (demikian pula) laknat para malaikat dan manusia seluruhnya.\" Mereka kekal dalam laknat dan azab tersebut. \ufd3e \u0644\u064e\u0627  \u064a\u064f\u062e\u064e\u0641\u0651\u064e\u0641\u064f     \u0639\u064e\u0646\u06e1\u0647\u064f\u0645\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064f  \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627   \u0647\u064f\u0645\u06e1  \u064a\u064f\u0646\u0638\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"Tidak diringankan siksa dari mereka, dan tidak (pula) mereka ditangguhkan,\" karena telah datang ketentuan Allah, karena Allah telah memanjangkan usia mereka di mana mereka mengingat apa yang harus diingat dan telah da-tang kepada mereka seorang pemberi peringatan."},{"id":515,"sura":3,"from_aya":89,"to_aya":91,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(89-91) Kemudian Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 membuat pengecualian dari ancaman tersebut, yaitu orang-orang yang bertaubat dari kekufur-an dan dosa-dosa mereka lalu mereka memperbaiki kekurangan-kekurangan mereka itu; maka Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 mengampuni mereka dari apa yang telah mereka lakukan dan memaafkan mereka dari segala hal yang telah lalu. Akan tetapi bagi mereka yang kufur dan tetap memilih kekufuran lalu kekufuran bertambah hingga ia meninggal dalam kekufurannya tersebut, maka mereka itulah orang-orang yang tersesat dari jalan petunjuk dan mereka menempuh jalan kesengsaraan, dan dengan demikian mereka telah berhak menda-patkan siksaan yang pedih, dan mereka tidak memiliki penolong dari siksaan Allah walaupun mereka mengerahkan segala isi bumi berupa emas agar dapat menebus diri mereka darinya itu, tidak akan berguna bagi mereka sama sekali. Kepada Allah kita berlin-dung dari kekufuran dan segala macam bentuknya. "},{"id":516,"sura":3,"from_aya":92,"to_aya":92,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan, sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengeta-huinya.\" (Ali Imran: 92)."},{"id":517,"sura":3,"from_aya":92,"to_aya":92,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(92) Maksudnya, \ufd3e \u0644\u064e\u0646  \u062a\u064e\u0646\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"Kamu sekali-kali tidak sampai\" dan tidak akan mendapatkan \ufd3e \u0671\u0644\u06e1\u0628\u0650\u0631\u0651\u064e \ufd3f \"kebajikan\", yang artinya adalah sebuah kata yang menyeluruh tentang kebajikan, yaitu jalan yang menyampaikan kepada surga, \ufd3e \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670  \u062a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627  \u062a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e\u06da \ufd3f   \"sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai\" dari harta kalian yang terbaik dan paling istimewa. Hal itu karena berinfak dengan apa-apa yang baik lagi disayangi oleh jiwa merupakan tanda yang paling besar dari kelapangan jiwa dan sifatnya yang mulia, kasih sayangnya dan kelembutannya, dan juga merupakan tanda yang paling jelas tentang kecintaannya kepada Allah dan sikap menda-hulukan Allah atas kecintaan terhadap harta yang sangat dicintai oleh jiwa.\nKarena itu, barangsiapa yang mendahulukan kecintaan ke-pada Allah atas kecintaan terhadap dirinya sendiri, maka sesung-guhnya ia telah mencapai puncak kesempurnaan, demikian pula bagi seseorang yang menginfakkan hal-hal yang baik dan berbuat kebajikan kepada hamba-hamba Allah, niscaya Allah akan berbuat baik kepadanya dan membimbingnya kepada perbuatan-perbuatan dan akhlak-akhlak yang tidak mungkin dapat diperoleh dengan selain kondisi seperti ini. \nDemikian juga, barangsiapa yang menunaikan infak dengan bentuk yang seperti ini, niscaya pelaksanaannya terhadap amalan-amalan shalih lainnya dan akhlak-akhlak yang mulia adalah lebih baik dan lebih patut. Di samping berinfak dengan hal-hal yang baik merupakan bentuk yang paling sempurna, maka seberapa pun seorang hamba berinfak, baik sedikit maupun banyak dari yang baik atau lainnya, \ufd3e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0628\u0650\u0647\u0650\u06e6 \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u065e \ufd3f   \"maka sesungguhnya Allah menge-tahuinya.\" Allah akan memberikan ganjaran kepada setiap orang yang berinfak sesuai dengan amalannya, dan Allah akan memba-lasnya di dunia dengan segera memberikan gantinya dan di akhirat dengan kenikmatan yang tertunda. "},{"id":518,"sura":3,"from_aya":93,"to_aya":94,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Semua makanan adalah halal bagi Bani Israil kecuali ma-kanan yang diharamkan oleh Isra`il (Ya'qub) untuk dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan. Katakanlah, '(Jika kamu mengatakan ada makanan yang diharamkan sebelum turun Taurat), maka bawalah Taurat itu, lalu bacalah ia jika kamu orang-orang yang benar.' Maka barangsiapa mengada-adakan dusta terhadap Allah sesudah itu, maka merekalah orang-orang yang zhalim.\" (Ali Imran: 93-94)."},{"id":519,"sura":3,"from_aya":93,"to_aya":94,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(93-94) Dari sejumlah perkara yang dituduhkan oleh kaum Yahudi sebagai suatu masalah dalam kenabian Nabi Isa \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645 dan Nabi Muhammad \ufdfa, yaitu mereka meyakini bahwasanya nasakh itu batil, dan bahwa seorang Nabi yang akan datang tidaklah mungkin menyalahi Nabi yang sebelumnya. Maka Allah mendus-takan mereka dengan suatu perkara yang mereka ketahui, yaitu, bahwa mereka mengetahui semua makanan sebelum turunnya Taurat adalah halal bagi Bani Israil kecuali beberapa jenis saja yang diharamkan oleh Isra`il \u2013Nabi Ya'qub \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645\u2013 atas dirinya dan hal itu ia lakukan karena suatu penyakit yang dideritanya. Kemudian dalam Taurat ada beberapa perkara yang diharamkan yang me-nasakh apa yang sebelumnya halal, dan hal ini banyak terjadi. \nKatakan kepada mereka apabila mereka mengingkari hal itu,  \ufd3e \u0641\u064e\u0623\u06e1\u062a\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0628\u0650\u0671\u0644\u062a\u0651\u064e\u0648\u06e1\u0631\u064e\u0649\u0670\u0629\u0650  \u0641\u064e\u0671\u062a\u06e1\u0644\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627\u0653  \u0625\u0650\u0646  \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u06e1 \u0635\u064e\u0670\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f \"maka bawalah Taurat itu, lalu bacalah ia jika kamu orang-orang yang benar\" dengan keyakinan kalian bahwa tidak ada nasakh, tidak pula ada penghalalan dan pengharaman.\nIni merupakan hujjah yang paling tegas yakni seseorang di-gugat dengan sesuatu yang ia ketahui sendiri dan tidak ia ingkari. Apabila ia patuh terhadap kebenaran itu, maka itulah yang seha-rusnya terjadi, namun apabila ia enggan dan tidak patuh setelah keterangan tersebut, maka jelaslah kebohongan, fitnah, kezhaliman dan batilnya apa yang ia yakini, dan itulah realita kaum Yahudi. "},{"id":520,"sura":3,"from_aya":95,"to_aya":95,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Katakanlah, 'Benarlah (apa yang difirmankan) Allah.' Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik.\" (Ali Imran: 95)."},{"id":521,"sura":3,"from_aya":95,"to_aya":95,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(95) Maksudnya; katakanlah, Mahabenar Allah dalam segala yang difirmankanNya dan siapakah yang lebih benar perkataan dan ucapannya daripada Allah?\nDalam ayat ini telah dijelaskan tentang dalil benarnya kera-sulan Nabi Muhammad \ufdfa, keterangan-keterangan yang jelas ten-tang dakwahnya dan batilnya apa yang diyakini oleh orang-orang yang menyimpang dari ahli Kitab yaitu orang-orang yang mendus-takan Rasulnya dan mereka menolak dakwahnya. Mahabenar Allah dalam perkara itu dan Dia telah meyakinkan hamba-hambaNya akan hal tersebut dengan bukti-bukti nyata yang jelas dan hujjah-hujjah yang kuat yang akan mengguncang gunung dan menun-dukkan orang-orang. Karena itu wajiblah bagi seluruh manusia pada saat itu untuk mengikuti ajaran Ibrahim, yaitu mengesakan Allah semata yang tidak ada sekutu bagiNya, mempercayai seluruh Rasul yang diutus oleh Allah, dan setiap kitab yang diturunkan olehNya dan berpaling dari agama-agama yang batil dan menyim-pang. Karena sesungguhnya Ibrahim \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645 itu berpaling dari segala perkara yang bertentangan dengan tauhid dan berlepas diri (bara`) dari kesyirikan. "},{"id":522,"sura":3,"from_aya":96,"to_aya":97,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tem-pat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Pada-nya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi aman-lah dia. Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia untuk Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Bai-tullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesung-guhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.\" (Ali Imran: 96-97)."},{"id":523,"sura":3,"from_aya":96,"to_aya":97,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(96-97) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memberitakan tentang keagungan Bai-tullah al-Haram, dan bahwa Baitullah al-Haram itu adalah rumah yang pertama dibangun oleh Allah di bumi untuk beribadah kepadaNya dan menegakkan dzikir kepadaNya. Di dalamnya ada keberkahan, berbagai bentuk hidayah, berbagai macam kemasla-hatan dan manfaat yang begitu besar untuk alam semesta dan ke-utamaan yang melimpah. Di sana juga ada tanda-tanda yang jelas yang mengingatkan kepada maqam-maqam Ibrahim \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645 al-Khalil[5] dan perpindahannya dalam melaksanakan haji dan setelahnya, mengingatkan kepada maqam-maqam penghulu para Rasul dan pemimpin mereka, dan padanya ada ketenangan di mana seseorang bila memasukinya, niscaya dia akan merasa aman lagi tentram, serta beriman secara syariat maupun agama.\nKetika Baitullah al-Haram mengandung segala kebaikan yang disebutkan secara umum ini dan akan banyak perincian-perincian-nya, maka Allah mewajibkan para hamba yang mukallaf yang mampu melakukan perjalanan kepadanya untuk menunaikan Haji. Yaitu orang-orang yang mampu sampai ke Baitullah dengan me-ngendarai kendaraan apa pun yang sesuai dengannya dan perbe-kalan yang harus disiapkannya. Karena itulah Allah berfirman dengan lafazh tersebut yang memungkinkannya untuk mengenda-rai segala bentuk kendaraan yang modern dan yang akan muncul di kemudian hari.\nInilah ayat-ayat al-Qur`an, di mana hukum-hukumnya rele-van untuk setiap waktu dan setiap kondisi yang mana tanpanya suatu perkara tidak akan baik secara sempurna. Barangsiapa yang tunduk patuh kepadanya dan menunaikannya, maka dia termasuk di antara orang-orang yang diberi petunjuk lagi beriman. Dan ba-rangsiapa yang ingkar terhadapnya dan tidak menunaikan haji ke Baitullah, maka dia telah keluar dari agama. \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646     \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u063a\u064e\u0646\u0650\u064a\u0651\u064c  \u0639\u064e\u0646\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u0639\u064e\u0670\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Dan barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.\" "},{"id":524,"sura":3,"from_aya":98,"to_aya":99,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Katakanlah, 'Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal Allah Maha menyaksikan apa yang kamu kerjakan?' Katakanlah, 'Hai Ahli Kitab, mengapa kamu menghalang-halangi dari jalan Allah orang-orang yang telah beriman, kamu menghendakinya menjadi bengkok, padahal kamu menyaksikan?' Allah sekali-kali tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan.\" (Ali Imran: 98-99). "},{"id":525,"sura":3,"from_aya":98,"to_aya":99,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(98-99) Dan ketika hujjah-hujjah telah tegak atas Ahli Kitab, sebagaimana yang telah lewat, padahal mereka sebelum itu mengenal Nabi \ufdfa sebagaimana pengetahuan mereka kepada anak-anak mereka, maka Allah menjelek-jelekkan dari kalangan mereka orang-orang yang bersikeras menolak karena telah ingkar terhadap ayat-ayat Allah, dan tindakan mereka menghalangi hamba-hamba Allah dari jalan Allah, karena masyarakat awam mengikuti para ulama mereka. Dan Allah Maha Mengetahui keadaan mereka dan akan membalas semua itu dengan pembalasan yang setimpal dan penuh."},{"id":526,"sura":3,"from_aya":100,"to_aya":101,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti seba-gian dari orang-orang yang diberi al-Kitab, niscaya mereka akan mengembalikanmu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman. Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepadamu, dan RasulNya pun berada di tengah-tengah kamu? Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sesungguhnya dia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.\" (Ali Imran: 100-101). "},{"id":527,"sura":3,"from_aya":100,"to_aya":101,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(100-101) Ketika Allah telah menegakkan hujjah atas Ahli Kitab dan menjelek-jelekkan mereka karena kekufuran dan kedur-hakaan mereka, maka Allah mengingatkan kaum Mukminin agar tidak terpedaya oleh mereka. Dan Allah menjelaskan kepada me-reka bahwa di antara kelompok ini ada yang selalu bersemangat dalam membahayakan kalian dan mengembalikan kalian kepada kekufuran setelah keimanan. Akan tetapi segala puji hanya milik Allah, kalian semua wahai sekalian kaum Mukminin, setelah Allah mengaruniakan kalian dengan agama ini dan kalian telah menyak-sikan ayat-ayat Allah, kebaikanNya, keramahanNya dan keutamaan-keutamaanNya, sementara Rasulullah \ufdfa ada di tengah kalian yang akan memberikan kalian petunjuk kepada segala perkara yang bermanfaat untuk kalian, dan kalian berpegang teguh kepada Allah dan kepada tali agamaNya, niscaya mustahil mereka mampu mengembalikan kalian dari agama kalian. Karena agama yang dibangun di atas dasar-dasar dan tonggak-tonggak yang kokoh seperti ini, yang cahayanya sangat terang menyinari, bisa menarik hati manusia, dan menyatukan semua hati manusia, serta menyam-paikan hamba kepada tujuan yang paling mulia dan keinginan yang paling utama.\n\ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646  \u064a\u064e\u0639\u06e1\u062a\u064e\u0635\u0650\u0645  \u0628\u0650\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \ufd3f   \"Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah,\" maksudnya, bertawakal kepadaNya dan berlindung di bawah perlindunganNya, \ufd3e \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u06e1 \u0647\u064f\u062f\u0650\u064a\u064e  \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670    \u0635\u0650\u0631\u064e\u0670\u0637\u0656 \u0645\u0651\u064f\u0633\u06e1\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u0656 \ufd3f   \"maka sesungguhnya dia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.\" Demikianlah, di dalamnya terdapat anjuran untuk berpegang teguh kepada (agama) Allah dan bahwa hal itu adalah jalan menuju keselamatan dan pe-tunjuk. "},{"id":528,"sura":3,"from_aya":102,"to_aya":105,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepadaNya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. Dan berpegang-lah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (pada masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu \u2013karena nikmat Allah\u2013 orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah ber-ada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatNya kepada-mu, agar kamu mendapat petunjuk. Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar; merekalah orang-orang yang beruntung. Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih, sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat.\" (Ali Imran: 102-105)."},{"id":529,"sura":3,"from_aya":102,"to_aya":105,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(102-105) Ayat-ayat ini mengandung anjuran Allah kepada hamba-hambaNya, kaum Mukminin agar mendirikan syukur atas nikmat-nikmatNya yang besar yaitu dengan bertakwa kepadaNya dengan sebenar-benar takwa, dan agar mereka menaatiNya dan meninggalkan kemaksiatan terhadapNya secara tulus ikhlas untuk-Nya, dan agar mereka menegakkan agama mereka dan berpegang teguh kepada tali Allah yang telah Dia hantarkan kepada mereka. Dan Dia menjadikan tali itu \u2013yaitu agama dan kitabNya\u2013 sebagai sebab antara mereka denganNya, serta bersatu dengan berpedoman pada agama dan kitabNya dan tidak saling bercerai berai, dan agar mereka selalu konsisten atas hal itu hingga mereka meninggal.\nLalu Allah menyebutkan kondisi mereka yang dahulu sebe-lum adanya nikmat tersebut, yaitu bahwasanya mereka dahulu saling bermusuhan dan bercerai berai. Kemudian Allah menyatu-kan mereka dengan agama ini dan merekatkan hati-hati mereka, serta menjadikan mereka sebagai saudara. Padahal mereka dahulu berada di pinggir jurang api neraka, lalu Allah menyelamatkan mereka dari kesengsaraan, dan memberikan jalan kebahagiaan bagi mereka. \ufd3e \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u064a\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064f  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0621\u064e\u0627\u064a\u064e\u0670\u062a\u0650\u0647\u0650\u06e6  \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u062a\u064e\u0647\u06e1\u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"Demikianlah Allah menerang-kan ayat-ayatNya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk\" untuk ber-syukur kepada Allah dan berpegang teguh kepada tali agamaNya. Dan Allah memerintahkan mereka untuk menyempurnakan kondisi seperti ini, dan sebab terkuat yang membantu mereka menegakkan agama mereka adalah keberadaan sekelompok dari mereka yang bergerak dengan jumlah yang cukup, \ufd3e \u064a\u064e\u062f\u06e1\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649   \u0671\u0644\u06e1\u062e\u064e\u064a\u06e1\u0631\u0650 \ufd3f   \"yang menyeru kepada kebajikan\", yaitu berupa pokok-pokok agama, cabang-cabang, dan syariat-syariatnya, \ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0623\u06e1\u0645\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0628\u0650\u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u0639\u06e1\u0631\u064f\u0648\u0641\u0650 \ufd3f   \"menyuruh kepada yang ma'ruf,\" yaitu sesuatu yang diketahui nilai baiknya, baik secara syariat maupun akal, \ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0646\u06e1\u0647\u064e\u0648\u06e1\u0646\u064e  \u0639\u064e\u0646\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0646\u0643\u064e\u0631\u0650\u06da \ufd3f   \"dan mencegah dari yang mungkar,\" yaitu sesuatu yang diketahui nilai buruknya secara syariat maupun akal, \ufd3e \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u0652\u0644\u064e\u0670\u0653\u0626\u0650\u0643\u064e  \u0647\u064f\u0645\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0641\u06e1\u0644\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e  \ufd3f \"dan merekalah orang-orang yang beruntung,\" orang-orang yang mendapatkan segala yang diinginkan dan sela-mat dari segala yang dikhawatirkan. \nTermasuk dalam kelompok tersebut adalah para ulama dan para pendidik, orang-orang yang bergerak dengan berkhutbah, berceramah, dan memberikan nasihat kepada manusia secara umum maupun khusus serta orang-orang yang mengingatkan orang lain, yang bertugas mengontrol manusia dalam pelaksanaan shalat lima waktu, penunaian zakat dan penegakan syariat-syariat agama, serta melarang mereka dari segala kemungkaran.\nOleh karena itu, setiap orang yang menyeru manusia kepada kebaikan secara umum atau secara khusus, atau dia memberikan nasihat kepada masyarakat umum atau kelompok khusus, maka dia termasuk dalam ayat yang mulia tersebut.\nKemudian Allah melarang mereka dari menempuh jalan orang-orang yang bercerai berai yang mana agama dan keterangan-keterangan yang jelas telah mendatangi mereka yang mengharus-kan mereka untuk melaksanakannya dan bersatu karenanya, namun mereka bercerai berai dan berselisih, hingga mereka men-jadi berkelompok-kelompok, dan itu tidaklah muncul akibat dari kebodohan maupun kesesatan, akan tetapi muncul dari pengeta-huan dan tujuan yang buruk, serta kesewenang-wenangan sebagian mereka atas sebagian yang lain. \nKarena itulah Allah berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u0652\u0644\u064e\u0670\u0653\u0626\u0650\u0643\u064e  \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c  \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u065e \ufd3f   \"Dan mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat.\""},{"id":530,"sura":3,"from_aya":106,"to_aya":107,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"Kemudian Allah menjelaskan tentang kapan terjadinya siksa-an yang berat tersebut dan (kapan) mereka merasakan siksaan yang pedih tersebut seraya berfirman,\n\"Pada hari itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan), 'Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiran-mu itu.' Adapun orang-orang yang putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah (surga); mereka kekal di dalam-nya.\" (Ali Imran: 106-107). "},{"id":531,"sura":3,"from_aya":106,"to_aya":107,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(106-107) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memberitakan tentang perbedaan tingkatan para makhluk pada Hari Kiamat dalam kebahagiaan dan kesengsaraan, dan bahwasanya wajah-wajah penghuni kebahagia-an akan memutih yaitu orang-orang yang beriman kepada Allah, membenarkan rasul-rasulNya, menaati perintahNya, menjauhi laranganNya, dan bahwasanya Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memasukkan mereka ke dalam surga, dan akan melimpahkan segala kebaikan atas mereka, dan mereka akan kekal selamanya (di dalam surga). Sebaliknya wajah-wajah para penghuni kesengsaraan akan menghitam (muram) yaitu orang-orang yang mendustai para rasulNya, bermaksiat pada perintahNya dan memecah belah agama mereka menjadi beberapa kelompok, dan bahwa mereka akan dijelek-jelekkan sehingga di-katakan kepada mereka, \ufd3e \u0623\u064e\u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u06e1\u062a\u064f\u0645  \u0628\u064e\u0639\u06e1\u062f\u064e  \u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1  \ufd3f \"kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman?\" Bagaimana mungkin kalian memilih kekufuran atas keimanan? \ufd3e \u0641\u064e\u0630\u064f\u0648\u0642\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u06e1\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e  \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627  \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u06e1 \u062a\u064e\u0643\u06e1\u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu.\" "},{"id":532,"sura":3,"from_aya":108,"to_aya":109,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Itulah ayat-ayat Allah. Kami bacakan ayat-ayat itu kepa-damu dengan benar; dan tiadalah Allah berkehendak untuk meng-aniaya hamba-hambaNya. Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan bumi; dan kepada Allah-lah segala urusan dikemba-likan.\" (Ali Imran: 108-109). "},{"id":533,"sura":3,"from_aya":108,"to_aya":108,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(108) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memuji atas sesuatu yang telah Dia cerita-kan kepada NabiNya, berupa ayat-ayatNya yang menjadi pembeda antara yang benar dengan yang batil, antara wali-wali Allah dengan musuh-musuhNya, dan sesuatu yang Allah siapkan untuk mereka berupa pahala dan untuk selain mereka berupa hukuman, dan bahwa hal tersebut adalah tuntutan karunia, keadilan, dan hikmah-Nya. Dan bahwasanya Allah tidaklah menzhalimi hamba-hamba-Nya, tidak mengurangi (pahala) dari amalan-amalan mereka atau menyiksa seseorang tanpa ada dosa, atau memikulkan seseorang dengan dosa orang lain. Dan ketika Allah memberitahukan bahwa kepunyaan Allah-lah segala urusan dan syariat, maka Allah juga menyebutkan bahwa kepunyaanNya-lah kesempurnaan kekuasaan, tindakan, dan kerajaanNya seraya berfirman,"},{"id":534,"sura":3,"from_aya":109,"to_aya":109,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(109) \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0645\u064e\u0627  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0670\u0648\u064e\u0670\u062a\u0650  \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0631\u06e1\u0636\u0650\u06da       \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u0649  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u062a\u064f\u0631\u06e1\u062c\u064e\u0639\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064f\u0645\u064f\u0648\u0631\u064f \ufd3f   \"Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan di bumi; dan kepada Allah-lah segala urusan dikembalikan,\" maka Allah akan membalas orang-orang yang berbuat kebajikan dengan kebaikan mereka dan orang-orang yang berbuat kejelekan dengan kemaksiatan mereka. Sering sekali Allah menyebutkan hukum-hukumNya yang tiga itu secara ber-samaan, yang mana Allah menjelaskan kepada hamba-hambaNya bahwa Dia-lah Pemutus perkara yang mutlak, milikNya-lah keten-tuan-ketentuan takdir, ketentuan-ketentuan syariat, dan ketentuan-ketentuan pembalasan. Maka Allah-lah Hakim di antara hamba-hambaNya di dunia dan akhirat, sedangkan selain diriNya dari para makhluk adalah orang-orang yang terkena ketentuan hukum atasnya yang tidak memiliki hak (menentukan hukum) sedikitpun. "},{"id":535,"sura":3,"from_aya":110,"to_aya":111,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab ber-iman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. Mereka sekali-kali tidak akan dapat membuat mudarat kepadamu melainkan gangguan-gangguan celaan saja, dan jika mereka memerangimu, pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah). Kemudian mereka tidak mendapat pertolongan.\" (Ali Imran: 110-111)."},{"id":536,"sura":3,"from_aya":110,"to_aya":111,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(110-111) Hal ini adalah keutamaan yang diberikan Allah kepada umat ini dengan sebab-sebab tersebut, yang menjadikan mereka istimewa karenanya dan mereka unggul di atas seluruh umat. Mereka adalah sebaik-baik manusia untuk manusia dalam nasihat dan cinta kepada kebaikan, dakwah, pengajaran, bimbingan, perintah kepada kebaikan dan larangan dari kemungkaran, me-nyatukan kesempurnaan akhlak dan usaha dalam memberikan manfaat kepada mereka sesuai dengan kemampuan, dan antara penyempurnaan jiwa dengan beriman kepada Allah dan menunai-kan segala hak-hak keimanan. Dan bahwa Ahli Kitab jika mereka beriman seperti kalian beriman kepadaNya, niscaya mereka akan mendapatkan petunjuk, dan itulah yang baik buat mereka. Akan tetapi yang beriman di antara mereka hanya sedikit, dan mayo-ritasnya adalah orang-orang yang fasik yang keluar dari ketaatan kepada Allah dan RasulNya, memerangi kaum Mukminin, dan berusaha dalam memudaratkan mereka dengan segala kemampuan mereka. Tetapi walaupun demikian, mereka tidak akan mampu memudaratkan kaum Mukminin kecuali ejekan lisan saja, dan jika tidak demikian, sekiranya kaum Mukminin memerangi mereka, pastilah mereka akan melarikan diri dan mereka tidak akan ditolong. Dan apa yang dikabarkan oleh Allah tersebut benar-benar telah terjadi, yaitu ketika mereka memerangi kaum Mukminin, maka mereka malah berpaling dan melarikan diri, lalu Allah menolong kaum Mukminin dalam memerangi mereka. "},{"id":537,"sura":3,"from_aya":112,"to_aya":112,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemur-kaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas.\" (Ali Imran: 112)."},{"id":538,"sura":3,"from_aya":112,"to_aya":112,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(112) Ini merupakan kabar dari Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 bahwa kaum Yahudi itu diliputi oleh kehinaan sehingga mereka selalu takut di mana pun mereka berada, tidak ada yang dapat menenangkan mereka kecuali perjanjian damai dan suatu sebab yang bisa mem-buat mereka tenang, mereka tunduk di bawah hukum-hukum Islam dan mereka membayar jizyah.\nAtau dengan tali perjanjian \ufd3e \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \ufd3f   \"dengan manusia,\" mak-sudnya, apabila mereka di bawah kekuasaan selain mereka dan pengawasan bangsa lain, sebagaimana telah terlihat dari kondisi mereka dahulu maupun yang akan datang, di mana mereka pada masa terakhir ini tidak mampu menguasai secara temporal di Palestina kecuali dengan bantuan negara-negara kuat dan penye-diaan prasarana mereka untuk mereka dalam segala hal.\n\ufd3e \u0648\u064e\u0628\u064e\u0627\u0653\u0621\u064f\u0648  \u0628\u0650\u063a\u064e\u0636\u064e\u0628\u0656  \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \ufd3f   \"Dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah,\" maksudnya, sungguh Allah murka atas mereka dan meng-hukum mereka dengan kehinaan dan kerendahan. Sebab-sebabnya adalah kekufuran mereka terhadap ayat-ayat Allah dan pembunuh-an mereka terhadap para Nabi \ufd3e \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u06e1\u0631\u0650 \u062d\u064e\u0642\u0651\u0656\u06da \ufd3f   \"tanpa alasan yang benar.\" Maksudnya, hal tersebut tidaklah atas dasar kebodohan, akan tetapi atas dasar kesewenang-wenangan dan kedurhakaan.\nHukuman yang bermacam-macam yang menimpa mereka, \ufd3e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627     \u0639\u064e\u0635\u064e\u0648\u0627\u0652 \u0648\u0651\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652  \u064a\u064e\u0639\u06e1\u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas.\" Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 tidak menzhalimi mereka dan menyiksa mereka tanpa adanya dosa, akan tetapi yang Allah timpakan atas mereka dise-babkan oleh kesewenang-wenangan, permusuhan, kekufuran, pen-dustaan, dan kejahatan mereka yang besar itu."},{"id":539,"sura":3,"from_aya":113,"to_aya":115,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada go-longan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (shalat). Mereka beriman kepada Allah dan Hari Penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang mungkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang shalih. Dan kebajikan apa saja yang mereka kerjakan, maka sekali-kali mereka tidak diha-langi (menerima pahala)nya; dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa.\" (Ali Imran: 113-115)."},{"id":540,"sura":3,"from_aya":113,"to_aya":114,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(113-114) Tatkala Allah menyebutkan tentang orang-orang yang menyimpang dari Ahli Kitab, maka Allah juga menjelaskan tentang orang-orang yang istiqamah dari mereka dan bahwa ada di antara mereka sekelompok orang yang menegakkan dasar-dasar agama dan cabang-cabangnya, \ufd3e \u064a\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e     \u0628\u0650\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u064a\u064e\u0648\u06e1\u0645\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u0653\u062e\u0650\u0631\u0650     \u0648\u064e\u064a\u064e\u0623\u06e1\u0645\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0628\u0650\u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u0639\u06e1\u0631\u064f\u0648\u0641\u0650 \ufd3f     \"Mereka beriman kepada Allah dan Hari Penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma'ruf,\" yaitu segala kebaikan, dan mereka melarang dari yang mungkar, yaitu segala macam kejelekan, sebagaimana Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \n\ufd3e \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646  \u0642\u064e\u0648\u06e1\u0645\u0650  \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670\u0653  \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u065e  \u064a\u064e\u0647\u06e1\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0628\u0650\u0671\u0644\u06e1\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650   \u0648\u064e\u0628\u0650\u0647\u0650\u06e6  \u064a\u064e\u0639\u06e1\u062f\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e 159 \ufd3f   \n\"Dan di antara kaum Musa itu terdapat suatu umat yang memberi petunjuk (kepada manusia) dengan haq dan dengan yang haq itulah me-reka menjalankan keadilan.\" (Al-A'raf: 159).\n\ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064f\u0633\u064e\u0670\u0631\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e   \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u06e1\u062e\u064e\u064a\u06e1\u0631\u064e\u0670\u062a\u0650\u06d6 \ufd3f   \"Dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan.\" Bersegera melakukan pelbagai kebajikan merupakan nilai tambah daripada sekedar melakukannya. Itu adalah ciri me-reka dalam mengamalkan kebajikan dan bersegera melakukannya, serta menyempurnakannya dengan segala hal yang melengkapinya, berupa perkara wajib maupun sunnah."},{"id":541,"sura":3,"from_aya":115,"to_aya":115,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(115) Kemudian Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 menjelaskan bahwa apa pun yang mereka kerjakan berupa kebaikan, baik sedikit atau banyak, maka Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 akan menerimanya, karena bersumber dari keimanan dan keikhlasan, \ufd3e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0643\u06e1\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0647\u064f\u06d7 \ufd3f   \"maka sekali-kali mereka tidak dihalangi (menerima pahala)nya\", maksudnya, Allah tidak akan mengingkari apa yang telah mereka lakukan dan tidak akan menyia-nyiakannya. \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064f\u06e2      \u0628\u0650\u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa,\" mereka adalah orang-orang yang melakukan kebajikan dan meninggalkan hal-hal yang diharamkan dengan tujuan ridha Allah dan mengharap pahalaNya. "},{"id":542,"sura":3,"from_aya":116,"to_aya":117,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Sesungguhnya orang-orang yang kafir, baik harta maupun anak-anak mereka, sekali-kali tidak dapat menolak azab Allah dari mereka sedikit pun. Dan mereka adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. Perumpamaan harta yang mereka naf-kahkan di dalam kehidupan dunia ini, adalah seperti perumpamaan angin yang mengandung hawa yang sangat dingin, yang menimpa tanaman kaum yang menganiaya diri sendiri, lalu angin itu me-rusaknya. Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.\" (Ali Imran: 116-117)."},{"id":543,"sura":3,"from_aya":116,"to_aya":117,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(116-117) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 menerangkan bahwa orang-orang kafir yang mengingkari ayat-ayat Allah dan mendustakan para rasulNya tidak akan ada penyelamat yang menyelamatkan mereka dari siksa Allah dan tidak pula ada pemberi syafa'at kepada me-reka di sisi Allah. Dan bahwasanya harta dan anak-anak mereka yang disiapkan untuk menghadapi kesulitan dan bencana tidak akan berguna bagi mereka sama sekali. \nInfak yang mereka keluarkan di dunia untuk membela keba-tilan mereka akan lenyap, dan bahwa perumpamaannya \ufd3e \u0643\u064e\u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u0650 \ufd3f   \"adalah seperti perumpamaan\" tanaman yang ditimpa \ufd3e \u0631\u0650\u064a\u062d\u0656 \ufd3f   \"angin\" kencang, \ufd3e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627   \u0635\u0650\u0631\u0651\u064c \ufd3f   \"yang mengandung hawa yang sangat dingin,\" mak-sudnya, hawa dingin yang menusuk atau panas yang membakar, lalu menghancurkan tanaman tersebut, dan hal tersebut adalah akibat dari kezhaliman mereka, maka Allah tidak menzhalimi me-reka dan menyiksa mereka tanpa suatu dosa, akan tetapi mereka-lah yang telah menzhalimi diri mereka sendiri. Ini sebagaimana Firman Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649, \n\ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652 \u064a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e     \u0623\u064e\u0645\u06e1\u0648\u064e\u0670\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0644\u0650\u064a\u064e\u0635\u064f\u062f\u0651\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0639\u064e\u0646  \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650\u06da       \u0641\u064e\u0633\u064e\u064a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064e\u0627  \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e  \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f  \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u0645\u06e1    \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e  \u064a\u064f\u063a\u06e1\u0644\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e\u06d7       \ufd3f \n\"Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, kemudian mereka akan dikalahkan.\" (Al-Anfal: 36)."},{"id":544,"sura":3,"from_aya":118,"to_aya":120,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil men-jadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu, (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudarat-an bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkanmu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami te-rangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukaimu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpaimu, mereka berkata, 'Kami beriman,' dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lan-taran marah bercampur benci terhadapmu. Katakanlah (kepada mereka), 'Matilah kamu karena kemarahanmu itu.' Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati. Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikit pun tidak mendatangkan kemu-daratan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.\" (Ali Imran: 118-120)."},{"id":545,"sura":3,"from_aya":118,"to_aya":119,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(118-119) Ini adalah peringatan Allah untuk hamba-ham-baNya dari tindakan mengangkat orang-orang kafir sebagai pe-mimpin mereka, menjadikan mereka sahabat-sahabat terpercaya, dan teman-teman dekat, menampakkan dan membuka rahasia-rahasia kaum Mukminin kepada mereka. Lalu Allah menjelaskan kepada hamba-hambaNya yang beriman tentang perkara-perkara yang mengharuskan mereka berlepas diri dari tindakan menjadi-kan orang-orang kafir itu sebagai sahabat terpercaya, karena me-reka \ufd3e \u0644\u064e\u0627  \u064a\u064e\u0623\u06e1\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u062e\u064e\u0628\u064e\u0627\u0644\u0657\u0627 \ufd3f   \"tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudaratan bagimu.\" Mereka berusaha tanpa pernah lelah, dalam mengakibat-kan kemudaratan bagi kalian, dan sungguh telah nampak adanya kebencian dari perkataan dan ketergelinciran lisan mereka. Keben-cian dan permusuhan yang disembunyikan oleh hati mereka \ufd3e \u0623\u064e\u0643\u06e1\u0628\u064e\u0631\u064f\u06da \ufd3f   \"adalah lebih besar lagi\" daripada sesuatu yang dinampakkan oleh mereka berupa perkataan maupun perbuatan mereka.\nBila kalian mempunyai pemahaman dan akal pikiran, maka sungguh Allah telah menjelaskan bagi kalian perkara mereka. Lalu apa faktor yang mengharuskan untuk mencintai mereka dan menjadikan mereka sebagai pemimpin-pemimpin atau teman-teman terpercaya, padahal kalian mengetahui adanya penyimpangan agama yang besar pada mereka dan juga pada balasan kebaikan kalian terhadap mereka? Kalian itu adalah orang-orang yang istiqamah berpegang teguh pada agama-agama para Rasul. Kalian beriman kepada semua Rasul yang diutus oleh Allah dan kepada setiap kitab yang diturunkan olehNya, sedang mereka mengingkari kitab yang paling utama dan Rasul yang paling mulia. Kalian memberikan mereka (semua) cinta dan kasih sayang yang sama sekali mereka tidak memberikan imbalan minimal yang setimpal untuk kalian. Lalu bagaimana bisa kalian mencintai mereka sedang mereka tidak mencintai kalian. Mereka menjilat kalian dan berlaku nifak terhadap kalian? Dan bila mereka menjumpai kalian, \ufd3e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652 \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627  \u062e\u064e\u0644\u064e\u0648\u06e1\u0627\u0652 \ufd3f   \"mereka berkata, 'Kami beriman,' dan apabila mereka menyen-diri\" bersama dengan kelompok mereka sendiri, \ufd3e \u0639\u064e\u0636\u0651\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0643\u064f\u0645\u064f   \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0646\u064e\u0627\u0645\u0650\u0644\u064e   \ufd3f \"mereka menggigit ujung jari\" disebabkan karena kemarahan yang besar dan kebencian mereka terhadap kalian dan agama kalian.\nAllah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \ufd3e \u0642\u064f\u0644\u06e1  \u0645\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u06e1\u0638\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06d7 \ufd3f   \"Katakanlah (kepada mereka), 'Matilah kamu karena kemarahanmu itu'.\" Maksudnya, kalian akan menyaksikan kemuliaan Islam dan kehinaan kufur yang akan membuat kalian mendapatkan keburukan, dan kalian meninggal disebabkan amarah kalian sehingga kalian tidak mendapatkan penawar untuknya seperti yang kalian inginkan.\n\ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e   \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064f\u06e2  \u0628\u0650\u0630\u064e\u0627\u062a\u0650  \u0671\u0644\u0635\u0651\u064f\u062f\u064f\u0648\u0631\u0650 \ufd3f \"Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati.\" Karena itu Allah menjelaskan kepada hamba-hambaNya yang Mukmin apa yang dikandung oleh hati musuh-musuh agama dari orang-orang kafir dan munafik."},{"id":546,"sura":3,"from_aya":120,"to_aya":120,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(120) \ufd3e \u0625\u0650\u0646  \u062a\u064e\u0645\u06e1\u0633\u064e\u0633\u06e1\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064e\u0629\u065e \ufd3f   \"Jika kamu memperoleh kebaikan;\" kemu-liaan, kemenangan, keselamatan, dan kebaikan, \ufd3e \u062a\u064e\u0633\u064f\u0624\u06e1\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646  \u062a\u064f\u0635\u0650\u0628\u06e1\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0633\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0629\u065e \ufd3f   \"niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana\" berupa penguasaan musuh atau terjadinya beberapa musibah duniawi, \ufd3e \u064a\u064e\u0641\u06e1\u0631\u064e\u062d\u064f\u0648\u0627\u0652   \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627\u06d6 \ufd3f   \"niscaya mereka bergembira karenanya.\" Ini adalah sifat dari musuh yang sangat sengit sekali permusuhannya. Ketika Allah menerangkan tentang permusuhan mereka yang begitu keras dan menjelaskan tentang sifat keji yang ada pada mereka, maka Allah memerintahkan hamba-hambaNya yang Mukmin untuk bersabar dan konsisten terhadap ketakwaan, dan bahwa bila mereka mene-gakkan hal itu, niscaya tipu daya musuh mereka tidak akan me-mudaratkan mereka sedikit pun. Sesungguhnya Allah meliputi mereka semua, perbuatan-perbuatan mereka, tipu daya mereka yang mereka gencarkan terhadap kalian, dan sungguh Allah telah berjanji kepada kalian ketika kalian menegakkan ketakwaan, bahwa mereka tidak akan memudaratkan kalian sedikit pun, maka janganlah kalian bersedih dengan terjadinya hal tersebut. "},{"id":547,"sura":3,"from_aya":121,"to_aya":127,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan (ingatlah), ketika kamu berangkat pada pagi hari dari (rumah) keluargamu, akan menempatkan para Mukmin di bebe-rapa tempat untuk berperang. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, ketika dua golongan darimu ingin (mundur) karena takut, padahal Allah adalah penolong bagi kedua golongan itu. Oleh karena itu, hendaklah karena Allah saja orang-orang Mukmin bertawakal. Sungguh Allah telah menolongmu dalam perang Badar, padahal kamu (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya. (Ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang Mukmin, 'Apakah tidak cukup bagimu Allah membantumu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit).' Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bertakwa dan mereka datang menyerangmu dengan seketika itu juga, niscaya Rabbmu menolongmu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda. Dan Allah tidak menjadikan pem-berian bala bantuan itu melainkan sebagai kabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tentram hatimu karenanya. Dan tidak-lah kemenanganmu itu melainkan dari Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. (Allah menolongmu dalam perang Badar dan memberi bantuan itu) untuk membinasakan segolongan orang-orang yang kafir, atau untuk menjadikan mereka hina, lalu mereka kembali dengan tiada memperoleh apa-apa.\" (Ali Imran: 121-127)."},{"id":548,"sura":3,"from_aya":121,"to_aya":121,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(121) Itu adalah pada perang Uhud ketika Nabi \ufdfa pergi bersama kaum Muslimin, di saat kaum musyrikin dengan kelom-pok mereka telah sampai pada tempat yang dekat dari Uhud, lalu beliau menempatkan mereka pada posisi mereka masing-masing, mengatur mereka secara tertib pada kedudukan mereka dengan suatu pengaturan yang sangat cemerlang, yang menunjukkan akan kematangan pikirannya dan kemahirannya yang sempurna dalam urusan siasat perang, sebagaimana beliau sempurna dalam segala tindakan, \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0633\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064c       \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \ufd3f   \"dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Me-ngetahui\", maksudnya, tidak ada sesuatu pun dari urusan kalian yang tersembunyi dariNya."},{"id":549,"sura":3,"from_aya":122,"to_aya":122,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(122) \ufd3e \u0625\u0650\u0630\u06e1  \u0647\u064e\u0645\u0651\u064e\u062a  \u0637\u0651\u064e\u0627\u0653\u0626\u0650\u0641\u064e\u062a\u064e\u0627\u0646\u0650  \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0623\u064e\u0646  \u062a\u064e\u0641\u06e1\u0634\u064e\u0644\u064e\u0627 \ufd3f   \"Ketika dua golongan darimu ingin (mundur) karena takut,\" mereka itu adalah Bani Salimah dan Bani Haritsah, akan tetapi Allah menolong mereka disebabkan kasih sayangNya, perlindunganNya, dan bimbinganNya. \ufd3e \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649   \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0644\u06e1\u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u0650 \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"Oleh karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang Mukmin bertawakal\", karena bila mereka bertawakal kepadaNya, niscaya Allah akan mencukupi, menolong mereka, dan melindungi mereka dari tertimpa oleh sesuatu yang dapat memudaratkan bagi agama dan dunia mereka.\nDalam ayat ini dan yang semisalnya mengandung hukum kewajiban bertawakal dan bahwa sebesar keimanan seseorang maka sebesar itu pulalah tawakalnya. Dan tawakal itu adalah bersandar-nya seorang hamba kepada Rabbnya dalam memperoleh manfaat dan menolak mudarat dari dirinya."},{"id":550,"sura":3,"from_aya":0,"to_aya":0,"type":"\u062a\u0645\u0647\u064a\u062f \u0644\u0644\u0622\u064a\u0627\u062a","text":"Dan tatkala Allah menyebutkan tentang keadaan mereka dalam perang Uhud dan apa yang terjadi pada mereka berupa musibah, maka Allah juga menyebutkan pertolongan Allah dan nikmatNya atas mereka pada perang Badar, agar mereka bersyukur kepada Rabb mereka dan agar hal itu dapat meringankan kejadian pada perang Uhud tersebut. Lalu Allah berfirman,"},{"id":551,"sura":3,"from_aya":123,"to_aya":123,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(123) Dan ingatlah ketika \ufd3e \u0646\u064e\u0635\u064e\u0631\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0628\u0650\u0628\u064e\u062f\u06e1\u0631\u0656   \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u06e1   \u0623\u064e\u0630\u0650\u0644\u0651\u064e\u0629\u065e\u06d6 \ufd3f   \"Allah telah menolongmu dalam perang Badar, padahal kamu (ketika itu) orang-orang yang lemah\" dari segi jumlah dan perlengkapan kalian. Saat itu kaum Muslimin berjumlah tiga ratus sekian belas dengan kuda yang sedikit dan senjata yang usang, padahal musuh mereka ham-pir mencapai seribu pasukan, dengan perlengkapan senjata yang mumpuni, \ufd3e \u0641\u064e\u0671\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1 \u062a\u064e\u0634\u06e1\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuriNya\", Yang telah memberikan karuniaNya atas kalian dengan pertolonganNya."},{"id":552,"sura":3,"from_aya":124,"to_aya":124,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(124) \ufd3e \u0625\u0650\u0630\u06e1  \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \ufd3f   \"(Ingatlah), ketika kamu mengatakan\" seraya memberikan kabar gembira \ufd3e \u0644\u0650\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"kepada kaum Mukminin\" demi meneguhkan hati mereka, \ufd3e \u0623\u064e\u0644\u064e\u0646  \u064a\u064e\u0643\u06e1\u0641\u0650\u064a\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0623\u064e\u0646  \u064a\u064f\u0645\u0650\u062f\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645  \u0628\u0650\u062b\u064e\u0644\u064e\u0670\u062b\u064e\u0629\u0650  \u0621\u064e\u0627\u0644\u064e\u0670\u0641\u0656  \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u0644\u064e\u0670\u0653\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u0650      \u0645\u064f\u0646\u0632\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Apakah tidak cukup bagimu Allah membantumu dengan tiga ribu ma-laikat yang diturunkan (dari langit)?\""},{"id":553,"sura":3,"from_aya":125,"to_aya":125,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(125) \ufd3e \u0628\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670\u0653\u06da       \u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0635\u06e1\u0628\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0648\u064e\u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627\u0652   \u0648\u064e\u064a\u064e\u0623\u06e1\u062a\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645  \u0645\u0651\u0650\u0646  \u0641\u064e\u0648\u06e1\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1    \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \ufd3f   \"Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bertakwa, dan mereka datang menyerangmu dengan seketika itu juga\", maksudnya, turunnya mereka (para malaikat tersebut) adalah dalam kondisi seperti ini, \ufd3e \u064a\u064f\u0645\u06e1\u062f\u0650\u062f\u06e1\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645  \u0628\u0650\u062e\u064e\u0645\u06e1\u0633\u064e\u0629\u0650  \u0621\u064e\u0627\u0644\u064e\u0670\u0641\u0656  \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u0644\u064e\u0670\u0653\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u0650  \u0645\u064f\u0633\u064e\u0648\u0651\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"niscaya Allah menolongmu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda,\" yaitu, mengajarkan tanda-tanda para pemberani.\nPara ulama berbeda pendapat tentang pertolongan itu, apa-kah dengan para malaikat secara langsung ikut berperang sebagai-mana yang dikatakan oleh sebagian ulama, atau pertolongan itu berupa peneguhan dari Allah bagi hamba-hambaNya yang Mukmin, dan menjatuhkan rasa takut pada hati kaum musyrikin sebagai-mana yang dikatakan oleh sebagian besar ahli tafsir, yang dapat menjadi dasarnya adalah Firman Allah,"},{"id":554,"sura":3,"from_aya":126,"to_aya":126,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(126) \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627  \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627      \u0628\u064f\u0634\u06e1\u0631\u064e\u0649\u0670  \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u0644\u0650\u062a\u064e\u0637\u06e1\u0645\u064e\u0626\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064f\u0643\u064f\u0645  \u0628\u0650\u0647\u0650\u06e6\u06d7       \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627    \u0671\u0644\u0646\u0651\u064e\u0635\u06e1\u0631\u064f   \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627  \u0645\u0650\u0646\u06e1  \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u0650 \u0671\u0644\u06e1\u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u0650 \ufd3f     \"Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai kabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tentram hatimu karenanya. Dan tidaklah kemenanganmu itu melainkan dari Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.\" Dalam hal ini, seorang hamba tidak boleh bersandar kepada sebab-sebab, akan tetapi dia harus bersandar kepada Allah, sedangkan terjadinya sebab-sebab itu semata-mata merupakan ketenangan bagi hati dan keteguhan atas kebaikan."},{"id":555,"sura":3,"from_aya":127,"to_aya":127,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(127) \ufd3e \u0644\u0650\u064a\u064e\u0642\u06e1\u0637\u064e\u0639\u064e  \u0637\u064e\u0631\u064e\u0641\u0657\u0627    \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652  \u0623\u064e\u0648\u06e1  \u064a\u064e\u0643\u06e1\u0628\u0650\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1 \u0641\u064e\u064a\u064e\u0646\u0642\u064e\u0644\u0650\u0628\u064f\u0648\u0627\u0652 \u062e\u064e\u0627\u0653\u0626\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"(Allah menolong-mu dalam perang Badar dan memberi bala bantuan itu), untuk membina-sakan segolongan orang-orang yang kafir, atau untuk menjadikan mereka hina lalu mereka kembali dengan tiada memperoleh apa-apa\", maksud-nya, pembelaan Allah terhadap hamba-hambaNya yang Mukmin tidaklah melebihi batas dari sekedar membinasakan sekelompok dari kaum kafir atau mereka kembali dengan kemarahan di hati mereka dalam keadaan tidak mendapatkan kebaikan, sebagaimana Allah memulangkan mereka pada perang Khandaq setelah mereka datang dengan niat bulat dan kekuatan, lalu Allah mengembalikan mereka dengan kemarahan di hati mereka dan kesia-siaan. "},{"id":556,"sura":3,"from_aya":128,"to_aya":128,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Tak ada sedikit pun campur tanganmu dalam urusan mereka itu atau Allah menerima taubat mereka, atau mengazab mereka, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang zhalim.\" (Ali Imran: 128)."},{"id":557,"sura":3,"from_aya":128,"to_aya":128,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(128) Ketika Nabi \ufdfa tertimpa musibah pada perang Uhud hingga gigi depan beliau patah, kepala beliau terluka, beliau ber-sabda, \n\u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u064a\u064f\u0641\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064c \u0634\u064e\u062c\u0651\u064f\u0648\u0652\u0627 \u0646\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0633\u064e\u0631\u064f\u0648\u0652\u0627 \u0631\u064e\u0628\u064e\u0627\u0639\u0650\u064a\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f.\n\"Bagaimana (mungkin) akan beruntung suatu kaum yang telah melukai wajah Nabi mereka dan memecahkan giginya.\"[6] \nMaka Allah menurunkan ayat di atas, dan menjelaskan bahwa segala urusan itu milik Allah dan bahwa Rasulullah \ufdfa tidak memiliki wewenang sedikit pun, karena beliau hanyalah seorang hamba dari hamba-hamba Allah, sedang mereka semuanya ada di bawah penghambaan kepada Rabb, mereka itu adalah yang diatur, bukan yang mengatur. Dan mereka yang telah engkau doakan ke-burukan wahai Rasul, atau yang telah engkau mustahilkan men-dapatkan petunjuk dan keberuntungan, bila Allah menghendaki, niscaya Dia mengampuni mereka, dan memberi mereka taufik masuk ke dalam Islam, dan itu telah dilakukan olehNya, karena mayoritas dari orang-orang tersebut telah diberi hidayah oleh Allah sehingga mereka masuk Islam. Dan bila Allah kehendaki, Dia pun akan menyiksa mereka karena mereka adalah orang-orang yang zhalim yang berhak mendapatkan hukuman dan siksa dari Allah."},{"id":558,"sura":3,"from_aya":129,"to_aya":129,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Kepunyaan Allah sesuatu yang ada di langit dan yang ada di bumi. Dia memberi ampun kepada siapa yang Dia kehendaki dan Dia menyiksa siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.\" (Ali Imran: 129)."},{"id":559,"sura":3,"from_aya":129,"to_aya":129,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(129) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 mengabarkan bahwa Dia-lah yang mengatur segala alam yang di langit maupun di bumi. Dan bahwasanya Allah memberi taubat kepada siapa yang dikehendakiNya lalu mengampuninya, dan menghinakan siapa yang dikehendakiNya sehingga Dia menyiksanya. \n\ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u065e \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u065e \ufd3f   \"Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penya-yang.\" Maka di antara sifatNya yang pasti adalah kesempurnaan ampunan dan kasih sayang, dan adanya tuntutan dari kesempur-naan itu pada penciptaan dan pengaturan, maka Dia mengampuni orang-orang yang bertaubat dan memberikan kasih sayangNya kepada orang yang melaksanakan sebab-sebab yang mengharus-kannya mendapatkan kasih sayang, Allah berfirman, \n\ufd3e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0648\u064e\u0671\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e  \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u062a\u064f\u0631\u06e1\u062d\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e  132   \ufd3f\n\"Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat.\" (Ali Imran: 132).[7] "},{"id":560,"sura":3,"from_aya":0,"to_aya":0,"type":"\u0646\u062c\u0648\u0645","text":""},{"id":561,"sura":3,"from_aya":0,"to_aya":0,"type":"\u0645\u0642\u062f\u0645\u0629 \u0627\u0644\u0645\u062c\u0644\u062f","text":"F[8]\nSegala puji bagi Allah, kami memujiNya dan memohon per-tolonganNya, kami meminta ampunanNya dan berlindung kepa-daNya dari kejahatan jiwa kami dan kejelekan amal kami. Barang-siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada seorang pun yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan (oleh Allah), maka tidak ada seorang pun yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan (yang berhak di-sembah) kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan RasulNya. Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman,"},{"id":562,"sura":3,"from_aya":130,"to_aya":136,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir. Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat. Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yang menafkah-kan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun untuk dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa kecuali Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalam-nya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.\" (Ali Imran: 130-136)."},{"id":563,"sura":3,"from_aya":130,"to_aya":130,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(130) Telah berlalu pada mukadimah tafsir ini bahwa se-orang hamba seyogyanya memperhatikan perintah dan larangan pada dirinya dan orang lain. Dan bahwasanya Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 apabila memerintahkan kepadanya suatu perintah, maka dia wajib pertama kali mengetahui batasannya dan apa yang diperintahkan tersebut agar dia mampu menaati hal tersebut, dan apabila dia telah menge-tahui hal itu, maka hendaklah berusaha dan memohon pertolongan kepada Allah untuk menaatinya pada dirinya maupun pada orang lain sesuai dengan kemampuannya dan kapasitasnya. \nDemikian pula bila dia dilarang dari sesuatu, dia mengetahui batasannya dan hal-hal yang termasuk di dalamnya dan yang tidak termasuk, kemudian dia berusaha dan memohon pertolongan dari Rabbnya dalam meninggalkannya, dan bahwasanya hal ini wajib untuk diperhatikan dalam segala perintah Allah dan laranganNya. \nAyat-ayat yang mulia ini terkandung di dalamnya berbagai perintah dan perkara dari perkara-perkara kebaikan. Allah meme-rintahkan kepadanya dan menganjurkan untuk mengamalkannya, lalu Allah mengabarkan tentang balasan pelakunya, dan mengabar-kan larangan-larangan yang dianjurkan untuk ditinggalkan.\nBarangkali hikmah -wallahu a'lam \u2013 dalam memasukkan ayat-ayat ini di sela-sela kisah perang Uhud adalah seperti yang telah dijelaskan bahwasanya Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 telah berjanji kepada hamba-hambaNya yang Mukmin yaitu apabila mereka bersabar dan ber-takwa niscaya Allah akan membela mereka dalam menghadapi musuh-musuh mereka dan menghinakan musuh untuk mereka, sebagaimana pada Firman Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649, \n\ufd3e  \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0635\u06e1\u0628\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652   \u0648\u064e\u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0644\u064e\u0627   \u064a\u064e\u0636\u064f\u0631\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u06e1 \u0643\u064e\u064a\u06e1\u062f\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1 \u0634\u064e\u064a\u06e1\u0640\u0654\u064b\u0627\u06d7       \ufd3f \n\"Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikit pun tidak mendatangkan kemudaratan kepadamu.\" (Ali Imran: 120).\nKemudian Allah berfirman,\n\ufd3e  \u0625\u0650\u0646  \u062a\u064e\u0635\u06e1\u0628\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0648\u064e\u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0648\u064e\u064a\u064e\u0623\u06e1\u062a\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645  \u0645\u0651\u0650\u0646  \u0641\u064e\u0648\u06e1\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1    \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627  \u064a\u064f\u0645\u06e1\u062f\u0650\u062f\u06e1\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645 \ufd3f \n\"Jika kamu bersabar dan bertakwa, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu.\" (Ali Imran: 125). \nSeakan-akan jiwa merindukan pengetahuan akan sifat-sifat ketakwaan yang akan mengakibatkan adanya pertolongan, keme-nangan, dan kebahagiaan, maka Allah menyebutkan dalam ayat-ayat ini sifat-sifat ketakwaan yang terpenting yang mana bila se-orang hamba menunaikannya, niscaya pelaksanaannya terhadap hal yang lain lebih utama dan lebih patut.\nDan dasar dari pernyataan yang telah kami katakan, adalah bahwa Allah telah menyebutkan lafazh takwa pada ayat-ayat ini sebanyak tiga kali, sekali berbentuk muthlaq yaitu FirmanNya, \ufd3e \u0623\u064f\u0639\u0650\u062f\u0651\u064e\u062a\u06e1     \u0644\u0650\u0644\u06e1\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa\", dan dua kali berbentuk muqayyad dalam FirmanNya, \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \ufd3f   \"Bertak-walah kamu kepada Allah\" dan, \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u064e \ufd3f   \"Dan peliharalah dirimu dari api neraka.\"\nDan Firman Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649, \ufd3e \u064a\u064e\u0670\u0653\u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"Hai orang-orang yang beriman,\" setiap yang ada dalam al-Qur`an berupa Firman Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649, \"Hai orang-orang yang beriman, lakukan ini atau tinggalkan-lah ini,\" menunjukkan bahwa keimanan itu adalah penyebab yang mendorong dan mengharuskan untuk menaati perintah atau men-jauhi larangan tersebut, karena keimanan itu adalah keyakinan yang total kepada perkara yang memang wajib untuk diyakini yang menuntut terwujudnya perbuatan anggota tubuh. Maka Allah melarang mereka dari memakan riba dengan berlipat-lipat ganda, di mana hal itu adalah perkara yang telah biasa dilakukan oleh orang-orang jahiliyah dan orang-orang yang tidak mempedu-likan perkara-perkara syariat, yaitu bila jatuh tempo hutang atas seorang yang sedang kesulitan sementara dia tidak memiliki apa-apa untuk menunaikannya, maka mereka berkata kepadanya, \"Kamu harus menunaikan hutangmu atau kami menambah tempo pelunasan hutang itu dengan menambah bunga hutang dalam tanggunganmu.\" Maka orang fakir terpaksa harus membayar ke-pada pemilik hutang, dan konsisten terhadap hal itu demi meraih ketenangan hatinya yang bersifat sementara hingga bertambahlah hutang (yang harus dilunasinya) dengan berlipat-lipat ganda tanpa ada manfaat dan pemanfaatannya.\nMaka dalam FirmanNya, \ufd3e \u0623\u064e\u0636\u06e1\u0639\u064e\u0670\u0641\u0657\u0627  \u0645\u0651\u064f\u0636\u064e\u0670\u0639\u064e\u0641\u064e\u0629\u0657\u06d6 \ufd3f   \"Dengan berlipat ganda,\" terdapat peringatan terhadap kekejian yang besar disebab-kan banyaknya dan peringatan terhadap hikmah di balik pengha-ramannya, dan bahwasanya hikmah di balik pengharaman riba adalah bahwa Allah melarang dari hal tersebut karena mengan-dung kezhaliman. Hal tersebut karena Allah mewajibkan untuk menangguhkan orang yang sedang dalam kondisi sulit dan mem-biarkan hutang itu (seperti semula) tanpa ada tambahan. Maka mengharuskan (pembayaran hutang) dengan yang lebih dari itu merupakan tindakan kezhaliman yang berlipat-lipat.\nOleh karena itu, wajiblah atas seorang Mukmin yang bertak-wa meninggalkan hal itu dan tidak mendekat kepadanya, karena meninggalkan hal tersebut termasuk konsekuensi ketakwaan, dan keberuntungan itu tergantung pada ketakwaan. Karena itu Allah berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e   \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1 \u062a\u064f\u0641\u06e1\u0644\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"Bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.\""},{"id":564,"sura":3,"from_aya":131,"to_aya":131,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(131) \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u064e   \u0671\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a\u0653  \u0623\u064f\u0639\u0650\u062f\u0651\u064e\u062a\u06e1  \u0644\u0650\u0644\u06e1\u0643\u064e\u0670\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir,\" dengan cara meninggalkan hal-hal yang menjerumuskan ke dalamnya, berupa kekufuran dan kemaksiatan dengan perbedaan tingkatannya, karena seluruh kemaksiatan, khususnya kemaksiatan yang besar, akan menyeret kepada kekufuran, bahkan ia merupakan sifat dari kekufuran yang telah Allah siapkan neraka bagi pelaku-pelakunya. \nMaka meninggalkan kemaksiatan akan menyelamatkan dari api neraka dan menjaga diri dari kemurkaan Yang Mahakuasa. Sedang perbuatan-perbuatan baik dan ketaatan akan mendapatkan ridha Allah, masuk ke dalam surga dan memperoleh rahmat. Oleh karena itu, Allah berfirman;"},{"id":565,"sura":3,"from_aya":132,"to_aya":132,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(132) \ufd3e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0648\u064e\u0671\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e \ufd3f   \"Dan taatilah Allah dan Rasul\" dengan melaksanakan perintah sebagai bentuk ketaatan dan menjauhi larangan, \ufd3e \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1 \u062a\u064f\u0631\u06e1\u062d\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"agar kalian mendapat rahmat.\" Taat ke-pada Allah dan RasulNya adalah termasuk sebab-sebab mendapat-kan rahmat, sebagaimana Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \n\ufd3e \u0648\u064e\u0631\u064e\u062d\u06e1\u0645\u064e\u062a\u0650\u064a \u0648\u064e\u0633\u0650\u0639\u064e\u062a\u06e1 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0634\u064e\u064a\u06e1\u0621\u0656\u06da   \u0641\u064e\u0633\u064e\u0623\u064e\u0643\u06e1\u062a\u064f\u0628\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u064a\u064f\u0624\u06e1\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e     \u0671\u0644\u0632\u0651\u064e\u0643\u064e\u0648\u0670\u0629\u064e \ufd3f\n\"Dan rahmatKu meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmatKu untuk orang-orang yang bertakwa dan yang menunaikan zakat.\" (Al-A'raf: 156)."},{"id":566,"sura":3,"from_aya":133,"to_aya":133,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(133) Kemudian Allah memerintahkan mereka untuk ber-segera menuju ampunanNya dan menggapai surgaNya yang luas-nya seluas langit dan bumi, lalu bagaimanakah dengan (kadar) panjangnya yang disiapkan bagi orang-orang yang bertakwa? Me-reka itu adalah penghuni-penghuninya dan perbuatan-perbuatan ketakwaanlah yang akan menyampaikan kepadanya."},{"id":567,"sura":3,"from_aya":134,"to_aya":134,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(134) Kemudian Allah menjelaskan tentang sifat orang-orang yang bertakwa dan perbuatan-perbuatan mereka seraya berfirman, \ufd3e \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e    \u0641\u0650\u064a \u0671\u0644\u0633\u0651\u064e\u0631\u0651\u064e\u0627\u0653\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0671\u0644\u0636\u0651\u064e\u0631\u0651\u064e\u0627\u0653\u0621\u0650 \ufd3f   \"(Yaitu) orang-orang yang menaf-kahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit,\" yaitu, pada saat kondisi mereka sedang sulit atau kondisi mereka sedang lapang. Bila mereka sedang lapang, maka mereka akan memper-banyak infak, dan bila mereka sedang kesulitan, maka mereka tidak menganggap remeh suatu kebaikan walaupun (hanya) sedikit (saja).\n\ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0643\u064e\u0670\u0638\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u0671\u0644\u06e1\u063a\u064e\u064a\u06e1\u0638\u064e \ufd3f   \"Dan orang-orang yang menahan amarahnya,\" yaitu, bila terjadi dari orang lain tindakan yang menyakitkan ter-hadapnya yang menimbulkan kemarahan yaitu hati yang penuh dengan kedongkolan yang akan menimbulkan balas dendam de-ngan perkataan maupun perbuatan. Mereka itu tidaklah bertindak menurut tabiat kemanusiaannya, akan tetapi mereka menahan apa yang ada dalam hati mereka disebabkan kemarahan, dan mengha-dapi orang yang berbuat jelek kepadanya itu dengan kesabaran.\n\ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0639\u064e\u0627\u0641\u0650\u064a\u0646\u064e   \u0639\u064e\u0646\u0650  \u0671\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650\u06d7 \ufd3f   \"Dan memaafkan (kesalahan) orang.\" Termasuk dalam tindakan memaafkan orang adalah memaafkan segala hal yang terjadi dari orang yang telah berbuat jelek kepada kita dengan perkataan maupun perbuatan. Memaafkan itu sangat lebih baik daripada (hanya) sekedar menahan amarah, karena memaafkan itu adalah tindakan meninggalkan balas dendam disertai dengan bentuk kelapangan dada terhadap orang yang berbuat jelek. Itu hanya dapat terjadi dari orang-orang yang menghiasi dirinya dengan akhlak yang terpuji dan jauh dari akhlak yang tercela, dan dari orang-orang yang bertransaksi dengan Allah dan memaafkan hamba-hamba Allah sebagai suatu kasih sayang terhadap mereka dan tindakan kebajikan kepada mereka, benci dari keburukan yang menimpa mereka agar Allah mengampuni dirinya sehingga dia mendapatkan pahala di sisi Allah yang Mahamulia, dan bukan dari hamba yang miskin, sebagaimana Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \n\ufd3e \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646\u06e1     \u0639\u064e\u0641\u064e\u0627   \u0648\u064e\u0623\u064e\u0635\u06e1\u0644\u064e\u062d\u064e  \u0641\u064e\u0623\u064e\u062c\u06e1\u0631\u064f\u0647\u064f\u06e5  \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650\u06da     \ufd3f \n\"Maka barangsiapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas (tanggungan) Allah.\" (Asy-Syura: 40).\nKemudian Allah menyebutkan kondisi yang lebih umum daripada yang lainnya dan lebih baik, lebih tinggi dan lebih utama, yaitu berbuat kebajikan (al-Ihsan), Allah berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u062d\u06e1\u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.\" Kebajikan itu ada dua macam: Berbuat baik pada perkara ibadah kepada Sang Pencipta dan berbuat baik kepada para makhluk.\nDan Ihsan dalam perkara ibadah kepada Sang Pencipta telah ditafsirkan oleh Nabi \ufdfa dengan sabdanya, \n\u0623\u064e\u0646\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u064e \u0643\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u062a\u064e\u0631\u064e\u0627\u0647\u064f \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0646\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0627\u0647\u064f \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0631\u064e\u0627\u0643\u064e.\n\"Engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihatNya, dan bila engkau tidak melihatNya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.\"[9]\nAdapun berbuat baik kepada para makhluk yaitu memberi-kan manfaat yang bersifat agama maupun duniawi kepada mereka dan menghindarkan mereka dari kemudaratan yang bersifat agama maupun duniawi, sehingga termasuk dalam kategori itu adalah memerintahkan mereka kepada yang ma'ruf dan melarang mereka dari yang mungkar, mengajarkan orang yang bodoh di antara mereka, menasihati masyarakat umum maupun khusus, berusaha dalam menyatukan kalimat mereka, menyalurkan segala macam sedekah, infak yang wajib maupun yang sunnah kepada mereka dengan berbagai perbedaan kondisi dan karakter mereka. Terma-suk juga dalam hal itu adalah mengerahkan kedermawanan hati, menolak keburukan dan bersabar atas gangguan, sebagaimana Allah menjelaskan tentang sifat orang-orang yang bertakwa dalam ayat ini."},{"id":568,"sura":3,"from_aya":0,"to_aya":0,"type":"\u062a\u0645\u0647\u064a\u062f \u0644\u0644\u0622\u064a\u0627\u062a","text":"Maka barangsiapa yang melaksanakan perkara-perkara ter-sebut, ia telah menegakkan hak-hak Allah dan hak-hak hambaNya. Kemudian Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 menyebutkan tentang alasan mereka kepada Tuhan mereka dari kejahatan dan dosa-dosa mereka, seraya ber-firman,"},{"id":569,"sura":3,"from_aya":135,"to_aya":135,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(135) \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627   \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0641\u064e\u0670\u062d\u0650\u0634\u064e\u0629\u064b \u0623\u064e\u0648\u06e1   \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri,\" maksudnya, telah terjadi perbuatan-perbuatan buruk yang besar atau yang kecil yang dilakukan oleh mereka, lalu mereka segera bertaubat dan meminta ampunan, mereka mengingat Rabb mereka dan ancamanNya bagi orang-orang yang berbuat maksiat dan apa yang dijanjikan bagi orang-orang yang bertakwa. Maka mereka memohon ampunan padaNya atas dosa-dosa mereka itu, menutup aib-aib mereka, disertai dengan tindakan mereka meninggalkan-nya hingga akar-akarnya dan menyesalinya. Karena itulah Allah berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u06e1 \u064a\u064f\u0635\u0650\u0631\u0651\u064f\u0648\u0627\u0652   \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670  \u0645\u064e\u0627  \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1 \u064a\u064e\u0639\u06e1\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f     \"Dan mereka tidak menerus-kan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.\""},{"id":570,"sura":3,"from_aya":136,"to_aya":136,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(136) \ufd3e \u0623\u064f\u0648\u0652\u0644\u064e\u0670\u0653\u0626\u0650\u0643\u064e  \ufd3f \"Mereka itu.\" Yaitu, orang-orang yang bersifat dengan sifat-sifat tersebut, \ufd3e \u062c\u064e\u0632\u064e\u0627\u0653\u0624\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u063a\u06e1\u0641\u0650\u0631\u064e\u0629\u065e  \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1\u06d7 \ufd3f   \"balasannya ialah am-punan dari Rabb mereka\" yang menghapus dari mereka segala hal yang dikhawatirkan, \ufd3e \u0648\u064e\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0670\u062a\u065e \u062a\u064e\u062c\u06e1\u0631\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062d\u06e1\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0646\u06e1\u0647\u064e\u0670\u0631\u064f \ufd3f   \"dan surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai\", di dalamnya tersimpan kenik-matan yang abadi, kebahagiaan, kesenangan, kemuliaan, kebaikan, kemenangan, istana-istana, rumah-rumah yang indah lagi tinggi, pohon-pohon yang berbuah lagi ranum, sungai-sungai yang me-ngalir pada kediaman-kediaman yang baik tersebut. \n\ufd3e \u062e\u064e\u0670\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e   \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627\u06da \ufd3f   \"Mereka kekal di dalamnya\", mereka tidak akan keluar darinya dan tidak pula mencari penggantinya serta kenik-matan yang mereka rasakan di dalamnya tidak akan dirubah, \ufd3e \u0648\u064e\u0646\u0650\u0639\u06e1\u0645\u064e     \u0623\u064e\u062c\u06e1\u0631\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u0639\u064e\u0670\u0645\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.\" Mereka beramal karena Allah (hanya) sedikit, namun diberikan ganjaran yang banyak. Di Shubuh hari, orang-orang yang der-mawan bertahmid kepada Allah (atas apa yang diberikan kepada mereka di malam hari). Dan pada Hari Pembalasan, seorang yang beramal akan mendapatkan ganjarannya secara penuh dan sem-purna.\nAyat-ayat yang mulia ini menjadi dalil-dalil bagi Ahlus Sunnah wal Jama'ah, bahwa \"perbuatan itu\" termasuk dalam iman, berbeda dengan golongan Murji`ah. Dan sisi penunjukan ayat tersebut hanya bisa sempurna (bila) disertai dengan penyebutan ayat 21 dalam Surat al-Hadid, partner ayat ini, yaitu FirmanNya,\n\ufd3e \u0633\u064e\u0627\u0628\u0650\u0642\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652  \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670  \u0645\u064e\u063a\u06e1\u0641\u0650\u0631\u064e\u0629\u0656  \u0645\u0651\u0650\u0646  \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064d  \u0639\u064e\u0631\u06e1\u0636\u064f\u0647\u064e\u0627  \u0643\u064e\u0639\u064e\u0631\u06e1\u0636\u0650        \u0671\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0653\u0621\u0650       \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0631\u06e1\u0636\u0650  \u0623\u064f\u0639\u0650\u062f\u0651\u064e\u062a\u06e1  \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0628\u0650\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0648\u064e\u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u0650\u0647\u0650\u06e6\u06da     \ufd3f \n\"Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Rabbmu dan (kepada) surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang Nya.\" (Al-Hadid: 21). \nDalam ayat ini tidak disebutkan kecuali kata iman kepada Allah dan kepada RasulNya sementara dalam ayat Ali Imran ini disebutkan, \ufd3e \u0623\u064f\u0639\u0650\u062f\u0651\u064e\u062a\u06e1  \u0644\u0650\u0644\u06e1\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.\" Kemudian Allah menjelaskan tentang sifat-sifat mereka dengan amalan-amalan yang bersifat badan maupun harta, se-hingga menunjukkan bahwa orang-orang yang bertakwa itu adalah, \"orang-orang yang disifati dengan sifat-sifat tersebut,\" dan mereka itulah orang-orang yang beriman. "},{"id":571,"sura":3,"from_aya":137,"to_aya":138,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":" Kemudian Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman,\n\"Sungguh telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). (Al-Qur`an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.\" (Ali Imran: 137-138)."},{"id":572,"sura":3,"from_aya":137,"to_aya":137,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(137) Ayat-ayat yang mulia ini dan yang setelahnya yang menyebutkan tentang kisah perang Uhud, Allah menghibur (de-ngannya) hamba-hambaNya yang beriman dan menenangkan hati mereka. Kemudian Allah mengabarkan kepada mereka bahwasa-nya telah berlalu umat dan kaum yang silih berganti, yang telah diberikan ujian, dan kaum Mukminin dari mereka diberikan ujian dengan memerangi kaum kafir. Dan mereka terus senantiasa da-lam peperangan dan pertempuran hingga Allah memberikan akibat yang baik itu bagi orang-orang yang bertakwa dan kemenangan bagi hamba-hambaNya yang beriman. Dan pada akhirnya, orang-orang yang berdusta tertimpa kekalahan dan Allah menghinakan mereka dengan membela para rasulNya, beserta para pengikut mereka.\n\ufd3e \u0641\u064e\u0633\u0650\u064a\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0631\u06e1\u0636\u0650 \ufd3f     \"Karena itu berjalanlah kamu di muka bumi\" dengan tubuh dan hati kalian, \ufd3e \u0641\u064e\u0671\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0643\u064e\u064a\u06e1\u0641\u064e     \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0670\u0642\u0650\u0628\u064e\u0629\u064f     \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).\" Kalian tidak akan menemukan mereka kecuali dalam keadaan mereka disiksa dengan berbagai macam hukuman dunia, negeri mereka hancur, kerugian mereka sangatlah jelas oleh setiap orang, ke-agungan dan kekuasaan mereka telah hilang, dan kegagahan dan kesombongan mereka lenyap. Bukankah dalam fakta ini ada dalil yang paling besar dan bukti yang paling akurat atas syariat yang dibawa oleh seluruh rasul dan hikmah Allah dalam menguji hamba-hambaNya, agar terlihat jelas dan terang orang-orang yang benar dari orang-orang yang dusta? Karena itulah Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman,"},{"id":573,"sura":3,"from_aya":138,"to_aya":138,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(138) \ufd3e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u064e\u0627\u0646\u065e     \u0644\u0651\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \ufd3f   \"Ini adalah penerangan bagi seluruh manu-sia,\" maksudnya, indikasi yang jelas yang menjelaskan kepada manusia kebenaran dari kebatilan, orang-orang yang bahagia dari orang-orang yang sengsara. Itu merupakan petunjuk kepada azab yang telah ditimpakan oleh Allah kepada orang-orang yang men-dustakan rasul.\n\ufd3e \u0648\u064e\u0647\u064f\u062f\u0657\u0649  \u0648\u064e\u0645\u064e\u0648\u06e1\u0639\u0650\u0638\u064e\u0629\u065e  \u0644\u0651\u0650\u0644\u06e1\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa,\" karena mereka itulah orang-orang yang me-manfaatkan ayat-ayat tersebut hingga mengarahkan mereka kepada jalan yang lurus dan memberi nasihat serta menjauhkan mereka dari jalan kebatilan. Adapun bagi orang-orang selain mereka, maka hal tersebut merupakan penjelasan yang akan menjadi hujjah atas keburukan mereka dari Allah hingga celakalah orang-orang yang celaka setelah keterangan yang jelas. Isyarat dalam ayat, \ufd3e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627  \u0628\u064e\u064a\u064e\u0627\u0646\u065e  \u0644\u0651\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \ufd3f   \"Ini adalah penerangan bagi seluruh manusia,\" mengandung kemungkinan tertuju kepada al-Qur`an al-Azhim dan adz-Dzikr al-Hakim, dan bahwa al-Qur`an itu adalah penjelasan bagi manusia secara umum, petunjuk, dan pemberi nasihat bagi orang-orang yang bertakwa secara khusus, dan kedua makna tersebut adalah benar. "},{"id":574,"sura":3,"from_aya":139,"to_aya":143,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itu pun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikanNya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zhalim. Dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad darimu dan belum nyata orang-orang yang sabar? Sesungguhnya kamu mengharapkan mati (syahid) sebelum kamu menghadapinya; (sekarang) sungguh kamu telah melihatnya dan kamu menyaksikannya.\" (Ali Imran: 139-143)."},{"id":575,"sura":3,"from_aya":139,"to_aya":139,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(139) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman untuk menyemangatkan hamba-hambaNya yang beriman dan menguatkan tekad mereka serta membangkitkan keinginan mereka, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0647\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062d\u06e1\u0632\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati,\" maksudnya, janganlah kalian lemah semangat dan lemah pada tubuh kalian, dan janganlah kalian bersedih hati ketika kalian tertimpa oleh suatu musibah dan diuji dengan ujian seperti ini. Karena kesedihan dalam hati dan kelemahan pada tubuh (justru) akan menambah musibah pada diri kalian, dan akan menjadi faktor pembangkit (kemenangan) bagi musuh kalian atas diri kalian; akan tetapi kuat-kanlah hati kalian dan tegarkan, lalu buanglah kesedihan darinya hingga kalian kuat dalam memerangi musuh kalian. Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 telah menyebutkan bahwa tidaklah patut bagi mereka untuk lemah dan bersedih padahal mereka itu paling tinggi kedudukannya dalam keimanan dan mereka mengharap pertolongan Allah dan pahala-Nya. Karena itu seorang Mukmin yang mengharapkan sesuatu yang telah dijanjikan oleh Allah berupa balasan duniawi dan ukhrawi tidaklah patut baginya hal tersebut. Oleh karena itu, Allah ber-firman, \ufd3e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0639\u06e1\u0644\u064e\u0648\u06e1\u0646\u064e  \u0625\u0650\u0646  \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.\""},{"id":576,"sura":3,"from_aya":0,"to_aya":0,"type":"\u062a\u0645\u0647\u064a\u062f \u0644\u0644\u0622\u064a\u0627\u062a","text":"Kemudian Allah menghibur mereka karena mereka telah men-derita kekalahan, dan Allah menjelaskan tentang hikmah-hikmah yang agung yang berkaitan dengan hal tersebut seraya berfirman,"},{"id":577,"sura":3,"from_aya":140,"to_aya":140,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(140) \ufd3e \u0625\u0650\u0646  \u064a\u064e\u0645\u06e1\u0633\u064e\u0633\u06e1\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0642\u064e\u0631\u06e1\u062d\u065e  \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u06e1  \u0645\u064e\u0633\u0651\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0642\u064e\u0648\u06e1\u0645\u064e  \u0642\u064e\u0631\u06e1\u062d\u065e  \u0645\u0651\u0650\u062b\u06e1\u0644\u064f\u0647\u064f\u06e5\u06da \ufd3f   \"Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itu pun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa.\" Kalian dan mereka sungguh sama-sama menderita luka, akan tetapi kalian mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan, sebagaimana Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \n\ufd3e \u0625\u0650\u0646  \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652  \u062a\u064e\u0623\u06e1\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u064a\u064e\u0623\u06e1\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627           \u062a\u064e\u0623\u06e1\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e\u06d6       \u0648\u064e\u062a\u064e\u0631\u06e1\u062c\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0645\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0645\u064e\u0627  \u0644\u064e\u0627  \u064a\u064e\u0631\u06e1\u062c\u064f\u0648\u0646\u064e\u06d7       \ufd3f \n\"Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya mereka pun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan.\" (An-Nisa`: 104).\nDan di antara hikmah lain adalah bahwa dunia ini telah Allah berikan kepada orang yang beriman dan orang kafir, orang baik dan orang jahat. Begitulah Allah menggilir hari (masa kejayaan dan keruntuhan) di antara manusia, hari ini untuk kelompok itu dan hari yang lain untuk kelompok lainnya, karena negeri dunia ini musnah dan fana, hal ini tentunya berbeda dengan negeri akhirat, karena negeri itu khusus bagi orang-orang yang beriman.\n\ufd3e \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u064e\u0639\u06e1\u0644\u064e\u0645\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e     \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"Dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir).\" Ini juga di antara hikmah-hikmahnya, yaitu bahwa Allah menguji hamba-hambaNya dengan kekalahan dan musibah, agar nampak jelas antara Mukmin dan munafik. Karena bila kemenangan itu selalu bersama kaum Muk-minin dalam seluruh peperangannya, niscaya akan masuk ke dalam Islam orang-orang yang tidak menginginkannya, namun apabila terjadi beberapa bentuk cobaan pada beberapa peperangan mereka, niscaya akan jelaslah seorang Mukmin hakiki yang menghendaki Islam, baik dalam kondisi susah dan senang, sulit dan lapang dari orang yang tidak demikian, \ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064e \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0634\u064f\u0647\u064e\u062f\u064e\u0627\u0653\u0621\u064e\u06d7 \ufd3f   \"dan supaya sebagian kamu dijadikanNya (gugur sebagai) syuhada (orang-orang yang mati syahid).\"\nHal ini juga merupakan hikmah, karena syahid di sisi Allah adalah termasuk derajat yang paling tinggi, dan tidak ada jalan untuk memperolehnya kecuali dengan memperoleh sebab-sebab-nya. Ini merupakan rahmatNya bagi hamba-hambaNya yang beriman, yaitu dengan membuat untuk mereka sebab-sebab yang dibenci oleh jiwa agar Dia memberikan kepada mereka sesuatu yang mereka sukai dari derajat yang tinggi dan kenikmatan yang abadi.\n\ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f  \u0671\u0644\u0638\u0651\u064e\u0670\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zhalim,\" yaitu orang-orang yang menzhalimi diri mereka sendiri dan meninggalkan peperangan di jalanNya. Ayat ini menggam-barkan sebuah sindiran dengan mencela kaum munafik dan bahwa mereka itu dibenci oleh Allah. Oleh karena itu, Allah membuat mereka meninggalkan peperangan di jalanNya. Dan sekiranya mereka hendak ikut pergi, pastilah mereka akan mengadakan per-siapan untuk itu, akan tetapi Allah membenci keikutsertaan mereka hingga Allah membuat mereka meninggalkannya dan agar dikata-kan kepada mereka, \"Tinggallah bersama orang-orang yang tinggal (tidak ikut berperang).\""},{"id":578,"sura":3,"from_aya":141,"to_aya":141,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(141) \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u064f\u0645\u064e\u062d\u0651\u0650\u0635\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"Dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka).\" Ini juga termasuk hikmah lainnya yaitu bahwa Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 membersihkan kaum Mukminin dengan adanya cobaan itu dari dosa-dosa dan kekurangan mereka. Ini menunjukkan bahwa syahid dan berperang di jalan Allah itu menggugurkan dosa dan menghilangkan aib, dan juga Allah mem-bersihkan kaum Mukminin dari selain mereka dari kalangan kaum munafikin, hingga kaum Muslimin berlepas diri dari mereka dan mereka mengetahui siapa yang Mukmin dan siapa yang munafik.\nDan di antara hikmahnya juga adalah bahwa Allah menetap-kan hal itu untuk membinasakan orang-orang kafir, maksudnya, agar menjadi faktor penyebab mereka menjadi binasa dan berhak mendapatkan hukuman. Karena bila mereka menang, niscaya me-reka akan berbuat zhalim dan kesesatan akan bertambah di atas kesesatan mereka yang dengan kezhaliman itu mereka berhak disegerakan hukumannya sebagai suatu rahmat bagi hamba-hamba-Nya yang beriman. Kemudian Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman,"},{"id":579,"sura":3,"from_aya":142,"to_aya":142,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(142) \ufd3e \u0623\u064e\u0645\u06e1   \u062d\u064e\u0633\u0650\u0628\u06e1\u062a\u064f\u0645\u06e1  \u0623\u064e\u0646  \u062a\u064e\u062f\u06e1\u062e\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u06e1\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064e  \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627  \u064a\u064e\u0639\u06e1\u0644\u064e\u0645\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u062c\u064e\u0670\u0647\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627\u0652   \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u064a\u064e\u0639\u06e1\u0644\u064e\u0645\u064e  \u0671\u0644\u0635\u0651\u064e\u0670\u0628\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f     \"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad darimu dan belum nyata orang-orang yang sabar?\" Ini merupakan pertanyaan penolakan, maksudnya, janganlah kalian berpikir dan terlintas di benak kalian bahwa kalian akan masuk surga tanpa kesulitan dan menghadapi segala macam cobaan di jalan Allah dan dalam mencari keridhaan Allah. Karena surga itu merupakan puncak keinginan dan suatu yang paling utama untuk diperebutkan oleh orang-orang yang bersaing. Semakin besar keinginan, maka semakin besar pula sarana dan pekerjaan (yang dibutuhkan) untuk mencapainya, maka tidak-lah amal itu akan menyampaikan kepada ketenangan kecuali de-ngan meninggalkan (sifat) santai, dan tidaklah amal itu mendapat-kan kenikmatan kecuali dengan meninggalkan kenikmatan tersebut. Akan tetapi cobaan-cobaan dunia yang diderita oleh seorang hamba di jalan Allah ketika jiwa menempatinya dan terlatih dengannya serta mengetahui akibat dari itu semua, maka hal itu akan berbalik menjadi suatu anugerah bagi orang-orang yang memiliki hati nu-rani yang dalam, di mana mereka bahagia dengannya dan mereka tidak peduli dengan cobaan itu. Itu adalah karunia Allah yang di-berikan kepada orang yang dikehendakiNya. Kemudian Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 mengecam mereka dengan ketidaksabaran mereka terhadap suatu perkara yang sebenarnya mereka harapkan dan mereka inginkan seraya berfirman,"},{"id":580,"sura":3,"from_aya":143,"to_aya":143,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(143) \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u06e1  \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u06e1 \u062a\u064e\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0648\u06e1\u0646\u064e     \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u0648\u06e1\u062a\u064e  \u0645\u0650\u0646      \u0642\u064e\u0628\u06e1\u0644\u0650  \u0623\u064e\u0646  \u062a\u064e\u0644\u06e1\u0642\u064e\u0648\u06e1\u0647\u064f \ufd3f   \"Sungguh kamu mengharap-kan mati (syahid) sebelum kamu menghadapinya.\" Hal tersebut karena banyak di antara para sahabat \u0631\u0636\u064a \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0639\u0646\u0647\u0645 yang tidak ikut dalam perang Badar, mereka bercita-cita agar Allah mengikutkan mereka dalam suatu peperangan di mana mereka mengerahkan segala kemampuan mereka padanya. Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman kepada mereka, \ufd3e \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u06e1   \u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u06e1\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064f \ufd3f   \"(Sekarang) sungguh kamu telah melihatnya\", maksudnya kalian telah menyaksikan dengan mata kalian apa yang kalian cita-citakan, \ufd3e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u06e1 \u062a\u064e\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"dan kamu menyaksikannya,\" lalu kenapa kalian tidak bersabar? Kondisi seperti itu tidaklah patut dan tidak baik, khusus-nya bagi orang-orang yang bercita-cita ikut perang dan mengharap-kan apa yang dicita-citakannya itu. Seharusnya dirinya mengerah-kan segala kemampuan dan kekuatannya dalam hal tersebut. \nAyat ini menunjukkan bolehnya bercita-cita syahid. Hal itu atas dasar bahwa Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 mengakui cita-cita mereka dan tidak mengingkarinya. Allah hanyalah mengingkari tindakan berpangku tangan, dan tidak beramal sesuai dengan tuntutan cita-cita tersebut, dan Allah Maha Mengetahui. "},{"id":581,"sura":3,"from_aya":144,"to_aya":145,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh, kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barang-siapa yang berbalik ke belakang, maka dia tidak dapat mendatang-kan mudarat kepada Allah sedikit pun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. Sesuatu yang ber-nyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ke-tetapan yang telah ditentukan waktunya. Barangsiapa menghen-daki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barangsiapa menghendaki pahala akhirat, niscaya Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.\" (Ali Imran: 144-145)."},{"id":582,"sura":3,"from_aya":144,"to_aya":144,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(144) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627  \u0645\u064f\u062d\u064e\u0645\u0651\u064e\u062f\u064c    \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627    \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u065e  \u0642\u064e\u062f\u06e1 \u062e\u064e\u0644\u064e\u062a\u06e1     \u0645\u0650\u0646  \u0642\u064e\u0628\u06e1\u0644\u0650\u0647\u0650  \u0671\u0644\u0631\u0651\u064f\u0633\u064f\u0644\u064f\u06da \ufd3f   \"Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul.\" Maksudnya, beliau bukan rasul yang pertama, bahkan beliau adalah termasuk jenis para rasul yang (telah ada) sebelum beliau, di mana tugas mereka adalah menyam-paikan misi Rabb mereka dan melaksanakan perintah-perintahNya, dan mereka itu tidaklah kekal. Kekekalan mereka bukanlah suatu syarat dari penaatan pada perintah-perintah Allah. Yang wajib atas seluruh umat adalah beribadah kepada Rabb mereka pada setiap waktu dan kondisi. Karena itu Allah berfirman,\ufd3e \u0623\u064e\u0641\u064e\u0625\u0650\u064a\u0652\u0646  \u0645\u0651\u064e\u0627\u062a\u064e  \u0623\u064e\u0648\u06e1   \u0642\u064f\u062a\u0650\u0644\u064e   \u0671\u0646\u0642\u064e\u0644\u064e\u0628\u06e1\u062a\u064f\u0645\u06e1  \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670\u0653  \u0623\u064e\u0639\u06e1\u0642\u064e\u0670\u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06da \ufd3f   \"Apakah jika dia wafat atau dibunuh, kamu berbalik ke belakang (murtad)\" dengan meninggalkan sesuatu yang telah da-tang kepada kalian berupa keimanan, (syariat) jihad, atau selainnya?\nAllah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646  \u064a\u064e\u0646\u0642\u064e\u0644\u0650\u0628\u06e1  \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670  \u0639\u064e\u0642\u0650\u0628\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650  \u0641\u064e\u0644\u064e\u0646  \u064a\u064e\u0636\u064f\u0631\u0651\u064e   \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0634\u064e\u064a\u06e1\u0640\u0654\u0657\u0627\u06da \ufd3f   \"Barang-siapa yang berbalik ke belakang, maka dia tidak dapat mendatangkan mudarat kepada Allah sedikit pun,\" dia hanya akan mendatangkan mudarat kepada dirinya sendiri, dan sekiranya tidak demikian, maka Allah tidak butuh kepadanya, dan Allah pasti akan mene-gakkan agamaNya serta memuliakan hamba-hambaNya yang beriman.\nKetika Allah mencela orang-orang yang berbalik arah ke belakang (murtad), maka Allah memuji orang-orang yang tegar bersama RasulNya dan menaati perintah Tuhannya seraya berfir-man, \ufd3e \u0648\u064e\u0633\u064e\u064a\u064e\u062c\u06e1\u0632\u0650\u064a  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0671\u0644\u0634\u0651\u064e\u0670\u0643\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.\" Bersyukur itu tidaklah ada kecuali dengan menegakkan penghambaan kepada Allah dalam segala kondisi.\nDi dalam ayat yang mulia ini terkandung petunjuk dari Allah kepada hamba-hambaNya agar senantiasa kondisinya tidak tergo-yahkan dalam keimanan mereka atau dalam hal-hal yang berkaitan dengannya yaitu kehilangan pemimpin mereka, walaupun itu berat. \nHal itu tidak akan terwujud kecuali dengan mempersiapkan segala hal dalam setiap urusan agama dengan mempersiapkan be-berapa orang yang mumpuni dalam hal itu. Apabila salah seorang meninggal, maka digantikan oleh lainnya, dan agar seluruh kaum Mukminin bertujuan untuk menegakkan agama Allah dan berjihad menurut kemampuannya, dan agar jangan sampai mereka memiliki tujuan bersama suatu pemimpin tanpa pemimpin lainnya, maka dengan kondisi ini niscaya urusan mereka akan lancar dan berjalan baik.\nDi dalam ayat ini juga terkandung sebuah dalil yang agung atas keutamaan ash-Shiddiq Abu Bakar \u0631\u0636\u064a \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0639\u0646\u0647 dan orang-orang yang ikut bersamanya dalam memerangi orang-orang yang murtad se-telah wafatnya Rasulullah \ufdfa, karena mereka itu adalah pemimpin orang-orang yang bersyukur."},{"id":583,"sura":3,"from_aya":145,"to_aya":145,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(145) Kemudian Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 mengabarkan bahwasanya selu-ruh jiwa terkait dengan ajal yang telah ditentukan untuknya dengan izin Allah, Qadha` dan QadarNya. Karena itu, barangsiapa yang ditentukan Qadarnya untuk meninggal, niscaya dia meninggal, walaupun tanpa ada sebabnya. Dan barangsiapa yang dikehendaki hidup walaupun tertimpa oleh sebab-sebab yang memudaratkan jiwanya, niscaya tidak akan membinasakannya sebelum ajal diri-nya tiba. Itu karena Allah telah menetapkan Qadha` dan Qadar dan menulisnya hingga sampai batas waktu yang ditentukan. Apabila ajal mereka telah tiba, niscaya tidak akan dapat ditunda sesaat pun dan tidak pula dimajukan. \nKemudian Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memberitakan bahwasanya Dia membe-rikan pahala dunia dan akhirat kepada manusia selama keinginan mereka tertuju kepada hal itu seraya berfirman,\ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0631\u0650\u062f\u06e1      \u062b\u064e\u0648\u064e\u0627\u0628\u064e  \u0671\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u06e1\u064a\u064e\u0627  \u0646\u064f\u0624\u06e1\u062a\u0650\u0647\u0650\u06e6  \u0645\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064e\u0627  \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646  \u064a\u064f\u0631\u0650\u062f\u06e1  \u062b\u064e\u0648\u064e\u0627\u0628\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u0653\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650   \u0646\u064f\u0624\u06e1\u062a\u0650\u0647\u0650\u06e6   \u0645\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064e\u0627\u06da \ufd3f   \"Barangsiapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barangsiapa meng-hendaki pahala akhirat, niscaya Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu.\" \nAllah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman,\n\ufd3e \u0643\u064f\u0644\u0651\u0657\u0627 \u0646\u0651\u064f\u0645\u0650\u062f\u0651\u064f \u0647\u064e\u0670\u0653\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0653\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064e\u0670\u0653\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0653\u0621\u0650 \u0645\u0650\u0646\u06e1     \u0639\u064e\u0637\u064e\u0627\u0653\u0621\u0650   \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e\u06da   \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627     \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0637\u064e\u0627\u0653\u0621\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0645\u064e\u062d\u06e1\u0638\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627 20 \u0671\u0646\u0638\u064f\u0631\u06e1     \u0643\u064e\u064a\u06e1\u0641\u064e  \u0641\u064e\u0636\u0651\u064e\u0644\u06e1\u0646\u064e\u0627   \u0628\u064e\u0639\u06e1\u0636\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u0639\u06e1\u0636\u0656\u06da   \u0648\u064e\u0644\u064e\u0644\u06e1\u0623\u0653\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u064f \u0623\u064e\u0643\u06e1\u0628\u064e\u0631\u064f     \u062f\u064e\u0631\u064e\u062c\u064e\u0670\u062a\u0656 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0643\u06e1\u0628\u064e\u0631\u064f \u062a\u064e\u0641\u06e1\u0636\u0650\u064a\u0644\u0657\u0627   21 \ufd3f   \n\"Kepada masing-masing golongan, baik golongan ini maupun golongan itu Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu. Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi. Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain). Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya.\" (Al-Isra`: 20-21).\n\ufd3e \u0648\u064e\u0633\u064e\u0646\u064e\u062c\u06e1\u0632\u0650\u064a  \u0671\u0644\u0634\u0651\u064e\u0670\u0643\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.\" Allah tidak menyebutkan \"balasan mereka,\" hal ini menunjukkan atas banyak dan agungnya balasan itu, dan agar diketahui bahwa balasan itu menurut kadar syukur yang dilakukan; sedikit-banyaknya maupun mutunya. "},{"id":584,"sura":3,"from_aya":146,"to_aya":148,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. Tidaklah doa mereka kecuali ucapan, 'Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.' Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.\" (Ali Imran: 146-148)."},{"id":585,"sura":3,"from_aya":146,"to_aya":146,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(146) Ini merupakan hiburan bagi kaum Mukminin dan sebuah anjuran untuk mengikuti jejak mereka dan melakukan seperti perbuatan mereka, dan bahwasanya perkara ini adalah per-kara yang telah ada sejak dahulu, di mana sunnatullah terus ber-jalan seperti itu. Allah berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0643\u064e\u0623\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646  \u0645\u0651\u0650\u0646  \u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u0656 \ufd3f   \"Dan berapa banyaknya nabi,\" maksudnya, betapa banyak Nabi, \ufd3e \u0642\u064e\u0670\u062a\u064e\u0644\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f\u06e5         \u0631\u0650\u0628\u0651\u0650\u064a\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u065e \ufd3f   \"yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa,\" yaitu, kelompok yang banyak dari pengikut-pengikutnya yang telah dididik oleh para nabi dengan keimanan dan amalan shalih, lalu mereka terbunuh, menderita luka, dan sebagainya. \n\ufd3e \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627  \u0648\u064e\u0647\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0644\u0650\u0645\u064e\u0627\u0653    \u0623\u064e\u0635\u064e\u0627\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0641\u0650\u064a  \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627  \u0636\u064e\u0639\u064f\u0641\u064f\u0648\u0627\u0652   \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627  \u0671\u0633\u06e1\u062a\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652\u06d7 \ufd3f   \"Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh).\" Maksudnya, hati mereka tidak menjadi lemah dan tubuh mereka tidak lesu dan tidak pula mereka menyerah, artinya mereka tidak tunduk di hadapan mu-suh mereka, akan tetapi mereka bersabar, tegar, dan mengobarkan semangat bagi jiwa mereka. Oleh karena itu, Allah berfirman,\ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f       \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f  \u0671\u0644\u0635\u0651\u064e\u0670\u0628\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Dan Allah menyukai orang-orang yang sabar.\""},{"id":586,"sura":3,"from_aya":147,"to_aya":147,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(147) Kemudian Allah menyebutkan tentang perkataan dan permohonan bantuan mereka kepada Rabb mereka seraya ber-firman, \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627     \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0642\u064e\u0648\u06e1\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Tidaklah doa mereka\", yaitu, pada kondisi dan kesempatan yang sulit itu, \ufd3e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627\u0653   \u0623\u064e\u0646  \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627  \u0671\u063a\u06e1\u0641\u0650\u0631\u06e1 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0630\u064f\u0646\u064f\u0648\u0628\u064e\u0646\u064e\u0627     \u0648\u064e\u0625\u0650\u0633\u06e1\u0631\u064e\u0627\u0641\u064e\u0646\u064e\u0627  \u0641\u0650\u064a\u0653   \u0623\u064e\u0645\u06e1\u0631\u0650\u0646\u064e\u0627 \ufd3f   \"kecuali ucapan, 'Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tin-dakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami'.\" \nBerlebih-lebihan itu adalah melampaui batas menuju kepada yang haram. Mereka mengetahui bahwa dosa-dosa dan sikap ber-lebih-lebihan itu merupakan faktor paling besar dalam kehinaan, dan bahwa menjauh dari hal itu merupakan faktor terbesar menda-patkan kemenangan. Maka mereka memohon kepada Rabb mereka agar mengampuni dosa-dosa dari sikap berlebih-lebihan mereka tersebut. Kemudian mereka tidak hanya bersandar pada kesabaran yang telah mereka kerahkan, akan tetapi mereka bersandar kepada Allah dan memohon kepadaNya agar meneguhkan kaki mereka ketika menghadapi musuh kaum kafir, dan agar Allah membela mereka atas kaum kafir tersebut. Mereka menyatukan antara ke-sabaran dan meninggalkan hal-hal yang bertentangan dengannya, bertaubat, memohon ampunan, dan memohon pertolongan kepada Tuhan mereka. Maka tidaklah meragukan lagi bahwa Allah mem-bela mereka dan menjadikan akibat yang baik bagi mereka di dunia dan di akhirat. Karena itu Allah berfirman,"},{"id":587,"sura":3,"from_aya":148,"to_aya":148,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(148) \ufd3e \u0641\u064e\u0640\u0654\u064e\u0627\u062a\u064e\u0649\u0670\u0647\u064f\u0645\u064f     \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f   \u062b\u064e\u0648\u064e\u0627\u0628\u064e  \u0671\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u06e1\u064a\u064e\u0627 \ufd3f   \"Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia\" berupa pembelaan dan kemenangan serta harta rampasan perang, \ufd3e \u0648\u064e\u062d\u064f\u0633\u06e1\u0646\u064e  \u062b\u064e\u0648\u064e\u0627\u0628\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u0653\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650\u06d7 \ufd3f   \"dan pahala yang baik di akhirat\", yaitu kemenangan dengan mendapatkan keridhaan Rabb mereka dan kenikmatan yang abadi yang terlepas dari segala rintangan. Tidaklah mereka memperoleh itu semua melainkan karena mereka telah berbuat amalan yang baik untukNya hingga Dia memberikan balasan untuk mereka dengan balasan yang ter-baik. Karena itu Allah berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f    \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u062d\u06e1\u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan\" dalam beribadah kepada Sang Pencipta dan bermuamalah dengan makhluk. Dan termasuk berbuat baik itu adalah dia melakukan sesuatu dalam memerangi musuh sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang yang beriman ter-sebut. Kemudian Allah berfirman,"},{"id":588,"sura":3,"from_aya":149,"to_aya":151,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menaati orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikanmu ke bela-kang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi. Tetapi (ikutilah Allah), Allah-lah Pelindungmu, dan Dia-lah sebaik-baik Penolong. Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka adalah neraka; dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang zhalim.\" (Ali Imran: 149-151)."},{"id":589,"sura":3,"from_aya":149,"to_aya":149,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(149) Ini adalah larangan dari Allah untuk kaum Mukminin, yaitu mereka tidak boleh menaati kaum kafir dari kalangan kaum munafik dan kaum musyrikin. Karena bila mereka menaati orang-orang tersebut, maka tidaklah kaum itu menghendaki untuk mereka melainkan keburukan, sedangkan tujuan orang-orang itu adalah mengembalikan mereka (kaum Mukminin) kepada kekufuran yang berakibat kepada kesia-siaan dan kerugian."},{"id":590,"sura":3,"from_aya":150,"to_aya":150,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(150) Kemudian Allah memberitahukan bahwasanya Dia adalah Penolong dan Pembela mereka. Di dalam ayat ini terkan-dung kabar buat mereka tentang hal itu dan suatu berita gembira; yaitu bahwa Allah mengatur urusan mereka dengan kelembutan-Nya dan melindungi mereka dari segala bentuk kejahatan. Dan termasuk dalam kategori itu adalah anjuran buat mereka, agar mereka menjadikan Allah semata sebagai Penolong dan Pembela, tanpa selainNya."},{"id":591,"sura":3,"from_aya":151,"to_aya":151,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(151) Di antara pertolongan dan pembelaanNya bagi me-reka adalah bahwa Dia berjanji untuk meletakkan ketakutan pada hati orang-orang kafir, yaitu kekhawatiran yang kuat yang meng-halangi mereka dari sebagian besar tujuan mereka, dan sungguh Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 telah melakukannya, yang demikian itu karena kaum musyrikin ketika berpaling dari peperangan Uhud mereka ber-musyawarah, mereka berkata, \"Bagaimana bisa kita pulang setelah kita membunuh orang-orang yang telah kita bunuh dari kalangan mereka dan telah kita kalahkan mereka, padahal kita belum mem-berantas mereka?\" Lalu mereka hendak melakukan itu, namun Allah menjatuhkan ketakutan pada hati mereka hingga mereka berpaling pulang dengan sia-sia. \nTidak diragukan bahwa hal ini merupakan pertolongan yang paling besar, karena sebagaimana yang telah dijelaskan bahwa pertolongan Allah kepada hamba-hambaNya yang beriman itu tidaklah akan keluar dari dua kemungkinan; pertama, membasmi sekelompok dari kaum kafir. Kedua, mendesak mereka hingga mereka kembali pulang dengan sia-sia. Kisah ini termasuk kategori kedua. Kemudian Allah menyebutkan sebab-sebab yang meng-akibatkan Allah menjatuhkan ketakutan itu pada hati orang-orang kafir seraya berfirman, \ufd3e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627\u0653    \u0623\u064e\u0634\u06e1\u0631\u064e\u0643\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0628\u0650\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650   \u0645\u064e\u0627  \u0644\u064e\u0645\u06e1  \u064a\u064f\u0646\u064e\u0632\u0651\u0650\u0644\u06e1  \u0628\u0650\u0647\u0650\u06e6   \u0633\u064f\u0644\u06e1\u0637\u064e\u0670\u0646\u0657\u0627\u06d6 \ufd3f   \"Disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu.\" Maksudnya, hal tersebut disebab-kan karena tindakan mereka mengambil sekutu selainNya berupa tandingan-tandingan dan patung-patung yang telah mereka sembah menurut hawa nafsu dan keinginan mereka yang batil, tanpa ada alasan dan keterangan sedikit pun. Maka terputuslah mereka dari pertolongan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Penyayang. \nItulah sebabnya orang musyrik takut dari (bahaya) kaum Mukminin yang mana orang musyrik itu tidak bersandar pada sebuah pegangan yang kokoh, dan tidak pula memiliki sandaran pada setiap kesulitan dan kesempitan. Ini adalah kondisinya di dunia, sedangkan di akhirat kondisinya akan lebih dahsyat dan lebih besar lagi. Karena itu, Allah berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0623\u06e1\u0648\u064e\u0649\u0670\u0647\u064f\u0645\u064f  \u0671\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u064f\u06d6 \ufd3f   \"Tempat kembali mereka adalah neraka\", yaitu tempat menetap mereka yang menjadi tempat kembali mereka, di mana mereka tidak akan keluar darinya, \ufd3e \u0648\u064e\u0628\u0650\u0626\u06e1\u0633\u064e     \u0645\u064e\u062b\u06e1\u0648\u064e\u0649 \u0671\u0644\u0638\u0651\u064e\u0670\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang zhalim,\" dikarenakan kezhaliman dan permusuhan mereka, sehingga neraka menjadi tempat kembali mereka. "},{"id":592,"sura":3,"from_aya":152,"to_aya":152,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan sungguh Allah telah memenuhi janjiNya kepadamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izinNya sampai pada saat kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu dan mendurhakai perintah (Rasul) setelah Allah memperlihatkan kepadamu sesuatu yang kamu sukai. Di antara kalian ada orang yang menghendaki dunia, dan di antara kalian ada orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kalian dari mereka untuk menguji kalian, dan sungguh Allah telah memaafkan kalian. Dan Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas orang-orang yang beriman.\" (Ali Imran: 152)."},{"id":593,"sura":3,"from_aya":152,"to_aya":152,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(152) Maksudnya, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u06e1     \u0635\u064e\u062f\u064e\u0642\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f   \u0648\u064e\u0639\u06e1\u062f\u064e\u0647\u064f\u06e5\u0653 \ufd3f   \"Dan sungguh Allah telah memenuhi janjiNya kepadamu\" dengan pertolongan lalu Allah menolong kalian atas ancaman mereka hingga membuat kalian dapat menguasai mereka dan mampu membunuh mereka, tapi akhirnya kalian menjadi penyebab kehancuran bagi diri kalian sendiri dan penolong bagi musuh kalian atas keburukan diri kalian, dan ketika kalian menderita kegagalan, yaitu kelemahan dan lesu, \ufd3e \u0648\u064e\u062a\u064e\u0646\u064e\u0670\u0632\u064e\u0639\u06e1\u062a\u064f\u0645\u06e1  \u0641\u0650\u064a   \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0645\u06e1\u0631\u0650 \ufd3f   \"dan berselisih dalam urusan itu\", yang di dalam perkara tersebut terdapat suatu tindakan meninggalkan perintah Allah untuk bersatu dan tidak berselisih; namun kalian berselisih. Ada yang berkata agar kita tetap pada posisi kita yang telah dite-tapkan oleh Nabi \ufdfa untuk kita, ada juga yang berkata kita tidak perlu tetap di sana, karena musuh telah kalah dan tidak ada lagi yang dikhawatirkan, maka kalian bermaksiat kepada Rasul dengan meninggalkan perintahnya setelah Allah memperlihatkan kepada kalian sesuatu yang kalian sukai, yaitu terhinanya musuh kalian. Karena kewajiban atas orang yang telah diberikan nikmat oleh Allah dengan sesuatu yang dicintainya adalah lebih besar daripada selainnya. Maka yang wajib dalam kondisi seperti ini secara khusus, dan pada kondisi lainnya secara umum adalah melaksanakan pe-rintah Allah dan RasulNya.\n\ufd3e \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645  \u0645\u0651\u064e\u0646  \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f   \u0671\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u06e1\u064a\u064e\u0627 \ufd3f   \"Di antara kalian ada orang yang menghen-daki dunia,\" mereka itu adalah orang-orang yang dipalingkan (oleh harta rampasan) dari posisi yang diwajibkan atas mereka,\ufd3e \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645     \u0645\u0651\u064e\u0646  \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u0653\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u064e\u06da \ufd3f   \"dan di antara kalian ada orang yang menghendaki akhirat,\" mereka itu adalah orang-orang yang tetap melaksanakan perintah Rasulullah \ufdfa dan tegar menurut apa yang diperintahkan kepada mereka. \ufd3e \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e  \u0635\u064e\u0631\u064e\u0641\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0639\u064e\u0646\u06e1\u0647\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Kemudian Allah memalingkan kalian dari mereka\", maksudnya setelah terjadinya perkara tersebut dari kalian, maka Allah memalingkan wajah kalian dari mereka, hingga keung-gulan menjadi milik musuh kalian sebagai ujian dan cobaan dari Allah bagi kalian, agar jelas orang Mukmin dari orang kafir, orang yang taat dari orang yang durhaka, dan agar Allah menggugurkan dari kalian (dengan musibah ini) dosa yang telah kalian perbuat. \nKarena itu Allah berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u06e1  \u0639\u064e\u0641\u064e\u0627  \u0639\u064e\u0646\u0643\u064f\u0645\u06e1       \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0630\u064f\u0648  \u0641\u064e\u0636\u06e1\u0644\u064d  \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"dan sungguh Allah telah memaafkan kalian. Dan Allah mempunyai ka-runia (yang dilimpahkan) atas orang-orang yang beriman.\" Maksudnya Dia memiliki karunia yang besar terhadap mereka, di mana Allah telah memberikan karuniaNya atas mereka dengan Islam, menun-jukkan mereka kepada syariatNya, mengampuni keburukan-kebu-rukan mereka, dan memberikan ganjaran atas musibah-musibah mereka.\nDan di antara karuniaNya atas kaum Mukminin adalah bahwa tidaklah Allah menetapkan untuk mereka suatu kebaikan maupun musibah melainkan pasti hal itu adalah kebaikan bagi mereka. Apabila mereka tertimpa hal-hal yang menyenangkan lalu mereka mensyukurinya, niscaya Allah membalasnya dengan balasan orang-orang yang bersyukur, dan apabila mereka tertimpa hal-hal yang menyakitkan lalu mereka bersabar, niscaya Allah membalas mereka dengan balasan orang-orang yang bersabar. "},{"id":594,"sura":3,"from_aya":153,"to_aya":154,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"(Ingatlah) ketika kamu lari dan tidak menoleh kepada se-orang pun, sedang Rasul yang berada di antara kawan-kawanmu yang lain memanggilmu, karena itu Allah menimpakan atasmu kesedihan di atas kesedihan, supaya kamu jangan bersedih hati terhadap apa yang luput darimu dan terhadap apa yang menimpa-mu. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Kemudian setelah kamu berduka cita, Allah menurunkan kepadamu ke-amanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan darimu, sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri, mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah sebagaimana sang-kaan jahiliyah. Mereka berkata, 'Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?' Katakanlah, 'Sesungguhnya urusan itu seluruhnya adalah hak Allah.' Mereka menyembunyikan dalam hati mereka sesuatu yang tidak mereka terangkan kepadamu; mereka berkata, 'Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini.' Katakanlah, 'Seki-ranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat me-reka terbunuh.' Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Dan Allah Maha Mengetahui isi hati.\" (Ali Imran: 153-154)."},{"id":595,"sura":3,"from_aya":153,"to_aya":153,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(153) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 mengingatkan mereka tentang kondisi me-reka saat kalah perang, dan Allah mencela mereka atas hal tersebut seraya berfirman, \ufd3e \u0625\u0650\u0630\u06e1  \u062a\u064f\u0635\u06e1\u0639\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"(Ingatlah) ketika kamu lari\", yaitu kabur dari perang, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0644\u06e1\u0648\u064f\u06e5\u0646\u064e  \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670\u0653  \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u0656 \ufd3f   \"dan tidak menoleh kepada seorang pun\", maksudnya, tak seorang pun dari kalian menoleh kepada orang lain dan tidak melihatnya, bahkan kalian tidak me-miliki keinginan kecuali lari dan selamat dari peperangan, padahal tidak ada bahaya besar atas kalian, karena kalian itu bukanlah manusia yang terakhir yang menghadapi musuh dan merasakan kedahsyatan perang, akan tetapi, \ufd3e \u0627 \u0644 \u0631 \u0651 \u064e \u0633 \u064f \u0648 \u0644 \u064f     \u064a\u064e\u062f\u06e1\u0639\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0641\u0650\u064a\u0653    \u0623\u064f\u062e\u06e1\u0631\u064e\u0649\u0670\u0643\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Rasul yang berada di antara kawan-kawanmu yang lain memanggilmu,\" mak-sudnya beliaulah yang berada di belakang kalian seraya berkata, \"Datanglah kepadaku wahai hamba-hamba Allah,\"[10] namun kalian tidak menoleh kepadanya dan tidak pula kalian berpaling kepada-nya. Padahal melarikan diri dari perang itu adalah tindakan yang patut dicela, dan mengabaikan seruan Rasul yang wajib untuk didahulukan atas (keselamatan) jiwa sendiri adalah lebih besar celaannya.\n\ufd3e \u0641\u064e\u0623\u064e\u062b\u064e\u0670\u0628\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f \"Karena itu Allah menimpakan atas kamu,\" maksud-nya, Allah membalas perbuatan kalian itu dengan \ufd3e \u063a\u064e\u0645\u0651\u064e\u06e2\u0627   \u0628\u0650\u063a\u064e\u0645\u0651\u0656 \ufd3f   \"kese-dihan di atas kesedihan,\" maksudnya, kesedihan yang diikuti dengan kesedihan lain, kesedihan dengan lenyapnya kemenangan dan hilangnya ghanimah, dan kesedihan dengan kekalahan kalian, serta kesedihan yang membuat kalian patah semangat saat kalian men-dengar bahwa Muhammad \ufdfa telah terbunuh.\nAkan tetapi Allah dengan kasih sayangNya dan bagusnya pandanganNya bagi hamba-hambaNya, menjadikan terkumpul-nya segala perkara-perkara tersebut bagi hamba-hambaNya yang beriman sebagai suatu kebaikan bagi mereka.\nAllah berfirman, \ufd3e \u0644\u0651\u0650\u0643\u064e\u064a\u06e1\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062d\u06e1\u0632\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652     \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670  \u0645\u064e\u0627  \u0641\u064e\u0627\u062a\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1   \ufd3f \"Supaya kamu jangan bersedih hati terhadap apa yang luput darimu,\" berupa keme-nangan dan keberhasilan, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u0645\u064e\u0627\u0653  \u0623\u064e\u0635\u064e\u0670\u0628\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06d7 \ufd3f   \"dan terhadap apa yang menimpamu\", berupa kekalahan, kematian, dan menderita luka; ketika terbukti bagi kalian bahwa Rasul \ufdfa itu tidak terbunuh, maka terasa kecillah bagi kalian musibah-musibah tersebut.\nKalian berbahagia dengan keberadaannya yang menjadi penghibur dari segala cobaan dan ujian, dan hanya Allah saja yang mengetahui rahasia dan hikmah yang terkandung di balik segala ujian dan cobaanNya.\nSemua itu bersumber dari ilmu dan kesempurnaan pengeta-huanNya terhadap perbuatan-perbuatan, penampilan-penampilan zahir maupun batin kalian. Karena itulah Allah berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064f\u06e2  \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0639\u06e1\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.\" \nDan mengandung kemungkinan bahwa makna FirmanNya, \ufd3e \u0644\u0651\u0650\u0643\u064e\u064a\u06e1\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062d\u06e1\u0632\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652     \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670  \u0645\u064e\u0627  \u0641\u064e\u0627\u062a\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1   \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u0645\u064e\u0627\u0653  \u0623\u064e\u0635\u064e\u0670\u0628\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06d7 \ufd3f   \"Supaya kamu jangan bersedih hati terhadap apa yang luput darimu dan terhadap apa yang menimpamu,\" bahwasanya Allah telah menetapkan kesedihan dan musibah tersebut atas kalian agar jiwa kalian tegar dan terlatih di atas kesabaran terhadap segala musibah dan menjadi ringanlah bagi kalian untuk menghadapi segala bentuk kesulitan."},{"id":596,"sura":3,"from_aya":154,"to_aya":154,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(154) \ufd3e \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e  \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e  \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0643\u064f\u0645  \u0645\u0651\u0650\u0646\u06e2  \u0628\u064e\u0639\u06e1\u062f\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u063a\u064e\u0645\u0651\u0650 \ufd3f   \"Kemudian setelah kamu berduka cita, Allah menurunkan kepadamu,\" yaitu duka cita yang telah me-nimpa kalian, \ufd3e \u0623\u064e\u0645\u064e\u0646\u064e\u0629\u0657  \u0646\u0651\u064f\u0639\u064e\u0627\u0633\u0657\u0627  \u064a\u064e\u063a\u06e1\u0634\u064e\u0649\u0670  \u0637\u064e\u0627\u0653\u0626\u0650\u0641\u064e\u0629\u0657   \u0645\u0651\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06d6 \ufd3f   \"keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan darimu.\" Tidak diragukan bahwa ini meru-pakan suatu rahmat atas mereka, kebaikan dan penetapan bagi hati mereka, serta tambahan ketenangan. Karena seorang yang takut, tidak akan dihinggapi oleh kantuk disebabkan kekhawatiran yang ada di dalam hatinya. Apabila ketakutan itu telah hilang dari hati, maka kantuk itu baru bisa datang kepadanya.\nKelompok ini yang dikaruniakan kantuk oleh Allah adalah mereka yang beriman yang tidak memiliki tujuan kecuali menegak-kan agama Allah, mengharap keridhaan Allah dan RasulNya serta kemaslahatan saudara-saudaranya yang Muslim. Adapun kelom-pok lain yang \ufd3e \u0642\u064e\u062f\u06e1  \u0623\u064e\u0647\u064e\u0645\u0651\u064e\u062a\u06e1\u0647\u064f\u0645\u06e1     \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"telah dicemaskan oleh diri mereka sen-diri,\" maka mereka tidak cemas pada selain (keselamatan) dirinya disebabkan kemunafikan mereka atau kelemahan iman mereka. Oleh karena itulah, mereka tidak terserang kantuk sebagaimana yang menyerang selain mereka. \ufd3e \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0647\u064e\u0644  \u0644\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627  \u0645\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0645\u06e1\u0631\u0650  \u0645\u0650\u0646  \u0634\u064e\u064a\u06e1\u0621\u0656\u06d7 \ufd3f \"Mereka berkata, 'Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?'\" Ini merupakan pertanyaan penolakan, maksudnya kita tidak punya urusan dalam perkara itu, yaitu perkara keme-nangan dan keberhasilan barang sedikit pun, lalu mereka berpra-sangka buruk terhadap Rabb mereka, agamaNya, dan NabiNya. Mereka mengira bahwa Allah tidak menyempurnakan urusan RasulNya, dan bahwa kekalahan itu adalah momentum dan penen-tuan hancurnya agama Allah.\nAllah berfirman dalam menjawab mereka, \ufd3e \u0642\u064f\u0644\u06e1  \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e   \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0645\u06e1\u0631\u064e  \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u06e5 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650\u06d7 \ufd3f     \"Katakanlah, 'Sesungguhnya urusan itu seluruhnya adalah hak Allah'.\" Urusan itu meliputi perkara takdir maupun perkara syariat, maka seluruh perkara adalah karena Qadha` dan Qadar Allah. Hasilnya adalah kemenangan dan keberhasilan bagi wali-wali Allah dan orang-orang yang taat kepadaNya, meskipun terjadi sesuatu yang telah terjadi pada mereka.\n\ufd3e \u064a\u064f\u062e\u06e1\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"Mereka menyembunyikan\", maksudnya orang-orang munafik \ufd3e \u0641\u0650\u064a\u0653  \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645  \u0645\u0651\u064e\u0627  \u0644\u064e\u0627  \u064a\u064f\u0628\u06e1\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0644\u064e\u0643\u064e\u06d6  \ufd3f \"dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu.\" Kemudian Allah menjelaskan perkara yang disembunyikan oleh mereka seraya berfirman,\ufd3e \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u064e\u0648\u06e1  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627     \u0645\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0645\u06e1\u0631\u0650    \u0634\u064e\u064a\u06e1\u0621\u065e \ufd3f \"Mereka berkata, 'Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini',\" maksudnya, sekiranya kita memi-liki hak sedikit campur tangan dalam kejadian itu berupa pendapat maupun ikut bermusyawarah, \ufd3e \u0645\u0651\u064e\u0627  \u0642\u064f\u062a\u0650\u0644\u06e1\u0646\u064e\u0627  \u0647\u064e\u0670\u0647\u064f\u0646\u064e\u0627\u06d7 \ufd3f   \"niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini.\" Ini adalah pengingkaran mereka dan sebuah pendustaan terhadap ketentuan Allah, serta menganggap bodoh pandangan Rasulullah \ufdfa dan para sahabat \u0631\u0636\u064a \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0639\u0646\u0647\u0645, juga suatu penyucian diri bagi mereka sendiri.\nMaka Allah membantah mereka dengan FirmanNya, \ufd3e \u0642\u064f\u0644  \u0644\u0651\u064e\u0648\u06e1 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u06e1   \u0641\u0650\u064a   \u0628\u064f\u064a\u064f\u0648\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Katakanlah, 'Sekiranya kamu berada di rumahmu',\" yang me-rupakan tempat yang paling jauh dari tempat yang diperkirakan sebagai tempat kematian,  \ufd3e \u0644\u064e\u0628\u064e\u0631\u064e\u0632\u064e \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064f\u062a\u0650\u0628\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u0645\u064f     \u0671\u0644\u06e1\u0642\u064e\u062a\u06e1\u0644\u064f  \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670  \u0645\u064e\u0636\u064e\u0627\u062c\u0650\u0639\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1\u06d6 \ufd3f \"niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh.\"\nSebab-sebab kematian itu walaupun besar hanya akan ber-guna bila tidak bertentangan dengan Qadha` dan Qadar Allah, maka apabila bertentangan dengan Qadha` dan Qadar, tidaklah akan memiliki akibat apa-apa. Akan tetapi pastilah Allah akan menjalankan apa yang telah ditulis olehNya di Lauhul Mahfuzh berupa kematian dan kehidupan. \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u064e\u0628\u06e1\u062a\u064e\u0644\u0650\u064a\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0645\u064e\u0627  \u0641\u0650\u064a  \u0635\u064f\u062f\u064f\u0648\u0631\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu,\" mak-sudnya, Allah menguji apa yang ada padanya berupa kemunafikan, keimanan, dan kelemahan iman.\n\ufd3e \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u064f\u0645\u064e\u062d\u0651\u0650\u0635\u064e \u0645\u064e\u0627     \u0641\u0650\u064a  \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06da \ufd3f   \"Dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu\" berupa godaan-godaan setan dan pengaruh yang timbul karenanya dari sifat-sifat yang tidak terpuji. \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064f\u06e2  \u0628\u0650\u0630\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0671\u0644\u0635\u0651\u064f\u062f\u064f\u0648\u0631\u0650 \ufd3f   \"Dan Allah Maha Mengetahui isi hati,\" yaitu, segala yang ada padanya dan apa yang disembunyikannya. Maka ilmu dan hikmahNya menun-tut bahwa Dia menetapkan sebab-sebab yang dapat menyingkap segala yang tersembunyi pada hati dan rahasia-rahasia segala perkara. "},{"id":597,"sura":3,"from_aya":155,"to_aya":155,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"Kemudian Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman,\n\"Sesungguhnya orang-orang yang berpaling di antaramu pada hari bertemunya dua pasukan itu, mereka hanyalah digelincirkan oleh setan, disebabkan sebagian kesalahan yang telah mereka perbuat (di masa lampau), dan sungguh Allah telah memberi maaf kepada mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.\" (Ali Imran: 155)."},{"id":598,"sura":3,"from_aya":155,"to_aya":155,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(155) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memberitahukan tentang keadaan orang-orang yang kalah pada peperangan Uhud, dan sebab yang men-jadikan mereka melarikan diri dari peperangan dan bahwa hal itu adalah bujukan setan, dan bahwa setan telah menguasai mereka karena beberapa dosa mereka. Merekalah yang telah memasukkan setan pada diri mereka sendiri dan menempatkannya padanya dengan cara melakukan beberapa kemaksiatan, karena kemaksiatan itu adalah kendaraan dan pintu (masuknya setan). Sekiranya me-reka itu berpegang teguh dengan melakukan ketaatan kepada Rabb mereka, niscaya setan itu tidaklah memiliki kekuasaan atas mereka. Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman,\n\ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e     \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a  \u0644\u064e\u064a\u06e1\u0633\u064e  \u0644\u064e\u0643\u064e  \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u0645\u06e1  \u0633\u064f\u0644\u06e1\u0637\u064e\u0670\u0646\u065e\u06da \ufd3f \n\"Sesungguhnya hamba-hambaKu, kamu tidak dapat berkuasa atas mereka.\" (Al-Isra`: 65). \nKemudian Allah memberitahukan bahwasanya Dia telah memaafkan mereka setelah mereka melakukan hal-hal yang meng-haruskan hukuman, dan bila tidak demikian, sekiranya Allah menghukum mereka, niscaya Allah akan membinasakan mereka. \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \ufd3f   \"Sesungguhnya Allah Maha Pengampun\" bagi orang-orang yang berdosa dan orang-orang yang berbuat kesalahan (dilebur) dengan sesuatu yang dapat memberi mereka taufik kepadaNya berupa taubat, istighfar, dan musibah-musibah yang menggugur-kan, \ufd3e \u062d\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u065e \ufd3f   \"lagi Maha Penyantun.\" Allah tidak menyegerakan hukuman orang yang bermaksiat kepadaNya, akan tetapi menang-guhkannya dan mengajaknya kembali kepadaNya, dan berserah diri kepadaNya, kemudian bila dia bertaubat dan kembali, niscaya akan diterima lalu membuatnya seperti tidak terjadi dosa darinya dan tidak muncul darinya kekurangan. Akhirnya segala puji hanya milik Allah atas kebaikanNya."},{"id":599,"sura":3,"from_aya":156,"to_aya":158,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu seperti orang-orang kafir (orang-orang munafik) itu, yang mengatakan kepada saudara-saudara mereka apabila mereka mengadakan perjalanan di muka bumi atau mereka berperang, 'Kalau mereka tetap bersama-sama kita, tentulah mereka tidak mati dan tidak dibunuh.' Akibat (dari perkataan dan keyakinan mereka) yang demikian itu, Allah menimbulkan rasa penyesalan yang sangat di dalam hati mereka. Allah menghidupkan dan mematikan. Dan Allah melihat apa yang kamu kerjakan. Dan sungguh kalau kamu gugur di jalan Allah atau meninggal, tentulah ampunan Allah dan rahmatNya lebih baik (bagimu) dari harta rampasan yang mereka kumpulkan. Dan sungguh jika kamu meninggal atau gugur, tentu-lah (hanya) kepada Allah saja kamu dikumpulkan.\" (Ali Imran: 156-158)."},{"id":600,"sura":3,"from_aya":156,"to_aya":156,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(156) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 melarang hamba-hambaNya yang beriman untuk menyerupai orang-orang kafir yang tidak beriman kepada Rabb mereka, tidak pula kepada Qadha` dan QadarNya, dari ka-langan munafik dan selainnya. Allah melarang mereka dari me-nyerupai orang-orang tersebut dalam segala hal, dan khususnya pada perkara ini, di mana mereka berkata kepada saudara-saudara mereka seagama atau sedarah, \ufd3e \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627  \u0636\u064e\u0631\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0631\u06e1\u0636\u0650 \ufd3f   \"apabila mereka mengadakan perjalanan di muka bumi,\" maksudnya, bepergian untuk berdagang, \ufd3e \u0623\u064e\u0648\u06e1  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652  \u063a\u064f\u0632\u0651\u0657\u0649 \ufd3f   \"atau mereka berperang,\" maksudnya, mela-kukan perjalanan perang, kemudian di antara mereka ada yang terbunuh atau mati, maka mereka menentang Qadar dan berkata, \ufd3e   \u0644\u0651\u064e\u0648\u06e1  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627   \u0645\u064e\u0627\u062a\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627             \u0642\u064f\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"Kalau mereka tetap bersama-sama kita, tentulah mereka tidak mati dan tidak dibunuh.\" Ini merupakan dusta dari me-reka, karena Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 telah berfirman,\n\ufd3e   \u0642\u064f\u0644  \u0644\u0651\u064e\u0648\u06e1  \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u06e1     \u0641\u0650\u064a  \u0628\u064f\u064a\u064f\u0648\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1 \u0644\u064e\u0628\u064e\u0631\u064e\u0632\u064e     \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064f\u062a\u0650\u0628\u064e   \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u0645\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u0642\u064e\u062a\u06e1\u0644\u064f  \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670  \u0645\u064e\u0636\u064e\u0627\u062c\u0650\u0639\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1\u06d6           \ufd3f \n\"Katakanlah, 'Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh'.\" (Ali Imran: 154) \nAkan tetapi pendustaan ini tidaklah berguna bagi mereka, hanya saja Allah menjadikan perkataan dan keyakinan tersebut sebagai suatu ungkapan penyesalan dalam hati mereka, yang akhirnya justru menambah musibah mereka. Sedangkan kaum Mukminin, mereka mengetahui bahwa itu semua adalah ketentuan Allah, sehingga mereka meyakininya dan menerimanya lalu Allah memberikan petunjuk bagi hati mereka, meneguhkannya, dan meringankan bagi mereka musibah tersebut.\nAllah berfirman menjawab mereka, \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064f\u062d\u06e1\u064a\u0650\u06e6 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0645\u0650\u064a\u062a\u064f\u06d7   \ufd3f \"Allah meng-hidupkan dan mematikan,\" maksudnya, Dia-lah yang Esa dalam hal tersebut sehingga suatu tindakan kewaspadaan tidak akan berguna di hadapan takdir. \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0639\u06e1\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u065e \ufd3f   \"Dan Allah melihat apa yang kamu kerjakan,\" maka Allah akan membalas kalian atas perbuatan dan pendustaan kalian."},{"id":601,"sura":3,"from_aya":157,"to_aya":157,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(157) Kemudian Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 mengabarkan bahwa terbunuh di jalanNya atau mati padaNya, bukanlah suatu kekurangan mau-pun sesuatu yang harus dikhawatirkan, namun hal itu adalah suatu perkara yang seharusnya menjadi sesuatu yang diperlombakan oleh orang-orang yang berlomba, karena merupakan sebab yang menghasilkan dan menyampaikan kepada ampunan Allah dan rahmatNya. Dan hal itu adalah lebih baik daripada sesuatu yang dikumpulkan oleh penghuni dunia berupa harta dunia."},{"id":602,"sura":3,"from_aya":158,"to_aya":158,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(158) Dan bahwa makhluk itu, bila meninggal atau ter-bunuh dengan kondisi apa pun itu, maka sesungguhnya tempat kembali mereka hanyalah kepada Allah dan tempat bersandar mereka hanyalah kepadaNya. Lalu Allah akan membalas setiap orang menurut perbuatannya, maka ke mana pun pelarian itu, kecuali pasti kepada Allah saja. Dan tidaklah ada tempat berpegang bagi makhluk kecuali dengan berpegang teguh dengan tali agama Allah. "},{"id":603,"sura":3,"from_aya":159,"to_aya":159,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekeli-lingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawa-kallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepadaNya.\" (Ali Imran: 159)."},{"id":604,"sura":3,"from_aya":159,"to_aya":159,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(159) Maksudnya, disebabkan rahmat Allah kepadamu dan kepada para sahabatmu, maka Allah telah memberikan karuniaNya atasmu agar engkau berlaku lemah lembut dan bersikap sopan santun kepada mereka, mengasihi mereka, berakhlak baik pada mereka, hingga mereka berkumpul di sekelilingmu, mencintaimu, dan menaati perintahmu.\n\ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u06e1 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064e \u0641\u064e\u0638\u0651\u064b\u0627 \ufd3f   \"Sekiranya kamu bersikap keras,\" maksudnya, ber-akhlak buruk, \ufd3e \u063a\u064e\u0644\u0650\u064a\u0638\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0642\u064e\u0644\u06e1\u0628\u0650 \ufd3f   \"lagi berhati keras,\" maksudnya, berhati kasar, \ufd3e \u0644\u064e\u0671\u0646\u0641\u064e\u0636\u0651\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0645\u0650\u0646\u06e1   \u062d\u064e\u0648\u06e1\u0644\u0650\u0643\u064e\u06d6 \ufd3f \"tentulah mereka menjauhkan diri dari sekeliling-mu,\" karena sikap seperti ini membuat mereka lari dan benci kepada orang yang memiliki akhlak yang jelek. Akhlak yang baik meru-pakan ajaran pokok dalam agama yang akan menarik manusia kepada agama Allah dan membuat mereka senang kepadanya, di samping apa yang didapatkan oleh pelakunya berupa pujian dan pahala yang khusus. Dan sebaliknya, akhlak yang buruk merupa-kan masalah paling pokok dalam agama yang akan menjauhkan manusia dari agama dan membuat mereka benci kepadanya di samping apa yang diperoleh oleh pelakunya berupa celaan dan hukuman yang setimpal.\nRasul yang ma'shum ini telah Allah Firmankan kepadanya seperti itu, lalu bagaimanakah dengan selainnya? Bukankah men-jadi sesuatu yang paling wajib dan paling penting adalah mencon-toh akhlak-akhlak beliau yang mulia, dan bermuamalah dengan manusia sebagaimana Rasulullah \ufdfa bermuamalah dengan mereka, dengan cara lemah lembut, akhlak yang baik dan penyatuan hati, sebagai suatu sikap taat kepada perintah Allah dan daya tarik bagi hamba-hamba Allah kepada agama Allah?\nKemudian Allah memerintahkan NabiNya \ufdfa untuk memaaf-kan mereka dari kelalaian yang terjadi pada mereka terhadap hak-hak beliau dan agar beliau memohonkan ampunan untuk mereka atas kelalaian mereka terhadap hak-hak Allah, hingga Nabi \ufdfa me-nyatukan antara pemberian maaf dan berbuat baik.\n\ufd3e \u0648\u064e\u0634\u064e\u0627\u0648\u0650\u0631\u06e1\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0645\u06e1\u0631\u0650\u06d6 \ufd3f   \"Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu,\" yaitu perkara-perkara yang membutuhkan musyawa-rah, tukar pikiran dan pendapat. Karena di dalam musyawarah itu terdapat faidah yang banyak dalam maslahat agama maupun dunia yang tidak mungkin dibatasi, di antaranya:\n$  Bahwasanya musyawarah itu termasuk ibadah-ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah.\n$  Bahwasanya di dalam bermusyawarah itu terdapat pemberian toleransi untuk mencurahkan ide-ide mereka dan menghilang-kan ketidakenakan yang ada dalam hati ketika terjadi berbagai peristiwa. Orang yang memiliki kekuasaan atas orang lain apabila mengumpulkan para cendikiawan dan tokoh masya-rakat, lalu mengajak mereka bermusyawarah tentang suatu peristiwa, niscaya hati mereka akan tenang dan mereka akan mencintainya dan kemudian mereka mengetahui bahwa dia tidak berbuat sewenang-wenang kepada mereka, akan tetapi dia memandang kepada kemaslahatan umum bagi seluruh masyarakat. Dengan demikian, mereka semua mengerahkan segala usaha dan kemampuan mereka dalam rangka ketaatan kepadanya, karena mereka mengetahui bahwa usahanya itu demi kemaslahatan umum. Berbeda dengan orang yang tidak mengadakan musyawarah, mereka hampir tidak menyukai-nya dengan kecintaan yang jujur dan tidak pula mereka akan menaatinya, dan kalaupun mereka menaatinya, maka mereka akan melakukan dengan ketaatan yang tidak sempurna.\n$  Dalam bermusyawarah terdapat pencerahan pikiran, disebab-kan pengaktifan akal pada obyek peruntukannya hingga men-jadi suatu nilai tambah bagi akal.\n$  Apa yang dihasilkan oleh musyawarah adalah dari pikiran yang matang, karena seorang yang bermusyawarah hampir-hampir tidak berbuat salah dalam pelaksanaannya, dan apabila terjadi kesalahan atau tidak sempurna sebagaimana yang di-inginkan, maka ia tidak akan dicela.\nApabila Allah berfirman kepada RasulNya \ufdfa \u2013sementara beliau adalah manusia yang paling sempurna akalnya, paling da-lam ilmunya dan paling utama pikirannya\u2013, \ufd3e \u0648\u064e\u0634\u064e\u0627\u0648\u0650\u0631\u06e1\u0647\u064f\u0645\u06e1     \u0641\u0650\u064a \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0645\u06e1\u0631\u0650\u06d6 \ufd3f   \"Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu,\" maka bagaimana pula dengan selain beliau?\nKemudian Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \ufd3e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0632\u064e\u0645\u06e1\u062a\u064e   \ufd3f \"Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad,\" yaitu atas suatu perkara setelah bermusyawarah padanya, apabila dibutuhkan, \ufd3e \u0641\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u06e1  \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650\u06da \ufd3f   \"maka bertawakallah kepada Allah,\" maksudnya, bersandarlah kepada upaya Allah dan kekuatanNya, dan berlepas dirilah dari kemampuan dan kekuatan dirimu. \n\ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f   \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepadaNya\", yakni yang kembali kepadaNya. "},{"id":605,"sura":3,"from_aya":160,"to_aya":160,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Jika Allah menolongmu, maka tidak ada orang yang dapat mengalahkanmu; jika Allah membiarkanmu (tidak memberi per-tolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolongmu sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang Mukmin bertawakal.\" (Ali Imran: 160)."},{"id":606,"sura":3,"from_aya":160,"to_aya":160,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(160) Maksudnya, apabila Allah membantu kalian dengan pembelaan dan pertolonganNya, \ufd3e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627  \u063a\u064e\u0627\u0644\u0650\u0628\u064e  \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06d6 \ufd3f   \"maka tidak ada orang yang dapat mengalahkanmu\", walaupun orang yang berada di setiap penjuru berkumpul untuk mengalahkan kalian dengan segala sesuatu yang mereka miliki berupa jumlah pasukan dan perleng-kapan, karena tidaklah ada yang dapat mengalahkanNya. Allah telah menguasai hamba-hambaNya dan telah mengendalikan hidup mereka, dan tidaklah ada seekor hewan melata pun yang bergerak melainkan pasti dengan izinNya dan tidak pula diam melainkan pasti dengan izinNya.\n\ufd3e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u062e\u06e1\u0630\u064f\u0644\u06e1\u0643\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Jika Allah membiarkanmu (tidak memberi perto-longan)\", (maksudnya) membuat kalian bersandar pada diri kalian sendiri, \ufd3e \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646     \u0630\u064e\u0627  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a  \u064a\u064e\u0646\u0635\u064f\u0631\u064f\u0643\u064f\u0645  \u0645\u0651\u0650\u0646\u06e2   \u0628\u064e\u0639\u06e1\u062f\u0650\u0647\u0650\u06e6\u06d7 \ufd3f   \"maka siapakah gerangan yang dapat menolongmu sesudah itu?\" Maka pastilah kalian akan terlantar wa-laupun seluruh makhluk menolong kalian. Dalam perkara itulah datangnya perintah untuk memohon pertolongan kepada Allah, bersandar kepadaNya dan berlepas diri dari daya dan kekuatan sendiri. Karena itu Allah berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0641\u064e\u0644\u06e1\u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang Mukmin bertawakal.\" Menda-hulukan objek (maf'ul bih) itu memberikan peringatan (akan makna) pembatasan (al-Hashr), maksudnya, kepada Allah saja kalian ber-tawakal dan tidak kepada selainNya, karena telah diketahui bahwa hanya Dia-lah satu-satunya Pembela, maka bersandar kepadaNya adalah sebuah pengesaan yang menghasilkan sesuatu yang di-harapkan. Sedangkan bersandar kepada selainNya adalah sebuah kesyirikan yang tidak berguna bagi pelakunya bahkan akan me-mudaratkannya. Ayat ini mengandung perintah untuk bertawakal kepada Allah semata, dan bahwasanya sebesar kadar keimanan seorang hamba, maka sebesar itu pulalah kadar tawakalnya."},{"id":607,"sura":3,"from_aya":161,"to_aya":161,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Tidak mungkin seorang nabi berkhianat (dalam urusan harta rampasan perang). Barangsiapa yang berkhianat (dalam urusan rampasan perang itu), maka pada Hari Kiamat dia akan datang membawa sesuatu yang dikhianatkannya itu, kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang dia kerja-kan dengan (pembalasan) setimpal, sedang mereka tidak dianiaya.\" (Ali Imran: 161)."},{"id":608,"sura":3,"from_aya":161,"to_aya":161,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(161) Al-Ghulul (berkhianat) adalah menyembunyikan harta ghanimah dan berkhianat pada setiap harta yang dipegang oleh seseorang, ghulul ini adalah haram menurut ijma', bahkan ia termasuk di antara dosa besar, sebagaimana yang ditunjukkan oleh ayat yang mulia tersebut dan ayat-ayat lainnya dari nash-nash yang ada. Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 mengabarkan bahwasanya tidaklah patut dan tidak mungkin seorang Nabi itu melakukan khianat, karena ber-khianat itu -sebagaimana yang telah Anda ketahui- termasuk dosa-dosa yang besar dan sejahat-jahatnya aib.\nSungguh Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 telah memelihara para NabiNya dari segala hal yang mengotori dan menjatuhkan mereka, dan Dia men-jadikan mereka sebagai orang-orang terbaik akhlaknya di seluruh alam dan orang-orang yang paling bersih jiwanya. Allah member-sihkan, membaikkan, dan menyucikan mereka dari segala aib dan kekurangan, Dia menjadikan mereka sebagai tempat risalahNya dan kandungan hikmahNya, \n\ufd3e \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f   \u0623\u064e\u0639\u06e1\u0644\u064e\u0645\u064f   \u062d\u064e\u064a\u06e1\u062b\u064f  \u064a\u064e\u062c\u06e1\u0639\u064e\u0644\u064f     \u0631\u0650\u0633\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f\u06e5\u06d7   \ufd3f   \n\"Allah lebih mengetahui kepada siapa Dia memberikan tugas kera-sulan.\" (Al-An'am: 124). \nSeorang hamba itu cukup hanya dengan mengetahui salah seorang dari mereka (para nabi), niscaya dia akan memastikan keselamatan mereka dari setiap hal yang membuat mereka tercela, dan tidaklah dibutuhkan dalil bantahan atas celaan yang dikatakan tentang mereka dari musuh-musuh mereka. Karena pengetahuan-nya tentang kenabian mereka menuntut keharusan adanya peno-lakan akan hal itu. Oleh karena itu, Allah merangkai ayat ini dengan konteks yang dapat menghalangi adanya perbuatan khianat dari mereka. Maka Allah berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627     \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e  \u0644\u0650\u0646\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064d    \u0623\u064e\u0646   \u064a\u064e\u063a\u064f\u0644\u0651\u064e\u06da \ufd3f   \"Tidak mungkin seorang nabi berkhianat,\" maksudnya, hal itu adalah terhalang dan mustahil terjadi dari orang-orang yang telah dipilih Allah untuk menerima kenabian. Kemudian Allah menyebutkan ancaman atas orang yang berbuat khianat dalam FirmanNya,\ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646  \u064a\u064e\u063a\u06e1\u0644\u064f\u0644\u06e1  \u064a\u064e\u0623\u06e1\u062a\u0650  \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627  \u063a\u064e\u0644\u0651\u064e  \u064a\u064e\u0648\u06e1\u0645\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0642\u0650\u064a\u064e\u0670\u0645\u064e\u0629\u0650\u06da \ufd3f   \"Barangsiapa berkhianat (dalam urusan rampasan perang itu), maka pada Hari Kiamat dia akan datang membawa sesuatu yang dikhia-natkannya itu.\" Maksudnya, pembawa ghanimah itu membawanya dengan cara memikulnya di atas punggungnya, baik harta itu berupa hewan maupun barang atau selainnya, di mana ia akan disiksa dengannya pada Hari Kiamat. \n\ufd3e \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e  \u062a\u064f\u0648\u064e\u0641\u0651\u064e\u0649\u0670  \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f   \u0646\u064e\u0641\u06e1\u0633\u0656  \u0645\u0651\u064e\u0627  \u0643\u064e\u0633\u064e\u0628\u064e\u062a\u06e1 \ufd3f   \"Kemudian tiap-tiap diri akan diberi pem-balasan tentang apa yang dia kerjakan dengan (pembalasan) setimpal.\" Seorang yang berkhianat atau orang lain, masing-masing akan diberikan ganjarannya atas dosanya, seukuran dengan apa yang dikerjakannya, \ufd3e \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0644\u064e\u0627  \u064a\u064f\u0638\u06e1\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"sedang mereka tidak dianiaya,\" mak-sudnya, tidak ditambah kejelekan mereka dan tidak pula berkurang sedikit pun kebaikan mereka.\nSimaklah dengan baik perlindungan (proteksi) yang terkan-dung dalam ayat yang mulia tersebut, ketika Allah menyebutkan dalam ayat itu hukuman bagi orang yang berkhianat, dan bahwa dia akan datang pada Hari Kiamat dengan membawa harta yang dikhianatinya itu, dan ketika Allah akan menyebutkan tentang balasannya. Tindakan Allah membatasinya pada konteks pelaku ghulul mengisyaratkan pemahaman bahwa selain dari orang ter-sebut, dari berbagai pelaku kejahatan lainnya, terkadang tidak dipenuhi balasannya, maka Allah menyebutkannya dengan lafazh yang umum yang meliputi semua orang yang berkhianat dan selainnya. "},{"id":609,"sura":3,"from_aya":162,"to_aya":163,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Apakah orang yang mengikuti keridhaan Allah sama dengan orang yang kembali membawa kemurkaan (yang besar) dari Allah dan tempatnya adalah Jahanam? Dan itulah seburuk-buruk tem-pat kembali. (Kedudukan) mereka itu bertingkat-tingkat di sisi Allah, dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.\" (Ali Imran: 162-163)."},{"id":610,"sura":3,"from_aya":162,"to_aya":163,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(162-163) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memberitahukan bahwasanya tidaklah sama orang yang tujuannya adalah keridhaan Rabbnya dan ber-buat dengan amalan yang membuat Rabbnya ridha, dengan orang yang tidak seperti itu dari kalangan orang-orang yang senang berbuat kemaksiatan dan hal-hal yang membuat Tuhannya murka. Kedua orang seperti itu tidaklah sama hukumnya di hadapan Allah dan hikmahNya serta pada fitrah hamba-hamba Allah. \n\ufd3e \u0623\u064e\u0641\u064e\u0645\u064e\u0646     \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u0657\u0627 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0646       \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0641\u064e\u0627\u0633\u0650\u0642\u0657\u0627\u06da         \u0644\u0651\u064e\u0627  \u064a\u064e\u0633\u06e1\u062a\u064e\u0648\u064f\u06e5\u0646\u064e  18  \ufd3f \n\"Apakah orang-orang beriman itu sama dengan orang-orang yang fasik? Mereka tidak sama.\" (As-Sajdah: 18). \nKarena itu Allah berfirman di sini, \ufd3e \u0647\u064f\u0645\u06e1  \u062f\u064e\u0631\u064e\u062c\u064e\u0670\u062a\u064c  \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650\u06d7 \ufd3f   \"(Kedu-dukan) mereka itu bertingkat-tingkat di sisi Allah,\" maksudnya, setiap mereka itu berbeda-beda dalam derajat dan kedudukan mereka, sesuai dengan tingkatan mereka dalam amal perbuatan mereka.\nOrang-orang yang mencari keridhaan Allah berusaha mem-peroleh derajat yang tinggi, kedudukan, dan istana-istana, maka Allah memberikan kepada mereka karuniaNya dan kemuliaanNya menurut kadar perbuatan mereka. Sedangkan orang-orang yang mengikuti hal-hal yang membuat Allah murka berusaha untuk turun ke kerak paling bawah dari neraka, maka setiap orang men-dapatkan balasan menurut amal yang diperbuatnya. Dan Allah Maha Melihat amal perbuatan mereka, tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi di hadapanNya, bahkan Allah telah mengetahuinya dan telah menetapkannya di Lauhul Mahfuzh, dan Dia menugas-kan kepada para malaikatNya yang terpercaya lagi mulia untuk menulisnya, menyimpannya, serta memeliharanya. "},{"id":611,"sura":3,"from_aya":164,"to_aya":164,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus kepada mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka al-Kitab dan al-Hikmah. Dan sesungguhnya sebe-lum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.\" (Ali Imran: 164)."},{"id":612,"sura":3,"from_aya":164,"to_aya":164,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(164) Karunia ini yang telah Allah berikan kepada hamba-hambaNya, merupakan karunia yang paling besar bahkan karunia yang paling mendasar, yaitu anugerah dengan adanya Rasul yang mulia tersebut kepada mereka, yang dengannya Allah menyela-matkan mereka dari kesesatan, dan memelihara mereka dengannya dari kehancuran, maka Allah berfirman, \ufd3e \u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u06e1  \u0645\u064e\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0625\u0650\u0630\u06e1  \u0628\u064e\u0639\u064e\u062b\u064e  \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u06e1  \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0657\u0627  \u0645\u0651\u0650\u0646\u06e1  \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1  \ufd3f  \"Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus pada mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri,\" yang mereka ketahui garis keturunannya, keadaannya dan bahasanya dari kaum mereka dan suku mereka sebagai seorang pemberi nasihat bagi mereka, bersikap kasih sayang terhadap mereka, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, dan mengajarkan kepada mereka lafazh dan maknanya, \ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064f\u0632\u064e\u0643\u0651\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u06e1 \ufd3f   \"dan membersihkan (jiwa) mereka\" dari syirik dan maksiat, hal-hal yang hina serta seluruh akhlak-akhlak yang buruk,\ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064f\u0639\u064e\u0644\u0651\u0650\u0645\u064f\u0647\u064f\u0645\u064f     \u0671\u0644\u06e1\u0643\u0650\u062a\u064e\u0670\u0628\u064e \ufd3f   \"dan mengajarkan kepada mereka al-Kitab,\" baik jenis al-Kitab (secara umum) yang maksudnya adalah al-Qur`an, sehingga Firman Allah, \ufd3e \u064a\u064e\u062a\u06e1\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u0645\u06e1 \u0621\u064e\u0627\u064a\u064e\u0670\u062a\u0650\u0647\u0650\u06e6 \ufd3f     \"Yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah,\" maksudnya adalah, ciptaan-ciptaan Allah (al-Ayat al-Kauniyah), atau yang dimaksudkan dengan al-Kitab di sini adalah penulisan, sehingga maknanya adalah bahwa Allah telah mem-berikan karuniaNya atas mereka dengan mengajarkan al-Kitab dan penulisan, di mana dengan tulisan itu ilmu dapat dipahami dan terjaga. \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u062d\u0650\u0643\u06e1\u0645\u064e\u0629\u064e \ufd3f   \"Dan al-Hikmah,\" yaitu, as-Sunnah yang merupakan pendamping al-Qur`an. Atau (juga bermakna) meletakkan sesuatu pada tempatnya dan mengetahui rahasia-rahasia syariat. Maka Allah menyatukan bagi mereka antara pengajaran hukum-hukum dan segala hal yang dengannya hukum-hukum tersebut direalisasi-kan dan segala hal yang menjadi perangkat didapatkannya faidah dan buahnya. Hingga mereka melampaui seluruh makhluk yang ada dengan perkara-perkara yang agung itu.\nDan mereka menjadi para ulama Rabbani, \ufd3e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0645\u0650\u0646   \u0642\u064e\u0628\u06e1\u0644\u064f \ufd3f   \"se-kalipun sebelum (kedatangan Nabi) itu\", maksudnya, sebelum diutus-nya Rasul tersebut, \ufd3e \u0644\u064e\u0641\u0650\u064a  \u0636\u064e\u0644\u064e\u0670\u0644\u0656 \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u0656 \ufd3f   \"mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.\" Mereka tidak mengetahui jalan yang meng-hantarkan mereka kepada Rabb mereka, tidak juga tentang perkara yang membersihkan jiwa mereka dan menyucikannya. Akan tetapi apa yang dihiasi oleh kebodohan mereka, niscaya mereka melaku-kannya walaupun perbuatan itu bertentangan dengan akal sehat seluruh alam. "},{"id":613,"sura":3,"from_aya":165,"to_aya":168,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada pepe-rangan Uhud), padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar), kamu berkata, 'Dari mana datangnya (kekalahan) ini?' Katakanlah, 'Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri.' Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Dan apa yang menimpamu pada hari berte-munya dua pasukan, maka (kekalahan) itu adalah dengan izin (takdir) Allah, dan agar Allah mengetahui siapa orang-orang yang beriman. Dan supaya Allah mengetahui siapa orang-orang yang munafik. Kepada mereka dikatakan, 'Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah (dirimu).' Mereka berkata, 'Sekiranya kami mengetahui akan terjadi peperangan, tentulah kami meng-ikuti kamu.' Mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran daripada keimanan. Mereka mengatakan dengan mulut mereka perkataan yang tidak terkandung dalam hati mereka. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan. Orang-orang yang mengatakan kepada saudara-saudaranya dan mereka tidak turut pergi berperang, 'Sekiranya mereka mengikuti kita, tentulah mereka tidak terbunuh', maka katakanlah (kepada mereka), 'Tolak-lah kematian itu dari dirimu, jika kamu orang-orang yang benar'.\" (Ali Imran: 165-168)."},{"id":614,"sura":3,"from_aya":165,"to_aya":165,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(165) Ini merupakan hiburan dari Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 bagi hamba-hambaNya yang beriman ketika mereka menderita kekalahan yang telah mereka rasakan pada perang Uhud, dan telah terbunuh dari mereka kira-kira tujuh puluh orang, lalu Allah berfirman, \ufd3e \u0642\u064e\u062f\u06e1  \u0623\u064e\u0635\u064e\u0628\u06e1\u062a\u064f\u0645 \ufd3f   \"Kamu telah menimpakan\" terhadap kaum musyrikin, \ufd3e \u0645\u0651\u0650\u062b\u06e1\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u064e\u0627 \ufd3f   \"(keka-lahan) dua kali lipat\" pada perang Badar. Kalian membunuh sekitar tujuh puluh orang dari pembesar-pembesar mereka dan menawan tujuh puluh lagi dari mereka. Maka hendaklah peristiwa itu men-jadi terasa enteng dan musibah tersebut menjadi ringan atas kalian. Dan bersama itu kalian tidaklah sama dengan mereka, karena orang-orang yang terbunuh dari kalian itu berada di surga, sedang mereka di neraka.\n\ufd3e \u0642\u064f\u0644\u06e1\u062a\u064f\u0645\u06e1  \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0649\u0670  \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627\u06d6 \ufd3f   \"Kamu berkata, 'Darimana datangnya (kekalahan) ini?'\" Maksudnya, darimana datangnya derita yang telah kita rasakan itu dan darimana kita dikalahkan? \n\ufd3e  \u0642\u064f\u0644\u06e1  \u0647\u064f\u0648\u064e  \u0645\u0650\u0646\u06e1  \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650  \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06d7 \ufd3f   \"Katakanlah, 'Itu dari (kesalahan) dirimu sen-diri',\" ketika kalian berselisih dan bermaksiat setelah Allah mem-perlihatkan kepada kalian sesuatu yang kalian sukai. Maka kem-balikanlah celaan itu pada diri kalian sendiri dan waspadalah dari sebab-sebab yang menghancurkan. \n\ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670  \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650  \u0634\u064e\u064a\u06e1\u0621\u0656  \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u065e \ufd3f   \"Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.\" Janganlah kalian berburuk sangka kepada Allah, karena Allah Mahakuasa untuk menolong kalian. Akan tetapi Dia memiliki hikmah yang paling sempurna dalam ujian dan musibah kalian tersebut, dan sekiranya Allah menghendaki, niscaya Allah dapat membalas mereka, akan tetapi hal itu agar Allah menguji sebagian kalian dengan sebagian lainnya."},{"id":615,"sura":3,"from_aya":166,"to_aya":167,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(166-167) Kemudian Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 mengabarkan bahwasanya yang menimpa mereka saat bertemunya kedua pasukan; pasukan kaum Muslimin dan pasukan kaum musyrikin di Uhud berupa kematian dan kekalahan, adalah dengan izinNya, Qadha` dan QadarNya; tidak ada tempat pelarian baginya, dan itu pasti terjadi. Perkara takdir apabila telah terlaksana, maka tidak ada lagi cara kecuali (hanya) menerimanya dan bahwa Allah menetapkan hal itu atas dasar hikmah yang agung dan faidah yang besar, dan bahwa dengan hal itu akan jelas orang Mukmin dari orang munafik, yaitu orang-orang yang bila diperintah untuk ikut berperang, \ufd3e \u0648\u064e\u0642\u0650\u064a\u0644\u064e  \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u062a\u064e\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0648\u06e1\u0627\u0652  \u0642\u064e\u0670\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0641\u0650\u064a  \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \ufd3f \"dan kepada mereka dikatakan, 'Marilah berperang di jalan Allah',\" yaitu, demi membela agama Allah dan melindunginya serta mengharap keridhaan Allah, \ufd3e  \u0623\u064e\u0648\u0650 \u0671\u062f\u06e1\u0641\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627\u0652\u06d6 \ufd3f   \"atau pertahankanlah (dirimu),\" kehormatan dan negeri kalian apabila kalian tidak me-miliki niat yang shalih, maka mereka enggan ikut berperang dan membuat alasan. \n\ufd3e  \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0644\u064e\u0648\u06e1  \u0646\u064e\u0639\u06e1\u0644\u064e\u0645\u064f  \u0642\u0650\u062a\u064e\u0627\u0644\u0657\u0627  \u0644\u0651\u064e\u0671\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u06e1\u0646\u064e\u0670\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06d7 \ufd3f   \"Mereka berkata, 'Sekiranya kami menge-tahui akan terjadi peperangan, tentulah kami mengikutimu',\" maksud-nya, sekiranya kami mengetahui bahwasanya akan terjadi pepe-rangan antara kalian dan mereka, niscaya kami akan mengikuti kalian berperang. Tetapi sebenarnya mereka pendusta dalam hal itu. Sungguh mereka telah yakin dan paham, dan setiap orang mengetahui bahwa kaum musyrikin telah dipenuhi oleh dengki dan kebencian terhadap kaum Muslimin karena apa yang telah mereka derita disebabkan kaum Muslimin, dan bahwa mereka telah mengerahkan harta benda mereka, dan mereka telah me-ngumpulkan pasukan sekuat tenaga untuk menghancurkan kaum Muslimin di negeri mereka dengan semangat yang menyala-nyala untuk memerangi mereka. Barangsiapa yang kondisinya seperti ini, bagaimana bisa tidak tergambar bahwa tidak akan terjadi perang antara mereka dengan kaum Muslimin?\nKhususnya (alasan) bahwa kaum Muslimin telah (terlanjur) keluar dari Madinah (meninggalkan mereka), dan menghadapi mereka (kafir Quraisy). Ini merupakan suatu alasan yang mustahil, akan tetapi orang-orang munafik menyangka bahwa alasan terse-but melegakan kaum Mukminin. Allah berfirman, \ufd3e \u0647\u064f\u0645\u06e1 \u0644\u0650\u0644\u06e1\u0643\u064f\u0641\u06e1\u0631\u0650  \u064a\u064e\u0648\u06e1\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u0656 \ufd3f         \"Mereka pada hari itu kepada kekafiran\" yaitu pada saat mereka tidak berjihad bersama kaum Mukminin, \ufd3e \u0623\u064e\u0642\u06e1\u0631\u064e\u0628\u064f  \u0645\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0644\u0650\u0644\u06e1\u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650\u06da       \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0628\u0650\u0623\u064e\u0641\u06e1\u0648\u064e\u0670\u0647\u0650\u0647\u0650\u0645  \u0645\u0651\u064e\u0627  \u0644\u064e\u064a\u06e1\u0633\u064e      \u0641\u0650\u064a  \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1\u06da \ufd3f   \"lebih dekat kepada kekafiran daripada keimanan. Mereka me-ngatakan dengan mulut mereka perkataan yang tidak terkandung dalam hati mereka.\" \nIni adalah ciri khas orang-orang munafik, mereka tampakkan pada lisan dan perbuatan mereka apa yang bertentangan dengan yang ada dalam hati dan dada mereka. Di antaranya adalah per-kataan mereka, \ufd3e  \u0644\u064e\u0648\u06e1  \u0646\u064e\u0639\u06e1\u0644\u064e\u0645\u064f  \u0642\u0650\u062a\u064e\u0627\u0644\u0657\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0671\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u06e1\u0646\u064e\u0670\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06d7   \ufd3f \"Sekiranya kami mengetahui akan terjadi peperangan, tentulah kami mengikuti kamu.\" Sesungguhnya mereka sebenarnya telah mengetahui akan terjadinya peperangan.\nAyat ini menjadi dalil atas sebuah kaidah \"melakukan kemu-daratan yang lebih kecil dari dua kemudaratan,\" untuk menolak kemudaratan yang lebih besar dan melakukan kemaslahatan yang lebih kecil dari dua kemaslahatan karena ketidakmampuan mela-kukan kemaslahatan yang lebih besar, karena kaum munafik itu telah diperintahkan untuk berperang demi agama, dan bila mereka tidak melakukannya maka diperintahkan untuk mempertahankan keluarga dan negeri. \n\ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0623\u064e\u0639\u06e1\u0644\u064e\u0645\u064f  \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627  \u064a\u064e\u0643\u06e1\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan,\" maka Allah tampakkan semua itu bagi hamba-hamba-Nya yang beriman, lalu Allah menghukum mereka atas hal tersebut."},{"id":616,"sura":3,"from_aya":168,"to_aya":168,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(168) Kemudian Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman,\ufd3e \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e     \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0644\u0650\u0625\u0650\u062e\u06e1\u0648\u064e\u0670\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u0642\u064e\u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0644\u064e\u0648\u06e1     \u0623\u064e\u0637\u064e\u0627\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e\u0627  \u0645\u064e\u0627  \u0642\u064f\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652\u06d7 \ufd3f   \"Orang-orang yang mengatakan kepada saudara-saudaranya dan mereka tidak turut pergi berperang, 'Sekiranya mereka mengikuti kita, tentulah mereka tidak terbunuh'.\" Maksudnya, mereka (orang-orang munafik itu) menyatukan tindakan antara tidak ikut berjihad de-ngan menentang dan mendustakan Qadha` dan Qadar Allah. \nAllah berfirman membantah mereka, \ufd3e \u0642\u064f\u0644\u06e1  \u0641\u064e\u0671\u062f\u06e1\u0631\u064e\u0621\u064f\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"Katakanlah, 'Tolaklah',\" maksudnya, hindarkanlah, \ufd3e \u0639\u064e\u0646\u06e1 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0643\u064f\u0645\u064f     \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u0648\u06e1\u062a\u064e \u0625\u0650\u0646   \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u06e1 \u0635\u064e\u0670\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"kematian itu dari dirimu, jika kamu orang-orang yang benar.\" (Buktikan) bahwa mereka bila menaati kalian maka tidaklah mereka akan terbunuh, kalian tidak akan mampu melakukan itu dan tidak akan bisa. Dalam ayat-ayat ini terdapat dalil bahwa seorang hamba ter-kadang memiliki ciri-ciri kekufuran dan keimanan, dan terkadang lebih dekat kepada salah satunya daripada kepada lainnya."},{"id":617,"sura":3,"from_aya":169,"to_aya":171,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Rabbnya dengan mendapat rizki. Mereka dalam keadaan gembira disebab-kan karunia Allah yang diberikanNya kepada mereka, dan mereka bergirang hati tentang orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.\" (Ali Imran: 169-171)."},{"id":618,"sura":3,"from_aya":169,"to_aya":169,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(169) Ayat-ayat yang mulia ini mengandung penjelasan tentang keutamaan para syuhada dan karamah mereka, dan segala kebaikan yang dikaruniakan oleh Allah buat mereka berupa anu-gerah dan kebaikanNya. Termasuk di dalamnya adalah hiburan bagi orang-orang yang masih hidup karena ditinggal mati saudara mereka, belasungkawa bagi mereka dan memberikan semangat bagi mereka untuk berperang di jalan Allah dan mencari mati syahid.\n\ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u062a\u064e\u062d\u06e1\u0633\u064e\u0628\u064e\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0642\u064f\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0641\u0650\u064a    \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \ufd3f   \"Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah,\" maksudnya, dalam memerangi musuh-musuh agama dengan tujuan meninggikan kalimat Allah, \ufd3e \u0623\u064e\u0645\u06e1\u0648\u064e\u0670\u062a\u064e\u06e2\u0627\u06da \ufd3f   \"mati.\" Maksudnya, janganlah sampai terlintas di benak kalian dan dalam perhitungan kalian bahwa mereka itu mati dan lenyap, serta hilang dari mereka kenikmatan hidup dunia dan menikmati bunga-bunganya, (namun) yang (seharusnya) dikhawa-tirkan hilang adalah takut berperang dan tidak mendapatkan mati syahid. \ufd3e \u0628\u064e\u0644\u06e1 \ufd3f   \"Bahkan\" sesungguhnya mereka telah memperoleh yang lebih besar daripada sesuatu yang diperebutkan oleh orang-orang yang saling bersaing, di mana \ufd3e \u0623\u064e\u062d\u06e1\u064a\u064e\u0627\u0653\u0621\u064c     \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e  \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1 \ufd3f   \"mereka itu hidup di sisi Rabbnya,\" dalam surgaNya. Kata \"di sisi Rabbnya\" menunjuk-kan tingginya derajat mereka dan begitu dekatnya mereka dengan Rabb mereka, \ufd3e \u064a\u064f\u0631\u06e1\u0632\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"dengan mendapat rizki\" berupa berbagai macam kenikmatan yang tidak diketahui bentuknya kecuali oleh Dzat yang telah memberikan kenikmatan tersebut atas mereka."},{"id":619,"sura":3,"from_aya":170,"to_aya":170,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(170) Di samping itu, \ufd3e \u0641\u064e\u0631\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e       \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627\u0653   \u0621\u064e\u0627\u062a\u064e\u0649\u0670\u0647\u064f\u0645\u064f  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0645\u0650\u0646  \u0641\u064e\u0636\u06e1\u0644\u0650\u0647\u0650\u06e6 \ufd3f   \"mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikanNya kepada mereka,\" maksudnya mereka bahagia dengan hal tersebut, di mana mereka menjadi tenang dan jiwa mereka menjadi senang. Yang demikian itu disebabkan karena banyaknya, baiknya, keagungan-nya, dan kesempurnaan kenikmatan dalam memperolehnya tanpa ada kesusahan. Allah telah menyatukan bagi mereka antara kenik-matan jasmani dengan adanya rizki dan kenikmatan hati dan ruh dengan kesenangan dan kebahagiaan atas apa yang telah Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya, sehingga sempurnalah kenikmatan dan kebahagiaan mereka. \ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0633\u06e1\u062a\u064e\u0628\u06e1\u0634\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0628\u0650\u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0644\u064e\u0645\u06e1  \u064a\u064e\u0644\u06e1\u062d\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627\u0652     \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645  \u0645\u0651\u0650\u0646\u06e1  \u062e\u064e\u0644\u06e1\u0641\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Mereka bergirang hati tentang orang-orang yang masih tinggal di bela-kang yang belum menyusul mereka,\" maksudnya, sebagian mereka memberikan kabar gembira kepada sebagian lainnya tentang akan menyusulnya saudara-saudara mereka yang belum menyusul me-reka dan bahwa mereka akan mendapatkan apa yang telah mereka dapatkan; \ufd3e \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627  \u062e\u064e\u0648\u06e1\u0641\u064c  \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u0647\u064f\u0645\u06e1 \u064a\u064e\u062d\u06e1\u0632\u064e\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"bahwa tidak ada kekhawatiran ter-hadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati,\" maksudnya, me-reka memberikan kabar gembira dengan hilangnya hal-hal yang dikhawatirkan dari mereka dan dari saudara-saudara mereka yang melazimkan kesempurnaan kebahagiaan mereka."},{"id":620,"sura":3,"from_aya":171,"to_aya":171,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(171) \ufd3e \u064a\u064e\u0633\u06e1\u062a\u064e\u0628\u06e1\u0634\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0628\u0650\u0646\u0650\u0639\u06e1\u0645\u064e\u0629\u0656      \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0648\u064e\u0641\u064e\u0636\u06e1\u0644\u0656 \ufd3f \"Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah,\" maksudnya, sebagian me-reka memberikan ucapan selamat kepada sebagian lainnya dengan ucapan selamat yang paling agung, yaitu nikmat Rabb mereka dan karuniaNya serta kebaikanNya. \n\ufd3e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0644\u064e\u0627  \u064a\u064f\u0636\u0650\u064a\u0639\u064f  \u0623\u064e\u062c\u06e1\u0631\u064e    \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman,\" bahkan Allah mengembangkan-nya dan memberikan balasan, serta menambahkan karuniaNya itu hingga mencapai derajat yang tidak mungkin dapat diraih oleh usaha mereka sendiri.\nAyat-ayat ini menunjukkan Shahihnya kenikmatan di alam barzakh, dan bahwasanya orang-orang yang syahid berada pada tempat yang paling tinggi di sisi Rabb mereka. Di dalamnya terkandung adanya pertemuan antara ruh-ruh orang-orang yang shalih, ziarahnya sebagian mereka kepada sebagian lain, serta saling memberikan kabar gembira. "},{"id":621,"sura":3,"from_aya":172,"to_aya":175,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"(Yaitu) orang-orang yang menaati perintah Allah dan Ra-sulNya sesudah mereka mendapat luka (dalam peperangan Uhud). Bagi orang-orang yang berbuat kebaikan dari kalangan mereka dan yang bertakwa ada pahala yang besar. (Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan, 'Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerangmu, karena itu takutlah kepada mereka,' maka perkataan itu menambah keimanan mereka, dan mereka menjawab, 'Cukuplah Allah menjadi Penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.' Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak men-dapat bencana apa-apa, dan mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kamu benar-benar orang yang beriman.\" (Ali Imran: 172-175)."},{"id":622,"sura":3,"from_aya":172,"to_aya":173,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(172-173) Ketika Nabi \ufdfa kembali dari Uhud menuju ke Madinah dan mendengar bahwa Abu Sufyan beserta orang-orang yang bersamanya dari kaum musyrikin hendak kembali menye-rang Madinah, maka beliau menyeru kembali para sahabatnya untuk bersiap berperang. Maka mereka berangkat dengan kondisi masih terluka, demi memenuhi panggilan Allah dan RasulNya, dan menaati Allah dan RasulNya, hingga akhirnya sampailah mereka pada suatu tempat yang bernama Hamra` al-Asad.[11]\nLalu datanglah seseorang kepada mereka seraya berkata, \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0671\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e  \u0642\u064e\u062f\u06e1  \u062c\u064e\u0645\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerangmu,\" mereka bertekad untuk menghancurkan ka-lian, sebagai suatu tindakan menakuti dan menggentarkan mereka. Akan tetapi hal itu tidaklah menambah bagi mereka kecuali iman kepada Allah dan bertawakal kepadaNya, \ufd3e \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652     \u062d\u064e\u0633\u06e1\u0628\u064f\u0646\u064e\u0627  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \ufd3f \"dan me-reka menjawab, 'Cukuplah Allah menjadi Penolong kami',\" maksudnya, cukuplah Dia dari segala hal yang mengkhawatirkan kita,\ufd3e \u0648\u064e\u0646\u0650\u0639\u06e1\u0645\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0648\u064e\u0643\u0650\u064a\u0644\u064f \ufd3f   \"dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung,\" yaitu Dzat yang diserahkan kepadaNya urusan hamba-hambaNya dan yang me-menuhi kemaslahatan bagi mereka."},{"id":623,"sura":3,"from_aya":174,"to_aya":174,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(174) \ufd3e \u0641\u064e\u0671\u0646\u0642\u064e\u0644\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"Maka mereka kembali,\" maksudnya mereka pulang, \ufd3e   \u0628\u0650\u0646\u0650\u0639\u06e1\u0645\u064e\u0629\u0656   \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0648\u064e\u0641\u064e\u0636\u06e1\u0644\u0656  \u0644\u0651\u064e\u0645\u06e1  \u064a\u064e\u0645\u06e1\u0633\u064e\u0633\u06e1\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0633\u064f\u0648\u0653\u0621\u065e \ufd3f   \"dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa.\" Kabar itu sampai kepada kaum musyrikin, bahwasanya Rasulullah \ufdfa dan para sahabatnya telah bersiap memerangi kalian, sementara orang-orang yang tidak ikut serta, telah menyesal. Lalu Allah menjatuh-kan rasa takut pada hati mereka hingga akhirnya mereka terus kembali ke Makkah.\nKaum Mukminin juga kembali (ke Madinah) dengan kenik-matan dari Allah dan karuniaNya, di mana Allah telah memberikan karunia kepada mereka dengan bimbingan untuk bersiap kembali berperang dalam kondisi seperti itu dan bertawakal kepada Rabb mereka. Kemudian Allah menetapkan pahala bagi mereka dengan pahala para pejuang secara sempurna, lalu karena kebajikan mereka untuk menaati Tuhan mereka dan ketakwaan mereka dari bermaksiat kepadaNya, maka mereka mendapatkan pahala yang besar, dan ini merupakan karunia Allah atas mereka."},{"id":624,"sura":3,"from_aya":175,"to_aya":175,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(175) Kemudian Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627  \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u064f  \u0671\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u06e1\u0637\u064e\u0670\u0646\u064f    \u064a\u064f\u062e\u064e\u0648\u0651\u0650\u0641\u064f  \u0623\u064e\u0648\u06e1\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0653\u0621\u064e\u0647\u064f\u06e5 \ufd3f   \"Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy),\" mak-sudnya, sesungguhnya ancaman seseorang dari kaum musyrikin bahwa mereka \ufd3e \u062c\u064e\u0645\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"telah mengumpulkan pasukan untuk me-nyerangmu,\" adalah salah seorang penyeru setan, di mana wali-wali setan itu menakut-nakuti orang-orang yang tidak memiliki iman di hati mereka atau iman mereka lemah.\n\ufd3e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f\u0648\u0646\u0650  \u0625\u0650\u0646  \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kamu benar-benar orang yang beriman,\" maksudnya, janganlah kalian takut kepada kaum musyrikin yang merupakan wali-wali setan, karena sesungguhnya nasib mereka ada di Tangan Allah, di mana mereka tidak mampu bertindak kecuali dengan takdirNya, akan tetapi takutlah kepada Allah yang akan membela wali-waliNya yang takut kepadaNya dan yang memenuhi panggilanNya.\nAyat ini menunjukkan wajibnya takut kepada Allah semata dan bahwa takut itu adalah konsekuensi iman. Karena itu setinggi kadar tingkat keimanan seorang hamba maka setinggi itu pulalah tingkat takutnya kepada Allah. Takut yang terpuji adalah yang dapat menghalangi seorang hamba dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah. "},{"id":625,"sura":3,"from_aya":176,"to_aya":177,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Janganlah kamu disedihkan oleh orang-orang yang segera menjadi kafir; sesungguhnya mereka sekali-kali tidak dapat mem-beri mudarat kepada Allah sedikit pun. Allah berkehendak tidak akan memberi suatu bagian (dari pahala) kepada mereka di Hari Akhirat, dan mereka mendapatkan azab yang besar. Sesungguhnya orang-orang yang menukar iman dengan kekafiran, sekali-kali mereka tidak dapat memberi mudarat kepada Allah sedikit pun; dan mereka mendapat azab yang pedih.\" (Ali Imran: 176-177)."},{"id":626,"sura":3,"from_aya":176,"to_aya":176,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(176) Nabi \ufdfa sangatlah bersemangat berbuat baik kepada makhluk dan berusaha memberikan petunjuk kepada mereka. Beliau bersedih hati apabila mereka tidak mendapatkan petunjuk. Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u064a\u064e\u062d\u06e1\u0632\u064f\u0646\u0643\u064e  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u064a\u064f\u0633\u064e\u0670\u0631\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u06e1\u0643\u064f\u0641\u06e1\u0631\u0650\u06da \ufd3f   \"Janganlah kamu di-sedihkan oleh orang-orang yang segera menjadi kafir\" karena keinginan mereka yang begitu besar padanya dan antusias mereka atasnya.\n\ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0644\u064e\u0646  \u064a\u064e\u0636\u064f\u0631\u0651\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e   \u0634\u064e\u064a\u06e1\u0640\u0654\u0657\u0627\u06da \ufd3f   \"Sesungguhnya mereka sekali-kali tidak dapat memberi mudarat kepada Allah sedikit pun.\" Allah adalah pembela agamaNya, penolong RasulNya dan pemberlaku urusanNya tanpa mereka. Maka janganlah engkau menghiraukan mereka dan jangan-lah engkau memperhatikan mereka. Mereka itu hanya berusaha memudaratkan diri mereka sendiri dengan hilangnya keimanan (pada diri mereka) di dunia dan adanya siksaan yang pedih di akhirat kelak, disebabkan kehinaan mereka di hadapan Allah dan jatuhnya martabat mereka dari WajahNya dan kehendakNya, maka Allah tidak menjadikan bagi mereka bagian pahalaNya sedikit pun di akhirat. Allah menghinakan mereka dan tidak memberikan bimbingan kepada mereka sebagaimana Allah memberikan bim-bingan itu kepada wali-waliNya, dan barangsiapa yang dikehen-daki oleh Allah baik, sebagai suatu keadilan dariNya atau suatu hikmah, niscaya Allah akan memberitahunya bahwa mereka itu tidaklah suci untuk mendapatkan petunjuk dan tidak pula mereka menerima jalan yang lurus disebabkan akhlak mereka yang telah rusak dan tujuan mereka yang buruk."},{"id":627,"sura":3,"from_aya":177,"to_aya":177,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(177) Kemudian Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 mengabarkan bahwa orang-orang yang telah memilih kekufuran daripada keimanan dan suka terhadapnya sebagaimana sukanya orang yang siap mengerahkan segala hartanya untuk mendapatkan barang yang disukainya, \ufd3e  \u0644\u064e\u0646   \u064a\u064e\u0636\u064f\u0631\u0651\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e   \u0634\u064e\u064a\u06e1\u0640\u0654\u0657\u0627\u06da \ufd3f  \"sekali-kali mereka tidak dapat memberi mudarat kepada Allah sedikit pun,\" akan tetapi mudarat dari perbuatan mereka itu akan kembali kepada mereka sendiri. Karena itu Allah berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c    \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064c \ufd3f   \"Dan mereka mendapat azab yang pedih.\" Lalu bagaima-nakah mereka bisa memberikan mudarat kepada Allah? Mereka telah sangat menjauh dari keimanan dan sangat menyukai keku-furan kepada Yang Maha Penyayang, maka Allah tidaklah butuh kepada mereka. Allah telah memilih dari hamba-hambaNya yang baik dan bersih dari selain orang-orang kafir itu bagi agamaNya, dan menyiapkan untuk agamaNya orang-orang yang diridhaiNya untuk membelaNya dari orang-orang yang memiliki hati yang mantap dan akal yang cemerlang, dan orang-orang yang cerdik dari para tokoh yang hebat. Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \n\ufd3e \u0642\u064f\u0644\u06e1  \u0621\u064e\u0627\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0628\u0650\u0647\u0650\u06e6\u0653  \u0623\u064e\u0648\u06e1  \u0644\u064e\u0627      \u062a\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652\u06da       \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0623\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u06e1\u0639\u0650\u0644\u06e1\u0645\u064e  \u0645\u0650\u0646  \u0642\u064e\u0628\u06e1\u0644\u0650\u0647\u0650\u06e6\u0653  \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627  \u064a\u064f\u062a\u06e1\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u0645\u06e1     \u064a\u064e\u062e\u0650\u0631\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e\u06e4 \u0644\u0650\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0630\u06e1\u0642\u064e\u0627\u0646\u0650\u06e4   \u0633\u064f\u062c\u0651\u064e\u062f\u0657\u0627\u06e4  107 \ufd3f   \n\"Katakanlah, 'Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah).' Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengeta-huan sebelumnya apabila al-Qur`an dibacakan kepada mereka, niscaya mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud.\" (Al-Isra`: 107). "},{"id":628,"sura":3,"from_aya":178,"to_aya":178,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka, bahwa pemberian (waktu) tangguh Kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi (waktu) tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan mereka mendapatkan azab yang menghinakan.\" (Ali Imran: 178)."},{"id":629,"sura":3,"from_aya":178,"to_aya":178,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(178) Maksudnya, janganlah orang-orang kafir itu berpra-sangka kepada Rabb mereka, lalu mereka mencampakkan agama-Nya, dan memerangi RasulNya, bahwa Kami membiarkan mereka dalam dunia ini dan tidak menghancurkan mereka serta tindakan Kami menangguhkan mereka itu adalah baik bagi diri mereka dan merupakan kecintaan Kami kepada mereka. Semua itu tidak seperti yang mereka sangka, tapi semua itu disebabkan karena keburukan yang dikehendaki oleh Allah kepada mereka dan tambahan sik-saan dan hukuman di samping siksaan tersebut. Karena itu Allah berfirman, \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627  \u0646\u064f\u0645\u06e1\u0644\u0650\u064a  \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0644\u0650\u064a\u064e\u0632\u06e1\u062f\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652  \u0625\u0650\u062b\u06e1\u0645\u0657\u0627\u06d6         \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u065e  \u0645\u0651\u064f\u0647\u0650\u064a\u0646\u065e  \ufd3f \"Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan mereka mendapatkan azab yang menghinakan.\" \nAllah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 menangguhkan bagi seorang yang zhalim hingga bertambahlah kezhalimannya dan diikuti oleh kekufurannya hingga bila Allah menghukumnya, maka Dia menghukumnya dengan hukuman Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa, maka waspadalah orang-orang yang zhalim dari penangguhan tersebut, dan agar mereka tidak mengira bahwa Dzat Yang Mahabesar lagi Mahatinggi melupakan mereka. "},{"id":630,"sura":3,"from_aya":179,"to_aya":179,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyi-sihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (Mukmin). Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendakiNya dari kalangan Rasul-rasulNya. Karena itu berimanlah kepada Allah dan Rasul-rasulNya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka kalian mendapatkan pahala yang besar.\" (Ali Imran: 179)."},{"id":631,"sura":3,"from_aya":179,"to_aya":179,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(179) Maksudnya, bukanlah merupakan hikmah Allah bahwa Dia membiarkan kaum Mukminin berada dalam kondisi seperti yang kalian alami berupa campur-baur dan tidak ada pem-bedaan, hingga Allah memilah orang yang buruk dari yang baik, orang Mukmin dari orang munafik, orang yang benar dari orang yang dusta. Dan bukan merupakan hikmahNya juga bahwa hamba-hambaNya mengetahui hal ghaib yang Dia ketahui pada hamba-Nya, maka hikmah Allah yang agung menghendaki agar Allah menguji para hambaNya dan memberikan cobaan kepada mereka dengan perkara yang dapat membedakan antara yang buruk dari yang baik dengan beberapa bentuk ujian dan cobaan. Maka Allah mengutus para rasulNya dan memerintahkan mereka untuk taat, patuh, dan beriman kepada mereka. Lalu Allah menjanjikan kepada mereka atas keimanan dan ketakwaan itu dengan pahala yang besar. Maka terpecahlah manusia dari segi keikutsertaannya kepada Rasul menjadi dua bagian; orang-orang yang taat dan orang-orang yang durhaka, orang-orang yang Mukmin dan orang-orang yang munafik, dan orang-orang Muslim dan orang-orang yang kafir; agar hal itu mengakibatkan adanya pahala dan hukuman, dan agar tampaklah keadilan, kemuliaan, dan hikmahNya kepada makhlukNya. "},{"id":632,"sura":3,"from_aya":180,"to_aya":180,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu kelak akan dikalungkan di lehernya pada Hari Kiamat. Dan ke-punyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.\" (Ali Imran: 180)."},{"id":633,"sura":3,"from_aya":180,"to_aya":180,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(180) Maksudnya, janganlah orang-orang yang bakhil itu menyangka, yaitu orang yang menahan sesuatu yang mereka miliki dari sesuatu yang telah diberikan oleh Allah kepada mereka berupa karuniaNya seperti harta, kedudukan, ilmu dan sebagainya, yang telah Allah berikan dan Allah anugerahkan kepada mereka, dan Allah memerintahkan kepada mereka untuk mendermakan harta yang tidak akan memudaratkan mereka disebabkannya kepada hamba-hambaNya yang lain, namun mereka bakhil akan hal tersebut, mereka menahannya dari hamba-hamba Allah, dan mereka berpikir bahwa itu lebih baik buat mereka. Akan tetapi itu justru lebih buruk buat mereka dalam agama dan dunia mereka, sekarang maupun nanti.\n\ufd3e \u0633\u064e\u064a\u064f\u0637\u064e\u0648\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0645\u064e\u0627  \u0628\u064e\u062e\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0628\u0650\u0647\u0650\u06e6  \u064a\u064e\u0648\u06e1\u0645\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0642\u0650\u064a\u064e\u0670\u0645\u064e\u0629\u0650\u06d7 \ufd3f   \"Harta yang mereka bakhilkan itu kelak akan dikalungkan di lehernya pada Hari Kiamat.\" Maksudnya, Allah akan menjadikan harta yang mereka bakhilkan itu sebagai kalung pada leher-leher mereka seraya mereka disiksa dengannya seba-gaimana yang diriwayatkan dalam hadits yang shahih, \n\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u062e\u0650\u064a\u0652\u0644\u064e \u064a\u064f\u0645\u064e\u062b\u0651\u064e\u0644\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0627\u0644\u064f\u0647\u064f \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0634\u064f\u062c\u064e\u0627\u0639\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0642\u0652\u0631\u064e\u0639\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0632\u064e\u0628\u0650\u064a\u0652\u0628\u064e\u062a\u064e\u0627\u0646\u0650 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064e\u0623\u0652\u062e\u064f\u0630\u064f \u0628\u0650\u0644\u0650\u0647\u0652\u0632\u0650\u0645\u064e\u062a\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0652\u0644\u064f: \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627\u0644\u064f\u0643\u064e\u060c \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0646\u0652\u0632\u064f\u0643\u064e.\n\"Sesungguhnya orang yang bakhil itu pada Hari Kiamat, hartanya akan dijadikan seekor ular jantan yang botak yang memiliki dua taring, kemudian ia akan mematok kedua rahang (pemilik)nya seraya berkata, 'Saya adalah hartamu, saya adalah harta simpananmu'.\"[12]\nLalu Rasulullah \ufdfa membaca ayat ini untuk membenarkan-nya. Orang-orang bakhil itu menyangka bahwa kebakhilan mereka berguna bagi mereka dan akan menyelamatkan mereka, namun ternyata perkaranya terbalik secara total, bahkan kebakhilan me-reka itu menjadi mudarat paling besar bagi mereka dan penyebab bagi siksaan atas mereka.\n\ufd3e \u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0645\u0650\u064a\u0631\u064e\u0670\u062b\u064f  \u0671\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0670\u0648\u064e\u0670\u062a\u0650  \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0631\u06e1\u0636\u0650\u06d7 \ufd3f \"Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan bumi,\" maksudnya, Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 adalah Raja atas segala raja, dan seluruh raja-raja kembali kepada Pemiliknya, dan hamba-hamba akan kembali dari dunia dengan tidak mem-bawa apa-apa dari dirham dan dinar, dan tidak juga harta lainnya. Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \n\ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627  \u0646\u064e\u062d\u06e1\u0646\u064f  \u0646\u064e\u0631\u0650\u062b\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0631\u06e1\u0636\u064e  \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u06e1  \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u064e\u0627  \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0646\u064e\u0627  \u064a\u064f\u0631\u06e1\u062c\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e  40  \ufd3f \n\"Sesungguhnya Kami mewarisi bumi dan semua orang-orang yang ada di atasnya, dan hanya kepada Kami-lah mereka dikembalikan.\" (Mar-yam: 40).\nPerhatikanlah bagaimana Allah menyebutkan sebab awal dan sebab akhir, di mana kedua sebab itu mengharuskan seorang hamba tidak bakhil dengan harta yang telah Allah berikan kepada-nya.\nPertama, Allah mengabarkan tentang sesuatu yang ada pada hamba dan miliknya itu merupakan karunia dari Allah dan nikmat-Nya dan bukan milik hamba tersebut, bahkan sekiranya bukan karena karunia Allah atasnya dan kebaikanNya, niscaya tidak akan ada sama sekali pada dirinya sesuatu pun dari padanya. Maka tindakan bakhilnya itu menghalangi karunia Allah dan kebaikan-Nya. Karena kebaikanNya itu mengharuskan ia berbuat kebaikan juga kepada hamba-hambaNya, sebagaimana Allah berfirman, \n\ufd3e  \u0648\u064e\u0623\u064e\u062d\u06e1\u0633\u0650\u0646  \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627\u0653  \u0623\u064e\u062d\u06e1\u0633\u064e\u0646\u064e   \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0643\u064e\u06d6         \ufd3f \n\"Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu.\" (Al-Qashash: 77). \nBarangsiapa yang meneliti (dengan seksama) bahwa apa yang ada padanya itu merupakan karunia dari Allah, niscaya dia tidak akan menahan karunia itu, yang tidak akan memudaratkannya, akan tetapi justru berguna bagi dirinya; pada hatinya, hartanya, dan bertambahnya iman, serta terpelihara dari bencana.\nKemudian kedua, Allah menyebutkan bahwa apa yang ada pada tangan hamba-hamba itu semuanya kembali kepada Allah dan diwarisi oleh Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649, dan Allah adalah sebaik-baik Pewaris, maka tidak ada artinya bersikap bakhil pada sesuatu yang akan hilang darimu dan akan berpindah kepada selain dirimu.\nKemudian ketiga, Allah menyebutkan sebab balasan, seraya berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627   \u062a\u064e\u0639\u06e1\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e  \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u065e \ufd3f \"Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.\" Apabila Allah itu Maha Mengetahui pada perbuatan-perbuatan kalian seluruhnya \u2013dan hal itu mengharuskan adanya balasan yang baik bagi kebaikan, dan hukuman atas kejahatan\u2013 niscaya tidaklah akan terlambat seseorang yang dalam hatinya ada iman walau seberat biji sawi untuk berinfak, di mana dia akan memperoleh balasan, dan dia tidak akan bahagia dengan menahan infak yang akan membuat dirinya mendapat hukuman."},{"id":634,"sura":3,"from_aya":181,"to_aya":182,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Sungguh Allah telah mendengar perkataan orang-orang yang mengatakan, 'Sesungguhnya Allah miskin, dan kami kaya.' Kami akan mencatat perkataan mereka itu dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar, dan Kami akan mengatakan (kepada mereka), 'Rasakanlah olehmu azab yang membakar.' (Azab) yang demikian itu adalah disebabkan perbuat-an tanganmu sendiri, dan bahwasanya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-hambaNya.\" (Ali Imran: 181-182)."},{"id":635,"sura":3,"from_aya":181,"to_aya":181,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(181) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 mengabarkan tentang perkataan orang-orang yang durhaka yang telah berucap dengan perkataan yang paling buruk, paling keji dan paling busuk, lalu Allah mengabar-kan bahwasanya Dia telah mendengar apa yang mereka katakan, dan bahwa Dia akan menulis dan menjaga (catatan) itu bersama perbuatan-perbuatan mereka yang sangat keji yaitu membunuh para nabi yang berdakwah. Dan bahwa Allah akan menghukum mereka atas perbuatan itu dengan seberat-berat hukuman, dan bahwa akan dikatakan kepada mereka sebagai ganti apa yang telah mereka katakan yaitu \"Allah itu fakir dan kamilah yang kaya,\" \ufd3e \u0630\u064f\u0648\u0642\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u062d\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u0650 \ufd3f   \"Rasakanlah olehmu azab yang membakar\", yang menghanguskan lagi menghujam dari badan hingga ke hati. Sik-saan mereka itu bukanlah suatu penganiayaan dari Allah bagi mereka, karena sesungguhnya Allah\n\ufd3e \u0644\u064e\u064a\u06e1\u0633\u064e  \u0628\u0650\u0638\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627\u0645\u0656 \u0644\u0651\u0650\u0644\u06e1\u0639\u064e\u0628\u0650\u064a\u062f\u0650 \ufd3f   \n\"Sekali-kali tidak menganiaya hamba-hambaNya.\" (Ali Imran: 182).\nKarena Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 Mahasuci dari hal tersebut."},{"id":636,"sura":3,"from_aya":182,"to_aya":182,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(182) Sesungguhnya \ufd3e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e     \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627  \u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0645\u064e\u062a\u06e1 \ufd3f   \"(azab) yang demikian itu adalah disebabkan\" oleh tangan-tangan mereka berupa perbuatan hina dan keburukan yang mengharuskan mereka berhak mendapat-kan azab dan jauh dari pahala. Para ahli tafsir telah menyebutkan bahwasanya ayat ini turun pada suatu kaum dari Yahudi yang telah berbicara dengan perkataan (busuk) tersebut. Para ahli tafsir menyebutkan bahwa di antara kaum Yahudi itu adalah Finhash bin 'Azura`, salah seorang pemimpin ulama Yahudi di Madinah,[13] dan bahwa ketika dia mendengar Firman Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649,\n\ufd3e \u0645\u0651\u064e\u0646  \u0630\u064e\u0627  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a  \u064a\u064f\u0642\u06e1\u0631\u0650\u0636\u064f  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0642\u064e\u0631\u06e1\u0636\u064b\u0627  \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u0657\u0627 \ufd3f   \n\"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, suatu pin-jaman yang baik.\" (Al-Baqarah: 245) dan \n\ufd3e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u06e1\u0631\u0650\u0636\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0642\u064e\u0631\u06e1\u0636\u064b\u0627  \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u0657\u0627\u06da \ufd3f   \n\"Dan berikanlah pinjaman kepada Allah suatu pinjaman yang baik.\" (Al-Muzzammil: 20), \ndia berkata dengan nada sombong dan congkak perkataan tersebut. Semoga Allah menghukumnya. Maka Allah menyebutkan per-kataan itu dari mereka, dan Allah mengabarkan bahwa itu bukan suatu hal yang baru dari kekejian mereka, bahkan sebenarnya telah berlalu dari mereka kekejian-kekejian lain yang serupa dengan hal tersebut, yaitu pembunuhan nabi-nabi Allah tanpa alasan yang benar. Pembatasan ini dimaksudkan bahwa mereka itu lancang membunuh para nabi padahal mereka mengetahui akan kekejian perbuatan itu, bukan atas dasar kebodohan dan kesesatan, akan tetapi atas dasar pembangkangan dan kedurhakaan. "},{"id":637,"sura":3,"from_aya":183,"to_aya":184,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"(Yaitu) orang-orang (Yahudi) yang mengatakan, 'Sesungguh-nya Allah telah memerintahkan kepada kami, supaya kami jangan beriman kepada seorang rasul, sehingga dia mendatangkan kepada kami kurban yang dimakan api.' Katakanlah, 'Sesungguhnya telah datang kepadamu beberapa orang rasul sebelumku membawa keterangan-keterangan yang nyata dan membawa apa yang kamu sebutkan, maka mengapa kamu membunuh mereka jika kamu adalah orang-orang yang benar?' Jika mereka mendustakan kamu, maka sungguh rasul-rasul sebelum kamu pun telah didustakan (pula), mereka membawa mukjizat-mukjizat yang nyata, Zubur dan kitab yang memberi penjelasan yang sempurna.\" (Ali Imran: 183-184)."},{"id":638,"sura":3,"from_aya":183,"to_aya":183,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(183) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 mengabarkan tentang kondisi orang-orang yang membuat kebohongan yang berkata, \ufd3e  \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e   \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u0647\u0650\u062f\u064e   \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0646\u064e\u0627\u0653 \ufd3f   \"Sesung-guhnya Allah telah memerintahkan kepada kami,\" maksudnya, Allah datang kepada kami dan Allah mewasiatkan bahwa janganlah kami beriman kepada seorang rasul hingga dia datang kepada kami dengan membawa kurban yang telah dimakan api. Mereka menyatukan antara kebohongan atas nama Allah dan membatasi tanda-tanda para rasul dengan apa yang mereka katakan berupa kedustaan yang nyata tersebut, dan bahwasanya mereka bila tidak beriman kepada seorang rasul yang tidak membawa kurban yang dimakan api, maka mereka dalam hal itu telah taat kepada Tuhan mereka dan konsisten terhadap perintahNya. \nDan sungguh telah diketahui bahwa setiap rasul yang diutus oleh Allah pasti Dia perkuat dengan ayat-ayat dan bukti-bukti nyata tertentu yang menurut semisalnya (biasa) diimani oleh ma-nusia, dan Allah tidak membatasinya dengan apa yang mereka katakan itu. Namun bersama itu semua, mereka telah membuat kebohongan yang tidak mereka pegang teguh dan kebatilan yang tidak mereka lakukan. \nKarena itu Allah memerintahkan kepada RasulNya untuk berkata kepada mereka, \ufd3e \u0642\u064e\u062f\u06e1 \u062c\u064e\u0627\u0653\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1 \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u065e  \u0645\u0651\u0650\u0646  \u0642\u064e\u0628\u06e1\u0644\u0650\u064a \u0628\u0650\u0671\u0644\u06e1\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0670\u062a\u0650 \ufd3f   \"Sesungguhnya telah datang kepadamu beberapa orang rasul sebelumku dengan mem-bawa keterangan-keterangan yang nyata\" yang menunjukkan kepada kebenaran mereka, \ufd3e \u0648\u064e\u0628\u0650\u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a  \u0642\u064f\u0644\u06e1\u062a\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"dan membawa apa yang kamu sebut-kan\" yaitu dia membawa kepada kalian kurban yang dimakan oleh api, \ufd3e \u0641\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e  \u0642\u064e\u062a\u064e\u0644\u06e1\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0625\u0650\u0646  \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u06e1   \u0635\u064e\u0670\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"maka mengapa kamu membunuh mereka jika kamu adalah orang-orang yang benar?\" Maksudnya, (kalian benar) dalam pengakuan kalian bahwa kalian beriman kepada seorang Rasul yang membawa kurban yang dimakan api (lalu kenapa kalian tetap membunuh para rasul itu); maka dengan hal ini jelaslah ke-bohongan, kedurhakaan, dan penentangan mereka."},{"id":639,"sura":3,"from_aya":184,"to_aya":184,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(184) Kemudian Allah menghibur RasulNya \ufdfa seraya ber-firman, \ufd3e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646  \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0643\u064e  \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u06e1  \u0643\u064f\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e  \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u065e  \u0645\u0651\u0650\u0646  \u0642\u064e\u0628\u06e1\u0644\u0650\u0643\u064e \ufd3f   \"Jika mereka mendustakanmu, maka sungguh rasul-rasul sebelum kamu pun telah didustakan (pula).\" Maksudnya, ini adalah kebiasaan orang-orang yang zhalim dan jalan mereka yaitu kufur kepada Allah dan mendustakan para rasul Allah. Pendustaan mereka kepada para rasul Allah itu bukan karena suatu keterbatasan syariat yang datang kepada mereka atau tidak jelasnya hujjah bagi mereka, bahkan sungguh \ufd3e \u062c\u064e\u0627\u0653\u0621\u064f\u0648   \u0628\u0650\u0671\u0644\u06e1\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0670\u062a\u0650 \ufd3f \"mereka membawa mukjizat-mukjizat yang nyata\" yaitu, hujjah-hujjah logika dan bukti-bukti nyata naqliyah, \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0632\u0651\u064f\u0628\u064f\u0631\u0650 \ufd3f   \"dan Zubur,\" yaitu, kitab-kitab yang ditulis dan diturunkan dari langit yang tidak mungkin dibawa oleh selain para rasul, \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0643\u0650\u062a\u064e\u0670\u0628\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0646\u0650\u064a\u0631\u0650 \ufd3f \"dan kitab yang memberi penjelasan yang sempurna\" tentang hukum-hukum syariat dan penjelasan tentang berbagai masalah yang mencakup keindahan-keindahan logika, dan juga penjelasan tentang kabar-kabar yang benar. \nApabila ini adalah kebiasaan mereka dalam ketidakberimanan kepada para rasul yang mana inilah gambaran mereka, maka janganlah engkau bersedih karena hal mereka tersebut, dan jangan-lah sekali-kali perkara mereka menyibukkanmu. "},{"id":640,"sura":3,"from_aya":185,"to_aya":185,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesung-guhnya pada Hari Kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Ba-rangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh dia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.\" (Ali Imran: 185). "},{"id":641,"sura":3,"from_aya":185,"to_aya":185,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(185) Ayat yang mulia ini mengandung penjelasan tentang zuhud dari dunia karena bersifat fana dan tidak kekal, dan bahwa dunia itu adalah perhiasan yang menipu, membuat fitnah dengan keindahannya, menipu dengan kecantikan dan kemolekannya. Kemudian dunia itu akan berpindah dan ditinggalkan menuju ne-geri yang abadi, di mana jiwa-jiwa manusia akan diberikan balasan amal yang telah diperbuatnya di dunia ini berupa kebaikan mau-pun kejelekan. \ufd3e \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0632\u064f\u062d\u06e1\u0632\u0650\u062d\u064e \ufd3f \"Maka barangsiapa dijauhkan,\" maksudnya, dikeluarkan \ufd3e \u0639\u064e\u0646\u0650  \u0671\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650   \u0648\u064e\u0623\u064f\u062f\u06e1\u062e\u0650\u0644\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064e  \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u06e1 \u0641\u064e\u0627\u0632\u064e\u06d7 \ufd3f   \"dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh dia telah beruntung\" maksudnya, dia memperoleh kemenangan yang besar dengan selamat dari siksa yang pedih dan sampai kepada surga yang penuh nikmat, yang berisikan segala keindahan yang tak pernah dilihat mata, tak pernah didengar telinga, dan tidak pernah terlintas pada benak dan hati seseorang.\nPemahaman terbalik ayat ini, adalah bahwa barangsiapa yang tidak dikeluarkan dari neraka dan tidak masuk dalam surga, maka dia tidaklah beruntung, bahkan dia celaka dengan kesengsaraan yang abadi dan disiksa dengan hukuman yang kekal.\nAyat ini mengandung isyarat akan adanya kenikmatan alam barzakh maupun siksaannya, dan bahwa orang-orang yang beramal akan diberikan balasan di dalamnya dengan beberapa balasan dari amal yang telah mereka lakukan, dan disuguhkan kepada mereka beberapa contoh dari orang-orang yang mendahuluinya. Ini dapat dipahami dari FirmanNya, \ufd3e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627  \u062a\u064f\u0648\u064e\u0641\u0651\u064e\u0648\u06e1\u0646\u064e  \u0623\u064f\u062c\u064f\u0648\u0631\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u064a\u064e\u0648\u06e1\u0645\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0642\u0650\u064a\u064e\u0670\u0645\u064e\u0629\u0650\u06d6 \ufd3f   \"Dan se-sungguhnya pada Hari Kiamat sajalah disempurnakan pahalamu,\" mak-sudnya, penyempurnaan balasan perbuatan secara total hanya terjadi pada Hari Kiamat, sedangkan selain itu maka terjadi di alam barzakh, bahkan bisa jadi dapat terjadi sebelum itu (di dunia), seperti Firman Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649, \n\ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0646\u064f\u0630\u0650\u064a\u0642\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645  \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u062f\u06e1\u0646\u064e\u0649\u0670  \u062f\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0643\u06e1\u0628\u064e\u0631\u0650 \ufd3f   \n\"Dan sungguh Kami merasakan kepada mereka sebagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat).\" (As-Sajdah: 21). "},{"id":642,"sura":3,"from_aya":186,"to_aya":186,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap harta dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menya-kitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.\" (Ali Imran: 186)."},{"id":643,"sura":3,"from_aya":186,"to_aya":186,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(186) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 mengabarkan dan mengarahkan pembica-raan kepada kaum Mukminin bahwasanya mereka akan diuji pada harta mereka berupa infak-infak yang wajib dan sunnah, dan be-rupa kemungkinan menjadi habis di jalan Allah, dan (diuji) pada diri mereka berupa pembebanan dengan berbagai beban yang berat di atas sebagian besar manusia lain, seperti jihad di jalan Allah dan kemungkinan adanya kelelahan, pembunuhan dan tertawan atau terluka. Atau seperti penyakit yang menimpa pada dirinya atau pada orang yang dicintainya. Dan pastilah kalian akan mendengar dari orang-orang yang diberi al-Kitab dan kaum musyrikin,\ufd3e \u0623\u064e\u0630\u0657\u0649     \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u0657\u0627\u06da \ufd3f     \"gangguan yang banyak\" yang menyakitkan hati berupa tu-duhan pada diri kalian, pada agama kalian, dan kitab kalian serta Rasul kalian. Kabar dari Allah kepada hamba-hambaNya yang beriman itu tentang hal tersebut menyimpan beberapa faidah, di antaranya;\n$  Bahwa hikmah Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 menuntut hal tersebut agar terbedakan seorang Mukmin yang benar dari selainnya.\n$  Bahwa Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 menakdirkan atas mereka perkara-perkara tersebut, disebabkan Allah menghendaki bagi mereka kebaikan, agar derajat mereka semakin tinggi dan kesalahan-kesalahan mereka terhapus, dan agar iman mereka bertambah dan keya-kinan mereka akan semakin sempurna. Apabila Allah menga-barkan hal tersebut kepada mereka, maka hal itu pasti akan terjadi sebagaimana yang dikabarkanNya.\n\ufd3e  \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652    \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627  \u0645\u064e\u0627  \u0648\u064e\u0639\u064e\u062f\u064e\u0646\u064e\u0627  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f\u0647\u064f\u06e5   \u0648\u064e\u0635\u064e\u062f\u064e\u0642\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f\u0647\u064f\u06e5\u06da       \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627  \u0632\u064e\u0627\u062f\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627\u0653    \u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0670\u0646\u0657\u0627      \u0648\u064e\u062a\u064e\u0633\u06e1\u0644\u0650\u064a\u0645\u0657\u0627 22 \ufd3f   \n\"Mereka berkata, 'Inilah yang dijanjikan Allah dan RasulNya kepada kita.' Dan benarlah Allah dan RasulNya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan.\" (Al-Ahzab: 22).\n$  Bahwa Allah mengabarkan kepada mereka tentang hal itu agar jiwa mereka tegar menghadapi kejadian tersebut dan bersabar atasnya apabila terjadi. Karena mereka telah bersiap-siap menghadapi kejadian tersebut, maka menjadi mudahlah bagi mereka untuk memikulnya dan ringan bagi mereka pengor-banan biayanya, dan mereka bersandar kepada sabar dan takwa. Karena itu Allah berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646  \u062a\u064e\u0635\u06e1\u0628\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0648\u064e\u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"Jika kamu bersabar dan bertakwa,\" maksudnya, apabila kalian bersabar atas apa yang kalian dapatkan pada harta dan jiwa kalian berupa ujian dan cobaan dan gangguan orang-orang yang zhalim, dan kalian bertakwa kepada Allah dalam kesabaran tersebut, dengan meniatkan (hanya) mengharapkan Wajah Allah dan mendekatkan diri kepadaNya dan kalian tidak melampaui batas-batas syariat dalam kesabaran kalian tersebut dengan bersabar pada suatu tempat yang tidak halal bagi kalian ber-sabar padanya, bahkan sebaliknya tugas kalian padanya adalah membalas musuh-musuh Allah.\n\ufd3e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e  \u0645\u0650\u0646\u06e1   \u0639\u064e\u0632\u06e1\u0645\u0650   \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064f\u0645\u064f\u0648\u0631\u0650  \ufd3f \"Maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.\" Maksudnya ia termasuk perkara-perkara yang patut ditekadkan dalam menempuhnya dan berlomba-lomba meraihnya dan tidaklah akan diberi taufik kepa-danya kecuali orang-orang yang memiliki tekad dan bercita-cita tinggi, sebagaimana Allah berfirman,\n\ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627  \u064a\u064f\u0644\u064e\u0642\u0651\u064e\u0649\u0670\u0647\u064e\u0627\u0653   \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0635\u064e\u0628\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627  \u064a\u064f\u0644\u064e\u0642\u0651\u064e\u0649\u0670\u0647\u064e\u0627\u0653      \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627   \u0630\u064f\u0648 \u062d\u064e\u0638\u0651\u064d \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u0656 35     \ufd3f \n\"Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar, dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.\" (Fushshilat: 35). "},{"id":644,"sura":3,"from_aya":187,"to_aya":188,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu), 'Hendaklah kamu menerang-kan isi kitab itu kepada manusia, dan janganlah kamu menyem-bunyikannya,' lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka, dan mereka menukarnya dengan harga yang sedikit. Amatlah buruk tukaran yang mereka terima. Janganlah sekali-kali kamu menyangka, bahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan, janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa, dan mereka mendapatkan siksa yang pedih.\" (Ali Imran: 187-188)."},{"id":645,"sura":3,"from_aya":187,"to_aya":187,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(187) Al-Mitsaq adalah sebuah janji yang berat lagi dikuat-kan (dengan sesuatu). Janji tersebut diambil oleh Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 dari setiap orang yang telah Allah berikan kepadanya kitab, dan telah Allah ajarkan kepadanya ilmu, yaitu agar dia menjelaskan apa yang telah Allah ajarkan itu kepada manusia apa yang mereka butuhkan dan tidak menyembunyikannya dan bakhil dengannya kepada mereka, khususnya bila mereka bertanya kepadanya atau terjadi suatu kondisi yang mengharuskan hal tersebut. Karena setiap orang yang memiliki ilmu, maka pada saat itu wajib atasnya menjelaskan dan menerangkan kebenaran dari kebatilan. \nOrang-orang yang diberi taufik oleh Allah, niscaya mereka akan menunaikan dan menyempurnakan kewajiban tersebut dan mereka mengajarkan manusia apa yang telah Allah ajarkan kepa-danya dengan maksud memperoleh keridhaan Rabb mereka dan sebagai rasa kasih terhadap makhluk serta rasa takut dari dosa menyembunyikan ilmu. Sedangkan orang-orang yang telah diberi-kan kepada mereka al-Kitab dari kaum Yahudi dan Nasrani dan orang-orang yang seperti mereka, maka mereka telah melempar-kan perjanjian dan ikatan-ikatan tersebut di belakang punggung mereka dan mereka tidak mempedulikannya. Mereka menyem-bunyikan kebenaran dan menampakkan kebatilan sebagai sikap lancang terhadap hal-hal yang diharamkan oleh Allah serta mere-mehkan hak-hak Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 dan hak-hak makhluk. Dan dengan penyembunyian itu mereka menukarnya \ufd3e  \u062b\u064e\u0645\u064e\u0646\u0657\u0627    \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u0657\u0627\u06d6 \ufd3f   \"dengan harga yang sedikit,\" yaitu sesuatu yang mereka dapatkan jika mendapatkan-nya berupa sedikit kedudukan, harta yang hina dari orang-orang yang rendah, yang mengikuti hawa nafsu mereka dan mendahulu-kan syahwat mereka daripada kebenaran.\n\ufd3e \u0641\u064e\u0628\u0650\u0626\u06e1\u0633\u064e  \u0645\u064e\u0627  \u064a\u064e\u0634\u06e1\u062a\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"Amatlah buruk tukaran yang mereka terima\" karena hal itu adalah imbalan yang paling rendah. Sedangkan sesuatu yang mereka benci, yaitu menjelaskan kebenaran yang mengandung kebahagiaan yang abadi dan manfaat agama maupun dunia adalah harapan dan cita-cita yang paling tinggi dan paling mulia; dan tidaklah mereka memilih yang rendah lagi hina dan meninggalkan yang tinggi lagi mahal, melainkan karena buruknya bagian mereka, kehinaan mereka dan kondisi mereka yang tidak baik bagi selain tujuan untuk apa mereka diciptakan. Kemudian Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman,"},{"id":646,"sura":3,"from_aya":188,"to_aya":188,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(188) \ufd3e \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062d\u06e1\u0633\u064e\u0628\u064e\u0646\u0651\u064e   \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u064a\u064e\u0641\u06e1\u0631\u064e\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627\u0653 \u0623\u064e\u062a\u064e\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"Janganlah sekali-kali kamu menyangka, bahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan,\" yaitu berupa keburukan dan kebatilan perkataan maupun perbuatan, \ufd3e \u0648\u0651\u064e\u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0623\u064e\u0646  \u064a\u064f\u062d\u06e1\u0645\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627  \u0644\u064e\u0645\u06e1  \u064a\u064e\u0641\u06e1\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652  \ufd3f \"dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan\", maksudnya, (dipuji) dengan kebaikan yang tidak mereka kerjakan dan kebe-naran yang belum mereka katakan. Mereka telah menyatukan antara perbuatan buruk dan perkataan buruk, serta gembira akan hal tersebut dan suka akan pujian terhadap perbuatan baik yang belum mereka kerjakan. \ufd3e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627  \u062a\u064e\u062d\u06e1\u0633\u064e\u0628\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645   \u0628\u0650\u0645\u064e\u0641\u064e\u0627\u0632\u064e\u0629\u0656  \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650\u06d6 \ufd3f   \"Janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa,\" maksudnya, berposisi selamat dan bebas, akan tetapi mereka berhak mendapat siksa, dan mereka akan menuju kepadanya. Karena itu Allah berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c  \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u065e \ufd3f   \"Dan mereka mendapatkan siksa yang pedih.\"\nTermasuk dalam ayat yang mulia ini adalah ahli Kitab yang bergembira dengan sesuatu yang ada pada mereka berupa ilmu, namun mereka tidak tunduk kepada Rasul, dan mereka menyangka bahwa merekalah yang benar dalam kondisi riil dan pandangan hidup mereka. Demikian juga setiap orang yang berbuat bid'ah, baik perkataan maupun perbuatan, dan senang dengannya, lalu mengajak orang kepadanya, dan menyangka bahwa dia benar dan selainnya batil, sebagaimana umumnya terjadi pada ahli-ahli bid'ah.\nAyat ini dengan pemahamannya menunjukkan bahwa ba-rangsiapa yang suka dipuji dan disanjung dengan apa yang telah diperbuatnya berupa kebaikan dan mengikuti kebenaran, apabila tujuannya bukanlah ingin dilihat (riya`) dan didengar (sum'ah), maka hal tersebut tidaklah tercela. Bahkan hal ini termasuk perkara yang dianjurkan, yang telah Allah kabarkan bahwa Allah akan memberikan balasan bagi orang-orang yang berbuat kebaikan dalam perkataan maupun perbuatan, dan bahwa Allah akan memberikan balasan terhadap hamba-hambaNya yang dicintaiNya, dan mereka memohon hal itu kepadaNya; seperti perkataan Ibrahim \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645,\n\ufd3e \u0648\u064e\u0671\u062c\u06e1\u0639\u064e\u0644  \u0644\u0651\u0650\u064a  \u0644\u0650\u0633\u064e\u0627\u0646\u064e  \u0635\u0650\u062f\u06e1\u0642\u0656  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u0653\u062e\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e  84  \ufd3f\n\"Dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian.\" (Asy-Syu'ara`: 84). \nDan Allah berfirman, \n\ufd3e \u0633\u064e\u0644\u064e\u0670\u0645\u064c   \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670  \u0646\u064f\u0648\u062d\u0656  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u06e1\u0639\u064e\u0670\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e  79  \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627  \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e  \u0646\u064e\u062c\u06e1\u0632\u0650\u064a  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u062d\u06e1\u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e  80  \ufd3f\n\"Kesejahteraan dilimpahkan atas Nuh di seluruh alam. Sesungguh-nya, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.\" (Ash-Shaffat: 79-80). \nHamba-hamba dari Yang Maha Rahman berkata,\n\ufd3e  \u0648\u064e\u0671\u062c\u06e1\u0639\u064e\u0644\u06e1\u0646\u064e\u0627   \u0644\u0650\u0644\u06e1\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e    \u0625\u0650\u0645\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627  74  \ufd3f\n\"Jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.\" (Al-Furqan: 74). \nItu semua adalah nikmat Sang Pencipta atas hamba-hamba-Nya, di mana itu semua membutuhkan sikap syukur. "},{"id":647,"sura":3,"from_aya":189,"to_aya":189,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.\" (Ali Imran: 189)."},{"id":648,"sura":3,"from_aya":189,"to_aya":189,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(189) Maksudnya, Dia-lah Pemilik langit dan bumi dan sesuatu yang ada pada keduanya berupa seluruh macam makhluk, Yang bertindak pada mereka dengan kesempurnaan kuasa dan keindahan ciptaan, dan Dia tidak terhalang oleh seseorang pun dari mereka, dan tidak ada seorang pun yang melemahkanNya. "},{"id":649,"sura":3,"from_aya":190,"to_aya":194,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), 'Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan dia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zhalim seorang penolong pun. Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) orang yang menyeru kepada iman, (yaitu), 'Berimanlah kamu kepada Tuhanmu,' maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti. Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasulMu. Dan janganlah Engkau hinakan kami di Hari Kiamat. Sesungguh-nya Engkau tidak menyalahi janji'.\" (Ali Imran: 190-194)."},{"id":650,"sura":3,"from_aya":190,"to_aya":190,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(190) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memberitakan, \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0641\u0650\u064a      \u062e\u064e\u0644\u06e1\u0642\u0650  \u0671\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0670\u0648\u064e\u0670\u062a\u0650  \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0631\u06e1\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0671\u062e\u06e1\u062a\u0650\u0644\u064e\u0670\u0641\u0650  \u0671\u0644\u0651\u064e\u064a\u06e1\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0671\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u0650  \u0644\u064e\u0623\u0653\u064a\u064e\u0670\u062a\u0656     \u0644\u0651\u0650\u0623\u064f\u0648\u0652\u0644\u0650\u064a \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0644\u06e1\u0628\u064e\u0670\u0628\u0650 \ufd3f   \"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.\" Termasuk di dalamnya adalah anjuran kepada hamba untuk memikirkan ciptaanNya, memperhatikan dengan seksama tanda-tandanya dan merenungkan proses pencip-taannya. Allah menyebut secara umum FirmanNya, \ufd3e \u0644\u064e\u0623\u0653\u064a\u064e\u0670\u062a\u0656 \ufd3f   \"Tanda-tanda\", dan tidak berfirman menurut kepentingan (sempit) bagi seseorang sebagai isyarat kepada banyaknya dan keumumannya. Yang demikian itu karena di dalamnya mengandung tanda-tanda yang menakjubkan yang membuat decak kagum orang-orang yang memandangnya dan memuaskan orang-orang yang memikirkan-nya, menarik hati orang-orang yang jujur, membangunkan akal yang jernih terhadap tuntutan-tuntutan ilahiyah. \nAdapun perincian perkara yang dikandung olehnya, maka tidaklah mungkin makhluk dapat menghinggakan dan meliputi sebagiannya. Secara global segala sesuatu yang ada padanya berupa keagungan, keluasan, keberaturan peredaran dan gerakannya, menunjukkan kepada keagungan Penciptanya, agungnya kekua-saanNya dan keuniversalan KuasaNya, dan semua yang ada di dalamnya berupa keteraturan dan kedetailan, serta keindahan dan kelembutan perbuatan. Semua perbuatan (dan karya) itu menun-jukkan kebijaksanaan Allah yang meletakkan segala sesuatu pada tempat yang tepat dan begitu luasnya ilmuNya. Dan apa pun yang dikandungnya berupa manfaat bagi makhluk menunjukkan akan keluasan rahmat Allah, umumnya karuniaNya, kebaikanNya yang menyeluruh dan kewajiban bersyukur kepadaNya. Semua itu me-nunjukkan ketergantungan hati kepada Pencipta dan Pembuatnya, dan mengerahkan segala upaya dalam memperoleh keridhaanNya, dan agar Allah tidak disekutukan dengan sesuatu pun, dari orang yang tidak memiliki sebesar biji atom sekalipun untuk dirinya maupun untuk orang lain, di bumi dan tidak pula di langit.\nAllah mengkhususkan tanda-tanda itu kepada orang-orang yang berakal, karena mereka adalah orang-orang yang memiliki akal pikiran, dan merekalah orang-orang yang dapat mengambil manfaat darinya yang memperhatikan dengan akal pikiran mereka, dan bukan dengan (hanya) pandangan mereka saja."},{"id":651,"sura":3,"from_aya":191,"to_aya":191,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(191) Kemudian Allah menjelaskan sifat-sifat orang-orang yang berakal itu, bahwa mereka adalah \ufd3e \u064a\u064e\u0630\u06e1\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \ufd3f   \"orang-orang yang mengingat Allah\" pada segala kondisi mereka, \ufd3e \u0642\u0650\u064a\u064e\u0670\u0645\u0657\u0627  \u0648\u064e\u0642\u064f\u0639\u064f\u0648\u062f\u0657\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u062c\u064f\u0646\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1 \ufd3f   \"sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring.\" Ini mencakup segala bentuk dzikir dengan perkataan dan hati, dan termasuk dalam hal itu adalah shalat dengan berdiri, bila tidak mampu, maka dengan duduk, dan bila tidak mampu, maka dengan berbaring, dan bahwa mereka \ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064e\u062a\u064e\u0641\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0641\u0650\u064a   \u062e\u064e\u0644\u06e1\u0642\u0650  \u0671\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0670\u0648\u064e\u0670\u062a\u0650  \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0631\u06e1\u0636\u0650  \ufd3f \"memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi.\" Maksudnya, agar mereka menjadikan-nya sebagai dalil atas maksud darinya. \nIni menunjukkan bahwa berpikir adalah ibadah yang meru-pakan salah satu sifat dari sifat-sifat para wali Allah yang berilmu. Apabila mereka memikirkannya, niscaya mereka akan mengetahui bahwa Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 tidaklah menciptakan mereka dengan sia-sia. Maka mereka berkata, \ufd3e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u06e1\u062a\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627     \u0628\u064e\u0670\u0637\u0650\u0644\u0657\u0627 \u0633\u064f\u0628\u06e1\u062d\u064e\u0670\u0646\u064e\u0643\u064e \ufd3f   \"Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Mahasuci Engkau\" dari segala hal yang tidak patut bagi keagunganMu dengan kebenaran dan karena kebenaran. Akan tetapi Engkau menciptakan semua itu dengan mengandung kebenaran, \ufd3e \u0641\u064e\u0642\u0650\u0646\u064e\u0627  \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e  \u0671\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \ufd3f   \"maka peliharalah kami dari siksa neraka,\" dengan melindungi kami dari keburukan-kebu-rukan dan Engkau bimbing kami kepada amalan-amalan shalih hingga dengan itu kami semua memperoleh keselamatan dari api neraka. Dan hal itu mengandung permohonan masuk surga, karena bila Allah memelihara mereka dari siksa neraka, niscaya mereka memperoleh surga. Tetapi ketika rasa takut muncul pada hati mereka, niscaya mereka memohon kepada Allah dengan perkara-perkara yang paling penting bagi mereka;"},{"id":652,"sura":3,"from_aya":192,"to_aya":192,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(192) \ufd3e  \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627\u0653  \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e   \u0645\u064e\u0646  \u062a\u064f\u062f\u06e1\u062e\u0650\u0644\u0650  \u0671\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u064e  \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u06e1  \u0623\u064e\u062e\u06e1\u0632\u064e\u064a\u06e1\u062a\u064e\u0647\u064f\u06e5\u06d6 \ufd3f   \"Ya Tuhan kami, sesungguh-nya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan dia,\" yaitu, karena dia telah memperoleh murka dari Allah, para malaikatNya, dan para waliNya, dan terjadinya kehinaan yang tidak ada keselamatan dan pelarian darinya. \nItulah sebabnya Allah berfirman, \ufd3e   \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0638\u0651\u064e\u0670\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0645\u0650\u0646\u06e1      \u0623\u064e\u0646\u0635\u064e\u0627\u0631\u0656 \ufd3f   \"Dan tidak ada bagi orang-orang yang zhalim seorang penolong pun\" yang menye-lamatkan mereka dari siksaanNya. Ayat ini menunjukkan bahwa mereka masuk neraka disebabkan kezhaliman mereka sendiri."},{"id":653,"sura":3,"from_aya":193,"to_aya":193,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(193) \ufd3e \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627\u0653  \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627  \u0633\u064e\u0645\u0650\u0639\u06e1\u0646\u064e\u0627  \u0645\u064f\u0646\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a\u0657\u0627  \u064a\u064f\u0646\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a  \u0644\u0650\u0644\u06e1\u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \ufd3f   \"Ya Tuhan kami, sesungguh-nya kami mendengar (seruan) orang yang menyeru kepada iman,\" yaitu, Muhammad \ufdfa. Maksudnya beliau menyeru manusia kepada iman, menganjurkan mereka menempuhnya pada asas-asasnya maupun cabang-cabangnya. \ufd3e \u0641\u064e\u0640\u0654\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u06da \ufd3f   \"Maka kami pun beriman,\" maksudnya, kami memenuhi seruannya dengan segera dan kami cepat-cepat kepadanya. \nAyat ini adalah kabar dari mereka tentang karunia Allah atas mereka, rasa bangga akan nikmatNya dan bertawasul dengannya kepada Allah agar Allah mengampuni dosa-dosa mereka dan menggugurkan keburukan-keburukan mereka, karena kebaikan itu akan menghapus keburukan, dan orang-orang yang dikaruniai keimanan oleh Allah, niscaya Allah akan mengaruniakan kepada mereka rasa aman yang sempurna.\n\ufd3e \u0648\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0641\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627  \u0645\u064e\u0639\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0628\u06e1\u0631\u064e\u0627\u0631\u0650 \ufd3f   \"Dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti\", doa ini mengandung taufik untuk berbuat kebaikan dan meninggalkan keburukan, di mana dengan itulah seorang hamba termasuk ke dalam orang-orang yang berbakti, konsisten dan teguh terhadapnya hingga maut menjemput."},{"id":654,"sura":3,"from_aya":194,"to_aya":194,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(194) Dan ketika mereka menyebutkan taufik Allah untuk mereka kepada keimanan dan tawasulnya mereka dengan hal itu kepada kesempurnaan nikmat, maka mereka memohon kepada Allah pahalaNya atas hal tersebut dan agar Allah merealisasikan janjiNya kepada mereka yang diucapkan lewan lisan RasulNya berupa pembelaan dan kemenangan di dunia, dan keberhasilan dengan keridhaan Allah dan surganya di akhirat, karena sesung-guhnya Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 tidaklah menyalahi janjiNya. Maka Allah meme-nuhi doa mereka dan menerima ibadah mereka. "},{"id":655,"sura":3,"from_aya":195,"to_aya":195,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"Karena itulah Allah berfirman, \n\"Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), 'Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal dari kalian, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kalian adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalanKu, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Aku hapuskan kesalahan-kesa-lahan mereka, dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisiNya pahala yang baik.\" (Ali Imran: 195). "},{"id":656,"sura":3,"from_aya":195,"to_aya":195,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(195) Maksudnya Allah memenuhi doa mereka berupa doa ibadah maupun doa permohonan seraya berfirman, \ufd3e \u0623\u064e\u0646\u0651\u0650\u064a  \u0644\u064e\u0627\u0653  \u0623\u064f\u0636\u0650\u064a\u0639\u064f  \u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u064e  \u0639\u064e\u0670\u0645\u0650\u0644\u0656  \u0645\u0651\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645  \u0645\u0651\u0650\u0646   \u0630\u064e\u0643\u064e\u0631\u064d  \u0623\u064e\u0648\u06e1  \u0623\u064f\u0646\u062b\u064e\u0649\u0670\u06d6 \ufd3f     \"Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal dari kalian, baik laki-laki atau perempuan.\" Semua orang akan mendapatkan balasan perbuatannya masing-masing secara penuh dan sempurna. Artinya, setiap kalian menurut batasan yang sama dalam pahala maupun siksa,\ufd3e \u0641\u064e\u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064e\u0627\u062c\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0648\u064e\u0623\u064f\u062e\u06e1\u0631\u0650\u062c\u064f\u0648\u0627\u0652   \u0645\u0650\u0646  \u062f\u0650\u064a\u064e\u0670\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u0630\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0641\u0650\u064a  \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650\u064a  \u0648\u064e\u0642\u064e\u0670\u062a\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0648\u064e\u0642\u064f\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalanKu, yang berperang dan yang dibunuh\", mereka menyatukan antara keimanan, hijrah, dan meninggalkan hal-hal yang dicintai berupa negeri dan harta untuk mencari keridhaan Rabb mereka dan mereka berjihad di jalan Allah, \ufd3e \u0644\u064e\u0623\u064f\u0643\u064e\u0641\u0651\u0650\u0631\u064e\u0646\u0651\u064e   \u0639\u064e\u0646\u06e1\u0647\u064f\u0645\u06e1 \u0633\u064e\u064a\u0651\u0650\u0640\u0654\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0623\u064f\u062f\u06e1\u062e\u0650\u0644\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0670\u062a\u0656   \u062a\u064e\u062c\u06e1\u0631\u0650\u064a  \u0645\u0650\u0646  \u062a\u064e\u062d\u06e1\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627   \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0646\u06e1\u0647\u064e\u0670\u0631\u064f     \u062b\u064e\u0648\u064e\u0627\u0628\u0657\u0627  \u0645\u0651\u0650\u0646\u06e1  \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650\u06da \ufd3f   \"Pastilah akan Aku hapuskan kesalahan-kesalahan mereka, dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah,\" Yang memberikan kepada hambaNya pahala yang melimpah untuk perbuatan yang sedikit.\n\ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0647\u064f\u06e5  \u062d\u064f\u0633\u06e1\u0646\u064f  \u0671\u0644\u062b\u0651\u064e\u0648\u064e\u0627\u0628\u0650 \ufd3f   \"Dan Allah pada sisiNya pahala yang baik\" dari hal-hal yang tidak pernah terlihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas pada benak seorang manusia pun. Dan barangsiapa yang mengharap hal itu, maka memohonlah kepada Allah dengan cara taat kepadaNya, dan men-dekatkan diri kepadaNya menurut kemampuan hamba. "},{"id":657,"sura":3,"from_aya":196,"to_aya":198,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kebebasan orang-orang kafir yang bergerak di dalam negeri. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahanam; dan Jahanam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya. Akan tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Rabbnya, mereka mendapat-kan surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sedang mereka kekal di dalamnya sebagai tempat tinggal (anugerah) dari sisi Allah. Dan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti .\" (Ali Imran: 196-198)."},{"id":658,"sura":3,"from_aya":196,"to_aya":196,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(196) Maksud ayat ini adalah sebagai hiburan bagi Nabi Muhammad \ufdfa tentang apa yang dirasakan oleh orang-orang yang kafir berupa perhiasan dunia dan kenikmatan mereka di dalamnya, pulang perginya mereka di seluruh negeri dengan berbagai per-dagangan, mata pencaharian, kesenangan, berbagai macam kemu-liaan dan kemenangan pada sebagian kesempatan. Sesungguhnya ini semua,"},{"id":659,"sura":3,"from_aya":197,"to_aya":197,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(197) \ufd3e \u0645\u064e\u062a\u064e\u0670\u0639\u065e  \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u065e  \ufd3f \"hanyalah kesenangan sementara\", yang tidak akan tetap dan tidak akan kekal. Akan tetapi mereka menikmatinya sebentar lalu akan disiksa karenanya selamanya. Ini merupakan kondisi kenikmatan yang paling tinggi bagi orang kafir, dan sung-guh kamu telah melihat kondisi apa yang akan kembali kepadanya."},{"id":660,"sura":3,"from_aya":198,"to_aya":198,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(198) Adapun orang-orang yang bertakwa kepada Rabb mereka yang beriman kepadaNya di samping apa yang mereka peroleh berupa kemuliaan dunia dan kenikmatannya,\ufd3e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0670\u062a\u065e  \u062a\u064e\u062c\u06e1\u0631\u0650\u064a  \u0645\u0650\u0646  \u062a\u064e\u062d\u06e1\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0646\u06e1\u0647\u064e\u0670\u0631\u064f   \u062e\u064e\u0670\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627      \ufd3f \"mereka mendapatkan surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sedang mereka kekal di dalamnya.\" \nSekiranya ditetapkan bahwa mereka di dunia mendapatkan segala macam kesulitan, kesempitan, kelelahan dan segala macam kesusahan, niscaya hal itu (bila) dinisbatkan kepada kenikmatan yang abadi, kehidupan yang selamat, kebahagiaan, kesenangan, dan kegembiraan adalah suatu yang remeh lagi kecil dan karunia dalam bentuk ujian. Karena itu Allah berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627  \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u062e\u064e\u064a\u06e1\u0631\u065e     \u0644\u0651\u0650\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0628\u06e1\u0631\u064e\u0627\u0631\u0650 \ufd3f   \"Dan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti.\" Mereka itu adalah orang-orang yang hatinya baik hingga lisan dan perbuatan mereka pun baik, sehingga Allah Yang Maha-baik lagi Yang Maha Penyayang memberikan balasan yang baik bagi mereka dengan kebaikanNya sebagai pahala yang besar dan pemberian yang agung, serta kemenangan yang abadi. "},{"id":661,"sura":3,"from_aya":199,"to_aya":200,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan sesungguhnya di antara ahli Kitab, ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada sesuatu yang diturunkan kepa-damu dan sesuatu yang diturunkan kepada mereka sedang mereka berendah hati kepada Allah dan mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit. Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sesungguhnya Allah amat cepat perhitunganNya. Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.\" (Ali Imran: 199-200)."},{"id":662,"sura":3,"from_aya":199,"to_aya":199,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(199) Maksudnya, \ufd3e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0645\u0650\u0646\u06e1   \u0623\u064e\u0647\u06e1\u0644\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u0643\u0650\u062a\u064e\u0670\u0628\u0650 \ufd3f   \"Dan sesungguhnya di antara ahli Kitab\", ada suatu kelompok yang dibimbing kepada kebaikan, mereka beriman kepada Allah dan beriman kepada sesuatu \ufd3e \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e  \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627\u0653    \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e  \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u0645\u06e1 \ufd3f   \"yang diturunkan kepadamu dan yang diturunkan kepada mereka.\" Keimanan yang berguna ini tidaklah seperti orang yang beriman kepada sebagian rasul dan kitab, dan kafir kepada sebagian lainnya. Oleh karena itu, ketika keimanan mereka menyeluruh dan bersifat hakiki, maka menjadi sesuatu yang berguna hingga menimbulkan rasa takut (khasyyah) bagi mereka kepada Allah dan ketundukan mereka di bawah kemuliaanNya yang mengharuskan ketundukan kepada perintah dan larangan-Nya, serta tidak melampaui batasan-batasanNya. Mereka itulah ahli Kitab dan ahli ilmu dalam makna hakiki, sebagaimana Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \n\ufd3e  \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627  \u064a\u064e\u062e\u06e1\u0634\u064e\u0649  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0645\u0650\u0646\u06e1  \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0647\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u0639\u064f\u0644\u064e\u0645\u064e\u0670\u0653\u0624\u064f\u0627\u0652\u06d7 \ufd3f \n\"Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama.\" (Fathir: 28). \nDan termasuk kesempurnaan rasa takut mereka kepada Allah adalah bahwa mereka \ufd3e \u0644\u064e\u0627  \u064a\u064e\u0634\u06e1\u062a\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0640\u0654\u064e\u0627\u064a\u064e\u0670\u062a\u0650   \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062b\u064e\u0645\u064e\u0646\u0657\u0627   \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \ufd3f   \"tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit.\" Mereka tidak mendahulu-kan dunia daripada agama sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang yang menyimpang, yang menyembunyikan apa yang telah Allah turunkan dan mereka tukarkan dengan harga yang sedikit.\nMereka sangat mengetahui suatu perkara secara hakiki dan mereka paham benar bahwa sebesar-besar kerugian adalah rela dengan dunia yang hina daripada agama, mengikuti hawa nafsu yang rendah dan meninggalkan kebenaran yang merupakan sebaik-baik keberuntungan dan kemenangan di dunia dan akhirat. Lalu mereka mendahulukan kebenaran, menerangkannya dan menyeru kepadanya, mereka mengingatkan dari kebatilan, lalu Allah mem-berikan pahala atas hal itu kepada mereka, yaitu dengan menjan-jikan mereka pahala yang melimpah dan ganjaran yang baik, dan Allah mengabarkan kepada mereka akan kedekatanNya, dan bahwa Allah \ufd3e \u0633\u064e\u0631\u0650\u064a\u0639\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u062d\u0650\u0633\u064e\u0627\u0628\u0650 \ufd3f   \"amat cepat perhitunganNya.\" Mereka tidak akan dapat memperlambat apa yang dijanjikan oleh Allah bagi mereka, karena apa yang akan datang pasti terbukti terjadi dan itu sangat dekat."},{"id":663,"sura":3,"from_aya":200,"to_aya":200,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(200) Kemudian Allah menganjurkan kaum Mukminin kepada sesuatu yang dapat menyampaikan mereka kepada keme-nangan, yaitu keberhasilan dengan memperoleh kebahagiaan dan kesuksesan, dan bahwa jalan yang dapat menyampaikan kepada hal itu adalah konsisten terhadap kesabaran, yaitu menahan diri dari hal-hal yang dibenci berupa meninggalkan kemaksiatan, dan ber-sabar atas musibah dan terhadap perkara-perkara yang berat bagi jiwa. Allah memerintahkan mereka untuk bersabar atas semua itu.\nAl-Mushabarah (memaksa diri untuk sabar) adalah konsisten dan kontinu dalam hal itu (sabar) secara terus menerus, dan meng-hadapi musuh dalam segala kondisi, sedangkan al-murabathah (siap siaga) adalah berjaga pada suatu tempat yang ditakutkan musuh akan masuk melaluinya, dan mengamati musuh mereka dan men-cegah mereka berhasil memperoleh tujuan-tujuan mereka. Semoga mereka beruntung yaitu mereka berhasil dengan hal-hal yang di-sukai, baik agama maupun dunia serta akhirat, dan mereka selamat dari hal-hal yang dibenci.\nDari sini diketahui bahwasanya tidak ada jalan menuju keme-nangan tanpa ada kesabaran dan memaksa diri dalam kesabaran tersebut, serta siaga menghadapi musuh seperti yang telah disebut-kan. Karena itu tidaklah akan beruntung orang yang beruntung itu kecuali dengan hal-hal tersebut, dan tidaklah akan luput keber-hasilan itu dari seseorang kecuali dengan luputnya ia dari hal-hal tersebut atau sebagiannya."},{"id":664,"sura":3,"from_aya":0,"to_aya":0,"type":"\u062e\u0627\u062a\u0645\u0629 \u0627\u0644\u0633\u0648\u0631\u0629","text":"Allah Pemberi taufik, dan tiada daya dan upaya kecuali de-ngan (pertolongan) Allah.\nTelah selesai tafsir surat Ali Imran, segala puji (hanya) milik Allah atas nikmatNya, dan kita memohon kepadaNya kesempur-naan nikmatNya."},{"id":665,"sura":3,"from_aya":0,"to_aya":0,"type":"\u0646\u062c\u0648\u0645","text":""}]}