{"result":[{"id":666,"sura":4,"from_aya":0,"to_aya":0,"type":"\u0627\u0633\u0645 \u0627\u0644\u0633\u0648\u0631\u0629","text":"TAFSIR SURAT AN-NISA`\n( Wanita )"},{"id":667,"sura":4,"from_aya":0,"to_aya":0,"type":"\u0645\u0643\u0627\u0646 \u0646\u0632\u0648\u0644 \u0627\u0644\u0633\u0648\u0631\u0629","text":"Madaniyah"},{"id":668,"sura":4,"from_aya":1,"to_aya":1,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabbmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan dari padanya Allah menciptakan istrinya; dan dari pada keduanya Allah mem-perkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) Nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.\" (An-Nisa`: 1). "},{"id":669,"sura":4,"from_aya":1,"to_aya":1,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(1) Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memulai surat ini dengan perintah untuk ber-takwa kepadaNya dan anjuran untuk beribadah kepadaNya, perintah untuk menyambung silaturahim dan anjuran untuk hal itu. Allah juga menjelaskan tentang sebab-sebab yang mendorong harusnya melakukan setiap dari hal tersebut, dan bahwa hal yang mengharuskan untuk bertakwa kepadaNya adalah karena Allah itu Rabb kalian, \ufd3e \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a  \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u0643\u064f\u0645 \ufd3f   \"yang telah menciptakan kalian,\" memberi rizki kepada kalian, memelihara kalian dengan nikmat-nikmatNya yang besar, dan di antaranya adalah penciptaan diri kalian itu, \ufd3e \u0645\u0651\u0650\u0646  \u0646\u0651\u064e\u0641\u06e1\u0633\u0656  \u0648\u064e\u0670\u062d\u0650\u062f\u064e\u0629\u0656 \ufd3f   \"dari diri yang satu,\" dan menjadikan \ufd3e \u0645\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064e\u0627    \u0632\u064e\u0648\u06e1\u062c\u064e\u0647\u064e\u0627  \ufd3f \"dari padanya istrinya,\" agar sesuai dengannya, lalu ia merasa tenang kepadanya, dan dengan hal itu lengkaplah nikmat dan terwujudlah kebaha-giaan.\nDemikian juga, di antara pendorong yang mengharuskan dan menuntut untuk bertakwa kepadaNya adalah (bahwa) kalian saling meminta dengan (menyebut) NamaNya dan pengagungan kalian atasNya, hingga bila kalian ingin mendapatkan hajat dan kebutuhan kalian, maka kalian bertawassul dengannya, di mana Anda meminta dengan \"demi Allah.\" Karena itu, barangsiapa yang menghendaki hal itu kepada orang lain, ia berkata, \"Saya memo-hon kepadamu dengan Nama Allah untuk melakukan pekerjaan...\"; karena dia mengetahui apa yang ada dalam hatinya berupa peng-agungan kepada Allah, yang mendorong agar orang yang diminta-nya dengan \"Nama Allah\" itu tidak menolak. Maka sebagaimana kalian mengagungkanNya dengan hal itu, agungkanlah juga Allah dengan beribadah dan bertakwa kepadaNya.\nDemikian juga kabar bahwa Allah Maha Mengawasi, artinya, Allah melihat hamba-hambaNya pada saat mereka diam maupun bergerak, yang dirahasiakan maupun yang ditampakkan, dan Allah mengawasi seluruh kondisi mereka, yang mengharuskan adanya rasa pengawasan Allah dan malu yang mendalam terha-dapNya dengan cara konsisten dalam takwa kepadaNya, dan pada pemberitaan bahwa Allah menciptakan mereka dari diri yang satu dan bahwa Allah mengembang biakkan mereka di seluruh bagian bumi, padahal mereka berasal dari jiwa yang satu, adalah agar se-bagian mereka mengasihi sebagian yang lain dan sebagian mereka berlaku lemah lembut kepada sebagian lainnya.\nAllah menyandingkan antara takwa kepadaNya dengan perintah untuk berbuat baik kepada keluarga dan melarang dari memutuskan hubungan silaturahim agar menegaskan akan kebe-naran hal tersebut, dan bahwa sebagaimana wajibnya menunaikan hak-hak Allah, maka wajib pula untuk menegakkan hak-hak makh-lukNya, khususnya yang termasuk kerabat keluarga di antara mereka, bahkan menunaikan hak-hak mereka adalah di antara hak-hak Allah yang telah diperintahkan olehNya. \nPerhatikanlah bagaimana Allah memulai surat ini dengan perintah secara umum untuk bertakwa, menyambung silaturahim, dan interaksi antara suami dan istri, kemudian setelah itu Allah merinci perkara-perkara tersebut dengan perincian yang sempurna dari awal surat hingga akhirnya, di mana seolah-olah penjelasan surat ini didasari oleh perkara-perkara tersebut, merinci hal-hal yang disebut yaitu secara umum darinya dan menjelaskan hal-hal yang samar.\nDalam Firman Allah, \ufd3e \u0648\u064e\u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e  \u0645\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064e\u0627    \u0632\u064e\u0648\u06e1\u062c\u064e\u0647\u064e\u0627 \ufd3f   \"Dan dari padanya Allah menciptakan istrinya,\" terdapat sebuah peringatan untuk senantiasa menjaga (memperhatikan) hak-hak para suami dan para istri dan pemenuhannya, karena para istri itu tercipta dari para suami, se-hingga antara para suami dan para istri terdapat hubungan nasab yang paling dekat, hubungan yang paling kuat, dan ikatan yang paling kokoh. "},{"id":670,"sura":4,"from_aya":0,"to_aya":0,"type":"\u062a\u0645\u0647\u064a\u062f \u0644\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"Dan Firman Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649,"},{"id":671,"sura":4,"from_aya":2,"to_aya":2,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah baligh) harta mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu, adalah dosa yang besar.\" (An-Nisa`: 2). "},{"id":672,"sura":4,"from_aya":2,"to_aya":2,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(2) Ini merupakan wasiat pertama dari hak-hak makhluk dalam surat ini, mereka itu adalah anak-anak yatim yang telah ditinggal mati oleh ayah yang menafkahi mereka, sedang mereka masih kecil dan lemah, mereka tidak mampu memenuhi kemasla-hatan mereka sendiri. Karena itu Allah Yang Maha Penyayang lagi Maha Pengasih memerintahkan hamba-hambaNya agar berbuat baik kepada mereka dan agar tidak mendekati harta-harta mereka kecuali dengan cara yang baik. Dan agar memberikan kepada me-reka harta-harta mereka \u2013apabila mereka telah baligh dan dewasa\u2013 secara sempurna dan penuh, dan agar tidak menukar dengan yang buruk, di mana itu termasuk memakan harta anak yatim tanpa hak, \ufd3e \u0628\u0650\u0671\u0644\u0637\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u0650\u06d6   \ufd3f   \"yang baik,\" yaitu, yang halal yang tidak ada dosa padanya dan tidak pula tanggung jawab.\n\ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627   \u062a\u064e\u0623\u06e1\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652  \u0623\u064e\u0645\u06e1\u0648\u064e\u0670\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670\u0653  \u0623\u064e\u0645\u06e1\u0648\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06da       \ufd3f \"Dan jangan kamu makan harta mereka ber-sama hartamu,\" maksudnya, bersama harta kalian. Di sini terdapat suatu peringatan akan buruknya memakan harta mereka dengan cara seperti itu, yang kemungkinan seseorang mampu untuk tidak melakukannya, (dan cukup) dengan apa yang telah Allah rizkikan untuknya dari hartanya sendiri. Maka barangsiapa yang berani melakukan hal itu, sesungguhnya ia telah melakukan, \ufd3e \u062d\u064f\u0648\u0628\u0657\u0627  \u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u0657\u0627 \ufd3f   \"dosa yang besar,\" yaitu, dosa dan kesalahan yang besar.\nDan termasuk menukar yang buruk dengan yang baik, ada-lah, seorang wali mengambil harta anak yatim yang berharga dan menukarnya dengan hartanya yang paling jelek.\nAyat ini juga menunjukkan adanya perwalian terhadap seorang yatim, karena di antara wajibnya memberikan harta anak yatim, adalah ketetapan perwalian orang yang mengelola hartanya.\nDemikian juga ayat ini menunjukkan perintah untuk meng-urus harta anak yatim secara baik, karena kesempurnaan pembe-rian hartanya kepadanya adalah penjagaan dan pemenuhannya dengan cara yang baik untuknya, mengembangkannya, serta tidak menempatkannya pada hal-hal yang dikhawatirkan dan berbahaya. "},{"id":673,"sura":4,"from_aya":3,"to_aya":4,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terha-dap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.\" (An-Nisa`: 3-4)."},{"id":674,"sura":4,"from_aya":3,"to_aya":3,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(3) Maksudnya, apabila kalian takut tidak berlaku adil terhadap wanita-wanita yatim yang ada di dalam pengasuhan dan perwalian kalian, dan kalian takut tidak mampu menunaikan hak-hak mereka yang disebabkan kalian tidak mencintai mereka, maka carilah wanita-wanita selain mereka, lalu nikahilah, \ufd3e \u0645\u064e\u0627  \u0637\u064e\u0627\u0628\u064e  \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645  \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0646\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0653\u0621\u0650 \ufd3f   \"wanita-wanita (lain) yang kamu senangi,\" maksudnya, wanita-wanita yang kalian pilih yang memiliki agama, harta, kecantikan, dan keturunan yang baik dan lain sebagainya di antara sifat-sifat yang mendorong untuk menikahi mereka. Pilihlah mereka menurut pendapat kalian, dan sebaik-baik sifat yang menjadi patokan dalam memilih adalah agama, sebagaimana Nabi \ufdfa bersabda,\n\u062a\u064f\u0646\u0652\u0643\u064e\u062d\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0631\u0652\u0623\u064e\u0629\u064f \u0644\u0650\u0623\u064e\u0631\u0652\u0628\u064e\u0639\u064d: \u0644\u0650\u0645\u064e\u0627\u0644\u0650\u0647\u064e\u0627\u060c \u0648\u064e\u0644\u0650\u062c\u064e\u0645\u064e\u0627\u0644\u0650\u0647\u064e\u0627\u060c \u0648\u064e\u0644\u0650\u062d\u064e\u0633\u064e\u0628\u0650\u0647\u064e\u0627\u060c \u0648\u064e\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0652\u0646\u0650\u0647\u064e\u0627\u060c \u0641\u064e\u0627\u0638\u0652\u0641\u064e\u0631\u0652 \u0628\u0650\u0630\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0652\u0646\u0650 \u062a\u064e\u0631\u0650\u0628\u064e\u062a\u0652 \u064a\u064e\u0645\u0650\u064a\u0652\u0646\u064f\u0643\u064e.\n\"Wanita dinikahi karena empat hal; karena hartanya, kecantikannya, keturunannya, dan agamanya, dan pilihlah yang memiliki agama, niscaya beruntunglah kamu.\"[1] \nAyat ini menunjukkan bahwa seyogyanya seseorang itu me-milih wanita sebelum menikahinya, bahkan syariat telah membo-lehkan baginya untuk memandang wanita yang hendak dinikahi-nya itu agar ia benar-benar mengetahui segala hal secara pasti tentang wanita tersebut.\nKemudian Allah menyebutkan jumlah wanita yang boleh dinikahinya seraya berfirman, \ufd3e \u0645\u064e\u062b\u06e1\u0646\u064e\u0649\u0670  \u0648\u064e\u062b\u064f\u0644\u064e\u0670\u062b\u064e  \u0648\u064e\u0631\u064f\u0628\u064e\u0670\u0639\u064e\u06d6       \ufd3f \"dua, tiga atau empat,\" maksudnya, barangsiapa yang hendak menikahi dua wanita, maka boleh ia lakukan, atau tiga, maka boleh ia lakukan, atau empat, maka boleh ia lakukan; dan tidaklah boleh baginya melebihi dari jumlah tersebut, karena ayat ini disebutkan dalam rangka menje-laskan jumlah yang paling banyak (yang dibolehkan), maka tidaklah boleh melebihi apa yang telah Allah sebutkan berdasarkan ijma'.\nYang demikian itu karena seorang laki-laki terkadang tidak mampu menahan syahwatnya hanya dengan seorang istri, karena itu dibolehkan baginya seorang istri lagi setelah seorang istri (per-tama) hingga mencapai empat orang istri. Karena dengan jumlah empat wanita itu telah mencukupi bagi kaum laki-laki kecuali bagi segelintir laki-laki. Walaupun demikian, hal tersebut dibolehkan baginya apabila ia merasa mampu untuk tidak berlaku zhalim dan aniaya dan yakin dapat memenuhi hak-hak mereka semua, namun apabila ia takut dari hal-hal tersebut, maka sebaiknya ia mencukupi hanya dengan seorang istri saja atau dengan hanya budak wanita-nya, karena ia tidak wajib untuk membagi malam bagi budak wanitanya tersebut.\n\ufd3e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \ufd3f   \"Yang demikian itu,\" yaitu, mencukupkan hanya dengan seorang istri atau dengan budak wanita, \ufd3e \u0623\u064e\u062f\u06e1\u0646\u064e\u0649\u0670\u0653  \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0639\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya,\" yaitu, berbuat zhalim.\nIni menunjukkan bahwa seorang hamba yang menghadap-kan dirinya kepada suatu perkara yang ditakuti bahwa ia akan melakukan kezhaliman, aniaya, dan tidak menunaikan kewajiban, walaupun perkara itu adalah suatu yang mubah, maka seyogyanya ia tidak melakukan hal itu. Akan tetapi ia harus konsisten terhadap hal yang baik dan selamat, karena sesungguhnya sebaik-baik per-kara yang diberikan kepada seorang hamba itu adalah selamat."},{"id":675,"sura":4,"from_aya":4,"to_aya":4,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(4) Dan karena banyak orang-orang (laki-laki) menzhalimi para wanita dan menindas hak-hak mereka, khususnya mahar yang berjumlah banyak yang diberikan dalam satu pemberian saja hingga memberatkan suami untuk menyerahkannya kepada istri, maka Allah memerintahkan dan menganjurkan kepada para suami untuk memberikan kepada istri-istri, \ufd3e \u0635\u064e\u062f\u064f\u0642\u064e\u0670\u062a\u0650\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \ufd3f   \"maskawin kepada wanita (yang kamu nikahi),\" yaitu, mahar-mahar mereka, \ufd3e \u0646\u0650\u062d\u06e1\u0644\u064e\u0629\u0657\u06da   \ufd3f   \"se-bagai pemberian dengan penuh kerelaan,\" maksudnya, dari kelapangan dada dan ketenangan jiwa. Janganlah kalian menzhalimi mereka dan berlaku curang sedikit pun pada mahar tersebut. \nAyat ini menunjukkan bahwa mahar itu diberikan kepada istri apabila ia telah menjadi wanita yang mukallaf dan bahwa mahar tersebut telah menjadi hak miliknya dengan adanya akad nikah, karena suami telah memberikannya kepada istrinya, dan pemberian itu menunjukkan kepemilikan.\n\ufd3e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646  \u0637\u0650\u0628\u06e1\u0646\u064e  \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0639\u064e\u0646  \u0634\u064e\u064a\u06e1\u0621\u0656  \u0645\u0651\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064f \ufd3f   \"Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu,\" yaitu, dari mahar tersebut, \ufd3e \u0646\u064e\u0641\u06e1\u0633\u0657\u0627 \ufd3f   \"dengan senang hati,\" maksudnya dengan membiarkan untuk kalian atas dasar kerelaan dan pilihan sendiri untuk menggugurkan sedikit darinya atau menunda membayar atau menggantinya, \ufd3e \u0641\u064e\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0647\u064f         \u0647\u064e\u0646\u0650\u064a\u0653\u0640\u0654\u0657\u0627  \u0645\u0651\u064e\u0631\u0650\u064a\u0653\u0640\u0654\u0657\u0627 \ufd3f     \"maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.\" Artinya tidak ada dosa atas kalian dalam hal itu dan tidak pula tanggung jawab. \nAyat ini adalah dalil yang menunjukkan bahwa seorang istri boleh membelanjakan hartanya sendiri hingga untuk sumbangan sekalipun, apabila ia telah dewasa. Namun bila ia belum dewasa, maka pemberiannya itu tidaklah memiliki hukum apa-apa, dan wali wanita tersebut juga tidak memiliki hak apa-apa dari mahar tersebut kecuali apa yang diberikan secara sukarela oleh wanita tersebut. \nDan ayat, \ufd3e \u0641\u064e\u0671\u0646\u0643\u0650\u062d\u064f\u0648\u0627\u0652    \u0645\u064e\u0627  \u0637\u064e\u0627\u0628\u064e  \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645  \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e    \u0671\u0644\u0646\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0653\u0621\u0650 \ufd3f   \"Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi\" adalah dalil yang menunjukkan bahwa menikahi wanita-wanita yang buruk, tidaklah dianjurkan bahkan dilarang, seperti wanita musyrik, atau wanita pezina; sebagaimana Firman Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649, \n\ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0646\u0643\u0650\u062d\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0634\u06e1\u0631\u0650\u0643\u064e\u0670\u062a\u0650  \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670  \u064a\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u0651\u064e\u06da       \ufd3f \n\"Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman.\" (Al-Baqarah: 221). \nDan FirmanNya, \n\ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0632\u0651\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a\u064e\u0629\u064f  \u0644\u064e\u0627    \u064a\u064e\u0646\u0643\u0650\u062d\u064f\u0647\u064e\u0627\u0653  \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627   \u0632\u064e\u0627\u0646\u064d  \u0623\u064e\u0648\u06e1   \u0645\u064f\u0634\u06e1\u0631\u0650\u0643\u065e\u06da       \ufd3f \n\"Dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik.\" (An-Nur: 3). "},{"id":676,"sura":4,"from_aya":0,"to_aya":0,"type":"\u062a\u0645\u0647\u064a\u062f \u0644\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"Dan Firman Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649,"},{"id":677,"sura":4,"from_aya":5,"to_aya":5,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik.\" (An-Nisa`: 5)."},{"id":678,"sura":4,"from_aya":5,"to_aya":5,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(5) \u0627\u0644\u0633\u0651\u064f\u0641\u064e\u0647\u064e\u0627\u0621\u064f adalah kata jamak dari \u0633\u064e\u0641\u0650\u064a\u0652\u0647\u064c (orang yang tidak sem-purna akalnya) yang artinya adalah orang yang tidak becus dalam membelanjakan hartanya; baik karena tidak ada akalnya seperti orang gila atau idiot atau semacamnya, atau karena belum sempurna akalnya seperti anak kecil dan orang yang belum dewasa. Allah melarang para wali untuk menyerahkan kepada mereka harta-harta mereka karena takut disia-siakan dan dihabiskan. Karena Allah menjadikan harta itu untuk memenuhi kebutuhan hamba-hamba-Nya dalam kemaslahatan agama maupun dunia mereka. Dan mereka itu tidaklah pandai dalam mengurus (dan membelanjakan) harta tersebut dan memeliharanya, oleh karena itu Allah meme-rintahkan kepada wali(nya) agar tidak menyerahkan harta mereka kepada mereka. Akan tetapi ia harus menafkahi mereka dari harta itu, memberikan pakaian dengannya, serta membelanjakan harta itu kepada hal-hal yang berkaitan dengan kebutuhan-kebutuhan mereka, dunia maupun akhirat mereka, dan agar para wali berkata kepada mereka dengan perkataan yang baik, yaitu, dengan berjanji kepada mereka apabila mereka meminta harta mereka itu bahwa para wali itu akan memberikannya setelah mereka dewasa nanti, atau semacamnya. Dan agar berlaku lemah lembut dalam berbicara kepada mereka sebagai suatu keharusan untuk menghibur perasaan hati mereka.\nAllah menyandarkan (permasalahan) harta (orang yang belum sempurna akalnya) kepada para wali itu berindikasi bahwa mereka wajib memperlakukan harta orang yang bodoh tersebut sebagai-mana mereka melakukannya pada harta mereka sendiri berupa penjagaan, pembelanjaan, dan tidak menghadapkannya kepada hal-hal yang memusnahkannya.\nAyat ini menunjukkan bahwa memberikan nafkah kepada orang gila, anak kecil, dan idiot itu adalah dari harta mereka sendiri, bila mereka memiliki harta, sebagaimana Firman Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649,\ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0631\u06e1\u0632\u064f\u0642\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627  \u0648\u064e\u0671\u0643\u06e1\u0633\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u06e1  \ufd3f    \"Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu).\" \nAyat ini juga menunjukkan bahwa pernyataan wali dapat diterima tentang apa yang ia nyatakan mengenai nafkah yang me-mungkinkan atau pakaian, karena Allah telah menjadikan mereka sebagai orang-orang yang dapat dipercaya atas harta anak yatim itu, oleh karena itu pernyataan orang-orang yang terpercaya harus diterima. "},{"id":679,"sura":4,"from_aya":6,"to_aya":6,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. Dan janganlah kamu makan harta anak yatim lebih dari batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (membelanjakannya) sebelum mereka dewasa. Barangsiapa (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barangsiapa yang miskin, maka bolehlah ia makan harta itu menurut yang patut. Kemudian apabila kamu menyerahkan harta kepada mereka, maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi (tentang penyerahan itu) bagi mereka. Dan cukuplah Allah sebagai Pengawas (atas persaksian itu).\" (An-Nisa`: 6)."},{"id":680,"sura":4,"from_aya":6,"to_aya":6,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(6) \u0627\u064e\u0644\u0652\u0625\u0650\u0628\u0652\u062a\u0650\u0644\u064e\u0627\u0621\u064f (ujian) adalah cobaan dan latihan. Yang demikian itu adalah dengan menyerahkan sesuatu dari hartanya kepada anak yatim yang telah mendekati kedewasaan, lalu ia membelanjakan uang itu untuk kebutuhannya dengan sepatutnya menurut kondi-sinya saat itu, hingga jelaslah saat itu antara kedewasaannya atau-pun ketidakmampuannya membelanjakan menurut yang sepatut-nya. Bila ia masih belum mampu dalam membelanjakan harta, maka hartanya tidak diberikan kepadanya, dan ia masih dinyatakan tetap dalam kondisi tidak mampu membelanjakan hartanya dengan baik, walaupun ia telah mencapai umur yang cukup dewasa. Apabila telah terbukti kedewasaan dan kemampuannya dalam membelan-jakan harta dengan sepatutnya serta telah mencapai cukup usia untuk menikah, \ufd3e \u0641\u064e\u0671\u062f\u06e1\u0641\u064e\u0639\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652    \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u0645\u06e1  \u0623\u064e\u0645\u06e1\u0648\u064e\u0670\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1\u06d6   \ufd3f   \"maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya,\" secara sempurna dan seluruhnya.\n\ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0623\u06e1\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627\u0653  \u0625\u0650\u0633\u06e1\u0631\u064e\u0627\u0641\u0657\u0627 \ufd3f   \"Dan janganlah kamu makan harta anak yatim lebih dari batas kepatutan,\" yakni, melampaui batas yang halal yang dibolehkan oleh Allah untuk kalian dari harta mereka, kepada yang haram yang telah diharamkan oleh Allah atas kalian dari harta mereka.\n\ufd3e \u0648\u064e\u0628\u0650\u062f\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627  \u0623\u064e\u0646  \u064a\u064e\u0643\u06e1\u0628\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652\u06da       \ufd3f \"Dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (membelanja-kannya) sebelum mereka dewasa,\" maksudnya, janganlah kalian makan harta mereka saat mereka masih kecil, di mana mereka saat itu belum mampu mengambilnya dari kalian dan mereka juga tidak mampu melarang kalian memakannya, secara tergesa-gesa sebelum mereka menjadi dewasa, di mana mereka mengambil harta mereka dari kalian dan melarang kalian dari memakannya.\nYang seperti ini adalah perkara nyata yang terjadi pada seba-gian besar para wali yang tidak memiliki rasa takut kepada Allah dan tidak memiliki rasa kasih sayang terhadap orang-orang yang ia lindungi tersebut. Para wali itu melihat bahwa hal tersebut adalah suatu kesempatan bagi mereka hingga mereka memanfaatkannya sebaik mungkin, dan dengan tergesa-gesa mereka mengambil apa yang diharamkan oleh Allah atas mereka. Itulah sebabnya Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 melarang dari perbuatan seperti itu secara khusus. "},{"id":681,"sura":4,"from_aya":7,"to_aya":7,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Bagi orang laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya, dan bagi orang wanita ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bagian yang telah ditetapkan.\" (An-Nisa`: 7)."},{"id":682,"sura":4,"from_aya":7,"to_aya":7,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(7) Dahulu orang-orang Arab pada zaman jahiliyah disebab-kan karena kesewenang-wenangan dan kekejaman mereka, mereka tidak mewariskan harta mereka kepada orang-orang yang lemah, dari kaum wanita dan anak-anak, namun mereka menetapkan warisan hanya untuk kaum laki-laki yang kuat. Hal tersebut me-nurut mereka adalah karena laki-laki yang kuat itu adalah pelaku peperangan, pembunuhan, perampasan, dan pengambilan. Maka Allah, Rabb Yang Maha Penyayang lagi Mahabijaksana berkehen-dak membuat suatu syariat di mana dalam syariat itu kaum laki-laki maupun kaum wanitanya adalah sama dan kaum yang lemah sama dengan kaum yang kuat. Dan Allah memulai dengan pen-dahuluan dalam masalah itu secara global, agar jiwa-jiwa manusia mampu menerimanya kemudian akhirnya perinciannya hadir setelah disebutkan secara global, yang telah dirindukan kedatangan-nya oleh jiwa-jiwa tersebut, hingga lenyaplah kondisi yang liar ter-sebut, yang bersumber dari adat istiadat yang buruk. \nLalu Allah berfirman, \ufd3e \u0644\u0651\u0650\u0644\u0631\u0651\u0650\u062c\u064e\u0627\u0644\u0650  \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0628\u065e \ufd3f   \"Bagi laki-laki ada hak bagian,\" yaitu, kadar dan jumlah, \ufd3e \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0631\u064e\u0643\u064e \ufd3f   \"dari harta peninggalan,\" yaitu, apa yang ditinggalkan, \ufd3e \u0671\u0644\u06e1\u0648\u064e\u0670\u0644\u0650\u062f\u064e\u0627\u0646\u0650 \ufd3f   \"kedua orangtua,\" yaitu, ibu dan ayah, \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0642\u06e1\u0631\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"dan kerabatnya,\" ini adalah bentuk redaksi penyebutan umum setelah khusus.\n\ufd3e \u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0653\u0621\u0650  \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0628\u065e   \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0631\u064e\u0643\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0648\u064e\u0670\u0644\u0650\u062f\u064e\u0627\u0646\u0650  \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0642\u06e1\u0631\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"Dan bagi wanita ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya.\" Seolah-olah dikatakan, apakah hal tersebut menurut adat istiadat, dan mereka tunduk pada apa yang mereka kehendaki ataukah itu adalah per-kara yang telah ditentukan? \nLalu Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \ufd3e \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0628\u0657\u0627       \u0645\u0651\u064e\u0641\u06e1\u0631\u064f\u0648\u0636\u0657\u0627 \ufd3f   \"Menurut bagian yang telah ditetapkan,\" yaitu, yang telah ditentukan oleh Yang Maha Me-ngetahui lagi Mahabijaksana. Ketentuan-ketentuan tersebut akan hadir insya Allah.\nDan dalam hal ini ada dugaan yang lain, yaitu, bahwa ke-mungkinan saja ada seseorang yang mengira bahwa wanita dan anak-anak tidak memiliki bagian kecuali bila harta yang ditinggal-kan itu berjumlah besar. Maka Allah menghapus dugaan tersebut dengan FirmanNya,  \ufd3e \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627  \u0642\u064e\u0644\u0651\u064e  \u0645\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064f  \u0623\u064e\u0648\u06e1      \u0643\u064e\u062b\u064f\u0631\u064e\u06da       \ufd3f \"baik sedikit atau banyak.\" Maka Mahaluhur Allah, Dia-lah sebaik-baik Pembuat ketentuan. "},{"id":683,"sura":4,"from_aya":8,"to_aya":8,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir kerabat, anak yatim, dan orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu (se-kedarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.\" (An-Nisa`: 8)."},{"id":684,"sura":4,"from_aya":8,"to_aya":8,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(8) Ini adalah di antara ketentuan-ketentuan Allah yang baik lagi luhur dan menghibur hati, di mana Dia berfirman,\ufd3e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627  \u062d\u064e\u0636\u064e\u0631\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0642\u0650\u0633\u06e1\u0645\u064e\u0629\u064e \ufd3f     \"Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir,\" yaitu, pembagian harta warisan \ufd3e \u0623\u064f\u0648\u0652\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u06e1\u0642\u064f\u0631\u06e1\u0628\u064e\u0649\u0670 \ufd3f \"kerabat,\" yaitu, sanak famili yang tidak termasuk ahli waris, dengan landasan Firman Allah, \ufd3e \u0671\u0644\u06e1\u0642\u0650\u0633\u06e1\u0645\u064e\u0629\u064e \ufd3f   \"se-waktu pembagian\"; karena para ahli waris adalah orang-orang yang mendapat bagian, \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u064a\u064e\u062a\u064e\u0670\u0645\u064e\u0649\u0670   \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u0633\u064e\u0670\u0643\u0650\u064a\u0646\u064f \ufd3f   \"anak yatim dan orang miskin,\" yaitu, orang-orang yang berhak (menerima sedekah) dari orang-orang fakir, \ufd3e \u0641\u064e\u0671\u0631\u06e1\u0632\u064f\u0642\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645  \u0645\u0651\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064f \ufd3f   \"maka berilah mereka dari harta itu (sekedar-nya),\" maksudnya, berikanlah mereka ala kadarnya dari harta ter-sebut yang kalian dapatkan tanpa usaha, tanpa lelah, tanpa susah, dan tanpa perjuangan, karena sesungguhnya jiwa mereka menatap kepadanya dan hati mereka memandangnya. Karena itu, hiburlah hati mereka dengan sesuatu yang tidak memudharatkan kalian dan bermanfaat bagi mereka. Dengan demikian dapat diambil suatu hal dari makna tersebut, bahwa setiap orang yang memandang dan menyaksikan apa yang ada di tangan manusia, seyogyanya diberi-kan kepadanya sekedarnya dari hal tersebut, sebagaimana Nabi \ufdfa bersabda, \n\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062e\u064e\u0627\u062f\u0650\u0645\u064f\u0647\u064f \u0628\u0650\u0637\u064e\u0639\u064e\u0627\u0645\u0650\u0647\u0650\u060c \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064f\u062c\u0652\u0644\u0650\u0633\u0652\u0647\u064f \u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f\u060c \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064f\u062c\u0652\u0644\u0650\u0633\u0652\u0647\u064f \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064f\u0646\u064e\u0627\u0648\u0650\u0644\u0652\u0647\u064f \u0644\u064f\u0642\u0652\u0645\u064e\u0629\u064b \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0644\u064f\u0642\u0652\u0645\u064e\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650.\n\"Apabila datang kepada salah seorang di antara kalian pembantu-nya membawa makanannya, maka persilahkanlah ia turut duduk bersa-manya, namun bila ia tidak mempersilahkannya ikut duduk bersamanya, maka berikanlah kepadanya satu atau dua suap,\"[2] atau seperti yang beliau \ufdfa sabdakan. \n\"Dan dahulu para sahabat \u0631\u0636\u064a \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0639\u0646\u0647\u0645 apabila telah tampak pohon mereka mulai berbuah, mereka menghadirkannya kepada Rasulullah \ufdfa lalu beliau mendoakan agar mendapat berkah lalu beliau melihat kepada anak-anak yang paling kecil di hadapannya dan memberikan buah tersebut kepada-nya.\"[3], [4] \nHal itu karena beliau sangat mengetahui kalau anak kecil itu sangat menginginkan buah tersebut. Kondisi ini adalah bila keada-annya memungkinkan untuk diberikan, namun bila hal tersebut tidak mungkin diberikan, karena merupakan hak dari orang-orang yang tidak mampu membelanjakan hartanya dengan baik atau suatu hal yang lebih penting dari itu, maka harus dikatakan kepada mereka \ufd3e \u0642\u064e\u0648\u06e1\u0644\u0657\u0627  \u0645\u0651\u064e\u0639\u06e1\u0631\u064f\u0648\u0641\u0657\u0627 \ufd3f   \"perkataan yang baik,\" menolak mereka dengan penolakan yang baik, perkataan yang lembut tanpa kata yang keji dan kotor. "},{"id":685,"sura":4,"from_aya":9,"to_aya":10,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang sean-dainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zhalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).\" (An-Nisa`: 9-10)."},{"id":686,"sura":4,"from_aya":9,"to_aya":9,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(9) Sebuah pendapat berkata, dialog ini ditujukan kepada orang yang menjenguk seseorang yang sedang sekarat dan ia ber-laku berat sebelah dalam wasiatnya agar orang yang menjenguk itu memerintahkan kepadanya untuk adil dalam wasiatnya ter-sebut dan berlaku sama rata. Dengan dalil Firman Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u06e1\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652     \u0642\u064e\u0648\u06e1\u0644\u0657\u0627  \u0633\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627 \ufd3f   \"Dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar,\" yaitu, yang lurus dan sesuai dengan keadilan dan kebaikan, dan bahwasanya mereka memerintahkan orang yang hendak memberi-kan wasiat terhadap anak-anaknya dengan perkara seperti yang mereka sukai dalam bermuamalah terhadap anak-anak mereka setelah kematian mereka sendiri. \nPendapat lain berkata, yang dimaksudkan dalam ayat itu adalah para wali orang-orang yang tidak mampu membelanjakan harta dengan baik dari orang gila, anak kecil, dan orang-orang lemah; agar para wali itu bermuamalah terhadap mereka dalam hal-hal yang bermanfaat bagi mereka, baik agama maupun dunia mereka sebagaimana mereka menginginkan mereka bermuamalah terhadap orang-orang yang lemah yang datang setelah mereka dari keturunan mereka.\n\ufd3e \u0641\u064e\u0644\u06e1\u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \ufd3f   \"Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah,\" dalam status mereka sebagai wali bagi orang lain, artinya yang memperlakukan mereka dalam suasana takwa kepada Allah tanpa menghina mereka, mengurus mereka dengan baik, dan mengharuskan mereka agar bertakwa kepada Allah."},{"id":687,"sura":4,"from_aya":10,"to_aya":10,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(10) Dan ketika Allah memerintahkan para wali kepada hal tersebut, Allah mengingatkan mereka agar tidak memakan harta anak yatim, dan mengancam orang yang memakannya dengan se-keras-keras siksaan, seraya berfirman, \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u064a\u064e\u0623\u06e1\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0623\u064e\u0645\u06e1\u0648\u064e\u0670\u0644\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u064a\u064e\u062a\u064e\u0670\u0645\u064e\u0649\u0670  \u0638\u064f\u0644\u06e1\u0645\u064b\u0627 \ufd3f   \"Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zhalim\" maksudnya, tanpa hak. Ketentuan ini (yaitu memakan harta anak yatim dengan zhalim), tidak termasuk di dalamnya apa yang telah lewat sebelumnya, yaitu bolehnya seorang yang fakir untuk memakannya secara ma'ruf, dan bolehnya makanan pribadinya bercampur dengan makanan anak yatim. Barangsiapa yang me-makannya dengan zhalim, sesungguhnya \ufd3e \u064a\u064e\u0623\u06e1\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0641\u0650\u064a   \u0628\u064f\u0637\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1  \u0646\u064e\u0627\u0631\u0657\u0627\u06d6       \ufd3f \"mereka itu menelan api sepenuh perutnya,\" yaitu sesungguhnya apa yang mereka makan itu adalah api yang menyala-nyala dalam perut mereka, dan mereka sendirilah yang memasukkan api itu dalam perut-perut mereka.\n\ufd3e \u0648\u064e\u0633\u064e\u064a\u064e\u0635\u06e1\u0644\u064e\u0648\u06e1\u0646\u064e \u0633\u064e\u0639\u0650\u064a\u0631\u0657\u0627 \ufd3f   \"Dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka),\" yaitu, api yang membakar dan menyala-nyala. Ini merupakan ancaman yang paling besar yang ditetapkan terhadap suatu dosa, yang menunjukkan akan keji dan jeleknya memakan harta anak yatim dan bahwa perbuatan itu mengakibat-kan pelakunya masuk ke dalam api neraka. Dan itu menunjukkan bahwa perbuatan tersebut termasuk dalam dosa-dosa yang besar. Kita memohon keselamatan kepada Allah. "},{"id":688,"sura":4,"from_aya":11,"to_aya":12,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Allah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu: Bagian seorang anak lelaki sama dengan bagian dua orang anak perempuan; dan jika anak itu se-muanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separuh harta. Dan untuk dua orang ibu-bapak, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapaknya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang me-ninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah di-penuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana. Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika istri-istrimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang diting-galkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. Para istri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para istri memperoleh seper-delapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar hutang-hutangmu. Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempu-nyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar hutangnya dengan tidak memberi mudharat (kepada ahli waris). (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syariat yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi "},{"id":689,"sura":4,"from_aya":0,"to_aya":0,"type":"\u062a\u0645\u0647\u064a\u062f \u0644\u0644\u0622\u064a\u0627\u062a","text":"Maha Penyantun.\" (An-Nisa`: 11-12).\nAyat-ayat ini dan ayat pada akhir surat ini adalah ayat-ayat tentang warisan yang mengandung penjelasannya, ditambah hadits Abdullah bin Abbas \u0631\u0636\u064a \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0639\u0646\u0647\u0645\u0627 yang termaktub dalam Shahih al-Bukhari, \n\u0623\u064e\u0644\u0652\u062d\u0650\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u0636\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u0647\u064e\u0627\u060c \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0642\u0650\u064a\u064e \u0641\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0644\u0650\u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0649 \u0631\u064e\u062c\u064f\u0644\u064d \u0630\u064e\u0643\u064e\u0631\u064d.\n\"Serahkan warisan yang telah ditetapkan itu kepada orangnya yang berhak, dan bila tersisa, maka untuk para kerabat laki-laki.\"[5] \nSemua dalil di atas mengandung sebagian besar hukum-hukum warisan, bahkan seluruhnya sebagaimana yang akan Anda lihat nantinya, kecuali warisan untuk nenek, (ibunya ibu atau ibu-nya bapak), karena tidak tersebutkan dalam dalil-dalil di atas. Akan tetapi terdapat riwayat shahih dalam as-Sunan[6] dari al-Mughirah bin Syu'bah dan Muhammad bin Maslamah bahwasanya Nabi \ufdfa memberikan kepada nenek seperenam ditambah dengan adanya ijma' para ulama atas hal tersebut."},{"id":690,"sura":4,"from_aya":11,"to_aya":11,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":" (11) Firman Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649, \ufd3e \u064a\u064f\u0648\u0635\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u064f  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f   \u0641\u0650\u064a\u0653  \u0623\u064e\u0648\u06e1\u0644\u064e\u0670\u062f\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06d6       \ufd3f \"Allah mensya-riatkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu.\" Mak-sudnya, anak-anak kalian wahai para kedua orang tua, di mana mereka itu adalah amanah bagi kalian dan sesungguhnya Allah telah mewasiatkan mereka kepada kalian agar kalian mengurus kemaslahatan mereka, baik agama maupun dunia mereka, maka kalian harus mengajar mereka, mendidik mereka, dan menghalangi mereka dari kerusakan, memerintahkan mereka untuk taat kepada Allah dan konsisten dalam ketakwaan secara terus menerus, seba-gaimana Allah berfirman, \n\ufd3e \u064a\u064e\u0670\u0653\u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0642\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652  \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1   \u0648\u064e\u0623\u064e\u0647\u06e1\u0644\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u06e1   \u0646\u064e\u0627\u0631\u0657\u0627  \u0648\u064e\u0642\u064f\u0648\u062f\u064f\u0647\u064e\u0627  \u0671\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f   \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u062d\u0650\u062c\u064e\u0627\u0631\u064e\u0629\u064f  \ufd3f \n\"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluarga-mu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.\" (At-Tahrim: 6). \nSebenarnya anak-anak telah diwasiatkan kepada orang tua mereka, bila para orang tua menunaikan wasiat tersebut, maka mereka mendapat balasan yang berlimpah, dan bila mereka mela-laikannya, maka mereka berhak menerima ancaman dan siksaan. Ini di antara yang menunjukkan bahwa Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 adalah lebih Pe-nyayang terhadap hamba-hambaNya daripada kedua orang tua, di mana Allah telah mewasiatkan kepada kedua orang tua padahal mereka telah memiliki kasih sayang yang begitu besar terhadap anak-anak mereka.\nKemudian Allah menyebutkan tentang tata cara pewarisan mereka. Allah berfirman, \ufd3e \u0644\u0650\u0644\u0630\u0651\u064e\u0643\u064e\u0631\u0650   \u0645\u0650\u062b\u06e1\u0644\u064f  \u062d\u064e\u0638\u0651\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064f\u0646\u062b\u064e\u064a\u064e\u064a\u06e1\u0646\u0650\u06da       \ufd3f \"Bagian seorang anak lelaki sama dengan bagian dua orang anak perempuan,\" yaitu, anak-anak atau anak dari anak laki-laki (cucu), bagian seorang anak lelaki sama dengan bagian dua orang anak perempuan bila tidak ada seorang ahli waris yang memiliki hak tertentu, demikian juga apa yang tersisa dari pembagian hak-hak tertentu. Para ulama telah berijma' atas hal tersebut. Dan bahwasanya dengan adanya anak-anak, maka harta warisan adalah milik mereka dan tidak ada bagian sama sekali bagi anak-anak dari anak laki-laki (cucu), di mana anak-anak tersebut adalah laki-laki dan perempuan. Ini dengan bersatunya laki-laki dan perempuan. \nDalam hal ini ada dua kondisi; hanya laki-laki saja, dan akan datang ketentuannya dan hanya perempuan saja. Allah telah me-nyebutkan hal itu dalam FirmanNya, \ufd3e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646  \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e \u0646\u0650\u0633\u064e\u0627\u0653\u0621\u0657    \u0641\u064e\u0648\u06e1\u0642\u064e  \u0671\u062b\u06e1\u0646\u064e\u062a\u064e\u064a\u06e1\u0646\u0650 \ufd3f   \"Dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua,\" yaitu, anak perempuan atau anak perempuan dari anak laki-laki (cucu perempuan) tiga orang atau lebih, \ufd3e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e  \u062b\u064f\u0644\u064f\u062b\u064e\u0627  \u0645\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0631\u064e\u0643\u064e\u06d6       \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a\u06e1 \u0648\u064e\u0670\u062d\u0650\u062f\u064e\u0629\u0657 \ufd3f   \"maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Jika anak perempuan itu seorang saja,\" yaitu, seorang anak perempuan atau anak perempuan dari anak laki-laki, (cucu perempuan), \ufd3e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627    \u0671\u0644\u0646\u0651\u0650\u0635\u06e1\u0641\u064f\u06da   \ufd3f   \"maka ia memperoleh separuh harta,\" ini merupakan ijma'.\nPenting ditanyakan, dari mana diambil dasar hukum bagi dua orang anak perempuan mendapatkan duapertiga setelah adanya ijma' akan hal tersebut? Maka jawabannya adalah; bahwasanya itu diambil dari Firman Allah, \ufd3e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a\u06e1    \u0648\u064e\u0670\u062d\u0650\u062f\u064e\u0629\u0657  \u0641\u064e\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627    \u0671\u0644\u0646\u0651\u0650\u0635\u06e1\u0641\u064f\u06da       \ufd3f \"Jika anak pe-rempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separuh harta.\" Itu artinya, jika lebih dari satu maka hak tertentu itu beralih dari setengah dan urutan persentase setelah (setengah) tersebut adalah dua pertiga. Demikian juga Firman Allah, \ufd3e \u0644\u0650\u0644\u0630\u0651\u064e\u0643\u064e\u0631\u0650   \u0645\u0650\u062b\u06e1\u0644\u064f  \u062d\u064e\u0638\u0651\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064f\u0646\u062b\u064e\u064a\u064e\u064a\u06e1\u0646\u0650\u06da   \ufd3f   \"Bagian seorang anak lelaki sama dengan bagian dua orang anak perempuan,\" apabila seseorang meninggalkan seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan, maka anak laki-laki itu mendapatkan dua pertiga. Dan Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 telah mengabarkan bahwa bagian anak laki-laki itu seperti bagian dua anak perempuan, dengan demikian itu menunjukkan bahwa dua anak perempuan mendapatkan dua pertiga. Begitu juga seorang anak perempuan apabila mendapatkan bagian sepertiga bersama saudara laki-lakinya padahal ia lebih besar kemudharat-annya daripada saudara lainnya yang perempuan, maka bagian sepertiga itu bersama saudara lain yang perempuan adalah lebih utama dan lebih patut. Demikian juga Firman Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 tentang dua saudara perempuan, \n\ufd3e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a\u064e\u0627 \u0671\u062b\u06e1\u0646\u064e\u062a\u064e\u064a\u06e1\u0646\u0650     \u0641\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627  \u0671\u0644\u062b\u0651\u064f\u0644\u064f\u062b\u064e\u0627\u0646\u0650  \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0631\u064e\u0643\u064e\u06da   \ufd3f   \n\"Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal.\" (An-Nisa`: 176). \nItu adalah sebuah nash yang jelas tentang dua saudara perem-puan. Maka apabila dua orang saudara perempuan itu dengan jauhnya jarak mereka mendapatkan dua pertiga, maka dua anak perempuan dengan dekatnya jarak adalah lebih utama dan lebih patut. Nabi \ufdfa telah memberikan kedua orang anak perempuan Sa'd dua pertiga, sebagaimana yang termaktub dalam kitab ash-Shahih[7].\nLalu apa faidah dari Firman Allah, \ufd3e \u0641\u064e\u0648\u06e1\u0642\u064e  \u0671\u062b\u06e1\u0646\u064e\u062a\u064e\u064a\u06e1\u0646\u0650 \ufd3f   \"Lebih dari dua?\" \nFaidah Firman Allah itu -dan hanya Allah yang lebih Me-ngetahuinya- adalah agar diketahui bahwa hak tertentu yaitu dua pertiga tersebut tidaklah bertambah dengan bertambahnya jumlah mereka lebih dari dua orang, akan tetapi jumlah tersebut untuk dua orang atau lebih.\nAyat ini menunjukkan bahwa apabila didapatkan seorang anak perempuan dan satu atau beberapa anak perempuan dari anak laki-laki (cucu), maka anak perempuan itu mendapatkan setengah dan tersisa dari dua pertiga yang telah ditetapkan oleh Allah bagi anak-anak perempuan atau anak-anak perempuan dari anak laki-laki (cucu) seperenam, lalu diberikanlah bagian itu kepada seorang anak atau beberapa anak perempuan dari anak laki-laki (cucu). \nOleh karena itu bagian seperenam tersebut dinamakan pe-lengkap bagi dua pertiga. Kondisi seperti itu terjadi juga bagi anak perempuan dari anak laki-laki (cucu) bersama anak-anak perem-puan dari anak laki-laki (anaknya cucu) yang lebih bawah darinya. \nAyat ini juga menunjukkan bahwa ketika anak-anak perem-puan itu atau anak-anak perempuan dari anak laki-laki itu telah mengambil seluruh bagian dua pertiga itu, maka hilanglah bagian selain mereka (di bawah mereka) dari anak-anak perempuan dari anak laki-laki, karena Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 tidak menetapkan bagian mereka kecuali dua pertiga saja dan bagian itu telah habis mereka ambil. Sekiranya mereka tidak gugur haknya, niscaya hal itu mengakibat-kan ditetapkannya bagi mereka lebih banyak lagi dari dua pertiga, dan hal itu bertentangan dengan nash yang ada. Ketentuan hukum-hukum tersebut telah disepakati oleh para ulama, dan segala pujian hanya bagi Allah.\nFirman Allah, \ufd3e \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0631\u064e\u0643\u064e \ufd3f   \"Dari harta yang ditinggalkan\" menun-jukkan bahwa seluruh ahli waris mewarisi apa yang ditinggalkan oleh seorang yang meninggal, berupa rumah, perabot, emas, perak, ataupun lainnya, hingga diyat (denda) yang belum terlaksana kecuali setelah ia meninggal, juga hutang-hutang yang dipikulnya.\nKemudian Allah menyebutkan warisan kedua orang tua, dalam FirmanNya, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u0650\u0623\u064e\u0628\u064e\u0648\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650 \ufd3f   \"Dan untuk dua orang ibu-bapak,\" yaitu ayah orang yang meninggal atau ibunya,       \ufd3e \u0644\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0670\u062d\u0650\u062f\u0656  \u0645\u0651\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627  \u0671\u0644\u0633\u0651\u064f\u062f\u064f\u0633\u064f  \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0631\u064e\u0643\u064e \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e  \u0644\u064e\u0647\u064f\u06e5  \u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u065e\u06da   \ufd3f                     \"bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggal-kan, jika yang meninggal itu mempunyai anak,\" yaitu, anak-anak si mayit atau cucu-cucunya dari anak laki-lakinya, yang laki-laki maupun perempuan, seorang ataupun banyak. Adapun ibu, ia mendapat tidak lebih dari seperenam bersama dengan adanya salah seorang dari anak-anak si mayit, sedang ayah, dengan adanya be-berapa anak laki-laki tidak berhak mendapat lebih dari seperenam. Apabila anak tersebut seorang perempuan atau beberapa perem-puan dan tidak ada lagi warisan yang tersisa setelah pembagian hak-hak yang tertentu, seperti kedua orang tua dan dua orang anak perempuan, maka mereka tidak mempunyai bagiannya lagi dari 'Ashabah (sisa pembagian), dan apabila masih tersisa setelah pem-bagian hak seorang anak perempuan atau beberapa anak perem-puan, maka ayah mendapatkan seperenam karena hak tertentu dan sisa pembagian karena 'Ashabah. Hal itu karena kita telah membe-rikan hak-hak tertentu kepada pemiliknya, dan apa yang tersisa darinya maka yang lebih berhak adalah yang laki-laki, dan ayah lebih berhak lebih dahulu daripada saudara si mayit, pamannya, atau yang lainnya.\n\ufd3e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646  \u0644\u0651\u064e\u0645\u06e1  \u064a\u064e\u0643\u064f\u0646  \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u06e5  \u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u065e  \u0648\u064e\u0648\u064e\u0631\u0650\u062b\u064e\u0647\u064f\u06e5\u0653  \u0623\u064e\u0628\u064e\u0648\u064e\u0627\u0647\u064f  \u0641\u064e\u0644\u0650\u0623\u064f\u0645\u0651\u0650\u0647\u0650  \u0671\u0644\u062b\u0651\u064f\u0644\u064f\u062b\u064f\u06da         \ufd3f \"Jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapaknya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga.\" Maksudnya, yang tersisa adalah ayah; karena Allah menyandarkan harta kepada ayah, sedang ibu hanya dengan satu kali sandaran saja. Kemudian Allah menentukan hak bagian ibu. Itu menunjukkan bahwa sisanya adalah hak ayah. Dengan demikian diketahui bahwa ayah dalam kondisi tidak adanya anak-anak dari si mayit tidak memiliki hak tertentu, akan tetapi ia me-warisi dengan cara 'Ashabah seluruh harta atau apa-apa yang tersisa dari pembagian hak-hak yang tertentu.\nAkan tetapi apabila didapatkan bersama kedua orang tua salah seorang dari suami atau istrinya dari si mayit -yang diistilah-kan dengan sebutan Umariyatain- maka suami atau istri mengambil haknya yang tertentu, kemudian ibu mengambil sepertiga dari sisa pembagian itu dan ayah mendapat sisanya. Ini berlandaskan Firman Allah, \ufd3e \u0648\u064e\u0648\u064e\u0631\u0650\u062b\u064e\u0647\u064f\u06e5\u0653  \u0623\u064e\u0628\u064e\u0648\u064e\u0627\u0647\u064f  \u0641\u064e\u0644\u0650\u0623\u064f\u0645\u0651\u0650\u0647\u0650  \u0671\u0644\u062b\u0651\u064f\u0644\u064f\u062b\u064f\u06da   \ufd3f   \"Dan ia diwarisi oleh ibu bapaknya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga,\" yaitu, sepertiga dari apa yang akan diwarisi oleh kedua orang tua tersebut. Dan itu terwujud dalam kedua kondisi berikut: Seperenam pada kondisi (yang men-jadi ahli waris adalah) suami, ayah dan ibu atau seperempat pada kondisi (yang mewarisi adalah) istri, ayah dan ibu. \nAyat itu tidak menunjukkan bahwa ibu mewarisi sepertiga dari harta secara penuh dengan tidak adanya anak-anak si mayit, hingga dikatakan, sesungguhnya kedua kondisi itu telah dikecuali-kan dari hal tersebut. \nDan penjelasan dari hal itu adalah bahwa apa yang diambil oleh suami atau istri seperti apa yang diambil oleh orang-orang yang memiliki hutang atas si mayit, yaitu diambil dari jumlah harta si mayit secara keseluruhan, dan sisa dari itu adalah hak kedua orang tua. Dan didasari pula oleh karena bila kita memberikan ke-pada ibu sepertiga harta warisan, pastilah bagian ibu lebih banyak dari ayah pada kondisi adanya suami, atau ayah akan mengambil pada kondisi adanya istri lebih banyak dari ibu setengah dari se-perenam. Ini tidak ada kesamaannya, dan yang seharusnya adalah persamaannya dengan ayah atau ayah mengambil dua kali lipat dari apa yang diambil oleh ibu.\n\ufd3e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e  \u0644\u064e\u0647\u064f\u06e5\u0653  \u0625\u0650\u062e\u06e1\u0648\u064e\u0629\u065e \u0641\u064e\u0644\u0650\u0623\u064f\u0645\u0651\u0650\u0647\u0650  \u0671\u0644\u0633\u0651\u064f\u062f\u064f\u0633\u064f\u06da   \ufd3f   \"Jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam,\" baik saudara kandung atau seayah atau seibu, laki-laki maupun perempuan, yang mendapat warisan atau terhalang mendapat warisan dengan adanya ayah atau kakek. Akan tetapi mungkin akan dikatakan oleh sebagian orang, bahwa Firman Allah, \ufd3e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u06e5\u0653     \u0625\u0650\u062e\u06e1\u0648\u064e\u0629\u065e \ufd3f   \"Jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara\" tidak secara zahir men-cakup orang-orang yang tidak mendapat warisan, dengan dalil bahwa dalam ayat itu tidak terkandung orang yang terhalang oleh orang yang berhak mendapat setengah. Dengan demikian saudara tidaklah terhalang dari sepertiga kecuali saudara yang mendapat warisan saja. Ini didukung oleh kenyataan bahwa hikmah terha-langnya mereka dari sepertiga adalah agar saudara yang mewarisi itu mendapatkan sejumlah harta yang cukup dan hal itu tidak ada. Wallahu a'lam, akan tetapi dengan syarat jumlah mereka dua atau lebih.\nHal itu menjadi lebih rumit, karena lafazh \"saudara\" dalam ayat tersebut dengan lafazh jamak. Itu dapat dijawab dengan ke-nyataan bahwa maksud dari lafazh itu adalah hanya untuk menun-jukkan jumlah bukan jamak, dan hal ini ditegaskan dengan lafazh \"dua,\" dan terkadang lafazh jamak itu dimaksudkan dan diartikan dengan dua, sebagaimana dalam Firman Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 tentang Dawud dan Sulaiman \u0639\u0644\u064a\u0647\u0645\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645, \n\ufd3e  \u0648\u064e\u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627  \u0644\u0650\u062d\u064f\u0643\u06e1\u0645\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1  \u0634\u064e\u0670\u0647\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e 78 \ufd3f   \n\"Dan Kami menyaksikan keputusan yang diberikan oleh mereka itu.\" (Al-Anbiya`: 78). \nDan Allah berfirman tentang saudara seibu,\ufd3e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0631\u064e\u062c\u064f\u0644\u065e     \u064a\u064f\u0648\u0631\u064e\u062b\u064f \u0643\u064e\u0644\u064e\u0670\u0644\u064e\u0629\u064b  \u0623\u064e\u0648\u0650  \u0671\u0645\u06e1\u0631\u064e\u0623\u064e\u0629\u065e    \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u06e5\u0653  \u0623\u064e\u062e\u064c  \u0623\u064e\u0648\u06e1  \u0623\u064f\u062e\u06e1\u062a\u065e  \u0641\u064e\u0644\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650    \u0648\u064e\u0670\u062d\u0650\u062f\u0656  \u0645\u0651\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627  \u0671\u0644\u0633\u0651\u064f\u062f\u064f\u0633\u064f\u06da       \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652  \u0623\u064e\u0643\u06e1\u062b\u064e\u0631\u064e  \u0645\u0650\u0646  \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e   \u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0634\u064f\u0631\u064e\u0643\u064e\u0627\u0653\u0621\u064f  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u062b\u0651\u064f\u0644\u064f\u062b\u0650\u06da       \ufd3f      \"Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai se-orang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja), maka masing-masing dari kedua jenis saudara itu mendapatkan seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu.\" Allah menggunakan lafazh jamak, dan yang dimaksudkan adalah dua atau lebih menu-rut ijma'. \nDengan dasar ini, maka apabila seorang mayit meninggalkan ibu, ayah dan beberapa saudara, maka hak ibu adalah seperenam, dan sisanya adalah hak ayah. Beberapa saudara itu menghalangi ibu mendapatkan sepertiga dan ayah menghalangi mereka men-dapat bagian, kecuali dengan adanya kemungkinan lain, yaitu hak ibu adalah sepertiga dan sisanya adalah hak ayah.[8]\nKemudian Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \ufd3e \u0645\u0650\u0646\u06e2  \u0628\u064e\u0639\u06e1\u062f\u0650  \u0648\u064e\u0635\u0650\u064a\u0651\u064e\u0629\u0656  \u064a\u064f\u0648\u0635\u064e\u0649\u0670  \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627\u0653   \u0623\u064e\u0648\u06e1  \u062f\u064e\u064a\u06e1\u0646\u064d \ufd3f   \"Se-sudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar hutang-nya,\" maksudnya, hak-hak tertentu tersebut, bagian-bagiannya dan warisan-warisan itu sesungguhnya dapat berlaku dan terjadi setelah dipotong oleh hutang yang ditanggung oleh mayit; hak milik Allah atau milik manusia lain. Dan juga setelah pelaksanaan wasiat yang telah diwasiatkan oleh mayit setelah meninggalnya. Sisa dari itu semualah yang menjadi harta peninggalan yang berhak diwarisi oleh para ahli waris. \nDan wasiat didahulukan dalam ayat ini padahal pelaksana-annya diakhirkan setelah hutang agar diperhatikan dengan baik, karena merealisasikan wasiat itu sangatlah berat bagi para ahli waris, dan bila tidak demikian, maka hutang-hutang adalah dida-hulukan dari wasiat, dan diambil dari harta yang ada. Sedangkan wasiat adalah sah dengan hanya sepertiga saja atau kurang dari itu, bagi orang di luar keluarga yang tidak menjadi ahli waris. Selain dari itu tidak boleh dilaksanakan kecuali dengan izin dari para ahli waris.\nAllah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \ufd3e \u0621\u064e\u0627\u0628\u064e\u0627\u0653\u0624\u064f\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u0623\u064e\u0628\u06e1\u0646\u064e\u0627\u0653\u0624\u064f\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0644\u064e\u0627  \u062a\u064e\u062f\u06e1\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0623\u064e\u0642\u06e1\u0631\u064e\u0628\u064f  \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1     \u0646\u064e\u0641\u06e1\u0639\u0657\u0627\u06da       \ufd3f \"(Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu.\" \nSekiranya ketentuan pembagian warisan itu dikembalikan kepada akal pikiran dan pilihan kalian, niscaya akan terjadi kemu-dharatan di mana hanya Allah saja yang mengetahuinya, karena tidak sempurnanya akal pikiran dan tidak adanya pengetahuan-nya tentang hal-hal yang patut dan baik dalam segala waktu dan tempat. Mereka tidak mengetahui anak yang mana atau orang tua yang mana yang lebih berguna bagi mereka dan lebih dekat kepada tercapainya tujuan-tujuan mereka, baik agama maupun dunia.\n\ufd3e \u0641\u064e\u0631\u0650\u064a\u0636\u064e\u0629\u0657  \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650\u06d7       \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e       \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627  \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u0657\u0627 \ufd3f   \"Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.\" Maksud-nya, telah ditentukan oleh Allah yang meliputi segala sesuatu de-ngan ilmuNya, dan berlaku bijaksana dalam segala syariatNya, dan menentukan apa yang telah ditetapkanNya dengan sebaik-baik ketentuan. Akal manusia tidaklah mampu untuk menghadirkan seperti hukum-hukumNya yang baik dan sesuai bagi setiap zaman dan tempat, serta kondisi."},{"id":691,"sura":4,"from_aya":12,"to_aya":12,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(12) Kemudian Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"dan bagimu\" wahai para suami, \ufd3e \u0646\u0650\u0635\u06e1\u0641\u064f  \u0645\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0631\u064e\u0643\u064e  \u0623\u064e\u0632\u06e1\u0648\u064e\u0670\u062c\u064f\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0625\u0650\u0646  \u0644\u0651\u064e\u0645\u06e1   \u064a\u064e\u0643\u064f\u0646      \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e  \u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u065e\u06da       \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e  \u0644\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e  \u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u065e  \u0641\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f  \u0671\u0644\u0631\u0651\u064f\u0628\u064f\u0639\u064f  \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627     \u062a\u064e\u0631\u064e\u0643\u06e1\u0646\u064e\u06da       \u0645\u0650\u0646\u06e2  \u0628\u064e\u0639\u06e1\u062f\u0650  \u0648\u064e\u0635\u0650\u064a\u0651\u064e\u0629\u0656  \u064a\u064f\u0648\u0635\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627\u0653   \u0623\u064e\u0648\u06e1  \u062f\u064e\u064a\u06e1\u0646\u0656\u06da         \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0631\u0651\u064f\u0628\u064f\u0639\u064f  \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0631\u064e\u0643\u06e1\u062a\u064f\u0645\u06e1  \u0625\u0650\u0646  \u0644\u0651\u064e\u0645\u06e1  \u064a\u064e\u0643\u064f\u0646  \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u065e\u06da         \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e  \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u065e  \u0641\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u062b\u0651\u064f\u0645\u064f\u0646\u064f  \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0631\u064e\u0643\u06e1\u062a\u064f\u0645\u06da         \u0645\u0651\u0650\u0646\u06e2  \u0628\u064e\u0639\u06e1\u062f\u0650  \u0648\u064e\u0635\u0650\u064a\u0651\u064e\u0629\u0656  \u062a\u064f\u0648\u0635\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627\u0653    \u0623\u064e\u0648\u06e1   \u062f\u064e\u064a\u06e1\u0646\u0656\u06d7   \ufd3f   \"seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika istri-istrimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. (Sebaliknya) para istri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempu-nyai anak, maka para istri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar hutang-hutangmu.\" Termasuk dalam konteks anak yang di-syaratkan adanya atau tidak adanya adalah anak mayit atau anak dari anak laki-laki mayit (cucu), laki-laki maupun perempuan, satu maupun banyak, yang ada dari suami maupun dari selainnya. Dan tidak termasuk dalam hal ini anak dari anak perempuan mayit menurut ijma' ulama.\nKemudian Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman,   \ufd3e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e  \u0631\u064e\u062c\u064f\u0644\u065e  \u064a\u064f\u0648\u0631\u064e\u062b\u064f  \u0643\u064e\u0644\u064e\u0670\u0644\u064e\u0629\u064b  \u0623\u064e\u0648\u0650  \u0671\u0645\u06e1\u0631\u064e\u0623\u064e\u0629\u065e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u06e5\u0653  \u0623\u064e\u062e\u064c  \u0623\u064e\u0648\u06e1  \u0623\u064f\u062e\u06e1\u062a\u065e \ufd3f   \"Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja),\" maksudnya, dari satu ibu, sebagaimana dalam seba-gian qira'at. Para ulama telah bersepakat bahwa maksud dari sau-dara Di sini adalah saudara seibu. Apabila seorang mayit dalam kondisi kalalah, artinya, tidak meninggalkan anak dan tidak pula ayah, maksudnya, tidak ayah, tidak kakek, tidak anak laki-laki, tidak cucu laki-laki dari anak laki-laki, tidak pula anak perempuan, tidak pula cucu perempuan dari anak laki-laki dan seterusnya ke bawah. Inilah maksud kalalah sebagaimana yang ditafsirkan oleh Abu Bakar ash-Shiddiq \u0631\u0636\u064a \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0639\u0646\u0647, dan para ulama telah sepakat atas hal tersebut dan segala puji hanya milik Allah.\n\ufd3e \u0641\u064e\u0644\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650    \u0648\u064e\u0670\u062d\u0650\u062f\u0656  \u0645\u0651\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \ufd3f   \"Maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu,\" yaitu, dari saudara laki-laki atau saudara perempuan,\ufd3e \u0671\u0644\u0633\u0651\u064f\u062f\u064f\u0633\u064f\u06da       \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652  \u0623\u064e\u0643\u06e1\u062b\u064e\u0631\u064e  \u0645\u0650\u0646  \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e   \ufd3f \"seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari itu\" yaitu lebih dari satu orang, \ufd3e \u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0634\u064f\u0631\u064e\u0643\u064e\u0627\u0653\u0621\u064f  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u062b\u0651\u064f\u0644\u064f\u062b\u0650\u06da   \ufd3f   \"maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu.\" Maksudnya mereka mendapatkan tidak lebih dari sepertiga walaupun mereka lebih dari dua orang.\nDan Firman Allah, \ufd3e \u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0634\u064f\u0631\u064e\u0643\u064e\u0627\u0653\u0621\u064f  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u062b\u0651\u064f\u0644\u064f\u062b\u0650\u06da   \ufd3f   \"Maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu,\" menunjukkan bahwa, laki-laki (di antara) mereka sama dengan perempuan (di antara) mereka, karena lafazh bersekutu itu menunjukkan persamaan. Lafazh, \ufd3e \u0643\u064e\u0644\u064e\u0670\u0644\u064e\u0629\u064b \ufd3f   \"Kalalah\" menunjukkan bahwa cabang (keturunan) dan seterusnya ke bawah, dan (keluarga) pokok, yang laki-laki dan seterusnya ke atas meng-halangi anak-anak ibu, karena Allah tidaklah menjadikan mereka ahli waris kecuali dalam kondisi kalalah, dan bila mereka tidak me-warisi secara kalalah, maka mereka tidaklah mendapatkan warisan sama sekali menurut kesepakatan ulama. \nFirman Allah, \ufd3e \u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0634\u064f\u0631\u064e\u0643\u064e\u0627\u0653\u0621\u064f  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u062b\u0651\u064f\u0644\u064f\u062b\u0650\u06da   \ufd3f   \"Maka mereka bersekutu da-lam yang sepertiga itu\" menunjukkan bahwa saudara kandung laki-laki akan terhalang dalam kondisi yang bernama al-Hamariyah, yaitu suami, ibu, saudara seibu dan saudara sekandung; suami mendapatkan setengah, ibu seperenam, saudara seibu sepertiga; maka saudara sekandung gugur, karena Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 telah menyan-darkan bagian sepertiga kepada saudara seibu. Sekiranya saudara sekandung bersekutu dengan mereka, niscaya itu merupakan penyatuan yang telah dipisahkan ketentuannya oleh Allah. Dan juga karena sesungguhnya saudara seibu adalah di antara pemilik hak-hak yang ditentukan sedang saudara sekandung adalah Asha-bah (pemilik sisa warisan), dan sesungguhnya Nabi \ufdfa bersabda,\n\u0623\u064e\u0644\u0652\u062d\u0650\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u0636\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u0647\u064e\u0627\u060c \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0642\u0650\u064a\u064e \u0641\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0644\u0650\u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0649 \u0631\u064e\u062c\u064f\u0644\u064d \u0630\u064e\u0643\u064e\u0631\u064d.\n\"Serahkan hak-hak warisan yang ditentukan kepada orang yang berhak, dan yang tersisa adalah milik kerabat laki-laki yang paling dekat.\"[9]\nPemilik hak-hak yang tertentu adalah mereka yang telah Allah tetapkan bagian-bagian mereka, dalam kondisi seperti ini tidak ada yang tersisa setelah mereka hingga saudara kandung gugur, dan inilah yang benar dalam hal ini.\nAdapun warisan untuk saudara laki-laki dan saudara perem-puan kandung atau seayah adalah tersebutkan dalam FirmanNya, \n\ufd3e \u064a\u064e\u0633\u06e1\u062a\u064e\u0641\u06e1\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064e  \u0642\u064f\u0644\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u064a\u064f\u0641\u06e1\u062a\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u06e1\u0643\u064e\u0644\u064e\u0670\u0644\u064e\u0629\u0650\u06da     . . . .   \ufd3f \n\"Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, 'Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah...'.\" (An-Nisa`: 176). \nSeorang saudara kandung perempuan atau seayah berhak mendapat setengah, dan dua orang berhak mendapat dua pertiga. Seorang saudara perempuan kandung bersama seorang saudara perempuan seayah atau lebih, mereka berhak mendapat setengah dan sisa dari dua pertiga adalah hak seorang saudara perempuan seayah atau lebih, bagian itu adalah seperenam yang menyempur-nakan (sisa dari) dua pertiga, apabila beberapa saudara perempuan sekandung menyempurnakan bagian dua pertiga, maka saudara perempuan seayah menjadi gugur, sebagaimana yang telah berlalu pada anak perempuan dan cucu perempuan dari anak laki-laki, dan apabila saudara itu laki-laki dan perempuan, maka ketentuannya adalah bagian laki-laki seperti bagian dua orang perempuan.\nBila dikatakan; apakah landasan hukum warisan seorang pembunuh, budak, lain agama, setengah budak, banci, kakek ber-sama saudara-saudara selain seibu, al-'Aul, ar-Rad, sanak famili, 'Ashabah yang tersisa, saudara-saudara perempuan selain seibu bersama beberapa anak perempuan atau cucu-cucu perempuan dari anak laki-laki diambil dari al-Qur`an atau tidak? Menurut suatu pendapat: Ya, di dalamnya terdapat peringatan-peringatan dan indikasi-indikasi yang terperinci yang sangat sulit dipahami oleh orang yang tidak merenung tentangnya yang menunjukkan tentang segala yang disebutkan di atas.\nTentang seorang pembunuh atau yang berlainan agama, diketahui (secara umum) bahwa mereka tidak termasuk ahli waris, hal itu dari penjelasan hikmah Allah dalam pembagian harta wa-risan terhadap para ahli waris menurut kedekatan mereka, manfaat mereka secara agama maupun dunia. Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 telah mengisyaratkan akan hikmah tersebut dengan FirmanNya, \ufd3e \u0644\u064e\u0627  \u062a\u064e\u062f\u06e1\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0623\u064e\u0642\u06e1\u0631\u064e\u0628\u064f  \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1     \u0646\u064e\u0641\u06e1\u0639\u0657\u0627\u06da       \ufd3f \"Kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu.\" Dan telah diketahui bahwa pelaku pembunuh-an telah berusaha menjerumuskan orang yang akan diwarisinya kepada kemudharatan yang paling besar. Apa yang menjadi dasar hak warisan itu tidaklah dapat dikuatkan untuk menolak bahaya-nya pembunuhan yang merupakan kebalikan dari manfaat yang merupakan akibat dari warisan itu. Maka dari hal itu dapat di-ketahui bahwa pembunuhan itu adalah penghalang terbesar yang menghalangi dari mendapatkan warisan dan memotong tali sila-turahim di mana Allah berfirman tentangnya, \n\ufd3e  \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u0652\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0631\u06e1\u062d\u064e\u0627\u0645\u0650   \u0628\u064e\u0639\u06e1\u0636\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0623\u064e\u0648\u06e1\u0644\u064e\u0649\u0670  \u0628\u0650\u0628\u064e\u0639\u06e1\u0636\u0656       \u0641\u0650\u064a  \u0643\u0650\u062a\u064e\u0670\u0628\u0650    \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650\u06da     \ufd3f \n\"Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat) di dalam Kitab Allah.\" (Al-Anfal: 75). \nPadahal telah ada kaidah syariat yang telah baku yang ber-bunyi; bahwa barangsiapa yang tergesa-gesa terhadap sesuatu se-belum waktunya, maka ia dihukum dengan tidak mendapatkannya.\nKarena itulah dan karena yang semacamnya dapat diketahui bahwa orang yang berlainan agama dengan orang yang akan diwarisi maka dia tidak mendapat warisan. Yang demikian itu dikarenakan ia telah bertentangan dengan perkara yang harus ada yaitu bersambungnya garis keturunan yang mengharuskannya memperoleh warisan, dan penghalang yang berupa pertentangan pada agama yang mengakibatkan pemisahan yang jelas dari segala sisi. Penghalang yang begitu besar telah menghalangi perkara yang mengharuskannya memperoleh warisan yaitu keturunan. Maka perkara yang mengakibatkan warisan itu tidaklah dapat diberlaku-kan karena adanya penghalang tadi. Hal itu dapat dijelaskan, bahwa Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 telah membuat hak-hak kaum Muslimin lebih utama daripada hak-hak kekerabatan yang kafir di dunia, maka apabila seorang Muslim meninggal, niscaya hartanya akan berpindah kepada seseorang yang lebih utama dan lebih berhak, sehingga Firman Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 menjadi, \n\ufd3e \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u0652\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0631\u06e1\u062d\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0628\u064e\u0639\u06e1\u0636\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1     \u0623\u064e\u0648\u06e1\u0644\u064e\u0649\u0670  \u0628\u0650\u0628\u064e\u0639\u06e1\u0636\u0656 \u0641\u0650\u064a  \u0643\u0650\u062a\u064e\u0670\u0628\u0650 \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650\u06da     \ufd3f\n\"Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat) di dalam kitab Allah.\" (Al-Anfal: 75), apabila agama mereka sama. Adapun bila saling berbeda maka persaudaraan seagama adalah didahulu-kan daripada persaudaraan sedarah semata.\nIbnu al-Qayyim berkata dalam Jala` al-Afham[10], \"Renungkanlah makna ini dalam ayat warisan ini di mana Allah mengikat hubung-an waris mewarisi ini dengan lafazh \"istri\" dan bukan perempuan sebagaimana dalam FirmanNya, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1 \u0646\u0650\u0635\u06e1\u0641\u064f \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0643\u064e \u0623\u064e\u0632\u06e1\u0648\u064e\u0670\u062c\u064f\u0643\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu,\" sebuah indikasi bahwa waris mewarisi ini sesungguhnya terlaksana dengan perkawinan yang mengharuskan adanya saling berbaur dan saling berhubungan nasab, sedang seorang Mukmin dan seorang kafir tidak ada persaudaraan (iman) di antara kedua-nya dan tidak pula saling bernasab, maka tidak ada saling mewa-risi di antara keduanya, dan rahasia kata-kata al-Qur`an dan tata kalimatnya jauh melampaui akal seluruh alam.\"\nMengenai budak, ia tidak mewarisi dan tidak pula diwarisi, bahwa ia tidak diwarisi, itu sudah sangat jelas, karena ia tidak mempunyai harta yang dapat diwarisi, bahkan apa yang ada ber-samanya itu adalah milik tuannya. Sedangkan mengenai ia tidak mewarisi, karena ia tidak memiliki dan bila saja ia memiliki, maka semuanya milik tuannya, maka dia adalah seorang yang ajnabi (bukan mahram) bagi mayit, maka ia seperti Firman Allah,   \ufd3e \u0644\u0650\u0644\u0630\u0651\u064e\u0643\u064e\u0631\u0650   \u0645\u0650\u062b\u06e1\u0644\u064f  \u062d\u064e\u0638\u0651\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064f\u0646\u062b\u064e\u064a\u064e\u064a\u06e1\u0646\u0650\u06da   \ufd3f   \"Bagian seorang anak lelaki sama dengan bagian dua orang anak perempuan\" dan,   \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0646\u0650\u0635\u06e1\u0641\u064f  \u0645\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0631\u064e\u0643\u064e  \u0623\u064e\u0632\u06e1\u0648\u064e\u0670\u062c\u064f\u0643\u064f\u0645\u06e1  \ufd3f \"dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu\" dan, \ufd3e \u0641\u064e\u0644\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650    \u0648\u064e\u0670\u062d\u0650\u062f\u0656  \u0645\u0651\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627  \u0671\u0644\u0633\u0651\u064f\u062f\u064f\u0633\u064f\u06da       \ufd3f \"maka bagi masing-masing dari kedua jenis sau-dara itu seperenam harta\" ... dan semacamnya, terhadap orang-orang yang berpeluang memiliki. Sedangkan budak tidak berpeluang untuk itu, karena itu jelaslah bahwa ia tidak mendapatkan warisan.\nMengenai seseorang yang setengah merdeka dan setengah budak, ia memiliki hukum yang terbagi-bagi. Adapun yang pada dirinya ada kebebasan, maka dengan hal itu ia berhak mendapat-kan apa yang telah Allah tetapkan dalam warisan, karena ada kemerdekaan pada dirinya yang berpeluang untuk memiliki. Dan apa yang ada padanya dari perbudakan, maka ia tidak berpeluang untuk itu. Oleh karena itu seseorang yang setengah budak dan setengah merdeka, mereka mewarisi, diwarisi, dan menghalangi lainnya sesuai dengan kadar kemerdekaan yang ada padanya, dan apabila seorang hamba dapat terpuji dan tercela, diberi pahala dan dihukum menurut apa yang ada padanya dari hal-hal yang mengakibatkan perkara tersebut, maka ini pun demikian adanya.\nTentang orang banci, tidak terlepas kondisinya itu dari tiga kemungkinan, yaitu, sangat nyata kelelakiannya, atau kewanitaan-nya, atau tidak jelas yang dominan. Apabila nyata, perkaranya adalah sudah jelas; apabila jantan, maka ia termasuk dalam hukum laki-laki, dan akan tercakup dalam nash-nash yang menerangkan tentang mereka, namun apabila perempuan, maka baginya hukum pihak perempuan dan terkait dengan nash-nash yang menerang-kan tentang mereka. Apabila dia Musykil (tidak ada yang dominan antara kedua jenis kelamin), tetapi antara pihak laki-laki dan pe-rempuan tidak berbeda warisannya -seperti saudara seibu-, maka perkaranya juga jelas. Adapun apabila warisannya berbeda dengan kadar kelaki-lakiannya dan kadar keperempuan-annya, sedangkan kita belum punya cara untuk mengetahui hal itu, maka kita tidak memberikan kepadanya kadar yang paling terbesar dari keduanya, karena adanya kemungkinan berbuat zhalim terhadap ahli waris lain, dan juga kita tidak memberikannya kadar terkecil karena takut menzhalimi dirinya, sehingga wajib ditegakkan pertengahan antara kedua perkara itu dan menempuh salah satu di antara dua jalan yang paling adil, Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \n\ufd3e \u0671\u0639\u06e1\u062f\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0647\u064f\u0648\u064e  \u0623\u064e\u0642\u06e1\u0631\u064e\u0628\u064f  \u0644\u0650\u0644\u062a\u0651\u064e\u0642\u06e1\u0648\u064e\u0649\u0670\u06d6       \ufd3f \n\"Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.\" (Al-Ma`idah: 8). \nMaka kita tidak memiliki jalan kepada keadilan dalam masa-lah seperti ini yang lebih baik dari jalan tersebut, dan Allah tidak membebankan kepada suatu jiwa kecuali yang mampu diemban-nya, maka bertakwalah kepada Allah sesuai dengan kemampuan kalian.\nAdapun warisan kakek bersama saudara laki-laki sekan-dung atau seayah, apakah kakek ikut menjadi ahli waris bersama mereka ataukah tidak? Sesungguhnya kitabullah telah menunjuk-kan pada apa yang dikatakan oleh Abu Bakar ash-Shiddiq \u0631\u0636\u064a \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0639\u0646\u0647,[11] bahwasanya kakek menghalangi (bagian harta warisan) saudara laki-laki sekandung atau seayah atau seibu sebagaimana ayah menghalangi mereka, dan penjelasan akan hal itu adalah bahwa kakek itu merupakan ayah seperti disebutkan dalam beberapa tempat dalam al-Qur`an, seperti Firman Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649, \n\ufd3e  \u0625\u0650\u0630\u06e1  \u062d\u064e\u0636\u064e\u0631\u064e  \u064a\u064e\u0639\u06e1\u0642\u064f\u0648\u0628\u064e     \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u0648\u06e1\u062a\u064f  \u0625\u0650\u0630\u06e1  \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e  \u0644\u0650\u0628\u064e\u0646\u0650\u064a\u0647\u0650  \u0645\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0639\u06e1\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0645\u0650\u0646\u06e2  \u0628\u064e\u0639\u06e1\u062f\u0650\u064a\u06d6  \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0646\u064e\u0639\u06e1\u0628\u064f\u062f\u064f   \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e\u0643\u064e  \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e  \u0621\u064e\u0627\u0628\u064e\u0627\u0653\u0626\u0650\u0643\u064e  \u0625\u0650\u0628\u06e1\u0631\u064e\u0670\u0647\u0650\u0640\u06e7\u0645\u064e  \u0648\u064e\u0625\u0650\u0633\u06e1\u0645\u064e\u0670\u0639\u0650\u064a\u0644\u064e  \u0648\u064e\u0625\u0650\u0633\u06e1\u062d\u064e\u0670\u0642\u064e \ufd3f \n\"Ketika Ya'qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya, 'Apa yang kamu sembah sepeninggalku?' Mereka menjawab, 'Kami akan menyembah Rabbmu dan Rabb nenek moyangmu, Ibrahim, Isma'il, dan Ishaq'.\" (Al-Baqarah: 133). \nDan Yusuf \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645 berkata,\n\ufd3e \u0648\u064e\u0671\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u06e1\u062a\u064f \u0645\u0650\u0644\u0651\u064e\u0629\u064e \u0621\u064e\u0627\u0628\u064e\u0627\u0653\u0621\u0650\u064a\u0653     \u0625\u0650\u0628\u06e1\u0631\u064e\u0670\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0633\u06e1\u062d\u064e\u0670\u0642\u064e     \u0648\u064e\u064a\u064e\u0639\u06e1\u0642\u064f\u0648\u0628\u064e\u06da \ufd3f   \n\"Dan aku mengikuti agama bapak-bapakku yaitu Ibrahim, Ishaq dan Ya'qub.\" (Yusuf: 38).\nAllah telah menamakan kakek dan kakeknya ayah dengan ayah, hal itu menunjukkan bahwa kakek adalah dalam posisi ayah, ia mewarisi apa yang diwarisi oleh ayah dan menghalangi orang yang dihalangi oleh ayah.\nDan apabila para ulama telah bersepakat bahwa hukum kakek adalah hukum ayah ketika ayah tidak ada dalam harta peninggalan bersama anak-anaknya dan selain mereka dari beberapa saudara, paman-paman dan anak-anak laki-laki mereka serta seluruh hukum-hukum warisan, maka seyogyanya hukum kakek juga adalah hu-kum ayah dalam menghalangi saudara-saudara selain seibu. Dan apabila anaknya ayah adalah sederajat dengan anaknya yang kandung, maka kenapa kakek tidak sederajat dengan posisi ayah? Dan apabila kakeknya ayah dengan anak laki-lakinya saudara laki-laki telah disepakati oleh para ulama bahwa ia menghalanginya, lalu kenapa kakeknya mayit tidak menghalangi saudara si mayit? Dan orang-orang yang berpendapat bahwa saudara mendapatkan harta waris bersama kakek tidak memiliki nash, tidak juga isyarat, ataupun indikasi, apalagi qiyas yang shahih.\nAdapun masalah al-'Aul, hukumnya diambil dari al-Qur`an, yang demikian itu adalah bahwa Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 telah mewajibkan dan menentukan bagian-bagian bagi seluruh ahli waris, dan mereka itu terbagi dalam dua kondisi; kondisi sebagian mereka menghalangi sebagian yang lain atau tidak, apabila sebagian mereka mengha-langi sebagian lain, maka orang yang terhalang itu gugur, tidak ikut menunggu bagian dan tidak berhak atas apa pun, namun bila sebagian mereka tidak menghalangi sebagian yang lain, maka kondisi ini dalam beberapa bentuk; pertama: Hak-hak tertentu itu tidak menghabiskan seluruh harta warisan, kedua: Menghabiskan-nya dengan tanpa ada kekurangan dan kelebihan, ketiga: Hak-hak tertentu itu melebihi harta warisan.\nMaka pada kondisi yang pertama dan kedua, setiap ahli waris mendapatkan hak bagiannya secara sempurna, namun pada bentuk yang ketiga yaitu apabila hak-hak tertentu itu melebihi harta warisan, maka hal ini tidak lepas dari dua kondisi; pertama, mengurangi hak sebagian ahli waris dari hak-hak mereka yang telah ditentukan oleh Allah bagi mereka dan menyempurnakan hak bagi sebagian yang lain, hal ini adalah sebuah tindakan keber-pihakan yang tidak ada dalil yang menguatkannya, dan bukanlah kekurangan salah seorang ahli waris dari hak-haknya adalah lebih baik dari sebagian lainnya, karena itu wajiblah tertuju kepada kondisi yang kedua, yaitu bahwa kita memberikan setiap ahli waris dari mereka menurut keadaan yang memungkinkan dan kita bagi-bagikan harta tersebut kepada seluruh ahli waris, seperti hutang bagi pemilik-pemiliknya yang melebihi dari harta orang yang berhutang, dan tidak ada jalan lain untuk mencapai kepada hal itu kecuali dengan cara al-'Aul, dengan demikian diketahuilah bahwa al'Aul[12] dalam ilmu Fara'idh telah dijelaskan oleh Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 dalam kitabNya.\nDan dengan kebalikan dari cara di atas, maka diketahui cara ar-Radd[13], sesungguhnya pemilik-pemilik hak-hak tertentu itu apa-bila tidak menghabiskan seluruh harta warisan menurut bagian-bagian masing-masing, lalu tersisa dari harta warisan itu beberapa harta yang tidak ada pemiliknya berupa 'Ashabah yang dekat mau-pun yang jauh, dan mengembalikan harta sisa itu kepada salah seorang ahli waris saja adalah suatu tindakan keberpihakan yang tidak memiliki dalil, dan sebagaimana memberikan sisa harta itu kepada seseorang yang bukan sanak famili adalah suatu tindakan kesewenang-wenangan, keberpihakan, dan bertentangan dengan Firman Allah,\n\ufd3e \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u0652\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0631\u06e1\u062d\u064e\u0627\u0645\u0650   \u0628\u064e\u0639\u06e1\u0636\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0623\u064e\u0648\u06e1\u0644\u064e\u0649\u0670  \u0628\u0650\u0628\u064e\u0639\u06e1\u0636\u0656       \u0641\u0650\u064a  \u0643\u0650\u062a\u064e\u0670\u0628\u0650 \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650\u06da     \ufd3f\n\"Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat) di dalam Kitab Allah.\" (Al-Anfal: 75), \nmaka pastilah sisa harta itu harus dikembalikan lagi kepada ahli-ahli waris menurut hak-hak tertentu mereka, dan karena suami atau istri adalah bukan dari sanak famili, maka mereka tidak berhak atas tambahan dari sisa harta itu menurut hak tertentu mereka, (menurut kelompok yang berpendapat bahwa tidak ada ar-Radd bagi mereka berdua), adapun menurut pendapat yang shahih bahwa hukum suami dan istri adalah sama dengan hukum ahli waris yang lain dalam perkara ar-Radd, maka dalil yang disebutkan tadi mencakup seluruh ahli waris sebagaimana dalil al'Aul menca-kup mereka semua.[14]\nDengan hal ini dapat diketahui juga bagian dari Dzawu al-Arham (setiap kerabat mayit yang tidak mendapatkan hak tertentu ataupun Ashabah), yaitu bila seorang mayit tidak meninggalkan ahli waris yang memiliki hak tertentu dan tidak juga Ashabah, dan perkara hartanya berputar antara ditujukan kepada Baitul Mal untuk manfaat orang lain atau ditujukan kepada sanak familinya yang telah disepakati yang lebih condong mendapat harta tersebut, maka yang terakhir ini adalah yang wajib dan hal tersebut dapat dimengerti dari Firman Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649, \n\ufd3e \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u0652\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0631\u06e1\u062d\u064e\u0627\u0645\u0650   \u0628\u064e\u0639\u06e1\u0636\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0623\u064e\u0648\u06e1\u0644\u064e\u0649\u0670  \u0628\u0650\u0628\u064e\u0639\u06e1\u0636\u0656       \u0641\u0650\u064a  \u0643\u0650\u062a\u064e\u0670\u0628\u0650 \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650\u06da     \ufd3f\n\"Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat) di dalam Kitab Allah.\" (Al-Anfal: 75). \nMemberikan harta tersebut kepada selain mereka adalah sebuah tindakan meninggalkan orang-orang yang lebih berhak dari selainnya, maka dari itu telah jelas wajibnya harta warisan tersebut diberikan untuk Dzawu al-Arham, lalu apabila telah pasti pewarisan mereka, padahal telah diketahui bahwa mereka tidak memiliki bagian tertentu dalam Kitabullah, dan bahwa antara me-reka dengan mayit ada penghubung hingga menjadikan mereka termasuk dalam sanak familinya, maka mereka itu diposisikan seperti orang-orang yang menjadi penghubung antara mereka dengan mayit. Wallahu a'lam.\nAdapun warisan bagi sisa Ashabah yang tersisa seperti anak, saudara dan anak-anak mereka, paman-paman dan anak-anak mereka... dst, sesungguhnya Nabi \ufdfa telah bersabda, \n\u0623\u064e\u0644\u0652\u062d\u0650\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u0636\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u0647\u064e\u0627\u060c \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0642\u0650\u064a\u064e \u0641\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0644\u0650\u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0649 \u0631\u064e\u062c\u064f\u0644\u064d \u0630\u064e\u0643\u064e\u0631\u064d.\n\"Serahkan hak-hak tertentu itu kepada pemiliknya, dan apa yang tersisa maka milik kerabat laki-laki.\"[15] \nDan Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman,\n\ufd3e \u0648\u064e\u0644\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0656  \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u06e1\u0646\u064e\u0627  \u0645\u064e\u0648\u064e\u0670\u0644\u0650\u064a\u064e  \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0631\u064e\u0643\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0648\u064e\u0670\u0644\u0650\u062f\u064e\u0627\u0646\u0650     \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0642\u06e1\u0631\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e\u06da   \ufd3f   \n\"Bagi tiap-tiap harta peninggalan dari harta yang ditinggalkan ibu bapak dan karib kerabat, Kami jadikan pewaris-pewarisnya.\" (An-Nisa`: 33). \nBila kita telah menyerahkan hak-hak tertentu itu kepada pemilik-pemiliknya dan tidak terdapat sisa sedikit pun, maka ahli Ashabah tidak berhak atas sesuatu pun, namun bila terdapat sisa, maka menjadi hak Ashabah menurut posisi dan derajat mereka, karena sesungguhnya posisi Ashabah itu ada lima; anak kemudian ayah lalu saudara dan anak-anak mereka, kemudian paman dan anak-anak mereka, lalu perwalian. Dan yang didahulukan adalah yang paling terdekat posisinya, dan bila mereka pada satu posisi, maka yang paling dekat derajatnya, dan apabila mereka dalam satu derajat, maka yang paling kuat yaitu sekandung, dan apabila mereka sama dari setiap hal, maka mereka bersekutu padanya. Wallahu a'lam.\nSedangkan kondisi beberapa saudara perempuan selain seibu bersama anak-anak perempuan atau beberapa cucu perempuan dari anak laki-laki termasuk dalam Ashabah, di mana saudara-sau-dara perempuan selain seibu tersebut berhak atas apa yang lebih dari hak-hak tertentu mereka, karena tidak ada satu pun dalil dalam al-Qur`an yang menunjukkan bahwa saudara perempuan itu gugur karena adanya anak perempuan, namun bila perkaranya memang demikian, lalu harta warisan setelah anak-anak perem-puan itu mendapatkan hak tertentu mereka tersisa sedikit, maka sisa tersebut diberikan kepada saudara-saudara perempuan dan tidak berpindah dari mereka kepada Ashabah yang lebih jauh dari mereka seperti anak laki-laki dari saudara laki-laki atau paman dan orang-orang yang lebih jauh lagi dari mereka. Wallahu a'lam. "},{"id":692,"sura":4,"from_aya":13,"to_aya":14,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"(Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa taat kepada Allah dan RasulNya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawah-nya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan RasulNya dan melanggar ketentuan-ketentuanNya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di da-lamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.\" (An-Nisa`: 13-14)."},{"id":693,"sura":4,"from_aya":13,"to_aya":13,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(13) Perincian tersebut yang disebutkan dalam masalah warisan merupakan hukum-hukum Allah yang harus dilaksanakan dan tidak boleh ditinggalkan atau dilalaikan, hal ini adalah dalil bahwa wasiat untuk ahli waris telah dimansukh dengan penentuan dari Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 tentang bagian-bagian tertentu mereka, kemudian Firman Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649, \ufd3e \u062a\u0650\u0644\u06e1\u0643\u064e  \u062d\u064f\u062f\u064f\u0648\u062f\u064f  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650\u06da     \ufd3f \"(Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah,\" maka wasiat untuk ahli waris de-ngan melebihi dari haknya telah termasuk sebagai suatu tindakan melampaui batas terhadap sabda beliau \ufdfa; \n\u0644\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0635\u0650\u064a\u0651\u064e\u0629\u064e \u0644\u0650\u0648\u064e\u0627\u0631\u0650\u062b\u064d.\n\"Tidak ada wasiat untuk ahli waris.\"[16] \nKemudian Allah menyebutkan tentang ketaatan kepadaNya dan kepada RasulNya serta bermaksiat kepada keduanya secara umum, agar termasuk dalam perkara umum itu pelaksanaan akan hukum-hukum tersebut dalam perkara warisan atau meninggalkan hal tersebut, Allah berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646  \u064a\u064f\u0637\u0650\u0639\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u0647\u064f\u06e5 \ufd3f   \"Barangsiapa taat kepada Allah dan RasulNya\" dengan menunaikan perintah keduanya yang mana ketaatan terbesar kepada keduanya adalah dalam per-kara tauhid, kemudian perintah-perintah mereka berdua dengan perbedaan tingkatan-tingkatannya, dan meninggalkan larangan keduanya yang mana kemaksiatan terbesar kepada keduanya ada-lah kesyirikan kepada Allah kemudian kemaksiatan-kemaksiatan dalam segala perbedaan tingkatannya,       \ufd3e \u064a\u064f\u062f\u06e1\u062e\u0650\u0644\u06e1\u0647\u064f  \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0670\u062a\u0656  \u062a\u064e\u062c\u06e1\u0631\u0650\u064a  \u0645\u0650\u0646  \u062a\u064e\u062d\u06e1\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0646\u06e1\u0647\u064e\u0670\u0631\u064f     \u062e\u064e\u0670\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627\u06da     \ufd3f \"niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya.\" Barangsiapa yang menunaikan segala perintah dan meninggalkan segala larangan, maka pastilah ia masuk dalam surga dan selamat dari neraka, \ufd3e \u0648\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0641\u064e\u0648\u06e1\u0632\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064f \ufd3f   \"dan itulah kemenangan yang besar\" dengan memperoleh keselamatan dari murka Allah dan siksaanNya serta kemenangan dengan pahalaNya dan keridhaanNya dengan kenikmatan abadi yang tidak dapat diungkapkan oleh lisan manusia."},{"id":694,"sura":4,"from_aya":14,"to_aya":14,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(14) \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646  \u064a\u064e\u0639\u06e1\u0635\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u0647\u064f\u06e5 \ufd3f \"Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan RasulNya ... dst) dan termasuk dalam kategori maksiat adalah kekufuran dan kemaksiatan lain yang lebih ringan darinya, sehingga tidak ada suatu syubhat pun dalam ayat itu bagi Khawarij yang berpendapat bahwa pelaku-pelaku maksiat adalah kafir, karena Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 telah menyiapkan surga bagi orang yang taat kepa-daNya dan kepada RasulNya, dan menyiapkan neraka bagi yang durhaka kepadaNya dan kepada RasulNya, maka barangsiapa yang menaati Allah dengan ketaatan yang sempurna, ia akan masuk surga tanpa siksaan, dan barangsiapa yang durhaka kepada Allah dengan kedurhakaan yang sempurna dan termasuk dalam hal itu adalah kesyirikan ataupun selainnya, ia akan masuk neraka dan ia kekal di dalamnya, sedangkan barangsiapa yang bercampur pada-nya kemaksiatan dan ketaatan, maka ia memiliki penyebab pahala dan siksaan menurut apa yang ada padanya dari ketaatan dan kemaksiatan tersebut.\nDan sesungguhnya telah banyak nash-nash mutawatir yang menunjukkan bahwa (ahli maksiat dari kalangan) orang-orang yang bertauhid yang melakukan ketaatan tauhid tidaklah kekal dalam neraka, dan siapa pun yang memiliki ketauhidan, maka ia menjadi penghalang baginya dari kekekalan dalam neraka. "},{"id":695,"sura":4,"from_aya":15,"to_aya":16,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji, hendaklah ada empat orang saksi di antara kamu (yang me-nyaksikannya). Kemudian apabila mereka telah memberi persak-sian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan lain kepadanya. Dan terhadap dua orang yang melakukan perbuatan keji di antara kamu, maka berilah hukuman kepada keduanya, kemudian jika keduanya bertaubat dan memperbaiki diri, maka biarkanlah mereka. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.\" (An-Nisa`: 15-16)."},{"id":696,"sura":4,"from_aya":15,"to_aya":15,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(15) Maksudnya adalah para wanita, \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0651\u064e\u0670\u062a\u0650\u064a \u064a\u064e\u0623\u06e1\u062a\u0650\u064a\u0646\u064e \u0671\u0644\u06e1\u0641\u064e\u0670\u062d\u0650\u0634\u064e\u0629\u064e \ufd3f   \"yang mengerjakan perbuatan keji,\" yaitu zina, dan menyebutnya se-bagai suatu yang keji akibat dari keberadaannya yang menjijikkan dan keburukannya, \ufd3e \u0641\u064e\u0671\u0633\u06e1\u062a\u064e\u0634\u06e1\u0647\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627\u0652    \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0623\u064e\u0631\u06e1\u0628\u064e\u0639\u064e\u0629\u0657  \u0645\u0651\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06d6   \ufd3f   \"maka hendaklah ada empat orang saksi di antara kamu (yang menyaksikannya),\" yaitu dari kaum laki-laki kalian yang beriman dan adil, \ufd3e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0634\u064e\u0647\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0641\u064e\u0623\u064e\u0645\u06e1\u0633\u0650\u0643\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e  \u0641\u0650\u064a      \u0671\u0644\u06e1\u0628\u064f\u064a\u064f\u0648\u062a\u0650 \ufd3f \"kemudian apabila mereka telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah,\" yaitu tahanlah mereka agar tidak keluar yang menyebabkan keraguan, dan juga bahwa penahanan itu termasuk di antara hukuman untuk mereka,       \ufd3e \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670  \u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0641\u0651\u064e\u0649\u0670\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u0648\u06e1\u062a\u064f \ufd3f \"sampai mereka menemui ajalnya\" maksudnya, hal itu adalah akhir dari penahanan tersebut, \ufd3e \u0623\u064e\u0648\u06e1  \u064a\u064e\u062c\u06e1\u0639\u064e\u0644\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0644\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e  \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0657\u0627 \ufd3f   \"atau sampai Allah memberi jalan lain kepadanya,\" yaitu cara lain menghu-kum mereka selain penahanan dalam rumah.\nAyat ini tidaklah dimansukh, namun sesungguhnya ayat itu terpulang kepada masa saat itu, di mana pada masa awal-awal Islam, perkara hukuman itu adalah seperti dalam ayat tersebut hingga Allah memberi jalan lain bagi mereka, yaitu hukum rajam bagi yang telah berkeluarga dan cambuk bagi yang belum menikah."},{"id":697,"sura":4,"from_aya":16,"to_aya":16,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(16) \ufd3e \u0648 \u00f3   \ufd3f \"Dan\" demikian juga, \ufd3e \u0627 \u0644 \u0651 \u064e \u0630 \u064e \u0627 \u0646 \u0650       \u064a\u064e\u0623\u06e1\u062a\u0650\u064a\u064e\u0670\u0646\u0650\u0647\u064e\u0627 \ufd3f   \"terhadap dua orang yang melakukan perbuatan keji\" yaitu zina, \ufd3e \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"di antara kalian\" dari kaum laki-laki maupun wanita, \ufd3e \u0641\u064e\u0640\u0654\u064e\u0627\u0630\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627\u06d6       \ufd3f \"maka berilah hukuman kepada keduanya\" dengan perkataan, ejekan, penghinaan, dan pemukulan yang mendidik untuk menjauhi kekejian tersebut, dengan dasar ini, maka laki-laki yang melakukan kekejian tersebut dihukum (dengan hal-hal tersebut di atas) sedangkan wanita di-tahan dan dihukum, dan penahanan itu ujungnya adalah kematian sedangkan hukuman ujungnya adalah taubat dan memperbaiki diri, karena itulah Allah berfirman, \ufd3e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646  \u062a\u064e\u0627\u0628\u064e\u0627 \ufd3f   \"Kemudian jika kedua-nya bertaubat\" yaitu kembali dari dosa yang telah mereka lakukan dan mereka menyesali perbuatan itu lalu mereka bertekad untuk tidak mengulanginya kembali, \ufd3e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0635\u06e1\u0644\u064e\u062d\u064e\u0627 \ufd3f   \"dan memperbaiki\" perbuatan yang menunjukkan akan kebenaran taubat mereka, \ufd3e \u0641\u064e\u0623\u064e\u0639\u06e1\u0631\u0650\u0636\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0639\u064e\u0646\u06e1\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627\u0653\u06d7   \ufd3f   \"maka biarkanlah mereka\" yaitu dari menghukum mereka.\ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e  \u062a\u064e\u0648\u0651\u064e\u0627\u0628\u0657\u0627  \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627  \ufd3f \"Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang\" yaitu banyak sekali menerima taubat yang dilakukan orang-orang yang berdosa dan bersalah, sangat besar kasih sayang dan perbuatan baikNya, di mana di antara perbuatan baikNya itu adalah menganugerahkan kepada mereka untuk bertaubat, lalu Allah menerima taubat mereka dan memaafkan apa yang telah mereka lakukan.\nFaidah yang dapat diambil dari kedua ayat tersebut adalah bahwa saksi perzinaan itu harus terdiri dari empat orang laki-laki Mukmin, dan yang lebih utama dan lebih patut adalah mensyarat-kan pada mereka adanya sifat adil, karena Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 telah mengetat-kan perkara kekejian ini demi menutup aib hamba-hambaNya, sehingga Allah tidak akan menerima dalam perkara itu saksi dari empat wanita saja, tidak pula bersama seorang laki-laki, dan tidak juga kurang dari empat orang. Dan dalam bersaksi harus jelas dan terang-terangan sebagaimana yang ditunjukkan oleh hadits-hadits yang shahih dan diisyaratkan juga oleh ayat ini ketika Allah ber-firman, \ufd3e \u0641\u064e\u0671\u0633\u06e1\u062a\u064e\u0634\u06e1\u0647\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627\u0652    \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0623\u064e\u0631\u06e1\u0628\u064e\u0639\u064e\u0629\u0657  \u0645\u0651\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06d6 \ufd3f   \"Hendaklah ada empat orang saksi di antara kamu (yang menyaksikannya)\" dan tidaklah Allah mencukup-kan hanya sampai di situ hingga berfirman, \ufd3e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646  \u0634\u064e\u0647\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"Kemudian apabila mereka telah memberi persaksian\" yaitu harus ada kesaksian yang pasti tentang suatu perkara yang disaksikannya dengan mata kepala tanpa ada kesamaran dan ketidakjelasan.\nDan dapat diambil dari kedua ayat itu juga bahwa hukuman dengan perkataan dan perbuatan serta penahanan telah disyariat-kan oleh Allah sebagai suatu hukuman bagi suatu bentuk kemak-siatan yang mengandung pelajaran padanya. "},{"id":698,"sura":4,"from_aya":17,"to_aya":18,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana. Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia me-ngatakan, 'Sesungguhnya saya bertaubat sekarang.' Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.\" (An-Nisa`: 17-18)."},{"id":699,"sura":4,"from_aya":17,"to_aya":18,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(17 - 18) Taubat dari Allah terhadap hamba-hambaNya ada dua macam; pertama, taufik dariNya untuk melakukan taubat itu sendiri, dan kedua, penerimaanNya akan taubat tersebut setelah dilakukan oleh sang hamba. Di sini, Allah mengabarkan bahwa taubat yang hanya berhak dialamatkan kepada Allah adalah haq yang hanya Allah peruntukkan bagi DiriNya, sebagai kebaikan dan anugerah dariNya bagi orang yang melakukan perbuatan dosa, yaitu kemaksiatan \ufd3e \u0628\u0650\u062c\u064e\u0647\u064e\u0670\u0644\u064e\u0629\u0656 \ufd3f   \"lantaran kejahilan\" yaitu kebodohan darinya akan akibat perbuatan itu dan konsekuensi kemurkaan dan siksaan Allah terhadapnya, kebodohannya akan pengawasan dan pengamatan Allah terhadap dirinya, kebodohannya akan hasil dari perbuatannya itu berupa berkurangnya atau hilangnya iman darinya, maka setiap pelaku kemaksiatan terhadap Allah adalah jahil dengan kondisi seperti itu walaupun ia mengetahui akan keharamannya, bahkan mengetahui keharaman sesuatu adalah syarat suatu kemaksiatan yang mendapat hukuman karenanya, \ufd3e \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e  \u064a\u064e\u062a\u064f\u0648\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0645\u0650\u0646  \u0642\u064e\u0631\u0650\u064a\u0628\u0656 \ufd3f   \"yang kemudian mereka bertaubat dengan segera\" kemungkinan maknanya adalah; kemudian mereka bertaubat sebelum menyaksikan kematian, karena Allah menerima taubat seorang hamba apabila ia bertaubat sebelum ada kepastian bahwa ia akan mati dan sebelum ada siksaan secara pasti, sedangkan se-telah hadirnya kematian, maka tidaklah akan diterima dari pelaku kemaksiatan suatu taubat pun dan tidak akan diterima pula ke-imanan dari orang kafir, sebagaimana Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman tentang Fir'aun, \n\ufd3e \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670\u0653     \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627\u0653  \u0623\u064e\u062f\u06e1\u0631\u064e\u0643\u064e\u0647\u064f   \u0671\u0644\u06e1\u063a\u064e\u0631\u064e\u0642\u064f  \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e  \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u062a\u064f  \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u06e5  \u0644\u064e\u0627\u0653  \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e   \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0653     \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u064e\u062a\u06e1  \u0628\u0650\u0647\u0650\u06e6  \u0628\u064e\u0646\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652  \u0625\u0650\u0633\u06e1\u0631\u064e\u0670\u0653\u0621\u0650\u064a\u0644\u064e   \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u064e\u0627\u06e0  \u0645\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0633\u06e1\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e  90  \ufd3f\n\"Hingga bila Fir'aun itu telah hampir tenggelam, berkatalah dia, 'Saya percaya bahwa tidak ada tuhan melainkan Rabb yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (ke-pada Allah)'.\" (Yunus: 90). \nDan Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman \n\ufd3e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627   \u0631\u064e\u0623\u064e\u0648\u06e1\u0627\u0652  \u0628\u064e\u0623\u06e1\u0633\u064e\u0646\u064e\u0627  \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652  \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627  \u0628\u0650\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0648\u064e\u062d\u06e1\u062f\u064e\u0647\u064f\u06e5  \u0648\u064e\u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u06e1\u0646\u064e\u0627  \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627  \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650\u06e6       \u0645\u064f\u0634\u06e1\u0631\u0650\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e  84  \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u06e1  \u064a\u064e\u0643\u064f  \u064a\u064e\u0646\u0641\u064e\u0639\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0670\u0646\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627  \u0631\u064e\u0623\u064e\u0648\u06e1\u0627\u0652  \u0628\u064e\u0623\u06e1\u0633\u064e\u0646\u064e\u0627\u06d6       \u0633\u064f\u0646\u0651\u064e\u062a\u064e    \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0671\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a   \u0642\u064e\u062f\u06e1  \u062e\u064e\u0644\u064e\u062a\u06e1  \u0641\u0650\u064a  \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0647\u0650\u06e6\u06d6       \ufd3f \n\"Maka tatkala mereka melihat azab Kami, mereka berkata, 'Kami ber-iman hanya kepada Allah saja, dan kami kafir kepada sembahan-sembahan yang telah kami persekutukan dengan Allah.' Maka iman mereka tiada berguna bagi mereka tatkala mereka telah melihat siksa Kami. Itulah sun-nah Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hambaNya.\" (Al-Mu`min: 84-85). \nDan Allah berfirman di sini, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0633\u064e\u062a\u0650   \u0671\u0644\u062a\u0651\u064e\u0648\u06e1\u0628\u064e\u0629\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0639\u06e1\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0671\u0644\u0633\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0640\u0654\u064e\u0627\u062a\u0650 \ufd3f   \"Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang menger-jakan kejahatan,\" yaitu kemaksiatan-kemaksiatan selain kekufuran, \ufd3e \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670\u0653  \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627   \u062d\u064e\u0636\u064e\u0631\u064e  \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u0648\u06e1\u062a\u064f      \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e  \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a  \u062a\u064f\u0628\u06e1\u062a\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u0640\u0654\u064e\u0670\u0646\u064e  \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u064a\u064e\u0645\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0643\u064f\u0641\u0651\u064e\u0627\u0631\u064c\u06da          \u0623\u064f\u0648\u0652\u0644\u064e\u0670\u0653\u0626\u0650\u0643\u064e  \u0623\u064e\u0639\u06e1\u062a\u064e\u062f\u06e1\u0646\u064e\u0627  \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627  \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u0657\u0627 \ufd3f \"hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan, 'Sesungguhnya saya bertaubat sekarang.' Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih,\" yang demikian itu karena taubat dalam kondisi seperti itu adalah taubat yang terpaksa yang tidak berguna bagi pelakunya, padahal sesungguhnya yang bermanfaat itu hanyalah taubat pilihan atau kesadaran.\nDan kemungkinan[17] juga makna FirmanNya, \ufd3e \u0645\u0650\u0646  \u0642\u064e\u0631\u0650\u064a\u0628\u0656 \ufd3f   \"Dengan segera\" yaitu segera setelah perbuatan dosa tersebut yang meng-haruskan adanya taubat, maka maknanya adalah, bahwa barang-siapa yang bersegera dalam menarik diri sejak timbulnya dosa dan berserah diri kepada Allah serta menyesali perbuatan itu, maka sesungguhnya Allah akan mengampuni dosanya, berbeda halnya dengan orang yang terus menerus dengan dosanya dan berkelan-jutan dalam aib-aibnya itu hingga menjadi sebuah sifat yang me-nempel pada dirinya, maka sesungguhnya akan sulit baginya untuk bertaubat secara total, bahkan biasanya ia tidak mendapatkan taufik taubat dan tidak dimudahkan kepada sebab-sebabnya, seperti seseorang yang melakukan perbuatan dosa atas dasar ilmu yang jelas dan keyakinan yang dibarengi dengan sikap meremehkan pengawasan Allah terhadapnya, maka sesungguhnya ia telah me-nutup pintu rahmat bagi dirinya sendiri. \nMemang benar, bahwa Allah terkadang memberikan taufik kepada hambaNya yang selalu melakukan dosa dan maksiat dengan kesengajaan dan keyakinan menuju taubat yang berguna di mana Allah akan menghapus dengan taubat itu apa-apa yang telah lalu berupa dosa-dosa dan kejahatan-kejahatannya, akan tetapi rahmat dan taufik itu lebih dekat kepada orang yang pertama, oleh karena itulah Allah menutup ayat pertama tersebut dengan FirmanNya, \ufd3e \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e    \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627 \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u0657\u0627 \ufd3f   \"Dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana\" dan di antara ilmu Allah adalah bahwa Dia mengetahui orang yang benar dalam bertaubat dan orang yang berdusta, dan akan membalas setiap dari kedua orang tersebut sesuai dengan hak keduanya menurut hikmahNya, dan di antara hikmahNya adalah Allah akan memberikan taufik kepada orang yang hikmah dan rahmatNya menghendaki orang tersebut kepada taubat, dan Allah akan menghinakan orang yang hikmah dan keadilanNya meng-hendaki tidak memberi taufik kepadanya, Wallahu a'lam. "},{"id":700,"sura":4,"from_aya":19,"to_aya":21,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mem-pusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyu-sahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah), karena mungkin kamu tidak menyukai se-suatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak. Dan jika kamu ingin mengganti istrimu dengan istri yang lain, se-dang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali dari padanya barang sedikit pun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menang-gung) dosa yang nyata? Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami-istri? Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat.\" (An-Nisa`: 19-21)."},{"id":701,"sura":4,"from_aya":19,"to_aya":19,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(19) Pada zaman jahiliyah, bila salah seorang di antara mereka meninggal dunia dengan meninggalkan seorang istri, nis-caya karib-kerabatnya seperti saudara laki-lakinya, anak laki-laki pamannya atau semisalnya memandang bahwa dialah yang paling berhak atas diri istri mayit tersebut dari siapa pun, dan melindu-nginya dari selain dirinya, baik ia suka maupun tidak, dan bila ia menyukai istri mayit tersebut, maka akan dinikahinya dengan mahar yang dikehendakinya tanpa persetujuan wanita tersebut, namun bila ia tidak menyukainya, ia akan menjauhinya dan tidak akan ia kawinkan kecuali dengan seseorang yang menjadi pilihan-nya sendiri, atau bahkan ia tidak akan mengawinkannya hingga ia diberi oleh wanita itu beberapa harta dari warisan karibnya yang meninggal tadi atau dari maharnya, dan seorang laki-laki juga akan menjauhi istrinya yang ia benci agar ia dapat pergi dengan sebagian harta yang telah ia berikan kepada istrinya tersebut.\nAllah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 kemudian melarang kaum Muslimin dari melakukan hal-hal seperti itu kecuali dalam dua kondisi; apabila ia rela dan memilih untuk menikah dengan kerabat suaminya yang pertama sebagaimana pemahaman terbalik, (Mafhum Mukhalafah) dari Fir-manNya, \ufd3e \u0643\u064e\u0631\u06e1\u0647\u0657\u0627\u06d6       \ufd3f \"Dengan jalan paksa.\" Dan bila mereka melakukan kekejian yang nyata seperti perzinaan, perkataan yang keji dan perlakuan buruk terhadap suaminya, maka dalam kondisi seperti ini boleh baginya menyusahkan wanita tersebut sebagai suatu hukuman baginya karena perbuatannya tersebut, dan agar ia me-nebus kesalahan dirinya, tetapi dengan syarat tindakan menyusah-kan istri tersebut dilakukan secara adil.\nKemudian Allah berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0639\u064e\u0627\u0634\u0650\u0631\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e  \u0628\u0650\u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u0639\u06e1\u0631\u064f\u0648\u0641\u0650\u06da       \ufd3f \"Dan bergaullah dengan mereka secara patut,\" hal ini mencakup pergaulan dengan perkataan maupun perbuatan, karena itu suami wajib menggauli istrinya dengan baik, berupa hubungan yang baik, mencegah ada-nya gangguan, memberikan kebaikan, dan ramah dalam bermua-malah, dan termasuk dalam hal itu juga adalah memberi nafkah serta pakaian dan semacamnya. Suami wajib memberikan kebu-tuhan istri sesuai standar (istri semisalnya) yang disesuaikan dengan kemampuan suami pada masa dan tempat tersebut, dan hal ini tentunya akan berbeda sesuai dengan perbedaan kondisinya.\n\ufd3e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646  \u0643\u064e\u0631\u0650\u0647\u06e1\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0641\u064e\u0639\u064e\u0633\u064e\u0649\u0670\u0653       \u0623\u064e\u0646  \u062a\u064e\u0643\u06e1\u0631\u064e\u0647\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0634\u064e\u064a\u06e1\u0640\u0654\u0657\u0627  \u0648\u064e\u064a\u064e\u062c\u06e1\u0639\u064e\u0644\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650  \u062e\u064e\u064a\u06e1\u0631\u0657\u0627  \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u0657\u0627 \ufd3f   \"Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah), karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak,\" maksudnya, seyogyanya bagi kalian wahai para suami untuk tetap bersama istri-istri kalian walaupun kalian membenci mereka, karena dalam hal tersebut tersimpan kebaikan yang banyak, dan di antara kebaikan itu adalah pelaksanaan perintah Allah dan menerima wasiatNya, di mana dalam hal itu menjadi penyebab kebahagiaan dunia dan akhirat. Di samping itu pemaksaan dirinya untuk bertahan padahal ia membencinya adalah sebuah perjuangan melawan hawa nafsu dan menghiasi diri dengan akhlak yang luhur, dan mungkin saja kebencian itu akan lenyap dan akan diganti dengan kecintaan sebagaimana yang nyata terjadi, dan mungkin juga darinya ia akan diberikan rizki yaitu anak yang shalih yang berguna bagi kedua orang tuanya di dunia dan akhirat."},{"id":702,"sura":4,"from_aya":20,"to_aya":20,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(20) Ini semua dengan kondisi yang memungkinkan bagi-nya untuk tetap bersama dan tidak adanya perkara yang diharam-kan, namun bila harus berpisah dan tidak mungkin untuk bersama lagi, maka tidaklah wajib untuk bertahan bersama, akan tetapi ketika \ufd3e \u0623\u064e\u0631\u064e\u062f\u062a\u0651\u064f\u0645\u064f  \u0671\u0633\u06e1\u062a\u0650\u0628\u06e1\u062f\u064e\u0627\u0644\u064e  \u0632\u064e\u0648\u06e1\u062c\u0656  \u0645\u0651\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e  \u0632\u064e\u0648\u06e1\u062c\u0656 \ufd3f   \"kamu ingin mengganti istrimu dengan istri yang lain,\" yaitu mentalak seorang istri dan menikahi wanita yang lain, artinya tidak ada dosa bagi kalian dalam hal ter-sebut dan tidak ada salahnya, akan tetapi bila \ufd3e \u0648\u064e\u0621\u064e\u0627\u062a\u064e\u064a\u06e1\u062a\u064f\u0645\u06e1     \u0625\u0650\u062d\u06e1\u062f\u064e\u0649\u0670\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \ufd3f   \"telah memberikan kepada seseorang di antara mereka,\" yaitu yang kalian talak atau yang kalian nikahi, \ufd3e \u0642\u0650\u0646\u0637\u064e\u0627\u0631\u0657\u0627 \ufd3f   \"harta yang banyak,\" yaitu harta yang banyak, \ufd3e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0623\u06e1\u062e\u064f\u0630\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0645\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064f  \u0634\u064e\u064a\u06e1\u0640\u0654\u064b\u0627\u06da       \ufd3f \"maka janganlah kamu mengambil kembali dari padanya barang sedikit pun,\" akan tetapi kalian harus membiarkan itu semua untuknya dan janganlah kalian mengung-kit-ungkitnya.\nAyat ini menunjukkan bahwa tidaklah haram memberikan mahar yang besar, walaupun sesungguhnya lebih baik dan lebih utama adalah mencontoh Nabi \ufdfa dalam meringankan mahar. Dan hal itu dapat dipahami dari ayat ini bahwa Allah mengabarkan tentang suatu perkara yang terjadi pada mereka namun tidak mengingkari mereka akan hal tersebut, dengan demikian hal itu menunjukkan bahwa perkara tersebut tidaklah haram hukumnya.\nAkan tetapi mahar yang besar dapat saja dilarang apabila mengandung kemudharatan dalam agama dan tidak ada maslahat yang sepadan, kemudian Allah berfirman, \ufd3e \u0623\u064e\u062a\u064e\u0623\u06e1\u062e\u064f\u0630\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f\u06e5    \u0628\u064f\u0647\u06e1\u062a\u064e\u0670\u0646\u0657\u0627  \u0648\u064e\u0625\u0650\u062b\u06e1\u0645\u0657\u0627  \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u0657\u0627 \ufd3f   \"Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata?\" Karena sesung-guhnya hal tersebut tidaklah halal, walaupun kalian melakukan tipu daya dengan berbagai trik; sesungguhnya dosanya telah jelas."},{"id":703,"sura":4,"from_aya":21,"to_aya":21,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(21) Sesungguhnya Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 telah menjelaskan hikmah akan hal tersebut dengan FirmanNya,\ufd3e \u0648\u064e\u0643\u064e\u064a\u06e1\u0641\u064e  \u062a\u064e\u0623\u06e1\u062e\u064f\u0630\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f\u06e5  \u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u06e1  \u0623\u064e\u0641\u06e1\u0636\u064e\u0649\u0670    \u0628\u064e\u0639\u06e1\u0636\u064f\u0643\u064f\u0645\u06e1 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670  \u0628\u064e\u0639\u06e1\u0636\u0656  \u0648\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u06e1\u0646\u064e  \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645  \u0645\u0651\u0650\u064a\u062b\u064e\u0670\u0642\u064b\u0627    \u063a\u064e\u0644\u0650\u064a\u0638\u0657\u0627 \ufd3f   \"Bagaimana kamu akan mengambilnya kem-bali, padahal sebagian kamu telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami-istri. Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat.\" Penjelasannya adalah bahwa istri sebelum akad nikah adalah haram bagi suami, dan tidaklah ia merelakan dirinya agar halal baginya kecuali dengan mahar tersebut yang telah diberikan suami kepadanya, dan bila ia telah bercampur dengannya, menggaulinya dan menyentuhnya dengan sentuhan yang awalnya adalah haram sebelum itu dan tidaklah ia mau menyerahkannya kecuali dengan kompensasi, sesungguhnya ia telah merenggut hal yang harus diberi kompensasi, maka wajiblah atasnya memberikan kompensasi tersebut, lalu bagaimana mungkin ia mengambil hal yang harus diberikan kompensasi kemudian setelah itu ia mau menarik kembali kompensasi itu darinya? Inilah kezhaliman dan kesewenang-wenangan yang paling besar, Allah juga telah mengambil perjanjian yang kuat dari para suami dengan adanya akad dan (perintah untuk) memenuhi hak-hak istrinya, kemudian Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, "},{"id":704,"sura":4,"from_aya":22,"to_aya":22,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu, terkecuali pada masa yang telah lampau. Sesungguhnya perbuatan itu amat keji dan dibenci Allah dan se-buruk-buruk jalan (yang ditempuh).\" (An-Nisa`: 22)."},{"id":705,"sura":4,"from_aya":22,"to_aya":22,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(22) Maksudnya, janganlah kalian menikahi wanita-wanita yang telah dinikahi oleh bapak-bapak kalian, artinya ayah dan se-terusnya ke atas, \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u06e5 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e  \u0641\u064e\u0670\u062d\u0650\u0634\u064e\u0629\u0657 \ufd3f   \"sesungguhnya perbuatan itu amat keji\" yaitu perkara yang buruk, di mana hal itu adalah keji dan keburukannya pun sangat besar, \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0642\u06e1\u062a\u0657\u0627 \ufd3f   \"dan dibenci\" oleh Allah dan makhluk, bahkan karena hal itu seorang anak akan membenci ayahnya, dan seorang bapak akan membenci anaknya padahal ada perintah untuk berbakti kepadanya, \ufd3e \u0648\u064e\u0633\u064e\u0627\u0653\u0621\u064e  \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \ufd3f   \"dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh)\" yaitu jalan terjelek bagi orang yang menempuh jalan tersebut, karena hal tersebut di antara kebiasaan-kebiasaan jahiliyah di mana Islam datang untuk membersihkannya dan melepaskan diri darinya. "},{"id":706,"sura":4,"from_aya":23,"to_aya":24,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu, anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan, ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan, ibu-ibu istrimu (mertua), anak-anak istrimu yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri; tetapi jika kamu belum bercampur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu menga-wininya; (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu), dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perem-puan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lam-pau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.\" (An-Nisa`: 23-24).  \"Dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang ber-suami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah mene-tapkan hukum itu) sebagai ketetapanNya atas kamu. Dan diha-lalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari istri-istri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka istri-istri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara mereka, berikan-lah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.\" (An-Nisa`: 24)."},{"id":707,"sura":4,"from_aya":0,"to_aya":0,"type":"\u062a\u0645\u0647\u064a\u062f \u0644\u0644\u0622\u064a\u0627\u062a","text":""},{"id":708,"sura":4,"from_aya":23,"to_aya":23,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(23) Ayat-ayat yang mulia ini mengandung penjelasan tentang wanita-wanita yang diharamkan karena pertalian darah, dan wanita-wanita yang diharamkan karena persusuan dan wanita-wanita yang diharamkan karena perkawinan dan wanita-wanita yang diharamkan karena penyatuan dan juga wanita-wanita yang dihalalkan.\nAdapun wanita-wanita yang diharamkan karena pertalian darah, mereka ada tujuh kelompok sebagaimana yang disebutkan oleh Allah, yaitu: Ibu, dan termasuk dalam makna ibu adalah setiap orang yang menjadi sebab kelahiran dirimu walaupun jauh. Kemudian anak perempuan, dan termasuk dalam makna anak perempuan adalah setiap orang yang engkau menjadi penyebab kelahirannya. Saudara perempuan kandung atau seayah atau seibu. Saudara perempuan ayah yaitu seluruh saudara perempuan ayah Anda atau kakek Anda dan seterusnya ke atas. Saudara perempuan ibu, yaitu setiap saudara perempuan ibu Anda atau nenek Anda dan seterusnya ke atas yang menjadi ahli waris ataupun tidak. Keponakan perempuan dari saudara laki-laki dan keponakan perempuan dari saudara perempuan dan seterusnya ke bawah. Mereka semua itu adalah wanita-wanita yang diharamkan karena pertalian darah menurut ijma' para ulama, sebagaimana juga nash ayat yang mulia di atas, sedangkan selain dari mereka, maka ter-masuk dalam Firman Allah, \ufd3e \u0648\u064e\u0623\u064f\u062d\u0650\u0644\u0651\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0627\u0653\u0621\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian\" yang demikian itu seperti anak perem-puan bibi atau paman dari ayah atau anak perempuan bibi atau paman dari ibu.\nAdapun wanita-wanita yang diharamkan karena persusuan, maka sesungguhnya Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 telah menyebutkan pada ayat di atas yaitu di antara mereka adalah ibu dan saudara perempuan, hal itu adalah sebuah dalil tentang haramnya menikahi ibu, padahal hak air susunya bukanlah miliknya, sesungguhnya air susu itu adalah hak yang memiliki susu, indikasi ayat tersebut menunjukkan bahwa pemilik dari air susu itu adalah ayah bagi anak susuan tersebut, lalu bila telah terbukti dalam hal tersebut penamaan ayah dan ibu, maka harus terbukti pula hal-hal yang menjadi cabang dari kedua label tersebut, seperti saudara-saudara perempuan keduanya, kakek nenek keduanya, dan keturunan keduanya, dan Nabi \ufdfa telah bersabda,\n\u064a\u064e\u062d\u0652\u0631\u064f\u0645\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0636\u064e\u0627\u0639\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0631\u064f\u0645\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0633\u064e\u0628\u0650.\n\"Diharamkan dari persusuan apa yang diharamkan dari keturunan.\"[18] \nDengan demikian tersebarlah pengharaman itu dari pihak ibu yang menyusui dan pemilik air susu tersebut, sebagaimana juga tersebar pada sanak famili pada anak tersebut hingga kepada anak keturunannya saja, akan tetapi dengan syarat persusuan tersebut adalah sebanyak lima kali susuan dalam usia dua tahun, sebagai-mana yang telah dijelaskan oleh sunnah.\"[19]\nAdapun wanita-wanita yang diharamkan karena pernikahan adalah empat kelompok, yaitu istri-istri bapak dan seterusnya ke atas, istri-istri anak dan seterusnya ke bawah, baik yang menjadi ahli waris maupun yang terhalang, ibu dari istri dan seterusnya ke atas, dan mereka yang disebut tadi adalah diharamkan dengan sempurnanya akad nikah, sedangkan yang keempat adalah anak perempuan tiri, yaitu anak perempuan istrinya dan seterusnya ke bawah, kelompok yang satu ini tidaklah haram kecuali bila suami telah menggauli istrinya, sebagaimana Allah berfirman dalam ayat ini, \ufd3e \u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u064e\u0670\u0653\u0626\u0650\u0628\u064f\u0643\u064f\u0645\u064f  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0670\u062a\u0650\u064a  \u0641\u0650\u064a \u062d\u064f\u062c\u064f\u0648\u0631\u0650\u0643\u064f\u0645  \u0645\u0651\u0650\u0646  \u0646\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0653\u0626\u0650\u0643\u064f\u0645\u064f  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0670\u062a\u0650\u064a \u062f\u064e\u062e\u064e\u0644\u06e1\u062a\u064f\u0645  \u0628\u0650\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \ufd3f   \"Anak-anak istrimu yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri\" dan jumhur ulama juga telah berkata, \"Sesungguhnya Firman Allah, \ufd3e \u0671\u0644\u0651\u064e\u0670\u062a\u0650\u064a  \u0641\u0650\u064a \u062d\u064f\u062c\u064f\u0648\u0631\u0650\u0643\u064f\u0645 \ufd3f   \"Yang dalam pemeliharaanmu\" sebuah pengikatan yang keluar dari perkara yang sering terjadi hingga tidak memiliki arti dan makna, karena sesungguhnya anak perempuan tiri itu tetap haram (dinikahi) walaupun tidak berada dalam pemeliharaan. Namun ikatan tersebut memiliki dua faidah; pertama, menyimpan sebuah indikasi tentang hikmah dari pengharaman anak perem-puan tiri dan bahwa ia adalah dalam posisi anak kandung, maka sangatlah jelek menjadikannya halal untuk dinikahi, kedua; ikatan itu menyimpan sebuah isyarat tentang bolehnya berkhalwat dengan anak perempuan tiri, karena ia adalah dalam posisi orang-orang yang ada dalam pemeliharaannya seperti anak-anak perempuan-nya sendiri dan semisalnya, Wallahu a'lam.\nSedangkan wanita-wanita yang diharamkan karena peng-himpunan, maka Allah telah menyebutkan tentang penyatuan dua saudara perempuan kemudian Allah mengharamkannya, dan Nabi \ufdfa juga telah mengharamkan penyatuan antara seorang perempuan dengan ammah (bibi dari pihak ayah atau khalah (bibi dari pihak ibu)[20], maka setiap dua perempuan yang disatukan yang memiliki ikatan pertalian darah adalah diharamkan, seandainya diumpama-kan salah seorangnya adalah laki-laki dan lainnya adalah perem-\npuan, maka yang perempuan haram bagi yang laki-laki, karena itu diharamkan menyatukan antara keduanya, yang demikian itu karena akan menjadi salah satu sebab di antara sebab-sebab putus-nya tali kekeluargaan."},{"id":709,"sura":4,"from_aya":24,"to_aya":24,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(24) Dan di antara wanita-wanita yang diharamkan dinikahi adalah, \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u062d\u06e1\u0635\u064e\u0646\u064e\u0670\u062a\u064f  \u0645\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0646\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0653\u0621\u0650 \ufd3f   \"dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami\" yaitu wanita-wanita yang telah memiliki suami, sesungguhnya diharamkan untuk menikahi mereka selama masih dalam pengayoman suami mereka hingga mereka diceraikan dan selesai masa iddahnya, \ufd3e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627  \u0645\u064e\u0627  \u0645\u064e\u0644\u064e\u0643\u064e\u062a\u06e1  \u0623\u064e\u064a\u06e1\u0645\u064e\u0670\u0646\u064f\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06d6         \ufd3f \"kecuali budak-budak yang kamu miliki\" yaitu (yang didapatkan) dari bagian tawanan pe-rang, artinya bila seorang perempuan kafir yang bersuami tertawan, maka halal bagi kaum Muslimin setelah perempuan itu dinyatakan terlepas dari kehamilan, adapun bila seorang budak perempuan yang telah menikah dijual atau dihibahkan, maka status pernikah-annya tidaklah batal, karena pemilik yang kedua (yang membeli-nya atau menerimanya) berposisi seperti posisi pemilik pertama (yaitu hanya pemilik). Ini berdasarkan kisah budak perempuan Barirah ketika Nabi \ufdfa memberikannya pilihan[21].\nFirmanNya, \ufd3e \u0643\u0650\u062a\u064e\u0670\u0628\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06da       \ufd3f \"(Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapanNya atas kamu\" yaitu, konsistenlah padanya dan tetapilah ia sebagai petunjuk, karena hal itu mengandung penyem-buhan dan cahaya, dan juga mengandung penjelasan secara rinci antara yang halal dan yang haram.\nDan termasuk dalam FirmanNya, \ufd3e \u0648\u064e\u0623\u064f\u062d\u0650\u0644\u0651\u064e  \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645  \u0645\u0651\u064e\u0627  \u0648\u064e\u0631\u064e\u0627\u0653\u0621\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian,\" setiap perempuan yang tidak disebutkan dalam ayat tersebut adalah halal lagi baik, jadi yang haram itu terbatas, sedangkan yang halal tidaklah memiliki batas, sebagai sebuah kasih sayang dari Allah dan rahmat serta ke-mudahan bagi hamba. Firmannya, \ufd3e \u0623\u064e\u0646  \u062a\u064e\u0628\u06e1\u062a\u064e\u063a\u064f\u0648\u0627\u0652       \u0628\u0650\u0623\u064e\u0645\u06e1\u0648\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645 \ufd3f   \"(Yaitu) mencari istri-istri dengan hartamu\" yaitu kalian memilih perempuan yang menjadi pilihan dan kesukaan kalian dari perempuan-perempuan yang telah dihalalkan oleh Allah bagi kalian ketika kalian dalam keadaan \ufd3e \u0645\u0651\u064f\u062d\u06e1\u0635\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"ingin mengawini mereka\" yakni menjaga diri dari perzinaan dan menjaga diri istri-istri kalian, \ufd3e \u063a\u064e\u064a\u06e1\u0631\u064e  \u0645\u064f\u0633\u064e\u0670\u0641\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e\u06da   \ufd3f   \"bukan untuk berzina\" as-Safhu adalah menumpahkan air sperma pada yang halal maupun yang haram, sesungguhnya pelaku hal tersebut (perzinaan) tidaklah dikatakan menjaga istrinya, karena ia telah melampiaskan syahwatnya pada yang haram, hingga lemahlah hasratnya kepada yang halal, akhirnya tidaklah ia mampu menjaga dirinya untuk istrinya. Di dalam ayat ini juga terdapat isyarat yang menunjukkan bahwa orang yang tidak menjaga dirinya janganlah dinikahi, atas dasar Firman Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649, \n\ufd3e \u0671\u0644\u0632\u0651\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a   \u0644\u064e\u0627  \u064a\u064e\u0646\u0643\u0650\u062d\u064f  \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627  \u0632\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a\u064e\u0629\u064b  \u0623\u064e\u0648\u06e1   \u0645\u064f\u0634\u06e1\u0631\u0650\u0643\u064e\u0629\u0657  \u0648\u064e\u0671\u0644\u0632\u0651\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a\u064e\u0629\u064f  \u0644\u064e\u0627    \u064a\u064e\u0646\u0643\u0650\u062d\u064f\u0647\u064e\u0627\u0653  \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627   \u0632\u064e\u0627\u0646\u064d  \u0623\u064e\u0648\u06e1   \u0645\u064f\u0634\u06e1\u0631\u0650\u0643\u065e\u06da       \ufd3f \n\"Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang ber-zina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik.\" (An-Nur: 3).\n\ufd3e \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627  \u0671\u0633\u06e1\u062a\u064e\u0645\u06e1\u062a\u064e\u0639\u06e1\u062a\u064f\u0645  \u0628\u0650\u0647\u0650\u06e6     \u0645\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e  \ufd3f \"Maka istri-istri yang telah kamu nikmati (cam-puri) di antara mereka\" yaitu perempuan-perempuan yang telah kalian nikahi, \ufd3e \u0641\u064e\u0640\u0654\u064e\u0627\u062a\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e  \u0623\u064f\u062c\u064f\u0648\u0631\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \ufd3f   \"berikanlah kepada mereka maharnya, (dengan sempurna)\" yaitu imbalan sebagai suatu timbal-balik (boleh-nya) menikmati, oleh karena itu apabila seorang suami telah men-campuri istrinya, maka wajiblah atasnya memberikan mahar ke-padanya, \ufd3e \u0641\u064e\u0631\u0650\u064a\u0636\u064e\u0629\u0657\u06da   \ufd3f   \"sebagai suatu kewajiban,\" maksudnya pemberian mahar yang dilakukan oleh kalian kepada mereka adalah sebuah kewajiban yang telah diwajibkan oleh Allah atas kalian, dan bukan bentuk penghibahan di mana bila mau ia membayarkannya dan bila menghendaki ia menahannya, atau arti dari Firman Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649, \ufd3e \u0641\u064e\u0631\u0650\u064a\u0636\u064e\u0629\u0657\u06da   \ufd3f   \"Sebagai suatu kewajiban,\" yaitu yang telah ditentukan, di mana kalian telah menentukannya, maka wajiblah atas kalian (untuk membayarnya) dan janganlah kalian kurangi darinya sedikit pun.\n\ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627   \u062c\u064f\u0646\u064e\u0627\u062d\u064e  \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0643\u064f\u0645\u06e1   \u0641\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0631\u064e\u0670\u0636\u064e\u064a\u06e1\u062a\u064f\u0645  \u0628\u0650\u0647\u0650\u06e6  \u0645\u0650\u0646\u06e2  \u0628\u064e\u0639\u06e1\u062f\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u0641\u064e\u0631\u0650\u064a\u0636\u064e\u0629\u0650\u06da       \ufd3f \"Dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya,\" yaitu dengan tambahan oleh pihak suami atau pengguguran dari pihak istri atas dasar keridhaan dan kerelaan jiwa, inilah pendapat dari sebagian besar para ulama ahli tafsir. Dan sebagian besar dari me-reka berkata bahwa sesungguhnya ayat ini turun untuk menerang-kan tentang Nikah Mut'ah terhadap perempuan di mana pada awal-awal Islam hukumnya adalah halal, kemudian Nabi \ufdfa mengharam-kannya, bahwa beliau \ufdfa memerintahkan agar menentukan waktu dan maharnya, kemudian bila telah berlalu masa yang ada di antara keduanya dan mereka berdua saling ridha setelah menentukan mahar tersebut, maka itu tidaklah haram bagi mereka berdua, Wallahu a'lam.\n\ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e       \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627   \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u0657\u0627  \ufd3f \"Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana\" yaitu ilmu yang sempurna dan luas serta hikmah yang sempurna, dan di antara ilmu dan hikmahNya adalah Allah mensyariatkan bagi kalian syariat-syariat ini, dan menentukan hukum-hukum yang menjelaskan secara terperinci antara halal dan haram, kemudian Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman,"},{"id":710,"sura":4,"from_aya":25,"to_aya":25,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan barangsiapa di antara kamu (orang merdeka) yang tidak cukup perbelanjaannya untuk mengawini wanita merdeka lagi beriman, ia boleh mengawini wanita yang beriman, dari budak-budak yang kamu miliki. Allah mengetahui keimananmu; sebagian kamu adalah dari sebagian yang lain, karena itu kawini-lah mereka dengan seizin tuan mereka, dan berilah maskawin mereka menurut yang patut, sedang mereka pun wanita-wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan (pula) wanita yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya; dan apabila mereka telah menjaga diri dengan kawin, kemudian mereka melakukan perbuatan yang keji (zina), maka mereka mendapatkan separuh hukuman dari hukuman wanita-wanita merdeka yang bersuami. (Kebolehan mengawini budak) itu, adalah bagi orang-orang yang takut kepada kesulitan menjaga diri (dari perbuatan zina) di antara kamu, dan kesabaran itu lebih baik bagimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.\" (An-Nisa`: 25)."},{"id":711,"sura":4,"from_aya":25,"to_aya":25,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(25) Yaitu barangsiapa yang tidak mampu memberikan belanja -maksudnya adalah mahar- untuk menikahi wanita-wanita merdeka, artinya wanita-wanita Mukminat yang merdeka, dan ia khawatir dirinya terjerumus ke dalam kebinasaan yaitu perbuatan zina dan kesulitan yang banyak, maka boleh baginya menikahi budak wanita yang beriman, hal ini menurut apa yang nampak secara lahiriyah, dan bila tidak demikian, maka Allah adalah lebih mengetahui tentang seorang Mukmin yang benar dari selainnya, karena perkara-perkara dunia dibangun atas dasar apa yang nam-pak, sedangkan perkara-perkara akhirat dibangun atas dasar apa yang ada dalam batin, \ufd3e \u0641\u064e\u0671\u0646\u0643\u0650\u062d\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e  \ufd3f \"karena itu kawinilah mereka\" yaitu budak-budak wanita yang beriman, \ufd3e \u0628\u0650\u0625\u0650\u0630\u06e1\u0646\u0650 \u0623\u064e\u0647\u06e1\u0644\u0650\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \ufd3f   \"dengan seizin tuan mereka\" yaitu tuan mereka, baik satu orang atau lebih,   \ufd3e \u0648\u064e\u0621\u064e\u0627\u062a\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e  \u0623\u064f\u062c\u064f\u0648\u0631\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e    \u0628\u0650\u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u0639\u06e1\u0631\u064f\u0648\u0641\u0650\u06da \ufd3f     \"dan berilah maskawin mereka menurut yang patut\" maksudnya, walaupun mereka itu adalah budak-budak wanita, sebagaimana mahar itu wajib bagi wanita merdeka, demikian pula mahar wajib bagi wanita budak, akan tetapi tidak dibolehkan menikahi budak wanita kecuali bila mereka, \ufd3e \u0645\u064f\u062d\u06e1\u0635\u064e\u0646\u064e\u0670\u062a\u064d \ufd3f   \"memelihara diri\" yaitu men-jaga diri mereka dari perbuatan zina, \ufd3e \u063a\u064e\u064a\u06e1\u0631\u064e  \u0645\u064f\u0633\u064e\u0670\u0641\u0650\u062d\u064e\u0670\u062a\u0656 \ufd3f   \"bukan pezina\" yaitu pelacur secara terang-terangan,   \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064e\u0670\u062a\u0650   \u0623\u064e\u062e\u06e1\u062f\u064e\u0627\u0646\u0656\u06da       \ufd3f \"dan bukan (pula) wanita yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya,\" yaitu kekasih rahasia.\nPada intinya, seorang Muslim yang merdeka tidak boleh me-nikahi seorang budak wanita kecuali dengan empat syarat yang telah disebutkan oleh Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 yaitu: Keimanan mereka, pemeliha-raan diri, baik secara lahir maupun batin, ketidakmampuan dalam memberikan mahar kepada wanita merdeka dan khawatir akan perzinaan. Bila syarat-syarat tersebut terpenuhi, maka boleh bagi-nya menikahi budak wanita, walaupun demikian kesabaran untuk tidak menikahi mereka adalah lebih utama, karena pernikahan itu akan menjatuhkan anak-anaknya ke dalam perbudakan, sebagai-mana juga pernikahan itu mengandung kehinaan dan aib. Akan tetapi yang demikian itu bila ia mampu bersabar, namun bila ia tidak mampu bersabar dari hal yang haram kecuali harus menikahi budak wanita, maka harus ia lakukan, karena itulah Allah berfir-man, \ufd3e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646  \u062a\u064e\u0635\u06e1\u0628\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652  \u062e\u064e\u064a\u06e1\u0631\u065e  \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06d7       \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u065e  \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u065e   \ufd3f \"Dan kesabaran itu lebih baik bagimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.\"\nDan FirmanNya, \ufd3e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627\u0653  \u0623\u064f\u062d\u06e1\u0635\u0650\u0646\u0651\u064e \ufd3f   \"Dan apabila mereka telah menjaga diri dengan kawin,\" maksudnya, apabila para budak wanita itu telah menikah atau masuk Islam, maka mereka mendapatkan setengah dari apa yang ditanggung oleh wanita-wanita merdeka yang telah bersuami, \ufd3e \u0645\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650\u06da       \ufd3f \"dari hukuman.\" Yang demikian itu adalah perkara yang mungkin dibagi dua yaitu cambuk, karena itu hu-kuman mereka adalah lima puluh kali cambukan, sedangkan hukum rajam tidak berlaku untuk budak wanita, karena rajam tidak dapat dibagi dua, maka atas dasar pandangan pertama; apabila mereka belum menikah, maka tidak ada had atas mereka, hanya saja me-reka harus diberikan hukuman yang membuat mereka jera agar tidak kembali pada perbuatan keji tersebut, sedangkan atas dasar pandangan kedua; sesungguhnya budak wanita selain Muslimah apabila melakukan perbuatan keji harus diberikan hukuman juga.\nAyat ini ditutup dengan dua Nama Allah yang mulia yaitu Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, hal itu karena ke-tetapan-ketetapan tersebut di atas merupakan rahmat bagi seluruh manusia, sebuah karunia, dan kebaikan untuk mereka, karena Allah tidak akan mempersulit mereka, akan tetapi Allah memberikan kelapangan kepada mereka dengan seluas-luasnya. Dan kemung-kinan dalam penyebutan ampunan setelah penyebutan had meru-pakan suatu indikasi bahwa had-had tersebut merupakan penggu-gur dosa, di mana Allah akan mengampuni dosa-dosa hamba-hambaNya dengan had-had tersebut sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits tentang hal tersebut.[22]\nDan hukum seorang budak laki-laki dalam perkara had ter-sebut adalah sama seperti hukum budak wanita, karena tidak ada perbedaan antara kedua jenis tersebut. "},{"id":712,"sura":4,"from_aya":26,"to_aya":28,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Allah hendak menerangkan (hukum syariatNya) kepadamu, dan menunjukimu kepada jalan-jalan orang yang sebelum kamu (para nabi dan shalihin) dan (hendak) menerima taubatmu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana. Dan Allah hendak menerima taubatmu, sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya. Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.\" (An-Nisa`: 26-28)."},{"id":713,"sura":4,"from_aya":26,"to_aya":26,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(26) Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 mengabarkan tentang karuniaNya yang besar, pemberianNya yang agung, pemeliharaanNya yang terbaik terha-dap kaum Mukminin dan kemudahan agamaNya seraya berfirman, \ufd3e \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0644\u0650\u064a\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e  \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Allah hendak menerangkan (hukum syariatNya) ke-padamu\" yaitu seluruh perkara yang kalian butuhkan penjelasan-nya berupa kebenaran dan kebatilan, halal dan haram, \ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0647\u06e1\u062f\u0650\u064a\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0633\u064f\u0646\u064e\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e      \u0645\u0650\u0646  \u0642\u064e\u0628\u06e1\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1  \ufd3f \"dan menunjukimu kepada jalan-jalan orang yang sebelum kamu (para nabi dan shalihin),\" maksudnya adalah orang-orang yang telah diberi kenikmatan oleh Allah, yaitu para Nabi, beserta para pengikut mereka dalam sejarah hidup mereka yang terpuji, perbuatan-perbuatan mereka yang lurus, akhlak-akhlak mereka yang sempurna, dan taufik mereka yang menyeluruh, karena itulah Allah merealisasikan apa yang dikehendakiNya lalu menjelaskannya kepada kalian dan menerangkan dengan sejelas-jelasnya sebagaimana Allah telah menjelaskannya kepada orang-orang sebelum kalian, kemudian Allah memberi hidayah kepada kalian dengan hidayah yang agung dalam ilmu dan perbuatan.\n\ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064e\u062a\u064f\u0648\u0628\u064e  \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06d7       \ufd3f \"Dan (hendak) menerima taubatmu\" yaitu berlaku lemah lembut (terhadap kalian)[23] pada keadaan kalian dan perkara yang disyariatkanNya bagi kalian, hingga kalian mampu melak-sanakan apa yang telah Allah tetapkan dan merasa cukup dengan apa yang telah Allah halalkan, hingga dosa-dosa kalian menjadi sedikit karena apa yang telah Allah mudahkan atas kalian, inilah di antara penerimaan taubat oleh Allah atas hamba-hambaNya. Dan juga di antara penerimaan taubat Allah atas mereka adalah bahwa bila mereka berbuat dosa, niscaya Allah akan membuka pintu-pintu rahmat bagi mereka, dan menurunkan kepada jiwa-jiwa mereka akan penyerahan diri dan sikap merendahkan diri di hadapanNya, kemudian Allah mengampuni mereka dengan menerima perkara yang Dia bimbing kepadanya, karena itu hanya bagiNya segala puji dan syukur atas semua itu. Dan FirmanNya, \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c   \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u065e \ufd3f   \"Dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana\" yaitu ilmu yang sempurna, kebijaksanaan yang sempurna, dan di antara ilmuNya adalah Allah mengajarkan kepada kalian apa yang tidak kalian ketahui, di antaranya adalah hal-hal yang seperti tersebut di atas dan juga had-had. Dan di antara hikmahNya adalah bahwa Allah mengampuni orang yang hikmah dan rahmatNya mene-tapkan adanya ampunan baginya, dan menghinakan orang yang hikmah dan keadilanNya menetapkan bahwa ia tidak pantas me-nerima ampunan."},{"id":714,"sura":4,"from_aya":27,"to_aya":27,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(27) Dan FirmanNya, \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f  \u0623\u064e\u0646  \u064a\u064e\u062a\u064f\u0648\u0628\u064e  \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0643\u064f\u0645\u06e1  \ufd3f \"Dan Allah hen-dak menerima taubatmu,\" yaitu ampunan yang menghimpun keter-cerai-beraian kalian, menyatukan perbedaan kalian, dan mendekat-kan yang jauh dari kalian, \ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e      \u0671\u0644\u0634\u0651\u064e\u0647\u064e\u0648\u064e\u0670\u062a\u0650 \ufd3f   \"sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya\" yaitu mereka condong bersama nafsunya ke manapun ia condong, dan mereka mendahulukan nafsunya di atas perkara yang mengandung keridhaan Allah, serta menyembah hawa nafsu mereka. Mereka adalah orang-orang kafir dan orang-orang ahli maksiat dari berbagai macam jenisnya yang mementingkan hawa nafsu mereka saja daripada ketaatan kepada Rabb mereka, mereka itu menghendaki \ufd3e \u0623\u064e\u0646  \u062a\u064e\u0645\u0650\u064a\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0645\u064e\u064a\u06e1\u0644\u064b\u0627  \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u0657\u0627 \ufd3f   \"supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran),\" yaitu agar kalian menyimpang dari jalan yang lurus kepada jalan orang-orang yang dimurkai dan orang-orang yang tersesat, mereka menghendaki agar kalian menyimpang dari ketaatan kepada Allah menuju ketaatan kepada setan, dan dari hukum-hukum Dzat yang seluruh kebaha-giaan itu berada pada pelaksanaan perintah dan laranganNya menuju kepada setan yang seluruh kesengsaraan berada ketika mengikutinya.\nApabila kalian telah mengetahui bahwa Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memerintah-kan kalian kepada perkara yang terdapat padanya kemaslahatan, keberhasilan, dan kebahagiaan buat kalian, dan bahwasanya orang-orang yang mengikuti hawa nafsu mereka memerintahkan kalian kepada perkara yang terdapat padanya kerugian dan kesengsa-raan, maka pilihlah yang paling utama untuk diri kalian di antara dua pendorong tersebut dan carilah yang terbaik dari dua jalan tersebut."},{"id":715,"sura":4,"from_aya":28,"to_aya":28,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(28) \ufd3e \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0623\u064e\u0646  \u064a\u064f\u062e\u064e\u0641\u0651\u0650\u0641\u064e    \u0639\u064e\u0646\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06da       \ufd3f \"Allah hendak memberikan keringanan kepadamu\" yaitu dengan mudahnya perkara yang Allah perintah-kan kalian kepadanya dan perkara yang kalian dilarang darinya, kemudian bersamaan dengan adanya kesulitan pada beberapa syariat, Allah membolehkan juga bagi kalian apa yang sangat dibutuhkan oleh keterdesakan kebutuhan kalian, seperti bangkai, darah, dan semacamnya bagi orang yang terpaksa, atau seperti menikahi budak wanita bagi seorang laki-laki merdeka dengan syarat-syarat yang telah disebutkan terdahulu, semua itu karena rahmat Allah yang sempurna, kebaikanNya yang menyeluruh dan ilmu serta hikmahNya akan kelemahan manusia dari berbagai segi, lemah dari segi postur tubuhnya, lemah dalam kehendak, lemah dalam bertekad, lemah dalam keimanan, lemah dalam kesabaran, lalu untuk menyesuaikan hal itu, Allah meringankan apa yang mereka lemah padanya, dan apa yang tidak bisa dilakukan oleh keimanan, kesabaran, dan kekuatannya."},{"id":716,"sura":4,"from_aya":29,"to_aya":30,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepadamu. Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan mema-sukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.\" (An-Nisa`: 29-30)."},{"id":717,"sura":4,"from_aya":29,"to_aya":29,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(29) Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 melarang para hambaNya yang beriman dari memakan harta di antara mereka dengan cara yang batil, hal ini mencakup memakan harta dengan cara pemaksaan, pencurian, mengambil harta dengan cara perjudian dan pencaharian yang hina, bahkan bisa jadi termasuk juga dalam hal ini adalah memakan harta sendiri dengan sombong dan berlebih-lebihan, karena hal tersebut adalah termasuk kebatilan dan bukan dari kebenaran. Kemudian setelah Allah mengharamkan memakan harta dengan cara yang batil, Allah membolehkan bagi mereka memakan harta dengan cara perniagaan dan pencaharian yang tidak terdapat padanya penghalang-penghalang dan yang mengandung syarat-syarat seperti saling ridha dan sebagainya.\n\ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0642\u06e1\u062a\u064f\u0644\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652  \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06da         \ufd3f \"Dan janganlah kamu membunuh dirimu,\" mak-sudnya, janganlah sebagian kalian membunuh sebagian yang lain, dan janganlah seseorang membunuh dirinya, dan termasuk dalam hal itu adalah menjerumuskan diri ke dalam kehancuran dan melakukan perbuatan-perbuatan berbahaya yang mengakibatkan kematian dan kebinasaan, \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1     \u0631\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0657\u0627 \ufd3f   \"Sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepadamu,\" dan di antara rahmatNya adalah di mana Allah memelihara diri, dan harta kalian, serta melarang kalian dari menyia-nyiakan dan membinasakannya, dan Allah menjadi-kan adanya hukuman atas hal tersebut berupa had-had. \nPerhatikanlah suatu ringkasan dan penyatuan dalam Firman Allah, \ufd3e \u0644\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0623\u06e1\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652  \u0623\u064e\u0645\u06e1\u0648\u064e\u0670\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \ufd3f   \"Janganlah kamu saling memakan harta sesa-mamu,\" dan \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0642\u06e1\u062a\u064f\u0644\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652  \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06da         \ufd3f \"dan janganlah kamu membunuh dirimu\" bagaimana FirmanNya itu mencakup harta-harta selain dirimu, harta dirimu sendiri, membunuh dirimu dan membunuh selain dirimu dengan ungkapan yang begitu pendek daripada perkataan, \"Janganlah sebagian kalian memakan harta sebagian lain dan janganlah sebagian kalian membunuh sebagian yang lain,\" dengan tidak mencakupnya ungkapan tersebut akan harta orang lain dan membunuh orang lain, padahal menggabungkan kata harta dan jiwa kepada seluruh kaum Mukminin merupakan dalil bahwa kaum Mukminin dalam kasih sayang mereka, mencintai dan me-ngasihi di antara mereka dan maslahat-maslahat mereka adalah seperti satu tubuh, di mana keimanan itulah yang menyatukan mereka pada maslahat-maslahat mereka, dunia maupun akhirat.\nDan tatkala Allah melarang mereka dari memakan harta dengan cara yang batil yaitu suatu cara yang mengandung mara bahaya atas diri mereka, terhadap orang yang memakannya dan orang yang mengambil hartanya, lalu Allah membolehkan bagi mereka perkara yang mengandung kemaslahatan untuk mereka berupa beberapa bentuk mata pencaharian dan perniagaan, serta beberapa bentuk profesi dan persewaan dengan berfirman, \ufd3e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627\u0653  \u0623\u064e\u0646   \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e  \u062a\u0650\u062c\u064e\u0670\u0631\u064e\u0629\u064b  \u0639\u064e\u0646  \u062a\u064e\u0631\u064e\u0627\u0636\u0656  \u0645\u0651\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06da       \ufd3f \"Kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu\" yaitu bahwasanya hal ter-sebut adalah boleh bagi kalian. Dan Allah mensyaratkan adanya keridhaan dari kedua pihak padahal perkara itu adalah sebuah perniagaan, hal itu menjadi suatu indikasi bahwasanya akad per-niagaan itu disyaratkan bukan dari akad riba, karena riba bukan-lah dari perniagaan, bahkan riba itu adalah perkara yang berten-tangan dengan maksud dari perniagaan. Di dalam perniagaan harus ada keridhaan dari kedua belah pihak dan masing-masing pihak melaksanakannya dengan penuh kesadaran dan pilihannya, dan merupakan kesempurnaan dari saling merelakan adalah agar apa yang menjadi akad atasnya itu adalah suatu barang yang diketahui, karena bila tidak diketahui, maka tidaklah akan ada yang namanya suka sama suka, dan agar barang tersebut mampu diserahkan, karena barang yang tidak mampu diserahkan adalah sejenis dengan tindakan perniagaan perjudian. Dari perniagaan gharar (yang memiliki unsur penipuan) dengan segala bentuknya yang tidak mengandung saling suka sama suka, maka akadnya tidaklah sah. Ayat ini menunjukkan juga bahwa akad itu akan ter-laksana (sah) dengan hal apa pun yang menunjukkan kepadanya berupa perkataan maupun perbuatan, karena Allah telah mensya-ratkan suka sama suka padanya, maka dengan jalan apa pun ter-capainya suka sama suka niscaya tercapai pula akadnya dengan hal tersebut.\nKemudian Allah menutup ayat ini dengan FirmanNya,\ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e   \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0631\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0657\u0627 \ufd3f   \"Sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepadamu\" dan di antara bentuk rahmatNya adalah Allah melindungi darah dan harta-harta kalian, memeliharanya, dan melarang kalian dari me-numpahkannya."},{"id":718,"sura":4,"from_aya":30,"to_aya":30,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(30) Kemudian Allah berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646     \u064a\u064e\u0641\u06e1\u0639\u064e\u0644\u06e1  \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \ufd3f   \"Dan ba-rangsiapa berbuat demikian\" yaitu memakan harta dengan cara yang batil dan membunuh jiwa, \ufd3e \u0639\u064f\u062f\u06e1\u0648\u064e\u0670\u0646\u0657\u0627   \u0648\u064e\u0638\u064f\u0644\u06e1\u0645\u0657\u0627 \ufd3f   \"dengan melanggar hak dan aniaya\" yaitu bukan karena tidak tahu dan lupa, \ufd3e \u0641\u064e\u0633\u064e\u0648\u06e1\u0641\u064e \u0646\u064f\u0635\u06e1\u0644\u0650\u064a\u0647\u0650     \u0646\u064e\u0627\u0631\u0657\u0627\u06da   \ufd3f   \"maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka\"; yaitu yang dahsyat, sebagaimana yang ditunjukkan oleh kata yang tak ter-batas, \ufd3e \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e  \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e  \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650   \u064a\u064e\u0633\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \ufd3f   \"yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.\""},{"id":719,"sura":4,"from_aya":31,"to_aya":31,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesa-lahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).\" (An-Nisa`: 31)."},{"id":720,"sura":4,"from_aya":31,"to_aya":31,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(31) Ini merupakan karunia Allah dan kebaikanNya kepada hamba-hambaNya yang beriman, Allah menjanjikan kepada mereka bahwa bila mereka meninggalkan dosa-dosa besar, niscaya Allah akan mengampuni seluruh dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan mereka, dan memasukkan mereka kepada suatu tempat yang mulia lagi banyak kenikmatannya, yaitu surga yang meliputi hal-hal yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas sama sekali di benak manusia.\nDan termasuk dalam perkara meninggalkan dosa-dosa besar adalah menunaikan kewajiban-kewajiban, di mana orang yang me-ninggalkannya berarti telah melakukan dosa besar, seperti shalat lima waktu, shalat Jum'at, dan puasa Ramadhan, sebagaimana Nabi \ufdfa bersabda, \n\u0627\u064e\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0648\u064e\u0627\u062a\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0645\u0652\u0633\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062c\u064f\u0645\u0652\u0639\u064e\u0629\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064f\u0645\u0652\u0639\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0645\u064e\u0636\u064e\u0627\u0646\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0631\u064e\u0645\u064e\u0636\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u064f\u0643\u064e\u0641\u0651\u0650\u0631\u064e\u0627\u062a\u064c \u0644\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0627\u062c\u0652\u062a\u064f\u0646\u0650\u0628\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0628\u064e\u0627\u0626\u0650\u0631\u064f.\n\"Shalat lima waktu, Jum'at menuju Jum'at berikutnya, dan puasa Ramadhan menuju Ramadhan berikutnya, adalah menggugurkan dosa yang terjadi di antaranya selama dosa-dosa besar ditinggalkan.\"[24]\nDan definisi bagi dosa-dosa besar yang paling baik adalah perkara yang mengakibatkan adanya had di dunia atau adanya ancaman di akhirat atau peniadaan iman atau adanya kata laknat atau kemurkaan atasnya. "},{"id":721,"sura":4,"from_aya":32,"to_aya":32,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikarunia-kan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bagian dari apa yang me-reka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karuniaNya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.\" (An-Nisa`: 32)."},{"id":722,"sura":4,"from_aya":32,"to_aya":32,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(32) Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 melarang kaum Mukminin mengharapkan apa yang telah Allah karuniakan kepada sebagian yang lain berupa hal-hal yang mungkin dan hal-hal yang tidak mungkin, maka wanita tidak boleh berangan-angan mendapatkan kelebihan-kele-bihan laki-laki di mana dengannya Allah memuliakan mereka atas wanita, demikian juga orang yang miskin dan papa tidak boleh berangan-angan menjadi kaya dan berpunya dengan sebatas angan-angan belaka, karena sesungguhnya itulah yang disebut hasad, yaitu berharap agar nikmat Allah atas orang lain tersebut menjadi miliknya dan nikmat itu dihilangkan dari orang tersebut, dan ka-rena tindakan itu menimbulkan rasa benci kepada ketentuan Allah, dan menjerumuskan kepada kemalasan yang berkepanjangan, dan angan-angan kosong yang tidak dibarengi dengan kerja dan usaha.\nSesungguhnya hal yang terpuji adalah dua perkara: Seorang hamba berusaha menurut kemampuannya dengan hal yang ber-guna baginya dalam mewujudkan kemaslahatannya, dunia mau-pun akhirat, lalu ia memohon kepada Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 untuk memberikan karuniaNya atasnya dan tidak bersandar hanya pada dirinya se-mata dan tidak juga pada selain Tuhannya, oleh karena itu Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \ufd3e \u0644\u0651\u0650\u0644\u0631\u0651\u0650\u062c\u064e\u0627\u0644\u0650      \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0628\u065e  \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627  \u0671\u0643\u06e1\u062a\u064e\u0633\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627\u0652\u06d6       \ufd3f \"Bagi orang laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan\" yaitu dari perbuatan-perbuatan me-reka yang mewujudkan apa yang dikehendaki, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0653\u0621\u0650  \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0628\u065e  \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627  \u0671\u0643\u06e1\u062a\u064e\u0633\u064e\u0628\u06e1\u0646\u064e\u06da   \ufd3f   \"dan bagi para wanita (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan.\" Setiap dari mereka tidak akan memperoleh selain dari apa yang telah ia usahakan dan lelah karenanya. \ufd3e \u0648\u064e\u0633\u06e1\u0640\u0654\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0645\u0650\u0646  \u0641\u064e\u0636\u06e1\u0644\u0650\u0647\u0650\u06e6\u0653\u06da     \ufd3f \"Dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karuniaNya\" yaitu dari seluruh kemaslahatan kalian dalam agama maupun dunia kalian, kondisi seperti ini merupakan kesempurnaan seorang hamba dan tanda bagi kebahagiaannya, bukan orang yang meninggalkan kerja atau bersandar pada dirinya semata dan tidak membutuhkan Rabbnya atau menyatukan dua perkara tersebut, maka orang yang seperti ini akan terhina dan merugi, dan FirmanNya, \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e     \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e  \u0628\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650  \u0634\u064e\u064a\u06e1\u0621\u064d   \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u0657\u0627 \ufd3f \"Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu,\" mak-sudnya Allah akan memberikan kepada orang yang Dia ketahui memang berhak untuk diberikan, dan menahan dari orang yang Dia ketahui memang tidak berhak diberikan. "},{"id":723,"sura":4,"from_aya":33,"to_aya":33,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Bagi tiap-tiap harta peninggalan dari harta yang ditinggal-kan ibu bapak dan karib kerabat, Kami jadikan pewaris-pewaris-nya. Dan (jika ada) orang-orang yang kamu telah bersumpah setia dengan mereka, maka berilah kepada mereka bagiannya. Sesung-guhnya Allah menyaksikan segala sesuatu.\" (An-Nisa`: 33)."},{"id":724,"sura":4,"from_aya":33,"to_aya":33,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(33) FirmanNya, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0656 \ufd3f   \"Dan bagi tiap-tiap\" yaitu dari manusia, \ufd3e \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u06e1\u0646\u064e\u0627  \u0645\u064e\u0648\u064e\u0670\u0644\u0650\u064a\u064e \ufd3f   \"Kami jadikan pewaris-pewarisnya\" maksud-nya, mereka membantunya dan ia membantu mereka dengan cara saling menghargai, membela, dan saling menolong terhadap per-kara-perkara, \ufd3e \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0631\u064e\u0643\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0648\u064e\u0670\u0644\u0650\u062f\u064e\u0627\u0646\u0650     \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0642\u06e1\u0631\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e\u06da   \ufd3f   \"dari harta yang ditinggalkan ibu bapak dan karib kerabat,\" hal ini mencakup seluruh karib kerabat berupa Ushul (garis keturunan ke atas\/leluhur), Furu' (garis ketu-runan ke bawah) maupun Hawasyi (kerabat), mereka itu adalah pewaris-pewaris karena kekerabatan. Kemudian Allah menyebut-kan sebuah jenis yang lain dari pewaris-pewaris tersebut dalam FirmanNya, \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0639\u064e\u0642\u064e\u062f\u064e\u062a\u06e1  \u0623\u064e\u064a\u06e1\u0645\u064e\u0670\u0646\u064f\u0643\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Dan (jika ada) orang-orang yang kamu telah bersumpah setia dengan mereka,\" yaitu kalian berjanji kepada mereka dengan perkara yang telah kalian setujui akadnya bersama berupa akad sumpah setia untuk saling membela, mem-bantu, dan bersekutu dalam harta dan sebagainya. Semua itu adalah di antara nikmat-nikmat Allah kepada hamba-hambaNya, di mana para pewaris-pewaris tersebut saling membantu dalam suatu hal yang tidak bisa dilakukan oleh sebagian dari mereka secara sendirian, Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \ufd3e \u0641\u064e\u0640\u0654\u064e\u0627\u062a\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u06e1   \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1\u06da       \ufd3f \"Maka berilah kepada mereka bagiannya\" yaitu berikanlah kepada pewaris-pewaris tersebut bagian-bagian mereka yang memang seharusnya ditunai-kan berupa pembelaan, saling membantu, dan menolong dalam perkara di luar kemaksiatan kepada Allah, dan harta warisan itu milik karib kerabat dari pewaris-pewaris tersebut yang terdekat. \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e  \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670  \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650  \u0634\u064e\u064a\u06e1\u0621\u0656  \u0634\u064e\u0647\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627 \ufd3f \"Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu\" yaitu menyaksikan segala sesuatu, dengan ilmuNya akan segala perkara, dan pandanganNya terhadap segala gerakan-ge-rakan hambaNya, serta pendengaranNya terhadap segala suara-suara mereka. "},{"id":725,"sura":4,"from_aya":34,"to_aya":34,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu, maka wanita yang shalih, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, karena Allah telah memelihara (me-reka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.\" (An-Nisa`: 34)."},{"id":726,"sura":4,"from_aya":34,"to_aya":34,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(34) Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 mengabarkan bahwasanya \ufd3e \u0671\u0644\u0631\u0651\u0650\u062c\u064e\u0627\u0644\u064f  \u0642\u064e\u0648\u0651\u064e\u0670\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649  \u0671\u0644\u0646\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0653\u0621\u0650 \ufd3f   \"kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita,\" maksudnya, dengan cara mengharuskan mereka untuk menunaikan hak-hak Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berupa pemeliharaan akan kewajiban-kewajiban dariNya dan melarang mereka dari berbuat kerusakan, laki-laki wajib untuk menekankan hal tersebut kepada mereka, dan laki-laki juga adalah pemimpin mereka dengan memberikan nafkah kepada mereka berupa pakaian dan tempat tinggal. Kemudian Allah menyebutkan sebab yang mengharuskan fungsi laki-laki tersebut sebagai pemimpin atas wanita dalam FirmanNya, \ufd3e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627  \u0641\u064e\u0636\u0651\u064e\u0644\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0628\u064e\u0639\u06e1\u0636\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1    \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670  \u0628\u064e\u0639\u06e1\u0636\u0656  \u0648\u064e\u0628\u0650\u0645\u064e\u0627\u0653  \u0623\u064e\u0646\u0641\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0645\u0650\u0646\u06e1  \u0623\u064e\u0645\u06e1\u0648\u064e\u0670\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1\u06da     \ufd3f \"Oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka,\" yaitu disebab-kan karena keutamaan laki-laki atas wanita dan kelebihan yang diberikan (Allah) kepada mereka atas wanita.\nPengutamaan laki-laki atas wanita disebabkan dari berbagai segi; dari segi kekuasaan adalah dikhususkan bagi laki-laki, ke-nabian, kerasulan, pengkhususan mereka dalam berbagai macam ibadah seperti jihad, shalat Hari Raya dan Shalat Jum'at, dan apa yang telah Allah berikan secara khusus buat mereka berupa akal pikiran yang matang, kesabaran, dan ketegaran yang tidak dimiliki oleh wanita, demikian juga Allah mengkhususkan mereka dengan (kewajiban memberi) nafkah kepada istri, bahkan pada sebagian besar nafkah laki-laki dikhususkan untuknya dan diistimewakan dengannya daripada wanita, dan mungkin hal ini adalah rahasia dari Firman Allah, \ufd3e \u0648\u064e\u0628\u0650\u0645\u064e\u0627\u0653  \u0623\u064e\u0646\u0641\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"Karena mereka telah menafkahkan,\" dan menghilangkan obyek dalam kalimat tersebut menunjukkan kepada nafkah secara umum, maka dapat diketahui dari itu semua bahwa laki-laki itu adalah seperti wali dan tuan bagi istrinya, sedang istrinya itu adalah sebagai pendamping, tawanan, dan pelayan, maka tugas laki-laki adalah menunaikan apa yang telah Allah pe-rintahkan untuk dilindungi, dan tugas wanita adalah melakukan ketaatan kepada Rabbnya dan ketaatan kepada suaminya, oleh karena itulah Allah berfirman, \ufd3e \u0641\u064e\u0671\u0644\u0635\u0651\u064e\u0670\u0644\u0650\u062d\u064e\u0670\u062a\u064f  \u0642\u064e\u0670\u0646\u0650\u062a\u064e\u0670\u062a\u064c \ufd3f   \"Sebab itu, maka wanita yang shalih, ialah yang taat\" yaitu ia taat kepada Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649, \ufd3e \u062d\u064e\u0670\u0641\u0650\u0638\u064e\u0670\u062a\u065e     \u0644\u0651\u0650\u0644\u06e1\u063a\u064e\u064a\u06e1\u0628\u0650 \ufd3f   \"lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada,\" yaitu ia taat kepada suaminya hingga saat suami sedang tidak ada, dengan menjaga dirinya untuk suaminya dan juga hartanya, yang demikian itu dengan penjagaan Allah bagi mereka dan bimbingan-Nya terhadap mereka dan bukannya dari diri mereka sendiri, karena sesungguhnya nafsu itu selalu memerintahkan kepada kejahatan, akan tetapi barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya cukuplah baginya hal itu dari perkara yang merisaukannya berupa perkara dunia maupun agamanya.\nKemudian Allah berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0651\u064e\u0670\u062a\u0650\u064a  \u062a\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e    \u0646\u064f\u0634\u064f\u0648\u0632\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \ufd3f   \"Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya\" yaitu tindakan tidak taat mereka kepada para suami mereka, berupa kedurhakaan terhadap suami, baik dengan perkataan maupun perbuatan, maka sang suami boleh menghukumnya dengan yang paling mudah lalu yang mudah. \ufd3e \u0641\u064e\u0639\u0650\u0638\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \ufd3f   \"Maka nasihatilah mereka\" yaitu dengan menjelaskan kepada mereka tentang hukum-hukum Allah dalam perkara ke-taatan dan kedurhakaan kepada suami, menganjurkannya untuk taat, dan mengancamnya dari berbuat durhaka, bila ia kembali taat, maka itulah yang diharapkan, namun bila tidak, maka suami boleh memisahkan istri di tempat tidurnya, yaitu suami tidak menggaulinya dengan tujuan sampai perkara yang diinginkan tercapai, namun bila tidak tercapai, maka suami boleh memukul-nya dengan pukulan yang tidak membahayakan (tidak meninggal-kan luka), dan bila perkara yang diinginkan tercapai dengan salah satu dari cara-cara tersebut di atas kemudian mereka kembali taat kepada kalian,       \ufd3e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0628\u06e1\u063a\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627\u06d7       \ufd3f \"maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya,\" maksudnya, karena telah tercapai apa yang kalian kehendaki, maka janganlah kalian mencelanya atas perkara-perkara yang telah berlalu tersebut dan mencari-cari kekurangan yang sangat berbahaya bila disebutkan, di mana hal itu akan menimbulkan keburukan.\n\ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e    \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e    \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u0657\u0627  \u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u0657\u0627 \ufd3f   \"Sesungguhnya Allah Mahatinggi lagi Mahabesar,\" yaitu milikNya ketinggian yang mutlak dari berbagai segi dan pandangan, ketinggian Dzat, ketinggian kuasa dan keting-gian kemampuan, dan Yang Mahabesar di mana tidak ada yang lebih besar, lebih mulia dan lebih agung, daripada Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649,, Dia memiliki keagungan Dzat dan Sifat."},{"id":727,"sura":4,"from_aya":35,"to_aya":35,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara ke-duanya, maka kirimlah seorang hakam (juru damai) dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-istri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.\" (An-Nisa`: 35)."},{"id":728,"sura":4,"from_aya":35,"to_aya":35,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(35) Maksudnya, bila kalian mengkhawatirkan terjadinya saling sengketa antara kedua suami istri, saling menjauh dan saling menghindar hingga setiap pihak dari kedua belah pihak tersebut berada pada posisi yang berbeda, \ufd3e \u0641\u064e\u0671\u0628\u06e1\u0639\u064e\u062b\u064f\u0648\u0627\u0652  \u062d\u064e\u0643\u064e\u0645\u0657\u0627  \u0645\u0651\u0650\u0646\u06e1  \u0623\u064e\u0647\u06e1\u0644\u0650\u0647\u0650\u06e6 \ufd3f   \"maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan\" yaitu dua orang laki-laki Muslim yang baligh, adil, dan sehat akal, serta mengetahui tentang apa yang terjadi antara kedua suami istri tersebut, juga mengetahui penyatuan dan perceraian, ini semua disarikan dari kata al-Hakam, karena sesungguhnya tidaklah pantas seorang hakam itu kecuali orang yang memiliki ciri-ciri tersebut, mereka berdua (hakam) meneliti apa yang menjadi permasalahan dari setiap pihak dari kedua suami istri itu terhadap pihak lainnya, kemudian kedua hakam itu mengharuskan setiap dari kedua belah pihak tersebut untuk menunaikan apa yang wajib dilakukan, namun bila salah satu pihak tidak dapat melakukannya, maka kedua hakam itu membujuk pihak lainnya agar ridha terha-dap apa yang mungkin dilakukan berupa nafkah dan perilaku yang baik. \nDan selama kedua hakam itu mampu menyatukan kedua belah pihak tersebut maka tidak boleh bagi mereka berdua untuk mencari jalan lain, namun bila kondisi kedua belah pihak menuju kepada posisi yang tidak mungkin lagi untuk disatukan dan diper-baiki kecuali akan mengakibatkan permusuhan, pemutusan tali kekeluargaan, dan maksiat kepada Allah, dan kedua hakam tersebut memandang bahwa jalan terbaik adalah perceraian, maka kedua hakam tersebut memisahkan antara kedua pihak suami-istri terse-but, dalam hal itu tidaklah disyaratkan ridha suami sebagaimana yang diindikasikan dalam ayat ini bahwa Allah telah menamakan mereka sebagai hakam, dan hakam itu tugasnya adalah memutus-kan hukum hingga walaupun orang yang terhukum tidak ridha dengan keputusan tersebut, oleh karena itu Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \ufd3e \u0625\u0650\u0646   \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064e\u0627\u0653  \u0625\u0650\u0635\u06e1\u0644\u064e\u0670\u062d\u0657\u0627    \u064a\u064f\u0648\u064e\u0641\u0651\u0650\u0642\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0628\u064e\u064a\u06e1\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627\u0653\u06d7     \ufd3f \"Jika kedua orang hakam itu bermaksud menga-dakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-istri itu,\" yaitu karena disebabkan oleh pandangan yang mengandung keber-kahan dan pembicaraan yang memikat hati dan menenteramkan antara kedua suami istri. \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e    \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627 \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u0657\u0627       \ufd3f \"Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal,\" yaitu mengetahui segala yang lahir maupun yang batin, mengawasi perkara-perkara yang tersembunyi dan rahasia. Dan di antara ilmu dan pengetahuanNya adalah bahwa Allah mensyariatkan hukum-hukum yang mulia dan syariat-syariat yang indah tersebut. "},{"id":729,"sura":4,"from_aya":36,"to_aya":38,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan apa-apa yang kamu miliki (hamba sahaya). Sesung-guhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri. (Yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikanNya kepada mereka. Dan Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan. Dan (juga) orang-orang yang menafkahkan harta-harta mereka karena riya kepada manusia, dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada Hari Kemudian. Barangsiapa yang menjadikan setan itu sebagai temannya, maka setan itu adalah seburuk-buruknya teman.\" (An-Nisa`: 36-38)."},{"id":730,"sura":4,"from_aya":36,"to_aya":37,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(36-37) Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memerintahkan hamba-hambaNya untuk beribadah semata kepadaNya yang tidak ada sekutu bagiNya, yaitu dengan menjatuhkan dirinya ke dalam perbudakan periba-dahan kepadaNya, tunduk patuh (dengan menjalankan) perintah-perintahNya dan (menjauhi) larangan-laranganNya dengan rasa cinta, hina, dan tulus ikhlas hanya untukNya dalam seluruh ibadah yang lahir maupun yang batin. Lalu Allah melarang dari menyeku-tukan DiriNya dengan sesuatu pun, baik syirik yang kecil maupun syirik yang besar, tidak dengan malaikat, seorang nabi, seorang wali Allah, dan tidak pula dengan selain mereka dari seluruh makhluk yang mereka sendiri tidak mampu (mendatangkan) manfaat bagi mereka, dan tidak pula mampu (mencegah) mudarat, tidak mampu mematikan, menghidupkan, dan tidak pula mem-bangkitkan, akan tetapi yang seharusnya dilakukan adalah meng-ikhlaskan ibadah hanya untuk Dzat yang memiliki kesempurnaan mutlak dari berbagai seginya, dan bagi Dzat yang memiliki kekua-saan mengatur yang menyeluruh yang tidak ada sekutu dan tidak dibantu dalam hal itu oleh seorang pun. \nKemudian setelah Allah memerintahkan (para hambaNya) untuk beribadah kepadaNya dan menunaikan hak-hakNya, lalu Allah memerintahkan mereka untuk menunaikan hak-hak hamba yang paling terdekat lalu yang dekat, Allah berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0628\u0650\u0671\u0644\u06e1\u0648\u064e\u0670\u0644\u0650\u062f\u064e\u064a\u06e1\u0646\u0650   \u0625\u0650\u062d\u06e1\u0633\u064e\u0670\u0646\u0657\u0627 \ufd3f   \"Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak\" yaitu berbuat baik-lah kepada mereka dengan perkataan yang mulia, percakapan yang lembut, dan tingkah laku yang luhur, dengan menaati perintah keduanya, meninggalkan larangan keduanya, memberikan nafkah kepada keduanya, memuliakan orang-orang yang memiliki hubungan dengan keduanya, menjalin silaturahim dengan orang-orang yang tidak ada bagimu hubungan silaturahim itu kecuali karena keduanya. Berbuat baik ini memiliki dua lawan kata yaitu berbuat jelek dan tidak berbuat baik, kedua hal tersebut adalah dilarang. \ufd3e \u0648\u064e\u0628\u0650\u0630\u0650\u064a  \u0671\u0644\u06e1\u0642\u064f\u0631\u06e1\u0628\u064e\u0649\u0670 \ufd3f   \"Karib-kerabat\" maksudnya, berbuat baiklah kepada mereka, dan yang demikian itu mencakup seluruh karib kerabat, baik yang dekat maupun yang jauh, yaitu berbuat baik kepada mereka dengan perkataan maupun perbuatan, dan agar tidak memutus hubungan silaturahim dengan mereka dengan perkataan maupun perbuatan.\n\ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u064a\u064e\u062a\u064e\u0670\u0645\u064e\u0649\u0670 \ufd3f   \"Anak-anak yatim\" yaitu anak-anak yang kehilangan ayah selagi mereka masih kecil, maka mereka memiliki hak atas kaum Muslimin, baik mereka itu termasuk karib kerabat maupun bukan, yaitu dengan cara menyantuni mereka, berbuat baik kepada mereka, menghibur hati mereka, mendidik mereka, mengajar mereka dengan sebaik-baik pendidikan dan pengajaran untuk kemaslahatan dunia dan akhirat mereka. \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u0633\u064e\u0670\u0643\u0650\u064a\u0646\u0650 \ufd3f   \"Orang-orang miskin,\" mereka adalah orang-orang yang dihimpit oleh kebutuhan dan kepapaan, mereka tidak mendapatkan apa yang mampu menutupi kebutuhan mereka apalagi menutupi kebutuhan orang-orang yang mereka tanggung, maka Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memerintahkan untuk berbuat baik dengan cara memenuhi kebutuhan hidup mereka, menghilangkan kekurangan mereka, dan Allah menganjurkan kepada hal tersebut serta menunaikannya sesuai dengan kemam-puan. \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u062c\u064e\u0627\u0631\u0650   \u0630\u0650\u064a  \u0671\u0644\u06e1\u0642\u064f\u0631\u06e1\u0628\u064e\u0649\u0670 \ufd3f   \"Tetangga yang dekat,\" yaitu tetangga dekat yang memiliki dua hak, hak bertetangga dan hak kekerabatan, maka ia memiliki hak dan perbuatan baik atas tetangganya, dan hal itu menurut kebiasaan yang berlaku. \nDemikian juga, \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u062c\u064e\u0627\u0631\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u062c\u064f\u0646\u064f\u0628\u0650 \ufd3f   \"dan tetangga yang jauh\" yaitu yang tidak memiliki tali kekerabatan, maka semakin dekat rumah tetangga semakin besar haknya. Karena itu, seyogyanya seorang tetangga selalu berusaha memberikan tetangganya hadiah, sede-kah, dakwah, dan kelembutan dengan perkataan maupun per-buatan, serta tidak mengganggunya, baik dengan perkataan mau-pun perbuatan. \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u062d\u0650\u0628\u0650  \u0628\u0650\u0671\u0644\u06e1\u062c\u064e\u0646\u06e2\u0628\u0650 \ufd3f   \"Dan teman sejawat.\" Ada yang berpendapat bahwa maksudnya adalah; teman dalam perjalanan, pendapat lain mengatakan bahwa ia adalah istri, sedangkan yang lain lagi berpendapat bahwa ia adalah teman secara umum. Namun yang terakhir ini lebih cocok, karena mencakup teman baik dalam perjalanan maupun ketika bermukim (menetap), dan juga menca-kup istri, maka seorang teman memiliki hak atas temannya lebih dari sekedar karena keislamannya, yaitu dengan menolongnya dalam urusan-urusan agamanya maupun dunianya, menasihati-nya, setia padanya, baik dalam kondisi susah maupun senang, duka maupun suka, mencintai untuknya apa yang dicintai untuk dirinya, membenci untuknya apa yang dibenci untuk dirinya, dan setiap kali bertambah rasa pertemanan, maka semakin besar dan kokoh pula hak teman atas temannya itu.\n\ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0628\u06e1\u0646\u0650  \u0671\u0644\u0633\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \ufd3f   \"Ibnu sabil\" yaitu orang asing yang sedang berada pada suatu daerah yang asing, baginya baik ia membutuhkan bantuan ataupun tidak, baginya hak atas kaum Muslimin karena mendesaknya kebutuhan dirinya dan karena kondisinya sebagai seorang yang asing yang tidak berada pada daerahnya yaitu dengan cara menyampaikannya kepada tujuannya atau sebagian tujuannya dan dengan memuliakannya, serta memberikan sam-butan yang baik, \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627  \u0645\u064e\u0644\u064e\u0643\u064e\u062a\u06e1  \u0623\u064e\u064a\u06e1\u0645\u064e\u0670\u0646\u064f\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06d7     \ufd3f \"dan apa-apa yang kamu miliki,\" yaitu dari manusia maupun binatang, dengan cara menunaikan hajat mereka, tidak memikulkan apa yang tidak mampu mereka kerjakan, membantu mereka pada apa yang mereka kerjakan, dan mendidik mereka kepada sesuatu yang mengandung kemasla-hatan bagi mereka, maka barangsiapa yang menunaikan perintah-perintah tersebut, niscaya ia adalah seorang yang taat kepada Rabbnya dan berlaku rendah hati terhadap hamba-hambaNya, tunduk terhadap perintah-perintah Allah dan syariatNya, sehingga ia berhak mendapatkan balasan yang melimpah dan pujian yang baik. Adapun orang yang tidak menunaikan perintah-perintah tersebut, maka sesungguhnya ia adalah seorang hamba yang berpaling dari Rabbnya, tidak tunduk pada perintah-perintahNya, tidak pula rendah hati terhadap hamba-hambaNya, akan tetapi ia adalah seorang yang berlaku sombong terhadap hamba-hamba Allah, bangga terhadap diri sendiri dan perkataannya, oleh karena itu Allah berfirman, \n\ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0644\u064e\u0627  \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f  \u0645\u064e\u0646   \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e  \u0645\u064f\u062e\u06e1\u062a\u064e\u0627\u0644\u0657\u0627 \ufd3f   \"Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong,\" yaitu merasa bangga akan dirinya sendiri dan congkak terhadap makhluk, \ufd3e  \u0641\u064e\u062e\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627 \ufd3f   \"dan membangga-banggakan diri,\" memuji diri sendiri dan menyanjungnya dengan maksud sombong dan angkuh terhadap hamba-hamba Allah, mereka itu dengan apa yang ada pada diri mereka berupa kesom-bongan dan membangga-banggakan diri telah menghalangi me-reka dari menunaikan hak-hak tersebut, karena itu Allah mencela mereka dalam FirmanNya, \ufd3e \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e     \u064a\u064e\u0628\u06e1\u062e\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"(Yaitu) orang-orang yang kikir,\" maksudnya, mereka tidak mau menunaikan hak-hak yang wajib atas mereka, \ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0623\u06e1\u0645\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e   \u0671\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e  \u0628\u0650\u0671\u0644\u06e1\u0628\u064f\u062e\u06e1\u0644\u0650 \ufd3f   \"dan menyuruh orang lain berbuat kikir\" dengan perkataan dan perbuatan mereka,\ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0643\u06e1\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e         \u0645\u064e\u0627\u0653  \u0621\u064e\u0627\u062a\u064e\u0649\u0670\u0647\u064f\u0645\u064f  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f   \u0645\u0650\u0646  \u0641\u064e\u0636\u06e1\u0644\u0650\u0647\u0650\u06e6\u06d7     \ufd3f \"dan menyembunyikan karunia Allah yang telah di-berikanNya kepada mereka\" yaitu berupa ilmu yang digunakan oleh orang yang tersesat sebagai hidayah dan oleh orang yang bodoh sebagai petunjuk, namun mereka menyembunyikannya dari orang-orang tersebut, mereka menampakkan kepada orang-orang terse-but kebatilan yang akan menghalangi orang-orang tersebut dari kebenaran, mereka telah menyatukan antara kikir harta dan kikir ilmu serta usaha menuju kerugian diri mereka sendiri dan kerugian orang lain, dan inilah sifat-sifat orang-orang kafir, oleh karena itu Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0639\u06e1\u062a\u064e\u062f\u06e1\u0646\u064e\u0627  \u0644\u0650\u0644\u06e1\u0643\u064e\u0670\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e   \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0657\u0627  \u0645\u0651\u064f\u0647\u0650\u064a\u0646\u0657\u0627 \ufd3f   \"Dan Kami telah me-nyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan\" yaitu seba-gaimana mereka telah berlaku sombong terhadap hamba-hamba Allah dan tidak mau menunaikan hak-hak mereka, menjadi penye-bab orang lain menolak hak-hak hamba-hamba berupa kekikiran dan tidak mendapatkan petunjuk, begitu pula Allah menghinakan mereka dengan siksa yang pedih dan kehinaan yang abadi. Kami berlindung kepadaMu ya Allah, dari segala keburukan."},{"id":731,"sura":4,"from_aya":38,"to_aya":38,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(38) Kemudian Allah memberitakan tentang nafkah yang bersumber dari suatu tindakan riya` (ingin dilihat) dan sum'ah (ingin didengar) serta tidak beriman kepadaNya dalam FirmanNya, \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u064a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0623\u064e\u0645\u06e1\u0648\u064e\u0670\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0631\u0650\u0626\u064e\u0627\u0653\u0621\u064e  \u0671\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \ufd3f   \"Dan (juga) orang-orang yang menafkah-kan harta-harta mereka karena riya kepada manusia,\" maksudnya, agar orang lain melihat, memuji, dan menghormati mereka.\ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u064a\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e   \u0628\u0650\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u0628\u0650\u0671\u0644\u06e1\u064a\u064e\u0648\u06e1\u0645\u0650   \u0671\u0644\u06e1\u0623\u0653\u062e\u0650\u0631\u0650\u06d7     \ufd3f \"Dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada Hari Kemudian\" yaitu infak mereka tidaklah bersumber dari hati yang ikhlas dan keimanan kepada Allah serta mengharap ba-lasanNya, artinya adalah bahwa hal ini di antara langkah-langkah setan dan perbuatan-perbuatannya, di mana ia mengajak golongan-nya melakukan hal tersebut, agar mereka semua menjadi penghuni-penghuni neraka yang menyala, dan terjadilah perbuatan itu dari mereka yang disebabkan oleh setan yang selalu mengiringi mereka dan bantuannya terhadap mereka kepada hal tersebut, karena itu Allah berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646  \u064a\u064e\u0643\u064f\u0646\u0650 \u0671\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u06e1\u0637\u064e\u0670\u0646\u064f  \u0644\u064e\u0647\u064f\u06e5  \u0642\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u0657\u0627  \u0641\u064e\u0633\u064e\u0627\u0653\u0621\u064e   \u0642\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u0657\u0627 \ufd3f   \"Barangsiapa yang menjadikan setan itu sebagai temannya, maka setan itu adalah seburuk-buruknya teman,\" yaitu seburuk-buruknya teman dan pendamping yang menghendaki kehancuran orang yang ditemani dengan usaha yang keras untuk dapat merealisasikannya. Dan sebagaimana orang yang berlaku kikir akan apa yang telah Allah karuniakan kepadanya dan menyembunyikan apa yang telah Allah berikan kepadanya adalah seorang pendosa lagi berpaling dari Rabbnya, begitu pula orang yang berinfak dan beribadah kepada selain Allah, sesungguhnya ia telah berdosa, durhaka terhadap Rabbnya, sehingga ia berhak mendapatkan hukuman, karena Allah meme-rintahkan untuk taat kepadaNya dan menunaikan perintah-perin-tahNya dengan ikhlas, sebagaimana Allah berfirman,\n\ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627\u0653  \u0623\u064f\u0645\u0650\u0631\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652  \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627  \u0644\u0650\u064a\u064e\u0639\u06e1\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0645\u064f\u062e\u06e1\u0644\u0650\u0635\u0650\u064a\u0646\u064e   \u0644\u064e\u0647\u064f  \u0671\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f \n\"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama yang lurus.\" (Al-Bayyinah: 5). \nInilah perbuatan yang akan diterima, di mana pelakunya berhak mendapatkan pahala dan pujian, oleh karena itulah Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 menganjurkan hal tersebut dalam FirmanNya, "},{"id":732,"sura":4,"from_aya":39,"to_aya":39,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Apakah kemudharatannya bagi mereka, kalau mereka ber-iman kepada Allah dan Hari Kemudian dan menafkahkan sebagian rizki yang telah diberikan Allah kepada mereka? Dan Allah Maha Mengetahui keadaan mereka.\" (An-Nisa`: 39)."},{"id":733,"sura":4,"from_aya":39,"to_aya":39,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(39) Maksudnya, apa yang menimpa mereka dan kerugian atau kesusahan apa yang akan mereka temui bila mereka beriman kepada Allah yaitu ikhlas dan menginfakkan sebagian harta yang telah Allah berikan kepada mereka dan telah Allah karuniakan mereka dengannya, sehingga mereka dapat menyatukan antara keikhlasan dan berinfak? Namun ketika keikhlasan itu adalah sebuah perkara yang tersembunyi antara seorang hamba dengan Rabbnya di mana tidak ada yang mampu mengetahuinya kecuali Allah, maka Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 mengabarkan bahwa Dia mengetahui segala keadaan dan kondisi dalam FirmanNya, \ufd3e \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1  \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627  \ufd3f \"Dan Allah Maha Mengetahui keadaan mereka.\" "},{"id":734,"sura":4,"from_aya":40,"to_aya":42,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar dzarrah, dan jika ada kebajikan sebesar dzarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisiNya pahala yang besar. Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu). Di hari itu orang-orang kafir dan orang-orang yang mendurhakai rasul, ingin supaya mereka disamaratakan dengan tanah, dan mereka tidak dapat menyembunyikan (dari Allah) suatu kejadian pun.\" (An-Nisa`: 40-42)."},{"id":735,"sura":4,"from_aya":40,"to_aya":40,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(40) Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memberitakan tentang kesempurnaan keadil-anNya, keutamaanNya dan berlepas diriNya dari perkara yang berlawanan dengan hal-hal tersebut seperti kezhaliman, baik sedikit maupun banyak, seraya berfirman, \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0644\u064e\u0627   \u064a\u064e\u0638\u06e1\u0644\u0650\u0645\u064f   \u0645\u0650\u062b\u06e1\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e  \u0630\u064e\u0631\u0651\u064e\u0629\u0656\u06d6     \ufd3f \"Sesungguh-nya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar dzarrah\" yaitu Allah mengurangi kebaikan-kebaikan hambaNya atau menambah keburukan-keburukannya, sebagaimana juga Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \n\ufd3e \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646  \u064a\u064e\u0639\u06e1\u0645\u064e\u0644\u06e1  \u0645\u0650\u062b\u06e1\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e  \u0630\u064e\u0631\u0651\u064e\u0629\u064d  \u062e\u064e\u064a\u06e1\u0631\u0657\u0627   \u064a\u064e\u0631\u064e\u0647\u064f\u06e5  7  \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646  \u064a\u064e\u0639\u06e1\u0645\u064e\u0644\u06e1  \u0645\u0650\u062b\u06e1\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e  \u0630\u064e\u0631\u0651\u064e\u0629\u0656  \u0634\u064e\u0631\u0651\u0657\u0627  \u064a\u064e\u0631\u064e\u0647\u064f\u06e5   8   \ufd3f \n\"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, nis-caya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.\" (Az-Zalzalah: 7-8). \n\ufd3e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646  \u062a\u064e\u0643\u064f  \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064e\u0629\u0657  \u064a\u064f\u0636\u064e\u0670\u0639\u0650\u0641\u06e1\u0647\u064e\u0627 \ufd3f   \"Dan jika ada kebajikan sebesar dzarrah, nis-caya Allah akan melipat gandakannya\" yaitu hingga sepuluh kali lipat dan bahkan lebih banyak lagi dari itu, yang sesuai dengan kondisi dan manfaat kebajikan tersebut, serta kondisi pelakunya dari segi keikhlasan, rasa cinta, dan kesempurnaan. \ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064f\u0624\u06e1\u062a\u0650  \u0645\u0650\u0646  \u0644\u0651\u064e\u062f\u064f\u0646\u06e1\u0647\u064f     \u0623\u064e\u062c\u06e1\u0631\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u0657\u0627 \ufd3f   \"Dan memberikan dari sisiNya pahala yang besar\" yaitu sebagai tam-bahan atas pahala perbuatan itu sendiri berupa taufik kepada amalan-amalan (baik) lainnya dan memberikan kebaikan yang melimpah serta keberkahan yang banyak."},{"id":736,"sura":4,"from_aya":41,"to_aya":41,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(41) Kemudian Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \ufd3e \u0641\u064e\u0643\u064e\u064a\u06e1\u0641\u064e     \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627    \u062c\u0650\u0626\u06e1\u0646\u064e\u0627  \u0645\u0650\u0646  \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650   \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u0650\u06ed  \u0628\u0650\u0634\u064e\u0647\u0650\u064a\u062f\u0656      \u0648\u064e\u062c\u0650\u0626\u06e1\u0646\u064e\u0627  \u0628\u0650\u0643\u064e  \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670  \u0647\u064e\u0670\u0653\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0653\u0621\u0650  \u0634\u064e\u0647\u0650\u064a\u062f\u0657\u0627 \ufd3f \"Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu)\" maksudnya, bagaimanakah kondisi kala itu? Dan bagaimana terjadinya hukum yang agung tersebut yang menya-tukan antara Dzat yang memutuskan ketetapan itu adalah Dzat yang memiliki kesempurnaan ilmu, keadilan yang tidak bercacat dan kebijaksanaan yang agung dengan kesaksian makhluk yang paling suci \u2013yaitu para Rasul\u2013 atas umat-umat mereka bersamaan dengan pengakuan secara sadar dari mereka yang menjadi ter-dakwa? Yang demikian itu demi Allah, adalah hukum yang paling umum dan menyeluruh, yang paling adil dan paling agung, ke-mudian tinggallah mereka (pihak yang terhukum atau terdakwa) mengakui akan kesempurnaan karunia, keadilan, pujian dan san-junganNya, ada golongan yang berbahagia dengan mendapatkan keberuntungan, keberhasilan, kemuliaan dan kesuksesan, dan ada golongan yang sengsara dengan kehinaan, keterpurukan, dan siksa yang menghinakan."},{"id":737,"sura":4,"from_aya":42,"to_aya":42,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(42) Oleh karena itulah Allah berfirman, \ufd3e \u064a\u064e\u0648\u06e1\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u0656     \u064a\u064e\u0648\u064e\u062f\u0651\u064f  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0635\u064e\u0648\u064f\u0627\u0652  \u0671\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e \ufd3f   \"Di hari itu orang-orang kafir dan orang-orang yang men-durhakai rasul ingin\" yaitu mereka menyatukan antara kufur kepada Allah dan kepada RasulNya dengan durhaka kepada Rasul, \ufd3e \u0644\u064e\u0648\u06e1  \u062a\u064f\u0633\u064e\u0648\u0651\u064e\u0649\u0670  \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0631\u06e1\u0636\u064f \ufd3f    \"supaya mereka disamaratakan dengan tanah,\" maksudnya, tanah itu menelan mereka hingga mereka menjadi tanah dan meng-hilang, sebagaimana Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \n\ufd3e  \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u064f  \u064a\u064e\u0670\u0644\u064e\u064a\u06e1\u062a\u064e\u0646\u0650\u064a  \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f \u062a\u064f\u0631\u064e\u0670\u0628\u064e\u06e2\u0627     40 \ufd3f \n\"Dan orang kafir berkata, 'Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah'.\" (An-Naba`: 40). \n\ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627   \u064a\u064e\u0643\u06e1\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e   \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u062d\u064e\u062f\u0650\u064a\u062b\u0657\u0627 \ufd3f   \"Dan mereka tidak dapat menyembunyikan (dari Allah) suatu kejadian pun,\" maksudnya adalah, bahkan mereka akan mengakui apa yang telah mereka kerjakan dan semua lisan-lisan mereka, tangan-tangan mereka, dan kaki-kaki mereka akan bersaksi terhadap apa yang telah mereka lakukan. Pada hari itu Allah akan memberi mereka balasan yang setimpal menurut semestinya, hingga mereka mengetahui bahwa Allah-lah Dzat yang Benar lagi yang menjelaskan (segala sesuatu menurut hakikat yang sebenarnya). Adapun riwayat yang menyatakan bahwasanya kaum kafir me-nyembunyikan kekufuran dan pengingkaran mereka, sesungguh-nya hal tersebut terjadi pada beberapa kondisi pada Hari Kiamat, yaitu ketika mereka mengira bahwa pengingkaran mereka akan berguna bagi mereka (sehingga terbebas) dari siksa Allah, namun bila mereka telah mengetahui kenyataan dan seluruh anggota badan mereka akan bersaksi atas (semua perbuatan) mereka, maka saat itulah segala perkara akan jelas, hingga tindakan menyem-bunyikan itu tidak memiliki manfaat atau faidah. "},{"id":738,"sura":4,"from_aya":43,"to_aya":43,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau kembali dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh pe-rempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamum-lah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengam-pun.\" (An-Nisa`: 43)."},{"id":739,"sura":4,"from_aya":43,"to_aya":43,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(43) Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 melarang hamba-hambaNya yang beriman untuk tidak mendekati shalat ketika dalam kondisi mabuk hingga mereka mampu mengetahui apa yang mereka katakan, hal ini mencakup juga perkara mendekati tempat-tempat shalat, seperti masjid, maka sesungguhnya seorang yang mabuk itu tidak diboleh-kan memasukinya, dan juga mencakup shalat itu sendiri, karena sesungguhnya seorang yang mabuk tidak boleh melakukan shalat, tidak juga ibadah yang lain, disebabkan karena pikirannya yang tidak lurus, dan ketidaktahuannya tentang apa yang diucapkan-nya, oleh karena itu Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 mengancam hal tersebut dan men-syaratkan bolehnya melakukan perkara itu ketika mengetahui apa yang diucapkan oleh orang yang mabuk tersebut.\nAyat yang mulia ini telah dinasakh oleh ayat pengharaman khamar secara mutlak, karena sesungguhnya khamar itu pada awalnya tidak diharamkan, kemudian Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 telah mengisyarat-kan tentang keharamannya bagi hamba-hambaNya dengan Firman-Nya, \n\ufd3e \u064a\u064e\u0633\u06e1\u0640\u0654\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064e \u0639\u064e\u0646\u0650     \u0671\u0644\u06e1\u062e\u064e\u0645\u06e1\u0631\u0650   \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u064a\u06e1\u0633\u0650\u0631\u0650\u06d6       \u0642\u064f\u0644\u06e1  \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u064e\u0627\u0653  \u0625\u0650\u062b\u06e1\u0645\u065e   \u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u065e  \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u064e\u0670\u0641\u0650\u0639\u064f  \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650  \u0648\u064e\u0625\u0650\u062b\u06e1\u0645\u064f\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627\u0653   \u0623\u064e\u0643\u06e1\u0628\u064e\u0631\u064f   \u0645\u0650\u0646  \u0646\u0651\u064e\u0641\u06e1\u0639\u0650\u0647\u0650\u0645\u064e\u0627\u06d7   \ufd3f   \n\"Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah, 'Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi ma-nusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya'.\" (Al-Baqarah: 219). \nKemudian Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 melarang mereka minum khamar ketika akan mendirikan shalat sebagaimana disebutkan dalam ayat ini, kemudian Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 mengharamkannya secara mutlak dalam segala kondisi dan waktu dalam FirmanNya, \n\ufd3e \u064a\u064e\u0670\u0653\u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652  \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627  \u0671\u0644\u06e1\u062e\u064e\u0645\u06e1\u0631\u064f  \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u064a\u06e1\u0633\u0650\u0631\u064f  \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0646\u0635\u064e\u0627\u0628\u064f  \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0632\u06e1\u0644\u064e\u0670\u0645\u064f  \u0631\u0650\u062c\u06e1\u0633\u065e   \u0645\u0651\u0650\u0646\u06e1  \u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u0650  \u0671\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u06e1\u0637\u064e\u0670\u0646\u0650  \u0641\u064e\u0671\u062c\u06e1\u062a\u064e\u0646\u0650\u0628\u064f\u0648\u0647\u064f \ufd3f   \n\"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) kha-mar, berjudi, (berkurban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu.\" (Al-Ma`idah: 90). \nWalaupun demikian sesungguhnya khamar itu akan lebih haram lagi ketika akan mendirikan shalat karena mengandung ke-rusakan yang besar, yaitu dengan tidak tercapainya maksud dari shalat yang merupakan ruh dari shalat dan intinya, yaitu kekhu-syu'an dan hadirnya hati, sedangkan khamar menutupi hati dan menghalangi dari berdzikirkepada Allah dan dari shalat.\nDan di antara faidah dari makna ini adalah larangan memu-lai shalat dalam kondisi sangat mengantuk di mana orang tersebut tidak merasakan (mengetahui) apa yang diucapkan dan dikerja-kannya, bahkan ada indikasi dari makna ini bahwa seyogyanya bagi seseorang yang hendak menegakkan shalat agar meninggal-kan segala hal-hal yang menyibukkan pikirannya, seperti menahan buang air kecil atau air besar, atau hasrat untuk makan dan hal-hal lain semisalnya, sebagaimana dijelaskan tentang hal itu oleh hadits Nabi \ufdfa yang shahih.[25]\nKemudian Allah berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u062c\u064f\u0646\u064f\u0628\u064b\u0627  \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627  \u0639\u064e\u0627\u0628\u0650\u0631\u0650\u064a    \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064d \ufd3f   \"(Jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja\" yaitu janganlah kalian mendekati shalat ketika kondisi kalian sedang junub kecuali bila sekedar lewat saja, artinya kalian melewati masjid dan tidak tinggal di dalamnya, \ufd3e \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670  \u062a\u064e\u063a\u06e1\u062a\u064e\u0633\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652\u06da     \ufd3f \"hingga kamu mandi\" maksudnya, apabila kalian telah mandi. Dan itulah batas dari larangan mendekati shalat bagi seorang yang junub, maka yang dibolehkan bagi orang tersebut hanyalah melewati masjid saja. \n\ufd3e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646  \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0631\u06e1\u0636\u064e\u0649\u0670\u0653     \u0623\u064e\u0648\u06e1  \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670  \u0633\u064e\u0641\u064e\u0631\u064d  \u0623\u064e\u0648\u06e1   \u062c\u064e\u0627\u0653\u0621\u064e    \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u065e  \u0645\u0651\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645  \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u063a\u064e\u0627\u0653\u0626\u0650\u0637\u0650  \u0623\u064e\u0648\u06e1  \u0644\u064e\u0670\u0645\u064e\u0633\u06e1\u062a\u064f\u0645\u064f  \u0671\u0644\u0646\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0653\u0621\u064e  \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u06e1  \u062a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0645\u064e\u0627\u0653\u0621\u0657   \u0641\u064e\u062a\u064e\u064a\u064e\u0645\u0651\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau kembali dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah.\" Tayamum dibolehkan bagi orang yang sakit secara mutlak, baik ada air ataupun tidak, karena alasannya adalah sakit yang membuat pemakaian air sangat berat baginya, demikian pula perjalanan jauh (safar), karena ia adalah suatu kondisi yang dihadapkan dengan susahnya menda-patkan air, apabila seorang musafir tidak mendapatkan air atau ia mendapatkannya namun hanya dapat menutupi kebutuhan pokok-nya seperti minum dan lainnya, maka boleh baginya bertayamum. Demikian juga bila seseorang telah buang air kecil atau besar atau menyentuh wanita, maka dia boleh bertayamum apabila ia tidak mendapatkan air, baik saat perjalanan maupun menetap, sebagai-mana hal itu ditunjukkan oleh keumuman ayat tersebut. Kesim-pulannya adalah bahwa Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 membolehkan tayamum dalam dua kondisi; di saat tidak ada air, hal ini secara mutlak, baik saat perjalanan maupun menetap, dan di saat sangat berat untuk mem-pergunakannya seperti sakit atau lainnya.\nDan para ahli tafsir telah berbeda pendapat tentang makna Firman Allah, \ufd3e \u0623\u064e\u0648\u06e1  \u0644\u064e\u0670\u0645\u064e\u0633\u06e1\u062a\u064f\u0645\u064f  \u0671\u0644\u0646\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0653\u0621\u064e \ufd3f   \"Atau kamu telah menyentuh perempuan,\" apakah yang dimaksud di situ adalah berjimak? Sehingga ayat ini menjadi sebuah nash yang jelas tentang bolehnya bertayamum bagi orang yang junub sebagaimana dijelaskan dalam banyak hadits[26], ataukah maksud darinya adalah hanya sebatas sentuhan dengan tangan, lalu hal tersebut disyaratkan dengan kondisi bila menjadi sebab keluarnya madzi, artinya sentuhan dengan adanya syahwat, maka ayat itu menjadi sebuah dalil akan batalnya wudhu karena hal tersebut. Dan para ahli fikih telah berdalil dengan Firman Allah, \ufd3e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u06e1  \u062a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0645\u064e\u0627\u0653\u0621\u0657 \ufd3f   \"Kemudian kamu tidak mendapat air\" akan wajibnya usaha mencari air pada saat masuknya waktu shalat, mereka ber-kata; karena sesungguhnya tidaklah mungkin dikatakan bahwa tidak mendapat air bagi orang yang belum mencari, akan tetapi tidaklah dikatakan seperti itu kecuali setelah mencari. Mereka kembali berdalil dengan ayat itu bahwa air yang berubah karena disebabkan oleh sesuatu yang suci boleh -bahkan harus- bersuci dengannya, hal ini karena ia termasuk dalam ayat, \ufd3e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u06e1 \u062a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627\u0652     \u0645\u064e\u0627\u0653\u0621\u0657 \ufd3f   \"Kemudian kamu tidak mendapat air\" dan air yang telah berubah ka-rena bercampur dengan sesuatu yang suci itu juga disebut. Dalam hal itu kita dapat membagi dan menyebutnya sebagai kategori bukan air mutlak, dan dalam masalah ini perlu pembahasan.\nDan ayat yang mulia ini menunjukkan disyariatkannya hukum yang agung tersebut atas umat ini, di mana dengannya Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memberikan karunia atas mereka, yaitu syariat tayamum, dan para ulama telah bersepakat atas hal tersebut, dan segala puji hanya milik Allah.\nDan bahwasanya tayamum itu dilakukan dengan tanah yang baik, yaitu segala apa yang ada di atas bumi, baik yang memiliki debu atau tidak, dan kemungkinan juga dikhususkan hanya tanah yang memiliki debu, karena Allah berfirman, \ufd3e \u0641\u064e\u0671\u0645\u06e1\u0633\u064e\u062d\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0628\u0650\u0648\u064f\u062c\u064f\u0648\u0647\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1 \u0648\u064e\u0623\u064e\u064a\u06e1\u062f\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06d7   \ufd3f   \"Sapulah mukamu dan tanganmu\" dengannya, sedangkan tanah yang tidak memiliki debu tidaklah mungkin mengusap (wajah) dengan-nya. Dan FirmanNya, \ufd3e \u0641\u064e\u0671\u0645\u06e1\u0633\u064e\u062d\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0628\u0650\u0648\u064f\u062c\u064f\u0648\u0647\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u0623\u064e\u064a\u06e1\u062f\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06d7       \ufd3f \"Sapulah mukamu dan tanganmu\" dengannya, ini adalah bagian yang harus disapu dalam bertayamum yaitu seluruh wajah dan kedua tangan hingga kedua pergelangan tangannya, sebagaimana yang ditunjukkan oleh hadits-hadits shahih akan hal tersebut[27], dan disunnahkan dalam bertayamum adalah dengan satu kali tepukan saja sebagaimana yang dijelaskan oleh hadits Ammar \u0631\u0636\u064a \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0639\u0646\u0647 [28], ayat ini juga menunjukkan bahwa tayamumnya orang yang junub sama seperti lainnya yaitu bagian wajah dan kedua tangan.\nSuatu pelajaran: Ketahuilah, bahwa kaidah-kaidah kedokteran berporos pada tiga kaidah; menjaga kesehatan dari segala macam penyakit, menghilangkan, dan memberikan perlindungan darinya. Sesungguhnya Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 telah mengingatkan akan hal tersebut dalam kitabNya yang mulia; adapun yang menyangkut kaidah menjaga dan memberikan perlindungan, maka sesungguhnya Allah telah memerintahkan untuk makan dan minum serta tidak berlebihan dalam hal tersebut, Allah juga membolehkan bagi se-orang musafir dan orang sakit untuk berbuka puasa demi menjaga kesehatan keduanya, yaitu dengan mempergunakan sesuatu yang bermanfaat untuk tubuh dalam bentuk yang seimbang, dan juga melindungi si sakit dari segala hal yang membahayakannya. Ada-pun tentang kaidah menghilangkan hal yang mengganggu, maka sesungguhnya Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 telah membolehkan bagi seorang yang sedang ihram yang kepalanya sedang terganggu dengan suatu hal untuk mencukur rambutnya demi menghilangkan bau yang tidak sedap padanya. Dalam hal itu juga menyimpan suatu peringatan untuk menghilangkan suatu yang lebih utama darinya berupa air kecil, air besar, muntah, air mani, darah dan lain sebagainya. Ibnu al-Qayyim 5 telah mengingatkan akan hal tersebut[29].\nAyat ini menunjukkan wajibnya membasuh wajah dan kedua tangan secara menyeluruh, dan bahwa tayamum hukumnya di-bolehkan meskipun waktunya tidak sempit, dan bahwa mencari air itu tidaklah diminta kecuali setelah adanya sebab-sebab wajib, Wallahu a'lam.\nKemudian Allah menutup ayat ini dengan FirmanNya,\ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e     \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0641\u064f\u0648\u0651\u064b\u0627     \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627 \ufd3f \"Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun,\" maksudnya, Allah memiliki maaf dan ampunan yang melimpah bagi hamba-hambaNya yang beriman dengan memudahkan dan meringankan dengan seringan-ringannya apa yang telah Dia perintahkan kepada mereka, di mana seorang hamba tidak akan mendapatkan kesulitan dalam menjalankannya hingga ia merasa berat karenanya. Di antara maaf dan ampunanNya adalah Allah merahmati umat ini dengan menetapkan syariat sucinya tanah sebagai pengganti air ketika seorang hamba tidak mampu mema-kainya, dan di antara maaf dan ampunanNya yang lain adalah Allah membuka pintu taubat dan ampunan bagi orang-orang yang berbuat dosa. Allah menyeru mereka kepadanya dan menjanjikan kepada mereka ampunanNya atas dosa-dosa mereka. Dan di antara maaf dan ampunanNya juga adalah bahwa seorang Mukmin bila bertemu Allah dengan membawa dosa dan kesalahan sepenuh bumi dan hamba itu bertemu Allah sedang ia tidak memperseku-tukanNya dengan sesuatu pun, maka pastilah Allah akan mem-berikan kepadanya ampunan sepenuh bumi pula. "},{"id":740,"sura":4,"from_aya":44,"to_aya":46,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Apakah kamu tidak melihat orang-orang yang telah diberi bagian dari al-Kitab (Taurat)? Mereka membeli (memilih) kesesatan (dengan petunjuk) dan mereka bermaksud supaya kamu tersesat (menyimpang) dari jalan (yang benar). Dan Allah lebih mengeta-hui (daripada kamu) tentang musuh-musuhmu. Dan cukuplah Allah menjadi Pelindung (bagimu). Dan cukuplah Allah menjadi Penolong (bagimu). Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya. Mereka berkata, 'Kami men-dengar, tetapi kami tidak mau menurutinya.' Dan (mereka menga-takan pula), 'Dengarlah,' sedang kamu sebenarnya tidak mende-ngar apa-apa. Dan (mereka mengatakan), 'Ra'ina', dengan me-mutar-mutar lidahnya dan mencela agama. Sekiranya mereka mengatakan, 'Kami mendengar dan menurut, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami', tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, akan tetapi Allah mengutuk mereka, karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali iman yang sangat tipis.\" (An-Nisa`: 44-46)."},{"id":741,"sura":4,"from_aya":44,"to_aya":44,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(44) Ini merupakan celaan bagi orang-orang yang \ufd3e \u0623\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627\u0652   \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0628\u0657\u0627   \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e   \u0671\u0644\u06e1\u0643\u0650\u062a\u064e\u0670\u0628\u0650 \ufd3f   \"telah diberi bagian dari al-Kitab (Taurat)\" dan ayat ini juga mengandung peringatan buat hamba-hambaNya agar tidak terpe-daya dengan mereka dan tidak terjerumus ke dalam orang-orang yang semisal mereka, lalu Allah mengabarkan mereka tentang diri mereka sendiri, \ufd3e \u064a\u064e\u0634\u06e1\u062a\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0636\u0651\u064e\u0644\u064e\u0670\u0644\u064e\u0629\u064e \ufd3f   \"Mereka membeli (memilih) kesesatan (dengan petunjuk)\" maksudnya, mereka sangat menyukainya dan mendahulukannya sebagaimana seorang yang mengerahkan harta yang banyak untuk meraih apa yang disukainya, mereka men-dahulukan kesesatan daripada petunjuk dan kekufuran daripada keimanan serta kesengsaraan daripada kebahagiaan, walaupun demikian, \ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0623\u064e\u0646  \u062a\u064e\u0636\u0650\u0644\u0651\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u0633\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064e \ufd3f   \"mereka bermaksud supaya kamu tersesat (menyimpang) dari jalan (yang benar)\" mereka itu sangat bersemangat untuk menyesatkan kalian dengan segenap kemampuan, mereka mengerahkan segala upaya dalam hal tersebut, akan tetapi ketika Allah adalah pelindung bagi hamba-hambaNya yang beriman dan penolong mereka, maka Allah menerangkan kepada mereka tentang apa yang terkandung padanya berupa kesesatan dan penyesatan."},{"id":742,"sura":4,"from_aya":45,"to_aya":45,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(45) Oleh karena itulah Allah berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0643\u064e\u0641\u064e\u0649\u0670  \u0628\u0650\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u0657\u0627 \ufd3f   \"Dan cukuplah Allah menjadi Pelindung (bagimu),\" yaitu Allah mengurus kondisi hamba-hambaNya, mengasihi mereka dalam segala urusan mereka, dan Allah memudahkan bagi mereka hal-hal yang menjadi kebahagiaan dan keberuntungan mereka, \ufd3e \u0648\u064e\u0643\u064e\u0641\u064e\u0649\u0670  \u0628\u0650\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u0657\u0627 \ufd3f   \"Dan cukup-lah Allah menjadi Penolong (bagimu)\" membela orang-orang yang beriman atas musuh-musuh mereka, Allah menjelaskan kepada mereka tentang apa yang harus mereka hindari dari musuh-musuh tersebut, kemudian Dia menolong mereka atas musuh-musuh ter-sebut, maka perlindungan Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 dalam hal itu adalah tercapai-nya kebaikan, sedang pertolonganNya adalah hilangnya keburukan."},{"id":743,"sura":4,"from_aya":46,"to_aya":46,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(46) Kemudian Allah menjelaskan tentang kesesatan dan kedurhakaan mereka, serta sikap mereka mendahulukan kebatilan daripada kebenaran dalam FirmanNya, \ufd3e \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0647\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"Yaitu orang-orang Yahudi\" di mana mereka itu adalah para ulama kesesatan dari kaum Yahudi,  \ufd3e \u064a\u064f\u062d\u064e\u0631\u0651\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e  \u0639\u064e\u0646  \u0645\u0651\u064e\u0648\u064e\u0627\u0636\u0650\u0639\u0650\u0647\u0650\u06e6 \ufd3f   \"mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya,\" dengan merubah lafazhnya atau maknanya atau merubah keduanya sekaligus. Dan di antara penyelewengan mereka adalah menempatkan sifat-sifat yang disebutkan dalam kitab-kitab mereka hanya sesuai bagi Nabi Muhammad \ufdfa pada posisi bukan itu yang dimaksudkan (menurut anggapan mereka) dan bukan pula yang dikehendaki dari ayat-ayat itu, akan tetapi yang dimaksudkan olehnya adalah selain beliau \ufdfa dan mereka menyembunyikan hal tersebut. Inilah kondisi mereka dalam ilmu yang merupakan seburuk-buruk kondisi, mereka telah memutar-balikkan hakikat yang sebenarnya, dan menempatkan kebenaran pada kebatilan lalu mengingkari kebenaran tersebut. \nAdapun kondisi mereka pada amal perbuatan dan ketun-dukan adalah, \ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e   \u0633\u064e\u0645\u0650\u0639\u06e1\u0646\u064e\u0627  \u0648\u064e\u0639\u064e\u0635\u064e\u064a\u06e1\u0646\u064e\u0627 \ufd3f   \"mereka berkata, 'Kami mendengar, tetapi kami tidak mau menurutinya',\" maksudnya, kami telah mende-ngarkan perkataanmu (wahai Muhammad) dan kami tidak menu-ruti perintahmu, inilah puncak dari kekufuran, kedurhakaan dan keluar dari ketundukan. Demikian juga, mereka berdialog dengan Nabi \ufdfa dengan seburuk-buruk dialog dan paling jauh dari tata krama yang baik, mereka berkata, \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0633\u06e1\u0645\u064e\u0639\u06e1 \u063a\u064e\u064a\u06e1\u0631\u064e \u0645\u064f\u0633\u06e1\u0645\u064e\u0639\u0656 \ufd3f   \"Dengarlah\" sedang kamu sebenarnya tidak mendengar apa-apa,\" maksud mereka adalah dengarkanlah dari kami sedang kamu tidak mendengar apa-apa yang kamu sukai, akan tetapi kamu mendengar apa yang kamu benci.\n\ufd3e \u0648\u064e\u0631\u064e\u0670\u0639\u0650\u0646\u064e\u0627 \ufd3f   \"Dan (mereka mengatakan), Ra'ina\" maksud mereka dari hal itu adalah Ru'unah, yang berarti: kebodohan yang sangat, sebagai ejekan kepada Rasulullah \ufdfa, dan mereka mengira bahwa lafazh tersebut ketika maknanya memiliki kemungkinan berbeda dari apa yang mereka maksudkan, bahwasanya lafazh itu membuat samar (tidak jelas) bagi Allah dan RasulNya, lalu mereka meman-faatkan lafazh itu di mana lisan-lisan mereka selalu mengucapkan-nya demi mencela agama dan menjatuhkan kehormatan Rasul, ke-mudian mereka mengutarakan hal tersebut secara terang-terangan di antara mereka, karena itulah Allah berfirman, \ufd3e \u0644\u064e\u064a\u0651\u064e\u06e2\u0627  \u0628\u0650\u0623\u064e\u0644\u06e1\u0633\u0650\u0646\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1   \u0648\u064e\u0637\u064e\u0639\u06e1\u0646\u0657\u0627  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650\u06da       \ufd3f \"Dengan memutar-mutar lidahnya dan mencela agama.\" Kemudian Allah memberikan petunjuk kepada mereka menuju perkara yang mengandung kebaikan buat mereka daripada hal tersebut dengan berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u06e1  \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0633\u064e\u0645\u0650\u0639\u06e1\u0646\u064e\u0627  \u0648\u064e\u0623\u064e\u0637\u064e\u0639\u06e1\u0646\u064e\u0627  \u0648\u064e\u0671\u0633\u06e1\u0645\u064e\u0639\u06e1  \u0648\u064e\u0671\u0646\u0638\u064f\u0631\u06e1\u0646\u064e\u0627   \u0644\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e  \u062e\u064e\u064a\u06e1\u0631\u0657\u0627  \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u06e1\u0648\u064e\u0645\u064e \ufd3f \"Sekiranya mereka mengatakan, 'Kami mendengar dan menurut, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami', tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat,\" hal itu karena apa yang dikandung oleh perkataan tersebut berupa dialog yang baik dan tata krama yang patut dalam berdialog dengan Rasulullah \ufdfa dan termasuk dalam ketaatan kepada Allah, tunduk akan perintahNya, serta kesopanan yang baik dari mereka saat menuntut ilmu di mana mereka mengutarakan pertanyaan mereka dengan cara yang baik dan memperhatikan sikap mereka, inilah yang sepatutnya mereka tempuh, akan tetapi ketika tabiat dan karakter mereka tidaklah bersih, akhirnya mereka berpaling dari hal tersebut lalu Allah mengusir mereka akibat dari kekufuran dan kedurhakaan mereka, oleh karena itu Allah berfirman,\ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646  \u0644\u0651\u064e\u0639\u064e\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0628\u0650\u0643\u064f\u0641\u06e1\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1  \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627  \u064a\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e   \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627  \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u0657\u0627 \ufd3f   \"Akan tetapi Allah mengutuk mereka, karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali iman yang sangat tipis.\" "},{"id":744,"sura":4,"from_aya":47,"to_aya":47,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Hai orang-orang yang telah diberi al-Kitab, berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan (al-Qur`an) yang membenarkan Kitab yang ada pada kamu sebelum Kami mengubah muka(mu), lalu Kami putarkan ke belakang atau Kami kutuk me-reka sebagaimana Kami telah mengutuk orang-orang (yang berbuat maksiat) pada Hari Sabtu. Dan ketetapan Allah pasti berlaku.\" (An-Nisa`: 47)."},{"id":745,"sura":4,"from_aya":47,"to_aya":47,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(47) Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memerintahkan Ahli Kitab dari kaum Yahudi dan Nasrani untuk beriman kepada Rasul Muhammad \ufdfa dan apa yang telah Allah turunkan kepadanya berupa al-Qur`an yang agung yang mencakup (isi) kitab-kitab selainnya dari kitab-kitab sebelumnya yang telah ia benarkan, sesungguhnya kitab-kitab itu telah mengabarkan tentang al-Qur`an, dan ketika terjadi apa yang dikabarkan, maka ia menjadi bukti akan kabar tersebut, dan se-sungguhnya bila mereka tidak beriman kepada al-Qur`an ini, maka sebenarnya mereka pun tidaklah beriman kepada kitab-kitab yang ada di tangan mereka, karena kitab-kitab Allah sebagiannya mem-benarkan sebagian yang lain, dan sebagiannya berkesesuaian dengan sebagian yang lain, maka pengakuan beriman kepada sebagiannya tanpa mengimani sebagian yang lain adalah sebuah pengakuan yang batil yang tidak mungkin dapat dipercaya.\nDan dalam FirmanNya, \ufd3e \u0621\u064e\u0627\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627   \u0646\u064e\u0632\u0651\u064e\u0644\u06e1\u0646\u064e\u0627     \u0645\u064f\u0635\u064e\u062f\u0651\u0650\u0642\u0657\u0627  \u0644\u0651\u0650\u0645\u064e\u0627  \u0645\u064e\u0639\u064e\u0643\u064f\u0645 \ufd3f   \"Berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan (al-Qur`an) yang membe-narkan Kitab yang ada pada kamu.\" Ini adalah sebuah anjuran untuk mereka, dan bahwa yang sepatutnya mereka lakukan adalah bersegera beriman sebelum kaum lain selain mereka, dikarenakan Allah telah menganugerahkan nikmat kepada mereka berupa ilmu dan kitab yang mengharuskan apa yang wajib atas mereka adalah lebih besar daripada selain mereka, karena itulah Allah mengancam mereka bila tidak beriman dalam FirmanNya,  \ufd3e \u0645\u0651\u0650\u0646  \u0642\u064e\u0628\u06e1\u0644\u0650  \u0623\u064e\u0646  \u0646\u0651\u064e\u0637\u06e1\u0645\u0650\u0633\u064e  \u0648\u064f\u062c\u064f\u0648\u0647\u0657\u0627  \u0641\u064e\u0646\u064e\u0631\u064f\u062f\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627   \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670\u0653  \u0623\u064e\u062f\u06e1\u0628\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u064e\u0627\u0653 \ufd3f \"Sebelum Kami mengubah muka(mu), lalu Kami putarkan ke belakang,\" ini merupakan balasan terhadap apa yang sesuai dengan jenis amalan mereka, sebagaimana mereka meninggalkan kebenaran dan lebih mendahulukan kebatilan, mereka memutar-balikkan hakikat yang sebenarnya hingga mereka menjadikan yang batil menjadi benar dan yang benar menjadi batil, akhirnya mereka diberikan balasan sesuai dengan apa yang telah mereka perbuat yaitu dengan merubah wajah-wajah mereka sebagaimana mereka merubah kebenaran, dan memutarnya ke belakang pung-gung mereka yaitu menjadikan wajah mereka berada pada tengkuk mereka, dan hal ini merupakan suatu hal yang paling jelek. \ufd3e \u0623\u064e\u0648\u06e1  \u0646\u064e\u0644\u06e1\u0639\u064e\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u0653  \u0623\u064e\u0635\u06e1\u062d\u064e\u0670\u0628\u064e  \u0671\u0644\u0633\u0651\u064e\u0628\u06e1\u062a\u0650\u06da   \ufd3f   \"Atau Kami kutuk mereka sebagaimana Kami telah mengutuk orang-orang (yang berbuat maksiat) pada hari Sabtu,\" yaitu dengan mengusir mereka dari rahmat Allah dan menghukum mereka dengan cara menjadikan mereka kera-kera, sebagaimana yang dilakukan juga kepada saudara-saudara mereka yang telah melampaui batas pada hari Sabtu, maka Kami berfirman kepada mereka, jadilah kalian kera-kera yang terhina. \ufd3e \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e  \u0623\u064e\u0645\u06e1\u0631\u064f    \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0645\u064e\u0641\u06e1\u0639\u064f\u0648\u0644\u064b\u0627 \ufd3f   \"Dan ketetapan Allah pasti berlaku\" seperti FirmanNya, \n\ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0653    \u0623\u064e\u0645\u06e1\u0631\u064f\u0647\u064f\u06e5\u0653  \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627\u0653     \u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u062f\u064e \u0634\u064e\u064a\u06e1\u0640\u0654\u064b\u0627     \u0623\u064e\u0646  \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064e  \u0644\u064e\u0647\u064f\u06e5  \u0643\u064f\u0646  \u0641\u064e\u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f 82 \ufd3f   \n\"Sesungguhnya keadaanNya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, 'Jadilah!' maka terjadilah ia.\" (Yasin: 82). "},{"id":746,"sura":4,"from_aya":48,"to_aya":48,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendakiNya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.\" (An-Nisa`: 48)."},{"id":747,"sura":4,"from_aya":48,"to_aya":48,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(48) Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 mengabarkan bahwasanya Dia tidak akan mengampuni seseorang yang menyekutukanNya dengan sesuatu pun dari para makhluk dan Dia mengampuni dosa-dosa selain dari syirik, baik dosa yang kecil maupun yang besar. Yang demi-kian itu adalah menurut kehendakNya dalam mengampuninya, yaitu bila hikmahNya telah menentukan untuk mengampuninya. Adapun dosa-dosa selain syirik, sesungguhnya Allah telah menjadi-kan baginya banyak sekali sebab-sebab pengampunannya, seperti kebaikan-kebaikan yang menggugurkan dosa, musibah-musibah yang menghapus dosa di dunia, alam barzakh dan di Hari Kiamat, atau seperti doa sebagian kaum Mukminin untuk sebagian yang lain, atau dengan syafa'atnya orang-orang yang memberi syafa'at, dan yang lebih dari semua itu adalah rahmat Allah, di mana yang paling berhak mendapatkannya adalah para ahli iman dan tauhid. Berbeda halnya dengan kesyirikan, sesungguhnya seorang musyrik telah menutup pintu-pintu ampunan bagi dirinya sendiri, dan juga telah mengunci rapat pintu-pintu rahmat, sehingga tidak akan berguna bagi mereka segala ketaatan selain dari ketauhidan, dan musibah-musibah tidak bermanfaat sama sekali baginya, \n\ufd3e \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627  \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627  \u0645\u0650\u0646  \u0634\u064e\u0670\u0641\u0650\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e  100  \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627     \u0635\u064e\u062f\u0650\u064a\u0642\u064d  \u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u0645\u0656   101 \ufd3f   \n\"Maka kami tidak mempunyai pemberi syafa'at seorang pun, dan tidak pula mempunyai teman yang akrab.\" (Asy-Syu'ara`: 100-101). \nOleh karena itulah Allah berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646  \u064a\u064f\u0634\u06e1\u0631\u0650\u0643\u06e1  \u0628\u0650\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0650  \u0671\u0641\u06e1\u062a\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670\u0653  \u0625\u0650\u062b\u06e1\u0645\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627 \ufd3f   \"Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah ber-buat dosa yang besar,\" maksudnya, ia telah berbuat kejahatan yang besar, dan kezhaliman apa lagi yang paling besar dari orang yang menyamakan antara seorang makhluk yang berasal dari tanah, yang memiliki kekurangan dari segala aspeknya, di mana dirinya sendiri sangat fakir dari segala sisi, yang tidak memiliki apa pun bagi dirinya apalagi untuk orang yang menyembahnya, di mana dia tidak mampu mendatangkan manfaat, bahaya, dan tidak pula mampu mematikan, menghidupkan, apalagi membangkitkan, dengan sang Pencipta segala sesuatu, yang Mahasempurna dari segala aspeknya, di mana DiriNya Mahakaya dan tidak butuh ke-pada seluruh makhluk, yang pada TanganNya ada manfaat, bahaya, pemberian maupun peniadaan, dan yang tiada suatu nikmat pun yang dirasakan oleh seluruh makhluk kecuali dariNya \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649. Maka adakah suatu hal yang lebih besar dari kezhaliman itu? Oleh karena itu Allah menetapkan bahwa pelakunya abadi dalam siksa neraka dan diharamkan mendapatkan pahala,\n\ufd3e  \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u06e5    \u0645\u064e\u0646  \u064a\u064f\u0634\u06e1\u0631\u0650\u0643\u06e1  \u0628\u0650\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u06e1  \u062d\u064e\u0631\u0651\u064e\u0645\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650   \u0671\u0644\u06e1\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064e  \u0648\u064e\u0645\u064e\u0623\u06e1\u0648\u064e\u0649\u0670\u0647\u064f  \u0671\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u064f\u06d6     \ufd3f \n\"Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka.\" (Al-Ma`idah: 72).\nAyat yang mulia ini berlaku bagi selain orang yang bertaubat, adapun orang yang bertaubat, maka akan diampuni baginya, baik dosa syirik ataupun dosa selainnya, sebagaimana Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfir-man, \n \ufd3e \u0642\u064f\u0644\u06e1  \u064a\u064e\u0670\u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a\u064e  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0623\u064e\u0633\u06e1\u0631\u064e\u0641\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670\u0653  \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1  \u0644\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0642\u06e1\u0646\u064e\u0637\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0645\u0650\u0646    \u0631\u0651\u064e\u062d\u06e1\u0645\u064e\u0629\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650\u06da       \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u064a\u064e\u063a\u06e1\u0641\u0650\u0631\u064f     \u0671\u0644\u0630\u0651\u064f\u0646\u064f\u0648\u0628\u064e       \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627\u06da \ufd3f\n\"Katakanlah, 'Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Se-sungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya'.\" (Az-Zumar: 53), yaitu bagi orang yang bertaubat dan kembali kepadaNya. "},{"id":748,"sura":4,"from_aya":49,"to_aya":50,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mengang-gap dirinya bersih? Sebenarnya Allah membersihkan siapa yang dikehendakiNya dan mereka tidak dianiaya sedikit pun. Perhati-kanlah, betapakah mereka mengada-adakan dusta terhadap Allah? Dan cukuplah perbuatan itu menjadi dosa yang nyata (bagi me-reka).\" (An-Nisa`: 49-50)."},{"id":749,"sura":4,"from_aya":49,"to_aya":49,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(49) Ini merupakan keheranan dari Allah kepada hamba-hambaNya dan suatu celaan bagi orang-orang yang menyucikan diri mereka dari kaum Yahudi dan Nasrani serta orang-orang yang sejalan dengan mereka, yaitu setiap orang yang menyucikan dirinya sendiri dengan suatu perkara yang tidak ada padanya, yang demikian itu bahwa Yahudi dan Nasrani berkata, \n\ufd3e  \u0646\u064e\u062d\u06e1\u0646\u064f  \u0623\u064e\u0628\u06e1\u0646\u064e\u0670\u0653\u0624\u064f\u0627\u0652  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0648\u064e\u0623\u064e\u062d\u0650\u0628\u0651\u064e\u0670\u0653\u0624\u064f\u0647\u064f\u06e5\u06da   \ufd3f \n\"Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasihNya.\" (Al-Ma`idah: 18). \nMereka juga berkata, \n\ufd3e \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0644\u064e\u0646  \u064a\u064e\u062f\u06e1\u062e\u064f\u0644\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064e  \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627  \u0645\u064e\u0646  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e      \u0647\u064f\u0648\u062f\u064b\u0627  \u0623\u064e\u0648\u06e1  \u0646\u064e\u0635\u064e\u0670\u0631\u064e\u0649\u0670\u06d7       \ufd3f\n\"Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata, 'Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani'.\" (Al-Baqarah: 111). \nIni merupakan pengakuan kosong belaka yang tidak memiliki landasan apa pun, dan yang ada landasannya adalah apa yang telah Allah tegaskan dalam al-Qur`an dalam FirmanNya, \n\ufd3e \u0628\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670\u06da     \u0645\u064e\u0646\u06e1  \u0623\u064e\u0633\u06e1\u0644\u064e\u0645\u064e \u0648\u064e\u062c\u06e1\u0647\u064e\u0647\u064f\u06e5     \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0645\u064f\u062d\u06e1\u0633\u0650\u0646\u065e       \u0641\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u06e5\u0653 \u0623\u064e\u062c\u06e1\u0631\u064f\u0647\u064f\u06e5 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u06e6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0648\u06e1\u0641\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u0645\u06e1     \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u0647\u064f\u0645\u06e1  \u064a\u064e\u062d\u06e1\u0632\u064e\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e 112 \ufd3f   \n\"(Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Rabbnya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.\" (Al-Baqarah: 112). \nMereka itulah orang-orang yang Allah sucikan, oleh karena itulah Allah berfirman dalam ayat ini,  \ufd3e \u0628\u064e\u0644\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u064a\u064f\u0632\u064e\u0643\u0651\u0650\u064a \u0645\u064e\u0646     \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0653\u0621\u064f \ufd3f   \"Sebenarnya Allah membersihkan siapa yang dikehendakiNya\" yaitu dengan iman dan amal shalih, dengan berlepas diri dari akhlak yang tercela dan menghiasi diri dengan akhlak yang luhur. Adapun mereka itu walaupun telah menyucikan diri atas dasar sangkaan mereka bahwa mereka berada pada suatu (derajat) dan bahwa pahala itu hanya milik mereka sendiri, maka sesungguhnya mereka hanya-lah para pendusta, dan mereka tidak mendapatkan bagian sedikit pun dari pahala orang-orang yang suci, hal itu disebabkan oleh kezhaliman dan kekufuran mereka, dan bukannya kezhaliman dari Allah terhadap mereka, oleh karena itu Allah berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627   \u064a\u064f\u0638\u06e1\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0641\u064e\u062a\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \ufd3f   \"Dan mereka tidak dianiaya sedikit pun,\" hal ini untuk menegas-kan keumuman (suatu perkara), artinya, mereka sedikit pun tidak dizhalimi, meski hanya seukuran biji yang ada pada belahan atom atau sesuatu yang dibuang dari kotoran tangan dan selainnya."},{"id":750,"sura":4,"from_aya":50,"to_aya":50,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(50) Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \ufd3e \u0671\u0646\u0638\u064f\u0631\u06e1  \u0643\u064e\u064a\u06e1\u0641\u064e \u064a\u064e\u0641\u06e1\u062a\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e     \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u0643\u064e\u0630\u0650\u0628\u064e\u06d6         \ufd3f \"Perhatikan-lah, betapakah mereka mengada-adakan dusta terhadap Allah?\" yaitu dengan cara menyucikan diri mereka sendiri, karena hal itu meru-pakan pendustaan yang paling besar atas Allah, karena muatan dari penyucian diri mereka itu adalah sebuah kabar bahwa Allah telah menjadikan apa yang mereka lakukan saat itu adalah benar dan apa yang dilakukan kaum Mukminin adalah batil, ini adalah pendustaan yang paling besar dan sebuah pemutarbalikan kenya-taan dan hakikat dengan cara membuat yang haq menjadi batil, dan batil menjadi haq, karena itulah Allah berfirman,   \ufd3e \u0648\u064e\u0643\u064e\u0641\u064e\u0649\u0670  \u0628\u0650\u0647\u0650\u06e6\u0653    \u0625\u0650\u062b\u06e1\u0645\u0657\u0627  \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064b\u0627 \ufd3f   \"Dan cukuplah perbuatan itu menjadi dosa yang nyata (bagi mereka),\" maksudnya, sangat nampak dan jelas (bahwa perbuatan itu) meng-akibatkan hukuman yang keras dan siksa yang pedih. "},{"id":751,"sura":4,"from_aya":51,"to_aya":57,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang di-beri bagian dari al-Kitab? Mereka percaya kepada jibt dan thaghut, dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Makkah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman. Mereka itulah orang yang dikutuk Allah. Barangsiapa yang dikutuk Allah, niscaya kamu sekali-kali tidak akan mem-peroleh penolong baginya. Ataukah ada bagi mereka bagian dari kerajaan (kekuasaan)? Kendati pun ada, mereka tidak akan mem-berikan sedikit pun (kebajikan) kepada manusia. Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya? Sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah mem-berikan kepadanya kerajaan yang besar. Maka di antara mereka (orang-orang yang dengki itu), ada orang-orang yang beriman kepadanya, dan di antara mereka ada orang-orang yang mengha-langi (manusia) dari beriman kepadanya. Dan cukuplah (bagi mereka) Jahanam yang apinya menyala-nyala. Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang shalih, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; di dalamnya mereka mempu-nyai istri-istri yang suci, dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman.\" (An-Nisa`: 51-57)."},{"id":752,"sura":4,"from_aya":51,"to_aya":51,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(51) Ini adalah di antara keburukan-keburukan orang-orang Yahudi dan kedengkian mereka terhadap Nabi \ufdfa dan kaum Mukminin, bahwa akhlak mereka yang tercela dan kebiasaan atau tabiat mereka yang kotor membawa mereka kepada tindakan meninggalkan iman kepada Allah dan RasulNya kemudian meng-gantikannya dengan iman kepada jibt dan thaghut, artinya beriman kepada segala peribadatan (yang ditujukan) kepada selain Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 atau berhukum dengan selain syariat Allah, dan termasuk dalam hal itu adalah sihir, perdukunan, dan peribadahan kepada selain Allah dan taat kepada setan, semua itu termasuk di antara jibt dan thaghut. Demikian juga, kekufuran dan kedengkian telah membawa mereka kepada pengutamaan jalan orang-orang yang kafir terhadap Allah, dan para penyembah berhala daripada jalan kaum Muk-minin, Allah berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e   \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"Dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Makkah)\" yaitu karena mereka menjadi-kannya sebagai suatu jalan untuk menjilat dan mencari muka serta benci terhadap keimanan,   \ufd3e \u0647\u064e\u0670\u0653\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0653\u0621\u0650  \u0623\u064e\u0647\u06e1\u062f\u064e\u0649\u0670  \u0645\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627  \ufd3f \"Bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman.\" Betapa jelek-nya mereka, betapa kerasnya kedurhakaan mereka, dan betapa kerdilnya akal pikiran mereka! Bagaimana bisa mereka menempuh jalan yang berbahaya dan jurang yang menjerumuskan?! Apakah mereka mengira bahwa hal ini tersamar (tidak diketahui) oleh orang-orang yang berakal atau akan masuk ke dalam akal orang-orang yang bodoh?! \nApakah sebuah agama yang dibangun di atas ajaran penyem-bahan terhadap berhala dan patung-patung, terus-menerus dalam mengharamkan hal-hal yang baik, membolehkan hal-hal yang kotor, dan menghalalkan jumlah yang banyak dari hal-hal yang diharamkan, kezhaliman di antara makhluk serta penyamaan antara Pencipta dan para makhluk yang diciptakan, kufur kepada Allah, Rasul-rasulNya dan kitab-kitabNya, lebih utama daripada sebuah agama yang tegak di atas ajaran peribadahan kepada Yang Maha Penyayang, keikhlasan kepadaNya dalam (amal perbuatan yang dilakukan) ketika sendirian maupun di tengah-tengah kha-layak, pengingkaran terhadap segala sembahan selainNya berupa patung-patung, tandingan-tandingan dan para pendusta, dan di atas ajaran menyambung silaturahim, berbuat baik kepada seluruh makhluk hingga kepada binatang sekalipun, menegakkan keadilan di antara manusia, mengharamkan segala yang buruk dan mengan-dung kezhaliman serta jujur dalam setiap perkataan dan perbuatan! Tidakkah apa yang mereka perbuat tersebut melainkan karena ke-bingungan?! Dan orang yang berkata seperti itu merupakan orang yang paling bodoh dan paling lemah akalnya, atau merupakan orang yang paling keras kedurhakaan, pembangkangan, dan peno-lakannya terhadap kebenaran, dan inilah yang terjadi."},{"id":753,"sura":4,"from_aya":52,"to_aya":52,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(52) Oleh karena itulah Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman tentang mereka, \ufd3e \u0623\u064f\u0648\u0652\u0644\u064e\u0670\u0653\u0626\u0650\u0643\u064e  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0644\u064e\u0639\u064e\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u06d6       \ufd3f \"Mereka itulah orang yang dikutuk Allah\" yaitu Allah mengusir mereka dari rahmatNya dan menempatkan mereka pada kemurkaanNya. \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646  \u064a\u064e\u0644\u06e1\u0639\u064e\u0646\u0650     \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0641\u064e\u0644\u064e\u0646  \u062a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064e  \u0644\u064e\u0647\u064f\u06e5  \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627  \ufd3f \"Barangsiapa yang dikutuk Allah, niscaya kamu sekali-kali tidak akan memperoleh penolong baginya,\" maksudnya, yang melindunginya dan mengurus kemaslahatan-nya, serta menjaganya dari hal-hal yang dibenci, dan inilah puncak dari keterhinaan."},{"id":754,"sura":4,"from_aya":53,"to_aya":53,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(53) \ufd3e \u0623\u064e\u0645\u06e1  \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0628\u065e  \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0644\u06e1\u0643\u0650 \ufd3f   \"Ataukah ada bagi mereka bagian dari kerajaan (kekuasaan)?\" Maksudnya, mereka mengutamakan orang-orang yang mereka kehendaki (yaitu orang-orang musyrik Makkah) daripada orang-orang yang mereka kehendaki (yaitu orang-orang Mukmin) hanya bersandar kepada hawa nafsu mereka, lalu men-jadikan mereka sekutu bagi Allah dalam mengurus kerajaan dan kekuasaan, seandainya mereka seperti itu halnya, niscaya mereka akan berlaku kikir dan sangat bakhil. Oleh karena itu Allah ber-firman, \ufd3e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u0657\u0627 \ufd3f   \"Kendatipun ada\" yaitu seandainya mereka memiliki bagian dalam perkara kekuasaan itu, \ufd3e \u0644\u0651\u064e\u0627  \u064a\u064f\u0624\u06e1\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u0646\u064e\u0642\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \ufd3f   \"mereka tidak akan memberikan sedikit pun (kebajikan) kepada manusia,\" maksudnya (mereka tidak akan memberikan) sesuatu pun walaupun sedikit. Ini merupakan penyifatan bagi mereka dengan kebakhilan yang sangat, padahal itu dalam suatu perkiraan adanya kekuasaan mereka sebagai sekutu bagi Allah dalam kerajaanNya, kalimat ini diungkapkan dalam bentuk pertanyaan yang sudah jelas jawaban-nya, yaitu sesuatu yang pasti diingkari oleh setiap orang."},{"id":755,"sura":4,"from_aya":54,"to_aya":54,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(54) \ufd3e \u0623\u064e\u0645\u06e1   \u064a\u064e\u062d\u06e1\u0633\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e   \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670  \u0645\u064e\u0627\u0653  \u0621\u064e\u0627\u062a\u064e\u0649\u0670\u0647\u064f\u0645\u064f  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0645\u0650\u0646  \u0641\u064e\u0636\u06e1\u0644\u0650\u0647\u0650\u06e6\u06d6   \ufd3f   \"Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang telah Allah berikan kepadanya?\" Maksudnya, apakah pendorong bagi perkataan mereka itu adalah posisi mereka sebagai sekutu bagi Allah lalu mereka mendahulukan orang-orang yang mereka kehendaki?! Ataukah pendorong bagi mereka dalam hal itu adalah kedengkian terhadap Rasulullah \ufdfa dan kaum Mukminin atas apa yang telah Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya? Dan yang demikian itu bukanlah suatu hal yang asing dan aneh lagi atas karunia dari Allah, \ufd3e \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u06e1 \u0621\u064e\u0627\u062a\u064e\u064a\u06e1\u0646\u064e\u0627\u0653 \u0621\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0628\u06e1\u0631\u064e\u0670\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u0671\u0644\u06e1\u0643\u0650\u062a\u064e\u0670\u0628\u064e \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u062d\u0650\u0643\u06e1\u0645\u064e\u0629\u064e     \u0648\u064e\u0621\u064e\u0627\u062a\u064e\u064a\u06e1\u0646\u064e\u0670\u0647\u064f\u0645  \u0645\u0651\u064f\u0644\u06e1\u0643\u064b\u0627  \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u0657\u0627 \ufd3f   \"sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar,\" yaitu karunia yang telah Allah berikan kepada Ibrahim dan anak cucunya berupa kenabian dan kitab serta kerajaan yang diberikan kepada seorang nabi dari nabi-nabiNya seperti Dawud dan Sulaiman \u0639\u0644\u064a\u0647\u0645\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645, dan pemberian nikmat olehNya masih terus berlangsung atas hamba-hambaNya yang beriman, lalu bagaimana mungkin mereka meng-ingkari pemberian nikmat olehNya berupa kenabian dan pembe-laan serta kerajaan bagi Muhammad \ufdfa sebagai makhluk yang paling utama, paling mulia, dan paling mengetahui tentang Allah dan paling takut kepadaNya?!"},{"id":756,"sura":4,"from_aya":55,"to_aya":55,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(55) \ufd3e \u0641\u064e\u0645\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064f\u0645  \u0645\u0651\u064e\u0646\u06e1  \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u064e  \u0628\u0650\u0647\u0650\u06e6 \ufd3f   \"Maka di antara mereka (orang-orang yang dengki itu), ada orang-orang yang beriman kepadanya\" yaitu kepada Muhammad \ufdfa, sehingga dengan hal itu ia mendapatkan kebaha-giaan dunia dan kemenangan di akhirat, \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064f\u0645  \u0645\u0651\u064e\u0646  \u0635\u064e\u062f\u0651\u064e  \u0639\u064e\u0646\u06e1\u0647\u064f\u06da \ufd3f   \"dan di antara mereka ada orang-orang yang menghalangi (manusia) dari beriman kepadanya\" sebagai suatu kedurhakaan, kezhaliman, dan kedeng-kian, sehingga mereka memperoleh kesengsaraan dunia dan mu-sibah-musibahnya yang merupakan bagian dari efek kemaksiatan mereka, \ufd3e \u0648\u064e\u0643\u064e\u0641\u064e\u0649\u0670  \u0628\u0650\u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e  \u0633\u064e\u0639\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \ufd3f   \"Dan cukuplah (bagi mereka) Jahanam yang menyala-nyala apinya\" yang dinyalakan untuk orang-orang yang kufur kepada Allah, mengingkari kenabian para nabi-nabiNya dari kaum Yahudi dan Nasrani serta selain mereka dari berbagai macam orang-orang kafir lainnya."},{"id":757,"sura":4,"from_aya":56,"to_aya":56,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(56) Oleh karena itulah Allah berfirman, \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e     \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0628\u0650\u0640\u0654\u064e\u0627\u064a\u064e\u0670\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627   \u0633\u064e\u0648\u06e1\u0641\u064e  \u0646\u064f\u0635\u06e1\u0644\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u06e1  \u0646\u064e\u0627\u0631\u0657\u0627 \ufd3f   \"Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka\" yaitu sangat besar menyalanya dan sangat keras panasnya, \ufd3e \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627   \u0646\u064e\u0636\u0650\u062c\u064e\u062a\u06e1   \u062c\u064f\u0644\u064f\u0648\u062f\u064f\u0647\u064f\u0645 \ufd3f   \"setiap kali kulit mereka hangus\" yaitu terbakar, \ufd3e \u0628\u064e\u062f\u0651\u064e\u0644\u06e1\u0646\u064e\u0670\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u062c\u064f\u0644\u064f\u0648\u062f\u064b\u0627  \u063a\u064e\u064a\u06e1\u0631\u064e\u0647\u064e\u0627  \u0644\u0650\u064a\u064e\u0630\u064f\u0648\u0642\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u06e1\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e\u06d7       \ufd3f \"Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab\" yaitu agar siksaan itu sampai kepada mereka dengan sebenar-be-narnya, dan sebagaimana berulangnya kekufuran dan kedurhakaan mereka yang akhirnya menjadi karakter dan sifat abadi bagi me-reka, Allah juga mengulang-ulang siksaanNya bagi mereka sebagai suatu balasan yang setimpal, oleh karena itu Allah berfirman, \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e   \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064b\u0627 \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u0657\u0627 \ufd3f   \"Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana\" yaitu milikNya kemuliaan yang agung dan hikmah pada pencipta-an, perintah, pahala, dan siksaanNya."},{"id":758,"sura":4,"from_aya":57,"to_aya":57,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(57) \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"Dan orang-orang yang beriman\" yaitu ke-pada Allah dan perkara apa pun yang wajib diimani, \ufd3e \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0671\u0644\u0635\u0651\u064e\u0670\u0644\u0650\u062d\u064e\u0670\u062a\u0650 \ufd3f   \"dan mengerjakan amal-amal yang shalih,\" baik yang wajib maupun yang sunnah, \ufd3e \u0633\u064e\u0646\u064f\u062f\u06e1\u062e\u0650\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0670\u062a\u0656  \u062a\u064e\u062c\u06e1\u0631\u0650\u064a  \u0645\u0650\u0646  \u062a\u064e\u062d\u06e1\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0646\u06e1\u0647\u064e\u0670\u0631\u064f    \u062e\u064e\u0670\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627\u0653  \u0623\u064e\u0628\u064e\u062f\u0657\u0627\u06d6         \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627\u0653  \u0623\u064e\u0632\u06e1\u0648\u064e\u0670\u062c\u065e  \u0645\u0651\u064f\u0637\u064e\u0647\u0651\u064e\u0631\u064e\u0629\u065e\u06d6       \ufd3f \"kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; mereka di dalamnya mempunyai istri-istri yang suci\" yaitu dari akhlak yang tercela dan budi pekerti yang hina dan juga dari apa yang dialami oleh wanita dunia dari setiap kotoran dan kekurangan,   \ufd3e \u0648\u064e\u0646\u064f\u062f\u06e1\u062e\u0650\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0638\u0650\u0644\u0651\u0657\u0627  \u0638\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \ufd3f   \"dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman.\" "},{"id":759,"sura":4,"from_aya":58,"to_aya":59,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul(Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (al-Qur`an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan Hari Kemudian. Yang de-mikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.\" (An-Nisa`: 58-59)."},{"id":760,"sura":4,"from_aya":58,"to_aya":58,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(58) Amanah itu adalah setiap hal yang dipercayakan ke-pada seseorang dan ia diperintahkan untuk menunaikannya, Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memerintahkan hamba-hambaNya agar menunaikan amanah, maksudnya secara sempurna dan penuh, tidak dikurangi, dicurangi, dan tidak pula diulur-ulur, dan termasuk dalam amanah di sini adalah amanah kekuasaan, harta, rahasia-rahasia, dan perintah-perintah yang tidak diketahui kecuali oleh Allah semata. Sesung-guhnya para ahli fikih telah menyebutkan bahwa barangsiapa yang diserahkan kepadanya suatu amanah, maka ia wajib menjaga amanah tersebut dalam suatu tempat yang patut, mereka berkata, \"Karena sesungguhnya tidaklah mungkin dapat ditunaikan kecuali dengan menjaganya, maka wajiblah hal itu dilakukan.\" Dan Firman Allah, \ufd3e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670\u0653   \u0623\u064e\u0647\u06e1\u0644\u0650\u0647\u064e\u0627 \ufd3f   \"Kepada yang berhak menerimanya,\" sebuah dalil bahwa tidaklah diserahkan dan ditunaikan kepada selain orang yang berhak menerimanya, dan wakil orang tersebut adalah dalam posisinya, sehingga apabila ia menyerahkannya kepada selain orang yang berhak menerimanya, maka ia tidaklah dikatakan telah menunaikannya.\n\ufd3e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627  \u062d\u064e\u0643\u064e\u0645\u06e1\u062a\u064f\u0645  \u0628\u064e\u064a\u06e1\u0646\u064e   \u0671\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650  \u0623\u064e\u0646  \u062a\u064e\u062d\u06e1\u0643\u064f\u0645\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0628\u0650\u0671\u0644\u06e1\u0639\u064e\u062f\u06e1\u0644\u0650\u06da       \ufd3f \"Dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil,\" hal ini mencakup hukum di antara mereka dalam perkara darah, harta, maupun kehormatan, baik sedikit maupun banyak, terhadap yang dekat maupun yang jauh, seorang yang baik mau-pun yang jahat, seorang teman maupun musuh. Maksud dari adil di sini adalah yang diperintahkan oleh Allah untuk berhukum dengannya yaitu apa yang disyariatkan oleh Allah melalui lisan RasulNya berupa ketentuan-ketentuan dan hukum-hukum. Hal ini menuntut untuk mengetahui keadilan agar dapat menetapkan hukum dengannya, dan ketika perintah-perintah tersebut adalah suatu yang baik dan adil, Allah berfirman, \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e    \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0646\u0650\u0639\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627  \u064a\u064e\u0639\u0650\u0638\u064f\u0643\u064f\u0645   \u0628\u0650\u0647\u0650\u06e6\u0653\u06d7       \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e    \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e           \u0633\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064e\u06e2\u0627   \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u0657\u0627  \ufd3f \"Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat,\" ini merupakan pujian dari Allah bagi perintah-perintahNya dan larangan-laranganNya, karena mencakup kemaslahatan dunia dan akhirat dan menolak kemudharatan pada keduanya, karena sesung-guhnya Dzat yang mensyariatkannya adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat, yang tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagiNya dan Dia mengetahui kemaslahatan hamba, yang mereka sendiri tidak mengetahuinya."},{"id":761,"sura":4,"from_aya":59,"to_aya":59,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(59) Kemudian Allah memerintahkan untuk taat kepadaNya dan taat kepada RasulNya, yaitu dengan melaksanakan perintah keduanya yang wajib dan yang sunnah, serta menjauhi larangan keduanya. Allah juga memerintahkan untuk taat kepada para pemimpin, mereka itu adalah orang-orang yang memegang ke-kuasaan atas manusia, yaitu para penguasa, para hakim, dan para ahli fatwa (mufti), sesungguhnya tidaklah akan berjalan baik urusan agama dan dunia manusia kecuali dengan taat dan tunduk kepada mereka, sebagai suatu tindakan ketaatan kepada Allah dan meng-harap apa yang ada di sisiNya, akan tetapi dengan syarat bila mereka tidak memerintahkan kepada kemaksiatan kepada Allah, dan bila mereka memerintahkan kepada kemaksiatan kepada Allah, maka tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam kemaksiatan kepada Allah. Dan bisa jadi inilah rahasia dari dihilangkannya kata kerja \"taat\" pada perintah taat kepada mereka dan penyebutannya bersama dengan taat kepada Rasul, karena sesungguhnya Rasul tidaklah memerintahkan kecuali ketaatan kepada Allah, dan ba-rangsiapa yang taat kepadanya, sesungguhnya ia telah taat kepada Allah, adapun para pemimpin, maka syarat taat kepada mereka adalah bahwa apa yang diperintahkan bukanlah suatu kemaksiatan.\nKemudian Allah memerintahkan agar mengembalikan segala perkara yang diperselisihkan oleh manusia dari perkara-perkara yang merupakan dasar-dasar agama ataupun cabang-cabangnya kepada Allah dan RasulNya, maksudnya kepada kitabullah dan sunnah RasulNya, karena pada kedua hal itu ada keputusan yang adil bagi seluruh masalah yang diperselisihkan, yaitu dengan pengungkapannya secara jelas oleh keduanya atau secara umum atau isyarat atau peringatan atau pemahaman atau keumuman makna yang dapat diqiyaskan dengannya segala hal yang sejenis dengan keumuman makna tersebut, karena sesungguhnya di atas Kitabullah dan Sunnah RasulNya agama tegak berdiri, dan tidak-lah akan lurus iman seseorang kecuali dengan mengimani kedua-nya, maka mengembalikan perkara kepada keduanya adalah syarat keimanan, karena itulah Allah berfirman, \ufd3e \u0625\u0650\u0646  \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u06e1      \u062a\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0628\u0650\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u064a\u064e\u0648\u06e1\u0645\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u0653\u062e\u0650\u0631\u0650\u06da       \ufd3f \"Jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan Hari Kemudian\" hal ini menunjukkan bahwa barangsiapa yang tidak mengembalikan perkara-perkara yang diperselisihkan kepada keduanya, maka ia bukanlah seorang Mukmin yang hakiki, akan tetapi ia adalah seorang yang percaya kepada thaghut sebagaimana yang Allah sebutkan dalam ayat selanjutnya, \ufd3e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \ufd3f   \"Yang demikian itu\" yaitu mengembalikan kepada Allah dan RasulNya, \ufd3e \u062e\u064e\u064a\u06e1\u0631\u065e  \u0648\u064e\u0623\u064e\u062d\u06e1\u0633\u064e\u0646\u064f  \u062a\u064e\u0623\u06e1\u0648\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \ufd3f   \"lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya,\" karena sesungguhnya hukum Allah dan RasulNya adalah sebaik-baik hukum, seadil-adilnya, dan paling berguna bagi manusia dalam urusan agama, dunia, dan hasil akhirat mereka. "},{"id":762,"sura":4,"from_aya":60,"to_aya":63,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang me-ngaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepa-damu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan setan bermaksud menyesatkan me-reka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. Apabila dikata-kan kepada mereka, 'Marilah (tunduk) kepada hukum yang telah Allah turunkan dan kepada hukum Rasul,' niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuat-nya dari (mendekati) kamu. Maka bagaimanakah halnya apabila mereka (orang-orang munafik) ditimpa sesuatu musibah disebab-kan perbuatan tangan mereka sendiri, kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah, 'Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna.' Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka. Karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka.\" (An-Nisa`: 60-63)."},{"id":763,"sura":4,"from_aya":60,"to_aya":61,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(60-61) Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 membuat hamba-hambaNya heran dari kondisi orang-orang munafik yang mengira bahwa mereka adalah orang-orang yang beriman kepada apa yang dibawa oleh Rasul dan apa yang datang sebelumnya, namun demikian, \ufd3e \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0623\u064e\u0646  \u064a\u064e\u062a\u064e\u062d\u064e\u0627\u0643\u064e\u0645\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652  \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649    \u0671\u0644\u0637\u0651\u064e\u0670\u063a\u064f\u0648\u062a\u0650 \ufd3f   \"mereka hendak berhakim kepada thaghut\" yaitu setiap orang yang berhukum dengan selain syariat Allah, maka itulah thaghut, padahal sebenarnya mereka \ufd3e \u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u06e1  \u0623\u064f\u0645\u0650\u0631\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652  \u0623\u064e\u0646  \u064a\u064e\u0643\u06e1\u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0628\u0650\u0647\u0650\u06e6\u06d6 \ufd3f   \"telah diperintah mengingkari thaghut itu\" lalu bagaimanakah bisa bersatu antara hal ini dengan keimanan, karena sesungguhnya iman itu mengharus-kan adanya ketundukan kepada syariat Allah dan ketentuanNya terhadap setiap perkara, sehingga barangsiapa yang mengaku bahwa ia seorang Mukmin lalu ia memilih hukum thaghut daripada hukum Allah, maka ia adalah pendusta dalam pengakuannya itu, dan ini merupakan penyesatan setan terhadap diri mereka, karena itu Allah berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f  \u0671\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u06e1\u0637\u064e\u0670\u0646\u064f  \u0623\u064e\u0646  \u064a\u064f\u0636\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1    \u0636\u064e\u0644\u064e\u0670\u0644\u064e\u06e2\u0627  \u0628\u064e\u0639\u0650\u064a\u062f\u0657\u0627 \ufd3f   \"Dan setan ber-maksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya\" dari kebenaran."},{"id":764,"sura":4,"from_aya":62,"to_aya":62,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(62) \ufd3e \u0641\u064e\u0643\u064e\u064a\u06e1\u0641\u064e \ufd3f   \"Maka bagaimanakah\" kondisi mereka orang-orang yang tersesat, \ufd3e \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627\u0653      \u0623\u064e\u0635\u064e\u0670\u0628\u064e\u062a\u06e1\u0647\u064f\u0645  \u0645\u0651\u064f\u0635\u0650\u064a\u0628\u064e\u0629\u064f\u06e2  \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627     \u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0645\u064e\u062a\u06e1  \u0623\u064e\u064a\u06e1\u062f\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u06e1  \ufd3f \"apabila mereka (orang-orang munafik) ditimpa sesuatu musibah disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri\" berupa kemaksiatan-kemaksiatan, di antara-nya adalah berhukum dengan thaghut, \ufd3e \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e  \u062c\u064e\u0627\u0653\u0621\u064f\u0648\u0643\u064e \ufd3f   \"kemudian mereka datang kepadamu\" dengan maksud untuk meminta maaf atas apa yang telah mereka lakukan seraya berkata, \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u06e1  \u0623\u064e\u0631\u064e\u062f\u06e1\u0646\u064e\u0627\u0653   \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627\u0653  \u0625\u0650\u062d\u06e1\u0633\u064e\u0670\u0646\u0657\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0648\u06e1\u0641\u0650\u064a\u0642\u064b\u0627 \ufd3f   \"kami sekali-kali tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna,\" maksudnya, tidaklah kami bermaksud dengan hal itu kecuali berbuat baik kepada dua belah pihak yang berselisih dan mendamaikan antara mereka, namun mereka ber-dusta dalam hal tersebut, karena sesungguhnya berbuat baik ada-lah dengan berhukum kepada Allah dan RasulNya, dan siapakah gerangan yang paling baik hukumnya daripada Allah bagi kaum yang yakin."},{"id":765,"sura":4,"from_aya":63,"to_aya":63,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(63) Oleh karena itulah Allah berfirman, \ufd3e \u0623\u064f\u0648\u0652\u0644\u064e\u0670\u0653\u0626\u0650\u0643\u064e     \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u064a\u064e\u0639\u06e1\u0644\u064e\u0645\u064f  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0645\u064e\u0627   \u0641\u0650\u064a  \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka\" yaitu berupa kemunafikan dan tujuan yang jelek, \ufd3e \u0641\u064e\u0623\u064e\u0639\u06e1\u0631\u0650\u0636\u06e1 \u0639\u064e\u0646\u06e1\u0647\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"karena itu berpalinglah kamu dari mereka,\" maksudnya, janganlah kalian memperhatikan mereka dan jangan-lah kalian menghadapi apa yang mereka lakukan dan apa yang mereka ada-adakan, \ufd3e \u0648\u064e\u0639\u0650\u0638\u06e1\u0647\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"dan berilah mereka pelajaran,\" yaitu jelaskanlah kepada mereka tentang hukum Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 dengan meng-ajak mereka untuk tunduk kepada Allah dan mengancam mereka dari meninggalkannya, \ufd3e \u0648\u064e\u0642\u064f\u0644  \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0641\u0650\u064a\u0653   \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1  \u0642\u064e\u0648\u06e1\u0644\u064e\u06e2\u0627  \u0628\u064e\u0644\u0650\u064a\u063a\u0657\u0627 \ufd3f   \"dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka,\" yaitu nasi-hatilah mereka dengan sembunyi-sembunyi antara kalian dengan mereka, karena sesungguhnya yang demikian itu lebih berhasil untuk memperoleh tujuan, dan bersikaplah tegas terhadap mereka dalam memperingati dan mengekang mereka dari apa yang mereka lakukan. Ayat ini adalah dalil bahwa seorang pelaku kemaksiatan walaupun dihindari namun tetap harus diberikan nasihat secara sembunyi-sembunyi dan tegas dalam memberikan nasihat tersebut dengan perkara yang dapat menghantarkan kepada apa yang di-harapkan. "},{"id":766,"sura":4,"from_aya":64,"to_aya":65,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan Kami tidak mengutus seorang rasul melainkan untuk ditaati dengan seizin Allah. Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. Maka demi Rabbmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam per-kara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.\" (An-Nisa`: 64-65)."},{"id":767,"sura":4,"from_aya":64,"to_aya":64,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(64) Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 mengabarkan tentang suatu berita di mana di antaranya mengandung perintah dan anjuran untuk taat kepada Rasul dan tunduk kepadanya, dan bahwa tujuan dari pengutusan para rasul adalah agar mereka ditaati dan dipatuhi oleh manusia yang mana para rasul tersebut diutus kepada mereka dalam segala perkara yang mereka diperintahkan kepadanya dan perkara yang mereka dilarang darinya, dan agar mereka dihormati dengan penghormatan seorang yang ditaati oleh orang yang menaati. Ayat ini mengandung penetapan akan keterpeliharaan para Rasul dari kesalahan dalam perkara yang mereka dakwahkan dari Allah dan pada apa yang mereka perintahkan kepadanya serta apa yang mereka larang darinya, karena Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 telah memerintahkan untuk taat kepada mereka secara mutlak, dan sekiranya mereka tidak ma'shum, pastilah mereka tidak akan mensyariatkan apa yang salah, ketika Allah memerintahkan hal tersebut secara mutlak, dan FirmanNya, \ufd3e \u0628\u0650\u0625\u0650\u0630\u06e1\u0646\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650\u06da   \ufd3f   \"Dengan izin Allah\" maksudnya, ketaatan seorang yang taat adalah bersumber dari qadha` Allah tentang qadarNya, dalam ayat ini menyimpan dalil pengukuhan akan qadha` dan qadar, juga anjuran untuk memohon pertolongan kepada Allah, dan penjelasan bahwa manusia tidaklah akan mampu melakukan ketaatan kepada Rasul apabila Allah tidak menolongnya.\nKemudian Allah mengabarkan tentang kemurahan hati beliau \ufdfa yang besar, kedermawanan dan dakwah beliau kepada orang yang telah berbuat kemaksiatan agar mengakui, bertaubat, dan memohon ampunan kepada Allah dalam FirmanNya,\ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u06e1 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0625\u0650\u0630  \u0638\u0651\u064e\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652  \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1   \u062c\u064e\u0627\u0653\u0621\u064f\u0648\u0643\u064e \ufd3f     \"Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu\" yakni dengan mengakui kesalahan-kesa-lahan mereka dan menyadarinya,\ufd3e \u0641\u064e\u0671\u0633\u06e1\u062a\u064e\u063a\u06e1\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0648\u064e\u0671\u0633\u06e1\u062a\u064e\u063a\u06e1\u0641\u064e\u0631\u064e  \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f  \u0671\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f      \u0644\u064e\u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u062a\u064e\u0648\u0651\u064e\u0627\u0628\u0657\u0627  \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0657\u0627 \ufd3f   \"lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasul pun me-mohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang\" maksudnya, pastilah Allah akan menerima taubat mereka dengan ampunanNya atas kezha-liman mereka dan Allah merahmati mereka dengan menerima taubat mereka dan memberikan taufik kepadanya serta balasan atas perbuatan itu. Dan menemui Rasul \ufdfa seperti ini adalah khusus di saat beliau masih hidup, karena konteks ayat tersebut menunjuk-kan akan hal tersebut, karena permohonan ampunan Rasul untuk mereka tidaklah mungkin terjadi kecuali di saat beliau hidup, adapun setelah kematiannya, maka sesungguhnya tidaklah boleh meminta kepadanya sesuatu pun, bahkan hal itu adalah suatu kesyirikan."},{"id":768,"sura":4,"from_aya":65,"to_aya":65,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(65) Kemudian Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 bersumpah dengan DzatNya yang mulia bahwasanya mereka tidaklah beriman hingga berhukum ke-pada RasulNya dalam perkara yang mereka perselisihkan di antara mereka, artinya pada segala hal yang terjadi perselisihan padanya, berbeda dengan masalah-masalah yang telah disepakati, sesung-guhnya perkara-perkara seperti itu tidaklah bersandar kecuali dari al-Qur`an dan as-Sunnah, karena tidaklah cukup hanya berhukum kepada beliau \ufdfa hingga tidak ada sama sekali dari hati mereka kebencian dan kedongkolan. Dan kondisi mereka saat berhukum kepada beliau adalah dengan asumsi bahwa itulah yang paling benar, kemudian tidaklah cukup juga berhukum kepada beliau itu hingga mereka menerima keputusan beliau dengan penerimaan yang baik, kelapangan dada, ketenangan jiwa, dan ketundukan lahir maupun batin. Maka (perlu diperhatikan) bahwa berhukum adalah dalam aspek keislaman, sedangkan tidak adanya keberatan (dalam menerima putusan) adalah dalam aspek keimanan, ada-pun penerimaan adalah dalam aspek keihsanan. Barangsiapa yang menyempurnakan tingkatan-tingkatan tersebut, maka sesungguh-nya ia telah menyempurnakan semua tingkatan-tingkatan agama, dan barangsiapa yang meninggalkan sikap berhukum yang tersebut dalam ayat ini dan tidak konsisten terhadapnya, maka ia adalah kafir, dan barangsiapa yang meninggalkannya dengan konsisten, maka hukumnya adalah sama seperti orang-orang yang semisalnya dari pelaku-pelaku kemaksiatan. "},{"id":769,"sura":4,"from_aya":66,"to_aya":68,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka, 'Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampungmu', niscaya mereka tidak akan melakukannya kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka). Dan kalau demikian, pasti Kami berikan kepada mereka pahala yang besar dari sisi Kami, dan pasti Kami tunjuki mereka kepada jalan yang lurus.\" (An-Nisa`: 66-68)."},{"id":770,"sura":4,"from_aya":66,"to_aya":66,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(66) Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 mengabarkan bahwa seandainya Allah me-wajibkan atas hamba-hambaNya perintah-perintah yang berat bagi jiwa berupa membunuh jiwa dan keluar dari negeri, niscaya tidak akan ada yang melaksanakannya kecuali hanya sedikit dari mereka dan jarang, karena itu hendaklah mereka memuji Rabb mereka dan bersyukur kepadaNya atas apa yang telah Allah mudahkan bagi mereka dalam perintah-perintahNya yang menjadi mudah bagi siapa saja dan tidak akan berat untuk dikerjakan, hal ini mengandung isyarat bahwa sepatutnya seorang hamba mem-perhatikan kebalikan dari apa yang ada padanya dari hal-hal yang dibenci, agar seluruh ibadah menjadi ringan baginya, dan bertam-bahlah pujian dan rasa syukur kepada Rabbnya.\nKemudian Allah mengabarkan bahwa seandainya mereka, \ufd3e \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0645\u064e\u0627  \u064a\u064f\u0648\u0639\u064e\u0638\u064f\u0648\u0646\u064e   \u0628\u0650\u0647\u0650\u06e6 \ufd3f              \"melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka\" yaitu apa yang ditugaskan kepada mereka dalam setiap waktu yang sesuai dengan perhitungannya, lalu mereka mengerahkan segala semangat dan usaha keras mereka, mempersiapkan diri mereka untuk melaksanakannya dan menyempurnakannya, dan jiwa mereka tidak berhasrat terhadap apa yang mereka tidak akan sampai kepadanya, dan tidak juga mereka berada di hadapannya, maka inilah yang patut bagi seorang hamba untuk melihat kondisi yang mewajibkannya untuk melaksanakan perintah tersebut, lalu menyempurnakannya, kemudian ia melangkah setahap demi setahap, hingga ia sampai kepada apa yang ditentukan untuknya berupa ilmu dan amal dalam perkara agama maupun dunianya. Hal ini berbeda dengan seseorang yang jiwanya sangat menggebu terhadap suatu perkara yang ia tidak akan mencapainya dan ia pun tidak diperintahkan kepadanya, sesungguhnya ia hampir tidak akan sampai kepada hal itu disebabkan oleh tidak teraturnya tekad, terjadinya kemalasan, dan hilangnya semangat. \nKemudian Allah menyiapkan bagi apa yang mereka peroleh dari pelaksanaan apa-apa yang diajarkan kepada mereka, yaitu ada empat perkara; \nPertama, kebaikan, sebagaimana terdapat dalam FirmanNya,  \ufd3e \u0644\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u062e\u064e\u064a\u06e1\u0631\u0657\u0627  \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka,\" maksudnya, pastilah mereka itu menjadi bagian dari orang-orang yang terbaik yang memiliki sifat-sifat seperti sifat-sifat mereka berupa perbuatan baik di mana mereka diperintahkan kepadanya, yakni, akan hilang dari mereka sifat-sifat orang-orang jahat, karena adanya suatu hal berkonsekuensi tidak adanya hal yang berlawanan dengannya.\nKedua, akan memperoleh keteguhan dan kekuatan serta peningkatannya, karena Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 akan meneguhkan (keyakinan) orang-orang yang beriman disebabkan oleh apa yang mereka tunaikan berupa keimanan yaitu menunaikan apa yang diajarkan kepada mereka. Allah meneguhkan mereka di kehidupan dunia ketika terjadinya fitnah dalam perkara yang berhubungan dengan perintah, larangan, dan musibah-musibah, hingga mereka mem-peroleh keteguhan di mana mereka diberi taufik untuk dapat me-laksanakan perintah dan meninggalkan larangan yang sangat ingin dilakukan oleh jiwa, dan juga ketika terjadinya cobaan-cobaan yang dibenci oleh seorang hamba, lalu ia dibimbing kepada keteguhan dengan taufik kepada kesabaran atau kepada keridhaan atau bahkan kepada kesyukuran, sehingga turunlah pertolongan Allah kepadanya agar ia mampu melaksanakannya, dan mereka juga akan memperoleh keteguhan di atas agama ketika menghadapi kematian dan juga di dalam kubur. Demikian juga, sesungguhnya seorang hamba yang melakukan apa yang diperintahkan kepada-nya, ia selalu melatih diri menunaikan perintah-perintah syariat hingga ia terbiasa dengannya bahkan ia rindu kepadanya dan ke-pada hal-hal yang sepertinya, maka hal itu akan menjadi penolong baginya untuk tetap teguh dalam mengerjakan segala ketaatan."},{"id":771,"sura":4,"from_aya":67,"to_aya":67,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(67) Ketiga, FirmanNya, \ufd3e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0657\u0627  \u0644\u0651\u064e\u0623\u0653\u062a\u064e\u064a\u06e1\u0646\u064e\u0670\u0647\u064f\u0645  \u0645\u0651\u0650\u0646   \u0644\u0651\u064e\u062f\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627\u0653   \u0623\u064e\u062c\u06e1\u0631\u064b\u0627  \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u0657\u0627 \ufd3f   \"Dan kalau demikian, pasti Kami berikan kepada mereka pahala yang besar dari sisi Kami,\" yaitu di dunia maupun di akhirat, untuk ruh, hati, dan tubuh, dan berupa kenikmatan abadi yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga, dan belum pernah terbesit dalam benak seorang manusia pun."},{"id":772,"sura":4,"from_aya":68,"to_aya":68,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(68) Keempat, petunjuk kepada jalan yang lurus, dan ini merupakan keumuman setelah kekhususan, karena keutamaan petunjuk kepada jalan yang lurus tersebut, dan apa yang dikan-dungnya dari ilmu tentang kebenaran, mencintainya, mendahulu-kannya dan beramal dengannya, dan ketergantungan kebahagiaan dan kemenangan padanya, maka barangsiapa yang diberi petunjuk kepada jalan yang lurus, sesungguhnya ia telah dibimbing kepada setiap kebaikan dan akan terlepas darinya setiap keburukan dan kezhaliman. "},{"id":773,"sura":4,"from_aya":69,"to_aya":70,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan barangsiapa yang menaati Allah dan Rasul(Nya), me-reka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiqin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang shalih. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan cukuplah Allah sebagai Dzat Yang Maha Menge-tahui.\" (An-Nisa`: 69-70)."},{"id":774,"sura":4,"from_aya":69,"to_aya":69,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(69) Maksudnya, setiap orang yang menaati Allah dan RasulNya sesuai dengan kondisinya dan kadar kewajiban atasnya, baik laki-laki atau perempuan, anak kecil atau orang dewasa, \ufd3e \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0652\u0644\u064e\u0670\u0653\u0626\u0650\u0643\u064e     \u0645\u064e\u0639\u064e  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0623\u064e\u0646\u06e1\u0639\u064e\u0645\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u0645 \ufd3f   \"mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah,\" yaitu kenikmatan agung yang menuntut kesempurnaan, kemenangan, dan kebahagiaan, \ufd3e \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u0650\u0640\u06e7\u0646\u064e \ufd3f   \"yaitu: Nabi-nabi\" orang-orang yang dimuliakan oleh Allah dengan wahyuNya dan mengkhususkan mereka dalam ke-muliaan itu dengan cara mengutus mereka kepada makhlukNya dan menyeru mereka kepada Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649, \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0635\u0651\u0650\u062f\u0651\u0650\u064a\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"dan para shid-diqin,\" mereka itu adalah orang-orang yang kepercayaan mereka sempurna terhadap apa yang dibawa oleh para Rasul, mereka mengetahui kebenaran dan mempercayainya dengan keyakinan diri mereka serta merealisasikannya dengan perkataan, perbuatan, keadaan, dan berdakwah kepada Allah, \ufd3e  \u0648\u064e\u0671\u0644\u0634\u0651\u064f\u0647\u064e\u062f\u064e\u0627\u0653\u0621\u0650 \ufd3f   \"dan orang-orang yang mati syahid\" yaitu orang-orang yang berperang di jalan Allah demi meninggikan agama Allah lalu me-reka terbunuh, \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0635\u0651\u064e\u0670\u0644\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e\u06da   \ufd3f   \"dan orang-orang shalih\" yaitu orang-orang yang baik lahir dan batin mereka, lalu baik pula perbuatan mereka, maka setiap orang yang menaati Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 niscaya akan bersama orang-orang tersebut dan menjadi teman mereka, \ufd3e \u0648\u064e\u062d\u064e\u0633\u064f\u0646\u064e   \u0623\u064f\u0648\u0652\u0644\u064e\u0670\u0653\u0626\u0650\u0643\u064e   \u0631\u064e\u0641\u0650\u064a\u0642\u0657\u0627 \ufd3f   \"dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya,\" yakni dengan berkumpul bersama me-reka dalam surga yang penuh dengan kenikmatan, dan kesenangan dekat dengan mereka pada sisi Rabb semesta alam."},{"id":775,"sura":4,"from_aya":70,"to_aya":70,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(70) \ufd3e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e     \u0671\u0644\u06e1\u0641\u064e\u0636\u06e1\u0644\u064f \ufd3f   \"Yang demikian itu adalah karunia,\" yaitu apa yang mereka peroleh \ufd3e \u0645\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650\u06da   \ufd3f   \"dari Allah,\" karena Dia-lah yang membimbing mereka kepada hal tersebut dan menolong mereka atasnya, kemudian memberikan kepada mereka pahala yang tidak mampu diraih oleh amal-amal mereka, \ufd3e \u0648\u064e\u0643\u064e\u0641\u064e\u0649\u0670   \u0628\u0650\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u0657\u0627 \ufd3f   \"dan cukuplah Allah sebagai Dzat yang Maha Mengetahui,\" Dia me-ngetahui kondisi hamba-hambaNya dan mengetahui orang-orang yang berhak memperoleh pahala yang melimpah karena apa yang telah mereka lakukan dari perbuatan-perbuatan shalih yang ber-kolerasi antara hati dan tubuh. "},{"id":776,"sura":4,"from_aya":71,"to_aya":74,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Hai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama! Dan sesungguhnya di antara kamu ada orang yang sangat berlambat-lambat (ke medan pertempuran). Maka jika kamu ditimpa musibah, ia berkata, 'Sesungguhnya Allah telah menganugerahkan nikmat kepada saya karena saya tidak ikut berperang bersama mereka. Dan sungguh jika kamu beroleh karunia (kemenangan) dari Allah, tentulah dia mengata-kan seolah-olah belum pernah ada hubungan kasih sayang antara kamu dengan dia, 'Wahai kiranya saya ada bersama-sama mereka, tentu saya mendapat kemenangan yang besar (pula).' Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang di jalan Allah. Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar.\" (An-Nisa`: 71-74)."},{"id":777,"sura":4,"from_aya":71,"to_aya":71,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(71) Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memerintahkan hamba-hambaNya yang ber-iman untuk melakukan tindakan kewaspadaan dari musuh-musuh mereka dan orang-orang kafir, hal ini mencakup segala bentuk tindakan kewaspadaan dengan segala macam sebab dan sarana yang membantu memerangi musuh, menolak tipu daya dan ke-kuatan mereka, berupa mempergunakan benteng-benteng, parit-parit, belajar menembak dan berkendara, mempelajari penemuan-penemuan baru yang dapat membantu itu semua, dan apa pun yang mampu melacak tempat-tempat masuk dan keluarnya para musuh serta makar mereka, dan jihad di jalan Allah, karena itulah Allah berfirman, \ufd3e \u0641\u064e\u0671\u0646\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652  \u062b\u064f\u0628\u064e\u0627\u062a\u064d \ufd3f   \"Dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok\" maksudnya dengan terpisah-pisah, yaitu maju dengan pasukan kecil atau pasukan yang besar sedang lain-nya menetap, \ufd3e \u0623\u064e\u0648\u0650  \u0671\u0646\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652  \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u0657\u0627  \ufd3f \"atau majulah bersama-sama!\" Semua itu menurut kemaslahatan yang ada, kemampuan, dan ketenangan jiwa kaum Muslimin dalam agama mereka, ayat ini sejalan dengan Firman Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 yang lain, \n\ufd3e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0639\u0650\u062f\u0651\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645  \u0645\u0651\u064e\u0627  \u0671\u0633\u06e1\u062a\u064e\u0637\u064e\u0639\u06e1\u062a\u064f\u0645  \u0645\u0651\u0650\u0646  \u0642\u064f\u0648\u0651\u064e\u0629\u0656 \ufd3f   \n\"Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi.\" (Al-Anfal: 60). "},{"id":778,"sura":4,"from_aya":72,"to_aya":72,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(72) Kemudian Allah mengabarkan tentang orang-orang yang lemah imannya lagi malas berjihad dengan berfirman,\ufd3e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u06e1  \ufd3f \"Dan sesungguhnya di antara kamu\" wahai orang-orang yang beriman, \ufd3e \u0644\u064e\u0645\u064e\u0646  \u0644\u0651\u064e\u064a\u064f\u0628\u064e\u0637\u0651\u0650\u0626\u064e\u0646\u0651\u064e  \ufd3f \"ada orang yang sangat berlambat-lambat (ke medan pertempuran)\" yaitu merasa berat dari berjihad di jalan Allah karena lemah, lesu, dan pengecut, dan inilah yang shahih, dan pendapat lain berkata, artinya adalah bahwa mereka memperlambat orang lain, yaitu membuatnya tidak butuh terhadap peperangan, dan mereka ini adalah orang-orang munafik, akan tetapi pendapat yang pertama adalah lebih utama dari dua segi; pertama FirmanNya, \ufd3e \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Di antara kalian\" dan percakapan itu ditujukan kepada kaum Mukminin.\nDan kedua; Firman Allah pada akhir ayat, \ufd3e      \u0643\u064e\u0623\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u06e1  \u062a\u064e\u0643\u064f\u0646\u06e2  \u0628\u064e\u064a\u06e1\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u0628\u064e\u064a\u06e1\u0646\u064e\u0647\u064f\u06e5  \u0645\u064e\u0648\u064e\u062f\u0651\u064e\u0629\u065e \ufd3f   \"Seolah-olah belum pernah ada hubungan kasih sayang antara kamu dengan dia,\" karena sesungguhnya kaum kafir dari orang-orang musyrik dan orang-orang munafik telah Allah putus kasih sayang antara mereka dengan kaum Mukminin.\nDan juga bahwasanya hal ini adalah suatu kenyataan yang terjadi, sesungguhnya kaum Mukminin terbagi dua bagian; orang-orang yang benar dalam keimanan mereka yang membawa mereka kepada kesempurnaan keyakinan dan jihad, dan orang-orang yang lemah, mereka masuk Islam lalu keimanan mereka menjadi lemah hingga akhirnya mereka tidak mampu ikut berjihad, sebagaimana Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman,\n\ufd3e  \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0639\u06e1\u0631\u064e\u0627\u0628\u064f  \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u06d6       \u0642\u064f\u0644  \u0644\u0651\u064e\u0645\u06e1  \u062a\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646   \u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652  \u0623\u064e\u0633\u06e1\u0644\u064e\u0645\u06e1\u0646\u064e\u0627  \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627  \u064a\u064e\u062f\u06e1\u062e\u064f\u0644\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0670\u0646\u064f  \u0641\u0650\u064a  \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06d6       \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646  \u062a\u064f\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e   \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u0647\u064f\u06e5  \u0644\u064e\u0627  \u064a\u064e\u0644\u0650\u062a\u06e1\u0643\u064f\u0645    \u0645\u0651\u0650\u0646\u06e1  \u0623\u064e\u0639\u06e1\u0645\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0634\u064e\u064a\u06e1\u0640\u0654\u064b\u0627\u06da       \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e      \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u065e  \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c  14 \ufd3f   \n\"Orang-orang Arab Baduwi itu berkata, 'Kami telah beriman.' Katakanlah (kepada mereka), 'Kamu belum beriman, tetapi katakanlah, 'Kami telah tunduk', karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu, dan jika kamu taat kepada Allah dan RasulNya, Dia tiada akan mengurangi sedikit pun (pahala) amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.\" (Al-Hujurat: 14).\nKemudian Allah menyebutkan tentang tujuan orang-orang yang merasa keberatan dan akhir dari maksud-maksud mereka, bahwa sebagian besar maksud dan tujuan mereka adalah dunia dan perhiasannya, Allah berfirman, \ufd3e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u06e1  \u0623\u064e\u0635\u064e\u0670\u0628\u064e\u062a\u06e1\u0643\u064f\u0645  \u0645\u0651\u064f\u0635\u0650\u064a\u0628\u064e\u0629\u065e \ufd3f   \"Maka jika kamu ditimpa musibah\" yaitu kekalahan dan pembunuhan, serta keme-nangan musuh atas kalian pada beberapa kondisi di mana di balik semua itu tersimpan hikmah Allah,   \ufd3e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \ufd3f   \"dia berkata,\" yakni orang yang tidak ikut perang tersebut, \ufd3e \u0642\u064e\u062f\u06e1  \u0623\u064e\u0646\u06e1\u0639\u064e\u0645\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e  \u0625\u0650\u0630\u06e1  \u0644\u064e\u0645\u06e1  \u0623\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1      \u0634\u064e\u0647\u0650\u064a\u062f\u0657\u0627 \ufd3f   \"Se-sungguhnya Allah telah menganugerahkan nikmat kepada saya karena saya tidak ikut berperang bersama mereka.\" Ia memandang dengan kelemahan akal dan keimanannya bahwasanya berdiam diri dari berjihad yang terdapat musibah di dalamnya adalah sebuah nikmat, dan ia tidak tahu bahwa kenikmatan yang sebenarnya adalah adanya taufik kepada ketaatan yang agung tersebut yang menjadi pendorong kuatnya iman dan selamatnya seorang hamba dari hukuman dan kerugian, dan ia akan memperoleh padanya pahala yang besar dan keridhaan Yang Mahamulia lagi Maha Memberi. Adapun berdiam diri (tidak ikut perang), maka sesungguhnya walaupun terlihat menikmati istirahat sebentar namun mengaki-batkan kelelahan yang panjang dan kesakitan yang tiada terperi, dan kehilangan apa yang akan diperoleh oleh orang-orang yang berjihad."},{"id":779,"sura":4,"from_aya":73,"to_aya":73,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(73) Kemudian Allah berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0626\u0650\u0646\u06e1     \u0623\u064e\u0635\u064e\u0670\u0628\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0641\u064e\u0636\u06e1\u0644\u065e  \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \ufd3f   \"Dan sungguh jika kamu beroleh karunia (kemenangan) dari Allah\" yaitu ke-menangan dan ghanimah, \ufd3e \u0644\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064e\u0646\u0651\u064e  \u0643\u064e\u0623\u064e\u0646   \u0644\u0651\u064e\u0645\u06e1  \u062a\u064e\u0643\u064f\u0646\u06e2  \u0628\u064e\u064a\u06e1\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u0628\u064e\u064a\u06e1\u0646\u064e\u0647\u064f\u06e5  \u0645\u064e\u0648\u064e\u062f\u0651\u064e\u0629\u065e  \u064a\u064e\u0670\u0644\u064e\u064a\u06e1\u062a\u064e\u0646\u0650\u064a  \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f \u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0641\u064e\u0623\u064e\u0641\u064f\u0648\u0632\u064e   \u0641\u064e\u0648\u06e1\u0632\u064b\u0627  \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u0657\u0627 \ufd3f   \"tentulah dia mengatakan seolah-olah belum pernah ada hubungan kasih sayang antara kamu dengan dia, 'Sekiranya saya ada bersama-sama mereka, tentu saya mendapat kemenangan yang besar (pula)',\" maksudnya ia berangan-angan sekiranya ia ikut hadir pada saat itu agar ia memperoleh ghanimah, dan tidak ada keinginan maupun kemauan pada mereka kecuali hanya untuk itu saja, di mana seakan-akan ia bukanlah di antara kalian wahai sekalian kaum Mukminin, dan tidak pula di antara kalian dengannya kasih sayang keimanan yang mana di antara tuntutannya adalah bahwa kaum Mukminin adalah bersekutu pada segala kemaslahatan mereka dan menolak kemudharatan dari mereka, mereka merasa berbahagia dengan diperolehnya kemaslahatan itu walaupun di-dapatkan oleh orang lain dari saudara-saudaranya, kaum Muk-minin dan mereka akan merasa sakit dengan kehilangannya dan mereka semua berusaha bersama-sama dalam setiap perkara untuk mendapatkan manfaat bagi dunia dan agama mereka, dan orang yang berangan-angan dunia saja itu tidak memiliki ruh keimanan yang disebutkan di atas."},{"id":780,"sura":4,"from_aya":74,"to_aya":74,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(74) Dan di antara kasih Allah terhadap hamba-hambaNya adalah Allah tidak menghentikan rahmatNya dari mereka, dan tidak juga menutup pintu-pintunya dari mereka,  akan tetapi barangsiapa yang memperoleh selain yang tidak patut, Allah akan memerintahkan kepadanya dan menyerunya untuk menutup ke-kurangannya dan menyempurnakan dirinya, karena itulah Allah memerintahkan mereka untuk ikhlas dan berperang di jalanNya, dan Allah berfirman, \ufd3e \u0641\u064e\u0644\u06e1\u064a\u064f\u0642\u064e\u0670\u062a\u0650\u0644\u06e1  \u0641\u0650\u064a  \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e     \u064a\u064e\u0634\u06e1\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u062d\u064e\u064a\u064e\u0648\u0670\u0629\u064e \u0671\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u06e1\u064a\u064e\u0627  \u0628\u0650\u0671\u0644\u06e1\u0623\u0653\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650\u06da   \ufd3f     \"Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia de-ngan kehidupan akhirat berperang di jalan Allah\" ini adalah salah satu pendapat tentang ayat ini dan merupakan pendapat yang paling benar. Pendapat lain berkata bahwa makna ayat itu adalah agar kaum Mukminin yang sempurna iman mereka dan yang benar dalam keimanan mereka, berperang di jalan Allah, yaitu \ufd3e \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e     \u064a\u064e\u0634\u06e1\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u062d\u064e\u064a\u064e\u0648\u0670\u0629\u064e  \u0671\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u06e1\u064a\u064e\u0627  \u0628\u0650\u0671\u0644\u06e1\u0623\u0653\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650\u06da   \ufd3f   \"orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat\" yaitu mereka menjual dunia karena tidak suka kepadanya dengan akhirat karena suka padanya; sesungguh-nya merekalah orang-orang yang ditujukan kepada mereka per-kataan tersebut, karena mereka adalah orang-orang yang telah menyiapkan diri mereka dan meneguhkannya untuk memerangi musuh, karena mereka memiliki keimanan yang sempurna yang menuntut akan hal tersebut. \nAdapun orang-orang yang merasa keberatan tersebut, tidak-lah mereka dihiraukan, baik mereka ikut berjihad ataupun tinggal diam saja, maka hal ini akan sama seperti Firman Allah,\n\ufd3e \u0642\u064f\u0644\u06e1  \u0621\u064e\u0627\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0628\u0650\u0647\u0650\u06e6\u0653  \u0623\u064e\u0648\u06e1  \u0644\u064e\u0627      \u062a\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652\u06da       \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0623\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u06e1\u0639\u0650\u0644\u06e1\u0645\u064e  \u0645\u0650\u0646  \u0642\u064e\u0628\u06e1\u0644\u0650\u0647\u0650\u06e6\u0653  \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627  \u064a\u064f\u062a\u06e1\u0644\u064e\u0649\u0670   \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u0645\u06e1  \u064a\u064e\u062e\u0650\u0631\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e\u06e4      \u0644\u0650\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0630\u06e1\u0642\u064e\u0627\u0646\u0650\u06e4  \u0633\u064f\u062c\u0651\u064e\u062f\u0657\u0627\u06e4    107  \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0633\u064f\u0628\u06e1\u062d\u064e\u0670\u0646\u064e  \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u0653  \u0625\u0650\u0646  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e      \u0648\u064e\u0639\u06e1\u062f\u064f  \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627  \u0644\u064e\u0645\u064e\u0641\u06e1\u0639\u064f\u0648\u0644\u0657\u0627 108 \u0648\u064e\u064a\u064e\u062e\u0650\u0631\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e     \u0644\u0650\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0630\u06e1\u0642\u064e\u0627\u0646\u0650  \u064a\u064e\u0628\u06e1\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0648\u064e\u064a\u064e\u0632\u0650\u064a\u062f\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1 \u062e\u064f\u0634\u064f\u0648\u0639\u0657\u0627\u06e9     109  \u0642\u064f\u0644\u0650  \u0671\u062f\u06e1\u0639\u064f\u0648\u0627\u0652   \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0623\u064e\u0648\u0650  \u0671\u062f\u06e1\u0639\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u06e1\u0645\u064e\u0670\u0646\u064e\u06d6       \u0623\u064e\u064a\u0651\u0657\u0627  \u0645\u0651\u064e\u0627  \u062a\u064e\u062f\u06e1\u0639\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0641\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f   \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0633\u06e1\u0645\u064e\u0627\u0653\u0621\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u062d\u064f\u0633\u06e1\u0646\u064e\u0649\u0670\u06da       \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u062a\u064e\u062c\u06e1\u0647\u064e\u0631\u06e1 \u0628\u0650\u0635\u064e\u0644\u064e\u0627\u062a\u0650\u0643\u064e   \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u062a\u064f\u062e\u064e\u0627\u0641\u0650\u062a\u06e1  \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627  \u0648\u064e\u0671\u0628\u06e1\u062a\u064e\u063a\u0650   \u0628\u064e\u064a\u06e1\u0646\u064e  \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e  \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0657\u0627 110 \u0648\u064e\u0642\u064f\u0644\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u062d\u064e\u0645\u06e1\u062f\u064f  \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a  \u0644\u064e\u0645\u06e1     \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u06e1   \u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u0657\u0627  \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u06e1   \u064a\u064e\u0643\u064f\u0646   \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u06e5  \u0634\u064e\u0631\u0650\u064a\u0643\u065e  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0644\u06e1\u0643\u0650  \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u06e1  \u064a\u064e\u0643\u064f\u0646  \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u06e5  \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u065e  \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0630\u0651\u064f\u0644\u0651\u0650\u06d6       \u0648\u064e\u0643\u064e\u0628\u0651\u0650\u0631\u06e1\u0647\u064f  \u062a\u064e\u0643\u06e1\u0628\u0650\u064a\u0631\u064e\u06e2\u0627  111 \ufd3f   \n\"...Katakanlah, 'Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah ber-iman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila al-Qur`an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud, dan mereka berkata, 'Mahasuci Rabb kami; sesungguhnya janji Rabb kami pasti dipenuhi'. Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu'. Katakanlah, 'Serulah Allah atau serulah ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al-Asma` al-Husna (nama-nama yang terbaik) dan jangan kamu menge-raskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu'. Dan katakanlah, 'Segala puji bagi Allah, Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaanNya dan tidak mempunyai penolong (untuk menjagaNya) dari kehinaan, dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebenar-benarnya...'\" (Al-Isra`: 107-111). \nDan FirmanNya,\n\ufd3e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646  \u064a\u064e\u0643\u06e1\u0641\u064f\u0631\u06e1  \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627  \u0647\u064e\u0670\u0653\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0653\u0621\u0650  \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u06e1  \u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u06e1\u0646\u064e\u0627  \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627  \u0642\u064e\u0648\u06e1\u0645\u0657\u0627  \u0644\u0651\u064e\u064a\u06e1\u0633\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627  \u0628\u0650\u0643\u064e\u0670\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e      89  \ufd3f\n\"Jika orang-orang (Quraisy) itu mengingkarinya, maka sesungguh-nya Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang sekali-kali tidak akan mengingkarinya.\" (Al-An'am: 89).\nPendapat lain mengatakan, sesungguhnya makna ayat itu adalah hendaklah seorang pejuang lagi mujahid berperang meng-hadapi kaum kafir, yang menukar kehidupan dunia dengan kehi-dupan akhirat. Maka atas dasar ini, \ufd3e \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"orang-orang yang\" dalam posisi manshub sebagai maf'ul (obyek), \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646  \u064a\u064f\u0642\u064e\u0670\u062a\u0650\u0644\u06e1  \u0641\u0650\u064a    \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \ufd3f   \"barangsiapa yang berperang di jalan Allah\" yakni, bahwa perang itu adalah sebagai jihad yang diperintahkan oleh Allah dan RasulNya, dan hamba tersebut ikhlas hanya untuk Allah dan tujuannya hanya Wajah Allah dalam jihadnya tersebut, \ufd3e \u0641\u064e\u064a\u064f\u0642\u06e1\u062a\u064e\u0644\u06e1  \u0623\u064e\u0648\u06e1   \u064a\u064e\u063a\u06e1\u0644\u0650\u0628\u06e1  \u0641\u064e\u0633\u064e\u0648\u06e1\u0641\u064e  \u0646\u064f\u0624\u06e1\u062a\u0650\u064a\u0647\u0650  \u0623\u064e\u062c\u06e1\u0631\u064b\u0627    \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u0657\u0627  \ufd3f \"lalu gugur atau memperoleh kemenangan, maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar,\" dengan bertambahnya keimanan dan agamanya, mendapatkan harta rampasan perang, pujian yang baik dan pahala orang-orang yang berjihad di jalan Allah, orang-orang yang Allah siapkan bagi mereka surga yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pula terbesit pada benak seorang manusia. "},{"id":781,"sura":4,"from_aya":75,"to_aya":75,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah, baik laki-laki, wanita-wanita, maupun anak-anak yang semuanya berdoa, 'Ya Rabb kami, keluar-kanlah kami dari negeri ini (Makkah) yang zhalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisiMu, dan berilah kami penolong dari sisiMu!'\" (An-Nisa`: 75)."},{"id":782,"sura":4,"from_aya":75,"to_aya":75,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(75) Ini adalah dorongan dari Allah bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan pengobaran semangat bagi mereka untuk berperang dijalanNya, dan bahwasanya hal itu telah wajib atas mereka dan menetapkan celaan yang besar terhadap mereka bila meninggalkannya, Allah berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627  \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0644\u064e\u0627  \u062a\u064f\u0642\u064e\u0670\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0641\u0650\u064a  \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \ufd3f \"Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah\" kondisinya adalah bahwa orang-orang yang tertindas, baik laki-laki, wanita, atau anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mampu mencari jalan (untuk hijrah), bersamaan dengan itu sesungguhnya mereka telah menerima kezhaliman yang sangat keras dari musuh-musuh mereka, lalu mereka berdoa kepada Allah agar berkenan menge-luarkan mereka dari kampung tersebut di mana penduduknya berlaku zhalim terhadap mereka dengan kekufuran dan kesyirikan, dan terhadap kaum Mukminin dengan gangguan dan penghalangan dari jalan Allah, dan menahan mereka dari dakwah kepada agama mereka dan dari berhijrah, mereka juga berdoa kepada Allah agar berkenan menjadikan seorang pemimpin dan penolong untuk mereka yang mampu menyelamatkan mereka dari kampung yang masyarakatnya berlaku zhalim tersebut, maka jihad yang kalian tegakkan dalam bentuk yang seperti itu adalah perjuangan dan membela kehormatan kalian, anak-anak kalian, dan mahram-mah-ram kalian, karena berjihad yang merupakan perlawanan terhadap kaum kafir, sesungguhnya walaupun mengandung keutamaan yang besar dan orang yang tidak ikut berjihad akan dihadapkan dengan celaan yang besar, maka berjihad dengan menyelamatkan orang-orang yang tertindas di antara kalian adalah lebih besar ganjarannya dan lebih banyak faidahnya, dan itu termasuk dalam bentuk tindakan menolak musuh. "},{"id":783,"sura":4,"from_aya":0,"to_aya":0,"type":"\u062a\u0645\u0647\u064a\u062f \u0644\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"Kemudian Allah berfirman,"},{"id":784,"sura":4,"from_aya":76,"to_aya":76,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu pe-rangilah kawan-kawan setan itu, karena sesungguhnya tipu daya setan itu adalah lemah.\" (An-Nisa`: 76 )."},{"id":785,"sura":4,"from_aya":76,"to_aya":76,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(76) Hal ini adalah kabar dari Allah bahwasanya kaum Mukminin berperang di jalanNya,\ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652      \u064a\u064f\u0642\u064e\u0670\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0641\u0650\u064a  \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650  \u0671\u0644\u0637\u0651\u064e\u0670\u063a\u064f\u0648\u062a\u0650 \ufd3f   \"dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut\" yaitu setan, dalam kandungan hal tersebut ada beberapa faidah, di antaranya;\n+  Bahwa seberapa besar keimanan seorang hamba, maka sebe-sar itu pula kadar jihadnya di jalan Allah, keikhlasannya dan ketaatannya, jihad di jalan Allah adalah di antara pengaruh keimanan, tuntutan-tuntutannya dan kebutuhan-kebutuhan-nya, sebagaimana perang di jalan thaghut itu adalah di antara cabang-cabang kekufuran dan tuntutan-tuntutannya.\n+  Bahwasanya orang yang berperang di jalan Allah seyogyanya dan sebaiknya bersabar dan tegar, yaitu sikap yang tidak di-lakukan oleh selainnya. Apabila wali-wali setan bersabar dan berperang padahal mereka berada di atas kebatilan, maka ahli kebenaran adalah lebih patut untuk itu, sebagaimana Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman tentang makna itu, \n\ufd3e \u0625\u0650\u0646  \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652  \u062a\u064e\u0623\u06e1\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u064a\u064e\u0623\u06e1\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0623\u06e1\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e\u06d6       \u0648\u064e\u062a\u064e\u0631\u06e1\u062c\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0645\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0645\u064e\u0627  \u0644\u064e\u0627  \u064a\u064e\u0631\u06e1\u062c\u064f\u0648\u0646\u064e\u06d7       \ufd3f \n\"Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya mereka pun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, se-dang kamu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan.\" (An-Nisa`: 104).\n+ Bahwa orang yang berperang di jalan Allah bersandar pada suatu pilar yang kokoh, yaitu kebenaran dan tawakal kepada Allah, maka seorang yang kuat dan berpilar kepada yang kokoh dituntut untuk bersabar, teguh, dan bersemangat di mana tidak dituntut dari orang yang berjuang demi kebatilan yang tidak memiliki hakikat sama sekali dan tidak memiliki akibat yang baik, karena itulah Allah berfirman,     \ufd3e \u0641\u064e\u0642\u064e\u0670\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652  \u0623\u064e\u0648\u06e1\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0653\u0621\u064e  \u0671\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u06e1\u0637\u064e\u0670\u0646\u0650\u06d6       \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0643\u064e\u064a\u06e1\u062f\u064e   \u0671\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u06e1\u0637\u064e\u0670\u0646\u0650  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e     \u0636\u064e\u0639\u0650\u064a\u0641\u064b\u0627 \ufd3f   \"Sebab itu perangilah kawan-kawan setan itu, karena sesungguhnya tipu daya setan itu adalah lemah,\" dan tipu daya itu adalah menempuh cara-cara yang tersembunyi demi membahayakan musuh, dan setan bila pun tipu dayanya telah banyak dan berbagai macam, namun semua itu sangatlah lemah yang sama sekali tidak akan mengalahkan sekecil apa pun kebenaran dan tidak pula terhadap siasat Allah bagi hamba-hambaNya yang beriman."},{"id":786,"sura":4,"from_aya":77,"to_aya":77,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka, 'Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat!' Setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan sangat lebih dari itu takutnya. Mereka berkata, 'Ya Rabb kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? Me-ngapa tidak Engkau tangguhkan (kewajiban berperang) kepada kami beberapa waktu lagi?' Katakanlah, 'Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikit pun. Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh'.\" (An-Nisa`: 77-78)."},{"id":787,"sura":4,"from_aya":77,"to_aya":77,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(77) Kaum Muslimin ketika masih di Makkah, mereka di-perintahkan untuk mendirikan shalat dan menunaikan zakat, yaitu sebagai pelipur lara bagi kaum fakir, bukan zakat yang diketahui yang memiliki nishab dan syarat-syarat tertentu, sesungguhnya zakat seperti itu belumlah diwajibkan kecuali di Madinah, dan mereka pun belum diperintahkan untuk berjihad karena beberapa faidah, di antaranya;\n+  Bahwa di antara hikmah Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 adalah Dia mensyariatkan hukum-hukum kepada hamba-hambaNya dalam bentuk yang tidak memberatkan mereka, dan Allah memulai dengan yang paling penting sebelum yang penting, yang lebih mudah sebelum yang mudah.\n+  Bahwasanya bila saja diperintahkan kepada mereka jihad padahal jumlah dan perlengkapan mereka yang masih sedikit ditambah jumlah musuh yang besar, niscaya hal itu akan menjadi bumerang bagi hancurnya Islam, maka menjadi per-timbangan yang pasti dari sisi kemaslahatan yang besar atas kemaslahatan yang lebih kecil darinya dan hikmah-hikmah Ilahi yang lainnya.\nDan sebagian kaum Mukminin merasa sangat menginginkan seandainya jihad diwajibkan atas mereka pada suatu kondisi yang mana hal itu tidak cocok untuk diwajibkan, namun yang patut pada kondisi seperti itu adalah menegakkan apa yang diperintahkan kepada mereka berupa tauhid, shalat, zakat dan semisalnya, seba-gaimana Firman Allah,\n\ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u06e1  \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0645\u064e\u0627  \u064a\u064f\u0648\u0639\u064e\u0638\u064f\u0648\u0646\u064e   \u0628\u0650\u0647\u0650\u06e6  \u0644\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e  \u062e\u064e\u064a\u06e1\u0631\u0657\u0627  \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u0623\u064e\u0634\u064e\u062f\u0651\u064e  \u062a\u064e\u062b\u06e1\u0628\u0650\u064a\u062a\u0657\u0627  66  \ufd3f \n\"Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka).\" (An-Nisa`: 66). \nKemudian ketika mereka berhijrah ke Madinah dan Islam telah kuat, maka diwajibkanlah jihad atas mereka pada waktunya yang cocok untuk itu, lalu sekelompok dari orang-orang yang sebelumnya tergesa-gesa meminta diwajibkannya jihad karena rasa takut kepada manusia (musuh), mereka lemah dan tidak berani, \ufd3e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627  \u0644\u0650\u0645\u064e \u0643\u064e\u062a\u064e\u0628\u06e1\u062a\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0646\u064e\u0627     \u0671\u0644\u06e1\u0642\u0650\u062a\u064e\u0627\u0644\u064e \ufd3f   \"Ya Rabb kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami?\" Dalam hal ini tindakan itu adalah sebuah sikap keluh kesah dan sanggahan terhadap Allah, dan yang sepatutnya bagi mereka adalah menerima perintah Allah dan bersabar atas perintah-perintahNya tersebut, maka mereka telah berlaku kebalikan dari apa yang seharusnya diharapkan dari mereka, mereka berkata, \ufd3e \u0644\u064e\u0648\u06e1\u0644\u064e\u0627\u0653  \u0623\u064e\u062e\u0651\u064e\u0631\u06e1\u062a\u064e\u0646\u064e\u0627\u0653  \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670\u0653      \u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u0656  \u0642\u064e\u0631\u0650\u064a\u0628\u0656\u06d7       \ufd3f \"Mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajiban berperang) kepada kami beberapa waktu lagi?\" Maksudnya, mengapa engkau tidak menunda kewajiban jihad itu selama masa tertentu dan bukan saat ini, kondisi seperti ini sering kita temui diperlihat-kan oleh orang-orang yang kurang matang dan tergesa-gesa dalam urusan sebelum waktunya, kebanyakannya adalah ia tidak akan bersabar atasnya ketika menunaikannya dan tidak pula teguh dalam mengembannya, akan tetapi ia sedikit sekali kesabarannya.\nKemudian Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 mengingatkan mereka dari kondisi seperti itu, di mana itu merupakan tindakan tidak ikut serta dalam pepe-rangan, dalam FirmanNya, \ufd3e \u0642\u064f\u0644\u06e1  \u0645\u064e\u062a\u064e\u0670\u0639\u064f  \u0671\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u06e1\u064a\u064e\u0627    \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u065e  \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0623\u0653\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u064f    \u062e\u064e\u064a\u06e1\u0631\u065e  \u0644\u0651\u0650\u0645\u064e\u0646\u0650  \u0671\u062a\u0651\u064e\u0642\u064e\u0649\u0670  \ufd3f  \"Katakanlah, 'Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa',\" maksudnya, menikmati kesenangan-kesenangan dunia dan keindahan-keindahannya adalah sebentar, dan menghadapi segala kesulitan dalam ketaatan kepada Allah pada waktu yang sebentar adalah sangat mudah bagi jiwa dan ringan untuknya, karena bila ia mengetahui bahwa kesulitan yang dihadapinya itu tidak akan lama, niscaya hal itu mudah baginya, lalu bagaimana ia mampu menyamakan antara dunia dan akhirat, padahal akhirat itu lebih baik dari dunia pada dzatnya yaitu ke-senangan, dan waktunya, adapun dzatnya adalah seperti yang disabdakan oleh Nabi \ufdfa dalam hadits yang kuat, \n\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0645\u064e\u0648\u0652\u0636\u0650\u0639\u064e \u0633\u064e\u0648\u0652\u0637\u064d \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0644\u064e\u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627.\n\"Sesungguhnya tempat cambuk di surga itu lebih baik dari dunia dan seisinya.\"[30]\nAdapun kenikmatannya adalah suci dari hal-hal yang meru-saknya, bahkan setiap yang terbersit dalam benak atau berputar-putar dalam pikiran berupa gambaran suatu kenikmatan, maka kenikmatan surga itu adalah lebih dari gambaran tersebut, seba-gaimana Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman,\n\ufd3e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627     \u062a\u064e\u0639\u06e1\u0644\u064e\u0645\u064f  \u0646\u064e\u0641\u06e1\u0633\u065e \u0645\u0651\u064e\u0627\u0653  \u0623\u064f\u062e\u06e1\u0641\u0650\u064a\u064e  \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645  \u0645\u0651\u0650\u0646  \u0642\u064f\u0631\u0651\u064e\u0629\u0650  \u0623\u064e\u0639\u06e1\u064a\u064f\u0646\u0656    \ufd3f \n\"Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata.\" (As-Sajdah: 17). \nDan Allah berfirman melalui lisan NabiNya[31], \n\u0623\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e\u062f\u0652\u062a\u064f \u0644\u0650\u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u0639\u064e\u064a\u0652\u0646\u064c \u0631\u064e\u0623\u064e\u062a\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0630\u064f\u0646\u064c \u0633\u064e\u0645\u0650\u0639\u064e\u062a\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0637\u064e\u0631\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0642\u064e\u0644\u0652\u0628\u0650 \u0628\u064e\u0634\u064e\u0631\u064d.\n\"Saya telah menyiapkan bagi hamba-hambaKu yang shalih apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terbersit dalam benak seorang manusia pun.\"\nAdapun kenikmatan dunia, sesungguhnya ia bercampur dengan berbagai macam gangguan di mana bila dibandingkan antara kelezatannya dan apa yang mengiringinya berupa berbagai macam penderitaan dan kegelisahan serta kegalauan, maka kele-zatan tersebut tidaklah mempunyai prosentase sedikit pun dari segala sisinya. Adapun waktunya, sesungguhnya dunia itu semen-tara, usia manusia menurut usia dunia sangatlah pendek sekali, sedangkan akhirat, maka sesungguhnya ia adalah kenikmatan yang selamanya, penghuni-penghuninya kekal di dalamnya, bila seorang yang berakal mau berpikir tentang kedua negeri tersebut dan tergambar olehnya hakikat keduanya dengan sebenar-benar-nya, mesti ia tahu yang mana yang harus didahulukan, diusahakan, dan bersungguh-sungguh dalam meraihnya, karena itulah Allah berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0623\u0653\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u064f    \u062e\u064e\u064a\u06e1\u0631\u065e  \u0644\u0651\u0650\u0645\u064e\u0646\u0650  \u0671\u062a\u0651\u064e\u0642\u064e\u0649\u0670 \ufd3f   \"Dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa,\" yaitu menjauhi kesyirikan dan seluruh hal-hal yang diharamkan, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627   \u062a\u064f\u0638\u06e1\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0641\u064e\u062a\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \ufd3f   \"dan kamu tidak akan dianiaya sedikit pun,\" maksudnya, usaha kalian untuk akhirat akan kalian dapatkan secara sempurna dan penuh dan tidak dikurangi sedikit pun darinya."},{"id":788,"sura":4,"from_aya":78,"to_aya":78,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(78) Kemudian Allah mengabarkan bahwa tidaklah akan bermanfaat suatu kewaspadaan terhadap takdir Allah, dan bahwa seorang yang duduk berdiam diri (tidak ikut berperang) tidaklah duduknya itu menolongnya dari apa pun juga, dan Allah berfir-man, \ufd3e \u0623\u064e\u064a\u06e1\u0646\u064e\u0645\u064e\u0627   \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652  \u064a\u064f\u062f\u06e1\u0631\u0650\u0643\u0643\u0651\u064f\u0645\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u0648\u06e1\u062a\u064f \ufd3f   \"Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu\" maksudnya, pada waktu apa pun dan tempat manapun, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u06e1  \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u06e1 \u0641\u0650\u064a     \u0628\u064f\u0631\u064f\u0648\u062c\u0656  \u0645\u0651\u064f\u0634\u064e\u064a\u0651\u064e\u062f\u064e\u0629\u0656\u06d7   \ufd3f   \"kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh\" yaitu benteng-benteng yang kuat dan rumah-rumah yang tinggi. Semua ini merupakan dorongan untuk berjihad di jalan Allah, terkadang dengan cara bujukan tentang keutamaan dan pahalanya, terkadang pula dengan menakut-nakuti akan hukuman karena meninggalkannya, terkadang juga dengan me-ngabarkan bahwa orang-orang yang duduk-duduk saja (tidak ikut berperang) tidaklah duduk mereka itu berguna bagi mereka, dan terkadang lagi dengan memudahkan jalan kepadanya. "},{"id":789,"sura":4,"from_aya":0,"to_aya":0,"type":"\u062a\u0645\u0647\u064a\u062f \u0644\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"Kemudian Allah berfirman,"},{"id":790,"sura":4,"from_aya":78,"to_aya":79,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":" \"Dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan, 'Ini adalah dari sisi Allah', dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana, mereka mengatakan, 'Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad).' Katakanlah, 'Semuanya (datang) dari sisi Allah.' Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun? Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang me-nimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutus-mu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.\" (An-Nisa`: 78-79)."},{"id":791,"sura":4,"from_aya":78,"to_aya":78,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(78) Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 mengabarkan tentang orang-orang yang tidak me-ngetahui, yang berpaling dari apa yang dibawa oleh para Rasul dan menentang mereka, bahwa bila orang-orang itu memperoleh suatu kebaikan, yaitu tanah yang subur, harta yang melimpah, anak-anak yang banyak dan kesehatan, mereka berkata,\ufd3e \u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650\u06e6  \u0645\u0650\u0646\u06e1  \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650 \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650\u06d6   \ufd3f   \"Ini adalah dari sisi Allah\" dan bahwasanya bila mereka tertimpa suatu musibah, yaitu tanah yang tandus, kefakiran, penyakit, meninggalnya anak-anak mereka atau orang-orang yang mereka cintai, mereka berkata, \ufd3e \u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650\u06e6  \u0645\u0650\u0646\u06e1  \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650\u0643\u064e\u06da   \ufd3f   \"Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad).\" Maksudnya, oleh sebab apa yang telah engkau bawa kepada kami wahai Muhammad \ufdfa! Mereka mengaitkan musibah itu dengan Rasulullah \ufdfa sebagaimana orang-orang yang seperti mereka mengait-kaitkan suatu musibah zaman dahulu dengan Rasul-rasul Allah, sebagaimana Allah telah mengabarkan tentang kaum Fir'aun bahwa mereka berkata kepada Musa \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645, \n\ufd3e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627  \u062c\u064e\u0627\u0653\u0621\u064e\u062a\u06e1\u0647\u064f\u0645\u064f \u0671\u0644\u06e1\u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064e\u0629\u064f     \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627  \u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650\u06e6\u06d6       \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646  \u062a\u064f\u0635\u0650\u0628\u06e1\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0633\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0629\u065e   \u064a\u064e\u0637\u0651\u064e\u064a\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0628\u0650\u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670  \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646  \u0645\u0651\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f\u06e5\u0653\u06d7 \ufd3f   \n\"Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata, 'Itu adalah karena (usaha) kami.' Dan jika mereka ditimpa kesu-sahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya.\" (Al-A'raf: 131). \nDan kaum Shaleh juga berkata, \n\ufd3e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0637\u0651\u064e\u064a\u0651\u064e\u0631\u06e1\u0646\u064e\u0627  \u0628\u0650\u0643\u064e  \u0648\u064e\u0628\u0650\u0645\u064e\u0646  \u0645\u0651\u064e\u0639\u064e\u0643\u064e\u06da     \ufd3f \n\"Mereka menjawab, 'Kami mendapat nasib yang malang, disebabkan kamu dan orang-orang yang besertamu'.\" (An-Naml: 47). \nDan kaum (yang disebutkan dalam surat) Yasin berkata ke-pada Rasul-rasul mereka,\n\ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0637\u064e\u064a\u0651\u064e\u0631\u06e1\u0646\u064e\u0627  \u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06d6       \u0644\u064e\u0626\u0650\u0646  \u0644\u0651\u064e\u0645\u06e1 \u062a\u064e\u0646\u062a\u064e\u0647\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0631\u06e1\u062c\u064f\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \n\"Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kamu...\" (Yasin: 18). \nKetika hati mereka memiliki keserupaan dalam hal kekufuran, lalu perkataan dan perbuatan mereka pun menjadi serupa, dan setiap orang yang menisbatkan terjadinya suatu keburukan atau hilangnya kebaikan terhadap apa yang dibawa oleh para Rasul atau terhadap sebagiannya, maka ia termasuk dalam celaan yang hina tersebut, Allah berfirman dalam menjawab (perkara) mereka, \ufd3e \u0642\u064f\u0644\u06e1  \u0643\u064f\u0644\u0651\u065e \ufd3f   \"Katakanlah, 'Semuanya',\" yaitu berupa kebaikan dan kebu-rukan, keberuntungan dan kesialan, \ufd3e \u0645\u0651\u0650\u0646\u06e1  \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650\u06d6    \ufd3f   \"(datang) dari sisi Allah,\" maksudnya, dengan ketetapan dan ketentuanNya serta penciptaanNya,   \ufd3e \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627\u0644\u0650  \u0647\u064e\u0670\u0653\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0653\u0621\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u0642\u064e\u0648\u06e1\u0645\u0650 \ufd3f   \"maka mengapa orang-orang itu (orang munafik),\" yaitu apa yang bersumber dari mereka berupa perkataan yang batil, \ufd3e \u0644\u064e\u0627     \u064a\u064e\u0643\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e   \u064a\u064e\u0641\u06e1\u0642\u064e\u0647\u064f\u0648\u0646\u064e \u062d\u064e\u062f\u0650\u064a\u062b\u0657\u0627     \ufd3f \"hampir-hampir tidak memahami pem-bicaraan sedikit pun?\" yaitu mereka tidak memahami pembicaraan secara menyeluruh dan tidak juga mendekati pemahamannya atau mereka tidaklah memahaminya kecuali dengan pemahaman yang sangat lemah. Namun yang jelas bahwa hal itu adalah sebuah celaan bagi mereka dan kecaman atas ketidakpahaman mereka dan ketidakmengertian mereka tentang Allah dan RasulNya, yang demikian itu adalah karena kekufuran dan berpalingnya mereka.\nDan termasuk dalam kandungannya adalah pujian terhadap orang yang memahami tentang Allah dan tentang RasulNya, dan anjuran terhadap hal tersebut dan terhadap sebab-sebab yang membantu akan hal tersebut berupa penerimaan perkataan kedua-nya, merenunginya dan menempuh jalan yang menyampaikan kepadanya. Sekiranya mereka memahami tentang Allah, niscaya mereka akan mengetahui bahwa kebaikan dan keburukan, kebe-runtungan dan kesialan semuanya adalah dengan ketentuan Allah dan ketetapanNya, apa pun tidak akan keluar dari hal tersebut, dan bahwa para Rasul \uf06b bukanlah sebagai sebab akan suatu keburukan yang terjadi, bukan mereka dan bukan juga apa yang mereka bawa, karena mereka diutus demi kemaslahatan dunia dan akhirat serta agama."},{"id":792,"sura":4,"from_aya":79,"to_aya":79,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(79) Kemudian Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \ufd3e \u0645\u0651\u064e\u0627\u0653  \u0623\u064e\u0635\u064e\u0627\u0628\u064e\u0643\u064e  \u0645\u0650\u0646\u06e1  \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064e\u0629\u0656 \ufd3f   \"Apa saja nikmat yang kamu peroleh\" yaitu dalam (perkara) agama maupun dunia, \ufd3e \u0641\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650\u06d6   \ufd3f   \"adalah dari Allah,\" Dia-lah yang mengaruniakan dan memudahkannya dengan memudahkan sebab-sebabnya, \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627\u0653  \u0623\u064e\u0635\u064e\u0627\u0628\u064e\u0643\u064e  \u0645\u0650\u0646   \u0633\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0629\u0656 \ufd3f \"dan apa saja bencana yang menimpamu\" dalam (perkara) agama maupun dunia, \ufd3e \u0641\u064e\u0645\u0650\u0646  \u0646\u0651\u064e\u0641\u06e1\u0633\u0650\u0643\u064e\u06da   \ufd3f   \"maka dari kesalahan dirimu sendiri,\" yaitu dengan dosa-dosamu dan usahamu, padahal apa yang dimaafkan oleh Allah darinya adalah lebih banyak, dan Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 telah mem-buka pintu-pintu kebaikanNya bagi hamba-hambaNya, dan me-merintahkan mereka untuk memasuki kebaikan dan karuniaNya, dan mengabarkan kepada mereka bahwa kemaksiatan itu adalah penghalang dari karuniaNya, lalu bila seorang hamba melaku-kannya, maka janganlah ia mencela kecuali dirinya sendiri, karena sesungguhnya yang menjadi penghalang dirinya memperoleh karunia Allah dan kebaikanNya adalah hal tersebut.\nKemudian Allah mengabarkan tentang keumuman risalah RasulNya Muhammad \ufdfa seraya berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0631\u06e1\u0633\u064e\u0644\u06e1\u0646\u064e\u0670\u0643\u064e  \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650   \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0657\u0627\u06da       \u0648\u064e\u0643\u064e\u0641\u064e\u0649\u0670  \u0628\u0650\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0634\u064e\u0647\u0650\u064a\u062f\u0657\u0627 \ufd3f   \"Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukup-lah Allah menjadi saksi\" bahwa engkau adalah utusan Allah secara benar dengan apa yang telah Allah topang dengan pembelaanNya dan mukjizat-mukjizat yang menakjubkan serta keterangan-kete-rangan yang pasti, dan hal itu adalah kesaksian yang paling utama secara mutlak, sebagaimana Allah berfirman, \n\ufd3e \u0642\u064f\u0644\u06e1  \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f  \u0634\u064e\u064a\u06e1\u0621\u064d  \u0623\u064e\u0643\u06e1\u0628\u064e\u0631\u064f  \u0634\u064e\u0647\u064e\u0670\u062f\u064e\u0629\u0657\u06d6       \u0642\u064f\u0644\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u06d6       \u0634\u064e\u0647\u0650\u064a\u062f\u064f\u06e2  \u0628\u064e\u064a\u06e1\u0646\u0650\u064a  \u0648\u064e\u0628\u064e\u064a\u06e1\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06da       \ufd3f \n\"Katakanlah, 'Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?' Katakan-lah, 'Allah.' Dia menjadi saksi antara aku dan kamu.\" (Al-An'am: 19), \ndan apabila ia telah mengetahui bahwa ilmu Allah itu sempurna, kekuasaanNya menyeluruh, hikmahNya agung, dan Dia telah membantu RasulNya dengan apa pun yang telah menopangnya dan membelanya dengan pembelaan yang besar, niscaya yakinlah ia dengan hal tersebut bahwa ia adalah Rasulullah \ufdfa, dan bila tidak demikian, sekiranya dia mengadakan sebagian perkataan atas Allah, niscaya Allah benar-benar memegangnya dengan Tangan kananNya kemudian benar-benar Dia potong urat tali jantungnya. "},{"id":793,"sura":4,"from_aya":80,"to_aya":81,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Barangsiapa yang menaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah menaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka. Dan mereka (orang-orang munafik) mengatakan, '(Kewajiban kami hanyalah) taat.' Tetapi apabila mereka telah pergi dari sisimu, sebagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi. Allah menulis siasat yang mereka atur di malam hari itu, maka berpalinglah kamu dari mereka dan bertawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi Pelindung.\" (An-Nisa`: 80-81)."},{"id":794,"sura":4,"from_aya":80,"to_aya":80,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(80) Maksudnya, setiap orang yang menaati Rasulullah \ufdfa dalam perintah-perintah dan larangan-larangannya, \ufd3e \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u06e1  \u0623\u064e\u0637\u064e\u0627\u0639\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e\u06d6   \ufd3f   \"sesungguhnya ia telah menaati Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649,\" karena tidaklah beliau memerintahkan dan tidaklah melarang kecuali dengan perintah Allah, syariat, wahyu dan segala apa yang diturunkanNya, hal ini menunjukkan kema'shuman Rasulullah \ufdfa, karena Allah \uf072 meme-rintahkan untuk menaatinya secara mutlak, sekiranya bila beliau tidak ma'shum dalam segala hal yang disampaikannya dari Allah, niscaya tidaklah Allah akan memerintahkan untuk menaatinya secara mutlak lalu Dia memuji hal tersebut, dan ini adalah di antara hak-hak yang dimiliki bersama, karena sesungguhnya hak-hak itu ada tiga macam: Pertama, hak milik Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 yang tidak dimiliki seorang pun dari makhluk, yaitu beribadah kepada Allah, memo-hon kepadaNya dan segala hal yang menyertainya. Kedua, hak yang khusus milik Rasul yaitu penghormatan, pemuliaan dan pembelaan, dan ketiga, hak-hak yang dimiliki bersama yaitu iman kepada Allah dan RasulNya, mencintai dan menaati keduanya sebagaimana Allah menyatukan antara hak-hak tersebut dalam FirmanNya, \n\ufd3e \u0644\u0651\u0650\u062a\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652     \u0628\u0650\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650\u06e6   \u0648\u064e\u062a\u064f\u0639\u064e\u0632\u0651\u0650\u0631\u064f\u0648\u0647\u064f  \u0648\u064e\u062a\u064f\u0648\u064e\u0642\u0651\u0650\u0631\u064f\u0648\u0647\u064f\u06da  \u0648\u064e\u062a\u064f\u0633\u064e\u0628\u0651\u0650\u062d\u064f\u0648\u0647\u064f  \u0628\u064f\u0643\u06e1\u0631\u064e\u0629\u0657  \u0648\u064e\u0623\u064e\u0635\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 9 \ufd3f   \n\"Supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan RasulNya, menguatkan (agama)Nya, membesarkanNya, dan bertasbih kepadaNya di waktu pagi dan petang.\" (Al-Fath: 9), \nmaka barangsiapa yang taat kepada Rasul, sesungguhnya ia telah taat kepada Allah, dan ia berhak mendapatkan pahala dan kebaikan yang disediakan karena ketaatan kepada Allah, \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0649\u0670 \ufd3f   \"dan ba-rangsiapa yang berpaling\" dari ketaatan kepada Allah dan RasulNya, sesungguhnya hal itu tidaklah membahayakan kecuali bagi dirinya sendiri, dan tidak akan ada yang mampu membahayakan Allah sama sekali, \ufd3e \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627\u0653  \u0623\u064e\u0631\u06e1\u0633\u064e\u0644\u06e1\u0646\u064e\u0670\u0643\u064e   \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u0645\u06e1 \u062d\u064e\u0641\u0650\u064a\u0638\u0657\u0627 \ufd3f   \"maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka,\" maksudnya (kamu tidaklah diutus untuk) memelihara perbuatan-perbuatan dan kondisi-kondisi mereka, akan tetapi Kami mengutusmu sebagai penyeru, pemberi penjelasan dan pemberi nasihat, dan sungguh engkau telah menunaikan tugasmu, maka wajiblah ganjarannya untukmu dari Allah, baik mereka mendapat petunjuk karenanya ataupun tidak mendapatkannya, sebagaimana Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman,\n\ufd3e \u0641\u064e\u0630\u064e\u0643\u0651\u0650\u0631\u06e1  \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0653    \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e  \u0645\u064f\u0630\u064e\u0643\u0651\u0650\u0631\u065e  21  \u0644\u0651\u064e\u0633\u06e1\u062a\u064e  \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u0645   \u0628\u0650\u0645\u064f\u0635\u064e\u064a\u06e1\u0637\u0650\u0631\u064d    22  \ufd3f \n\"Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan. Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka.\" (Al-Ghasyiyah: 21-22)."},{"id":795,"sura":4,"from_aya":81,"to_aya":81,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(81) Ketaatan kepada Allah dan RasulNya haruslah secara lahir maupun batin dan dalam keadaan ramai maupun sepi. Ada-pun orang yang menampakkan ketaatan dan konsistensi di saat ramai, lalu bila ia sedang sendiri atau bersama orang-orang yang semisalnya ia meninggalkan ketaatan dan melakukan hal yang bertentangan dengannya, sesungguhnya ketaatan yang ia tampak-kan itu tidaklah bermanfaat dan tidak berguna, sungguh hal ini serupa dengan orang-orang yang Allah berfirman tentang mereka, \ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0637\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u065e \ufd3f   \"Dan mereka (orang-orang munafik) mengatakan, '(Ke-wajiban kami hanyalah) taat'.\" Yaitu mereka menampakkan ketaatan apabila mereka berada di sisimu, \ufd3e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627  \u0628\u064e\u0631\u064e\u0632\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0645\u0650\u0646\u06e1   \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650\u0643\u064e \ufd3f   \"tetapi apabila mereka telah pergi dari sisimu\" yaitu mereka keluar dan menyendiri pada kondisi yang tidak ada seorang pun melihat mereka,       \ufd3e \u0628\u064e\u064a\u0651\u064e\u062a\u064e  \u0637\u064e\u0627\u0653\u0626\u0650\u0641\u064e\u0629\u065e  \u0645\u0651\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u063a\u064e\u064a\u06e1\u0631\u064e  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u06d6       \ufd3f \"sebagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi.\"\nMaksudnya, mereka mengatur siasat di malam hari dan ke-mudian berpaling dari ketaatan kepadamu, serta tidaklah mereka melakukan (di belakangmu) melainkan kemaksiatan. Di dalam Firman Allah, \ufd3e \u0628\u064e\u064a\u0651\u064e\u062a\u064e  \u0637\u064e\u0627\u0653\u0626\u0650\u0641\u064e\u0629\u065e  \u0645\u0651\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u063a\u064e\u064a\u06e1\u0631\u064e  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a  \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u06d6       \ufd3f, terdapat sebuah dalil bahwa suatu hal yang mana mereka telah konsisten terhadapnya bukan-lah suatu ketaatan, karena kata at-Tabyit artinya, mengatur sebuah siasat pada malam hari dalam bentuk yang ditetapkan oleh pen-dapat. Kemudian Allah mengancam mereka atas apa yang telah mereka lakukan tersebut dalam FirmanNya, \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u064a\u064e\u0643\u06e1\u062a\u064f\u0628\u064f   \u0645\u064e\u0627  \u064a\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e\u06d6       \ufd3f \"Allah menulis siasat yang mereka atur di malam hari itu.\" Maksudnya, Dia menyimpan siasat mereka dan akan memberikan balasan kepada mereka atas hal tersebut dengan balasan yang setimpal, hal itu adalah sebuah ancaman yang keras bagi mereka. Kemudian Allah memerintahkan RasulNya untuk menghadapi mereka dengan cara berpaling dari mereka tanpa mengecam, karena sesungguh-nya mereka itu tidaklah dapat membahayakan beliau sama sekali apabila beliau bertawakal kepada Allah, memohon bantuanNya dalam membela agamaNya dan penegakan syariatNya, karena itulah Allah berfirman, \ufd3e \u0641\u064e\u0623\u064e\u0639\u06e1\u0631\u0650\u0636\u06e1  \u0639\u064e\u0646\u06e1\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u06e1  \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650\u06da       \u0648\u064e\u0643\u064e\u0641\u064e\u0649\u0670  \u0628\u0650\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0648\u064e\u0643\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627   \ufd3f \"Maka ber-palinglah kamu dari mereka dan bertawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi Pelindung.\" "},{"id":796,"sura":4,"from_aya":82,"to_aya":82,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Maka apakah mereka tidak memperhatikan al-Qur`an? Kalau kiranya al-Qur`an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.\" (An-Nisa`: 82). "},{"id":797,"sura":4,"from_aya":82,"to_aya":82,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(82) Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memerintahkan agar merenungi kitabNya, yaitu berpikir tentang maknanya, memfokuskan pikiran padanya, pada asas-asasnya dan kesimpulan-kesimpulannya serta hal-hal yang berkaitan dengannya, karena sesungguhnya perenungan terhadap kitabullah adalah sebuah kunci (untuk mendapatkan) ilmu dan pengetahuan, dengannya dapat dihasilkan segala kebaikan dan dibuahkan segala ilmu, dengannya iman bertambah dalam hati dan akarnya akan tertancap dalam-dalam. Sesungguhnya ia memberitahu tentang Rabb yang harus disembah dan segala per-kara tentang sifat-sifat kesempurnaan dan perkara yang disucikan dariNya dari berbagai sifat kekurangan, ia memberitahukan tentang jalan yang menyampaikan kepadaNya, dan tentang sifat-sifat penghuni surga dan apa pun yang mereka dapatkan ketika mema-sukinya, memberitahukan tentang musuh yang benar-benar musuh secara hakiki, dan tentang jalan yang mengakibatkan siksaan serta sifat-sifat penghuninya dan hal apa pun yang ada pada mereka yang menyebabkan siksaan tersebut. Dan setiap kali seorang hamba bertambah renungannya terhadap al-Qur`an, niscaya bertambah pula ilmu, amal, dan kearifannya, oleh karena itu Allah memerin-tahkan kepada hal tersebut dan menganjurkannya lalu mengabar-kan bahwa itulah maksud dari diturunkannya al-Qur`an, sebagai-mana Allah berfirman, \n\ufd3e \u0643\u0650\u062a\u064e\u0670\u0628\u064c     \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u06e1\u0646\u064e\u0670\u0647\u064f  \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0643\u064e  \u0645\u064f\u0628\u064e\u0670\u0631\u064e\u0643\u065e  \u0644\u0651\u0650\u064a\u064e\u062f\u0651\u064e\u0628\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652   \u0621\u064e\u0627\u064a\u064e\u0670\u062a\u0650\u0647\u0650\u06e6  \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u064e\u062a\u064e\u0630\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064e   \u0623\u064f\u0648\u0652\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652   \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0644\u06e1\u0628\u064e\u0670\u0628\u0650  29  \ufd3f \n\"Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu yang penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya orang-orang yang mempunyai pikiran mendapatkan pelajaran.\" (Shad: 29), \ndan Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 juga berfirman,\n\ufd3e \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627     \u064a\u064e\u062a\u064e\u062f\u064e\u0628\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0642\u064f\u0631\u06e1\u0621\u064e\u0627\u0646\u064e   \u0623\u064e\u0645\u06e1   \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670  \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064d  \u0623\u064e\u0642\u06e1\u0641\u064e\u0627\u0644\u064f\u0647\u064e\u0627\u0653  24  \ufd3f \n\"Maka apakah mereka tidak memperhatikan al-Qur`an ataukah hati mereka terkunci?\" (Muhammad: 24).\nDan di antara faidah dari merenungi kitabullah adalah, bahwa dengan merenunginya seorang hamba akan sampai kepada derajat keyakinan dan ilmu bahwa al-Qur`an itu adalah Kalam Allah, karena sesungguhnya ia akan menyaksikan bahwa sebagiannya membenarkan sebagian lainnya, sebagiannya sesuai dengan seba-gian lainnya, dan Anda akan menyaksikan hikmah-hikmah, kisah-kisah, dan kabar-kabar yang diulang-ulang dalam al-Qur`an dalam beberapa tempat, seluruhnya saling sesuai dan saling membenar-kan, sebagiannya tidaklah membatalkan sebagian lainnya, dengan demikian diketahuilah kesempurnaan al-Qur`an, dan bahwasanya ia adalah dari Dzat yang ilmuNya meliputi segala sesuatu, karena itulah Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u06e1    \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e  \u0645\u0650\u0646\u06e1 \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650  \u063a\u064e\u064a\u06e1\u0631\u0650   \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0644\u064e\u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627\u0652   \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650  \u0671\u062e\u06e1\u062a\u0650\u0644\u064e\u0670\u0641\u0657\u0627  \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u0657\u0627 \ufd3f   \"Kalau kiranya al-Qur`an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya,\" maksudnya, ketika al-Qur`an itu dari sisi Allah, maka tidak akan ada perselisihan di dalamnya sama sekali. "},{"id":798,"sura":4,"from_aya":83,"to_aya":83,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenaran-nya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikuti setan, kecuali sebagian kecil saja (di antaramu).\" (An-Nisa`: 83)."},{"id":799,"sura":4,"from_aya":83,"to_aya":83,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(83) Ini merupakan pengajaran dari Allah untuk hamba-hambaNya tentang perbuatan mereka yang tidaklah patut tersebut, dan bahwa seyogyanya apabila datang kepada mereka suatu perkara penting dan kemaslahatan umum yang berkaitan dengan keamanan dan kebahagiaan kaum Mukminin atau dengan kekha-watiran yang mengakibatkan suatu musibah atas mereka, agar mereka memastikan terlebih dahulu dan tidak tergesa-gesa untuk menyebarkan kabar tersebut, dan sebaiknya mereka menyerahkan-nya kepada Rasul dan kepada Ulil Amri di antara mereka yaitu orang-orang yang memiliki pandangan luas, ilmu, nasihat, kecer-dasan, dan keteguhan, di mana mereka mengetahui urusan-urusan dan mengetahui kemaslahatan atau kemudharatan, dan bila me-reka memandang bahwa menyebarkannya mengandung kemas-lahatan dan semangat bagi kaum Muslimin, bahkan kebahagiaan untuk mereka serta tindakan kewaspadaan terhadap musuh-musuh mereka, maka mereka boleh melakukan hal tersebut, dan bila mereka memandang bahwa hal itu tidak memiliki kemaslahatan, atau ada kemaslahatan padanya akan tetapi kemudharatannya lebih besar daripada kemaslahatannya, maka janganlah mereka menyiarkannya, karena itulah Allah berfirman,\ufd3e \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0647\u064f  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u064a\u064e\u0633\u06e1\u062a\u064e\u0646\u06e2\u0628\u0650\u0637\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f\u06e5  \u0645\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064f\u0645\u06e1\u06d7   \ufd3f   \"Tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri),\" maksudnya, mereka dapat menyimpulkan suatu kebenaran dengan pemikiran dan pendapat-pendapat mereka yang lurus serta ilmu-ilmu mereka yang matang.\nAyat ini merupakan sebuah dalil bagi sebuah kaidah moral yaitu bahwa apabila terjadi sebuah pembahasan dalam suatu per-kara, seyogyanya perkara tersebut diserahkan kepada orang yang berhak atas perkara tersebut, dan tidak ada seorang pun yang didahulukan sebelumnya, karena sesungguhnya ia lebih dekat kepada kebenaran dan lebih dapat selamat dari kesalahan.\nAyat ini juga mengisyaratkan larangan dari sikap ketergesa-gesaan dan terburu-buru dalam menyebarkan informasi setelah mendengarnya, dan seharusnya dalam perkara seperti itu perlu berpikir sebelum membicarakan dan membahasnya, apakah hal itu menyimpan kemaslahatan hingga ia melakukannya ataukah tidak hingga ia menahannya.\nKemudian Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u06e1\u0644\u064e\u0627  \u0641\u064e\u0636\u06e1\u0644\u064f   \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u0631\u064e\u062d\u06e1\u0645\u064e\u062a\u064f\u0647\u064f\u06e5 \ufd3f   \"Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu\" yaitu dalam membimbing, mengajarkan, dan mendidik kalian dengan apa yang belum kalian ketahui, \ufd3e \u0644\u064e\u0671\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u06e1\u062a\u064f\u0645\u064f     \u0671\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u06e1\u0637\u064e\u0670\u0646\u064e  \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627  \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u0657\u0627 \ufd3f   \"tentulah kamu meng-ikuti setan, kecuali sebagian kecil saja (di antaramu),\" karena manusia dengan tabiatnya adalah zhalim lagi bodoh, dan nafsunya tidaklah menyuruhnya kecuali kepada kejahatan, namun bila ia bersandar kepada Rabbnya dan berpegang teguh denganNya dan ia berjuang dalam hal tersebut, niscaya Rabbnya akan mengasihi dan membim-bingnya kepada segala kebaikan dan menjaganya dari setan yang terkutuk. "},{"id":800,"sura":4,"from_aya":84,"to_aya":84,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para Mukmin (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu, dan Allah amat besar kekuatan dan amat keras siksaan(Nya).\" (An-Nisa`: 84)."},{"id":801,"sura":4,"from_aya":84,"to_aya":84,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(84) Kondisi ini adalah kondisi terbaik bagi seorang hamba, yaitu ia berjuang dalam dirinya untuk melaksanakan perintah Allah berupa jihad ataupun lainnya, dan ia juga mendorong orang lain kepada hal tersebut, terkadang seorang hamba tidak berada pada kedua kondisi itu atau hanya berada pada salah satunya, oleh karena itu Allah berfirman kepada RasulNya,       \ufd3e \u0641\u064e\u0642\u064e\u0670\u062a\u0650\u0644\u06e1  \u0641\u0650\u064a  \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0644\u064e\u0627  \u062a\u064f\u0643\u064e\u0644\u0651\u064e\u0641\u064f  \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627     \u0646\u064e\u0641\u06e1\u0633\u064e\u0643\u064e\u06da       \ufd3f \"Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri,\" maksudnya, tidak ada kemampuan bagimu terhadap selain dirimu, maka tidaklah kamu dibebankan dengan perbuatan orang lain,       \ufd3e \u0648\u064e\u062d\u064e\u0631\u0651\u0650\u0636\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e\u06d6   \ufd3f   \"dan kobarkanlah semangat para Mukmin (untuk berperang),\" yakni, untuk berjihad, hal ini mencakup segala hal yang mampu mengobarkan semangat kaum Mukminin dan kekuatan hati mereka, berupa tin-dakan memperkuat (lahir dan batin) mereka, mengabarkan tentang kelemahan musuh dan kegagalan mereka dan tentang janji yang akan diberikan oleh Allah bagi orang-orang yang berjihad berupa pahala, dan hal yang akan diterima oleh orang-orang yang tidak ikut dalam peperangan berupa siksaan, hal ini dan yang sema-camnya termasuk dari tindakan mengobarkan semangat untuk berjihad.\n\ufd3e \u0639\u064e\u0633\u064e\u0649  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0623\u064e\u0646  \u064a\u064e\u0643\u064f\u0641\u0651\u064e  \u0628\u064e\u0623\u06e1\u0633\u064e  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652\u06da       \ufd3f \"Mudah-mudahan Allah menolak se-rangan orang-orang yang kafir itu,\" yaitu dengan berperangnya kalian di jalan Allah dan pengobaran semangat dari sebagian kalian kepada sebagian lainnya, \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0623\u064e\u0634\u064e\u062f\u0651\u064f  \u0628\u064e\u0623\u06e1\u0633\u0657\u0627    \ufd3f \"dan Allah amat besar kekuatanNya\" yaitu kemampuan dan kemuliaanNya, \ufd3e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0634\u064e\u062f\u0651\u064f \u062a\u064e\u0646\u0643\u0650\u064a\u0644\u0657\u0627 \ufd3f   \"dan amat keras siksaan(Nya)\" terhadap seorang pelaku dosa pada dirinya sendiri, dan siksaanNya terhadap selain dirinya. Sekiranya Allah meng-hendaki, niscaya Allah akan mengalahkan kaum kafir dengan ke-kuatanNya, dan tidak akan menyisakan mereka sedikit pun juga, akan tetapi di antara hikmahNya adalah Allah menguji sebagian hamba-hambaNya dengan sebagian lainnya, agar jihad itu terlak-sana, dan agar tumbuh keimanan yang berguna yaitu keimanan atas dasar pilihan dan bukan keimanan paksaan atau tekanan yang tidak berguna sama sekali. "},{"id":802,"sura":4,"from_aya":85,"to_aya":85,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Barangsiapa yang memberikan syafa'at yang baik, niscaya ia akan memperoleh bagian (pahala) dari padanya. Dan barang-siapa memberi syafa'at yang buruk, niscaya ia akan memikul bagian (dosa) dari padanya. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.\" (An-Nisa`: 85)."},{"id":803,"sura":4,"from_aya":85,"to_aya":85,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(85) Maksud dari syafa'at di sini adalah bantuan atas suatu urusan, barangsiapa yang memberikan syafa'at kepada orang lain dan melakukan suatu perkara dari perbuatan-perbuatan baik bersamanya, di antaranya adalah syafa'at untuk orang-orang yang teraniaya kepada para pelaku kezhaliman, ia mendapat bagian pahala dari syafa'atnya itu sesuai dengan usaha, perbuatan, dan nilai manfaatnya, dan tidaklah akan berkurang sedikit pun pahala orang yang langsung berkenaan dengannya. Dan barangsiapa yang menolong orang lain dalam suatu keburukan, maka dia mendapat bagian dari dosa sesuai dengan apa yang ia lakukan dan apa yang ia bantu. Hal ini adalah sebuah anjuran yang besar untuk saling tolong menolong dalam kebaikan dan takwa, dan ancaman yang keras dari tolong menolong dalam dosa dan kejahatan. Dan Allah menetapkan hal itu dalam FirmanNya, \ufd3e \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670  \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650  \u0634\u064e\u064a\u06e1\u0621\u0656 \u0645\u0651\u064f\u0642\u0650\u064a\u062a\u0657\u0627 \ufd3f   \"Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu\" yaitu sebagai saksi, menyimpan, dan menghitung segala perbuatan-perbuatan tersebut, lalu mem-balas setiap perbuatan sesuai dengan haknya masing-masing. "},{"id":804,"sura":4,"from_aya":86,"to_aya":86,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu.\" (An-Nisa`: 86)."},{"id":805,"sura":4,"from_aya":86,"to_aya":86,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(86) Salam penghormatan adalah sebuah kata yang ber-sumber dari salah seorang dari dua orang yang bertemu dengan maksud penghormatan dan doa serta segala hal yang mengiringi ucapan tersebut berupa wajah yang berseri dan semisalnya. Dan bentuk salam yang paling tinggi adalah apa yang dijelaskan oleh syariat, baik sebagai permulaan maupun jawabannya. Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memerintahkan kaum Mukminin bahwa bila mereka diberikan ucapan salam dengan salam apa pun, maka sepatutnya mereka membalasnya dengan yang lebih baik darinya, baik perkataan maupun wajah yang berseri, atau dengan yang sama persis dengan-nya. Pemahaman terbalik (mafhum al-Mukhalafah) dari hal tersebut adalah larangan dari tidak membalas sama sekali atau membalas-nya namun lebih rendah darinya. Dari ayat ini dapat diambil juga sebuah dalil tentang anjuran memulai salam dan ucapan selamat dari dua aspek:\nPertama, bahwasanya Allah memerintahkan untuk mem-balasnya dengan yang lebih baik atau sama persis dengannya, hal itu menuntut bahwa ucapan penghormatan itu sangat dianjurkan oleh syariat.\nKedua, dapat disarikan dari kata kerja yang menunjukkan \"lebih\" atau \"paling\" yaitu kata lebih baik, di mana hal itu menun-jukkan akan adanya keikutsertaan ucapan penghormatan dan ba-lasannya dengan baik, sebagaimana dasarnya memang seperti itu.\nAda pengecualian dari keumuman ayat yang mulia tersebut bagi orang yang memberikan penghormatan dengan suatu kondisi yang tidak diperintahkan, seperti memberikan salam kepada orang yang sedang membaca al-Qur`an atau sedang mendengarkan khutbah atau seorang yang sedang shalat dan semacamnya, se-sungguhnya dalam kondisi ini tidaklah dianjurkan untuk memba-las salam tersebut, demikian juga dikecualikan dari ayat ini adalah orang yang telah diperintahkan oleh syariat untuk dijauhi dan tidak diberikan ucapan penghormatan, seperti seorang pelaku maksiat yang tidak bertaubat, yang mana orang tersebut akan tercegah dari kemaksiatannya dengan tindakan itu, maka, sesung-guhnya orang seperti itu dihajr (dijauhi) tidak diberikan ucapan penghormatan dan ucapan penghormatan darinya tidaklah dibalas, yang demikian itu karena bertentangan dengan kemaslahatan yang lebih besar. Dan yang termasuk dalam membalas ucapan penghor-matan adalah setiap ucapan penghormatan yang telah terbiasa diucapkan oleh suatu masyarakat, dan ucapan itu bukanlah suatu yang dilarang secara syariat, maka harus dibalas sepertinya atau lebih baik darinya. Kemudian Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 menjanjikan balasan (ke-baikan) atas segala perbuatan baik dan mengancam segala perbuat-an buruk dengan FirmanNya, \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e      \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e  \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670  \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u06e1\u0621\u064d \u062d\u064e\u0633\u0650\u064a\u0628\u064b\u0627 \ufd3f   \"Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu,\" Allah menyimpan segala perbuatan-perbuatan para hamba, yang baik maupun yang buruk, yang kecil maupun yang besar, kemudian Allah akan membalas mereka dengan apa yang ditetapkan oleh karunia, keadilan, dan hikmahNya yang terpuji. "},{"id":806,"sura":4,"from_aya":87,"to_aya":87,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Allah, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Sesungguhnya Dia akan mengumpulkan kamu di Hari Kiamat, yang tidak ada keraguan terjadinya. Dan siapakah orang yang lebih benar perkataan(nya) daripada Allah?\" (An-Nisa`: 87)."},{"id":807,"sura":4,"from_aya":87,"to_aya":87,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(87) Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 mengabarkan tentang keesaanNya, dan bahwa-sanya tidak ada yang berhak disembah dan tidak ada yang berhak dituhankan kecuali Allah, karena kesempurnaanNya pada Dzat dan sifat-sifatNya, dan karena hanya Dia-lah yang Esa dalam pencipta-an, pengaturan, memberi nikmat, yang lahir maupun yang batin, yang demikian itu menuntut adanya perintah untuk beribadah dan mendekatkan diri kepadaNya dengan segala bentuk penyembahan, karena memang hanya Dia-lah yang berhak untuk itu, dan Dia memberikan balasan kepada hamba-hambaNya yang telah mela-kukan peribadahan kepadaNya atau yang telah mereka tinggal-kan darinya, oleh karena itu Allah bersumpah terhadap tempat pembalasan yang pasti terjadi, yaitu Hari Kiamat dalam Firman-Nya, \ufd3e \u0644\u064e\u064a\u064e\u062c\u06e1\u0645\u064e\u0639\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Dia akan mengumpulkan kamu\" yaitu dari orang-orang terdahulu hingga orang-orang terakhir, pada tempat yang satu, pada \ufd3e \u064a\u064e\u0648\u06e1\u0645\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u0642\u0650\u064a\u064e\u0670\u0645\u064e\u0629\u0650  \u0644\u064e\u0627  \u0631\u064e\u064a\u06e1\u0628\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650\u06d7   \ufd3f   \"Hari Kiamat, yang tidak ada keraguan terjadinya,\" maksudnya, tidak ada kebimbangan dan tidak ada kerancuan dalam bentuk apa pun dengan adanya dalil logika mau-pun dalil dari wahyu (dalil sam'i).\nAdapun dalil logika yaitu apa yang kita saksikan berupa menghidupkan kembali bumi yang telah mati, terjadinya pencip-taan pertama di mana penciptaan selanjutnya adalah lebih mudah, dan di antara hikmah yang memastikan bahwa Allah tidaklah menciptakan makhluk itu secara sia-sia adalah mereka hidup lalu meninggal.\nAdapun dalil sam'i yaitu kabar dari Dzat yang paling benar tentang hal tersebut, dan bahkan Dia bersumpah atas perkara itu, karena itulah Allah berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u06e1  \u0623\u064e\u0635\u06e1\u062f\u064e\u0642\u064f  \u0645\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u062d\u064e\u062f\u0650\u064a\u062b\u0657\u0627 \ufd3f   \"Dan siapakah orang yang lebih benar perkataan(nya) daripada Allah?\" Demikian juga Allah memerintahkan RasulNya \ufdfa agar bersumpah atasnya pada tempat lain dalam al-Qur`an, seperti Firman Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649,\n\ufd3e \u0632\u064e\u0639\u064e\u0645\u064e  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e    \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652  \u0623\u064e\u0646  \u0644\u0651\u064e\u0646  \u064a\u064f\u0628\u06e1\u0639\u064e\u062b\u064f\u0648\u0627\u0652\u06da       \u0642\u064f\u0644\u06e1   \u0628\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670  \u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a     \u0644\u064e\u062a\u064f\u0628\u06e1\u0639\u064e\u062b\u064f\u0646\u0651\u064e  \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e    \u0644\u064e\u062a\u064f\u0646\u064e\u0628\u0651\u064e\u0624\u064f\u0646\u0651\u064e  \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627  \u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u06e1\u062a\u064f\u0645\u06e1\u06da       \u0648\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e  \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u064a\u064e\u0633\u0650\u064a\u0631\u065e        7  \ufd3f \n\"Orang-orang yang kafir mengatakan bahwa mereka sekali-kali tidak akan dibangkitkan. Katakanlah, 'Tidak demikian, demi Rabbku, benar-benar kamu akan dibangkitkan, kemudian akan diberitakan kepada-mu apa yang telah kamu kerjakan.' Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.\" (At-Taghabun: 7).\nDan pada FirmanNya, \n\ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u06e1  \u0623\u064e\u0635\u06e1\u062f\u064e\u0642\u064f  \u0645\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0642\u0650\u064a\u0644\u0657\u0627 \ufd3f   \n\"Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?\" (An-Nisa`: 122), \nadalah sebuah pemberitahuan bahwa perkataanNya, kabar-kabar-Nya dan pembicaraan-pembicaraanNya adalah pada tingkatan kebenaran tertinggi, bahkan yang tertinggi padanya, maka setiap perkataan yang diungkapkan tentang akidah, ilmu, dan perbuatan yang bertentangan dengan apa yang dikabarkan oleh Allah adalah batil, karena bertentangan dengan kabar yang benar dan yakin, dan tidaklah mungkin hal tersebut menjadi benar. "},{"id":808,"sura":4,"from_aya":88,"to_aya":91,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan dalam (menghadapi) orang-orang munafik, padahal Allah telah membalikkan mereka kepada kekafiran, disebabkan usaha mereka sendiri? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang-orang yang telah disesatkan Allah? Barangsiapa yang disesatkan Allah, sekali-kali kamu tidak mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) kepadanya. Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Jika mereka berpaling, maka tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorang pun di antara mereka menjadi pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong, kecuali orang-orang yang meminta perlindungan kepada sesuatu kaum, yang antara kamu dan kaum itu telah ada perjan-jian (damai) atau orang-orang yang datang kepada kamu sedang hati mereka merasa keberatan untuk memerangi kamu dan meme-rangi kaumnya. Kalau Allah menghendaki, tentu Dia memberi kekuasaan kepada mereka terhadap kamu, lalu pastilah mereka memerangimu. Tetapi jika mereka membiarkan kamu, dan tidak memerangi kamu serta mengemukakan perdamaian kepadamu, maka Allah tidak memberi jalan bagimu (untuk menawan dan membunuh) mereka. Kelak kamu akan dapati (golongan-golongan) yang lain, yang bermaksud supaya mereka aman darimu dan aman (pula) dari kaumnya. Setiap mereka diajak kembali kepada fitnah (syirik), mereka pun terjun ke dalamnya. Karena itu jika mereka tidak membiarkan kamu dan (tidak) mau mengemukakan perda-maian kepadamu, serta (tidak) menahan tangan mereka (dari me-merangimu), maka tawanlah mereka dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemui mereka, dan merekalah orang-orang yang Kami berikan kepadamu alasan yang nyata (untuk menawan dan membunuh) mereka.\" (An-Nisa`: 88-91)."},{"id":809,"sura":4,"from_aya":88,"to_aya":89,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(88-89) Yang dimaksud dengan orang-orang munafik yang disebutkan dalam ayat-ayat tersebut adalah orang-orang munafik yang menampakkan keIslaman mereka namun mereka tidak ber-hijrah meninggalkan kekufuran mereka, dan sungguh ketika itu telah terjadi di antara para sahabat \u0631\u0636\u064a \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0639\u0646\u0647\u0645 suatu kesimpangsiuran[32], di antara mereka merasa keberatan untuk membunuh orang-orang tersebut dan memutuskan ikatan mereka disebabkan oleh apa yang mereka tampakkan dari keimanan, dan sebagian lagi mengetahui kondisi orang-orang tersebut dari sinyal-sinyal perbuatan mereka lalu menetapkan kekufuran mereka, lalu Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 mengabarkan bahwasanya tidak sepatutnya kalian menjadi ragu tentang orang-orang tersebut dan janganlah kalian bimbang lagi, akan tetapi per-kara mereka itu adalah jelas dan tidak menyulitkan sama sekali, bahwa mereka itu adalah orang-orang munafik, di mana kekufuran mereka telah berulang-ulang dan mereka sangat berharap dengan kondisi mereka itu akan kekufuran kalian dan agar kalian sama seperti mereka, lalu bila kalian telah membuktikan hal tersebut tentang mereka, \ufd3e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627  \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0645\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0623\u064e\u0648\u06e1\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0653\u0621\u064e \ufd3f   \"maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong(mu)\" hal ini menuntut agar tidak boleh mencintai mereka, karena pertemanan itu adalah cabang dari kecintaan, dan juga menuntut untuk membenci dan memusuhi mereka, karena larangan dari suatu hal adalah perintah kepada hal yang berlawanan dengannya, namun hal ini adalah suatu per-kara yang bersifat sementara dengan hijrahnya mereka, dan bila mereka berhijrah, maka berlakulah atas mereka apa yang berlaku atas kaum Muslimin, sebagaimana Nabi \ufdfa memberlakukan hukum-hukum Islam terhadap orang-orang yang bersama dengan beliau dan ikut berhijrah dengan beliau, baik terhadap Mukmin yang hakiki ataupun Mukmin yang lahirnya saja, akan tetapi bila mereka tidak berhijrah dan berpaling darinya, \ufd3e \u0641\u064e\u062e\u064f\u0630\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u0671\u0642\u06e1\u062a\u064f\u0644\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u06e1 \u062d\u064e\u064a\u06e1\u062b\u064f   \u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u062a\u0651\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u06e1\u06d6   \ufd3f   \"maka tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemui mereka\" yaitu kapan pun dan di mana pun, ini adalah di antara dalil-dalil yang menunjukkan atas mansukhnya perang pada bulan-bulan haram sebagaimana menjadi pendapat sebagian besar para ulama, adapun orang-orang yang tidak sependapat berkata, \"Ini adalah nash-nash yang mutlak yang harus dikaitkan dengan ikatan haram pada bulan-bulan haram.\""},{"id":810,"sura":4,"from_aya":90,"to_aya":90,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(90) Kemudian Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 mengecualikan dalam memerangi orang-orang munafik tersebut dengan tiga kelompok:\nDua kelompok di antaranya diperintahkan secara tegas untuk tidak memerangi mereka.\nKelompok pertama; orang yang sampai pada suatu kaum di mana antara mereka dengan kaum Mukminin ada perjanjian dan persetujuan untuk tidak saling berperang, lalu orang tersebut ber-gabung bersama mereka, hingga ketentuan untuknya adalah seperti ketentuan terhadap kaum tersebut bahwa darah dan hartanya terlindungi.\nKelompok kedua: Sebuah kaum, di mana \ufd3e \u062d\u064e\u0635\u0650\u0631\u064e\u062a\u06e1  \u0635\u064f\u062f\u064f\u0648\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0623\u064e\u0646  \u064a\u064f\u0642\u064e\u0670\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0623\u064e\u0648\u06e1  \u064a\u064f\u0642\u064e\u0670\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0642\u064e\u0648\u06e1\u0645\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1\u06da \ufd3f   \"hati mereka merasa keberatan untuk memerangi kamu dan memerangi kaumnya\" yaitu hati mereka tetap tidak sudi untuk meme-rangi kalian dan tidak juga memerangi kaum mereka dan mereka lebih suka untuk tidak memerangi kedua belah pihak, maka orang-orang tersebut Allah perintahkan juga untuk tidak diperangi, lalu Allah menyebutkan hikmah dalam hal tersebut melalui FirmanNya, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u06e1   \u0634\u064e\u0627\u0653\u0621\u064e   \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0644\u064e\u0633\u064e\u0644\u0651\u064e\u0637\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0641\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u0670\u062a\u064e\u0644\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06da   \ufd3f   \"Kalau Allah menghendaki, tentu Dia mem-beri kekuasaan kepada mereka terhadap kamu, lalu pastilah mereka me-merangimu\" karena sesungguhnya perkara-perkara yang mungkin terjadi ada tiga macam; mereka bersama kalian dan ikut bersama kalian memerangi musuh-musuh kalian, namun hal ini tidak mungkin terjadi dari mereka, maka berlakulah antara dua perkara yaitu memerangi kalian bersama kaum mereka atau tidak meme-rangi kedua belah pihak, dan terakhir itulah perkara yang paling mudah atas kalian, dan Allah Mahakuasa untuk membuat mereka menguasai kalian, maka terimalah keselamatan itu dan pujilah Rabb kalian yang telah menahan mereka dari memerangi kalian dengan kemungkinan bahwa mereka mampu akan hal tersebut. Mereka itu bila membiarkan kalian, \ufd3e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u06e1  \u064a\u064f\u0642\u064e\u0670\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u06e1      \u0648\u064e\u0623\u064e\u0644\u06e1\u0642\u064e\u0648\u06e1\u0627\u0652  \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0643\u064f\u0645\u064f    \u0671\u0644\u0633\u0651\u064e\u0644\u064e\u0645\u064e  \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627  \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u0645\u06e1  \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0657\u0627 \ufd3f   \"dan tidak memerangi kamu serta mengemukakan perdamaian kepadamu, maka Allah tidak memberi jalan bagimu (untuk menawan dan membunuh) mereka.\""},{"id":811,"sura":4,"from_aya":91,"to_aya":91,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(91) Kelompok ketiga: Sebuah kaum yang menghendaki ke-maslahatan bagi diri mereka sendiri, terlepas dari penghormatan kalian, mereka itu adalah orang-orang yang Allah berfirman tentang mereka, \ufd3e \u0633\u064e\u062a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0621\u064e\u0627\u062e\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Kelak kamu akan dapati (golongan-golongan) yang lain\" yaitu di antara orang-orang munafik tersebut,\ufd3e \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0623\u064e\u0646  \u064a\u064e\u0623\u06e1\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"yang bermaksud supaya mereka aman dari pada kamu,\" yaitu karena takut kepada kalian, \ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0623\u06e1\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0642\u064e\u0648\u06e1\u0645\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1     \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e   \u0645\u064e\u0627  \u0631\u064f\u062f\u0651\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652  \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0671\u0644\u06e1\u0641\u0650\u062a\u06e1\u0646\u064e\u0629\u0650  \u0623\u064f\u0631\u06e1\u0643\u0650\u0633\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627\u06da   \ufd3f   \"dan aman (pula) dari kaumnya. Setiap mereka diajak kembali kepada fitnah (syirik), mereka pun terjun ke dalamnya,\" maksudnya mereka tetap selalu dalam kekufuran mereka dan kenifakan mereka, dan setiap kali mereka dihadapkan dengan suatu fitnah, niscaya hal itu akan membutakan mereka dan membuat kepala-kepala mereka tertun-duk dan bertambahnya kekufuran dan kenifakan mereka, mereka ini menurut gambarannya adalah seperti kelompok yang kedua, akan tetapi pada hakikatnya sangatlah berbeda, karena sesungguh-nya kelompok yang kedua itu meninggalkan perang terhadap kaum Mukminin sebagai suatu penghormatan kepada kaum Mukminin dan bukan karena takut akan diri mereka, adapun kelompok ini, mereka meninggalkan perang tersebut karena takut dan bukan penghormatan, bahkan bila mereka mendapatkan sebuah kesem-patan untuk memerangi kaum Mukminin, pastilah mereka akan memberanikan diri untuk memanfaatkan kesempatan tersebut. \nMaka meskipun tidak begitu jelas sikap mereka dalam mem-biarkan dan tidak memerangi kaum Mukminin, akan tetapi mereka harus diperangi, karena itulah Allah berfirman,\ufd3e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646  \u0644\u0651\u064e\u0645\u06e1  \u064a\u064e\u0639\u06e1\u062a\u064e\u0632\u0650\u0644\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u064a\u064f\u0644\u06e1\u0642\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652  \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0643\u064f\u0645\u064f        \u0671\u0644\u0633\u0651\u064e\u0644\u064e\u0645\u064e \ufd3f   \"Karena itu jika mereka tidak membiarkan kamu dan (tidak) mau mengemukakan perdamaian kepadamu,\" yaitu mengadakan perjanjian dan perdamaian, \ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0643\u064f\u0641\u0651\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652  \u0623\u064e\u064a\u06e1\u062f\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0641\u064e\u062e\u064f\u0630\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u06e1 \u0648\u064e\u0671\u0642\u06e1\u062a\u064f\u0644\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u062d\u064e\u064a\u06e1\u062b\u064f   \u062b\u064e\u0642\u0650\u0641\u06e1\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u06e1\u06da       \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u0652\u0644\u064e\u0670\u0653\u0626\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u06e1\u0646\u064e\u0627  \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u0645\u06e1  \u0633\u064f\u0644\u06e1\u0637\u064e\u0670\u0646\u0657\u0627  \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u0657\u0627 \ufd3f   \"serta (tidak) menahan tangan mereka (dari memerangi-mu), maka tawanlah mereka dan bunuhlah mereka dan merekalah orang-orang yang Kami berikan kepadamu alasan yang nyata (untuk menawan dan membunuh) mereka,\" yaitu suatu alasan yang kuat dan jelas, karena mereka adalah orang-orang yang melampaui batas dan berlaku zhalim terhadap kalian dan meninggalkan perdamaian, maka janganlah mereka mencela kecuali diri mereka sendiri. "},{"id":812,"sura":4,"from_aya":92,"to_aya":92,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan tidak layak bagi seorang Mukmin membunuh seorang Mukmin (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja), dan barangsiapa membunuh seorang Mukmin karena tersalah, (hendak-lah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diyat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah. Jika ia (si terbunuh) dari kaum yang memusuhimu padahal ia Mukmin, maka (hendaklah si pembunuh) memerdekakan seorang hamba sahaya yang Mukmin. Dan jika ia dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diyat yang diserahkan kepada keluarga-nya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang Muk-min. Barangsiapa yang tidak memperolehnya, maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai cara taubat kepada Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabi-jaksana.\" (An-Nisa`: 92)."},{"id":813,"sura":4,"from_aya":92,"to_aya":92,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(92) Bentuk kalimat ini adalah merupakan bentuk kalimat penolakan, artinya tidak mungkin dan mustahil sekali seorang Mukmin dapat membunuh Mukmin lainnya, maksudnya, dengan disengaja.\nHal ini merupakan sebuah berita tentang betapa haramnya pembunuhan tersebut, dan bahwa hal tersebut akan menghilang-kan keimanan dengan sebenar-benarnya, dan sesungguhnya tin-dakan itu hanya akan dilakukan oleh orang kafir atau orang fasik yang imannya berkurang sangat banyak dan yang dikhawatirkan terjadi hal-hal yang lebih besar darinya, karena sesungguhnya keimanan yang benar akan mencegah seorang Mukmin dari mem-bunuh saudaranya yang telah Allah ikat antara dia dan saudaranya tersebut sebuah ikatan persaudaraan karena iman yang menuntut agar ia mencintai saudaranya itu, menolongnya dan menghilang-kan segala hal yang membahayakannya berupa gangguan; dan gangguan apalagi yang paling besar dari pembunuhan? Hal ini dibenarkan oleh sabda Nabi \ufdfa, \n\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u064f\u0648\u0652\u0627 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u064a\u0652 \u0643\u064f\u0641\u0651\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u064a\u064e\u0636\u0652\u0631\u0650\u0628\u064f \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0631\u0650\u0642\u064e\u0627\u0628\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d.\n\"Janganlah kalian kembali kepada kekufuran setelah kematianku yaitu sebagian kalian membunuh sebagian lainnya.\"[33] \nKarena itu diketahui bahwa pembunuhan merupakan kufur amali (kufur) perbuatan, dan dosa yang paling besar setelah syirik kepada Allah.\nDan tatkala Firman Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649, \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u0650\u0645\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u064d     \u0623\u064e\u0646  \u064a\u064e\u0642\u06e1\u062a\u064f\u0644\u064e  \u0645\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u064b\u0627 \ufd3f   \"Dan tidak layak bagi seorang Mukmin membunuh seorang Mukmin (yang lain)\" adalah sebuah lafazh yang umum dalam segala kondisi, dan bahwa seorang Muslim tidak akan membunuh saudara Muslim lainnya dalam bentuk apa pun, lalu Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 mengecualikan dari hal tersebut pembunuhan karena ketidaksengajaan, seraya berfir-man, \ufd3e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627   \u062e\u064e\u0637\u064e\u0640\u0654\u0657\u0627\u06da       \ufd3f \"Kecuali karena tersalah (tidak disengaja),\" karena se-sungguhnya seorang yang salah yang tidak bermaksud membunuh, ia tidaklah berdosa dan tidak dikatakan sebagai seorang yang berani melanggar batasan-batasan Allah, akan tetapi karena ia telah mela-kukan suatu tindakan yang keji dan bentuknya pun sangat cukup untuk dikatakan sangat jelek walaupun ia sendiri tidak bermaksud demikian, maka Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memerintahkan membayar kaffarat (denda atas pelanggaran larangan) dan diyat (ganti rugi pembunuhan) dalam FirmanNya, \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646  \u0642\u064e\u062a\u064e\u0644\u064e   \u0645\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u064b\u0627 \u062e\u064e\u0637\u064e\u0640\u0654\u0657\u0627 \ufd3f   \"Dan barangsiapa membunuh seorang Mukmin karena tersalah,\" baik pelaku pembunuhannya adalah laki-laki atau wanita, orang merdeka atau budak, kecil atau besar, berakal atau gila, Muslim atau kafir, sebagaimana yang ditunjukkan oleh kata \"barangsiapa\" yang menunjukkan kepada keumuman, dan hal ini adalah di antara rahasia-rahasia menem-patkan kata \"barangsiapa\" dalam kalimat tersebut, karena sesung-guhnya konteks perkataan tersebut mengarahkan kepada ungkapan \"dan jika ia membunuhnya,\" akan tetapi kalimat ini tidak mencakup apa yang dicakup oleh konteks yang memakai kata \"barangsiapa,\" dan juga sama saja, baik orang yang terbunuh itu laki-laki atau wanita, kecil atau besar, sebagaimana yang ditunjukkan oleh kata umum dalam konteks kalimat bersyarat, maka hendaklah pelaku pembunuhan itu \ufd3e \u0641\u064e\u062a\u064e\u062d\u06e1\u0631\u0650\u064a\u0631\u064f \u0631\u064e\u0642\u064e\u0628\u064e\u0629\u0656 \u0645\u0651\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u064e\u0629\u0656 \ufd3f   \"memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman,\" sebagai suatu denda akan hal tersebut, yang harus diambil dari hartanya.\nBudak tersebut mencakup; kecil maupun besar, laki-laki maupun wanita dan yang sehat maupun yang memiliki cacat me-nurut sebagian pendapat para ulama, akan tetapi hikmah yang ada menuntut sebuah konsekuensi bahwa denda itu tidaklah terpenuhi dengan budak yang memiliki cacat, karena yang dimaksudkan dengan membebaskan budak itu adalah memanfaatkan budak dan kepemilikan kemaslahatan dirinya, namun bila budak itu akan terabaikan dengan pembebasannya tersebut dan tetapnya ia dalam perbudakan adalah lebih bermanfaat bagi dirinya, maka tidaklah terpenuhi denda tersebut, padahal dalam FirmanNya, \ufd3e \u0641\u064e\u062a\u064e\u062d\u06e1\u0631\u0650\u064a\u0631\u064f \u0631\u064e\u0642\u064e\u0628\u064e\u0629\u0656 \ufd3f   \"Memerdekakan seorang hamba sahaya,\" suatu isyarat yang menun-jukkan akan hal tersebut, karena sesungguhnya pembebasan budak itu adalah pelepasan hak memanfaatkan budak tersebut dari sese-orang kepada orang lain. Namun bila kemaslahatan tersebut tidak dijumpai, maka tidaklah tergambarkan adanya pembebasan, karena itu perhatikanlah hal tersebut, karena itu sangat jelas sekali.\nAdapun diyat, maka sesungguhnya hal itu diwajibkan kepada keluarga besar pelaku pembunuhan tidak disengaja atau pembu-nuhan yang mirip dengan sengaja, \ufd3e \u0645\u0651\u064f\u0633\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e\u0629\u064c \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670\u0653             \u0623\u064e\u0647\u06e1\u0644\u0650\u0647\u0650\u06e6\u0653 \ufd3f   \"yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu),\" sebagai suatu hiburan bagi hati mereka yang luka, dan yang dimaksud dengan \ufd3e       \u0623\u064e\u0647\u06e1\u0644\u0650\u0647\u0650\u06e6\u0653 \ufd3f   \"keluarga-nya\" di sini, adalah ahli warisnya, karena sesungguhnya ahli waris itu akan mewarisi apa yang ditinggalkan oleh si mayit, dan diyat ini termasuk dalam warisannya, dan diyat ini memiliki perincian-perincian yang luas sekali yang termuat dalam buku-buku fikih. \nDan FirmanNya, \ufd3e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627\u0653 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0635\u0651\u064e\u062f\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627\u0652\u06da \ufd3f   \"Kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah\" maksudnya, ahli waris terbunuh bersedekah dengan cara memaafkan keluarga pembunuh dari membayar diyat, maka gugurlah kewajiban membayar diyat tersebut. Ayat ini mengandung anjuran kepada keluarga terbunuh untuk memaaf-kan, karena Allah telah menamakan sikap memaafkan itu dengan sebutan sedekah, dan sedekah itu sangat diharapkan pada setiap waktu, \ufd3e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \ufd3f   \"jika ia\" orang yang terbunuh, \ufd3e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0648\u06e1\u0645\u064d \u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u0656 \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"dari kaum yang memusuhimu,\" yaitu dari orang-orang kafir yang boleh diperangi, \ufd3e \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e  \u0645\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u065e  \u0641\u064e\u062a\u064e\u062d\u06e1\u0631\u0650\u064a\u0631\u064f  \u0631\u064e\u0642\u064e\u0628\u064e\u0629\u0656  \u0645\u0651\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u064e\u0629\u0656\u06d6   \ufd3f   \"padahal ia Mukmin maka ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman\" yaitu kalian tidak wajib membayar diyat kepada keluarga terbunuh, karena tidak adanya penghormatan dalam darah dan harta mereka, \ufd3e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \ufd3f   \"dan jika\" orang yang terbunuh, \ufd3e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0648\u06e1\u0645\u0650\u06ed   \u0628\u064e\u064a\u06e1\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u0628\u064e\u064a\u06e1\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645  \u0645\u0651\u0650\u064a\u062b\u064e\u0670\u0642\u065e  \u0641\u064e\u062f\u0650\u064a\u064e\u0629\u065e  \u0645\u0651\u064f\u0633\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e\u0629\u064c   \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670\u0653  \u0623\u064e\u0647\u06e1\u0644\u0650\u0647\u0650\u06e6  \u0648\u064e\u062a\u064e\u062d\u06e1\u0631\u0650\u064a\u0631\u064f  \u0631\u064e\u0642\u064e\u0628\u064e\u0629\u0656  \u0645\u0651\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u064e\u0629\u0656\u06d6   \ufd3f   \"dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diyat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdeka-kan hamba sahaya yang Mukmin,\" hal tersebut adalah untuk meng-hormati penduduknya karena adanya perjanjian dan perdamaian di antara mereka. \n\ufd3e \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u06e1 \u064a\u064e\u062c\u0650\u062f\u06e1 \ufd3f   \"Barangsiapa yang tidak memperoleh\" hamba sahaya dan tidak pula ada harta seharga budak tersebut, karena ia dalam kesulitan, dan ia tidak memiliki kelebihan nafkah dari kebutuhan-kebutuhan pokok keluarganya yang mampu memenuhi denda tersebut, \ufd3e \u0641\u064e\u0635\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064f \u0634\u064e\u0647\u06e1\u0631\u064e\u064a\u06e1\u0646\u0650 \u0645\u064f\u062a\u064e\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650\u0639\u064e\u064a\u06e1\u0646\u0650 \ufd3f   \"maka hendaklah ia (si pembunuh) ber-puasa dua bulan berturut-turut,\" yaitu janganlah ia berbuka di antara kedua bulan tersebut tanpa ada udzur yang syar'i, dan bila ia ber-buka dengan adanya udzur, maka udzur tersebut tidak memutus-kan keberlanjutan puasanya tersebut, seperti sakit, haidh dan sema-camnya, namun bila tanpa udzur, maka terputuslah keberlanjutan puasanya hingga ia harus mengulangi lagi dari awal, \ufd3e \u062a\u064e\u0648\u06e1\u0628\u064e\u0629\u0657  \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650\u06d7   \ufd3f   \"sebagai cara taubat kepada Allah,\" maksudnya, denda-denda tersebut yang diwajibkan oleh Allah atas pelaku pembunuhan adalah sebagai penerimaan taubat dari Allah atas hamba-hambaNya dan sebagai rahmat kepada mereka serta pengguguran akan hal yang terjadi pada mereka berupa kelalaian dan kurang waspada seba-gaimana yang sering terjadi pada pelaku pembunuhan yang tidak disengaja.\n\ufd3e \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e   \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627 \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u0657\u0627 \ufd3f   \"Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha-bijaksana\" yaitu ilmu yang sempurna dan hikmah yang sempurna pula, tidaklah akan tersembunyi dariNya walaupun sebesar dzarrah di bumi maupun di langit, dan tidak pula yang lebih kecil dari itu, apalagi yang lebih besar, di masa apa pun dan tempat manapun, dan tidak ada yang keluar dari hikmahNya, baik dari seluruh makhluk maupun syariat-syariat, bahkan semua yang Allah cipta-kan dan syariatkan adalah mengandung hikmah yang agung.\nDan di antara ilmu dan hikmahNya adalah, Allah mewajib-kan denda terhadap seorang pembunuh yang sesuai dengan apa yang telah dilakukannya, karena ia telah menjadi penyebab dari hilangnya sebuah jiwa yang terhormat, dan telah mengeluarkannya dari dunia nyata menuju ketiadaan, karena itu patutlah dirinya memerdekakan seorang hamba sahaya dan mengeluarkannya dari penghambaan kepada makhluk kepada kebebasan yang penuh, namun bila ia tidak mendapatkan hamba sahaya tersebut, ia harus berpuasa dua bulan berturut-turut, di mana dengan puasa itu ia mengeluarkan jiwanya dari penghambaan nafsu syahwat dan kelezatan-kelezatan lahiriyah yang menghalangi seorang hamba dari kebahagiaannya yang abadi kepada penghambaan kepada Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 dengan meninggalkan nafsu syahwat dan kelezatan lahi-riyah tersebut untuk mendekatkan diri kepadaNya, dan Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 membuat masanya dengan tempo yang panjang lagi sulit dalam hal jumlah dan kewajiban berturut-turut dalam menunaikannya, Allah tidak mewajibkan memberi makan dalam kondisi ini karena tidak sesuai dengan kasusnya, berbeda dengan zhihar, sebagaimana yang akan dibahas pada masa yang akan datang, insya Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649. \nDan di antara hikmahNya adalah Allah mewajibkan diyat dalam perkara pembunuhan, walaupun tidak disengaja, agar hal itu menjadi penghalang dan perintang dari banyaknya pembunuhan yang terjadi dengan memakai sebab-sebab yang melindungi akan hal tersebut. Dan di antara hikmahNya adalah diwajibkannya diyat atas keluarga pembunuh (al-Aqilah) dalam pembunuhan tidak sengaja menurut kesepakatan para ulama, karena pembunuhnya itu bukanlah seorang yang berdosa, maka sangat berat baginya untuk memikul beban diyat yang sangat berat tersebut, maka sa-ngatlah pantas kalau yang ikut dalam memikulnya adalah orang-orang yang antara mereka dengan pembunuh ada saling tolong-menolong, membela dan membantu dalam memperoleh kemas-lahatan dan menghindari kemudharatan, dan meringankan beban mereka, karena diyat tersebut dibagi menurut kondisi dan kemam-puan mereka masing-masing, dan juga dibuat ringan untuk mereka dengan masa pembayaran tiga tahun. Dan di antara hikmah dan ilmuNya juga adalah menghibur keluarga terbunuh dari musibah pembunuhan tersebut dengan adanya diyat yang diwajibkan atas keluarga pembunuh. "},{"id":814,"sura":4,"from_aya":93,"to_aya":93,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan barangsiapa yang membunuh seorang Mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahanam, ia kekal di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutuknya serta menyediakan azab yang besar baginya.\" (An-Nisa`: 93)."},{"id":815,"sura":4,"from_aya":93,"to_aya":93,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(93) Telah berlalu bahwa Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memberitakan bahwasa-nya tidaklah terjadi pembunuhan terhadap seorang Mukmin oleh Mukmin yang lain, dan bahwasanya pembunuhan itu adalah di antara bentuk kufur amali. Dalam ayat ini Allah menyebutkan tentang ancaman bagi pembunuh dengan sengaja yaitu ancaman yang menggetarkan jiwa, menakutkan hati, dan membuat orang-orang yang berakal gelisah, dan tidaklah ada hukuman yang dike-luarkan bagi dosa-dosa besar yang lebih besar dari hukuman ini, bahkan tidak ada yang sepertinya, yaitu kabar bahwa hukumannya adalah Jahanam, artinya, dosa yang besar ini telah patut menjadi satu-satunya dosa untuk diberikan hukuman kepada pelakunya dengan Jahanam dengan segala siksaan yang ada di dalamnya dan kehinaan yang nyata, kemurkaan Allah, hilangnya keselamatan dan keberuntungan, serta adanya kegagalan dan kerugian, maka hanya kepada Allah kita berlindung dari segala sebab yang men-jauhkan dari rahmatNya.\nAncaman ini memiliki kedudukan yang sama seperti hal-hal yang semisal dengannya dari nash-nash ancaman atas beberapa dosa-dosa besar dan kemaksiatan dengan keabadian dalam neraka atau haramnya surga. Dan sesungguhnya para ulama n telah berbeda pendapat tentang penafsirannya, di samping kesepakatan mereka atas batilnya pendapat Khawarij dan Mu'tazilah yang ber-pendapat akan kekalnya orang-orang seperti itu (pelaku dosa besar) dalam neraka walaupun mereka ini masih bertauhid, dan yang shahih dalam tafsirannya adalah apa yang dikatakan oleh Imam Ibnul Qayyim 5 dalam Madarij as-Salikin[34], di mana beliau telah menyebutkan beberapa pendapat para ulama dalam tafsir akan hal tersebut lalu beliau mengomentarinya seraya berkata; \n\"Sekelompok ulama berpendapat, bahwa nash-nash ini atau yang semisalnya adalah di antara perkara yang disebutkan padanya tuntutan diberlakukannya hukuman. Keberadaan tuntutan hukum tidak mengharuskan adanya suatu hukuman, karena hukuman itu hanya akan terwujud jika tuntutan-tuntutannya terpenuhi dan tidak ada penghalang-penghalangnya. Maksud dari nash-nash ini adalah pemberitahuan bahwa yang demikian itu merupakan sebab yang mengakibatkan hukuman. Dan sungguh telah ada dalil ten-tang adanya penghalang-penghalang tersebut yang sebagiannya adalah ijma' dan sebagian lagi berupa nash.\nMereka menyatakan bahwa atas dasar inilah penegakan ke-maslahatan dunia dan akhirat atau kemudharatan keduanya, dan atas dasar ini juga patokan hukum-hukum syariat dan ketetapan-ketetapan takdir, dan juga merupakan tuntutan sunnah Allah yang berlaku di dunia, dengannya ada keterkaitan antara sebab-sebab dan akibatnya sebagai suatu penciptaan dan perintah, dan sungguh Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 telah menjadikan bagi setiap hal ada hal lain yang kon-tradiksi dengannya yang selalu melawannya dan menghadangnya hingga hukum yang tegak adalah yang paling kuat darinya, maka kekuatan menghasilkan kesehatan dan keselamatan, dan kerusakan serta kezhaliman yang terjadi pada interaksi antara dua hal yang berlawanan tersebut adalah penghalang bagi fungsi alam. Jadi fungsi kekuatan dan hukum adalah bagi yang paling kuat darinya, demikian juga bagi kekuatan obat-obatan dan penyakit. Seorang hamba memiliki kesempatan untuk sehat dan kesempatan untuk sakit, salah satu pihak dari kedua hal itu akan menghalangi kesem-purnaan pengaruh dari pihak lainnya dan melawannya, dan bila ia mampu menanggulanginya dan menang atasnya, niscaya pe-ngaruhnya yang akan berfungsi, dari sinilah dapat diketahui pem-bagian makhluk yang masuk surga dan tidak masuk neraka atau sebaliknya, dan makhluk yang masuk neraka kemudian keluar darinya dan menetapnya dalam neraka adalah sesuai dengan hal-hal yang menuntut keberadaannya di neraka tersebut yang berpe-ngaruh pada cepat atau lambatnya ia keluar dari neraka.\nMakhluk yang memiliki mata hati yang terang di mana ia mampu memandang dengannya segala hal yang dikabarkan oleh Allah dalam kitabNya berupa perkara tentang Hari Pembalasan dan perincian-perinciannya, hingga seolah-olah ia menyaksikan-nya dengan mata kepala sendiri, dan ia mengetahui bahwa hal ini adalah suatu tuntutan uluhiyah Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649,,, rububiyahNya, kemuliaan-Nya, dan hikmahNya, dan bahwasanya mustahil pada Diri Allah apa yang berlawanan dengan itu semua. Dan prosentase keyakinan tersebut pada diri orang itu adalah sama dengan prosentase apa yang tidak pantas padaNya, sehingga prosentase hal tersebut berkaitan dengan bashirahnya adalah seperti prosentase (kuatnya) sinar matahari dan bintang kepada daya pandangannya. Dan inilah hakikat keimanan yang benar yang mampu membakar keburukan sebagaimana api membakar kayu, dan orang yang memiliki ke-imanan seperti ini, mustahil baginya terus-menerus berbuat kebu-rukan walaupun ia pernah melakukannya dan bahkan seringkali melakukannya, karena apa yang ada bersamanya berupa cahaya keimanan akan selalu memerintahkan kepadanya untuk memper-baharui taubat pada setiap waktu dan untuk kembali kepada Allah dalam setiap desah nafasnya. Dan inilah makhluk yang paling Allah cintai.\" Berakhir perkataan beliau dan semoga Allah menyucikan jiwanya dan membalasnya untuk Islam dan kaum Muslimin dengan kebaikan. "},{"id":816,"sura":4,"from_aya":94,"to_aya":94,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berpe-rang) di jalan Allah, maka telitilah dan janganlah kamu mengata-kan kepada orang yang mengucapkan \"salam\" kepadamu, 'Kamu bukan seorang Mukmin', (lalu kamu membunuhnya), dengan mak-sud mencari harta benda kehidupan di dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu dahulu, lalu Allah menganugerahkan nikmatNya atas kamu, maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.\" (An-Nisa`: 94)."},{"id":817,"sura":4,"from_aya":94,"to_aya":94,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(94) Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memerintahkan hamba-hambaNya yang ber-iman apabila mereka keluar berjihad di jalanNya dan mengharap keridhaanNya agar teliti dan cermat (mencari kejelasan) dalam segala perkara-perkara mereka yang samar, karena perkara itu ada dua macam; perkara yang jelas dan perkara yang tidak jelas. Perkara yang jelas dan nyata tidak butuh lagi kepada ketelitian dan kecermatan, karena hal tersebut sudah tidak diperdebatkan lagi. Adapun perkara-perkara yang bermasalah dan yang tidak jelas, maka sesungguhnya manusia membutuhkan ketelitian dan kehati-hatian, agar ia mengetahui apakah ia berani mengambil risiko ataukah tidak, karena ketelitian dalam perkara-perkara seperti ini akan menghasilkan faidah-faidah yang banyak sekali dan terhindar dari keburukan yang besar, di mana agama, akal, dan kematangan seorang hamba dapat diketahui dengannya. Berbeda dengan seseorang yang tergesa-gesa pada awal-awalnya terhadap suatu perkara sebelum ia meneliti dan mencari tahu hukumnya, karena sesungguhnya hal tersebut akan mengakibatkan suatu hal yang tidak diharapkan, sebagaimana yang terjadi pada orang-orang yang ditegur oleh Allah dalam ayat tersebut yaitu ketika mereka tidak meneliti lalu mereka membunuh orang yang menyerahkan dirinya kepada mereka di mana pada saat itu ada ghanimah milik-nya atau harta milik orang lain bersamanya, sebagai suatu dugaan bahwa hal ini hanya sebagai suatu penghindaran diri dari pembu-nuhan, dan ternyata hal ini adalah suatu kesalahan, karena itulah Allah menegur mereka dalam FirmanNya, \n\ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652   \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646\u06e1  \u0623\u064e\u0644\u06e1\u0642\u064e\u0649\u0670\u0653  \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0643\u064f\u0645\u064f   \u0671\u0644\u0633\u0651\u064e\u0644\u064e\u0670\u0645\u064e  \u0644\u064e\u0633\u06e1\u062a\u064e  \u0645\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u0657\u0627  \u062a\u064e\u0628\u06e1\u062a\u064e\u063a\u064f\u0648\u0646\u064e   \u0639\u064e\u0631\u064e\u0636\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u062d\u064e\u064a\u064e\u0648\u0670\u0629\u0650  \u0671\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u06e1\u064a\u064e\u0627  \u0641\u064e\u0639\u0650\u0646\u062f\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0645\u064e\u063a\u064e\u0627\u0646\u0650\u0645\u064f    \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064e\u0629\u065e\u06da   \ufd3f   \"Dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan \"salam\" kepadamu, 'Kamu bukan seorang Mukmin,' (lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak.\" Maksudnya, janganlah kalian didorong oleh harta yang sementara lagi sedikit lalu melakukan perbuatan yang tidak semestinya, hingga membuat kalian luput dari pahala di sisi Allah yang banyak lagi abadi, dan apa yang ada di sisi Allah itu lebih baik dan lebih abadi. Hal ini adalah sebuah isyarat bahwa seorang hamba bila ia merasakan dorongan-dorongan jiwanya condong kepada suatu kondisi yang berasaskan hawa nafsu dan membahayakan dirinya, hendaknya ia ingatkan jiwanya itu dengan apa yang dijanjikan oleh Allah bagi orang yang mampu menahan nafsunya tersebut, dan mendahulu-kan keridhaan Allah daripada keridhaan dirinya sendiri, karena hal itu merupakan dorongan bagi jiwa dalam melaksanakan perin-tah Allah, walaupun hal itu berat baginya.\nKemudian Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman dengan maksud mengingatkan mereka tentang kondisi mereka pertama kali sebelum mereka diberi petunjuk kepada Islam, \ufd3e \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646   \u0642\u064e\u0628\u06e1\u0644\u064f \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e     \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0643\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Begitu jugalah keadaan kamu dahulu, lalu Allah menganugerahkan nikmatNya atas kamu.\" Maksudnya, sebagaimana Allah memberikan hidayah-Nya kepada kalian setelah kesesatan kalian, demikian pula Allah memberikan hidayahNya kepada selain kalian, dan sebagaimana hidayah itu kalian dapatkan sedikit demi sedikit, begitu pula selain kalian, maka memahami secara sempurna akan kondisinya pertama kali yang kurang dan muamalahnya terhadap orang yang sama seperti kondisinya dengan tuntutan pengetahuannya tentang kondisinya pertama kali dan seruannya untuk orang tersebut de-ngan hikmah dan nasihat yang baik adalah di antara sebab-sebab yang paling besar dalam memberikan faidah dan manfaat kepada-nya, karena itulah Allah mengulangi perintah untuk teliti dalam FirmanNya, \ufd3e \u0641\u064e\u062a\u064e\u0628\u064e\u064a\u0651\u064e\u0646\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652\u06da   \ufd3f   \"Maka telitilah,\" dan orang yang keluar ber-jihad di jalan Allah dan berjuang memerangi musuh-musuh Allah serta menyiapkan diri dengan berbagai persiapan demi mengalah-kan mereka, dia diperintahkan untuk teliti terhadap orang yang mengucapkan salam kepadanya, karena ada indikasi kuat yang menunjukkan bahwa tindakan itu hanyalah sebagai suatu jalan menghindar dari pembunuhan dan khawatir akan dirinya, sesung-guhnya hal itu menunjukkan perintah untuk teliti dan berhati-hati dalam segala kondisi di mana terjadi suatu perkara yang samar padanya, dan seorang hamba harus meneliti masalah itu hingga masalah tersebut jelas baginya dan teranglah maksud dan kebe-narannya.\n\ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627     \u062a\u064e\u0639\u06e1\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u0657\u0627 \ufd3f   \"Sesungguhnya Allah Maha Menge-tahui apa yang kamu kerjakan,\" hingga Allah membalas setiap orang atas apa yang telah diperbuat dan diniatkannya sesuai dengan apa yang diketahuiNya dari kondisi hamba-hambaNya dan niat-niat mereka. "},{"id":818,"sura":4,"from_aya":95,"to_aya":96,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Tidaklah sama antara Mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai udzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwa mereka atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar, (yaitu) beberapa derajat dariNya, ampunan, serta rahmat. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.\" (An-Nisa`: 95-96)."},{"id":819,"sura":4,"from_aya":95,"to_aya":96,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(95-96) Maksudnya, tidaklah sama orang yang berjihad di antara kaum Mukminin dengan mempersembahkan diri dan har-tanya dengan orang yang tidak keluar berjihad dan tidak berjuang melawan musuh-musuh Allah, hal ini merupakan anjuran untuk keluar berjihad dan dorongan kepada hal tersebut, juga ancaman dari bermalas-malasan dan tidak ikut serta tanpa ada alasan yang benar, adapun orang-orang yang memiliki udzur seperti orang sakit, orang buta, pincang dan yang tidak memiliki apa pun untuk mempersiapkan dirinya berperang, maka mereka itu tidaklah ter-masuk dari orang-orang yang tidak ikut serta tanpa udzur, barang-siapa yang termasuk dalam kelompok itu namun ia ridha dengan ketidakhadirannya dan tidak berniat ikut berjihad di jalan Allah, sekiranya tidak ada penghalang dan tidak pula ia berbisik kepada dirinya untuk berjihad, maka sesungguhnya ia termasuk dalam kelompok orang yang tidak ikut serta tanpa udzur, dan barang-siapa yang bertekad untuk ikut berjihad di jalan Allah sekiranya tidak ada penghalang dan ia berharap serta berbisik kepada dirinya untuk ikut serta, maka ia termasuk dalam kelompok orang yang ikut berjihad, karena niat yang kuat apabila diikuti oleh kondisi yang memungkinkan, baik perkataan maupun perbuatan orang itu, akan diposisikan dalam posisi orang yang berbuat.\nKemudian Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 tegaskan tentang keutamaan orang-orang yang berjihad atas orang-orang yang tidak ikut serta berjihad dengan suatu derajat, yaitu kemuliaan, dan keutamaan tersebut adalah dalam bentuk global, kemudian Allah menegaskan hal ter-sebut dalam bentuk yang lebih rinci, menjanjikan ampunan bagi mereka yang datang dari Rabb mereka dan rahmat yang meliputi segala kebaikan dan perlindungan dari segala keburukan, dan derajat yang dirincikan oleh Nabi \ufdfa dengan hadits beliau yang kuat dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim[35], \n\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0645\u0650\u0627\u0626\u064e\u0629\u064e \u062f\u064e\u0631\u064e\u062c\u064e\u0629\u064d\u060c \u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u062f\u064e\u0631\u064e\u062c\u064e\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650\u060c \u0623\u064e\u0639\u064e\u062f\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u064f \u0644\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u062c\u064e\u0627\u0647\u0650\u062f\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650.\n\"Sesungguhnya dalam surga itu ada seratus derajat, jarak antara setiap dua derajat adalah seperti antara langit dan bumi, yang disiapkan oleh Allah untuk orang-orang yang berjihad di jalanNya.\" \nGanjaran yang telah disiapkan oleh Allah tersebut untuk amal berjihad serupa dengan yang ada dalam surat ash-Shaf dalam FirmanNya, \n\ufd3e \u064a\u064e\u0670\u0653\u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e   \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0647\u064e\u0644\u06e1  \u0623\u064e\u062f\u064f\u0644\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u06e1    \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670  \u062a\u0650\u062c\u064e\u0670\u0631\u064e\u0629\u0656     \u062a\u064f\u0646\u062c\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645  \u0645\u0651\u0650\u0646\u06e1  \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064d  \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u0656 10  \u062a\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0628\u0650\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650\u06e6  \u0648\u064e\u062a\u064f\u062c\u064e\u0670\u0647\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e     \u0641\u0650\u064a  \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0628\u0650\u0623\u064e\u0645\u06e1\u0648\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1   \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06da       \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1     \u062e\u064e\u064a\u06e1\u0631\u065e     \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0625\u0650\u0646   \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u06e1   \u062a\u064e\u0639\u06e1\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e  11   \u064a\u064e\u063a\u06e1\u0641\u0650\u0631\u06e1 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0630\u064f\u0646\u064f\u0648\u0628\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u064a\u064f\u062f\u06e1\u062e\u0650\u0644\u06e1\u0643\u064f\u0645\u06e1 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0670\u062a\u0656  \u062a\u064e\u062c\u06e1\u0631\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062d\u06e1\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0646\u06e1\u0647\u064e\u0670\u0631\u064f       \u0648\u064e\u0645\u064e\u0633\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u064e      \u0637\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u064e\u0629\u0657  \u0641\u0650\u064a  \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0670\u062a\u0650  \u0639\u064e\u062f\u06e1\u0646\u0656\u06da       \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0641\u064e\u0648\u06e1\u0632\u064f      \u0671\u0644\u06e1\u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064f     12  \u0648\u064e\u0623\u064f\u062e\u06e1\u0631\u064e\u0649\u0670  \u062a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064e\u0627\u06d6       \u0646\u064e\u0635\u06e1\u0631\u065e    \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0648\u064e\u0641\u064e\u062a\u06e1\u062d\u065e  \u0642\u064e\u0631\u0650\u064a\u0628\u065e\u06d7       \u0648\u064e\u0628\u064e\u0634\u0651\u0650\u0631\u0650    \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e  13  \u064a\u064e\u0670\u0653\u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652      \u0623\u064e\u0646\u0635\u064e\u0627\u0631\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627  \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0639\u0650\u064a\u0633\u064e\u0649     \u0671\u0628\u06e1\u0646\u064f     \u0645\u064e\u0631\u06e1\u064a\u064e\u0645\u064e  \u0644\u0650\u0644\u06e1\u062d\u064e\u0648\u064e\u0627\u0631\u0650\u064a\u0651\u0650\u0640\u06e7\u0646\u064e  \u0645\u064e\u0646\u06e1  \u0623\u064e\u0646\u0635\u064e\u0627\u0631\u0650\u064a\u0653  \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649       \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650\u06d6         \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u062d\u064e\u0648\u064e\u0627\u0631\u0650\u064a\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0646\u064e\u062d\u06e1\u0646\u064f  \u0623\u064e\u0646\u0635\u064e\u0627\u0631\u064f  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650\u06d6       \u0641\u064e\u0640\u0654\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u064e\u062a  \u0637\u0651\u064e\u0627\u0653\u0626\u0650\u0641\u064e\u0629\u065e  \u0645\u0651\u0650\u0646\u06e2  \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a\u0653  \u0625\u0650\u0633\u06e1\u0631\u064e\u0670\u0653\u0621\u0650\u064a\u0644\u064e     \u0648\u064e\u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064e\u062a  \u0637\u0651\u064e\u0627\u0653\u0626\u0650\u0641\u064e\u0629\u065e\u06d6       \u0641\u064e\u0623\u064e\u064a\u0651\u064e\u062f\u06e1\u0646\u064e\u0627  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652   \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670  \u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1     \u0641\u064e\u0623\u064e\u0635\u06e1\u0628\u064e\u062d\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0638\u064e\u0670\u0647\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e  14 \ufd3f \n\"Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam Surga Adn. Itulah keberuntungan yang besar. Dan (ada lagi) karunia lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman. Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia, 'Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?' Pengikut-pengikut yang setia itu berkata, 'Kamilah penolong-penolong agama Allah!' Lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan (yang lain) kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.\" (Ash-Shaf: 10-14). \nPerhatikanlah betapa indahnya perpindahan dari suatu kondisi kepada kondisi yang lebih tinggi darinya, sesungguhnya hal itu merupakan peniadaan akan persamaan, yang pertama antara seorang mujahid dengan selainnya, kemudian Allah mene-gaskan keutamaan seorang mujahid atas seorang yang tidak ikut serta berperang dengan satu derajat, kemudian Allah berpindah kepada penyebutan akan keutamaannya dengan ampunan, rahmat, dan derajat. Perpindahan dari suatu kondisi kepada kondisi yang lebih tinggi ketika sedang mengutamakan dan memuji atau perpin-dahan dari suatu kondisi kepada kondisi yang lebih rendah darinya ketika sedang memberikan celaan dan hinaan adalah merupakan ungkapan yang paling indah dan paling menyentuh jiwa. Demi-kian pula apabila Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 mengutamakan sesuatu atas sesuatu yang lain, sementara setiap dari kedua hal tersebut memiliki ke-utamaan, maka Allah menjaganya dengan cara menyebut keuta-maan yang mencakup bagi kedua perkara tersebut (untuk menjaga) agar tidak ada seorang pun mengira bahwa hal itu merupakan celaan terhadap hal yang tidak diutamakan (al-Mufadhdhal alaih), sebagaimana Allah berfirman di sini, \ufd3e \u0648\u064e\u0643\u064f\u0644\u0651\u0657\u0627  \u0648\u064e\u0639\u064e\u062f\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u062d\u064f\u0633\u06e1\u0646\u064e\u0649\u0670\u06da   \ufd3f   \"Kepada ma-sing-masing mereka, Allah menjanjikan pahala yang baik (surga).\"\nDan sebagaimana Allah juga berfirman,\n\ufd3e \u0641\u064e\u0641\u064e\u0647\u0651\u064e\u0645\u06e1\u0646\u064e\u0670\u0647\u064e\u0627  \u0633\u064f\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0645\u064e\u0670\u0646\u064e\u06da       \u0648\u064e\u0643\u064f\u0644\u0651\u064b\u0627  \u0621\u064e\u0627\u062a\u064e\u064a\u06e1\u0646\u064e\u0627  \u062d\u064f\u0643\u06e1\u0645\u0657\u0627  \u0648\u064e\u0639\u0650\u0644\u06e1\u0645\u0657\u0627\u06da   \ufd3f   \n\"Maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat); dan kepada masing-masing mereka (Dawud dan Sulaiman) telah Kami berikan hikmah dan ilmu.\" (Al-Anbiya`: 79). \nOleh karena itu, seyogyanya orang yang mencari keutamaan di antara beberapa orang, kelompok dan pekerjaan agar mema-hami poin ini. Demikian juga seandainya ia berbicara tentang pencelaan terhadap beberapa orang atau terhadap ucapan-ucapan, ia menyebutkan suatu hal yang menunjukkan adanya kesamaan saat pengutamaan sebagian mereka atas sebagian yang lain, agar tidak ada prasangka bahwa orang yang diutamakan itu telah memperoleh kesempurnaan, sebagaimana jika dikatakan bahwa orang-orang Nasrani lebih baik dari orang-orang Majusi, sebaiknya ia juga berkata bahwa setiap dari kedua pihak itu adalah orang-orang kafir. Pembunuhan itu lebih keji daripada perzinaan, namun setiap dari kedua hal buruk itu merupakan kemaksiatan yang besar yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya.\nTatkala Allah menjanjikan orang-orang yang berjihad dengan ampunan dan rahmat yang datang dari dua nama Allah yang mulia yaitu Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, Allah menutup ayat ini dengan kedua NamaNya tersebut seraya ber-firman, \ufd3e \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u0657\u0627  \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627 \ufd3f    \"Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.\" "},{"id":820,"sura":4,"from_aya":97,"to_aya":99,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat da-lam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya, 'Dalam keadaan bagaimana kamu ini?' Mereka menja-wab, 'Kami adalah orang-orang yang tertindas di negeri (Makkah).' Para malaikat berkata, 'Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?' Orang-orang itu tempatnya Neraka Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali, kecuali mereka yang tertindas, baik laki-laki, wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak menge-tahui jalan (untuk hijrah). Mereka itu, mudah-mudahan Allah memaafkannya. Dan Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.\" (An-Nisa`: 97-99)."},{"id":821,"sura":4,"from_aya":97,"to_aya":97,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(97) Ancaman yang keras ini ditujukan kepada orang yang meninggalkan hijrah hingga ia meninggal padahal ia mampu me-lakukannya, sesungguhnya para malaikat yang mencabut nyawa-nya mencelanya dengan celaan yang keras tersebut, mereka berkata kepadanya, \ufd3e \u0641\u0650\u064a\u0645\u064e  \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u06e1\u06d6   \ufd3f   \"Dalam keadaan bagaimana kamu ini?\" maksud-nya, dalam kondisi bagaimana kalian dahulu? Dan dengan apa kalian berbeda dengan kaum musyrikin? Akan tetapi kalian hanya menambah jumlah kekuatan mereka, dan kemungkinan kalian membantu mereka untuk melawan kaum Mukminin, dan hilanglah dari kalian kebaikan yang banyak dan kesempatan berjihad bersama Rasulullah \ufdfa serta berada dengan kaum Mukminin dan membantu mereka untuk melawan musuh-musuh mereka, \ufd3e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627  \u0645\u064f\u0633\u06e1\u062a\u064e\u0636\u06e1\u0639\u064e\u0641\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0631\u06e1\u0636\u0650\u06da   \ufd3f   \"mereka menjawab, 'Kami adalah orang-orang yang tertindas di negeri (Makkah)'.\" Maksudnya, kami adalah orang-orang yang lemah dan tertindas serta dizhalimi, kami tidak memiliki kemampuan untuk berhijrah, padahal mereka tidaklah jujur dalam hal tersebut, karena Allah telah mencela dan mengancam mereka, dan Allah tidaklah membebankan sesuatu atas seseorang kecuali yang mampu dilaku-kannya, dan Allah mengecualikan orang-orang yang benar-benar tertindas, oleh karena itu malaikat berkata kepada mereka, \ufd3e \u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u06e1  \u062a\u064e\u0643\u064f\u0646\u06e1  \u0623\u064e\u0631\u06e1\u0636\u064f  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0648\u064e\u0670\u0633\u0650\u0639\u064e\u0629\u0657  \u0641\u064e\u062a\u064f\u0647\u064e\u0627\u062c\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627\u06da       \ufd3f \"Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?\" Ini merupakan pertanyaan pemantapan, artinya sesungguhnya telah pasti bagi setiap orang bahwa bumi Allah itu luas, maka di manapun seorang hamba berada dan ia tidak mampu meninggikan agama Allah di sana, ia memiliki keluasan dan kemudahan pada bumi Allah yang lain di mana ia mampu beribadah kepada Allah di tempat itu, sebagaimana Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman,\n\ufd3e \u064a\u064e\u0670\u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a\u064e  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e     \u0623\u064e\u0631\u06e1\u0636\u0650\u064a \u0648\u064e\u0670\u0633\u0650\u0639\u064e\u0629\u065e \u0641\u064e\u0625\u0650\u064a\u0651\u064e\u0670\u064a\u064e     \u0641\u064e\u0671\u0639\u06e1\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u0650   56  \ufd3f \n\"Hai hamba-hambaKu yang beriman, sesungguhnya bumiKu luas, maka sembahlah Aku saja.\" (Al-Ankabut: 56). \nAllah berfirman tentang orang-orang yang tidak memiliki udzur tersebut, \ufd3e \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0652\u0644\u064e\u0670\u0653\u0626\u0650\u0643\u064e \u0645\u064e\u0623\u06e1\u0648\u064e\u0649\u0670\u0647\u064f\u0645\u06e1 \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064f\u06d6   \u0648\u064e\u0633\u064e\u0627\u0653\u0621\u064e\u062a\u06e1 \u0645\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \ufd3f   \"Orang-orang itu tempatnya Neraka Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali,\" hal ini sebagaimana yang telah berlalu mengandung ungkapan penje-lasan tentang sebab yang mengakibatkan hal tersebut, dan terka-dang juga tuntutannya telah ada dengan adanya syarat-syaratnya dan tidak adanya penghalang-penghalangnya atau terkadang juga ada penghalang yang merintanginya.\nAyat ini merupakan sebuah dalil bahwa hijrah adalah di antara kewajiban yang paling besar, dan meninggalkannya adalah suatu hal yang diharamkan bahkan termasuk dosa-dosa besar. Dan ayat ini juga sebuah dalil bahwa setiap orang yang meninggal telah memenuhi dan melengkapi apa yang ditakdirkan untuknya berupa rizki, ajal, dan perbuatannya, ini diambil dari lafazh \u062a\u064e\u0648\u064e\u0641\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \"diwafatkan,\" yang menunjukkan akan hal tersebut, karena apabila masih tersisa sesuatu pun dari perkara-perkara tersebut, maka ia belum dikatakan telah memenuhinya. Ayat ini juga isyarat tentang keimanan kepada malaikat dan pujian kepada mereka, karena Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 telah menjadikan percakapan itu dari mereka dalam bentuk penetapan dan kebaikan dari mereka serta kecocokannya dengan kondisinya."},{"id":822,"sura":4,"from_aya":98,"to_aya":99,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(98-99) Kemudian Allah mengecualikan orang-orang yang benar-benar tertindas, orang-orang yang tidak memiliki kemam-puan untuk berhijrah dalam bentuk apa pun, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u064a\u064e\u0647\u06e1\u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0657\u0627 \ufd3f   \"dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah)\" Allah berfirman tentang me-reka, \ufd3e \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0652\u0644\u064e\u0670\u0653\u0626\u0650\u0643\u064e \u0639\u064e\u0633\u064e\u0649  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0639\u06e1\u0641\u064f\u0648\u064e  \u0639\u064e\u0646\u06e1\u0647\u064f\u0645\u06e1\u06da     \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0641\u064f\u0648\u0651\u064b\u0627 \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u0657\u0627 \ufd3f   \"Mereka itu, mudah-mudahan Allah memaafkannya. Dan Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun,\" kata \ufd3e \u0639\u064e\u0633\u064e\u0649 \ufd3f   \"Mudah-mudahan\" dan semacamnya menunjukkan ke-pastian terjadinya (jika bersumber) dari Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 karena tuntutan kemuliaan dan kebaikanNya. Dan pengharapan akan pahala dari orang-orang yang melakukan beberapa perbuatan mengandung faidah, yaitu bahwa orang tersebut bisa jadi tidak benar-benar me-menuhinya, dan tidak melakukannya menurut bentuk yang sesuai dari yang diinginkan, akan tetapi ia lalai, maka tidaklah ia berhak mendapatkan pahala tersebut, wallahu a'lam.\nDi dalam ayat yang mulia ini terdapat sebuah dalil bahwa orang yang tidak mampu mengerjakan suatu perintah berupa kewajiban atau selainnya, maka sesungguhnya ia dimaafkan, sebagaimana Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman tentang orang-orang yang tidak mampu berjihad,\n\ufd3e \u0644\u0651\u064e\u064a\u06e1\u0633\u064e   \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0639\u06e1\u0645\u064e\u0649\u0670     \u062d\u064e\u0631\u064e\u062c\u065e  \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627   \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0639\u06e1\u0631\u064e\u062c\u0650    \u062d\u064e\u0631\u064e\u062c\u065e  \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627   \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u0631\u0650\u064a\u0636\u0650     \u062d\u064e\u0631\u064e\u062c\u065e\u06d7         \ufd3f \n\"Tiada dosa atas orang-orang yang buta dan atas orang-orang yang pincang dan atas orang yang sakit (apabila tidak ikut berperang).\" (Al-Fath: 17). \nDan Allah berfirman tentang keumuman segala perintah, \n\ufd3e \u0641\u064e\u0671\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0645\u064e\u0627  \u0671\u0633\u06e1\u062a\u064e\u0637\u064e\u0639\u06e1\u062a\u064f\u0645\u06e1   \ufd3f \n\"Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu.\" (At-Taghabun: 16).\nNabi \ufdfa bersabda, \n\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0645\u064e\u0631\u0652\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064d\u060c \u0641\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0648\u0652\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u064e\u0639\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652.\n\"Apabila aku memerintahkan kepada kalian suatu perkara, maka kerjakanlah perkara itu menurut kesanggupanmu.\"[36]\nAkan tetapi tidaklah seorang manusia itu dimaafkan kecuali setelah ia mengerahkan segenap kemampuannya, namun tertutup baginya segala pintu-pintu usaha, atas dasar FirmanNya,   \ufd3e \u0644\u064e\u0627  \u064a\u064e\u0633\u06e1\u062a\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e  \u062d\u0650\u064a\u0644\u064e\u0629\u0657 \ufd3f   \"Yang tidak mampu berdaya upaya.\"\nAyat ini juga menyimpan suatu isyarat bahwa dalil tentang haji dan umrah -dan semacamnya dari perkara yang butuh perja-lanan- di antara syarat menunaikannya adalah kemampuan. "},{"id":823,"sura":4,"from_aya":100,"to_aya":100,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka men-dapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rizki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud ber-hijrah kepada Allah dan RasulNya, kemudian kematian menimpa-nya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.\" (An-Nisa`: 100)."},{"id":824,"sura":4,"from_aya":100,"to_aya":100,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(100) Ayat ini sebagai suatu penjelasan tentang anjuran untuk berhijrah dan dorongan kepadanya serta penjelasan tentang kemaslahatan yang terkandung di dalamnya, dan Allah Yang Maha menepati janji itu telah menjanjikan bahwa barangsiapa yang berhijrah di jalanNya dengan hanya mengharap keridhaanNya, ia akan mendapatkan tempat yang luas dan rizki yang melimpah, tempat yang luas itu mencakup kemaslahatan-kemaslahatan agama, dan rizki yang melimpah mencakup kemaslahatan-kemaslahatan dunia, yang demikian itu ketika sebagian besar manusia mengira bahwa berhijrah itu akan mengakibatkan perpecahan setelah ke-bersamaan, kefakiran setelah kekayaan, keterhinaan setelah kemu-liaan dan kesusahan setelah kelapangan, padahal hijrah itu tidaklah demikian, karena sesungguhnya seorang Mukmin selama ia masih berada di antara kaum musyrikin, maka agamanya berada dalam kondisi sangat kritis, tidak hanya pada ibadah-ibadahnya yang pribadi seperti shalat dan semacamnya, dan tidak juga pada ibadah-ibadahnya yang berhubungan dengan orang seperti jihad dengan perkataan maupun perbuatan dan hal-hal yang mengikutinya, karena ia tidak mampu melakukan hal tersebut, dan ia berada dalam sasaran empuk dalam perkara agamanya, khususnya jika termasuk dari orang-orang yang tertindas, namun bila ia berhijrah di jalan Allah, niscaya ia mampu menegakkan agama Allah dan berjihad melawan musuh-musuh Allah dan memerangi mereka, sesungguhnya al-muraghamah itu adalah sebuah kata komprehen-sif yang mencakup segala hal yang membuat marah musuh-musuh Allah berupa perkataan dan perbuatan, dan juga mengakibatkan perolehan rizki yang luas, dan sesungguhnya apa yang dikabarkan oleh Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 tersebut benar-benar telah terjadi.\nMaka ambillah pelajaran tersebut dari para sahabat \u0631\u0636\u064a \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0639\u0646\u0647\u0645, se-sungguhnya mereka ketika berhijrah di jalan Allah dan meninggal-kan negeri, anak-anak, serta harta mereka karena Allah, sempurna-lah iman mereka dengannya, dan mereka memperoleh keimanan yang sempurna, jihad yang besar, dan pembelaan terhadap agama Allah, di mana mereka menjadi para pemimpin bagi orang-orang setelah mereka, demikian juga mereka memperoleh hal-hal yang diakibatkan dari hal itu berupa kemenangan-kemenangan dan ghanimah-ghanimah, di mana mereka menjadi orang-orang yang paling kaya, dan demikianlah, setiap orang yang melakukan se-perti apa yang mereka lakukan, niscaya ia akan memperoleh apa yang mereka peroleh sampai Hari Kiamat.\nKemudian Allah berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062e\u06e1\u0631\u064f\u062c\u06e1 \u0645\u0650\u0646\u06e2     \u0628\u064e\u064a\u06e1\u062a\u0650\u0647\u0650\u06e6  \u0645\u064f\u0647\u064e\u0627\u062c\u0650\u0631\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650\u06e6 \ufd3f   \"Ba-rangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan RasulNya\" yaitu bertujuan kepada Rabbnya, keridhaanNya dan kecintaan kepada RasulNya, pembelaan terhadap agama Allah, dan bukan bertujuan selain itu, \ufd3e \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064f\u062f\u06e1\u0631\u0650\u0643\u06e1\u0647\u064f \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u0648\u06e1\u062a\u064f \ufd3f   \"kemudian kematian me-nimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju),\" dengan terbunuh atau selainnya, \ufd3e \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u06e1  \u0648\u064e\u0642\u064e\u0639\u064e  \u0623\u064e\u062c\u06e1\u0631\u064f\u0647\u064f\u06e5  \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650\u06d7   \ufd3f   \"maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah,\" yaitu sesungguhnya ia telah memperoleh pahala orang yang berhijrah yang telah mendapatkan maksudnya dengan jaminan dari Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649, yang demikian itu karena ia telah berniat dan bertekad serta adanya tindakan memulai perbuatan tersebut, maka di antara rahmat Allah kepadanya dan kepada orang-orang yang semisalnya bahwa Allah memberikan pahala untuk mereka secara penuh walaupun mereka belum menyempurnakan per-buatannya, dan Allah mengampuni apa yang terjadi dari mereka berupa kelalaian dalam berhijrah dan selainnya, karena itulah Allah menutup ayat ini dengan dua namaNya yang mulia tersebut seraya berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u0657\u0627  \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0657\u0627 \ufd3f   \"Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.\" Allah mengampuni bagi kaum Mukminin apa yang telah mereka lakukan berupa kesalahan-kesalahan, khusus-nya orang-orang yang bertaubat dan kembali kepada Rabb mereka, Allah Maha Penyayang terhadap seluruh makhluk dengan rahmat yang membuat mereka ada atau hidup, menyehatkan mereka, memberi rizki kepada mereka berupa harta, anak cucu, kekuatan dan lain sebagainya, Maha Penyayang terhadap kaum Mukminin di mana Allah membimbing mereka kepada keimanan, mengajar-kan mereka ilmu yang mengakibatkan keyakinan, memudahkan bagi mereka sebab-sebab kebahagiaan dan kemenangan, dan per-kara yang membuat mereka memperoleh keuntungan yang besar, mereka akan melihat di antara rahmat dan karuniaNya yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terbesit pada hati seorang manusia pun. Kita memo-hon kepada Allah agar tidak menahan kebaikanNya karena kebu-rukan yang ada pada diri kita. "},{"id":825,"sura":4,"from_aya":101,"to_aya":102,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu menqashar di antara shalat(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu. Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, ke-mudian apabila mereka (yang shalat besertamu) sujud (telah menyempurnakan satu rakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum shalat, lalu shalatlah mereka denganmu, dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata. Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus. Dan tidak ada dosa atasmu meletakkan senjata-senja-tamu, jika kamu mendapat suatu kesusahan karena hujan atau karena kamu memang sakit; dan siap siagalah kamu. Sesungguh-nya Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu.\" (An-Nisa`: 101-102)."},{"id":826,"sura":4,"from_aya":101,"to_aya":101,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(101) Dua ayat ini adalah dasar dari rukhshah (dispensasi kemudahan dalam melaksanakan ibadah) untuk mengqashar dan untuk shalat saat takut (shalat Khauf), Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627  \u0636\u064e\u0631\u064e\u0628\u06e1\u062a\u064f\u0645\u06e1  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0631\u06e1\u0636\u0650 \ufd3f   \"Dan apabila kamu bepergian di muka bumi\" yaitu bersafar, lahi-riyah ayat ini menunjukkan keringanan untuk mengqashar shalat dalam perjalanan apa pun, walaupun perjalanan kemaksiatan, se-bagaimana yang diyakini oleh madzhab Abu Hanifah 5, namun berbeda dengan jumhur ulama, yaitu tiga Imam selain mereka (Malik, asy-Syafi'i, Ahmad), mereka tidaklah memberlakukan adanya rukhshah pada perjalanan maksiat, sebagai pengkhususan bagi ayat ini dengan arti maupun kesesuaiannya, karena sesung-guhnya rukhshah tersebut merupakan kemudahan dari Allah untuk hamba-hambaNya apabila mereka bermusafir agar mereka meng-qasharkan shalat dan membatalkan puasanya, dan seorang pelaku maksiat dalam safarnya tidaklah pantas mendapatkan keringanan.\nDan FirmanNya, \ufd3e \u0641\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0633\u064e  \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u062c\u064f\u0646\u064e\u0627\u062d\u064c  \u0623\u064e\u0646  \u062a\u064e\u0642\u06e1\u0635\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0645\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0648\u0670\u0629\u0650  \ufd3f \"Maka tidaklah mengapa kamu menqashar di antara shalat(mu),\" maksudnya, tidak ada salahnya dan tidak ada dosanya atas kalian dalam hal tersebut, namun hal itu tidaklah meniadakan bahwa qashar tersebut adalah lebih utama, karena peniadaan dosa adalah sebuah penghapusan atas beberapa keraguan yang terjadi pada sebagian besar manusia, bahkan tidak juga meniadakan kewajiban, sebagaimana yang telah berlalu pada surat al-Baqarah pada Firman Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649, \n\ufd3e \u0625\u0650\u0646\u064e\u0651   \u0671\u0644\u0635\u0651\u064e\u0641\u064e\u0627  \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u0631\u06e1\u0648\u064e\u0629\u064e  \u0645\u0650\u0646  \u0634\u064e\u0639\u064e\u0627\u0653\u0626\u0650\u0631\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650\u06d6     \ufd3f \n\"Sesungguhnya Shafa dan Marwa adalah sebagian dari syi'ar Allah.\" (Al-Baqarah: 158). \nPenghapusan keraguan dalam hal ini adalah suatu yang jelas sekali, karena shalat itu telah tetap bagi kaum Muslimin tentang hukumnya yang wajib dengan bentuk yang sempurna tersebut, dan tidaklah hal ini menghapus dari jiwa kebanyakan orang-orang kecuali dengan menyebutkan perkara yang meniadakannya. Per-kara yang menunjukkan akan keutamaan qashar daripada menyem-purnakan ada dua hal: Pertama, konsistennya Nabi \ufdfa dalam meng-qashar shalat pada seluruh perjalanannya, dan kedua, bahwa hal ini adalah suatu bentuk keringanan, kemudahan, dan rahmat bagi hamba, dan Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 menyukai bila keringanan dariNya itu dila-kukan, sebagaimana Allah membenci kemaksiatan kepadaNya itu dikerjakan.\nDan FirmanNya, \ufd3e \u0623\u064e\u0646  \u062a\u064e\u0642\u06e1\u0635\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0645\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0648\u0670\u0629\u0650 \ufd3f   \"Kamu menqashar di antara shalat(mu),\" Allah tidak berfirman \"kamu mengqashar shalatmu,\" dalam hal itu ada dua faidah: Pertama, bahwa seandainya Allah berfirman \"kamu mengqashar shalatmu,\" niscaya qashar tersebut tidaklah terbatasi oleh batasan tertentu, dan kemungkinan saja akan diduga oleh seseorang bahwa dengan mengqashar seluruh shalat dalam satu rakaat saja telah mencukupinya, maka Allah memakai kata dalam FirmanNya, \ufd3e \u0645\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0648\u0670\u0629\u0650 \ufd3f   \"Di antara shalat(mu),\" agar hal itu menunjukkan bahwa qashar itu terbatasi dan teratur yang dikembalikan kepada perbuatan Nabi \ufdfa dan para sahabat-nya \u0631\u0636\u064a \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0639\u0646\u0647\u0645, dan kedua, bahwasanya kata, \u0645\u0650\u0646\u0652 menunjukkan pembagian, agar diketahui bahwa mengqashar shalat itu hanyalah beberapa shalat wajib saja dan bukan semuanya, karena shalat Shubuh dan Maghrib tidak diqashar, adapun yang diqashar adalah shalat-shalat yang empat rakaat saja, dari empat menjadi dua.\nDan bila telah tetap bahwa shalat qashar itu merupakan suatu keringanan dalam safar, namun ketahuilah bahwa para ahli Tafsir berbeda pendapat tentang batasan tersebut, yaitu FirmanNya, \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u06e1 \u062e\u0650\u0641\u06e1\u062a\u064f\u0645\u06e1   \u0623\u064e\u0646  \u064a\u064e\u0641\u06e1\u062a\u0650\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f   \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652\u06da   \ufd3f   \"Jika kamu takut diserang orang-orang kafir\" di mana lahiriyahnya menunjukkan bahwa tidaklah qashar itu boleh dilaku-kan kecuali dengan adanya dua perkara secara bersamaan yaitu safar dan rasa takut. Pangkal dari perselisihan mereka adalah ten-tang maksud dari FirmanNya, \ufd3e \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0642\u06e1\u0635\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"Kamu mengqashar\" meng-qashar jumlah saja atau mengqashar jumlah dan sifatnya? Dan yang masalah adalah yang terjadi pada hal yang pertama saja, sesung-guhnya hal ini telah dipermasalahkan oleh Amirul Mukminin Umar bin al-Khaththab \u0631\u0636\u064a \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0639\u0646\u0647 hingga beliau bertanya tentang hal ter-sebut kepada Rasulullah \ufdfa seraya berkata, \"Wahai Rasulullah \ufdfa, kenapa kita harus mengqashar shalat padahal kita sudah merasa aman?\" Maksudnya, Allah telah berfirman, \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u06e1      \u062e\u0650\u0641\u06e1\u062a\u064f\u0645\u06e1   \u0623\u064e\u0646  \u064a\u064e\u0641\u06e1\u062a\u0650\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f   \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652\u06da   \ufd3f   \"Jika kamu takut diserang orang-orang kafir,\" maka Rasulullah \ufdfa ber-sabda, \n\u0635\u064e\u062f\u064e\u0642\u064e\u0629\u064c \u062a\u064e\u0635\u064e\u062f\u0651\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u064f \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0642\u0652\u0628\u064e\u0644\u064f\u0648\u0652\u0627 \u0635\u064e\u062f\u064e\u0642\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f.\n\"Ia adalah sebuah sedekah yang diberikan oleh Allah kepada kalian, maka terimalah sedekah Allah tersebut,\"[37] atau sebagaimana yang beliau sabdakan. \nAtas dasar ini maka batasan tersebut disebutkan karena me-rupakan kondisi yang paling banyak terjadi pada Nabi \ufdfa beserta para sahabatnya \u0631\u0636\u064a \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0639\u0646\u0647\u0645, karena kebanyakan dari perjalanan Nabi \ufdfa adalah perjalanan-perjalanan dalam rangka jihad.\nDalam hal ini ada faidah yang lain, yaitu penjelasan tentang hikmah dan kemaslahatan dalam syariat rukhshah tersebut, Allah menjelaskan dalam ayat ini batasan perkara yang dapat dibayang-kan berupa kesulitan yang sesuai untuk keringanan tersebut, yaitu bersatunya safar dengan rasa takut, namun hal itu tidaklah mela-zimkan untuk tidak mengqashar pada safar saja, karena safar meru-pakan suatu kondisi yang selalu dihadapkan dengan kesulitan. Adapun menurut bentuk yang kedua yaitu yang dimaksud dengan qashar di sini adalah mengqashar bilangan dan sifatnya, karena se-sungguhnya syarat tersebut sesuai dengan babnya, dan bila ditemui adanya safar dan rasa takut, maka boleh mengqashar jumlah dan sifat shalat, dan bila hanya safar saja yang ditemui, maka hanya mengqashar jumlah saja yang dibolehkan, atau bila ditemui takut saja, maka boleh mengqashar sifatnya."},{"id":827,"sura":4,"from_aya":102,"to_aya":102,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(102) Karena itulah Allah menyebutkan setelahnya tata cara dari shalat Khauf dalam FirmanNya, \ufd3e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u06e1 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0642\u064e\u0645\u06e1\u062a\u064e   \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0671\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0648\u0670\u0629\u064e \ufd3f   \"Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka.\" Maksudnya, engkau shalat menjadi imam bersama mereka, di mana engkau menegak-kannya, menyempurnakan aturan-aturannya, dan melakukan apa yang memang wajib bagimu dan bagi mereka, kemudian Allah menafsirkan sendiri hal tersebut seraya berfirman,  \ufd3e \u0641\u064e\u0644\u06e1\u062a\u064e\u0642\u064f\u0645\u06e1  \u0637\u064e\u0627\u0653\u0626\u0650\u0641\u064e\u0629\u065e   \u0645\u0651\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064f\u0645  \u0645\u0651\u064e\u0639\u064e\u0643\u064e \ufd3f   \"Maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) beserta-mu,\" maksudnya, dan sekelompok lagi berjaga menghadap musuh, sebagaimana yang ditunjukkan oleh kalimat selanjutnya,  \ufd3e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627  \u0633\u064e\u062c\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"Kemudian apabila mereka sujud\" yaitu orang-orang yang shalat be-sertamu, maksudnya, mereka telah menyempurnakan shalat, dan Allah mengungkapkan maksud shalat dengan kata sujud untuk menjelaskan tentang keutamaan sujud dan bahwasanya ia adalah merupakan salah satu rukun di antara rukun-rukun shalat, bahkan ia merupakan rukun yang paling utama,\ufd3e \u0641\u064e\u0644\u06e1\u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652   \u0645\u0650\u0646 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0627\u0653\u0626\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1 \u0648\u064e\u0644\u06e1\u062a\u064e\u0623\u06e1\u062a\u0650 \u0637\u064e\u0627\u0653\u0626\u0650\u0641\u064e\u0629\u064c   \u0623\u064f\u062e\u06e1\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0644\u064e\u0645\u06e1     \u064a\u064f\u0635\u064e\u0644\u0651\u064f\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum shalat,\" mereka itu adalah kelompok pertama yang ber-jaga menghadap musuh, \ufd3e \u0641\u064e\u0644\u06e1\u064a\u064f\u0635\u064e\u0644\u0651\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0645\u064e\u0639\u064e\u0643\u064e \ufd3f   \"lalu shalatlah mereka dengan-mu,\" hal ini menunjukkan bahwa imam tidaklah beranjak dari tem-patnya setelah bubarnya kelompok pertama yang shalat bersama-nya dengan maksud menunggu kelompok kedua, dan bila mereka telah berdiri dan siap shalat, maka ia melanjutkan shalat yang tersisa darinya, kemudian imam duduk sambil menunggu para makmum dengan menyempurnakan shalat mereka dahulu kemu-dian imam salam bersama mereka. Ini adalah salah satu tata cara dari shalat Khauf, karena sesungguhnya banyak sifat-sifat shalat Khauf yang shahih dari Nabi \ufdfa, dan kesemuanya boleh dilakukan.\nAyat ini menunjukkan bahwa shalat jamaah itu wajib 'ain, hal ini karena dua alasan:\nPertama, bahwasanya Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memerintahkan hal tersebut dalam kondisi yang berat seperti ini, yaitu saat memuncaknya rasa takut terhadap musuh dan rasa kewaspadaan terhadap serangan mereka, dan bila Allah mewajibkan hal tersebut pada kondisi yang segenting itu, maka kewajibannya dalam kondisi yang tenang dan aman adalah lebih utama dan lebih patut.\nKedua, bahwa orang-orang yang shalat Khauf banyak me-ninggalkan syarat-syarat dan hal-hal wajib dalam shalat biasa, dan banyak sekali dibiarkan dari mereka perbuatan-perbuatan yang membatalkan shalat pada selain shalat Khauf, hal itu tidaklah me-nunjukkan kecuali hanya untuk menegaskan akan wajibnya shalat berjamaah, karena tidaklah akan bertentangan antara yang wajib dengan yang sunnah, dan sekiranya bukan karena wajibnya shalat jamaah, niscaya semua hal-hal yang wajib itu tidaklah boleh di-tinggalkan. \nDan ayat yang mulia ini juga menunjukkan bahwa yang paling utama dan paling baik adalah agar mereka shalat bersama satu imam saja walaupun hal itu mengandung suatu cacat yang tidak menjadi suatu hal yang kurang sekiranya mereka shalat de-ngan beberapa imam, yang demikian itu adalah demi bersatunya kalimat kaum Muslimin, keselarasan mereka dan tidak bercerai berainya kesatuan mereka, dan agar hal tersebut menjadi suatu faktor yang memberi rasa takut kepada musuh-musuh mereka.\nAllah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memerintahkan untuk menyandang senjata dan ber-tindak waspada dalam mengerjakan shalat Khauf, yang demikian itu walaupun terlihat mengandung suatu gerakan dan kesibukan di luar amalan-amalan shalat namun sesungguhnya di balik itu terdapat maslahat yang sangat besar dan lebih diutamakan, yaitu menyatukan antara shalat, berjihad, dan bertindak waspada dari musuh yang sangat berusaha keras dalam mengalahkan kaum Muslimin, menyerbu mereka, dan menjarah harta-harta benda me-reka, karena itulah Allah berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u062f\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e   \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0644\u064e\u0648\u06e1  \u062a\u064e\u063a\u06e1\u0641\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0639\u064e\u0646\u06e1  \u0623\u064e\u0633\u06e1\u0644\u0650\u062d\u064e\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u06e1\u062a\u0650\u0639\u064e\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1   \u0641\u064e\u064a\u064e\u0645\u0650\u064a\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e    \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0643\u064f\u0645  \u0645\u0651\u064e\u064a\u06e1\u0644\u064e\u0629\u0657  \u0648\u064e\u0670\u062d\u0650\u062f\u064e\u0629\u0657\u06da       \ufd3f \"Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus.\"\nKemudian Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memaafkan orang-orang yang memiliki udzur berupa sakit atau karena hujan untuk meletakkan senjata mereka, akan tetapi mereka tetap harus bertindak waspada dalam FirmanNya, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u062c\u064f\u0646\u064e\u0627\u062d\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0643\u064f\u0645\u06e1    \u0625\u0650\u0646  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1     \u0623\u064e\u0630\u0657\u0649  \u0645\u0651\u0650\u0646  \u0645\u0651\u064e\u0637\u064e\u0631\u064d  \u0623\u064e\u0648\u06e1  \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645     \u0645\u0651\u064e\u0631\u06e1\u0636\u064e\u0649\u0670\u0653  \u0623\u064e\u0646  \u062a\u064e\u0636\u064e\u0639\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652  \u0623\u064e\u0633\u06e1\u0644\u0650\u062d\u064e\u062a\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06d6         \u0648\u064e\u062e\u064f\u0630\u064f\u0648\u0627\u0652  \u062d\u0650\u0630\u06e1\u0631\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06d7       \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0623\u064e\u0639\u064e\u062f\u0651\u064e  \u0644\u0650\u0644\u06e1\u0643\u064e\u0670\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e     \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0657\u0627  \u0645\u0651\u064f\u0647\u0650\u064a\u0646\u0657\u0627 \ufd3f   \"Dan tidak ada dosa atasmu meletak-kan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat suatu kesusahan karena hujan atau karena kamu memang sakit, dan siap siagalah kamu. Sesungguhnya Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu,\" dan di antara siksaan yang menghinakan itu adalah apa yang telah diperintahkan oleh Allah kepada golonganNya yaitu orang-orang yang beriman dan para penolong agamaNya, serta orang-orang yang bertauhid untuk membunuh dan memerangi mereka di mana saja kaum Muslimin itu menemui mereka, menyerang mereka, mengepung mereka, dan mencari mereka pada segala penjuru, mengancam mereka dalam setiap kondisi serta tidak lengah dari mereka karena dikhawatirkan kaum kafir memperoleh beberapa keinginan mereka terhadap kaum Mukminin, maka milik Allah saja pujian dan sanjungan yang terbesar atas apa yang telah dikaruniakanNya terhadap kaum Mukminin dan pembelaan-Nya atas mereka dengan pertolonganNya dan instruksi-instruksi-Nya, di mana bila kaum Muslimin itu menempuhnya secara sem-purna, niscaya tidaklah akan ada suatu kaum yang akan mengalah-kan mereka dan tidaklah ada suatu musuh yang akan menguasai mereka dalam waktu kapan pun.\nDan FirmanNya, \ufd3e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627  \u0633\u064e\u062c\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0641\u064e\u0644\u06e1\u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652   \u0645\u0650\u0646  \u0648\u064e\u0631\u064e\u0627\u0653\u0626\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Kemudian apa-bila mereka (yang shalat besertamu) sujud (telah menyempurnakan satu rakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk meng-hadapi musuh)\" menunjukkan bahwa kelompok pertama tersebut menyempurnakan seluruh shalat mereka sebelum mereka beranjak pergi ke tempat penjagaan, dan bahwasanya Rasulullah \ufdfa tetap diam untuk menunggu kelompok selanjutnya sebelum beliau salam, karena telah disebutkan di atas bahwa kelompok tersebut berdiri bersama beliau menegakkan shalat, lalu Allah mengabarkan tentang keikutsertaan mereka dengan beliau dalam shalat, kemu-dian Allah menyandarkan perbuatan tersebut kepada kelompok itu saja tanpa menyandarkannya kepada Rasul, maka hal itu me-nunjukkan bahwa maksudnya adalah seperti yang telah kita sebut-kan di atas.\nDan dalam FirmanNya, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u06e1\u062a\u064e\u0623\u06e1\u062a\u0650 \u0637\u064e\u0627\u0653\u0626\u0650\u0641\u064e\u0629\u064c  \u0623\u064f\u062e\u06e1\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0644\u064e\u0645\u06e1  \u064a\u064f\u0635\u064e\u0644\u0651\u064f\u0648\u0627\u0652      \u0641\u064e\u0644\u06e1\u064a\u064f\u0635\u064e\u0644\u0651\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0645\u064e\u0639\u064e\u0643\u064e \ufd3f   \"Dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum shalat, lalu shalatlah mereka denganmu\" sebuah dalil bahwa kelompok pertama telah menyelesaikan shalat, dan bahwa seluruh shalat kelompok yang kedua bersama imam menurut realitanya pada rakaat per-tama dan menurut hukumnya pada rakaat mereka yang terakhir, di mana hal itu mengharuskan imam menunggu hingga mereka menyempurnakan shalat mereka, kemudian imam salam bersama mereka, hal ini sangatlah jelas bagi orang yang memperhatikannya. "},{"id":828,"sura":4,"from_aya":103,"to_aya":103,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingat-lah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang ber-iman.\" (An-Nisa`: 103)."},{"id":829,"sura":4,"from_aya":103,"to_aya":103,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(103) Maksudnya, apabila kalian telah menyelesaikan shalat Khauf kalian atau lainnya, maka berdzikirlah kepada Allah dalam berbagai kondisi dan keadaan kalian, akan tetapi dikhusus-kan shalat Khauf dengan hal tersebut adalah karena beberapa faidah, di antaranya:\n+  Bahwasanya baiknya hati, keberuntungan, dan kebahagiaan-nya, adalah dengan kembali kepada Allah dalam kecintaan dan hati yang penuh dengan dzikir kepadaNya dan pujian atasNya, dan sarana yang paling agung untuk mencapai tujuan tersebut adalah shalat, yang pada hakikatnya merupakan sebuah hu-bungan langsung antara seorang hamba dengan Rabbnya.\n+  Bahwa dalam hal itu tergambar hakikat keimanan dan isyarat-isyarat keyakinan yang membuat Allah harus mewajibkan shalat atas hamba-hambaNya setiap sehari semalam, dan telah diketahui bahwa di dalam shalat Khauf tidak didapatkan tujuan-tujuan yang terpuji tersebut disebabkan oleh sibuknya hati dan tubuh serta rasa takut, maka Allah memerintahkan untuk menutupinya dengan dzikir setelahnya.\n+  Bahwasanya takut itu mengakibatkan ketegangan hati dan pe-rasaan khawatir yang menghadapkannya kepada kelemahan, dan bila hati telah lemah, niscaya tubuh pun akan lemah dalam menghadapi musuh, dan memperbanyak dzikir kepada Allah adalah di antara pemicu kekuatan yang terbesar bagi hati.\n+  Bahwa dzikir kepada Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 disertai bersabar dan teguh ada-lah sebab dari kemenangan dan keberuntungan dari musuh sebagaimana Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \n\ufd3e \u064a\u064e\u0670\u0653\u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652  \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627    \u0644\u064e\u0642\u0650\u064a\u062a\u064f\u0645\u06e1  \u0641\u0650\u0626\u064e\u0629\u0657   \u0641\u064e\u0671\u062b\u06e1\u0628\u064f\u062a\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0648\u064e\u0671\u0630\u06e1\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u0657\u0627  \u0644\u0651\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u062a\u064f\u0641\u06e1\u0644\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e  45   \ufd3f \n\"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.\" (Al-Anfal: 45), \nAllah memerintahkan untuk memperbanyak dzikir kepada-Nya dalam kondisi seperti ini. Dan banyak lagi faidah-faidah lainnya.\nDan FirmanNya, \ufd3e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627  \u0671\u0637\u06e1\u0645\u064e\u0623\u06e1\u0646\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u06e1  \u0641\u064e\u0623\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0648\u0670\u0629\u064e\u06da   \ufd3f   \"Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa),\" maksudnya apabila kalian telah merasa aman dari rasa takut dan hati serta tubuh kalian telah merasakan ketenangan, maka sem-purnakanlah shalat kalian secara penuh, baik lahir maupun batin dengan menegakkan rukun-rukunnya, syarat-syaratnya, kekhu-syu'annya dan seluruh hal yang melengkapinya. \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e    \u0671\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0648\u0670\u0629\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a\u06e1     \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0643\u0650\u062a\u064e\u0670\u0628\u0657\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0648\u06e1\u0642\u064f\u0648\u062a\u0657\u0627 \ufd3f   \"Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman,\" maksudnya diwajibkan pada waktu-waktunya.\nHal tersebut menunjukkan kewajiban shalat, dan bahwa shalat itu memiliki waktu di mana shalat itu tidak sah kecuali pada waktunya, yaitu waktu-waktu yang telah diketahui oleh kaum Muslimin, baik anak kecil, orang tua, ulama maupun orang bodoh mereka, di mana mereka mendapatkan hal tersebut dari Nabi mereka, Muhammad \ufdfa dalam sabdanya, \n\u0635\u064e\u0644\u0651\u064f\u0648\u0652\u0627 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0652\u0646\u0650\u064a\u0652 \u0623\u064f\u0635\u064e\u0644\u0651\u0650\u064a.\n\"Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.\"[38]\nFirman Allah, \ufd3e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Atas orang-orang yang beriman\" menunjukkan bahwa shalat itu adalah barometer keimanan, dan menurut keimanan seorang hambalah shalatnya tegak dan sem-purna. Yang menunjukkan hal itu adalah bahwa kaum kafir \u2013wa-laupun mereka konsisten terhadap hukum-hukum kaum Muslimin seperti ahli dzimmah\u2013 tidaklah diwajibkan dengan cabang-cabang agama seperti shalat, mereka tidak diperintahkan untuk mengerja-kannya, bahkan hal itu bila mereka lakukan juga tidaklah sah selama mereka masih dalam kekufuran, dan mereka tetap akan disiksa karena hal itu dan karena hukum-hukum lain di akhirat nanti. "},{"id":830,"sura":4,"from_aya":104,"to_aya":104,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya mereka pun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu men-deritanya, sedang kamu mengharap dari Allah apa yang tidak me-reka harapkan. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.\" (An-Nisa`: 104). "},{"id":831,"sura":4,"from_aya":104,"to_aya":104,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(104) Yaitu janganlah kalian lemah dan jangan malas dalam mengejar musuh-musuh kalian dari orang-orang kafir, maksudnya dalam memerangi mereka dan bersiap-siap menghadapi mereka, karena sesungguhnya kelemahan hati mengakibatkan kelemahan tubuh. Dan yang demikian itu akan melemahkan perjuangan terhadap musuh, akan tetapi jadilah kalian orang-orang yang kuat dan bersemangat dalam memerangi mereka. Kemudian Allah me-nyebutkan suatu hal yang akan menguatkan hati kaum Mukminin, yaitu Allah menyebutkan dua perkara:\nPertama, bahwasanya apa pun yang menimpa kalian berupa kesedihan, kelelahan, luka dan lain sebagainya, maka hal serupa itu pun menimpa musuh-musuh kalian, maka menjadi lebih lemah dari mereka bukanlah di antara kewibawaan dan keluhuran budi kalian, karena kalian dan mereka sama-sama dalam merasakan akibat dari hal itu, karena kebiasaan yang berlaku adalah bahwa tidaklah akan merasa lemah kecuali orang yang tertimpa bencana yang bertubi-tubi dan dikalahkan oleh musuh secara terus menerus, dan bukannya orang yang hanya pernah dikalahkan dan pernah mengalahkan.\nPerkara kedua, bahwasanya kalian itu mengharapkan sesuatu di sisi Allah apa yang tidak mereka harapkan, kalian mengharap-kan kemenangan dengan mendapatkan pahalaNya dan keselamatan dari siksaNya, bahkan orang-orang yang khusus dalam Islam memiliki tujuan-tujuan yang jauh dan cita-cita yang tinggi untuk membela agama Allah, menegakkan syariatNya, memperluas daerah kekuasaan Islam, memberi petunjuk kepada orang-orang yang tersesat dan menghancurkan musuh-musuh agama, hal-hal tersebut akan menambah kekuatan bagi seorang Mukmin yang benar, meningkatkan semangat dan keberanian yang penuh, karena barangsiapa yang berjuang dan bersabar dalam memperoleh kemu-liaan duniawi bila ia memperolehnya tidaklah sama dengan orang yang berjuang untuk memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat, serta kemenangan dengan memperoleh ridha Allah dan surgaNya, maka Mahasuci Allah yang telah membeda-bedakan antara hamba dan memilah-milah mereka dengan ilmu dan hikmahNya, karena itulah Allah berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627 \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627 \ufd3f   \"Dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana,\" yaitu ilmu dan hikmah yang sempurna. "},{"id":832,"sura":4,"from_aya":105,"to_aya":113,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah) karena (membela) orang-orang yang khianat, dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan janganlah kamu berdebat (untuk membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sesungguhnya Allah tidak me-nyukai orang-orang yang selalu berkhianat lagi bergelimang dosa. Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembu-nyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak ridhai. Dan Allah Maha Meliputi (ilmuNya) terhadap apa yang mereka kerjakan. Beginilah kamu, kamu sekalian adalah orang-orang yang berdebat untuk (membela) mereka dalam kehidupan dunia ini. Maka siapakah yang akan mendebat Allah untuk (mem-bela) mereka pada Hari Kiamat? Atau siapakah yang menjadi pelindung mereka (terhadap siksa Allah)? Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Barangsiapa yang mengerjakan dosa, maka sesungguhnya ia mengerjakannya untuk (kemudaratan) dirinya sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana. Dan barangsiapa yang mengerjakan kesalahan atau dosa, kemu-dian dituduhkannya kepada orang yang tidak bersalah, maka sesungguhnya ia telah berbuat suatu kebohongan dan dosa yang nyata. Sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmatNya kepadamu, tentulah segolongan dari mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu. Tetapi mereka tidak menyesatkan melain-kan dirinya sendiri, dan mereka tidak dapat membahayakanmu sedikit pun. Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Kitab dan hikmah kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. Dan karunia Allah sangat besar kepadamu.\" (An-Nisa`: 105-113)."},{"id":833,"sura":4,"from_aya":105,"to_aya":105,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(105) Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 mengabarkan bahwa Dia telah menurunkan kepada hamba dan RasulNya sebuah kitab dengan kebenaran, maksudnya, terjaga dari setan yang hendak mencampurnya dengan kebatilan ketika turunnya, akan tetapi ia turun dengan kebenaran dan mencakup hal-hal yang benar pula, kabar-kabarNya adalah benar, perintah dan laranganNya adalah adil,\n\ufd3e \u0648\u064e\u062a\u064e\u0645\u0651\u064e\u062a\u06e1 \u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u062a\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0635\u0650\u062f\u06e1\u0642\u0657\u0627       \u0648\u064e\u0639\u064e\u062f\u06e1\u0644\u0657\u0627\u06da   \ufd3f   \n\"Telah sempurnalah kalimat Rabbmu (al-Qur`an) sebagai kalimat yang benar dan adil.\" (Al-An'am: 115). \nDan Allah mengabarkan bahwa Dia menurunkannya untuk dijadikan sebagai hukum di antara manusia, dan dalam ayat lain-nya,\n\ufd3e  \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u06e1\u0646\u064e\u0627\u0653   \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0643\u064e     \u0671\u0644\u0630\u0651\u0650\u0643\u06e1\u0631\u064e  \u0644\u0650\u062a\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e  \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650  \u0645\u064e\u0627  \u0646\u064f\u0632\u0651\u0650\u0644\u064e  \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u0645\u06e1 \ufd3f \n\"Dan Kami turunkan kepadamu al-Qur`an, agar kamu menerang-kan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka.\" (An-Nahl: 44). \nKemungkinan ayat ini adalah tentang posisi kitab ini sebagai hakim di antara manusia dalam perkara-perkara yang diperselisih-kan dan diperdebatkan, dan hal tersebut adalah dalam menjelaskan seluruh perkara agama, dasar-dasarnya, dan cabang-cabangnya. Kemungkinan lain bahwa kedua ayat tersebut memiliki makna yang sama, maka sebagai hakim di sini maksudnya adalah meliputi hukum tentang darah, kehormatan, harta, seluruh hak, akidah, dan seluruh permasalahan-permasalahan hukum, dan FirmanNya, \ufd3e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627\u0653  \u0623\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670\u0643\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u06da   \ufd3f   \"Dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu\" yaitu bukan dengan hawa nafsumu, akan tetapi dengan apa yang telah Allah ajarkan dan Allah ilhamkan kepadamu, sebagaimana Firman Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649, \n\ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627  \u064a\u064e\u0646\u0637\u0650\u0642\u064f   \u0639\u064e\u0646\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u0647\u064e\u0648\u064e\u0649\u0670\u0653  3  \u0625\u0650\u0646\u06e1  \u0647\u064f\u0648\u064e  \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627    \u0648\u064e\u062d\u06e1\u064a\u065e   \u064a\u064f\u0648\u062d\u064e\u0649\u0670  4  \ufd3f \n\"Dan tiadalah yang diucapkannya itu (al-Qur`an) menurut ke-mauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).\" (An-Najm: 3-4). \nAyat ini mengandung dalil tentang kema'shuman Nabi \ufdfa pada apa pun yang disampaikannya dari Allah berupa segenap hukum-hukum atau selainnya, dan bahwa disyaratkan untuk menjadi hakim itu adalah ilmu dan adil, karena Firman Allah, \ufd3e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627\u0653 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670\u0643\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u06da       \ufd3f \"Dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu\" dan Allah tidak berfirman; \"dengan pendapatan,\" dan Allah juga mengharuskan hakim di antara manusia agar mengetahui tentang kitab.\nDan tatkala Allah memerintahkan untuk mengadili perkara di antara manusia dengan hukum yang mengandung keadilan, lalu Allah melarangnya dari kezhaliman dan kesewenang-wenangan yang merupakan suatu hal yang bertentangan dengan keadilan seraya berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0643\u064f\u0646  \u0644\u0651\u0650\u0644\u06e1\u062e\u064e\u0627\u0653\u0626\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u062e\u064e\u0635\u0650\u064a\u0645\u0657\u0627 \ufd3f   \"Dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah) karena (membela) orang-orang yang khianat,\" maksudnya, janganlah kamu membela orang yang kalian ketahui pengkhianatan mereka yaitu seorang yang menga-kui suatu barang yang bukan miliknya atau seorang yang meng-ingkari suatu hak yang harus dipenuhinya, baik ia ketahui dengan pasti ataupun hanya dengan prasangkanya saja. Ayat ini menun-jukkan haramnya pertikaian dalam kebatilan, dan menjadi pembela bagi orang yang bersalah dalam perkara agama maupun hak-hak duniawi, dan pemahaman terbalik dari ayat ini adalah bahwa boleh membela seseorang dalam perkara persidangan yang mana orang tersebut tidak diketahui memiliki kezhaliman."},{"id":834,"sura":4,"from_aya":106,"to_aya":106,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(106) \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0633\u06e1\u062a\u064e\u063a\u06e1\u0641\u0650\u0631\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e\u06d6   \ufd3f   \"Dan mohonlah ampun kepada Allah\" dari segala hal yang engkau perbuat bila memang ada, \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u0657\u0627     \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0657\u0627 \ufd3f   \"Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang\" yaitu Allah Maha Mengampuni dosa yang besar bagi orang yang me-mohon ampunan kepadaNya, bertaubat, dan kembali kepadaNya, dan akan membimbingnya kepada perbuatan shalih setelah itu yang mengakibatkan adanya pahala dan terlepas dari siksaanNya."},{"id":835,"sura":4,"from_aya":107,"to_aya":107,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(107)  \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u062a\u064f\u062c\u064e\u0670\u062f\u0650\u0644\u06e1   \u0639\u064e\u0646\u0650  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u064a\u064e\u062e\u06e1\u062a\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1\u06da       \ufd3f \"Dan janganlah kamu ber-debat (untuk membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya,\" kata al-Ikhtiyan dan al-Khiyanah maknanya kejahatan, kezhaliman, dan perbuatan dosa, dan ini mencakup larangan dari perdebatan untuk membela orang yang berdosa dan dihadapkan kepadanya sebuah hukuman berupa had ataupun hukuman lainnya, sesungguhnya orang seperti itu tidaklah diperdebatkan untuk membela apa yang telah dilakukannya berupa pengkhianatan atau untuk menolak perkara yang seharusnya menjadi akibat dari perbuatannya berupa hukuman syariat. \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0644\u064e\u0627  \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0645\u064e\u0646     \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u062e\u064e\u0648\u0651\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627  \u0623\u064e\u062b\u0650\u064a\u0645\u0657\u0627 \ufd3f   \"Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat lagi bergelimang dosa,\" yaitu banyak khianatnya dan dosanya. Dan apabila kecintaan itu lenyap, niscaya yang ada adalah perkara yang sebaliknya yaitu kebencian, yang demikian ini adalah seperti alasan dari larangan yang terdahulu."},{"id":836,"sura":4,"from_aya":108,"to_aya":108,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(108) Kemudian Allah menyebutkan tentang orang-orang yang berkhianat tersebut bahwa \ufd3e \u064a\u064e\u0633\u06e1\u062a\u064e\u062e\u06e1\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e     \u0645\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650  \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u064a\u064e\u0633\u06e1\u062a\u064e\u062e\u06e1\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e   \u0645\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0625\u0650\u0630\u06e1  \u064a\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0645\u064e\u0627  \u0644\u064e\u0627  \u064a\u064e\u0631\u06e1\u0636\u064e\u0649\u0670  \u0645\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0642\u064e\u0648\u06e1\u0644\u0650\u06da     \ufd3f \"mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak ridhai,\" yang demikian ini adalah karena lemahnya iman dan ku-rangnya keyakinan, yaitu rasa takut mereka kepada makhluk lebih besar daripada takut mereka kepada Allah hingga mereka sangat suka memakai jalan-jalan yang mubah dan yang haram agar tidak memiliki aib di sisi manusia, dan di samping hal tersebut mereka telah menantang Allah dengan berbuat dosa-dosa besar, mereka tidak mempedulikan pengawasan dan pemantauan Allah atas mereka, padahal Allah selalu bersama mereka dengan pengetahuan-Nya \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 tentang seluruh keadaan mereka, khususnya pada saat mereka mengadakan tipu daya pada malam hari dalam perkara yang tidak diridhai oleh Allah berupa perkataan untuk menyela-matkan seorang penjahat dan menuduh seorang yang tidak bersalah dengan suatu kejahatan yang tidak diperbuatnya, dan berusaha keras untuk dihadapkan kepada Rasulullah \ufdfa agar beliau melaku-kan apa yang telah mereka sepakati dalam tipu daya mereka pada malam hari tersebut. Sesungguhnya mereka telah mengumpulkan beberapa kejahatan, mereka tidak merasa diawasi oleh Rabb langit dan bumi Yang mengawasi rahasia-rahasia mereka dan hati-hati mereka, karena itulah Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 mengancam mereka dengan Firman-Nya, \ufd3e \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e   \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627  \u064a\u064e\u0639\u06e1\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064f\u062d\u0650\u064a\u0637\u064b\u0627 \ufd3f   \"Dan Allah Maha Meliputi (ilmuNya) terhadap apa yang mereka kerjakan,\" yaitu sesungguhnya Allah telah mengetahui semua perkara tersebut, walaupun demikian Allah tidak menyegerakan untuk mereka hukuman atas hal tersebut, akan tetapi Dia menangguhkannya untuk mereka dan menawarkan kepada mereka agar bertaubat, mengingatkan mereka untuk tidak kembali melakukan kemaksiatan mereka yang mengakibatkan hukuman yang pedih."},{"id":837,"sura":4,"from_aya":109,"to_aya":109,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(109) \ufd3e \u0647\u064e\u0670\u0653\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u06e1     \u0647\u064e\u0670\u0653\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0653\u0621\u0650  \u062c\u064e\u0670\u062f\u064e\u0644\u06e1\u062a\u064f\u0645\u06e1   \u0639\u064e\u0646\u06e1\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u06e1\u062d\u064e\u064a\u064e\u0648\u0670\u0629\u0650  \u0671\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u06e1\u064a\u064e\u0627  \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646  \u064a\u064f\u062c\u064e\u0670\u062f\u0650\u0644\u064f  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0639\u064e\u0646\u06e1\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u064a\u064e\u0648\u06e1\u0645\u064e      \u0671\u0644\u06e1\u0642\u0650\u064a\u064e\u0670\u0645\u064e\u0629\u0650  \u0623\u064e\u0645  \u0645\u0651\u064e\u0646  \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f  \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u0643\u0650\u064a\u0644\u0657\u0627 \ufd3f   \"Beginilah kamu, kamu sekalian adalah orang-orang yang berdebat untuk (membela) mereka dalam kehidupan dunia ini. Maka siapakah yang akan mendebat Allah untuk (membela) mereka pada Hari Kiamat? Atau siapakah yang menjadi pelindung mereka (ter-hadap siksa Allah)?\" Maksudnya terserah kalian, kalian berdebat untuk membela mereka dalam kehidupan dunia ini dan perdebatan kalian itu dapat menolong mereka dari beberapa perkara yang mereka khawatirkan berupa rasa aib dan hilangnya kehormatan di hadapan manusia, lalu apa yang berguna dan yang bermanfaat untuk mereka? dan siapakah yang mendebat Allah untuk meno-long mereka pada Hari Kiamat kelak, ketika hujjah dihadapkan kepada mereka, sedang lisan, tangan, dan kaki mereka bersaksi atas mereka sendiri tentang apa yang telah mereka perbuat? Pada hari itu Allah akan memberi mereka balasan yang setimpal menu-rut semestinya, dan mereka mengetahui bahwa Allah-lah Yang benar lagi Yang menjelaskan (segala sesuatu menurut hakikat yang sebenarnya), maka siapakah yang (bisa atau mampu) berdebat untuk menolong mereka terhadap Dzat Yang mengetahui rahasia dan perkara yang tersembunyi dan Dzat Yang menegakkan untuk mereka saksi-saksi yang tidak mungkin lagi diingkari?\nAyat ini menyimpan arahan dalam perkara untuk menim-bang-nimbang antara suatu hal yang diperkirakan merupakan kemaslahatan duniawi yang mengakibatkan ditinggalkannya pe-rintah-perintah Allah atau dikerjakannya larangan-laranganNya dengan perkara yang mengakibatkan hilangnya pahala atau men-dapat siksaan dan hukuman di akhirat, sehingga hendaknya orang yang nafsunya memerintahkan dirinya untuk meninggalkan perintah Allah, berkata (pada dirinya), \"Inilah dirimu yang telah meninggalkan perintah Allah karena malas dan lalai, lalu faidah apa yang telah kamu peroleh darinya? Dan apa yang telah hilang darimu berupa pahala akhirat? Dan apa yang dihasilkan dari tin-dakanmu meninggalkan perintah itu kecuali kesengsaraan, kehi-langan, kegagalan, dan kerugian?\" Demikian juga bila nafsunya mengajaknya kepada hal-hal yang disukainya dari syahwat-syah-wat yang haram, ia berkata kepadanya, \"Terserah dirimu melaku-kan apa yang kamu sukai, karena kenikmatannya akan lenyap lalu diikuti kegelisahan, kebimbangan, penyesalan, hilangnya pahala, hadirnya hukuman, di mana sebagian dari akibat itu mencukup-kan seorang yang berakal agar mengendalikan nafsu tersebut,\" hal seperti ini adalah di antara perkara yang paling berguna bagi hamba untuk direnungkan olehnya, yaitu fungsi akal yang hakiki, berbeda dengan seseorang yang mengaku berakal padahal tidak seperti itu, sesungguhnya dengan kebodohan dan kezhalimannya, ia mendahulukan kenikmatan yang sesaat dan ketenangan yang sebentar walaupun mengakibatkan apa yang akan diterimanya dari hukuman-hukuman, dan hanya kepada Allah-lah kita memohon pertolongan."},{"id":838,"sura":4,"from_aya":110,"to_aya":110,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(110) Kemudian Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646  \u064a\u064e\u0639\u06e1\u0645\u064e\u0644\u06e1   \u0633\u064f\u0648\u0653\u0621\u064b\u0627  \u0623\u064e\u0648\u06e1  \u064a\u064e\u0638\u06e1\u0644\u0650\u0645\u06e1  \u0646\u064e\u0641\u06e1\u0633\u064e\u0647\u064f\u06e5  \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e  \u064a\u064e\u0633\u06e1\u062a\u064e\u063a\u06e1\u0641\u0650\u0631\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u064a\u064e\u062c\u0650\u062f\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u0657\u0627      \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0657\u0627 \ufd3f   \"Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,\" yaitu barangsiapa yang berani melakukan maksiat dan menerjang dosa, kemudian ia memohon ampun kepada Allah dengan permohonan yang total yang mengharuskan adanya pengakuan akan dosa yang telah dilakukan, menyesalinya, dan berlepas diri dari kesalahan tersebut, serta bertekad kuat untuk tidak mengulanginya, orang yang seperti ini telah dijanjikan ampunan dan rahmat oleh Dzat Yang tidak menyalahi janji, lalu Dia mengampuni apa yang telah ia perbuat berupa dosa dan maksiat, menghilangkan darinya per-kara yang dihasilkan olehnya berupa aib dan cela, mengembalikan kepadanya apa-apa yang telah lalu berupa amalan-amalan yang shalih, membimbingnya dalam sisa umurnya di masa depan, tidak menjadikan dosanya itu sebagai penghalang dari taufikNya, karena sesungguhnya Dia telah mengampuninya, dan bila Dia telah meng-ampuninya, maka pastilah Dia mengampuni apa yang menjadi konsekuensi darinya.\nKetahuilah bahwa perbuatan buruk itu secara umum menca-kup kemaksiatan yang kecil maupun yang besar, dan hal itu disebut buruk karena ia akan merugikan pelakunya dengan adanya hu-kuman untuknya, dan karena pada dzatnya sendiri adalah buruk dan tidak baik, demikian juga secara umum menganiaya diri sendiri mencakup penganiayaan dirinya dengan kesyirikan atau selainnya, namun bila kedua hal tersebut saling berdampingan satu sama lain, terkadang setiap hal itu ditafsirkan dengan perkara yang sesuai dengannya, maka perbuatan buruk diartikan dengan kezhaliman yang merugikan manusia, yaitu kezhaliman mereka terhadap darah, harta, dan kehormatan mereka, sedangkan peng-aniayaan diri sendiri adalah dengan kezhaliman dan kemaksiatan yang merupakan perbuatan (yang harus dipertanggungjawabkan) antara Allah dan hambaNya, dan penganiayaan diri sendiri itu di-namakan sebagai kezhaliman karena jiwa seseorang itu bukanlah milik dirinya yang biasa ia atur semaunya, akan tetapi jiwa itu adalah milik Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 yang telah Dia jadikan sebagai amanah pada manusia dan Dia perintahkan kepada manusia agar membawanya dengan adil dengan mengharuskannya berjalan di atas jalan yang lurus dalam ilmu dan amal perbuatan, berusaha mengajarkannya tentang apa yang diperintahkan oleh Allah, berusaha menunaikan hal-hal yang telah diwajibkan atasnya, maka usahanya dalam hal yang lain dari perkara di atas adalah suatu penganiayaan akan diri sendiri, sebuah pengkhianatan dan penyelewengan dari keadilan yang seharusnya kebalikan dari kesewenang-wenangan dan ke-zhaliman."},{"id":839,"sura":4,"from_aya":111,"to_aya":111,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(111) Kemudian Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman,    \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646  \u064a\u064e\u0643\u06e1\u0633\u0650\u0628\u06e1  \u0625\u0650\u062b\u06e1\u0645\u0657\u0627    \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627  \u064a\u064e\u0643\u06e1\u0633\u0650\u0628\u064f\u0647\u064f\u06e5  \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670  \u0646\u064e\u0641\u06e1\u0633\u0650\u0647\u0650\u06e6\u06da   \ufd3f   \"Barangsiapa yang mengerjakan dosa, maka sesungguhnya ia me-ngerjakannya untuk (kemudharatan) dirinya sendiri,\" hal ini mencakup seluruh perkara dosa, baik kecil maupun besar, maka barangsiapa yang mengerjakan sebuah kemaksiatan, sesungguhnya hukuman-nya adalah atas dirinya sendiri dan tidak berpindah kepada orang lain, baik dunia maupun akhirat, sebagaimana Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \n\ufd3e  \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0632\u0650\u0631\u064f  \u0648\u064e\u0627\u0632\u0650\u0631\u064e\u0629\u065e  \u0648\u0650\u0632\u06e1\u0631\u064e  \u0623\u064f\u062e\u06e1\u0631\u064e\u0649\u0670\u06da       \ufd3f \n\"Dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.\" (Al-An'am: 164). \nAkan tetapi bila kemaksiatan itu terlihat lalu tidak diingkari, maka hukuman dan dosanya akan menimpa seluruhnya, dan tidak akan keluar dari ketetapan ayat yang mulia ini, karena barangsiapa yang meninggalkan pengingkaran yang wajib, maka sesungguhnya ia telah melakukan suatu keburukan, hal ini menunjukkan akan keadilan Allah dan hikmahNya, yaitu bahwa Dia tidak akan meng-hukum seseorang karena dosa orang lain, dan tidak menyiksa seseorang lebih dari kemaksiatan yang telah diperbuatnya, karena itulah Allah berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627 \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u0657\u0627 \ufd3f   \"Dan Allah Maha Mengeta-hui lagi Mahabijaksana\" yaitu Dia memiliki ilmu dan hikmah yang sempurna, dan di antara ilmu dan hikmahNya adalah bahwa Dia mengetahui dosa dan akibatnya, sebab-sebab yang mendorong dalam melakukannya, dan hukuman yang disiapkan karenanya, dan Dia mengetahui kondisi pelaku dosa bahwa sebuah dosa yang dilakukannya adalah karena didorong oleh jiwanya yang selalu mengajak kepada keburukan, padahal ia selalu kembali kepada Rabbnya pada kebanyakan waktunya, sesungguhnya Allah akan mengampuninya dan membimbingnya kepada taubat, namun bila telah terjadi darinya dosa itu dengan kelancangan dirinya atas hal-hal yang diharamkan dengan mengabaikan pengawasan Rabbnya dan meremehkan hukumanNya, maka sesungguhnya orang yang seperti ini adalah jauh dari ampunan dan jauh dari bimbingan kepada taubat."},{"id":840,"sura":4,"from_aya":112,"to_aya":112,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(112) Kemudian Allah berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646     \u064a\u064e\u0643\u06e1\u0633\u0650\u0628\u06e1 \u062e\u064e\u0637\u0650\u064a\u0653\u0640\u0654\u064e\u0629\u064b \ufd3f   \"Dan barangsiapa yang mengerjakan kesalahan\" yaitu dosa yang besar, \ufd3e \u0623\u064e\u0648\u06e1 \u0625\u0650\u062b\u06e1\u0645\u0657\u0627 \ufd3f   \"atau dosa\" selain dosa besar, \ufd3e \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064e\u0631\u06e1\u0645\u0650 \u0628\u0650\u0647\u0650\u06e6 \ufd3f   \"kemudian dituduhkannya\" yakni, menuduhkan dosa yang ia lakukan itu \ufd3e \u0628\u064e\u0631\u0650\u064a\u0653\u0640\u0654\u0657\u0627 \ufd3f   \"kepada orang yang tidak bersalah\" dari dosa tersebut walaupun dia juga melakukan dosa yang lain,   \ufd3e \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0650  \u0671\u062d\u06e1\u062a\u064e\u0645\u064e\u0644\u064e  \u0628\u064f\u0647\u06e1\u062a\u064e\u0670\u0646\u0657\u0627  \u0648\u064e\u0625\u0650\u062b\u06e1\u0645\u0657\u0627  \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u0657\u0627 \ufd3f   \"maka sesungguhnya ia telah berbuat suatu kebohongan dan dosa yang nyata,\" yaitu sesungguhnya ia telah memikul di atas punggungnya kebohongan terhadap orang yang tidak bersalah dan dosa yang jelas lagi nyata. Hal ini menun-jukkan bahwa hal tersebut merupakan dosa besar dan maksiat yang membinasakan, karena sesungguhnya ia telah mengumpul-kan beberapa kemudharatan, yaitu melakukan kesalahan dan dosa, lalu menuduh seseorang sebagai pelakunya padahal ia tidak melakukannya, kemudian melakukan kebohongan keji dengan berlepas diri dari dosa itu dan dituduhkan kepada orang yang tidak bersalah tersebut, kemudian hukuman duniawi yang diakibatkan dari perbuatannya itu terhindar dari pelaku sebenarnya yang berhak mendapatkan hukuman tersebut, lalu dijatuhkan kepada orang yang tidak berhak dihukum. Kemudian apa yang diakibat-kan juga darinya berupa pembicaraan orang terhadap tertuduh tersebut dan juga kerusakan-kerusakan lainnya yang kita harap-kan agar Allah memberikan keselamatan darinya dan dari segala keburukan."},{"id":841,"sura":4,"from_aya":113,"to_aya":113,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(113) Kemudian Allah menyebutkan karuniaNya atas RasulNya dengan menjaga dan melindunginya dari orang yang hendak menyesatkannya dengan berfirman,\ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u06e1\u0644\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0636\u06e1\u0644\u064f \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0643\u064e \u0648\u064e\u0631\u064e\u062d\u06e1\u0645\u064e\u062a\u064f\u0647\u064f\u06e5   \u0644\u064e\u0647\u064e\u0645\u0651\u064e\u062a  \u0637\u0651\u064e\u0627\u0653\u0626\u0650\u0641\u064e\u0629\u065e \u0645\u0651\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064f\u0645\u06e1         \u0623\u064e\u0646      \u064a\u064f\u0636\u0650\u0644\u0651\u064f\u0648\u0643\u064e \ufd3f   \"Sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmatNya kepadamu, tentulah segolongan dari mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu,\" yang demikian itu adalah bahwa ayat-ayat yang mulia ini telah disebutkan oleh para ahli tafsir[39] tentang sebab turunnya, yaitu bahwa sebuah keluarga telah mencuri di Madinah, dan ketika pencurian mereka hendak diperiksa, mereka khawatir aib dan cela mereka terbongkar lalu mereka mengambil barang curian itu dan meletakkannya di rumah orang yang tidak bersalah, lalu pelaku pencurian itu meminta bantuan kepada kaum-nya untuk datang kepada Rasulullah \ufdfa dan memohon kepada beliau agar membebaskan tuduhan percurian dari teman mereka tersebut di tengah-tengah masyarakat, dan mereka berkata, bahwa ia tidaklah mencuri, namun yang mencuri itu adalah orang yang didapatkan pada rumahnya barang curian, padahal dia tidak melakukannya, lalu Rasulullah \ufdfa hendak membebaskan tuduhan dari teman mereka itu, namun Allah segera menurunkan ayat-ayat ini kepada beliau sebagai peringatan dan penjelasan akan kejadian tersebut serta ancaman buat Rasulullah \ufdfa karena membela orang-orang yang berkhianat, dan berseteru demi membela orang yang salah merupakan kesesatan, karena sesungguhnya kesesatan itu ada dua macam: kesesatan dalam pengetahuan yaitu tidak menge-tahui kebenaran, dan kesesatan dalam perbuatan yaitu melakukan sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan, karena itu Allah telah memelihara RasulNya dari bentuk yang pertama sebagaimana Allah juga menjaga beliau dari kesesatan dalam perbuatan. \nLalu Allah mengabarkan bahwa tipu daya dan makar mereka akan kembali kepada diri mereka sendiri seperti halnya setiap pe-laku tipu daya, yaitu FirmanNya, \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627  \u064a\u064f\u0636\u0650\u0644\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627\u0653 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1\u06d6   \ufd3f   \"Tetapi mereka tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri,\" karena tipu daya dan siasat mereka itu tidaklah mampu memenuhi apa yang mereka inginkan dan tidak memberikan mereka kecuali hanya kegagalan, kefakiran, dosa, dan kerugian. Hal ini adalah sebuah nikmat yang besar atas Rasulullah \ufdfa, yang meliputi nikmat dengan perbuatan yaitu bimbingan untuk melakukan apa yang harus dilakukan dan perlindungan dari hal-hal yang diharamkan, kemudian Allah me-nyebutkan nikmatNya kepadanya dengan ilmu seraya berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0643\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0643\u0650\u062a\u064e\u0670\u0628\u064e \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u062d\u0650\u0643\u06e1\u0645\u064e\u0629\u064e \ufd3f   \"Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Kitab dan hikmah kepadamu\" yaitu Allah menurunkan kepadamu al-Qur`an yang agung dan penuh hikmah yang mengandung penje-lasan akan segala sesuatu dan pengetahuan tentang orang dahulu maupun yang akan datang.\nAdapun hikmah yang berarti sunnah adalah sebagaimana yang diungkapkan oleh para ulama salaf, \"Sesungguhnya sunnah itu diturunkan juga kepadanya sebagaimana al-Qur`an diturunkan,\" atau pengetahuan akan rahasia-rahasia syariat di luar dari penge-tahuan hukum-hukumnya, menempatkan sesuatu pada tempatnya dan mengatur segala perkara menurut yang semestinya, \ufd3e \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e\u0643\u064e   \u0645\u064e\u0627  \u0644\u064e\u0645\u06e1  \u062a\u064e\u0643\u064f\u0646  \u062a\u064e\u0639\u06e1\u0644\u064e\u0645\u064f\u06da   \ufd3f   \"dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui,\" hal ini mencakup segala hal yang diajarkan oleh Allah kepada beliau, dan sesungguhnya Nabi \ufdfa sebagaimana yang Allah gambarkan tentang beliau, sebelum kerasulan beliau, \n\ufd3e \u0645\u064e\u0627  \u0643\u064f\u0646\u062a\u064e  \u062a\u064e\u062f\u06e1\u0631\u0650\u064a  \u0645\u064e\u0627  \u0671\u0644\u06e1\u0643\u0650\u062a\u064e\u0670\u0628\u064f   \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u0671\u0644\u06e1\u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0670\u0646\u064f \ufd3f \n\"Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah al-Kitab (al-Qur`an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu.\" (Asy-Syura': 52). \nDan FirmanNya,\n\ufd3e \u0648\u064e\u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u064e\u0643\u064e  \u0636\u064e\u0627\u0653\u0644\u0651\u0657\u0627   \u0641\u064e\u0647\u064e\u062f\u064e\u0649\u0670  7  \ufd3f \n\"Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk.\" (Adh-Dhuha: 7), \nkemudian Allah tetap selalu memberikan wahyu kepadanya, me-ngajarkannya dan menyempurnakannya hingga beliau meningkat kepada kedudukan yang tinggi berupa ilmu yang tidak akan mampu dicapai oleh orang-orang terdahulu maupun yang akan datang, maka beliau adalah manusia yang paling berilmu secara mutlak, manusia yang paling banyak sifat-sifat kesempurnaannya dan paling sempurna dalam hal tersebut, karena itulah Allah ber-firman, \ufd3e \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e  \u0641\u064e\u0636\u06e1\u0644\u064f  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0643\u064e \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u0657\u0627 \ufd3f   \"Dan karunia Allah sangat besar atas-mu,\" karunia Allah terhadap Rasulullah Muhammad \ufdfa adalah lebih agung daripada karuniaNya terhadap setiap makhluk (selainnya), bentuk karunia yang diberikan Allah kepadanya tidaklah mungkin dapat diteliti dan tidak mudah untuk dihitung. "},{"id":842,"sura":4,"from_aya":114,"to_aya":114,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan me-reka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma'ruf, atau mengadakan perda-maian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami berikan kepa-danya pahala yang besar.\" (An-Nisa`: 114)."},{"id":843,"sura":4,"from_aya":114,"to_aya":114,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(114) Maksudnya, tidak ada kebaikan pada kebanyakan perkara yang diperbincangkan dan dibicarakan oleh manusia, lalu bila tidak ada kebaikan padanya, baik karena tidak ada faidahnya seperti perkataan-perkataan yang mubah tapi tidak bermanfaat ataupun suatu yang buruk dan berbahaya semata, seperti perkata-an yang diharamkan dengan segala bentuknya, kemudian Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 membuat pengecualian dalam FirmanNya, \ufd3e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627  \u0645\u064e\u0646\u06e1  \u0623\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e   \u0628\u0650\u0635\u064e\u062f\u064e\u0642\u064e\u0629\u064d \ufd3f   \"Kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah\" berupa harta atau ilmu atau apa saja yang bermanfaat, bahkan mungkin saja termasuk ibadah yang sederhana seperti bertasbih, bertahmid dan semacamnya, sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi \ufdfa,\n\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0628\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u062a\u064e\u0633\u0652\u0628\u0650\u064a\u0652\u062d\u064e\u0629\u064d \u0635\u064e\u062f\u064e\u0642\u064e\u0629\u064b\u060c \u0648\u064e\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u0650\u064a\u0652\u0631\u064e\u0629\u064d \u0635\u064e\u062f\u064e\u0642\u064e\u0629\u064b\u060c \u0648\u064e\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u062a\u064e\u062d\u0652\u0645\u0650\u064a\u0652\u062f\u064e\u0629\u064d \u0635\u064e\u062f\u064e\u0642\u064e\u0629\u064b\u060c \u0648\u064e\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u062a\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u064a\u0652\u0644\u064e\u0629\u064d \u0635\u064e\u062f\u064e\u0642\u064e\u0629\u064b\u060c \u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064c \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u0648\u0652\u0641\u0650 \u0635\u064e\u062f\u064e\u0642\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u0646\u064e\u0647\u0652\u064a\u064c \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0645\u064f\u0646\u0652\u0643\u064e\u0631\u064d \u0635\u064e\u062f\u064e\u0642\u064e\u0629\u064c\u060c \u0648\u064e\u0641\u0650\u064a \u0628\u064f\u0636\u0652\u0639\u0650 \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0635\u064e\u062f\u064e\u0642\u064e\u0629\u064c.\n\"Sesungguhnya setiap tasbih itu sedekah, setiap takbir itu sedekah, dan setiap tahlil itu sedekah, perintah kepada yang ma'ruf itu sedekah, melarang dari hal yang mungkar itu sedekah, dan pada kemaluan salah seorang di antara kalian (bergaul dengan istri) sedekah ...\"[40] \n\ufd3e \u0623\u064e\u0648\u06e1  \u0645\u064e\u0639\u06e1\u0631\u064f\u0648\u0641\u064d \ufd3f   \"Atau berbuat ma'ruf,\" yaitu, berbuat baik dan ketaatan serta seluruh perkara yang diketahui dalam syariat dan akal manusia akan kebaikannya, dan apabila perintah kepada yang ma'ruf dimutlakkan tanpa disertakan dengan kalimat melarang dari yang mungkar, maka secara otomatis melarang dari yang mungkar termasuk di dalamnya, yang demikian itu karena me-ninggalkan hal-hal yang dilarang adalah suatu kebaikan, dan juga tidaklah akan sempurna perbuatan baik itu kecuali bila diiringi dengan meninggalkan yang jelek, adapun bila disertakan, maka ma'ruf itu ditafsirkan dengan mengerjakan yang diperintahkan sedang yang mungkar ditafsirkan dengan meninggalkan yang dilarang.\n\ufd3e \u0623\u064e\u0648\u06e1  \u0625\u0650\u0635\u06e1\u0644\u064e\u0670\u062d\u0650\u06ed  \u0628\u064e\u064a\u06e1\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650\u06da       \ufd3f \"Atau mengadakan perdamaian di antara ma-nusia,\" mendamaikan itu tidaklah terjadi kecuali pada dua orang yang saling berselisih dan bertengkar, perselisihan dan perteng-karan dan saling memusuhi akan mengakibatkan keburukan dan perpecahan yang tidak mungkin dapat dihindari, oleh karena itu syariat Islam menganjurkan untuk mengadakan perdamaian di antara manusia dalam perkara darah, harta, dan kehormatan, bahkan dalam beragama sebagaimana Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman,\n\ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0639\u06e1\u062a\u064e\u0635\u0650\u0645\u064f\u0648\u0627\u0652     \u0628\u0650\u062d\u064e\u0628\u06e1\u0644\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u0657\u0627  \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0641\u064e\u0631\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627\u0652\u06da       \ufd3f \n\"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai.\" (Ali Imran: 103), \ndan dalam ayat lain, \n\ufd3e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0637\u064e\u0627\u0653\u0626\u0650\u0641\u064e\u062a\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e     \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0671\u0642\u06e1\u062a\u064e\u062a\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652     \u0641\u064e\u0623\u064e\u0635\u06e1\u0644\u0650\u062d\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0628\u064e\u064a\u06e1\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627\u06d6       \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u06e2 \u0628\u064e\u063a\u064e\u062a\u06e1 \u0625\u0650\u062d\u06e1\u062f\u064e\u0649\u0670\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649     \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064f\u062e\u06e1\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0641\u064e\u0642\u064e\u0670\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u062a\u064e\u0628\u06e1\u063a\u0650\u064a \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670     \u062a\u064e\u0641\u0650\u064a\u0653\u0621\u064e  \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670\u0653 \u0623\u064e\u0645\u06e1\u0631\u0650 \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650\u06da   \ufd3f \n\"Dan jika ada dua golongan dari orang-orang Mukmin berperang, maka damaikanlah antara keduanya! Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain, maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah.\" (Al-Hujurat: 9), dan FirmanNya, \n\ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0635\u0651\u064f\u0644\u06e1\u062d\u064f  \u062e\u064e\u064a\u06e1\u0631\u065e\u06d7       \ufd3f \n\"Dan perdamaian itu lebih baik.\" (An-Nisa`: 128). \nSeorang yang berusaha mengadakan perdamaian antara ma-nusia adalah lebih utama daripada seorang yang taat melakukan shalat dan puasa serta sedekah. Seorang pembuat perdamaian pastilah Allah akan memperbaiki usaha dan perbuatannya, seba-gaimana seorang yang berusaha melakukan kerusakan, maka Allah tidak akan membiarkan perbuatannya terus berlangsung dan tidak pula menyempurnakan tujuannya untuk dirinya, sebagaimana Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman,\n\ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0644\u064e\u0627    \u064a\u064f\u0635\u06e1\u0644\u0650\u062d\u064f      \u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0641\u06e1\u0633\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e  81  \ufd3f \n\"Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan pekerjaan orang yang membuat kerusakan terus berlangsung.\" (Yunus: 81). \nHal-hal seperti ini, apa pun yang dilakukan adalah suatu yang baik sebagaimana yang ditunjukkan oleh pengecualian tersebut, akan tetapi kesempurnaan pahala adalah menurut niat dan keikh-lasannya, karena itulah Allah berfirman,\ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646  \u064a\u064e\u0641\u06e1\u0639\u064e\u0644\u06e1  \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0671\u0628\u06e1\u062a\u0650\u063a\u064e\u0627\u0653\u0621\u064e  \u0645\u064e\u0631\u06e1\u0636\u064e\u0627\u062a\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0641\u064e\u0633\u064e\u0648\u06e1\u0641\u064e  \u0646\u064f\u0624\u06e1\u062a\u0650\u064a\u0647\u0650  \u0623\u064e\u062c\u06e1\u0631\u064b\u0627  \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u0657\u0627 \ufd3f   \"Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena men-cari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar,\" karena itulah seyogyanya seorang hamba hanya mengharap-kan keridhaan Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649, mengikhlaskan perbuatannya hanya untuk Allah pada setiap waktu dan pada setiap bentuk dari bentuk-bentuk kebaikan, agar dengan hal tersebut ia dapat memperoleh pahala yang besar, dan agar ia terbiasa dengan keikhlasan sehingga men-jadi bagian dari kelompok orang-orang yang ikhlas, dan agar Allah menyempurnakan pahalanya, baik tujuannya tercapai ataupun tidak, karena niat telah ada lalu diiringi dengan perbuatan yang mungkin diwujudkan."},{"id":844,"sura":4,"from_aya":115,"to_aya":116,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang Mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali. Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan-Nya, dan Dia mengampuni dosa yang selain syirik itu bagi siapa yang dikehendakiNya. Barangsiapa yang mempersekutukan (se-suatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.\" (An-Nisa`: 115-116)."},{"id":845,"sura":4,"from_aya":115,"to_aya":115,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(115) Maksudnya, barangsiapa yang menyelisihi Rasulullah \ufdfa dan membangkang terhadap apa yang dibawa olehnya,\ufd3e \u0645\u0650\u0646\u06e2  \u0628\u064e\u0639\u06e1\u062f\u0650  \u0645\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0628\u064e\u064a\u0651\u064e\u0646\u064e  \u0644\u064e\u0647\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u0647\u064f\u062f\u064e\u0649\u0670 \ufd3f   \"sesudah jelas kebenaran baginya\" dengan dalil-dalil al-Qur`an dan penjelasan as-Sunnah, \ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u06e1  \u063a\u064e\u064a\u06e1\u0631\u064e  \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650   \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e  \ufd3f \"dan meng-ikuti jalan yang bukan jalan orang-orang Mukmin,\" jalan mereka adalah cara mereka dalam berakidah dan beramal, \ufd3e \u0646\u064f\u0648\u064e\u0644\u0651\u0650\u0647\u0650\u06e6  \u0645\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0649\u0670 \ufd3f   \"Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu,\" yaitu Kami membiarkannya dengan apa yang dipilih untuk dirinya dan Kami menghinakannya, Kami tidak membimbingnya kepada kebaikan, karena ia telah menyaksikan kebenaran dan mengetahuinya, na-mun tidak mengikutinya, maka balasan baginya dari Allah adalah sebuah keadilan yaitu membiarkannya tetap dalam kesesatannya dengan kondisi bingung hingga kesesatannya bertambah di atas kesesatan, sebagaimana Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman,\n\ufd3e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627   \u0632\u064e\u0627\u063a\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652  \u0623\u064e\u0632\u064e\u0627\u063a\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1\u06da       \ufd3f \n\"Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memaling-kan hati mereka.\" (Ash-Shaff: 5). \nDan di dalam ayat lain Allah berfirman,\n\ufd3e \u0648\u064e\u0646\u064f\u0642\u064e\u0644\u0651\u0650\u0628\u064f  \u0623\u064e\u0641\u06e1\u0640\u0654\u0650\u062f\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u0623\u064e\u0628\u06e1\u0635\u064e\u0670\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627     \u0644\u064e\u0645\u06e1      \u064a\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0628\u0650\u0647\u0650\u06e6\u0653  \u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u064e  \u0645\u064e\u0631\u0651\u064e\u0629\u0656 \ufd3f   \n\"Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (al-Qur`an) pada per-mulaannya.\" (Al-An'am: 110).\nPemahaman terbalik ayat ini menunjukkan bahwa orang yang tidak menentang Rasul, \ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u06e1  \u063a\u064e\u064a\u06e1\u0631\u064e   \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang Mukmin,\" di mana niatnya adalah mengharap ridha Allah dan mengikuti RasulNya serta konsisten terhadap jamaah kaum Muslimin, lalu terjadi atau hendak mela-kukan beberapa dosa di mana hal tersebut merupakan tuntutan-tuntutan jiwa dan dorongan-dorongan nafsu, niscaya Allah tidak akan membiarkan ia dan setannya, akan tetapi Allah akan meng-arahkannya dengan kasih sayangNya, memberikan karuniaNya atas dirinya dengan menjaga dan melindunginya dari keburukan, sebagaimana Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman tentang Yusuf \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645, \n\ufd3e \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e  \u0644\u0650\u0646\u064e\u0635\u06e1\u0631\u0650\u0641\u064e  \u0639\u064e\u0646\u06e1\u0647\u064f  \u0671\u0644\u0633\u0651\u064f\u0648\u0653\u0621\u064e     \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0641\u064e\u062d\u06e1\u0634\u064e\u0627\u0653\u0621\u064e\u06da       \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u06e5   \u0645\u0650\u0646\u06e1  \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0646\u064e\u0627  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u062e\u06e1\u0644\u064e\u0635\u0650\u064a\u0646\u064e  24 \ufd3f   \n\"Demikianlah, agar Kami memalingkan darinya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.\" (Yusuf: 24). \nMaksudnya, disebabkan karena keikhlasannya, maka Kami palingkan dirinya dari keburukan, demikian juga setiap orang yang ikhlas, seperti yang ditunjukkan oleh keumuman dari alasan itu, dan FirmanNya, \ufd3e \u0648\u064e\u0646\u064f\u0635\u06e1\u0644\u0650\u0647\u0650\u06e6  \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u06d6   \ufd3f   \"Dan Kami masukkan ia ke dalam Jahanam\" maksudnya Kami akan menyiksanya di dalam neraka tersebut dengan siksaan yang keras, \ufd3e \u0648\u064e\u0633\u064e\u0627\u0653\u0621\u064e\u062a\u06e1   \u0645\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \ufd3f   \"dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali,\" yaitu tempat berpulang dan bersandar."},{"id":846,"sura":4,"from_aya":116,"to_aya":116,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(116) Ancaman ini yang menjadi akibat dari pertentangan dan perselisihan terhadap kaum Mukminin memiliki tingkatan-tingkatan yang tidak ada yang dapat menghitungnya kecuali Allah semata, yang sesuai dengan pelaku dosa, baik kecil maupun besar, di antaranya ada yang menyebabkan kekekalan dalam neraka dan mengakibatkan segala kehinaan, dan ada juga yang tidak seperti itu, dan kira-kira ayat yang kedua ini adalah sebagai perincian dari ayat yang mutlak tersebut, yaitu bahwa kesyirikan itu tidaklah akan diampuni oleh Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649, karena mengandung pelecehan ter-hadap Rabb semesta alam dan juga terhadap keesaanNya, penya-maan antara makhluk yang sama sekali tidak memiliki manfaat dan mudharat bagi dirinya dengan Dzat yang memiliki manfaat dan mudharat, di mana tidak ada kenikmatan sedikit pun kecuali dariNya, dan tidak menolak keburukan kecuali diriNya, yang me-miliki kesempurnaan mutlak dari segala sisinya, dan Mahakaya dengan segala bentuknya, maka di antara hal yang paling besar kezhalimannya dan paling jauh kesesatannya adalah tidak ikhlas-nya ibadah untuk Dzat yang memiliki kondisi dan keagungan seperti itu, dan mengarahkan ibadah itu kepada makhluk yang tidak memiliki sifat kesempurnaan sedikit pun dan tidak memiliki sifat kekayaan sedikit pun bahkan yang tidak memiliki apa pun kecuali ketiadaan, tidak ada wujudnya, tidak ada kesempurnaan-nya, dan tidak ada kekayaannya, serta hanya memiliki kefakiran dari segala sisinya. Sedangkan kesalahan dan dosa selain syirik, maka ia terletak di bawah kehendak Allah, bila Dia menghendaki, Dia akan mengampuninya dengan rahmat dan hikmahNya, dan bila Dia menghendaki, Dia akan menyiksa dan menghukumnya dengan keadilan dan hikmahNya.\nAyat yang mulia ini telah dijadikan dalil bahwa ijma' umat adalah hujjah, dan bahwa ijma' itu adalah ma'shum, (terjaga) dari kesalahan. Yang demikian itu karena Allah telah mengancam orang yang menyelisihi jalan kaum Mukminin dengan kehinaan dan api neraka, jalan kaum Mukminin ini adalah sebuah kata tunggal yang bersandar, meliputi segala perkara yang ada pada kaum Mukminin, baik akidah maupun perbuatan, lalu bila mereka telah sepakat atas wajibnya suatu perkara atau menganjurkannya atau mengharam-kannya atau memakruhkannya atau membolehkannya, maka inilah jalan mereka, dan barangsiapa yang menyelisihi mereka pada suatu hal dari itu semua setelah terjadinya ijma' mereka atas hal tersebut, maka sesungguhnya ia telah mengikuti selain jalan mereka.\nDan Firman Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 yang menunjukkan akan hal tersebut adalah, \n\ufd3e \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u06e1  \u062e\u064e\u064a\u06e1\u0631\u064e  \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064d  \u0623\u064f\u062e\u06e1\u0631\u0650\u062c\u064e\u062a\u06e1  \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650  \u062a\u064e\u0623\u06e1\u0645\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0628\u0650\u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u0639\u06e1\u0631\u064f\u0648\u0641\u0650      \u0648\u064e\u062a\u064e\u0646\u06e1\u0647\u064e\u0648\u06e1\u0646\u064e  \u0639\u064e\u0646\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0646\u0643\u064e\u0631\u0650\u06da \ufd3f   \n\"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar.\" (Ali Imran: 110). \nKonteks dalil dari ayat ini adalah bahwa Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 mengabar-kan bahwa kaum Mukminin dari umat ini tidaklah menyuruh kecuali kepada yang ma'ruf, dan bila mereka telah sepakat atas wajibnya suatu perkara atau sunnahnya, maka perkara tersebut di antara hal yang mereka perintahkan, sehingga wajiblah dengan nash ayat ini bahwa perkara itu menjadi ma'ruf, dan tidak ada hal lagi selain dari yang ma'ruf itu kecuali yang mungkar, demikian juga bila mereka telah sepakat atas larangan dari suatu perkara, maka perkara itu adalah di antara hal yang mereka larang, dan tidaklah hal itu kecuali suatu yang mungkar. \nSeperti yang demikian itu juga Firman Allah yang lain, \n\ufd3e \u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e     \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u06e1\u0646\u064e\u0670\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u0657  \u0648\u064e\u0633\u064e\u0637\u0657\u0627  \u0644\u0651\u0650\u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652    \u0634\u064f\u0647\u064e\u062f\u064e\u0627\u0653\u0621\u064e  \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649  \u0671\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \ufd3f   \n\"Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia.\" (Al-Baqarah: 143). \nAllah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 mengabarkan bahwa umat ini telah Dia jadikan seba-gai umat yang pertengahan, artinya adil dan pilihan, agar mereka menjadi saksi atas (perbuatan) manusia, maksudnya (menjadi saksi) dalam segala perkara, bila mereka telah bersaksi atas suatu hukum bahwa Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memerintahkannya atau melarang darinya atau membolehkannya, sesungguhnya kesaksian mereka itu adalah ma'shum, karena mereka mengetahui apa yang mereka persaksikan dan berlaku adil dalam hal tersebut, sekiranya saja perkara ini berbeda dengan yang demikian itu, maka mereka tidaklah akan menjadi orang-orang yang adil dalam persaksian mereka dan tidak pula mereka mengetahuinya.\nContoh yang sama juga dalam Firman Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649,\n\ufd3e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646  \u062a\u064e\u0646\u064e\u0670\u0632\u064e\u0639\u06e1\u062a\u064f\u0645\u06e1   \u0641\u0650\u064a  \u0634\u064e\u064a\u06e1\u0621\u0656  \u0641\u064e\u0631\u064f\u062f\u0651\u064f\u0648\u0647\u064f  \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649       \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0648\u064e\u0671\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650 \ufd3f   \n\"Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (al-Qur`an) dan Rasul (sunnahnya).\" (An-Nisa`: 59). \nDari ayat ini dapat dipahami bahwasanya perkara yang tidak mereka perselisihkan akan tetapi mereka sepakati, maka tidaklah mereka diperintahkan untuk mengembalikannya kepada al-Qur`an dan as-Sunnah, yang demikian itu tidaklah terjadi kecuali karena perkara tersebut sesuai dengan al-Qur`an dan as-Sunnah dan tidak menyelisihi keduanya.\nDalil-dalil ini dan yang semacamnya menunjukkan keyakinan bahwa ijma' umat ini adalah suatu hujjah yang kuat, karena itulah Allah menjelaskan jeleknya kesesatan kaum musyrikin dalam Fir-manNya, "},{"id":847,"sura":4,"from_aya":0,"to_aya":0,"type":"\u062a\u0645\u0647\u064a\u062f \u0644\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":""},{"id":848,"sura":4,"from_aya":117,"to_aya":121,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Yang mereka sembah selain Allah itu, tidak lain hanyalah berhala, dan (dengan menyembah berhala itu) mereka tidak lain hanyalah menyembah setan yang durhaka, yang dilaknati Allah, dan setan itu mengatakan, 'Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hambaMu bagian yang sudah ditentukan (untukku), dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membang-kitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merubahnya.' Barang-siapa yang menjadikan setan sebagai pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata. Setan itu mem-berikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka. Mereka itu tempatnya Jahanam dan mereka tidak memperoleh tempat lari darinya.\" (An-Nisa`: 117-121)."},{"id":849,"sura":4,"from_aya":117,"to_aya":118,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(117-118) Maksudnya, tidaklah orang-orang musyrik itu berdoa kepada selain daripada Allah kecuali wanita-wanita, yaitu patung-patung dan berhala-berhala yang dinamakan dengan nama-nama wanita seperti al-Uzza, Manat dan sebagainya. Dan suatu hal yang perlu diketahui bahwa nama itu menunjukkan kepada dzat yang dinamakan dengannya, lalu apabila nama-nama berhala mereka itu adalah nama-nama perempuan yang tidak sempurna, maka hal itu menunjukkan kelemahan dzat-dzat yang dinamakan dengan nama-nama tersebut dan tidak adanya sifat kesempurnaan padanya, seperti yang dikabarkan oleh Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 pada beberapa tempat dalam kitabNya bahwa berhala-berhala itu tidaklah dapat menciptakan, memberi rizki, tidak menghindarkan penyembah-penyembahnya bahkan dirinya sendiri dari kemudharatan dan tidak dapat pula mendatangkan manfaat, tidak mampu membela dirinya sendiri dari orang yang hendak berbuat jahat kepadanya, tidak memiliki pendengaran, tidak pula penglihatan dan tidak pula hati, lalu bagaimana mungkin dzat yang seperti ini disembah kemudian meninggalkan keikhlasan kepada Dzat yang memiliki nama-nama yang baik, sifat-sifat yang tinggi, pujian, kesempurna-an, keagungan, kemuliaan, kehormatan, keindahan, kasih sayang, kebaikan, karunia, keesaan dalam mencipta dan mengatur, serta memiliki hikmah yang agung dalam mengurus dan menetapkan. \nTidaklah yang seperti ini melainkan sejelek-jeleknya kejelekan yang menunjukkan akan kekurangan pelakunya dan keterpurukan-nya kepada kehinadinaan, suatu tingkatan terendah dari apa yang diperkirakan oleh seorang yang mengira-ngira atau yang diutara-kan oleh orang yang membicarakannya, di samping itu ibadah mereka tersebut sesungguhnya bentuknya saja ditujukan kepada berhala dan patung yang penuh kekurangan tersebut, namun ha-kikatnya tidaklah mereka menyembah kecuali kepada setan yang merupakan musuh yang nyata bagi mereka, yang menghendaki agar mereka celaka, dan selalu berusaha untuk mencelakakan mereka dengan segala macam kemampuannya, yang merupakan suatu keadaan yang sangat jauh dari Allah, Allah telah melaknat-nya dan menjauhkannya dari rahmatNya, sebagaimana Allah menjauhkannya dari rahmatNya, ia juga berusaha menjauhkan manusia dari rahmat Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649, sesungguhnya setan itu hanya me-nyeru golongannya agar menjadi penghuni-penghuni neraka.\nOleh sebab itulah Allah mengabarkan tentang usaha setan dalam menjerumuskan manusia, menghiasi kejahatan dan kerusakan untuk mereka, dan bahwa ia telah berkata kepada Rabbnya seraya bersumpah, \ufd3e \u0644\u064e\u0623\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064e\u0646\u0651\u064e    \u0645\u0650\u0646\u06e1  \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0643\u064e  \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0628\u0657\u0627  \u0645\u0651\u064e\u0641\u06e1\u0631\u064f\u0648\u0636\u0657\u0627 \ufd3f   \"Saya benar-benar akan meng-ambil dari hamba-hambaMu bagian yang sudah ditentukan (untukku),\" yaitu yang ditentukan, setan yang terlaknat itu telah mengetahui bahwa ia tidaklah mampu menggoda seluruh hamba-hamba Allah, dan bahwa hamba-hamba Allah yang pilihan tidaklah mampu ia kuasai, sesungguhnya ia hanya akan berkuasa terhadap orang yang mencintainya dan mendahulukan ketaatan kepadanya daripada ketaatan kepada Rabbnya. Dan setan juga telah bersumpah pada tempat yang lain bahwa ia benar-benar akan menjerumuskan me-reka seluruhnya, kecuali hamba-hambaMu yang pilihan di antara mereka, inilah yang diperkirakan dan diyakini oleh setan yang jahat itu, Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 mengabarkan tentang terjadinya hal tersebut dengan FirmanNya, \n\ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u06e1 \u0635\u064e\u062f\u0651\u064e\u0642\u064e   \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u0645\u06e1  \u0625\u0650\u0628\u06e1\u0644\u0650\u064a\u0633\u064f  \u0638\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u06e5  \u0641\u064e\u0671\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064f\u0648\u0647\u064f  \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627     \u0641\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u0657\u0627  \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e   \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e  20  \ufd3f \u200f\n\"Dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebagian orang-orang yang beriman.\" (As-Saba`: 20)."},{"id":850,"sura":4,"from_aya":119,"to_aya":119,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(119) Bagian yang ditentukan di mana setan telah bersum-pah kepada Allah bahwa ia akan menggoda manusia[41], ia menye-butkan apa yang menjadi keinginannya dari manusia, dan apa yang menjadi tujuannya untuk mereka dengan perkataannya, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0623\u064f\u0636\u0650\u0644\u0651\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka\" yaitu dari jalan yang lurus, kesesatan dalam hal ilmu dan perbuatan, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0623\u064f\u0645\u064e\u0646\u0651\u0650\u064a\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka,\" yaitu di samping menyesatkan, membangkitkan angan-angan kosong mereka untuk memperoleh apa yang akan diperoleh oleh orang-orang yang diberi petunjuk, inilah inti dari keterpedayaan itu, dan ia tidaklah sebatas menyesatkan mereka hingga ia menghiasi kesesatan yang mereka kerjakan, dan hal ini adalah tambahan keburukan setelah keburukan yang telah ada pada mereka, di mana mereka me-ngerjakan amalan-amalan penghuni neraka yang mengakibatkan hukuman dan mereka mengira bahwa amalan-amalan tersebut akan mengakibatkan surga, maka ambillah pelajaran dari Yahudi dan Nasrani dan semisal mereka dalam hal itu, karena sesungguh-nya mereka itu adalah seperti yang telah Allah beritakan tentang mereka, \n\ufd3e \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0644\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062f\u06e1\u062e\u064f\u0644\u064e     \u0671\u0644\u06e1\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0647\u064f\u0648\u062f\u064b\u0627     \u0623\u064e\u0648\u06e1  \u0646\u064e\u0635\u064e\u0670\u0631\u064e\u0649\u0670\u06d7         \u062a\u0650\u0644\u06e1\u0643\u064e  \u0623\u064e\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1\u06d7   \ufd3f   \n\"Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata, 'Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani.' Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka.\" (Al-Baqarah: 111) dan FirmanNya,\n\ufd3e     \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0632\u064e\u064a\u0651\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627   \u0644\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064d \u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \n\"Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka.\" (Al-An'am: 108) dan juga FirmanNya,\n\ufd3e \u0642\u064f\u0644\u06e1  \u0647\u064e\u0644\u06e1  \u0646\u064f\u0646\u064e\u0628\u0651\u0650\u0626\u064f\u0643\u064f\u0645  \u0628\u0650\u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u062e\u06e1\u0633\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e   \u0623\u064e\u0639\u06e1\u0645\u064e\u0670\u0644\u064b\u0627 103   \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0636\u064e\u0644\u0651\u064e  \u0633\u064e\u0639\u06e1\u064a\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u06e1\u062d\u064e\u064a\u064e\u0648\u0670\u0629\u0650  \u0671\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u06e1\u064a\u064e\u0627   \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u064a\u064e\u062d\u06e1\u0633\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1    \u064a\u064f\u062d\u06e1\u0633\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0635\u064f\u0646\u06e1\u0639\u064b\u0627  104 \ufd3f   \n\"Katakanlah, 'Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?' Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.\" (Al-Kahfi: 103-104). \nDan Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman tentang kaum munafikin, \n\ufd3e \u064a\u064f\u0646\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u06e1  \u0646\u064e\u0643\u064f\u0646  \u0645\u0651\u064e\u0639\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06d6       \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0628\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670  \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1       \u0641\u064e\u062a\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u06e1       \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0635\u06e1\u062a\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u0671\u0631\u06e1\u062a\u064e\u0628\u06e1\u062a\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u063a\u064e\u0631\u0651\u064e\u062a\u06e1\u0643\u064f\u0645\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a\u0651\u064f   \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670  \u062c\u064e\u0627\u0653\u0621\u064e  \u0623\u064e\u0645\u06e1\u0631\u064f   \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0648\u064e\u063a\u064e\u0631\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645  \u0628\u0650\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u063a\u064e\u0631\u064f\u0648\u0631\u064f     14  \ufd3f \n\"Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?\" Mereka men-jawab, \"Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah; dan kamu telah ditipu dengan (keimanan kepada) Allah oleh (setan) yang amat penipu.\" (Al-Hadid: 14).\nDan Firman Allah, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0623\u0653\u0645\u064f\u0631\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1 \u0641\u064e\u0644\u064e\u064a\u064f\u0628\u064e\u062a\u0651\u0650\u0643\u064f\u0646\u0651\u064e \u0621\u064e\u0627\u0630\u064e\u0627\u0646\u064e \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0646\u06e1\u0639\u064e\u0670\u0645\u0650 \ufd3f   \"Dan menyu-ruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya,\" yaitu dengan memotong telinganya, yang demikian itu seperti bahirah, sa'ibah, washilah dan ham,[42] Allah mengisyaratkan dengan sebagian dari hal itu bagi semuanya, hal yang demikian itu adalah bagian dari penyesatan yang mengakibat-kan pengharaman apa yang dihalalkan oleh Allah atau penghalalan apa yang diharamkan oleh Allah, dan hal itu diikuti dengan keya-kinan-keyakinan yang salah dan hukum-hukum yang zhalim yang merupakan penyesatan yang paling besar. \n\ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0623\u0653\u0645\u064f\u0631\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1   \u0641\u064e\u0644\u064e\u064a\u064f\u063a\u064e\u064a\u0651\u0650\u0631\u064f\u0646\u0651\u064e  \u062e\u064e\u0644\u06e1\u0642\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650\u06da   \ufd3f   \"Dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merubahnya,\" hal ini meliputi pengubahan penciptaan lahiriyah dengan tatto, meruncingkan atau menajamkan gigi, mencabut alis, dan memberi celah pada gigi demi kecantikan dan semacamnya dari perkara-perkara yang menjadi sasaran setan demi memperdayai mereka, hingga mereka mengubah penciptaan Allah, yang demikian itu mengandung arti bahwa ia tidak puas dengan penciptaanNya dan menuduh aib pada hikmahNya serta keyakinan bahwa apa yang mereka lakukan dengan tangan-tangan mereka itu lebih indah dari penciptaan Allah, mereka tidak ridha dengan ketetapan dan aturanNya, dan hal itu juga mencakup perubahan penciptaan yang bersifat batin. \nSesungguhnya Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 menciptakan makhluk dalam ke-adaan suci dan bernaluri untuk menerima kebenaran dan menda-hulukannya hingga hadirlah setan kepada mereka lalu menggoda mereka untuk merubah penciptaan yang indah itu, menghiasi bagi mereka keburukan, kesyirikan, kekufuran, kefasikan, dan kemak-siatan, dan sesungguhnya setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah dan suci, akan tetapi kedua orang tuanyalah yang menjadi-kannya sebagai Yahudi, Nasrani ataupun Majusi dan semacamnya dari perubahan-perubahan akan apa yang telah difitrahkan Allah kepada hamba-hambaNya berupa pengesaan Allah, kecintaan kepadaNya dan MengenalNya, namun kemudian dalam hal ini setan memangsa mereka seperti binatang buas dan serigala me-mangsa domba yang sendirian, dan sekiranya bukan karena kasih sayang Allah dan kemuliaanNya atas hamba-hambaNya yang ikhlas, niscaya akan terjadi pada mereka apa yang terjadi pada orang-orang yang terbujuk rayu setan, dan perkara yang terjadi pada mereka itu disebabkan karena berpalingnya mereka dari Rabb dan Pencipta mereka kepada musuh mereka yang menghendaki keburukan dari mereka dari segala bentuknya, hingga mereka merugi di dunia dan akhirat, dan kembali dengan kehampaan dan kerugian yang besar, karena itulah Allah berfirman,\n\ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646  \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u0650  \u0671\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u06e1\u0637\u064e\u0670\u0646\u064e  \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u0657\u0627     \u0645\u0651\u0650\u0646  \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u06e1  \u062e\u064e\u0633\u0650\u0631\u064e  \u062e\u064f\u0633\u06e1\u0631\u064e\u0627\u0646\u0657\u0627  \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u0657\u0627 \ufd3f   \"Barang-siapa yang menjadikan setan sebagai pelindung selain Allah, maka se-sungguhnya ia menderita kerugian yang nyata,\" kerugian apa lagi yang paling nyata dan paling besar daripada seorang yang rugi agama dan dunianya, dicelakakan oleh kesalahan dan kemaksiatannya hingga ia memperoleh kesengsaraan yang abadi dan hilang darinya kenikmatan untuk selamanya? Sebagaimana juga orang yang mencintai Rabbnya, dan mendahulukan keridhaanNya, niscaya ia akan sangat beruntung, dan sukses dengan gemilang serta menang dengan kebahagiaan di dua negeri, dunia dan akhirat, dan menjadi hamba yang bahagia. Maka tidaklah akan ada yang mampu mena-han apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang mampu memberi apa yang Engkau tahan, ya Allah, uruslah perkara kami sebagai-mana Engkau urus perkara orang-orang yang Engkau cintai, dan berilah kami keafiatan sebagaimana orang-orang yang Engkau beri keafiatan. "},{"id":851,"sura":4,"from_aya":120,"to_aya":120,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(120) Kemudian Allah berfirman, \ufd3e \u064a\u064e\u0639\u0650\u062f\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u064a\u064f\u0645\u064e\u0646\u0651\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u06e1\u06d6   \ufd3f   \"Setan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka,\" maksudnya, setan berjanji kepada orang yang berusaha disesatkan olehnya, dan janji itu (segala cara) hingga ancaman sekalipun seperti Firman Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649,\n\ufd3e \u0671\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u06e1\u0637\u064e\u0670\u0646\u064f     \u064a\u064e\u0639\u0650\u062f\u064f\u0643\u064f\u0645\u064f    \u0671\u0644\u06e1\u0641\u064e\u0642\u06e1\u0631\u064e \ufd3f \n\"Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan.\" (Al-Baqarah: 268). \nSesungguhnya setan menakut-nakuti mereka bila mereka berinfak di jalan Allah, maka mereka akan menjadi miskin, dan setan juga menakut-nakuti bila mereka hendak berjihad dengan kematian dan sebagainya seperti Firman Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649,\n\ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627     \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u064f  \u0671\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u06e1\u0637\u064e\u0670\u0646\u064f    \u064a\u064f\u062e\u064e\u0648\u0651\u0650\u0641\u064f  \u0623\u064e\u0648\u06e1\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0653\u0621\u064e\u0647\u064f\u06e5 \ufd3f   \n\"Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy).\" (Ali Imran: 175). \nSetan menakut-nakuti mereka ketika hendak mendahulukan keridhaan Allah dengan segala cara yang memungkinkan ataupun yang tidak memungkinkan hingga merasuk dalam akal mereka dan seterusnya mereka malas untuk melakukan kebaikan, demikian juga ia membuat angan-angan kosong dan batil kepada mereka di mana bila dibuktikan, maka itu hanya seperti fatamorgana yang tidak memiliki hakikat, karena itulah Allah berfirman,  \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627  \u064a\u064e\u0639\u0650\u062f\u064f\u0647\u064f\u0645\u064f  \u0671\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u06e1\u0637\u064e\u0670\u0646\u064f  \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627  \u063a\u064f\u0631\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627 \ufd3f   \"Padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka.\""},{"id":852,"sura":4,"from_aya":121,"to_aya":121,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(121) \ufd3e \u0623\u064f\u0648\u0652\u0644\u064e\u0670\u0653\u0626\u0650\u0643\u064e \u0645\u064e\u0623\u06e1\u0648\u064e\u0649\u0670\u0647\u064f\u0645\u06e1 \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064f \ufd3f   \"Mereka itu tempatnya Jahanam,\" maksudnya, orang yang tunduk kepada setan dan berpaling dari Rabbnya hingga ia menjadi pengikut iblis dan golongannya di mana tempat menetap mereka adalah neraka, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u064a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0646\u06e1\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064e\u062d\u0650\u064a\u0635\u0657\u0627 \ufd3f   \"dan mereka tidak memperoleh tempat lari dari padanya,\" maksudnya, me-reka tidak mendapati tempat berlepas diri dan tempat bersandar, akan tetapi mereka kekal di dalamnya selama-lamanya."},{"id":853,"sura":4,"from_aya":0,"to_aya":0,"type":"\u062a\u0645\u0647\u064a\u062f \u0644\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"Dan ketika Allah menjelaskan tentang tempat kembalinya orang-orang yang celaka yaitu wali-wali setan, lalu Allah menjelas-kan tempat kembalinya orang-orang yang bahagia dan wali-waliNya dalam FirmanNya, "},{"id":854,"sura":4,"from_aya":122,"to_aya":122,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan shalih, kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah telah membuat suatu janji yang benar. Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?\" (An-Nisa`: 122)."},{"id":855,"sura":4,"from_aya":122,"to_aya":122,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(122) Maksudnya, \ufd3e \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"yang beriman\" kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, Hari Akhir dan takdirNya yang baik maupun yang buruk sesuai dengan yang diperintahkan, yaitu berilmu, membenarkan, dan mengikrarkan, \ufd3e \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u0635\u0651\u064e\u0670\u0644\u0650\u062d\u064e\u0670\u062a\u0650 \ufd3f   \"dan mengerjakan amalan shalih\" yang bersumber dari keimanan tersebut. Ini mencakup seluruh perkara yang dipe-rintahkan, baik wajib maupun sunnah, atas hati, lisan dan bagian-bagian tubuh lainnya, setiap perkara itu menyimpan pahala yang akan diperoleh menurut kondisi, kedudukan, dan penyempurna-an keimanan dan amal shalih, dan (nilai kebaikan) akan luput dari dirinya sesuai dengan kadar kekurangan yang terjadi pada ke-imanan dan amal tersebut, dan itu tergantung kepada apa yang telah diketahui dari hikmah Allah dan rahmatNya. Demikian juga janjiNya yang benar yang dapat diketahui dari penelaahan Kita-bullah maupun sunnah Rasulullah \ufdfa, karena itulah Allah menye-butkan pahala yang diperoleh dari hal tersebut dalam FirmanNya, \n\ufd3e \u0633\u064e\u0646\u064f\u062f\u06e1\u062e\u0650\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0670\u062a\u0656 \u062a\u064e\u062c\u06e1\u0631\u0650\u064a     \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062d\u06e1\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627     \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0646\u06e1\u0647\u064e\u0670\u0631\u064f \ufd3f   \"Kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya,\" di dalamnya terdapat berbagai macam kenikmatan yang belum pernah terlihat oleh mata, belum pernah terdengar oleh telinga, dan belum pernah terbersit dalam benak seorang manusia pun, berupa berbagai macam makanan dan minuman yang lezat, pemandangan-peman-dangan yang indah nan menakjubkan, istri-istri yang cantik, istana dan kamar-kamar yang terhias mewah, pepohonan yang rindang, buah-buahan yang mengagumkan, suara-suara yang merdu, kenikmatan-kenikmatan yang dalam, saling mengunjungi antara saudara, saling membicarakan kenikmatan yang mereka peroleh di dalam surga, dan yang paling tertinggi dari itu semua dan paling mulia, adalah keridhaan Allah kepada mereka, kenikmatan ruh berdekatan denganNya, mata melihat kepadaNya, telinga mendengar Firman-firmanNya yang akan melupakan mereka akan kenikmatan-kenikmatan yang mereka rasakan di surga. Sekiranya bukan karena keteguhan dari Allah buat mereka, niscaya mereka akan melayang dan meninggal karena kegirangan dan kebahagia-an, maka demi Allah, betapa manisnya kenikmatan itu! Betapa tingginya apa yang diberikan oleh Allah Yang Mahamulia kepada mereka! Apa yang mereka peroleh berupa segala kebaikan dan kebahagiaan tidak mampu digambarkan oleh seorang pun, dan sebagai pelengkap dan penyempurna dari itu semua adalah keaba-dian dan kekekalan berada dalam kediaman-kediaman yang tinggi tersebut.\nKarena itulah Allah berfirman,\ufd3e \u062e\u064e\u0670\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627\u0653  \u0623\u064e\u0628\u064e\u062f\u0657\u0627\u06d6       \u0648\u064e\u0639\u06e1\u062f\u064e   \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u062d\u064e\u0642\u0651\u0657\u0627\u06da       \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u06e1  \u0623\u064e\u0635\u06e1\u062f\u064e\u0642\u064f  \u0645\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0642\u0650\u064a\u0644\u0657\u0627 \ufd3f   \"Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah telah mem-buat suatu janji yang benar. Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?\" Maka benarlah Allah Yang Mahaagung, di mana FirmanNya mencapai tingkatan tertinggi dalam kebenaran, karena itulah tatkala FirmanNya adalah benar, kabarNya adalah benar, maka apa pun yang ditunjukkan dari Firman dan kabarNya itu adalah sesuai, terkandung, dan terarah, setiap dari hal itu menjadi maksud dari Kalamullah, demikian juga kalam Rasulullah \ufdfa, karena beliau tidaklah mengabarkan kecuali dengan perintahNya dan beliau tidak berkata kecuali dari wahyu Allah. "},{"id":856,"sura":4,"from_aya":123,"to_aya":124,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"(Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah. Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal shalih, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikit pun.\" (An-Nisa`: 123-124)."},{"id":857,"sura":4,"from_aya":123,"to_aya":123,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(123) Maksudnya, \ufd3e \u0644\u0651\u064e\u064a\u06e1\u0633\u064e \ufd3f   \"Bukanlah\" perkara itu, kesela-matan dan kesucian, \ufd3e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627\u0653 \u0623\u064e\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a\u0651\u0650 \u0623\u064e\u0647\u06e1\u0644\u0650 \u0671\u0644\u06e1\u0643\u0650\u062a\u064e\u0670\u0628\u0650\u06d7   \ufd3f   \"menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab,\" angan-angan itu adalah percakapan jiwa yang tidak diiringi dengan perbuatan namun hanya pengakuan semata, dan sekiranya diten-tang oleh angan-angan yang serupa dengannya, maka pastilah akan menjadi satu jenis dengannya, dan hal ini adalah umum pada setiap perkara, lalu bagaimanakah bila dalam perkara keimanan dan kebahagiaan yang abadi? Sesungguhnya angan-angan Ahli Kitab telah Allah kabarkan tentangnya bahwa mereka itu,\n\ufd3e \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0644\u064e\u0646  \u064a\u064e\u062f\u06e1\u062e\u064f\u0644\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0647\u064f\u0648\u062f\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0648\u06e1 \u0646\u064e\u0635\u064e\u0670\u0631\u064e\u0649\u0670\u06d7   \u062a\u0650\u0644\u06e1\u0643\u064e \u0623\u064e\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1\u06d7   \ufd3f   \n\"Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata, 'Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani.' Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka.\" (Al-Baqarah: 111), \ndan selain mereka di antara orang-orang yang tidak menisbatkan diri kepada sebuah kitab, tidak pula kepada seorang rasul, maka mereka lebih utama dan lebih patut, demikian juga Allah mema-sukkan ke dalam golongan itu orang-orang yang menisbatkan diri kepada Islam atas dasar kesempurnaan keadilan dan pemenuhan hak, karena sesungguhnya sekedar menisbahkan diri kepada suatu agama itu sama sekali tidaklah bermanfaat bila seorang manusia tidak membawa keterangan yang jelas atas kebenaran pengakuannya, maka perbuatanlah yang akan membenarkan atau mendustakan pengakuan itu, karena itulah Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \ufd3e \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0639\u06e1\u0645\u064e\u0644\u06e1 \u0633\u064f\u0648\u0653\u0621\u0657\u0627 \u064a\u064f\u062c\u06e1\u0632\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650\u06e6 \ufd3f   \"Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu.\" Ini mencakup semua pelaku-pelaku perbuatan, karena keburukan itu mencakup dosa apa pun, baik kecil maupun besar, dan mencakup juga seluruh balasan, baik sedikit maupun banyak, di dunia maupun di akhirat, dan manusia dalam kaitan ini memiliki tingkatan yang berbeda-beda yang tidak diketahui kecuali oleh Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649, ada yang sedikit dan ada yang banyak. \nBarangsiapa yang seluruh perbuatannya adalah dosa, dan itu hanya terjadi pada orang kafir lalu bila ia meninggal sebelum bertaubat, maka akan dibalas dengan kekekalan dalam siksa yang pedih. Dan barangsiapa yang perbuatannya adalah shalih dan ia pada sebagian besar kondisinya dalam keadaan konsisten, hanya saja terkadang terjadi beberapa kesalahan atau dosa kecil, lalu apa pun yang menimpanya berupa kegundahan, kesedihan, gangguan dan sakit di tubuhnya, atau hatinya atau orang yang dicintainya atau hartanya dan semacamnya, maka sesungguhnya semua itu akan menjadi penggugur dosa-dosanya, dan hal itu adalah di antara balasan atas amalan-amalannya, yang telah Allah tentukan sebagai tindakan kasih sayang kepada hamba-hambaNya.\nDan di antara kedua kondisi ini banyak sekali tingkatan-tingkatannya, balasan umum atas perbuatan yang buruk adalah dikhususkan pada selain orang-orang yang bertaubat, karena sesungguhnya seorang yang bertaubat dari dosa adalah seperti seorang yang tidak memiliki dosa sama sekali, sebagaimana yang ditunjukkan oleh nash-nash yang ada.\nDan FirmanNya,  \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u064a\u064e\u062c\u0650\u062f\u06e1  \u0644\u064e\u0647\u064f\u06e5  \u0645\u0650\u0646  \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u0657\u0627  \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u0657\u0627 \ufd3f   \"Dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah\" untuk menghilangkan beberapa perkara yang diperkirakan bahwa seorang yang berhak mendapat balasan atas amalannya itu ke-mungkinan saja memiliki pelindung atau penolong atau pemberi syafa'at yang membela dirinya dari perkara yang seharusnya dite-rimanya, lalu Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 mengabarkan bahwa hal tersebut tidaklah ada, ia tidak memiliki pelindung yang membantunya memperoleh apa yang diinginkan dan tidak memiliki penolong yang membela dirinya dari perkara yang ditakutkan kecuali Rabbnya dan Rajanya semata."},{"id":858,"sura":4,"from_aya":124,"to_aya":124,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(124) \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646       \u064a\u064e\u0639\u06e1\u0645\u064e\u0644\u06e1  \u0645\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0635\u0651\u064e\u0670\u0644\u0650\u062d\u064e\u0670\u062a\u0650 \ufd3f   \"Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal shalih\" termasuk dalam hal tersebut amalan-amalan hati maupun anggota badan, termasuk juga setiap pelaku perbuatan, baik manusia atau jin, kecil maupun besar, laki-laki maupun perem-puan, karena itulah Allah berfirman, \ufd3e \u0645\u0650\u0646 \u0630\u064e\u0643\u064e\u0631\u064d \u0623\u064e\u0648\u06e1 \u0623\u064f\u0646\u062b\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e     \u0645\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u065e \ufd3f   \"Baik laki-laki maupun wanita, sedang ia orang yang beriman,\" ini merupakan syarat bagi seluruh amal perbuatan, tidaklah sah, tidak diterima, tidak diberikan balasan pahala dan tidak diancam dengan siksa kecuali dengan keimanan, karena perbuatan tanpa keimanan adalah seperti ranting-ranting pohon yang hilang akarnya, atau seperti bangunan di atas air, maka iman itu adalah asas, dasar, dan pondasi yang dibangun di atasnya segala sesuatu, syarat ini harus dicermati lebih baik pada setiap perbuatan yang umum, bahwa sesungguhnya semua itu disyaratkan dengannya, \ufd3e \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0652\u0644\u064e\u0670\u0653\u0626\u0650\u0643\u064e \ufd3f   \"maka mereka itu,\" yaitu orang-orang yang menyatukan antara keimanan dan amal shalih \ufd3e \u064a\u064e\u062f\u06e1\u062e\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064e \ufd3f   \"masuk ke dalam surga\" yang mengan-dung segala hal yang dikehendaki oleh jiwa dan dinikmati oleh mata, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u064a\u064f\u0638\u06e1\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0646\u064e\u0642\u0650\u064a\u0631\u0657\u0627 \ufd3f   \"dan mereka tidak dianiaya walau sedikit pun,\" maksudnya, tidak sedikit dan tidak pula banyak dari apa yang telah mereka kerjakan berupa kebaikan, akan tetapi mereka akan mendapatkan balasannya secara penuh dan sempurna lagi berlipat-lipat ganda yang banyak sekali. "},{"id":859,"sura":4,"from_aya":125,"to_aya":125,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah menjadikan Ibrahim sebagai kesayanganNya.\" (An-Nisa`: 125)."},{"id":860,"sura":4,"from_aya":125,"to_aya":125,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(125) Maksudnya, tidaklah ada seorang pun yang paling baik agamanya daripada seorang yang menyatukan antara keikh-lasan kepada Dzat yang disembah yaitu penyerahan diri hanya untuk Allah yang menunjukkan akan penyerahan hati, penghadap-annya, kembalinya, keikhlasannya dan penghadapan wajah serta seluruh anggota tubuh kepada Allah, \ufd3e \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \ufd3f   \"sedang dia pun\" di samping keikhlasan dan penyerahan diri tersebut, \ufd3e \u0645\u064f\u062d\u06e1\u0633\u0650\u0646\u065e \ufd3f   \"menger-jakan kebaikan\" yaitu mengikuti syariat Allah yang telah Allah utus rasul-rasul dengannya dan telah Allah turunkan kitab-kitabNya dan Allah jadikan hal itu sebagai jalan bagi makhluk-makhlukNya yang terpilih dan pengikut-pengikut mereka, \ufd3e \u0645\u0650\u0644\u0651\u064e\u0629\u064e  \u0625\u0650\u0628\u06e1\u0631\u064e\u0670\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \ufd3f   \"dan ia mengikuti agama Ibrahim\" yaitu agama dan syariatnya \ufd3e \u062d\u064e\u0646\u0650\u064a\u0641\u0657\u0627\u06d7   \ufd3f   \"yang lurus\" yaitu jauh dari syirik menuju kepada pengesaan dan jauh dari menghadap kepada makhluk menuju kedekatan kepada Sang Pencipta, \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0625\u0650\u0628\u06e1\u0631\u064e\u0670\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u062e\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u0657\u0627 \ufd3f   \"dan Allah menjadikan Ibrahim sebagai kesayanganNya,\" al-Khullah adalah tingkatan tertinggi dari kecintaan, tingkatan ini diperoleh oleh dua orang kesayangan Allah, yaitu Muhammad \ufdfa dan Ibrahim \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645, sedangkan kecintaan dari Allah secara umum adalah kepada seluruh kaum Mukminin, dan sesung-guhnya Allah menjadikan Ibrahim sebagai kesayangan, karena beliau telah menunaikan apa yang telah diperintahkan kepadanya, tegar dalam cobaan yang dihadapkan kepadanya hingga Allah menjadikannya sebagai imam bagi seluruh manusia dan mengam-bilnya sebagai kesayangan serta meninggikan sebutannya pada seluruh alam semesta. "},{"id":861,"sura":4,"from_aya":126,"to_aya":126,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan apa yang di bumi, dan (pengetahuan) Allah Maha Meliputi segala sesuatu.\" (An-Nisa`: 126)."},{"id":862,"sura":4,"from_aya":126,"to_aya":126,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(126) Ayat yang mulia ini mengandung penjelasan akan pengetahuan Allah yang meliputi segala sesuatu, Allah berfirman bahwasanya Dia memiliki \ufd3e \u0645\u064e\u0627   \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0670\u0648\u064e\u0670\u062a\u0650  \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0631\u06e1\u0636\u0650\u06da   \ufd3f   \"apa yang di langit dan apa yang di bumi\" maksudnya, seluruh hal itu adalah milikNya dan hamba-hambaNya, mereka itu adalah yang dimiliki sedang Allah adalah pemilik mereka, di mana Allah sendirilah yang mengatur mereka, dan ilmuNya telah meliputi segala hal yang diketahui, pandanganNya meliputi segala hal yang dipandang, pendengaranNya meliputi segala hal yang didengar, kehendak-Nya dan kemampuanNya terlaksana pada seluruh hal yang ada, rahmatNya meliputi seluruh penduduk bumi dan langit, Allah me-ngatur dengan keperkasaan dan kekuatanNya atas setiap makhluk, dan segala sesuatu tunduk kepadaNya. "},{"id":863,"sura":4,"from_aya":127,"to_aya":127,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan mereka meminta fatwa kepadamu tentang para wanita. Katakanlah, 'Allah memberi fatwa kepadamu tentang mereka, dan apa yang dibacakan kepadamu dalam al-Qur`an (juga memfatwa-kan) tentang para wanita yatim yang tidak kamu berikan kepada mereka apa yang ditetapkan untuk mereka, sedang kamu ingin mengawini mereka dan tentang anak-anak yang masih dipandang lemah. Dan (Allah menyuruh kamu) supaya kamu mengurus anak-anak yatim secara adil. Dan kebajikan apa saja yang kamu kerja-kan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya'.\" (An-Nisa`: 127)."},{"id":864,"sura":4,"from_aya":127,"to_aya":127,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(127) Al-Istifta` adalah permintaan fatwa dari seorang penanya kepada seorang alim untuk menjelaskan suatu hukum syariat dalam hal yang ditanyakan tersebut, Allah mengabarkan tentang kaum Mukminin yang meminta fatwa dari Rasulullah \ufdfa tentang hukum wanita yang berkaitan dengan mereka, namun Allah sendiri yang mengambil alih untuk menjawab pertanyaan mereka tersebut, seraya berfirman, \ufd3e \u0642\u064f\u0644\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u064a\u064f\u0641\u06e1\u062a\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u06e1   \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \ufd3f   \"Katakanlah, 'Allah memberi fatwa kepadamu tentang mereka',\" maka kerjakanlah pada seluruh aspek kehidupan wanita dengan apa yang telah Allah tetapkan buat kalian dari hukum tersebut berupa pemenuhan hak-hak mereka dan tidak menzhalimi mereka secara umum maupun khusus, hal ini adalah suatu perintah yang bersifat umum yang mencakup seluruh hal yang disyariatkan oleh Allah melalui perin-tah maupun larangan pada hak-hak wanita sebagai istri maupun tidak, baik kecil maupun besar, kemudian setelah mengumumkan hal itu, Allah mengkhususkan wasiat terhadap orang-orang yang lemah dari anak-anak yatim sebagai bentuk perhatian kepada mereka dan ancaman agar jangan sampai lalai dalam memenuhi hak-hak mereka, Allah berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627  \u064a\u064f\u062a\u06e1\u0644\u064e\u0649\u0670  \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u06e1\u0643\u0650\u062a\u064e\u0670\u0628\u0650  \u0641\u0650\u064a  \u064a\u064e\u062a\u064e\u0670\u0645\u064e\u0649  \u0671\u0644\u0646\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0653\u0621\u0650 \ufd3f   \"Dan apa yang dibacakan kepadamu dalam al-Qur`an (juga memfatwa-kan) tentang para wanita yatim\" maksudnya, Allah memberi fatwa juga dengan apa yang dibacakan kepada kalian dalam kitab tentang wanita-wanita yang yatim, \ufd3e \u0671\u0644\u0651\u064e\u0670\u062a\u0650\u064a \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0624\u06e1\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u062a\u0650\u0628\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \ufd3f   \"yang tidak kamu berikan kepada mereka apa yang ditetapkan untuk mereka,\" hal ini adalah sebuah kabar tentang kondisi riil yang terjadi pada saat itu, sesung-guhnya seorang wanita yatim bila berada dalam kekuasaan seorang laki-laki, ia merugikan hak-hak yatim tersebut dan menzhaliminya dengan memakan harta miliknya atau sebagiannya, atau melarang-nya menikah agar ia dapat memanfaatkan hartanya karena kha-watir hartanya itu akan diambil darinya bila ia menikahkan wanita yatim tersebut, atau ia mengambil dari suami yang dinikahi oleh wanita yatim itu suatu syarat atau hal lainnya, yang demikian itu bila ia tidak menyukainya, atau ia menyukainya (kemudian me-nikahinya) karena ia seorang wanita yang cantik dan berharta namun ia tidak adil dalam memberi mahar kepadanya, akan tetapi ia memberikan mahar kurang dari yang seharusnya, semua kondisi itu adalah kezhaliman yang termasuk dalam ayat ini, karena itulah Allah berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u062a\u064e\u0631\u06e1\u063a\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0646\u0643\u0650\u062d\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \ufd3f   \"Sedang kamu ingin mengawini mereka\" maksudnya, kalian tidak suka menikahi mereka atau kalian ingin menikahi mereka sebagaimana yang telah kami sebutkan dalam contoh.\n\ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0633\u06e1\u062a\u064e\u0636\u06e1\u0639\u064e\u0641\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0671\u0644\u06e1\u0648\u0650\u0644\u06e1\u062f\u064e\u0670\u0646\u0650 \ufd3f   \"Dan orang-orang yang lemah berupa anak-anak,\" maksudnya, Allah juga memberi fatwa kepada kalian agar mengurusi orang-orang yang lemah berupa anak-anak yang masih belia agar kalian memberikan hak-hak mereka kepada me-reka berupa harta warisan ataupun lainnya, dan janganlah kalian menguasai harta mereka dalam bentuk kezhaliman dan kesewe-nang-wenangan, \ufd3e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0645\u064f\u0648\u0627\u0652     \u0644\u0650\u0644\u06e1\u064a\u064e\u062a\u064e\u0670\u0645\u064e\u0649\u0670  \u0628\u0650\u0671\u0644\u06e1\u0642\u0650\u0633\u06e1\u0637\u0650\u06da   \ufd3f   \"dan agar kalian mengurus anak-anak yatim dengan adil,\" yaitu dengan keadilan yang penuh, termasuk mengurus mereka dengan mengharuskan mereka untuk melaksanakan perintah Allah dan apa yang diwajibkan atas hamba-hambaNya. Dengan demikian, para wali bertanggung jawab akan hal tersebut dengan mewajibkan mereka melaksanakan apa-apa yang diwajibkan oleh Allah, termasuk juga dalam hal ini adalah mengurus mereka dalam rangka kemaslahatan dunia mereka de-ngan cara menginvestasikan harta mereka dan mengambil bagian keuntungan darinya untuk mereka, dan agar para wali itu tidak mengambilnya kecuali dengan yang patut, demikian juga para wali tidak boleh melakukan pendekatan kepada teman-teman mereka atau selainnya agar mau menikah atau selainnya dengan maksud untuk menghabiskan hak-hak mereka, dan semua ini merupakan rahmat Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 atas hamba-hambaNya, di mana Allah telah me-nganjurkan dengan sangat agar berusaha mencarikan kemaslahatan bagi orang yang tidak mampu melakukan itu untuk dirinya sendiri, baik karena kelemahannya atau karena kematian ayahnya.\nKemudian Allah menganjurkan agar berbuat baik secara umum dalam FirmanNya, \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0641\u06e1\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0645\u0650\u0646\u06e1 \u062e\u064e\u064a\u06e1\u0631\u0656 \ufd3f   \"Dan kebajikan apa saja yang kamu kerjakan\" untuk anak-anak yatim atau selain mereka, baik itu berupa kebaikan yang sekunder ataupun yang primer,\ufd3e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650\u06e6 \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u0657\u0627 \ufd3f   \"maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya,\" maksudnya, ilmu Allah telah meliputi perbuatan orang-orang yang berbuat kebaikan, sedikit maupun banyak, baik ataupun sebaliknya, kemudian Allah akan membalas setiap orang sesuai dengan amal perbuatannya. "},{"id":865,"sura":4,"from_aya":128,"to_aya":128,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan jika seorang wanita khawatir akan nusyuz atau sikap tidak acuh dari suaminya, maka tidak mengapa bagi keduanya mengadakan perdamaian yang sebenar-benarnya, dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiat-nya kikir. Dan jika kamu bergaul dengan istrimu secara baik dan memelihara dirimu (dari nusyuz dan sikap tak acuh), maka se-sungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.\" (An-Nisa`: 128)."},{"id":866,"sura":4,"from_aya":128,"to_aya":128,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(128) Maksudnya, apabila wanita khawatir akan kedurha-kaan suaminya, yaitu bersikap congkak padanya, tidak suka kepadanya, dan tidak acuh padanya, maka dalam kondisi seperti ini sebaiknya diadakan perbaikan di antara mereka berdua, dengan cara menggugurkan beberapa haknya yang wajib atas suaminya agar ia tetap bersama suaminya tersebut, yaitu rela dengan yang lebih sedikit dari yang seharusnya berupa nafkah atau pakaian atau tempat tinggal atau pembagian hari dengan cara menggugur-kan haknya atau memberikan jatah hari atau malamnya kepada suaminya atau kepada madunya, lalu bila mereka berdua telah se-pakat dengan kondisi seperti itu, maka tidaklah berdosa dan tidak salah mereka berdua melakukan itu, tidak mengapa bagi suami dan tidak mengapa pula bagi istri, karena itu suaminya boleh tetap bersama istrinya tersebut dalam kondisi seperti itu, dan hal itu lebih baik daripada bercerai, karena itulah Allah berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0635\u0651\u064f\u0644\u06e1\u062d\u064f  \u062e\u064e\u064a\u06e1\u0631\u065e\u06d7       \ufd3f \"Dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka).\"\nDapat diambil dari keumuman lafazh dan makna ayat ini bahwa perdamaian antara dua orang yang masing-masing mem-punyai hak atau perselisihan dalam perkara apa pun, adalah lebih baik daripada masing-masing dari mereka berdua itu saling ngotot dalam mempertahankan hak-haknya, karena dengan berdamai akan menjadi tenang dan tetap berada dalam nuansa saling cinta serta sama-sama memakai predikat sifat toleransi dan saling me-maafkan, hal ini boleh dalam segala perkara, kecuali dalam perkara menghalalkan yang haram atau mengharamkan yang halal, karena sesungguhnya hal itu bukanlah merupakan suatu perdamaian, akan tetapi menjadi sebuah tindakan melampaui batas, dan keta-huilah bahwa setiap hukum dari hukum-hukum yang ada tidaklah akan sempurna dan terpenuhi kecuali dengan adanya tuntutan-tuntutannya dan tidak adanya penghalang-penghalangnya, maka di antara hukum tersebut adalah ketetapan yang besar ini, yaitu perdamaian, Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 menyebutkan tuntutan akan hal tersebut dan Allah mengingatkan bahwa hal itu adalah baik, dan kebaikan itu akan dicari dan disukai oleh setiap orang yang berakal, di samping itu Allah juga memerintahkan dan sangat menganjurkan-nya, hingga seorang Mukmin akan menambah usahanya dalam mencarinya.\nDan Allah juga menyebutkan penghalangnya dalam Firman-Nya, \ufd3e \u0648\u064e\u0623\u064f\u062d\u06e1\u0636\u0650\u0631\u064e\u062a\u0650   \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064f  \u0671\u0644\u0634\u0651\u064f\u062d\u0651\u064e\u06da   \ufd3f   \"Walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir,\" maksudnya, jiwa manusia itu telah diciptakan memiliki watak kikir, yaitu tidak suka mengerahkan apa yang menjadi hak manusia lain, namun sangat berusaha memenuhi hak dirinya, dan jiwa itu telah diarahkan kepada hal seperti itu secara penciptaan-nya, dan seharusnya kalian berusaha untuk menghilangkan akhlak yang hina ini dari jiwa-jiwa kalian, dan menggantikannya dengan sifat yang bertolak belakang dengannya, yaitu berlapang dada, artinya mengerahkan hak yang menjadi kewajiban atas dirinya dan bersikap puas dengan beberapa hak untuk dirinya, dan ketika seorang manusia dapat dibimbing kepada akhlak yang baik ini, niscaya di saat itu mudahlah baginya perdamaian antara dia dengan lawan-lawannya, dan akan mudahlah jalan keluar yang menyam-paikan mereka kepada yang dikehendaki bersama, berbeda dengan orang yang tidak berusaha menghilangkan sifat kikir dari jiwanya, maka pastilah akan terasa susah baginya perdamaian dan persetu-juan tersebut, karena ia tidak akan rela kecuali menerima semua haknya dan ia tidak rela untuk menunaikan semua kewajibannya, apalagi bila musuhnya itu sama seperti dia, maka tambah ruwetlah perkaranya.\nKemudian Allah berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064f\u062d\u06e1\u0633\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0648\u064e\u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"Dan jika kamu bergaul dengan istrimu secara baik dan memelihara dirimu (dari nusyuz dan sikap tak acuh)\" yaitu kalian berbuat baik dalam beribadah kepada Allah dengan cara seorang hamba menyembah Rabbnya seolah-olah ia melihatNya, dan bila ia tidak melihatNya sesung-guhnya Rabbnya itu melihatnya, dan berbuat baik kepada makhluk dengan berbagai jalan kebaikan berupa manfaat harta, ilmu, jabatan, atau selainnya, dan kalian bertakwa kepada Allah dengan me-ngerjakan seluruh perkara yang diperintahkan dan meninggalkan seluruh perkara yang dilarang, atau kalian berbuat baik dengan mengerjakan hal-hal yang diperintahkan dan kalian bertakwa de-ngan meninggalkan hal-hal yang dilarang, \ufd3e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e  \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u06e1\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u0657\u0627 \ufd3f   \"maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,\" sesungguhnya pengetahuan dan ilmuNya meliputi segala hal, baik lahir maupun batin lalu Allah menjaganya untuk kalian dan membalasnya dengan balasan yang sempurna. "},{"id":867,"sura":4,"from_aya":129,"to_aya":129,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demi-kian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.\" (An-Nisa`: 129)."},{"id":868,"sura":4,"from_aya":129,"to_aya":129,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(129) Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 mengabarkan bahwa para suami tidak akan mampu dan bukan di atas kuasa mereka untuk memberikan keadilan yang sempurna di antara istri-istri mereka, karena adil mengharuskan kecintaan secara merata, naluri yang sama rata, kecenderungan hati kepada mereka yang sama rata, kemudian melakukan hal yang menjadi tuntutan itu semua, namun hal se-perti ini adalah mustahil dan tidak mungkin terjadi, karena itulah Allah mengampuni apa yang tidak mampu mereka lakukan dan melarang dari perkara yang mungkin dilakukan dalam FirmanNya, \ufd3e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0645\u0650\u064a\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e     \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u064a\u06e1\u0644\u0650       \u0641\u064e\u062a\u064e\u0630\u064e\u0631\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627  \u0643\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0642\u064e\u0629\u0650\u06da   \ufd3f   \"Janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung\" yaitu janganlah kalian condong dengan kecenderungan yang berlebihan di mana kalian tidak memenuhi hak-hak yang wajib untuk mereka, akan tetapi lakukanlah menurut kesanggupan kalian dari keadilan itu, maka nafkah, pakaian, pembagian hari, dan semacamnya wajib atas kalian berlaku adil dalam perkara tersebut di antara mereka, berbeda dengan perkara cinta dan berjimak atau semacamnya, karena sesungguhnya seorang istri, bila suaminya meninggalkan apa yang seharusnya ia lakukan untuk istrinya, maka istrinya itu akan menjadi terkatung-katung seperti wanita yang tidak bersuami yang dapat bersantai dan berhias diri agar dapat menikah lagi, seperti tidak memiliki suami yang menunaikan hak-haknya.\n\ufd3e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064f\u0635\u06e1\u0644\u0650\u062d\u064f\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"Dan jika kamu mengadakan perbaikan\" apa yang terjadi antara kalian dengan istri-istri kalian dengan memaksa diri kalian untuk melakukan apa yang tidak diinginkan hati kalian dengan maksud mendapatkan pahala dan menunaikan hak-hak istri, dan kalian juga mengadakan perbaikan antara kalian dengan masyarakat, dan juga perbaikan di antara masyarakat dalam hal-hal yang mereka perselisihkan, hal ini mengharuskan adanya an-juran untuk menapaki jalan apa pun yang menyampaikan kepada perbaikan secara mutlak seperti yang terdahulu, \ufd3e \u0648\u064e\u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"dan memelihara diri (dari kecurangan),\" maksudnya, takut kepada Allah dengan melaksanakan perintahNya, menjauhi laranganNya dan bersabar atas takdirNya, \ufd3e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u0657\u0627 \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0657\u0627 \ufd3f   \"maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,\" Dia mengampuni apa yang kalian lakukan berupa dosa-dosa dan kelalaian pada hak yang wajib atas kalian, dan Dia merahmati kalian seperti kalian menyayangi istri-istri kalian dan merahmati mereka. "},{"id":869,"sura":4,"from_aya":130,"to_aya":130,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Jika keduanya bercerai, maka Allah akan memberi kecukup-an kepada masing-masing dari limpahan karuniaNya. Dan Allah Mahaluas (karuniaNya) lagi Mahabijaksana.\" (An-Nisa`: 130)."},{"id":870,"sura":4,"from_aya":130,"to_aya":130,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(130) Ini adalah kondisi yang ketiga antara suami istri apa-bila tidak mungkin terjalin kesepakatan, maka dibolehkan untuk bercerai. Allah berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646     \u064a\u064e\u062a\u064e\u0641\u064e\u0631\u0651\u064e\u0642\u064e\u0627 \ufd3f   \"Jika keduanya bercerai,\" yaitu dengan talak atau pembatalan (faskh) atau khulu' atau semacamnya, \ufd3e \u064a\u064f\u063a\u06e1\u0646\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0643\u064f\u0644\u0651\u0657\u0627 \ufd3f   \"maka Allah akan memberi kecukupan kepada masing-masing\" kedua suami istri, \ufd3e \u0645\u0651\u0650\u0646  \u0633\u064e\u0639\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650\u06e6\u06da   \ufd3f   \"dari limpahan karuniaNya,\" yaitu, dari karuniaNya dan kebaikanNya yang luas lagi menyelu-ruh. Allah akan mencukupkan bagi suami dengan istri lain yang lebih baik dari istri sebelumnya, dan mencukupkan istri dari karu-niaNya walaupun telah terputus haknya dari suaminya. Karena sesungguhnya rizki sang istri ada pada Allah yang menjamin rizki-rizki seluruh makhluk, Yang mengurusi kemaslahatan mereka, dan bisa saja Allah akan memberikan rizki kepadanya berupa suami yang lebih baik dari suami sebelumnya. \ufd3e \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0648\u064e\u0670\u0633\u0650\u0639\u064b\u0627 \ufd3f   \"Dan Allah Mahaluas (karuniaNya),\" karuniaNya banyak, rahmatNya luas, di mana rahmat dan karuniaNya sampai kepada titik di mana ilmu-Nya sampai kepadanya, akan tetapi Allah di samping itu, \ufd3e    \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u0657\u0627 \ufd3f   \"Mahabijaksana,\" yaitu, Allah memberikan dengan kebijaksanaan-Nya dan menahan karena kebijaksanaanNya, dan bila hikmahNya telah ditentukan bahwa beberapa hambaNya tidak mendapatkan karuniaNya disebabkan karena hamba itu sendiri, maka hamba-hamba itu tidak berhak mendapatkan karuniaNya, Allah mena-hannya karena keadilan dan kebijaksanaan."},{"id":871,"sura":4,"from_aya":131,"to_aya":132,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi, dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan juga kepada kamu; bertakwa-lah kepada Allah. Tetapi jika kamu kafir, maka (ketahuilah), sesungguhnya apa yang di langit dan apa yang di bumi hanyalah kepunyaan Allah, dan Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji. Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan apa yang di bumi. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.\" (An-Nisa`: 131-132)."},{"id":872,"sura":4,"from_aya":131,"to_aya":132,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(131-132) Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memberitakan tentang luasnya kerajaan-Nya yang agung yang menuntut untuk dikelola dengan berbagai bentuk pengelolaan, dan diurusi dengan berbagai macam aturan, baik secara takdir maupun syariat. Pengelolaan Allah menurut syariat yaitu Dia mewasiatkan kepada orang-orang terdahulu dan orang-orang terakhir, Ahli Kitab terdahulu dan yang akan datang untuk bertakwa, yang mengandung perintah, larangan, dan penga-daan hukum-hukum syariat, dan balasan orang yang menegakkan wasiat tersebut dengan pahala dan hukuman bagi orang yang melalaikannya dan menyia-nyiakannya dengan pedihnya siksa neraka, karena itulah Allah berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646     \u062a\u064e\u0643\u06e1\u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"Tetapi jika kamu kafir\" dengan meninggalkan takwa kepada Allah dan kalian syirik kepada Allah di mana Allah tidaklah menurunkan suatu keterangan pun akan hal tersebut, sesungguhnya perbuatan kalian itu tidaklah memudharatkan kecuali bagi diri kalian sendiri, dan tidaklah kalian memudharatkan Allah sedikit pun, dan tidak pula kalian mengu-rangi kerajaanNya, Dia memiliki hamba-hamba yang lain dan lebih baik dari kalian, lebih agung dan lebih banyak, yang tunduk dan taat kepadaNya serta patuh terhadap perintahNya, karena itulah Allah menyiapkan balasan akan hal itu dalam FirmanNya, \n\ufd3e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646  \u062a\u064e\u0643\u06e1\u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650   \u0645\u064e\u0627  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0670\u0648\u064e\u0670\u062a\u0650  \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0631\u06e1\u0636\u0650\u06da       \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u063a\u064e\u0646\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627  \u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u062f\u0657\u0627 \ufd3f   \"Tetapi jika kamu kafir, maka (ketahuilah), sesungguhnya apa yang di langit dan apa yang di bumi hanyalah kepunyaan Allah, dan Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji,\" Dia memiliki kedermawanan yang sempurna, karunia yang menyeluruh yang bersumber dari perbendaharaan rahmat-Nya yang tidak akan berkurang dengan infak dan tidak pula berkurang dengan nafkah. KaruniaNya mengalir terus siang dan malam, dan sekiranya penduduk langit dan penduduk bumi dari orang-orang terdahulu dan orang-orang yang akan datang ber-kumpul lalu setiap orang dari mereka memohon seluruh hal yang diangan-angankan olehnya, (maka hal itu) tidaklah akan mengu-rangi sedikit pun dari kerajaanNya, yang demikian itu karena Allah Mahamulia, Maha Pemberi lagi Mahaagung, pemberianNya adalah FirmanNya, siksaNya adalah FirmanNya, sesungguhnya perintahNya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berfirman kepadanya, \"Jadilah\" maka jadilah ia, dan merupakan kesempurna-an KekayaanNya bahwa Dia memiliki sifat yang sempurna, karena bila ada kekurangan sedikit pun dalam sisi apa pun juga, maka masih ada semacam kebutuhan kepada kesempurnaan tersebut, akan tetapi Allah memiliki seluruh sifat kesempurnaan, dan di antara sifat-sifat itu adalah kesempurnaan sifat-sifatNya.\nDan di antara kesempurnaan kekayaanNya bahwa Dia tidak-lah memiliki istri, tidak pula anak, tidak pula sekutu dalam kera-jaanNya, tidak pula penolong, tidak pula pembela untukNya pada perkara apa pun dalam pengelolaan kerajaanNya, dan merupakan kesempurnaan kekayaanNya juga adalah kebutuhan seluruh alam langit maupun bumi dalam segala kondisi dan keadaan mereka kepadaNya, permohonan mereka kepadaNya akan seluruh kebu-tuhan mereka yang tersembunyi maupun yang nampak, lalu Allah menunaikan seluruh kebutuhan-kebutuhan mereka dan permo-honan-permohonan tersebut, Allah mencukupkan mereka dan memberikan kepuasan buat mereka serta memberikan karuniaNya atas mereka dan memberi petunjuk kepada mereka dengan kasih sayangNya.\nSedangkan Yang Maha Terpuji, merupakan salah satu nama Allah di antara nama-namaNya yang mulia, yang menunjukkan bahwa Dia berhak atas segala pujian, kecintaan, sanjungan, dan penghormatan, yang demikian itu adalah saat Allah menyifati DiriNya dengan sifat terpuji yang merupakan sifat yang indah lagi mulia, dan saat Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memberi karuniaNya atas makhlukNya berupa kenikmatan-kenikmatan yang banyak, maka Dia adalah Dzat yang (berhak) dipuji dalam segala kondisi.\nDan betapa sesuainya kedua nama yang mulia ini disatukan, Yang Mahakaya lagi Maha Terpuji, sesungguhnya Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji, Allah memiliki kesempurnaan dalam kekayaan-Nya, kesempurnaan dalam PujianNya dan kesempurnaan dalam kondisi bersatunya setiap dari kedua nama Allah tersebut dengan yang lainnya, kemudian Allah mengulangi penyebutan keluasan kerajaanNya pada apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan bahwa Allah adalah Maha Pemelihara atas segala sesuatu, artinya Maha Mengetahui lagi Mengelola segala sesuatu menurut hikmahNya, karena sesungguhnya hal itu menjadi kesempurnaan pemeliharaan, dan pemeliharaan itu menuntut adanya ilmu ter-hadap perkara yang dipelihara, kekuatan dan kemampuan atas pelaksanaan dan pengelolaannya, dan pengelolaan tersebut me-nurut hikmahNya dan menurut kemaslahatan, lalu apa pun yang kurang dari hal itu, maka berpulang kepada kekurangan pemeli-hara, sedang Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 terlepas dari segala kekurangan. "},{"id":873,"sura":4,"from_aya":133,"to_aya":134,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Jika Allah menghendaki, niscaya Dia musnahkan kamu wahai manusia, dan Dia datangkan umat yang lain (sebagai penggantimu). Dan Allah Mahakuasa berbuat demikian. Barang-siapa yang menghendaki pahala di dunia saja (maka ia merugi), karena di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.\" (An-Nisa`: 133-134)."},{"id":874,"sura":4,"from_aya":133,"to_aya":133,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(133) Yaitu Allah Yang Mahakaya lagi Maha Terpuji, yang memiliki kekuasaan yang sempurna dan kehendak yang terlaksana pada kalian, \ufd3e \u0625\u0650\u0646  \u064a\u064e\u0634\u064e\u0623\u06e1  \u064a\u064f\u0630\u06e1\u0647\u0650\u0628\u06e1\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627  \u0671\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f  \u0648\u064e\u064a\u064e\u0623\u06e1\u062a\u0650  \u0628\u0650\u0640\u0654\u064e\u0627\u062e\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e\u06da       \ufd3f \"jika Allah menghen-daki, niscaya Dia musnahkan kamu wahai manusia, dan Dia datangkan umat yang lain (sebagai penggantimu),\" selain kalian yang lebih taat kepada Allah, dan lebih baik daripada kalian. Hal ini merupakan ancaman buat manusia terhadap perbuatan mereka dalam keku-furan dan berpalingnya mereka dari Rabb mereka, sesungguhnya Allah sedikit pun tidaklah lemah dari mereka bila mereka tidak me-naatiNya, akan tetapi Allah menangguhkan mereka dan menunda siksaNya dan tidak melalaikan mereka."},{"id":875,"sura":4,"from_aya":134,"to_aya":134,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(134) Kemudian Allah memberitakan bahwa barangsiapa yang cita-cita dan keinginannya rendah yang tidak melebihi dari balasan duniawi semata, dan tidak memiliki keinginan sama sekali kepada akhirat, sesungguhnya ia telah menyia-nyiakan usaha dan pandangannya, di samping itu tidaklah ia memperoleh balasan dunia kecuali apa yang telah Allah tetapkan untuknya, karena Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 adalah Pemilik segala sesuatu yang memiliki balasan dunia dan akhirat, maka agar kedua hal itu diharapkan dariNya \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 dan dimohonkan pertolongan kepadaNya akan keduanya, dan sesungguhnya tidaklah akan diperoleh apa yang ada di sisiNya kecuali dengan menaatiNya, dan tidaklah akan dipenuhi perkara-perkara dunia maupun akhirat kecuali dengan memohon perto-longan kepadaNya dan mengemis kepadaNya secara terus mene-rus. MilikNyalah segala hikmah dalam membimbing orang yang diberi taufikNya dan dalam menghinakan orang yang dihinakan dan dalam pemberian dan laranganNya, karena itulah Allah berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0633\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064e\u06e2\u0627 \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u0657\u0627 \ufd3f   \"Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.\" "},{"id":876,"sura":4,"from_aya":135,"to_aya":135,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"Kemudian Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \n\"Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar menegakkan keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kera-batmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemas-lahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalik-kan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.\" (An-Nisa`: 135)."},{"id":877,"sura":4,"from_aya":135,"to_aya":135,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(135) Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memerintahkan hamba-hambaNya yang beriman agar mereka menjadi \ufd3e \u0642\u064e\u0648\u0651\u064e\u0670\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0628\u0650\u0671\u0644\u06e1\u0642\u0650\u0633\u06e1\u0637\u0650  \u0634\u064f\u0647\u064e\u062f\u064e\u0627\u0653\u0621\u064e  \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650   \ufd3f \"orang yang benar-benar menegakkan keadilan, menjadi saksi karena Allah,\" al-Qawwam (penegak keadilan) adalah sebuah kata yang menunjukkan makna lebih (Sighah mubalaghah), artinya jadilah kalian penegak keadilan dalam segala kondisi terhadap hak-hak Allah dan hak-hak hamba-hambaNya. Adil terhadap hak-hak Allah adalah tidak memakai nikmat-nikmatNya untuk bermaksiat kepadaNya, akan tetapi se-harusnya dipergunakan dalam ketaatan kepadaNya, sedang adil terhadap hak-hak manusia adalah menunaikan segala hak-hak yang menjadi tanggung jawabmu sebagaimana engkau meminta hak-hak dirimu. Maka Anda (seyogyanya) menunaikan nafkah-nafkah yang wajib dan hutang-hutang, dan bermuamalah terhadap manusia dengan akhlak dan tata krama yang Anda sendiri ingin diperlakukan dengannya, juga dengan penghargaan dan sebagainya.\nDi antara bentuk-bentuk keadilan yang paling agung adalah adil dalam menilai ucapan (pandangan) dan orang-orang yang memiliki pandangan tersebut, tidak menetapkan untuk salah satu perkataan atau salah satu dari dua orang yang berselisih hanya karena bernisbah kepadanya atau kecondongannya kepada salah satunya, akan tetapi ia harus berlaku adil di antara keduanya, dan di antara keadilan itu adalah menunaikan kesaksian yang ada padamu dalam bentuk apa pun, hingga walaupun atas orang-orang yang dicintai, bahkan atas diri sendiri, karena itulah Allah berfirman,\ufd3e \u0634\u064f\u0647\u064e\u062f\u064e\u0627\u0653\u0621\u064e  \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650   \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u06e1  \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670\u0653  \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0623\u064e\u0648\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u0648\u064e\u0670\u0644\u0650\u062f\u064e\u064a\u06e1\u0646\u0650  \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0642\u06e1\u0631\u064e\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e\u06da       \u0625\u0650\u0646  \u064a\u064e\u0643\u064f\u0646\u06e1  \u063a\u064e\u0646\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627   \u0623\u064e\u0648\u06e1  \u0641\u064e\u0642\u0650\u064a\u0631\u0657\u0627  \u0641\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0623\u064e\u0648\u06e1\u0644\u064e\u0649\u0670  \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u064e\u0627\u06d6   \ufd3f    \"Menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya,\" maksudnya, janganlah kalian memper-timbangkan seorang yang kaya karena kekayaannya, dan seorang yang miskin dengan prasangka bahwa hal itu adalah sebagai belas kasih baginya, akan tetapi bersaksilah dengan benar atas siapa pun orangnya.\nMenegakkan keadilan adalah di antara perkara yang paling agung dan paling menunjukkan akan keberagamaan penegak ke-adilan tersebut dan sikap hati-hatinya serta kedudukannya dalam Islam, maka wajiblah atas orang yang mau menasihati dirinya dan menghendaki keselamatan dirinya agar memperhatikan hal terse-but dengan sebaik-baiknya, dan selalu menjadikannya di hadapan matanya dan tujuan keinginannya, dan agar ia menghilangkan dari jiwanya segala hal yang menghalangi dan merintangi dirinya dari menegakkan keadilan atau mengamalkan keadilan tersebut, dan rintangan yang paling terbesar dalam hal itu adalah mengikuti hawa nafsu, karena itulah Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memperingatkan agar meng-hilangkan rintangan tersebut dalam FirmanNya, \n\ufd3e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u06e1\u0647\u064e\u0648\u064e\u0649\u0670\u0653  \u0623\u064e\u0646  \u062a\u064e\u0639\u06e1\u062f\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652\u06da   \ufd3f   \"Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran,\" yaitu janganlah kalian mengikuti syahwat diri kalian yang bertentangan dengan kebe-naran, karena bila kalian mengikutinya, niscaya kalian akan menyimpang dari kebenaran dan kalian tidak diberi taufik kepada keadilan, karena sesungguhnya hawa nafsu itu akan membutakan mata hati orang tersebut hingga ia akan melihat kebenaran itu se-bagai sebuah kebatilan dan kebatilan itu sebagai sebuah kebenaran, atau ia mengetahui kebenaran lalu meninggalkannya demi hawa nafsunya, maka barangsiapa yang selamat dari hawa nafsunya, niscaya ia akan diberi taufik kepada kebenaran dan akan diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.\nDan tatkala Allah menjelaskan bahwa yang wajib adalah menegakkan keadilan, Allah juga melarang dari perkara yang bertentangan dengan hal tersebut, yaitu penyimpangan lisan dari kebenaran dalam persaksian atau selainnya, dan pembelokan kata dari kebenaran yang dimaksudkan dari segala sisinya atau dari beberapa sisinya, dan termasuk dalam hal itu adalah pembelokan kesaksian dan tidak menyempurnakannya atau penakwilan seorang saksi atas suatu hal yang lain, karena sesungguhnya ini adalah di antara bentuk penyimpangan, karena menyimpang dari kebenaran,   \ufd3e \u0623\u064e\u0648\u06e1 \u062a\u064f\u0639\u06e1\u0631\u0650\u0636\u064f\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"atau enggan menjadi saksi,\" yaitu kalian me-ninggalkan keadilan yang ditetapkan pada kalian seperti seorang saksi yang meninggalkan kesaksiannya atau seorang hakim yang meninggalkan pengadilannya yang wajib dilakukan olehnya.\n\ufd3e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627     \u062a\u064e\u0639\u06e1\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e  \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u0657\u0627  \ufd3f \"Maka sesungguhnya Allah Maha Menge-tahui segala apa yang kamu kerjakan,\" yaitu meliputi apa yang kalian kerjakan, mengetahui perbuatan-perbuatan kalian yang tersem-bunyi maupun yang nampak, hal ini mengandung ancaman yang keras kepada orang yang menyimpang dalam berbicara atau meninggalkan yang seharusnya dikerjakan, dan yang lebih utama dan lebih patut lagi adalah orang yang menetapkan hukum dengan kebatilan atau bersaksi dengan saksi palsu, karena sesungguhnya hal tersebut adalah kejahatan yang paling besar, karena dua orang yang pertama telah meninggalkan kebenaran saja, sedang yang terakhir ini meninggalkan kebenaran dan menegakkan kebatilan. "},{"id":878,"sura":4,"from_aya":136,"to_aya":136,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan RasulNya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada RasulNya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, dan Hari Kemudian, maka sung-guh orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.\" (An-Nisa`: 136)."},{"id":879,"sura":4,"from_aya":136,"to_aya":136,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(136) Ketahuilah bahwa perintah ini bisa jadi diarahkan kepada orang yang belum masuk dalam sesuatu pun atau belum berjulukan dengan suatu pun darinya, maka perintah ini menjadi perintah untuknya agar masuk ke dalamnya, yang demikian itu adalah seperti perintah kepada orang yang belum beriman untuk beriman, seperti Firman Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649,\n\ufd3e \u064a\u064e\u0670\u0653\u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0623\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u06e1\u0643\u0650\u062a\u064e\u0670\u0628\u064e  \u0621\u064e\u0627\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627   \u0646\u064e\u0632\u0651\u064e\u0644\u06e1\u0646\u064e\u0627     \u0645\u064f\u0635\u064e\u062f\u0651\u0650\u0642\u0657\u0627  \u0644\u0651\u0650\u0645\u064e\u0627  \u0645\u064e\u0639\u064e\u0643\u064f\u0645. . . .   \ufd3f \n\"Hai orang-orang yang telah diberi al-Kitab, berimanlah kamu ke-pada apa yang telah Kami turunkan (al-Qur`an) yang membenarkan Kitab yang ada pada kamu ...\" (An-Nisa`: 47), \natau diarahkan kepada orang yang telah masuk ke dalam sesuatu, maka perintah ini menjadi perintah untuknya agar memperbaiki apa yang didapatkan darinya atau memperoleh apa yang belum didapatkan, di antara hal itu adalah apa yang telah disebutkan oleh Allah dalam ayat ini berupa perintah untuk kaum Mukminin agar beriman, karena sesungguhnya hal itu menunjukkan suatu perintah kepada mereka dengan perkara yang memperbaiki ke-imanan mereka berupa keikhlasan, kejujuran, menghindari keru-sakan dan bertaubat dari segala bentuk kelalaian, juga menunjuk-kan perintah dengan perkara yang belum ada dari seorang Mukmin berupa ilmu keimanan dan perbuatan-perbuatannya, karena setiap kali suatu nash sampai kepadanya lalu ia paham maksudnya dan meyakininya, maka hal itu adalah keimanan yang diperintahkan kepadanya, demikian juga seluruh perbuatan-perbuatan lahiriyah dan batiniyah, seluruhnya dari keimanan, sebagaimana yang di-tunjukkan oleh banyak nash-nash dan telah disepakati oleh para ulama salaf umat ini, kemudian konsisten terhadap hal tersebut dan tegar di atasnya hingga maut menjemput, seperti Firman Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649,\n\ufd3e \u064a\u064e\u0670\u0653\u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u062d\u064e\u0642\u0651\u064e  \u062a\u064f\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650\u06e6  \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0645\u064f\u0648\u062a\u064f\u0646\u0651\u064e  \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627  \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645   \u0645\u0651\u064f\u0633\u06e1\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e  102  \ufd3f \n\"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepadaNya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.\" (Ali Imran: 102). \nDalam an-Nisa` ayat ke-136 ini, Allah memerintahkan untuk beriman kepadaNya, kepada Rasul-rasulNya, kepada al-Qur`an dan kitab-kitab sebelumnya. Semua itu adalah di antara keimanan yang wajib di mana seorang hamba tidaklah dikatakan beriman kecuali dengannya; beriman secara global, apabila tidak sampai kepadanya rincian tentangnya, dan beriman secara rinci bila hal bersangkutan diketahui secara rinci. Barangsiapa yang beriman dengan keimanan yang diperintahkan tersebut, sesungguhnya ia telah mendapat hidayah dan telah selamat.\nBarangsiapa yang kafir \ufd3e \u0628\u0650\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0648\u064e\u0645\u064e\u0644\u064e\u0670\u0653\u0626\u0650\u0643\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650\u06e6  \u0648\u064e\u0643\u064f\u062a\u064f\u0628\u0650\u0647\u0650\u06e6  \u0648\u064e\u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u0650\u0647\u0650\u06e6  \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u064a\u064e\u0648\u06e1\u0645\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u0653\u062e\u0650\u0631\u0650 \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u06e1 \u0636\u064e\u0644\u0651\u064e   \u0636\u064e\u0644\u064e\u0670\u0644\u064e\u06e2\u0627  \u0628\u064e\u0639\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627 \ufd3f     \"kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, dan Hari Kemudian, maka sungguh orang itu telah sesat sejauh-jauhnya,\" yaitu, kesesatan apa lagi yang paling jauh dari kesesatan orang yang meninggalkan petunjuk yang lurus dan menempuh jalan yang menyampaikannya kepada siksa yang pedih? Ketahui-lah bahwa kufur kepada sesuatu dari perkara-perkara yang dise-butkan tersebut adalah seperti kufur kepada seluruhnya, karena hal itu saling berkaitan dan tidak mungkinnya keimanan kepada sebagian tanpa kepada sebagian lainnya. "},{"id":880,"sura":4,"from_aya":137,"to_aya":137,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"Kemudian Allah berfirman,\n\"Sesungguhnya orang-orang yang beriman kemudian kafir, kemudian beriman (pula), kemudian kafir lagi, kemudian bertam-bah kekafirannya, maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka, dan tidak (pula) menunjuki mereka kepada jalan yang lurus.\" (An-Nisa`: 137)."},{"id":881,"sura":4,"from_aya":137,"to_aya":137,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(137) Maksudnya, barangsiapa yang berulang kali terjadi kekufuran pada dirinya setelah keimanan; di mana dia mendapat petunjuk masuk Islam kemudian tersesat, melihat (kebenaran) kemudian buta, beriman kemudian kafir, dan berlanjut di atas kekufurannya bahkan kekufurannya bertambah, maka sesungguh-nya ia telah jauh dari taufik dan petunjuk kepada jalan yang lurus, juga jauh dari ampunan karena ia telah melakukan perkara yang merupakan penghalang terbesar yang merintanginya dalam memperoleh ampunan tersebut, sesungguhnya kekufurannya itu menjadi hukuman untuknya dan menjadi tabiat yang tidak akan lenyap darinya, sebagaimana Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \n\ufd3e  \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627   \u0632\u064e\u0627\u063a\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652  \u0623\u064e\u0632\u064e\u0627\u063a\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1\u06da   \ufd3f   \n\"Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memaling-kan hati mereka.\" (Ash-Shaff: 5) dan \n\ufd3e \u0648\u064e\u0646\u064f\u0642\u064e\u0644\u0651\u0650\u0628\u064f  \u0623\u064e\u0641\u06e1\u0640\u0654\u0650\u062f\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u0623\u064e\u0628\u06e1\u0635\u064e\u0670\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627   \u0644\u064e\u0645\u06e1      \u064a\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0628\u0650\u0647\u0650\u06e6\u0653  \u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u064e  \u0645\u064e\u0631\u0651\u064e\u0629\u0656 \ufd3f \n\"Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan me-reka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (al-Qur`an) pada permulaannya.\" (Al-An'am: 110).\nAyat ini menunjukkan bahwa bila kekufuran mereka tidak bertambah akan tetapi mereka kembali kepada keimanan dan meninggalkan keyakinan mereka berupa kekufuran tersebut, maka sesungguhnya Allah mengampuni mereka, walaupun mereka telah berulang kali keluar dari Islam, lalu bila ketetapan tersebut dibuat untuk tindakan kekufuran, maka selain dari kekufuran seperti kemaksiatan yang tidak menyebabkan kekufuran adalah lebih utama dan lebih patut, bahwa seorang hamba bila berulang-ulang melakukan kemaksiatan kemudian ia kembali kepada taubat, niscaya Allah akan kembali juga mengampuninya. "},{"id":882,"sura":4,"from_aya":138,"to_aya":139,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih. (Yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang Mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguh-nya semua kekuatan itu kepunyaan Allah.\" (An-Nisa`: 138-139)."},{"id":883,"sura":4,"from_aya":138,"to_aya":139,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(138-139) Al-Bisyarah (kabar gembira) itu biasanya dipakai pada perkara yang baik, dan terkadang dipakai dalam perkara yang buruk dengan syarat, seperti dalam ayat ini, Allah berfirman, \ufd3e \u0628\u064e\u0634\u0651\u0650\u0631\u0650     \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0646\u064e\u0670\u0641\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Kabarkanlah kepada orang-orang munafik,\" yaitu orang-orang yang menampakkan Islam dan menyembunyikan kekufuran dengan kabar yang paling jelek dan paling buruk, yaitu azab yang pedih. Yang demikian itu karena mereka mencintai orang-orang kafir dan menolong mereka, membela mereka serta meninggalkan cinta dan kasih sayang kepada kaum Mukminin, perkara apakah yang mendorong mereka melakukan hal tersebut? Apakah mereka mengharapkan kemuliaan dari orang-orang kafir itu? Seperti inilah kenyataan dari orang-orang munafik, prasangka mereka buruk terhadap Allah, keyakinan mereka lemah terhadap pertolongan Allah kepada kaum Mukminin, dan mereka menyaksikan beberapa faktor pendorong pada kaum kafir namun pandangan mereka pendek tentang akibat yang terjadi di balik itu, hingga membuat mereka menjadikan kaum kafir sebagai penolong yang mereka banggakan dan meminta pertolongan mereka. Padahal kenyataan-nya adalah seluruh kemuliaan itu adalah milik Allah, dan sesung-guhnya ubun-ubun para hamba ada di tangan Allah dan kehen-dakNya pastilah terlaksana pada mereka. Dan sesungguhnya Allah telah menjamin untuk membela agamaNya dan hamba-hambaNya yang beriman, walaupun diselingi dengan beberapa ujian dan cobaan bagi hamba-hambaNya yang beriman tersebut dan musuh berkuasa atas mereka dengan penguasaan yang bersifat sementara, karena sesungguhnya hasil akhir yang baik dan kebahagian itu adalah milik kaum Mukminin.\nAyat ini mengandung ancaman yang besar atas tindakan menjadikan kaum kafir sebagai penolong dan pembela, dan me-ninggalkan kaum Mukminin dalam perkara tersebut, dan bahwa hal seperti itu adalah di antara sifat-sifat kaum munafik, dan bahwa keimanan itu menuntut untuk mencintai kaum Mukminin dan menjadikan mereka sebagai penolong dan pembela, dan membenci kaum kafir dan memusuhi mereka. "},{"id":884,"sura":4,"from_aya":140,"to_aya":141,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan sungguh Allah telah menurunkan kepadamu di dalam al-Qur`an bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah di-ingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka mema-suki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesung-guhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahanam, (yaitu) orang-orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu (hai orang-orang Mukmin). Maka jika terjadi kemenangan bagimu dari Allah, mereka berkata, 'Bukankah kami (turut berperang) be-serta kamu?' Dan jika orang-orang kafir mendapat keberuntungan, mereka berkata, 'Bukankah kami turut memenangkanmu, dan membela kamu dari orang-orang Mukmin?' Maka Allah akan mem-beri keputusan di antara kamu di Hari Kiamat dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.\" (An-Nisa`: 140-141)."},{"id":885,"sura":4,"from_aya":140,"to_aya":140,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(140) Maksudnya, Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 telah menjelaskan kepada kalian tentang apa yang turun kepada kalian berupa hukum syariat saat hadir pada majelis-majelis kekufuran dan kemaksiatan,\ufd3e \u0623\u064e\u0646\u06e1  \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627  \u0633\u064e\u0645\u0650\u0639\u06e1\u062a\u064f\u0645\u06e1  \u0621\u064e\u0627\u064a\u064e\u0670\u062a\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u064a\u064f\u0643\u06e1\u0641\u064e\u0631\u064f  \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \ufd3f   \"bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir)\" maksudnya, direndah-kan, yang demikian itu adalah karena yang wajib atas setiap orang yang mukallaf adalah beriman kepada ayat-ayat Allah, meng-agungkan, memuliakan, dan menyeganinya. Dan itulah maksud dari diturunkannya ayat-ayat tersebut, dan demi hal itu juga Allah menciptakan para makhluk. Lawan dari beriman adalah kufur kepadanya, dan lawan dari mengagungkannya adalah mengolok-olok dan menghinanya, dan termasuk dalam hal itu, berdebat dengan orang-orang kafir dan orang-orang munafik demi mema-tahkan ayat-ayat Allah dan membela kekufuran mereka. Demikian juga dengan ahli bid'ah dengan berbagai macam kelompok mereka. \nSesungguhnya berhujjah demi kebatilan mereka mengandung makna pelecehan kepada ayat-ayat Allah, karena ayat-ayat tersebut tidaklah menunjukkan kecuali kepada kebenaran dan tidak ber-maksud kecuali kepada kebenaran, bahkan termasuk juga dalam hal ini menghadiri majelis-majelis kemaksiatan dan kefasikan di mana perintah-perintah Allah dan larangan-laranganNya dilecehkan di dalamnya dan hukum-hukumNya yang ditetapkan buat hamba-hambaNya dipermainkan. Puncak dari hal ini adalah larangan du-duk-duduk bersama mereka, \ufd3e \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670  \u064a\u064e\u062e\u064f\u0648\u0636\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0641\u0650\u064a  \u062d\u064e\u062f\u0650\u064a\u062b\u064d  \u063a\u064e\u064a\u06e1\u0631\u0650\u0647\u0650\u06e6\u0653   \ufd3f   \"sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain,\" yaitu selain dari (pembicaraan) kufur terhadap ayat-ayat Allah dan menghinakannya.\n\ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0625\u0650\u0630\u0657\u0627 \ufd3f   \"Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian),\" yaitu, apabila kalian duduk bersama mereka pada kondisi yang disebutkan, \ufd3e \u0645\u0651\u0650\u062b\u06e1\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1\u06d7   \ufd3f   \"tentulah kamu serupa dengan mereka,\" karena kalian ridha dengan kekufuran dan penghinaan mereka itu. Seorang yang ridha terhadap kemaksiatan adalah seperti pelaku kemak-siatan itu sendiri. Intinya adalah bahwa barangsiapa yang hadir pada suatu majelis di mana dalam majelis tersebut Allah didurha-kai, maka wajib 'ain untuk diingkari bila mampu atau meninggal-kan tempat tersebut bila tidak mampu.\n\ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u062c\u064e\u0627\u0645\u0650\u0639\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0646\u064e\u0670\u0641\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0643\u064e\u0670\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0641\u0650\u064a  \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e       \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \ufd3f   \"Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahanam,\" sebagaimana mereka berkumpul dalam kekufuran dan loyalitas, dan tidaklah bermanfaat bagi orang-orang munafik kondisi mereka bersama kaum Mukminin secara lahiriyah, seperti Firman Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649, \n\ufd3e \u064a\u064e\u0648\u06e1\u0645\u064e  \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0646\u064e\u0670\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0646\u064e\u0670\u0641\u0650\u0642\u064e\u0670\u062a\u064f  \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e   \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e\u0627  \u0646\u064e\u0642\u06e1\u062a\u064e\u0628\u0650\u0633\u06e1  \u0645\u0650\u0646  \u0646\u0651\u064f\u0648\u0631\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f \n\"Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman, 'Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebagian dari cahayamu'.\" (Al-Hadid: 13)."},{"id":886,"sura":4,"from_aya":141,"to_aya":141,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(141) Kemudian Allah menyebutkan penegasan perwalian orang-orang munafik kepada orang-orang kafir serta permusuhan mereka terhadap orang-orang Mukmin, maka FirmanNya,\ufd3e \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0635\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"(Yaitu) orang-orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu (hai orang-orang Mukmin),\" maksudnya, mereka menunggu apa yang akan terjadi pada kalian, baik maupun buruk, di mana mereka telah menyiapkan masing-masing jawaban untuk kedua kemungkinan tersebut sesuai dengan kemunafikan mereka.\n\ufd3e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e   \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0641\u064e\u062a\u06e1\u062d\u065e  \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652  \u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u06e1     \u0646\u064e\u0643\u064f\u0646  \u0645\u0651\u064e\u0639\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Maka jika terjadi kemenangan bagimu dari Allah, mereka berkata, 'Bukankah kami (turut berperang) beserta kamu?'\" Lalu mereka menampakkan (diri dan sikap) bahwa mereka bersama kaum Mukminin secara lahir maupun batin agar mereka selamat dari celaan dan tuduhan, dan agar mereka diserta-kan dalam bagian ghanimah atau fai' serta agar kaum Mukminin menolong mereka.\n\ufd3e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u06e1\u0643\u064e\u0670\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0628\u065e \ufd3f   \"Dan jika orang-orang kafir mendapat kebe-runtungan,\" Allah tidak berkata, \"kemenangan,\" karena mereka tidaklah memperoleh kemenangan yang merupakan tonggak dasar akan pembelaan terhadap mereka yang berkelanjutan. Akan tetapi mereka mendapatkan bagian yang sementara sebagai hikmah dari Allah, maka bila demikian, \ufd3e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652  \u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u06e1   \u0646\u064e\u0633\u06e1\u062a\u064e\u062d\u06e1\u0648\u0650\u0630\u06e1   \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0643\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"mereka berkata, 'Bu-kankah kami turut memenangkanmu', artinya, kami membuat kalian menguasai, \ufd3e \u0648\u064e\u0646\u064e\u0645\u06e1\u0646\u064e\u0639\u06e1\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e     \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e\u06da   \ufd3f   \"dan membela kamu dari orang-orang Mukmin?\" Maksudnya, mereka berpura-pura pada orang-orang kafir dengan membela mereka, dan menolong mereka dari kaum Mukminin dengan segala bentuk pertolongan yang menyelamatkan mereka dari penghancuran dan pembunuhan dalam peperangan serta menampakkan permusuhan atas kaum Mukminin dan seba-gainya dari perkara-perkara yang telah diketahui dari mereka. \n\ufd3e \u0641\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u064a\u064e\u062d\u06e1\u0643\u064f\u0645\u064f    \u0628\u064e\u064a\u06e1\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u064a\u064e\u0648\u06e1\u0645\u064e   \u0671\u0644\u06e1\u0642\u0650\u064a\u064e\u0670\u0645\u064e\u0629\u0650\u06da   \ufd3f   \"Maka Allah akan memberi keputusan di antara kamu di Hari Kiamat,\" lalu Allah memberikan balasan kepada kaum Mukminin secara lahir maupun batin dengan surga, dan menyiksa orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan.\n \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0646  \u064a\u064e\u062c\u06e1\u0639\u064e\u0644\u064e    \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0644\u0650\u0644\u06e1\u0643\u064e\u0670\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e   \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \ufd3f   \"Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman,\" yaitu, kekuasaan dan kontrol atas mereka. Bahkan akan selalu ada sebuah kelompok dari kaum Mukminin yang di-tolong atas kebenaran, tidaklah akan ada yang mampu memudha-ratkan mereka dari orang-orang yang menghinakan mereka dan tidak pula orang-orang yang bertentangan dengan mereka, dan Allah akan terus mengadakan sebab-sebab kemenangan bagi kaum Mukminin dan menolak kekuasaan kaum kafir, di mana semua itu disaksikan oleh mata kepala. Hingga sebagian kaum Mukminin yang dikuasai oleh kelompok kaum kafir tetap saja terhormat, me-reka tidak diganggu karena agama mereka dan tidak juga mereka rendah walaupun berada di tengah orang-orang kafir; mereka tetap memiliki kemuliaan yang penuh dari Allah. Akhirnya segala pujian hanya milik Allah, pertama dan terakhir, lahir dan batin. "},{"id":887,"sura":4,"from_aya":142,"to_aya":143,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman atau kafir), tidak masuk kepada golongan ini (orang-orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang-orang kafir), maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan (untuk memberi petunjuk) baginya.\" (An-Nisa`: 141-142)."},{"id":888,"sura":4,"from_aya":142,"to_aya":142,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(142) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memberitakan tentang orang-orang munafik dengan sifat-sifat buruk mereka dan tanda-tanda yang jelek, dan bahwa jalan mereka adalah menipu Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649, yaitu, mereka menam-pakkan keimanan dan menyembunyikan kekufuran dengan tin-dakan. Mereka mengira bahwa hal itu tidak dilihat oleh Allah dan tidak diketahui olehNya serta tidak menampakkannya kepada hamba-hambaNya yang lain. Padahal sebenarnya Allah-lah yang membalas tipuan mereka, karena hanya dengan terjadinya sifat (dan sikap) tersebut pada mereka dan konsistensinya mereka terhadapnya, itu sebenarnya sebuah tipuan terhadap diri mereka sendiri, dan tipu daya apalagi yang lebih menyakitkan dari orang yang berusaha keras namun hanya menghasilkan kehinaan dan kerendahan bagi dirinya sendiri, dan tidak mendapatkan apa-apa. Dengan hal itu saja menunjukkan bahwa pelakunya tidak berakal, di mana ia menyatukan antara kemaksiatan yang ia pandang se-bagai suatu kebaikan dan mengira bahwa hal itu merupakan hasil dari akal dan tipu dayanya, dan hanya Allah yang mengetahui keburukan yang ditimbulkan oleh kebodohan dan kehinaan atas pemiliknya, dan di antara pendustaan Allah atas mereka pada Hari Kiamat adalah apa yang Allah sebutkan dalam FirmanNya, \n\ufd3e \u064a\u064e\u0648\u06e1\u0645\u064e     \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0646\u064e\u0670\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0646\u064e\u0670\u0641\u0650\u0642\u064e\u0670\u062a\u064f  \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e\u0627  \u0646\u064e\u0642\u06e1\u062a\u064e\u0628\u0650\u0633\u06e1  \u0645\u0650\u0646  \u0646\u0651\u064f\u0648\u0631\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0642\u0650\u064a\u0644\u064e   \u0671\u0631\u06e1\u062c\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627\u0652   \u0648\u064e\u0631\u064e\u0627\u0653\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0641\u064e\u0671\u0644\u06e1\u062a\u064e\u0645\u0650\u0633\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0646\u064f\u0648\u0631\u0657\u0627\u06d6   \u0641\u064e\u0636\u064f\u0631\u0650\u0628\u064e  \u0628\u064e\u064a\u06e1\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645  \u0628\u0650\u0633\u064f\u0648\u0631\u0656   \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u06e5  \u0628\u064e\u0627\u0628\u064f\u06e2  \u0628\u064e\u0627\u0637\u0650\u0646\u064f\u0647\u064f\u06e5  \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650  \u0671\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u06e1\u0645\u064e\u0629\u064f   \u0648\u064e\u0638\u064e\u0670\u0647\u0650\u0631\u064f\u0647\u064f\u06e5  \u0645\u0650\u0646  \u0642\u0650\u0628\u064e\u0644\u0650\u0647\u0650       \u0671\u0644\u06e1\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064f      13 \u064a\u064f\u0646\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1 \u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u06e1 \u0646\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0639\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06d6   \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0628\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0641\u064e\u062a\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u06e1  \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0635\u06e1\u062a\u064f\u0645\u06e1 \u0648\u064e\u0671\u0631\u06e1\u062a\u064e\u0628\u06e1\u062a\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u063a\u064e\u0631\u0651\u064e\u062a\u06e1\u0643\u064f\u0645\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a\u0651\u064f   \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670  \u062c\u064e\u0627\u0653\u0621\u064e  \u0623\u064e\u0645\u06e1\u0631\u064f   \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0648\u064e\u063a\u064e\u0631\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645  \u0628\u0650\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u063a\u064e\u0631\u064f\u0648\u0631\u064f     14  \u0641\u064e\u0671\u0644\u06e1\u064a\u064e\u0648\u06e1\u0645\u064e  \u0644\u064e\u0627    \u064a\u064f\u0624\u06e1\u062e\u064e\u0630\u064f  \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0641\u0650\u062f\u06e1\u064a\u064e\u0629\u065e     \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627   \u0645\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652\u06da       \u0645\u064e\u0623\u06e1\u0648\u064e\u0649\u0670\u0643\u064f\u0645\u064f  \u0671\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u064f\u06d6       \u0647\u0650\u064a\u064e  \u0645\u064e\u0648\u06e1\u0644\u064e\u0649\u0670\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06d6       \u0648\u064e\u0628\u0650\u0626\u06e1\u0633\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064f          15  \ufd3f\n\"Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman, 'Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebagian dari cahayamu.' Dikatakan (kepada mereka), 'Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu).' Lalu diadakan di antara mereka dinding yang mempunyai pintu. Di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya dari situ ada siksa. Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang Mukmin) seraya berkata, 'Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?' Mereka menjawab, 'Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan me-nunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah; dan kamu telah ditipu dengan (keimanan kepada) Allah oleh (setan) yang amat penipu.' Maka pada hari ini tidak diterima tebusan darimu dan tidak pula dari orang-orang kafir. Tempat kamu ialah neraka. Ialah tempat berlindungmu, dan ia adalah sejahat-jahat tempat kembali.\" (Al-Hadid: 13-15). \nDan di antara sifat-sifat mereka adalah bahwa \ufd3e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627  \u0642\u064e\u0627\u0645\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652  \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0671\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0648\u0670\u0629\u0650 \ufd3f   \"apabila mereka berdiri untuk shalat,\" bila mereka melakukannya, yang merupakan perbuatan ketaatan yang paling agung, \ufd3e \u0642\u064e\u0627\u0645\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0643\u064f\u0633\u064e\u0627\u0644\u064e\u0649\u0670 \ufd3f   \"mereka berdiri dengan malas,\" mereka merasa berat melakukannya dan menggerutu dalam melakukannya.\nRasa malas itu tidaklah ada kecuali karena tidak adanya kehendak untuk melakukannya dalam hati mereka, dan sekiranya bukan karena hati mereka itu kosong dari keinginan kepada Allah dan kepada apa yang ada di sisiNya serta tidak ada keimanan, pastilah tidak akan ada rasa malas dari mereka.\n\ufd3e \u064a\u064f\u0631\u064e\u0627\u0653\u0621\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \ufd3f   \"Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia,\" yaitu, inilah yang menjadi harapan dalam hati kecil me-reka, dan inilah sumber dari segala perbuatan mereka, yaitu agar manusia melihat mereka. Mereka bermaksud agar manusia me-mandang mereka hingga manusia menghormati dan membesarkan mereka, namun mereka tidak ikhlas untuk Allah. Karena itulah, \ufd3e \u0644 \u064e \u0627     \u064a\u064e\u0630\u06e1\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627   \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u0657\u0627 \ufd3f   \"tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali,\" karena hati mereka yang telah dipenuhi oleh riya`, sesungguhnya dzikir kepada Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 itu dan konsisten terhadapnya tidaklah akan terjadi kecuali dari seorang hamba yang hatinya penuh dengan kecintaan kepada Allah dan keagunganNya."},{"id":889,"sura":4,"from_aya":143,"to_aya":143,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(143) \ufd3e \u0645\u0651\u064f\u0630\u064e\u0628\u06e1\u0630\u064e\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0628\u064e\u064a\u06e1\u0646\u064e  \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0627\u0653 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670   \u0647\u064e\u0670\u0653\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0653\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627\u0653       \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670   \u0647\u064e\u0670\u0653\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0653\u0621\u0650\u06da   \ufd3f   \"Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman atau kafir); tidak masuk kepada golongan ini (orang-orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang-orang kafir).\" Maksudnya, mereka bimbang antara golongan orang-orang beriman dan kelompok orang-orang kafir. Mereka tidak bersama kelompok orang-orang beriman, lahir maupun batin dan tidak juga bersama kelompok orang-orang kafir, lahir maupun batin. Mereka memberikan batin kepada kelompok orang-orang kafir dan memberikan lahir kepada kelompok orang-orang beriman. \nIni adalah kesesatan yang paling besar yang harus diper-hitungkan. Karena itulah Allah berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646  \u064a\u064f\u0636\u06e1\u0644\u0650\u0644\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0641\u064e\u0644\u064e\u0646  \u062a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064e  \u0644\u064e\u0647\u064f\u06e5 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0657\u0627 \ufd3f   \"Barangsiapa yang disesatkan Allah, maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan (untuk memberi petunjuk) baginya,\" maksudnya, kalian tidak akan mendapat jalan lain untuk memberi petunjuk kepada-nya dan tidak ada sarana (untuk menyadarkan) mereka untuk meninggalkan kesesatannya. Karena sesungguhnya pintu rahmat telah tertutup untuknya, dan semuanya berubah menjadi musibah. Sifat-sifat yang tercela ini dengan peringatan darinya, menunjuk-kan bahwa orang-orang beriman memiliki sifat yang berlawanan dengan sifat-sifat di atas, yaitu kejujuran lahir maupun batin, serta keikhlasan, dan bahwa mereka sangat diketahui dengan apa yang ada pada mereka, semangat mereka dalam shalat dan ibadah me-reka serta dzikir mereka yang banyak kepada Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649. Dan bahwa mereka telah diberikan petunjuk oleh Allah dan diberikan taufik-Nya kepada jalan yang lurus, maka seorang yang berakal patut mengajukan dirinya di antara kedua perkara tersebut, dan memilih yang paling terbaik untuknya di antara kedua hal tersebut, dan hanya Allah tempat meminta pertolongan. "},{"id":890,"sura":4,"from_aya":144,"to_aya":144,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadikan orang-orang kafir sebagai wali (pemimpin dan pelindung) dengan meninggalkan orang-orang Mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)?\" (An-Nisa`: 144). "},{"id":891,"sura":4,"from_aya":144,"to_aya":144,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(144) Tatkala Allah menyebutkan bahwa di antara sifat-sifat orang-orang munafik itu adalah menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin dan penolong dengan meninggalkan orang-orang beriman, Allah melarang hamba-hambaNya yang beriman untuk menghiasi diri mereka dengan sifat yang jelek tersebut, dan melarang mereka menyerupai orang-orang munafik. Karena hal itu mengharuskan kalian \ufd3e \u0623\u064e\u0646  \u062a\u064e\u062c\u06e1\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0633\u064f\u0644\u06e1\u0637\u064e\u0670\u0646\u0657\u0627  \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064b\u0627 \ufd3f   \"mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)?\" Artinya, hujjah yang jelas untuk menghukum kalian. Karena Allah telah meng-ingatkan kita dan telah mengancam kita dari hal tersebut, dan telah memberitahukan tentang kemudharatannya, maka menempuh jalan tersebut setelah itu semua mengharuskan adanya hukuman. Dan (pada) ayat yang mulia ini terdapat dalil tentang kesempurna-an keadilan Allah, dan bahwa Allah tidaklah menyiksa seseorang sebelum ditegakkan hujjah atas dirinya. Juga menunjukkan ancaman dari kemaksiatan karena pelakunya telah mengadakan alasan yang nyata untuk disiksa oleh Allah. "},{"id":892,"sura":4,"from_aya":145,"to_aya":147,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka. Kecuali orang-orang yang bertaubat dan mengadakan perbaikan dan ber-pegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu bersama-sama orang yang beriman, dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar. Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.\" (An-Nisa`: 145-147)."},{"id":893,"sura":4,"from_aya":145,"to_aya":145,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(145) Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memberitakan tentang tempat kembali orang-orang munafik yaitu bahwa mereka berada pada derajat yang paling rendah dari siksaan dan paling buruk keadaan hukumannya, di bawah seluruh kaum kafir. Karena mereka ini bersekutu dengan kaum kafir dalam kufur kepada Allah dan memerangi RasulNya, namun orang-orang munafik itu melebihi kaum kafir dalam kons-pirasi (makar), tipu muslihat, dan kemampuan untuk memper-gunakan berbagai macam cara dalam memerangi kaum Muslimin dalam bentuk yang tidak disadari dan tidak terlihat jelas. Dan akhirnya mereka akan memperoleh semua kelebihan itu yaitu ber-lakunya hukum-hukum Islam atas mereka dan berhaknya mereka mendapatkan apa yang tidak didapatkan kaum kafir. Dengan itu mereka berhak mendapatkan siksaan yang paling keras dan mereka tidak memiliki tempat untuk menyelamatkan diri dari siksaanNya dan tidak pula penolong yang membela mereka dari sebagian siksaanNya."},{"id":894,"sura":4,"from_aya":146,"to_aya":146,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(146) Ini umum bagi setiap orang munafik kecuali bagi orang-orang yang diberikan oleh Allah karunia atas mereka dengan penerimaan taubat dari kesalahan dan dosa, \ufd3e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0635\u06e1\u0644\u064e\u062d\u064f\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"dan meng-adakan perbaikan\" karena Allah, lahir maupun batin, berpegang teguh denganNya, bersandar kepadaNya demi memperoleh manfaat untuk mereka dan menolak mudharat menimpa mereka, \ufd3e \u0648\u064e\u0623\u064e\u062e\u06e1\u0644\u064e\u0635\u064f\u0648\u0627\u0652  \u062f\u0650\u064a\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka,\" yaitu Islam, iman, dan ihsan \ufd3e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \ufd3f   \"karena Allah.\" Mereka mengharapkan Wajah Allah dengan amal-amal mereka, yang lahir maupun yang batin, terlepas dari riya' dan kemunafikan. Barangsiapa yang memiliki sifat-sifat tersebut, \ufd3e \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0652\u0644\u064e\u0670\u0653\u0626\u0650\u0643\u064e     \u0645\u064e\u0639\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e\u06d6   \ufd3f   \"maka mereka itu bersama-sama orang yang beriman,\" yaitu, di dunia, di alam barzakh, dan pada Hari Kiamat.\n\ufd3e \u0648\u064e\u0633\u064e\u0648\u06e1\u0641\u064e  \u064a\u064f\u0624\u06e1\u062a\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f   \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0623\u064e\u062c\u06e1\u0631\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u0657\u0627 \ufd3f   \"Dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar,\" yang tidak ada yang mengetahui besarnya (seperti apa) kecuali Allah, yaitu balasan baik yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terbetik pada sanubari seorang manusia pun. \nPerhatikanlah bagaimana Allah mengkhususkan kata \"ber-pegang teguh\" dan \"ikhlas\" dengan menyebutkan secara tersendiri, padahal kedua hal itu termasuk dalam FirmanNya, \ufd3e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0635\u06e1\u0644\u064e\u062d\u064f\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"Dan mengadakan perbaikan,\" karena berpegang teguh dan ikhlas itu bagian dari perbaikan, dan keduanya sangat dibutuhkan sekali, khususnya pada kondisi yang sangat sulit seperti itu, di mana hati kemungkinan telah dikuasai oleh kemunafikan. Maka tidaklah akan menghilangkannya kecuali dengan berpegang teguh kepada Allah dan konsisten dalam bersandar padaNya serta konsisten dalam berharap kepadaNya demi menolak kemunafikan tersebut, dan keikhlasan itu benar-benar dapat menghilangkan kemunafikan. Allah menyebutkan kedua hal itu karena keutamaan keduanya dan ketergantungan perbuatan lahir maupun batin kepada keduanya dan karena kebutuhan yang sangat kepada kedua hal itu pada kondisi seperti ini.\nPerhatikanlah tatkala Allah menyebutkan bahwa mereka bersama kaum Mukminin. Allah tidak mengatakan bahwa Dia akan memberikan pahala yang besar kepada mereka, padahal konteks ayat ini adalah untuk mereka, namun Allah berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0633\u064e\u0648\u06e1\u0641\u064e  \u064a\u064f\u0624\u06e1\u062a\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f   \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u062c\u06e1\u0631\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u0657\u0627 \ufd3f   \"Dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar,\" karena kaidah yang mulia ini akan selalu Allah tampakkan padanya dan selalu meng-ulangi bila konteksnya pada beberapa bagian-bagian kecil, lalu Allah menghendaki akibat pahala maupun siksa darinya, dan hal itu menjadi suatu yang diterima bersama antara ia dengan jenis yang termasuk di dalamnya. Allah menyiapkan pahala sebagai balasan dari suatu ketetapan yang umum yang meliputi masalah tersebut atau masalah lainnya, agar tidak diperkirakan adanya pengkhususan hukum dengan perintah yang parsial. Ini adalah di antara rahasia-rahasia al-Qur`an yang indah; maka orang yang ber-taubat dari orang-orang munafik akan bersama kaum Mukminin dan mendapatkan pahala seperti pahala mereka."},{"id":895,"sura":4,"from_aya":147,"to_aya":147,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(147) Kemudian Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 mengabarkan tentang kesempur-naan kekayaanNya dan luasnya kasih sayangNya, rahmatNya dan kebaikanNya dalam FirmanNya, \ufd3e \u0645\u0651\u064e\u0627  \u064a\u064e\u0641\u06e1\u0639\u064e\u0644\u064f \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1         \u0625\u0650\u0646  \u0634\u064e\u0643\u064e\u0631\u06e1\u062a\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u06e1\u06da   \ufd3f   \"Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman?\" Dan kenyataannya bahwa Allah memang Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui. Dia memberi pahala yang banyak dan kebaikan yang luas kepada orang-orang yang bersabar menanggung beban berat karenaNya dan orang-orang yang tekun beramal. Barang-siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberikan hal yang terbaik darinya. Di samping itu Allah Maha Mengetahui lahiriyah kalian, batin kalian dan perbuatan-perbuatan kalian serta apa yang nampak darinya berupa keikhlasan, kejujur-an, atau hal yang berlawanan dengan itu. Dan Allah menghendaki agar kalian bertaubat, berserah diri, dan kembali kepadaNya. Bila kalian berserah diri kepadaNya, lalu bagaimana mungkin Allah akan menyiksa kalian? Karena sesungguhnya Allah tidaklah mengambil balas dengan menyiksa kalian dan tidak mengambil manfaat dengan menghukum kalian. Akan tetapi seseorang yang bermaksiat tidaklah melakukan kemudharatan kecuali untuk dirinya sendiri, sebagaimana perbuatan seorang yang taat adalah untuk dirinya sendiri, sedang syukur itu adalah ketundukan hati, pengakuannya akan karunia Allah, pujian lisan atas Dzat yang disyukuri, perbuatan anggota tubuh dengan ketaatan kepadaNya, dan tidak mempergunakan kenikmatan dariNya untuk bermaksiat kepadaNya. "},{"id":896,"sura":4,"from_aya":148,"to_aya":149,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) de-ngan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Jika kamu menampak-kan suatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan suatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Mahakuasa.\" (An-Nisa`: 148-149)."},{"id":897,"sura":4,"from_aya":148,"to_aya":148,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(148) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 mengabarkan bahwa Dia tidak menyukai perkataan buruk yang diucapkan dengan terang-terangan, artinya, Allah membencinya, melaknatnya, dan menyiapkan hukuman atasnya. Termasuk di dalamnya adalah seluruh perkataan yang buruk yang menjelekkan dan menyedihkan, seperti celaan, tuduhan, umpatan, dan semacamnya. Semua itu adalah di antara hal-hal yang dilarang yang sangat dibenci oleh Allah. \nPemahaman terbalik dari ayat ini adalah bahwa Allah menyu-kai perkataan yang baik, seperti dzikir dan perkataan yang baik lagi lembut. Dan FirmanNya, \ufd3e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646 \u0638\u064f\u0644\u0650\u0645\u064e\u06da   \ufd3f   \"Kecuali oleh orang yang dianiaya,\" maksudnya, ia boleh mendoakan keburukan atas orang yang menzhaliminya, ia mengadukan kezhalimannya, dan terang-terangan menyampaikan perkataan jelek kepada orang yang me-lantangkan perkataan jelek kepadanya tanpa ia berdusta atasnya, dan tidak pula melebihi dari kezhaliman yang dirasakannya, dan tidak pula melebihi celaannya itu kepada selain orang yang telah menzhaliminya. Namun demikian, tindakannya untuk memaafkan dan tidak membalasnya adalah lebih utama sebagaimana dalam FirmanNya, \n\ufd3e \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646\u06e1  \u0639\u064e\u0641\u064e\u0627   \u0648\u064e\u0623\u064e\u0635\u06e1\u0644\u064e\u062d\u064e  \u0641\u064e\u0623\u064e\u062c\u06e1\u0631\u064f\u0647\u064f\u06e5  \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650\u06da     \ufd3f\n\"Maka barangsiapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas (tanggungan) Allah.\" (Asy-Syura: 40).\n\ufd3e \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e   \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0633\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627  \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627 \ufd3f   \"Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Menge-tahui.\" Tatkala ayat ini mencakup perkataan yang buruk, baik, dan mubah, lalu Allah mengabarkan bahwa Dia Maha Mendengar; yang mendengar perkataan-perkataan kalian, maka berhati-hatilah kalian untuk berbicara dengan sesuatu yang akan membuat Allah murka lalu menghukum kalian (karenanya). Ayat ini juga menun-jukkan anjuran untuk berkata yang baik, dan Allah Maha Menge-tahui akan niat-niat kalian dan sumber dari perkataan-perkataan kalian."},{"id":898,"sura":4,"from_aya":149,"to_aya":149,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(149) Kemudian Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \ufd3e \u0625\u0650\u0646  \u062a\u064f\u0628\u06e1\u062f\u064f\u0648\u0627\u0652  \u062e\u064e\u064a\u06e1\u0631\u064b\u0627  \u0623\u064e\u0648\u06e1 \u062a\u064f\u062e\u06e1\u0641\u064f\u0648\u0647\u064f \ufd3f   \"Jika kamu menampakkan suatu kebaikan atau menyembunyikannya,\" ini mencakup segala kebaikan, perkataan, maupun perbuatan, lahir maupun batin dan berupa wajib maupun sunnah, \ufd3e \u0623\u064e\u0648\u06e1 \u062a\u064e\u0639\u06e1\u0641\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0639\u064e\u0646 \u0633\u064f\u0648\u0653\u0621\u0656 \ufd3f   \"atau memaafkan suatu kesalahan (orang lain),\" maksudnya, dari se-orang yang telah berbuat buruk pada tubuh, harta, dan kehormatan kalian, maka maafkanlah kesalahannya tersebut. Karena balasan itu sesuai dengan perbuatan. Barangsiapa yang memaafkan karena Allah, niscaya Allah akan memaafkannya, dan barangsiapa yang berbuat baik, niscaya Allah akan berbuat baik kepadanya. Karena itulah Allah berfirman, \ufd3e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0641\u064f\u0648\u0651\u0657\u0627     \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \ufd3f   \"Maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Mahakuasa,\" maksudnya, Allah memaafkan segala ketergelinciran hamba-hambaNya dan dosa-dosa mereka yang besar. Allah menutup kekurangan mereka kemudian memper-lakukan mereka dengan maaf yang penuh yang bersumber dari kekuatanNya.\nAyat ini mengandung arahan untuk mendalami makna nama-nama Allah dan sifat-sifatNya, dan bahwa penciptaan dan perintahNya itu berawal dari padanya, dan ia adalah tuntutannya, karena itulah ketetapan hukum-hukum tersebut dikaitkan dengan nama-nama Allah yang baik sebagaimana yang terjadi pada ayat ini. Tatkala Allah menyebutkan perbuatan baik dan memaafkan orang yang bersalah, Allah merangkaikan (FirmanNya) dengan mengarahkan kita untuk mengetahui nama-namaNya, dan bahwa hal itu akan mencukupi kita dari penyebutan pahalanya yang khusus. "},{"id":899,"sura":4,"from_aya":150,"to_aya":152,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasulNya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasulNya, dengan mengatakan, 'Kami beriman kepada yang sebagian dan kami kafir terhadap sebagian (yang lain)', serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir), mereka-lah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menye-diakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghina-kan. Orang-orang yang beriman kepada Allah dan para rasulNya dan tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka, kelak Allah akan memberikan kepada mereka pahalanya. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.\" (An-Nisa`: 150-152)."},{"id":900,"sura":4,"from_aya":150,"to_aya":150,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(150) Di sini ada dua bagian yang telah Allah jelaskan masing-masing dari keduanya: Pertama, seorang yang beriman kepada Allah, kepada seluruh rasulNya dan kitab-kitabNya, dan kedua, seorang yang kafir kepada itu semua. Maka tersisa orang yang ketiga yaitu orang yang mengaku bahwa ia beriman kepada sebagian rasul dan tidak kepada sebagian lainnya, dan bahwa hal ini adalah jalan yang akan menyelamatkannya dari siksaan Allah. Sesungguhnya hal itu tidak lain hanyalah angan-angan belaka, sesungguhnya orang-orang itu menghendaki pemisahan antara Allah dan rasul-rasulNya. Sesungguhnya barangsiapa yang berwali kepada Allah secara sungguh-sungguh, niscaya ia akan berwali juga kepada seluruh rasul-rasulNya, karena hal itu merupakan kesempurnaan perwalian, dan barangsiapa yang memusuhi salah satu dari rasul-rasulNya, sesungguhnya ia telah memusuhi Allah dan memusuhi seluruh rasul-rasulNya, sebagaimana Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 ber-firman, \n\ufd3e \u0645\u064e\u0646  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e  \u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u0657\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0644\u064e\u0670\u0653\u0626\u0650\u0643\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650\u06e6 \u0648\u064e\u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u0650\u0647\u0650\u06e6 \u0648\u064e\u062c\u0650\u0628\u06e1\u0631\u0650\u064a\u0644\u064e \u0648\u064e\u0645\u0650\u064a\u0643\u064e\u0649\u0670\u0644\u064e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u065e  \u0644\u0651\u0650\u0644\u06e1\u0643\u064e\u0670\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e 98 \ufd3f   \n\"Barangsiapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikatNya, rasul-rasulNya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.\" (Al-Baqarah: 98). \nDemikian juga halnya orang yang kafir terhadap seorang rasul sesungguhnya ia telah kafir kepada seluruh rasul, bahkan kepada rasul yang ia mengaku bahwa ia beriman kepadanya."},{"id":901,"sura":4,"from_aya":151,"to_aya":152,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(151-152) Karena itulah Allah berfirman, \ufd3e \u0623\u064f\u0648\u0652\u0644\u064e\u0670\u0653\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f     \u0671\u0644\u06e1\u0643\u064e\u0670\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u062d\u064e\u0642\u0651\u0657\u0627\u06da   \ufd3f   \"Merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya,\" yang demikian itu agar tidak ada asumsi yang salah bahwa kedudukan mereka adalah pertengahan antara iman dan kufur. Alasan mereka disebut sebagai kafir hingga terhadap nabi yang mereka klaim bahwa me-reka beriman kepadanya, bahwa setiap dalil yang menunjukkan kepada mereka untuk beriman kepada orang yang mereka imani, dalil itu sendiri atau yang sepertinya atau yang lebih tinggi dari-nya adalah ada pada nabi yang mereka kafir kepadanya. Setiap syubhat yang mereka tuduhkan kepada Nabi \ufdfa yang mereka kafir kepadanya, syubhat tersebut atau bahkan yang lebih besar darinya ada pada rasul yang mereka imani. Maka selain itu tidak ada lagi yang tersisa kecuali keinginan syahwat, nafsu dan sekedar penga-kuan yang mungkin saja setiap orang mampu menolaknya dengan dalih yang sama sepertinya.\nDan tatkala Allah menyebutkan bahwa mereka adalah orang-orang kafir dengan sebenar-benarnya, lalu Allah menyebutkan hukuman yang menyeluruh untuk mereka dan untuk setiap orang yang kafir seraya berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0639\u06e1\u062a\u064e\u062f\u06e1\u0646\u064e\u0627  \u0644\u0650\u0644\u06e1\u0643\u064e\u0670\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0657\u0627 \u0645\u0651\u064f\u0647\u0650\u064a\u0646\u0657\u0627 \ufd3f   \"Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghina-kan.\" Sebagaimana mereka telah berlaku sombong dari beriman kepada Allah, maka Allah menghinakan mereka dengan siksaan yang menyakitkan lagi menghinakan, \n\ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652   \u0628\u0650\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u0650\u0647\u0650\u06e6 \ufd3f   \"Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan para rasulNya.\" Ini mencakup keimanan kepada seluruh kabar yang diberitakan oleh Allah tentang DiriNya dan kepada seluruh perkara yang datang dari para rasul berupa berita-berita dan hukum-hukum, dan mereka tidak membeda-bedakan antara satu rasul pun, akan tetapi mereka beriman kepada mereka seluruhnya. Inilah keimanan yang hakiki dan keyakinan yang didasari oleh keterangan yang kuat.\n\ufd3e \u0623\u064f\u0648\u0652\u0644\u064e\u0670\u0653\u0626\u0650\u0643\u064e  \u0633\u064e\u0648\u06e1\u0641\u064e   \u064a\u064f\u0624\u06e1\u062a\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u06e1  \u0623\u064f\u062c\u064f\u0648\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1\u06da   \ufd3f   \"Kelak Allah akan memberikan kepada mereka pahalanya,\" yaitu, balasan bagi keimanan mereka dan apa pun yang dihasilkan karenanya berupa amalan-amalan shalih, perkataan yang baik, dan akhlak yang terpuji. Sesuai dengan kondisinya. Dan sepertinya inilah rahasia dari penyandaran kata pahala kepada mereka. \ufd3e \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u0657\u0627 \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0657\u0627 \ufd3f   \"Dan Allah Maha Pengam-pun lagi Maha Penyayang.\" Allah mengampuni kesalahan-kesalahan dan menerima segala kebaikan. "},{"id":902,"sura":4,"from_aya":153,"to_aya":161,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Ahli Kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan ke-pada mereka sebuah Kitab dari langit. Maka sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata, 'Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata.' Maka mereka disambar petir karena kezhaliman mereka, dan mereka menyembah anak sapi, sesudah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata, lalu Kami maafkan (mereka) dari yang demikian. Dan telah Kami berikan kepada Musa keterangan yang nyata. Dan telah Kami angkat ke atas (kepala) mereka bukit Thursina untuk (menerima) perjanjian (yang telah Kami ambil dari) mereka. Dan Kami perintahkan kepada mereka, 'Masukilah pintu gerbang itu sambil bersujud,' dan Kami perintahkan (pula) kepada mereka, 'Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabtu', dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kokoh. Maka (Kami lakukan terhadap mereka beberapa tindakan), disebabkan mereka melanggar perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah dan mereka membunuh nabi-nabi tanpa (alasan) yang benar dan mengatakan, 'Hati kami tertutup.' Bahkan, sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya, karena itu mereka tidak beriman kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan karena kekafiran mereka (terhadap Isa) dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina), dan karena ucapan mereka, 'Sesungguhnya kami telah membunuh al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah,' padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalib-nya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keya-kinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persang-kaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepadaNya. Dan Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepa-danya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di Hari Kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi atas mereka. Maka disebabkan kezhaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan atas mereka (memakan ma-kanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah, dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang darinya, dan karena mereka memakan harta benda orang lain dengan jalan yang batil. Kami telah menyedia-kan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.\" (An-Nisa`: 153-161)."},{"id":903,"sura":4,"from_aya":153,"to_aya":158,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(153-158) Pertanyaan ini, yang bersumber dari Ahli Kitab yang dialamatkan kepada Rasulullah \ufdfa adalah bentuk kedurha-kaan dan usulan, dan tindakan mereka menjadikan pertanyaan ini sebagai patokan hingga mereka percaya atau mendustakan, pertanyaan itu adalah bahwa mereka meminta kepada beliau agar seluruh al-Qur`an diturunkan secara langsung sekali turun saja sebagaimana Taurat dan Injil diturunkan. Ini adalah tindakan kezhaliman yang sangat jauh dari mereka (dan juga kebodohan), karena sesungguhnya Rasul itu adalah seorang manusia dan se-orang hamba yang diatur, beliau tidak memiliki kuasa dalam hal itu sama sekali, akan tetapi perkara itu adalah milik Allah saja, Allah-lah yang mengutus dan menurunkan apa yang dikehendaki atas hamba-hambaNya, seperti Firman Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 tentang Rasul tatkala menyebutkan ayat-ayat yang menerangkan usulan orang-orang musyrik terhadap Muhammad \ufdfa,\n\ufd3e \u0642\u064f\u0644\u06e1 \u0633\u064f\u0628\u06e1\u062d\u064e\u0627\u0646\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0647\u064e\u0644\u06e1 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0634\u064e\u0631\u0657\u0627 \u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0657\u0627 93 \ufd3f   \n\"Katakanlah, 'Mahasuci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?'\" (Al-Isra`: 93). \nDemikian juga tindakan mereka menjadikan pembeda antara kebenaran dan kebatilan dengan hanya sebatas turunnya al-Kitab secara keseluruhan atau terpisah-pisah, hal itu adalah sebuah tuduhan yang tidak berdasarkan dalil sama sekali, tidak sesuai bahkan tidak ada syubhat. Lalu darimana datangnya dalil pada kenabian seorang nabi di antara nabi-nabi bahwa seorang rasul yang datang kepada kalian dengan membawa kitab yang turun secara terpisah-pisah, sehingga kalian tidak beriman kepadanya dan tidak mempercayainya? Akan tetapi turunnya al-Qur`an secara berangsur-angsur sesuai dengan kondisi, adalah menunjukkan akan keagungan Allah dan perhatianNya kepada orang yang kitab tersebut diturunkan kepadanya, sebagaimana Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \n\ufd3e \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0644\u064e\u0648\u06e1\u0644\u064e\u0627     \u0646\u064f\u0632\u0651\u0650\u0644\u064e  \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u0642\u064f\u0631\u06e1\u0621\u064e\u0627\u0646\u064f  \u062c\u064f\u0645\u06e1\u0644\u064e\u0629\u0657    \u0648\u064e\u0670\u062d\u0650\u062f\u064e\u0629\u0657\u06da       \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e  \u0644\u0650\u0646\u064f\u062b\u064e\u0628\u0651\u0650\u062a\u064e  \u0628\u0650\u0647\u0650\u06e6  \u0641\u064f\u0624\u064e\u0627\u062f\u064e\u0643\u064e\u06d6       \u0648\u064e\u0631\u064e\u062a\u0651\u064e\u0644\u06e1\u0646\u064e\u0670\u0647\u064f  \u062a\u064e\u0631\u06e1\u062a\u0650\u064a\u0644\u0657\u0627 32       \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u064a\u064e\u0623\u06e1\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064e  \u0628\u0650\u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064d   \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627     \u062c\u0650\u0626\u06e1\u0646\u064e\u0670\u0643\u064e  \u0628\u0650\u0671\u0644\u06e1\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650  \u0648\u064e\u0623\u064e\u062d\u06e1\u0633\u064e\u0646\u064e  \u062a\u064e\u0641\u06e1\u0633\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627  33   \ufd3f \n\"Berkatalah orang-orang yang kafir, 'Mengapa al-Qur`an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?' Demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacanya secara tartil (teratur dan benar). Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil, melainkan Kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya.\" (Al-Furqan: 32-33).\nKetika Allah menyebutkan keberatan mereka yang batil, Allah mengabarkan bahwa perbuatan mereka yang seperti itu bukanlah suatu yang aneh bahkan telah ada sikap-sikap sebelumnya dari mereka yang jelek yang lebih buruk yang mereka tempuh bersama Rasul yang mereka klaim bahwa mereka beriman kepadanya, yaitu permohonan mereka kepada beliau agar dapat melihat Allah secara nyata, tindakan mereka menjadikan patung anak sapi sebagai tuhan yang mereka sembah, setelah mereka menyaksikan bukti-bukti nyata kekuasaan Allah dengan mata kepala mereka yang tidak pernah disaksikan oleh orang selain mereka, dan penolakan mereka untuk menerima hukum-hukum dari kitab mereka yaitu Taurat, hingga Allah mengangkat bukit Thur di atas kepala-kepala mereka, dan mereka diancam bahwasanya bila mereka tidak ber-iman, niscaya Allah akan menjatuhkan bukit itu kepada mereka. Lalu mereka menerima hal itu dengan mata tertunduk dan ke-imanan (palsu) yang menyerupai keimanan yang asasi. Dan juga berupa penolakan mereka untuk memasuki pintu-pintu negeri di mana mereka diperintahkan untuk memasukinya sebagai orang-orang yang bersujud dan memohon ampun, tetapi mereka menya-lahi perintah dan perbuatan (yang diwajibkan). Juga tindakan melampaui batas dari orang-orang di antara mereka terhadap hari Sabtu, hingga akhirnya Allah menghukum mereka dengan hukum-an yang keji tersebut, dan diambilnya perjanjian yang kuat atas mereka namun mereka melemparnya di belakang punggung me-reka dan mereka kufur kepada ayat-ayat Allah, mereka membunuh rasul-rasul Allah tanpa haq. \nDan di antara perkataan mereka adalah; sesungguhnya mereka membunuh al-Masih Isa \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645 dan menyalibnya, padahal kenyataannya mereka tidaklah membunuh al-Masih dan tidak pula menyalibnya, akan tetapi orang lain diserupakan dengannya hingga mereka membunuh orang lain tersebut dan menyalibnya. Dan pengakuan mereka bahwa hati mereka tertutup, tidak mema-hami apa yang dikatakan dan tidak mengerti. Mereka juga meng-halangi manusia dari jalan Allah hingga mereka menghalangi ma-nusia dari kebenaran, mengajak manusia kepada apa yang mereka yakini berupa kesesatan dan penyimpangan, dan mereka juga mengambil riba dan barang yang dilarang, padahal Allah telah melarang mereka darinya dan telah menegaskannya. Maka orang-orang yang melakukan perbuatan-perbuatan seperti itu tidaklah aneh bila keluar dari mereka permintaan kepada Rasul Muhammad \ufdfa untuk menurunkan kitab (berbentuk buku) kepada mereka dari langit.\nJalan ini adalah sebaik-baik jalan dalam berdebat dengan lawan yang batil, yaitu bahwa bila terjadi sanggahan yang batil yang membuatnya menjadi syubhat baginya dan bagi orang lain dalam menolak kebenaran, agar ia menjelaskan kondisinya yang licik dan perbuatan-perbuatannya yang keji yang merupakan perkara yang paling jelek darinya. Agar setiap orang mengetahui bahwa sanggahan tersebut berasal dari lembah yang berbahaya, dan bahwasanya sebelum itu telah ada hal-hal lain yang ia jadikan sanggahan.\nDemikian juga setiap sanggahan yang mereka utarakan atas kenabian Muhammad \ufdfa, mungkin dapat dilawan dengan yang sama dengannya atau dengan yang lebih kuat darinya pada kena-bian orang yang mereka akui beriman kepadanya, agar kejahatan mereka selesai dengan hal tersebut dan kebatilan mereka terputus. Dan setiap hujjah yang mereka tempuh untuk menetapkan kena-bian orang yang mereka imani, dan yang serupa dengannya atau yang lebih kuat darinya adalah menunjukkan dan menetapkan kenabian Muhammad \ufdfa.\nDan tatkala maksud dari penyebutan kejelekan-kejelekan mereka oleh Allah itu adalah bantahan, Allah tidak meluaskan penjelasan pada bagian ini, akan tetapi Allah mengisyaratkan ten-tangnya dan mengindikasikan tempat-tempatnya (dalam al-Qur`an), dan sesungguhnya Allah telah meluaskan penjelasannya pada tempat lain yang sesuai untuk diperluas."},{"id":904,"sura":4,"from_aya":159,"to_aya":159,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(159) Dan FirmanNya,   \ufd3e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646  \u0645\u0651\u0650\u0646\u06e1  \u0623\u064e\u0647\u06e1\u0644\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u0643\u0650\u062a\u064e\u0670\u0628\u0650  \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627   \u0644\u064e\u064a\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u064e\u0646\u0651\u064e  \u0628\u0650\u0647\u0650\u06e6   \u0642\u064e\u0628\u06e1\u0644\u064e  \u0645\u064e\u0648\u06e1\u062a\u0650\u0647\u0650\u06e6\u06d6   \ufd3f   \"Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya.\" Kemungkinan kata ganti di sini pada Firman-Nya \"sebelum kematiannya,\" kembali kepada Ahli Kitab. Maka atas dasar asumsi ini, setiap orang dari Ahli Kitab yang akan meninggal dan mengetahui perkara dengan benar, sesungguhnya ia beriman kepada Isa \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645, akan tetapi keimanan itu sudah tidak berguna lagi, dan merupakan keimanan yang terpaksa. Karena itu kandungan dari ancaman dan peringatan ini adalah agar mereka tidak terus-terusan dalam kondisi seperti itu di mana mereka akan menyesali-nya sebelum kematian mereka, lalu bagaimanakah kondisi mereka di hari mereka dibangkitkan dan dikumpulkan? \nKata ganti dalam FirmanNya, \ufd3e \u0642\u064e\u0628\u06e1\u0644\u064e  \u0645\u064e\u0648\u06e1\u062a\u0650\u0647\u0650\u06e6\u06d6   \ufd3f   \"Sebelum kematiannya\" itu juga mungkin kembali kepada Isa \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645, maka maknanya adalah, dan tidaklah seorang pun dari Ahli Kitab kecuali pasti akan beriman kepada al-Masih \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645 sebelum kematian al-Masih, yang demikian itu akan terjadi pada saat Hari Kiamat sudah dekat kelak dan pe-nampakan tanda-tanda besarnya. Karena terdapat banyak hadits-hadits shahih[43] tentang akan turunnya Isa \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645 pada akhir umat ini, beliau akan membunuh Dajjal, menghapuskan jizyah, Ahli Kitab akan beriman kepadanya bersama kaum Mukminin. \ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0648\u06e1\u0645\u064e   \u0671\u0644\u06e1\u0642\u0650\u064a\u064e\u0670\u0645\u064e\u0629\u0650 \ufd3f   \"Dan pada Hari Kiamat\" Isa \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645 akan menjadi saksi atas mereka de-ngan perbuatan-perbuatan mereka, apakah sesuai dengan syariat Allah atau tidak? Saat itu tidaklah ia akan bersaksi kecuali tentang kebatilan setiap hal yang mereka yakini yang bertentangan dengan syariat al-Qur`an, dan tatkala Muhammad \ufdfa menyeru mereka kepadanya, kita menjadi tahu dari hal itu atas dasar pengetahuan kita tentang kesempurnaan keadilan Isa \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645 dan kebenarannya, dan bahwasanya ia tidaklah akan bersaksi kecuali dengan kebe-naran, hanya saja apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad \ufdfa itulah yang benar dan apa yang selain dari itu adalah sesat dan batil."},{"id":905,"sura":4,"from_aya":160,"to_aya":161,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(160-161) Kemudian Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 mengabarkan bahwa Dia mengharamkan banyak perkara bagi Ahli Kitab dari hal-hal yang baik yang dahulunya halal buat mereka. Ini merupakan pengha-raman sebagai hukuman, disebabkan oleh kezhaliman mereka, tindakan mereka yang melampaui batas, tindakan mereka merin-tangi manusia dari jalan Allah, tindakan mereka merintangi manusia dari petunjuk, tindakan mereka mengambil riba, padahal mereka telah dilarang darinya, lalu mereka menolak orang-orang yang membutuhkan di antara orang-orang yang berbai'at kepadanya dari keadilan. Maka Allah menghukum mereka sesuai dengan jenis perbuatan mereka. Allah melarang mereka dari banyak hal yang baik yang mana mereka seharusnya menikmati kehalalannya karena semua itu memang baik. Sedangkan pengharaman yang ditetapkan atas umat ini, adalah pengharaman penyucian bagi mereka dari hal-hal yang jelek yang memudharatkan mereka dalam agama dan dunia mereka. "},{"id":906,"sura":4,"from_aya":162,"to_aya":162,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Tetapi orang-orang yang mendalam ilmunya di antara me-reka dan orang-orang Mukmin, mereka beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu (al-Qur`an), dan apa yang telah di-turunkan sebelummu dan orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian. Orang-orang itulah yang akan Kami berikan kepada mereka pahala yang besar.\" (An-Nisa`: 162)."},{"id":907,"sura":4,"from_aya":162,"to_aya":162,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(162) Setelah Allah membongkar aib-aib Ahli Kitab, lalu Allah menyebutkan orang-orang yang terpuji di antara mereka, seraya berfirman, \ufd3e \u0644\u0651\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0650       \u0671\u0644\u0631\u0651\u064e\u0670\u0633\u0650\u062e\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u06e1\u0639\u0650\u0644\u06e1\u0645\u0650 \ufd3f   \"Tetapi orang-orang yang men-dalam ilmunya,\" yaitu orang-orang yang ilmunya tertanam dalam hati mereka dan keyakinan tertancap dalam sanubari mereka hingga membuahkan keimanan yang sempurna secara umum bagi mereka \ufd3e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627\u0653  \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e  \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0643\u064e   \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627\u0653   \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e  \u0645\u0650\u0646  \u0642\u064e\u0628\u06e1\u0644\u0650\u0643\u064e\u06da       \ufd3f \"kepada apa yang telah diturunkan kepadamu (al-Qur`an), dan apa yang telah diturunkan sebelummu.\" Dan membuahkan bagi mereka amal-amal shalih berupa penegakan shalat, penunaian zakat yang merupakan dua perkara yang paling utama, yang meliputi keikhlasan kepada Dzat yang disembah dan berbuat baik kepada makhluk. Mereka beriman kepada Hari Akhir hingga mereka takut akan ancaman dan mengharapkan janji.\n\ufd3e \u0623\u064f\u0648\u0652\u0644\u064e\u0670\u0653\u0626\u0650\u0643\u064e  \u0633\u064e\u0646\u064f\u0624\u06e1\u062a\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u06e1  \u0623\u064e\u062c\u06e1\u0631\u064b\u0627    \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627  \ufd3f \"Orang-orang itulah yang akan Kami berikan kepada mereka pahala yang besar,\" karena mereka telah menggabung-kan antara ilmu, iman, dan amal shalih, serta beriman kepada kitab-kitab, rasul-rasul yang terdahulu dan yang akan datang. "},{"id":908,"sura":4,"from_aya":163,"to_aya":165,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang setelahnya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Dawud. Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepa-damu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung. (Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manu-sia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.\" (An-Nisa`: 163-165)."},{"id":909,"sura":4,"from_aya":163,"to_aya":163,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(163) Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memberitakan bahwa Dia telah mewahyukan kepada hamba dan RasulNya Muhammad \ufdfa, syariat yang agung dan berita-berita yang benar yang tidak Dia wahyukan kepada nabi-nabi tersebut. Ini menunjukkan beberapa faidah:\n+  Bahwasanya Muhammad \ufdfa bukanlah rasul yang pertama, akan tetapi Allah telah mengutus sebelumnya rasul-rasul yang banyak jumlah dan bilangannya. Maka merasa aneh dan heran kepada kerasulan beliau sama sekali tidak memiliki sandaran, kecuali hanya kebodohan dan keingkaran.\n+  Bahwa Allah telah mewahyukan kepadanya sama seperti me-wahyukan kepada rasul-rasul tersebut berupa pokok-pokok dasar dan keadilan yang mereka sepakati, dan bahwa sebagian dari mereka membenarkan sebagian yang lain, dan sebagian lain sesuai dengan sebagian yang lain.\n+  Bahwa Muhammad itu adalah sama dengan rasul-rasul terda-hulu, agar orang menganggapnya sebagai salah seorang dari saudara-saudaranya dari para Rasul, dakwahnya adalah dak-wah mereka, akhlak mereka sama, sumber mereka satu, tujuan mereka satu, dan mereka tidak ditemani oleh orang-orang yang bodoh, pendusta dan tidak juga raja-raja yang zhalim.\n+  Bahwa dalam penyebutan rasul-rasul tersebut dan pengung-kapan mereka menunjukkan pujian terhadap mereka, sanjungan yang jujur buat mereka, penjelasan akan kondisi mereka, yang akan membuat kaum Mukminin bertambah imannya kepada mereka, kecintaan kepada mereka, mengikuti petunjuk mereka, mencontoh sunnah mereka dan mengetahui hak-hak mereka, dan hal itu sebagai suatu landasan dari Firman Allah,\n\ufd3e \u0633\u064e\u0644\u064e\u0670\u0645\u064c   \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670  \u0646\u064f\u0648\u062d\u0656  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u06e1\u0639\u064e\u0670\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e 79 \ufd3f   \u200f \n\"Kesejahteraan dilimpahkan atas Nuh di seluruh alam.\" (Ash-Shaffat: 79) dan, \n\ufd3e \u0633\u064e\u0644\u064e\u0670\u0645\u064c     \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670\u0653  \u0625\u0650\u0628\u06e1\u0631\u064e\u0670\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e 109 \ufd3f   \u200f \n\"Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim.\" (Ash-Shaffat: 109). \nKemudian, \n\ufd3e \u0633\u064e\u0644\u064e\u0670\u0645\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670     \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0647\u064e\u0670\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e 120 \ufd3f   \n\"Kesejahteraan dilimpahkan atas Musa dan Harun.\" (Ash-Shaffat: 120) juga,\n\ufd3e \u0633\u064e\u0644\u064e\u0670\u0645\u064c  \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670\u0653  \u0625\u0650\u0644\u06e1  \u064a\u064e\u0627\u0633\u0650\u064a\u0646\u064e  130  \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627  \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e   \u0646\u064e\u062c\u06e1\u0632\u0650\u064a  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u062d\u06e1\u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e  131  \ufd3f \n\"Kesejahteraan dilimpahkan atas Ilyas. Sesungguhnya demikian-lah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.\" (Ash-Shaffat: 130-131). \nSetiap pelaku kebaikan mendapatkan pujian yang baik di antara makhluk sesuai dengan kebaikannya, dan para rasul khusus-nya mereka-mereka itu ditempatkan pada tingkatan-tingkatan tertinggi dari kebaikan.\nDan setelah Allah menyebutkan tentang kebersamaan mereka dalam (menerima dan menyampaikan) wahyuNya, Allah menye-butkan pengkhususan sebagian dari mereka, maka Allah menye-butkan bahwa Allah memberikan Zabur kepada Dawud \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645, yaitu sebuah kitab yang dikenal dengan al-Mazbur, di mana Allah mengistimewakan Dawud \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645 dengannya disebabkan oleh ke-utamaan dan kemuliaannya, dan bahwa Allah berbicara dengan Musa \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645 (secara langsung), artinya secara lisan darinya kepada Musa \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645 tanpa ada perantara hingga beliau terkenal dengan hal tersebut di seluruh alam, hingga dikatakan bahwa Musa \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645 ada-lah Kalimurrahman."},{"id":910,"sura":4,"from_aya":164,"to_aya":164,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(164) Dan Allah menyebutkan bahwa di antara rasul-rasul itu ada di antara mereka yang Allah ceritakan kepada RasulNya Muhammad \ufdfa, dan ada di antara mereka yang tidak diceritakan kepadanya. Ini menunjukkan bahwa jumlah mereka begitu banyak."},{"id":911,"sura":4,"from_aya":165,"to_aya":165,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(165) Dan bahwa Allah mengutus mereka sebagai pemberi kabar gembira kepada orang yang taat kepada Allah dan mengikuti mereka, dengan kebahagiaan dunia dan akhirat, dan sebagai pem-beri peringatan kepada orang yang bermaksiat kepada Allah dan menyalahi mereka, dengan kesengsaraan dunia dan akhirat. \ufd3e \u0644\u0650\u0626\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627   \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e    \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649   \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u062d\u064f\u062c\u0651\u064e\u0629\u064f\u06e2  \u0628\u064e\u0639\u06e1\u062f\u064e  \u0671\u0644\u0631\u0651\u064f\u0633\u064f\u0644\u0650\u06da   \ufd3f   \"Agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu,\" hingga mereka berkata, tidak ada seorang pemberi berita gembira dan pemberi peringatan yang datang kepada kami.\nKatakanlah: Sesungguhnya telah datang kepada kalian se-orang pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan, hingga tidak ada lagi hujjah (alasan) bagi makhluk atas Allah, karena Allah telah mengutus sekalian rasul-rasul, yang menjelaskan kepada mereka perkara agama mereka, perkara-perkara yang diridhai Tuhan mereka dan hal-hal yang dimurkai olehNya, jalan ke surga dan jalan ke neraka, barangsiapa yang kafir di antara mereka setelah itu, maka janganlah ia mencela kecuali dirinya sendiri. Ini merupakan kesempurnaan keagungan Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 dan hikmahNya, yaitu Dia mengutus rasul-rasul kepada mereka dan menurunkan kitab-kitab kepada mereka, dan hal itu juga di antara karunia dan kebaikanNya. Di mana manusia sangat butuh kepada para nabi dengan kebutuhan yang besar sekali yang tidak dapat dibayang-kan. Allah memenuhi kebutuhan itu, maka bagiNya segala puji dan syukur, dan kita memohon kepadaNya sebagaimana Allah telah memberikan karuniaNya dengan mengutus para nabi kepada kita agar Dia menyempurnakannya dengan taufik dalam menem-puh jalan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Memberi lagi Maha-mulia. "},{"id":912,"sura":4,"from_aya":166,"to_aya":166,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"(Mereka tidak mau mengakui yang diturunkan kepadamu itu), tetapi Allah mengakui al-Qur`an yang diturunkanNya kepa-damu. Allah menurunkannya dengan ilmuNya; dan malaikat-malaikat pun menjadi saksi (pula). Cukuplah Allah yang menga-kuinya.\" (An-Nisa`: 166)."},{"id":913,"sura":4,"from_aya":166,"to_aya":166,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(166) Tatkala disebutkan bahwa Allah menurunkan wahyu kepada RasulNya Muhammad \ufdfa sebagaimana Allah juga menu-runkan wahyuNya kepada saudara-saudaranya para rasul sebe-lumnya, kemudian Allah mengabarkan tentang kesaksianNya \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 atas kerasulan Muhammad dan kebenaran dakwah yang dibawa olehnya, dan bahwasanya Dia (Allah) \ufd3e \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u06e5  \u0628\u0650\u0639\u0650\u0644\u06e1\u0645\u0650\u0647\u0650\u06e6\u06d6   \ufd3f   \"menurunkannya dengan ilmuNya,\" indikasi maknanya adalah, Allah menurunkannya dengan memuat ilmuNya. Artinya, al-Qur`an itu mengandung ilmu-ilmu dari Allah, hukum-hukum syariat dan berita-berita ghaib yang merupakan di antara ilmu Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 yang diajarkannya kepada hamba-hambaNya. Kemungkinan lain maksud ayat ini adalah, Allah menurunkannya dengan bersumber dari ilmuNya. Maka atas dasar ini, ayat tersebut menjadi isyarat dan perhatian kepada kesaksian Allah, dan bahwa maknanya adalah, Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 menurunkan al-Qur`an ini yang mengandung perintah dan la-rangan, sedang Allah mengetahui itu semua, mengetahui kondisi orang yang diturunkan kepadanya, dan mengetahui bahwa ia akan menyeru manusia dengannya, maka barangsiapa yang menerima dan mempercayainya, niscaya ia menjadi walinya dan barangsiapa yang mendustai dan memusuhinya, maka ia adalah musuhnya, dan ia telah menghalalkan darah dan hartanya.\nAllah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 menguatkannya, menjamin pembelaannya, meme-nuhi permohonan-permohonannya, menghinakan musuh-musuh-nya dan menolong wali-walinya. Maka apakah ada kesaksian yang lebih agung dan lebih besar dari kesaksian ini? Tidaklah mungkin bisa mencela kesaksian tersebut kecuali dengan mencela ilmu Allah, kuasaNya dan HikmahNya. Sedang pemberitaan Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 tentang kesaksian malaikat atas apa yang diturunkan kepada RasulNya, disebabkan oleh kesempurnaan iman mereka dan kemuliaan per-kara yang disaksikan tersebut, dan sesungguhnya perkara yang agung itu tidaklah disaksikan kecuali oleh orang-orang yang khusus, sebagaimana Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman tentang kesaksian atas tauhid,\n\ufd3e \u0634\u064e\u0647\u0650\u062f\u064e       \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u06e5     \u0644\u064e\u0627\u0653   \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e   \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627     \u0647\u064f\u0648\u064e  \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u0644\u064e\u0670\u0653\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064f  \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u0652\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u06e1\u0639\u0650\u0644\u06e1\u0645\u0650  \u0642\u064e\u0627\u0653\u0626\u0650\u0645\u064e\u06e2\u0627  \u0628\u0650\u0671\u0644\u06e1\u0642\u0650\u0633\u06e1\u0637\u0650\u06da         \u0644\u064e\u0627\u0653   \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e   \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627    \u0647\u064f\u0648\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064f 18 \ufd3f   \n\"Allah menyatakan bahwasanya tidak ada tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tidak ada tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.\" (Ali Imran: 18) dan \n\ufd3e  \u0648\u064e\u0643\u064e\u0641\u064e\u0649\u0670  \u0628\u0650\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0634\u064e\u0647\u0650\u064a\u062f\u0657\u0627 28 \ufd3f   \n\"Dan cukuplah Allah sebagai saksi.\" (Al-Fath: 28). "},{"id":914,"sura":4,"from_aya":167,"to_aya":169,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah, benar-benar telah sesat sejauh-jauhnya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezhaliman, Allah sekali-kali tidak akan mengampuni (dosa) mereka dan tidak (pula) akan menunjukkan jalan kepada mereka, kecuali jalan ke Neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya se-lama-lamanya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.\" (An-Nisa`: 167-169)."},{"id":915,"sura":4,"from_aya":167,"to_aya":167,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(167) Ketika Allah telah mengabarkan tentang dakwah para rasul \uf06b, dan mengabarkan tentang dakwah penutup mereka, Muhammad \ufdfa, lalu Allah dan para malaikat juga bersaksi atasnya, maka itu mengharuskan kokohnya perkara yang telah ditetapkan dan disaksikan. Karena itu wajiblah mereka diyakini, diimani, dan diikuti.\nKemudian Allah mengancam orang yang kufur kepada mereka (para Rasul) seraya berfirman, \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652     \u0648\u064e\u0635\u064e\u062f\u0651\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0639\u064e\u0646     \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \ufd3f   \"Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (manu-sia) dari jalan Allah,\" maksudnya, mereka menggabungkan pada diri mereka antara kufur dengan merintangi manusia dari jalan Allah, mereka itu adalah para pemimpin kekufuran dan penyeru-penyeru kesesatan, \ufd3e \u0642\u064e\u062f\u06e1 \u0636\u064e\u0644\u0651\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0636\u064e\u0644\u064e\u0670\u0644\u064e\u06e2\u0627 \u0628\u064e\u0639\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627 \ufd3f   \"mereka benar-benar telah sesat sejauh-jauhnya.\" Kesesatan apalagi yang lebih besar dari kesesatan dirinya dan menyesatkan orang lain, lalu ia kembali dengan dua dosa, pulang dengan dua kerugian dan lenyap darinya dua petunjuk."},{"id":916,"sura":4,"from_aya":168,"to_aya":169,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(168-169) Karena itulah Allah berfirman, \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0648\u064e\u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezhaliman.\" Kezhaliman ini merupakan tambahan atas kekufuran mereka, ka-rena apabila kata kezhaliman dipakai secara mutlak, maka kufur itu termasuk di dalamnya, dan yang dimaksud dengan kezhaliman di sini adalah perbuatan-perbuatan kufur dan pendalamannya. Mereka itu jauh dari ampunan dan petunjuk kepada jalan yang lurus, karena itulah Allah berfirman,\ufd3e \u0644\u064e\u0645\u06e1  \u064a\u064e\u0643\u064f\u0646\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0644\u0650\u064a\u064e\u063a\u06e1\u0641\u0650\u0631\u064e      \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627   \u0644\u0650\u064a\u064e\u0647\u06e1\u062f\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0637\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u064b\u0627 168  \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627  \u0637\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u064e  \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \ufd3f   \"Allah sekali-kali tidak akan mengampuni (dosa) mereka dan tidak (pula) akan menunjukkan jalan kepada mereka, kecuali jalan ke Neraka Jahanam.\" Ampunan dan petunjuk tidak diberikan kepada mereka, karena mereka selalu dalam kesesatan mereka, dan keku-furan mereka selalu bertambah, hingga hati mereka tertutup dan jalan-jalan petunjuk terputus karena apa yang telah mereka kerja-kan, dan tidaklah Tuhan kalian itu bertindak aniaya terhadap siapa pun dari hambaNya.\n\ufd3e \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e  \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e  \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u064a\u064e\u0633\u0650\u064a\u0631\u0657\u0627 \ufd3f   \"Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah,\" yaitu, Allah tidak akan mempedulikan mereka dan tidak merasa berat, karena mereka tidaklah patut mendapat kebaikan dan tidak sesuai bagi mereka kecuali kondisi yang telah mereka pilih untuk diri mereka sendiri. "},{"id":917,"sura":4,"from_aya":170,"to_aya":170,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Wahai manusia, sungguh telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah kamu, itulah yang lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikit pun) karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijak-sana.\" (An-Nisa`: 170)."},{"id":918,"sura":4,"from_aya":170,"to_aya":170,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(170) Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memerintahkan seluruh manusia agar ber-iman kepada hamba dan RasulNya, Muhammad \ufdfa, dan Allah me-nyebutkan sebab diharuskannya beriman kepadanya dan manfaat dari beriman kepadanya, serta kemudharatan yang akan didapatkan dengan tidak beriman kepadanya.\nAdapun sebab yang mengharuskan untuk beriman kepada-nya adalah, kabar Allah bahwa ia datang kepada mereka dengan membawa kebenaran. Artinya, kedatangannya itu sendiri adalah suatu kebenaran dan apa yang dibawanya berupa syariat adalah kebenaran. Seorang yang berakal akan mengetahui bahwa tetapnya orang dalam kejahilan mereka sebenarnya mereka bingung dalam kekufuran mereka dan terus didera kebimbangan. Dan risalah telah terputus dari mereka dan tidak sesuai dengan hikmah Allah dan rahmatNya.\nDi antara hikmah dan rahmatNya yang agung adalah meng-utus Rasul kepada kaum mereka sendiri agar mengajarkan kepada mereka petunjuk dari kesesatan, dan penyimpangan dari jalan yang lurus. Maka dengan hanya memandang pada kerasulannya merupakan sebuah dalil yang kuat akan kebenaran kenabiannya. Demikian juga memperhatikan apa yang dibawa olehnya berupa syariat yang agung dan jalan yang lurus. Di sana terdapat berita-berita tentang hal-hal ghaib yang telah lampau dan yang akan da-tang, dan kabar tentang Allah dan Hari Akhir yang tidak mungkin diketahui kecuali dengan wahyu maupun kerasulan. Juga terdapat perintah kepada segala kebaikan, keshalihan, kematangan, keadilan, berbuat baik, kejujuran, berbakti, silaturahim, dan akhlak yang terpuji. Dan juga berupa larangan dari kejahatan, kerusakan, kezha-liman, melampaui batas, akhlak yang jelek, berdusta, dan durhaka, yang secara pasti dan sangat meyakinkan bahwa datangnya dari Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649. Dan setiap kali ilmu seorang hamba bertambah karenanya, akan bertambah pula keimanan dan keyakinannya. Maka inilah sebab yang mendorong kepada keimanan.\nAdapun manfaat keimanan, Allah telah mengabarkan bahwa hal itu lebih baik \ufd3e \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06da   \ufd3f   \"bagi kalian.\" Baik adalah lawan dari buruk. Maka iman lebih baik bagi kaum Mukminin pada tubuh, hati, jiwa mereka, dunia, dan akhirat mereka. Yang demikian itu karena pengaruh yang diakibatkan olehnya, berupa kemaslahatan maupun manfaat. Setiap balasan yang segera atau tertunda, adalah buah dari keimanan. Kemenangan, petunjuk, ilmu, amal shalih, kebaha-giaan, kesenangan, dan surga dan apa yang terkandung di dalam-nya berupa kenikmatan, semua itu adalah sebab dari Iman, seba-gaimana kesengsaraan duniawi dan ukhrawi adalah karena tidak adanya keimanan atau kurangnya Iman.\nSedangkan mudharat karena tidak beriman kepada beliau \ufdfa, akan diketahui dari perkara yang berlawanan dengan akibat dari beriman kepadanya, dan bahwa seorang hamba itu tidaklah memudharatkan kecuali dirinya sendiri. Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 tidak membutuh-kan dirinya, karena kemaksiatan seorang pelaku maksiat tidaklah akan memudharatkanNya. Karena itulah Allah berfirman,\ufd3e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0645\u064e\u0627  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0670\u0648\u064e\u0670\u062a\u0650  \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0631\u06e1\u0636\u0650\u06da   \ufd3f   \"Karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah.\" Maksudnya, seluruhnya adalah ciptaan-Nya, kerajaanNya, dan di bawah pengaturan dan pengelolaanNya.\n\ufd3e \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627  \ufd3f \"Dan Allah Maha Mengetahui\" akan segala sesuatu,  \ufd3e \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u0657\u0627  \ufd3f \"lagi Mahabijaksana\" dalam penciptaan dan perintahNya. Dia-lah Yang Maha Mengetahui orang yang berhak mendapatkan petunjuk dan kesesatan, Mahabijaksana dalam memberikan petun-juk dan kesesatan pada tempatnya masing-masing. "},{"id":919,"sura":4,"from_aya":171,"to_aya":171,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah ke-cuali yang benar. Sesungguhnya al-Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimatNya yang disampaikanNya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) ruh dariNya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasulNya dan janganlah kamu mengatakan, '(Tuhan itu) tiga', berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Mahasuci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaanNya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.\" (An-Nisa`: 171)."},{"id":920,"sura":4,"from_aya":171,"to_aya":171,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(171) Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 melarang Ahli Kitab dari sikap berlebih-lebihan (ghuluw) dalam beragama, yaitu melampaui batas dan ketentuan yang disyariatkan kepada perkara yang tidak disyariat-kan. Yang demikian itu adalah seperti perkataan kaum Nasrani yang melampaui batas terhadap Isa \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645 dan penempatan mereka terhadapnya melebihi dari kedudukan kenabian dan kerasulan kepada kedudukan ketuhanan yang tidak patut diberikan selain kepada Allah. Maka sebagaimana perkara asal-asalan dan lalai itu adalah perkara yang dilarang, maka melampaui batas juga dilarang.\nKarena itulah Allah berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652   \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627  \u0671\u0644\u06e1\u062d\u064e\u0642\u0651\u064e\u06da       \ufd3f \"Dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar.\" Firman ini mengandung tiga perkara: Dua perkara di antaranya adalah dilarang, yaitu perkataan dusta terhadap Allah dan perkataan tanpa didasari dengan ilmu mengenai nama-namaNya, sifat-sifatNya, perbuatan-perbuatanNya, syariatNya, dan rasul-rasulNya, dan perkara ketiga adalah yang diperintahkan (kepadanya) yaitu per-kataan yang benar dalam semua masalah tadi.\nDan manakala hal ini adalah sebuah kaidah yang global (umum), dan konteks ayat ini adalah tentang Isa \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645, Allah mene-gaskan perkataan yang benar dalam hal itu yang bertentangan dengan klaim (keyakinan) orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani, seraya berfirman, \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u0633\u0650\u064a\u062d\u064f  \u0639\u0650\u064a\u0633\u064e\u0649  \u0671\u0628\u06e1\u0646\u064f  \u0645\u064e\u0631\u06e1\u064a\u064e\u0645\u064e  \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \ufd3f   \"Sesung-guhnya al-Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah.\" Mak-sudnya, (sebagai Rasul Allah) itulah kedudukan paling tinggi dan predikat paling besar dari al-Masih \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645 dari derajat kesempurnaan yang didapatkan oleh makhluk, yaitu derajat kerasulan, yang me-rupakan tingkatan yang paling tinggi dan posisi yang paling mulia. Dan bahwa ia adalah \ufd3e \u0648\u064e\u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u062a\u064f\u0647\u064f\u06e5\u0653  \u0623\u064e\u0644\u06e1\u0642\u064e\u0649\u0670\u0647\u064e\u0627\u0653  \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0631\u06e1\u064a\u064e\u0645\u064e \ufd3f   \"(yang diciptakan dengan) kalimatNya yang disampaikanNya kepada Maryam,\" maksudnya, sebuah kata yang diucapkan oleh Allah, lalu jadilah Isa \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645 dengannya. Dan Isa bukanlah kata tersebut, namun Isa \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645 dijadikan dengannya. Ini adalah bentuk idhafah (kata majemuk) bernuansa pemuliaan dan penghormatan.\nDemikian juga FirmanNya, \ufd3e \u0648\u064e\u0631\u064f\u0648\u062d\u065e  \u0645\u0651\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064f\u06d6   \ufd3f   \"Dan (dengan tiupan) ruh dariNya,\" yaitu, di antara ruh-ruh yang diciptakan olehNya, disempurnakan dengan sifat-sifat yang luhur, dan akhlak-akhlak yang sempurna. Allah mengutus RuhNya, Jibril \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645, lalu meniup-kan ke dalam rahim Maryam \u0639\u0644\u064a\u0647\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645 hingga dia mengandung Isa dengan izin Allah. Dan ketika Allah menjelaskan hakikat dari pen-ciptaan Isa \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645, Allah memerintahkan Ahli Kitab untuk beriman kepadaNya dan kepada Rasul-rasulNya, dan Allah melarang me-reka menjadikanNya ketiga dari yang tiga; salah satunya adalah Isa \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645 dan kedua adalah Maryam[44] \u0639\u0644\u064a\u0647\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645. Ini adalah pernyataan kaum Nasrani, semoga Allah menjelekkan mereka. Dan Allah memerin-tahkan mereka agar meninggalkan hal tersebut dan mengabarkan bahwa hal itu adalah lebih baik bagi mereka. Karena yang jelas, itu adalah menuju kepada keselamatan dan selain dari itu adalah jalan kehancuran. \nKemudian Allah menyucikan DiriNya dari sekutu dan anak seraya berfirman, \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u065e \u0648\u064e\u0670\u062d\u0650\u062f\u065e\u06d6   \ufd3f   \"Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa,\" yaitu, Dia sendirian dalam ketuhanan yang tidak sepa-tutnya ibadah itu dilakukan kecuali untuk DiriNya semata. \ufd3e \u0633\u064f\u0628\u06e1\u062d\u064e\u0670\u0646\u064e\u0647\u064f\u06e5\u0653 \ufd3f   \"Mahasuci Allah\" yaitu bersih (dari kekurangan) dan suci \ufd3e \u0623\u064e\u0646  \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u06e5 \u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u065e\u06d8 \ufd3f   \"dari mempunyai anak.\" Karena sesungguhnya,\ufd3e \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u06e5  \u0645\u064e\u0627  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0670\u0648\u064e\u0670\u062a\u0650    \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0631\u06e1\u0636\u0650\u06d7   \ufd3f   \"segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaanNya.\" Seluruhnya adalah milik Allah yang butuh kepadaNya, maka sangat mustahil sekali Allah mempunyai sekutu di antara mereka atau anak.\nDan tatkala Allah memberitakan bahwa Dia adalah Raja bagi alam langit dan bumi lalu Allah mengabarkan bahwa Dia mengurus kemaslahatan buat mereka, dunia maupun akhirat, dan Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memeliharanya (dan memberikan balasan kepada mereka) atasnya. "},{"id":921,"sura":4,"from_aya":172,"to_aya":173,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Al-Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah, dan tidak (pula enggan) malaikat-malaikat yang terdekat (kepada Allah). Barangsiapa yang enggan menyembahNya dan menyombongkan diri, nanti Allah akan mengumpulkan mereka semua kepadaNya. Adapun orang-orang yang beriman dan berbuat amal shalih, maka Allah akan menyempurnakan pahala mereka dan menambah untuk mereka sebagian dari karuniaNya. Adapun orang-orang yang enggan dan menyombongkan diri, maka Allah akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih, dan mereka tidak akan memperoleh bagi diri mereka, pelindung dan penolong selain dari pada Allah.\" (An-Nisa`: 172-173). "},{"id":922,"sura":4,"from_aya":172,"to_aya":172,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(172) Ketika Allah menyebutkan tentang perbuatan me-lampaui batas kaum Nasrani terhadap Isa \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645, Allah menyebutkan juga bahwa Isa itu adalah hamba dan RasulNya, lalu Allah menye-butkan dalam ayat ini bahwa Isa tidaklah enggan beribadah kepada Tuhannya, artinya ia tidak menolak beribadah karena membenci-nya, tidak dirinya \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u0644\u064e\u0670\u0653\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0642\u064e\u0631\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e\u06da   \ufd3f   \"dan tidak (pula enggan) malai-kat-malaikat yang terdekat (kepada Allah).\" Allah menyucikan mereka dari sikap keengganan, dan membersihkan mereka dari kesom-bongan adalah lebih pasti. Meniadakan suatu hal padanya adalah penetapan akan hal yang berlawanan dengannya. Artinya, sesung-guhnya Isa dan para malaikat yang dekat kepada Allah menyukai beribadah kepada Tuhan mereka, bahkan mencintai ibadah itu dan mereka berusaha melaksanakannya dengan sebaik-baiknya menurut kondisi mereka masing-masing. Maka Allah mewajibkan kemuliaan yang besar dan kemenangan yang agung itu untuk mereka, mereka tidaklah enggan menjadi hamba untuk rububiyah dan uluhiyahNya, bahkan mereka memandang bahwa hal itu sangat mereka butuhkan dengan kebutuhan yang luar biasa. \nDan janganlah diperkirakan bahwa mengangkat Isa \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645 atau selainnya dari makhluk lebih tinggi dari derajatnya yang seharus-nya yang diberikan oleh Allah untuknya dan ditinggikan dari statusnya sebagai hamba adalah suatu kesempurnaan, akan tetapi itu justru kekurangan yang sebenarnya, dan itu akan menjadi sasaran celaan dan hukuman. Karena itulah Allah berfirman,\ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646   \u064a\u064e\u0633\u06e1\u062a\u064e\u0646\u0643\u0650\u0641\u06e1 \u0639\u064e\u0646\u06e1 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650\u06e6   \u0648\u064e\u064a\u064e\u0633\u06e1\u062a\u064e\u0643\u06e1\u0628\u0650\u0631\u06e1 \u0641\u064e\u0633\u064e\u064a\u064e\u062d\u06e1\u0634\u064f\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1       \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650 \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u0657\u0627 \ufd3f   \"Barangsiapa yang enggan dari menyembahNya dan menyombongkan diri, nanti Allah akan me-ngumpulkan mereka semua kepadaNya.\" Artinya, Allah mengumpul-kan seluruh makhluk kepadaNya, orang-orang yang enggan dan sombong dan juga hamba-hambaNya yang beriman, lalu Allah menegakkan pengadilan antara mereka semua dengan ketetapan-Nya yang adil dan balasanNya yang patut."},{"id":923,"sura":4,"from_aya":173,"to_aya":173,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(173) Kemudian Allah merinci ketetapanNya atas diri me-reka, seraya berfirman, \ufd3e \u0641\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652     \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0671\u0644\u0635\u0651\u064e\u0670\u0644\u0650\u062d\u064e\u0670\u062a\u0650 \ufd3f   \"Adapun orang-orang yang beriman dan berbuat amal shalih,\" yaitu, mereka yang menggabungkan antara keimanan yang diperintahkan kepadanya dengan amal shalih berupa kewajiban dan sunnah dari hak-hak Allah dan hak-hak hamba-hambaNya, \ufd3e \u0641\u064e\u064a\u064f\u0648\u064e\u0641\u0651\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u06e1   \u0623\u064f\u062c\u064f\u0648\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"maka Allah akan menyempurnakan pahala mereka,\" yaitu, balasan yang dihasilkan dari perbuatan, setiap orang sesuai dengan keimanan dan amalan-nya.       \ufd3e  \u0648\u064e\u064a\u064e\u0632\u0650\u064a\u062f\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646    \u0641\u064e\u0636\u06e1\u0644\u0650\u0647\u0650\u06e6\u06d6 \ufd3f   \"Dan menambah untuk mereka sebagian dari karuniaNya,\" dari balasan pahala yang belum diperoleh oleh per-buatan-perbuatan mereka dan belum dicapai oleh amalan-amalan mereka, dan belum terbesit juga dalam hati mereka. Termasuk dalam hal itu adalah seluruh kenikmatan yang ada di surga berupa makanan, minuman, buah-buahan, pemandangan, kebahagiaan, hati, jiwa dan tubuh, bahkan termasuk dalam hal itu setiap kebaikan agama dan dunia yang disiapkan karena iman dan amal shalih.\n\ufd3e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e       \u0671\u0633\u06e1\u062a\u064e\u0646\u0643\u064e\u0641\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0648\u064e\u0671\u0633\u06e1\u062a\u064e\u0643\u06e1\u0628\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"Adapun orang-orang yang enggan dan menyombongkan diri,\" yaitu, dari beribadah kepada Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649, \ufd3e \u0641\u064e\u064a\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627     \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u0657\u0627 \ufd3f   \"maka Allah akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih,\" yaitu kemurkaan Allah dan kemarahanNya, dan api neraka yang menyala-nyala yang membakar hingga ke hati, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645  \u0645\u0651\u0650\u0646  \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u0657\u0627  \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u0657\u0627 \ufd3f   \"dan mereka tidak akan memperoleh bagi diri mereka, pelindung dan penolong selain dari pada Allah,\" maksud-nya, mereka tidak akan mendapatkan seorang pun dari makhluk yang melindungi mereka hingga mereka memperoleh apa yang diinginkan, dan tidak pula ada yang membela mereka hingga menghindarkan mereka dari azab yang ditakutkan. Akan tetapi Dzat Yang Maha Penyayang akan berlepas diri dari mereka dan membiarkan mereka dalam siksaNya untuk selama-lamanya, dan pastilah Allah menetapkan hukumNya hingga tidak ada yang mampu menolak ketetapanNya dan tidak ada yang mampu meru-bah keputusanNya. "},{"id":924,"sura":4,"from_aya":174,"to_aya":175,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Hai manusia, sungguh telah datang kepadamu bukti kebe-naran dari Tuhanmu, (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (al-Qur`an). Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (agama)Nya, niscaya Allah akan mema-sukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dariNya (surga) dan limpahan karuniaNya. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepadaNya.\" (An-Nisa`: 174-175). "},{"id":925,"sura":4,"from_aya":174,"to_aya":174,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(174) Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 telah memberikan karunia kepada seluruh manusia dengan apa yang telah mengantarkan kepada mereka berupa keterangan dan bukti yang nyata serta cahaya yang terang, dan menegakkan hujjah atas mereka, dan menjelaskan kepada me-reka syariatNya. Allah berfirman, \ufd3e \u064a\u064e\u0670\u0653\u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627  \u0671\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f    \u0642\u064e\u062f\u06e1  \u062c\u064e\u0627\u0653\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645  \u0628\u064f\u0631\u06e1\u0647\u064e\u0670\u0646\u065e  \u0645\u0651\u0650\u0646  \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Hai manusia, sungguh telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhan-mu,\" yaitu, hujjah-hujjah yang pasti di atas kebenaran, yang men-jelaskannya, menerangkannya, dan menjelaskan yang berlawanan dengannya. Ini mencakup seluruh dalil-dalil logika maupun riwa-yat, dan ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan Allah) berupa semesta maupun di dalam diri manusia.\n\ufd3e \u0633\u064e\u0646\u064f\u0631\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u06e1 \u0621\u064e\u0627\u064a\u064e\u0670\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0671\u0644\u06e1\u0623\u0653\u0641\u064e\u0627\u0642\u0650 \u0648\u064e\u0641\u0650\u064a\u0653 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0628\u064e\u064a\u0651\u064e\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0671\u0644\u06e1\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f\u06d7   \ufd3f   \n\"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa al-Qur`an itu adalah benar.\" (Fushshilat: 53). \nDan dalam FirmanNya, \ufd3e \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Dari Tuhanmu,\" terdapat apa yang menunjukkan kepada kemuliaan bukti ini dan keagungannya, yang berasal dari Tuhan kalian yang telah mendidik kalian dengan pendidikan agama maupun dunia, dan di antara didikanNya ter-hadap kalian yang patut untuk dipuji dan disyukuri adalah me-nyampaikan keterangan-keterangan kepada kalian agar Allah memberi petunjuk kepada kalian dengannya kepada jalan yang lurus dan sampai kepada surga yang penuh kenikmatan.\nDan Allah menurunkan \ufd3e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0643\u064f\u0645\u06e1 \u0646\u064f\u0648\u0631\u0657\u0627 \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u0657\u0627 \ufd3f   \"kepadamu cahaya yang terang benderang,\" yaitu, al-Qur`an yang agung ini; yang mencakup ilmu orang-orang terdahulu dan orang-orang yang akan datang, berita-berita yang benar dan bermanfaat, perintah kepada setiap keadilan, kebaikan, dan kebaktian, larangan dari setiap kezhaliman dan kejahatan. Manusia akan berada dalam kegelapan bila mereka tidak meneranginya dengan cahaya-cahaya al-Qur`an, dan berada dalam kesengsaraan bila tidak mendapatkan kebaikannya."},{"id":926,"sura":4,"from_aya":175,"to_aya":175,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(175) Akan tetapi manusia terbagi menjadi dua bagian me-nurut keimanan kepada al-Qur`an dan mengambil manfaat darinya:\n\ufd3e \u0641\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652     \u0628\u0650\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \ufd3f   \"Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah\" yaitu mengakui keberadaanNya, menyifatiNya dengan segala sifat kesempurnaan, menyucikanNya dari segala kekurangan dan aib, \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0639\u06e1\u062a\u064e\u0635\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0628\u0650\u0647\u0650\u06e6 \ufd3f   \"dan berpegang teguh kepada (agama)Nya\" yaitu mereka bersandar dan berpegang teguh kepada Allah serta ber-lepas diri dari daya dan kekuatan mereka dan hanya memohon pertolongan kepada Tuhan mereka, \ufd3e \u0641\u064e\u0633\u064e\u064a\u064f\u062f\u06e1\u062e\u0650\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1   \u0641\u0650\u064a \u0631\u064e\u062d\u06e1\u0645\u064e\u0629\u0656   \u0645\u0651\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064f  \u0648\u064e\u0641\u064e\u0636\u06e1\u0644\u0656 \ufd3f   \"niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dariNya (surga) dan limpahan karuniaNya.\" Maksudnya, Allah akan meling-kupi mereka dengan rahmatNya yang khusus dan membimbing mereka kepada kebaikan, memenuhi mereka dengan ganjaran dan menghindarkan mereka dari cobaan dan musibah,\ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0647\u06e1\u062f\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u06e1  \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650   \u0635\u0650\u0631\u064e\u0670\u0637\u0657\u0627  \u0645\u0651\u064f\u0633\u06e1\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u0657\u0627  \ufd3f \"dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepadaNya,\" maksudnya, membimbing mereka kepada ilmu dan amal, mengetahui kebenaran dan mengamalkannya. Artinya, dan barangsiapa yang tidak beriman kepada Allah, tidak berpegang teguh kepadaNya, dan tidak mengamalkan kitabNya, niscaya Allah akan menolak mereka dari rahmatNya, menahan mereka dari limpahan karuniaNya membiarkan mereka dengan diri mereka sendiri, karena mereka tidak mendapat petunjuk, akan tetapi mereka tersesat dengan kesesatan yang nyata, sebagai hukuman buat mereka karena meninggalkan keimanan, hingga mereka memperoleh kesia-sian dan kerugian. Kita memohon kepada Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 ampunan dan keselamatan serta kesehatan. "},{"id":927,"sura":4,"from_aya":176,"to_aya":176,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Kata-kanlah, 'Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu); jika seorang meninggal dunia, dan ia tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan, maka bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mempusakai (seluruh harta saudara perempuan), jika ia tidak mempunyai anak; tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sebanyak bagian dua orang saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, supaya kamu tidak sesat. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu'.\" (An-Nisa`: 176). "},{"id":928,"sura":4,"from_aya":176,"to_aya":176,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(176) Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 mengabarkan bahwa orang-orang meminta ketetapan hukum (fatwa) kepada Rasulullah \ufdfa,[45] dalam perkara kalalah, atas dasar Firman Allah, \ufd3e \u0642\u064f\u0644\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u064a\u064f\u0641\u06e1\u062a\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u06e1\u0643\u064e\u0644\u064e\u0670\u0644\u064e\u0629\u0650\u06da   \ufd3f     \"Katakan-lah, 'Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah,\" yaitu, seorang mayit yang meninggal namun tidak memiliki anak kandung, tidak pula cucu dari anak laki-laki, tidak pula ayah dan tidak pula kakek. Untuk itulah Allah berfirman, \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0650  \u0671\u0645\u06e1\u0631\u064f\u0624\u064c\u0627\u0652  \u0647\u064e\u0644\u064e\u0643\u064e   \u0644\u064e\u064a\u06e1\u0633\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u06e5 \u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u065e \ufd3f   \"Jika seorang me-ninggal dunia, dan ia tidak mempunyai anak,\" yaitu, tidak laki-laki tidak juga perempuan, tidak anak kandung dan tidak pula cucu dari anak laki-laki, demikian juga ia tidak memiliki ayah dengan dalil bahwa ia diwarisi oleh saudara laki-laki maupun saudara perempuan, berdasarkan ijma' ulama, di mana mereka tidak men-dapat warisan dengan adanya ayah. Dan bila seseorang meninggal dan tidak memiliki anak dan tidak pula ayah, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u06e5\u0653  \u0623\u064f\u062e\u06e1\u062a\u065e \ufd3f   \"dan mem-punyai saudara perempuan,\" yaitu yang sekandung atau satu ayah atau satu ibu, sesungguhnya hukumnya telah berlalu.\n\ufd3e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627  \u0646\u0650\u0635\u06e1\u0641\u064f  \u0645\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0631\u064e\u0643\u064e\u06da   \ufd3f   \"Maka bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta yang ditinggalkannya,\" maksudnya, setengah dari harta peninggalan saudara laki-lakinya berupa uang cash, rumah, perabot, dan sebagainya.\nYang demikian itu adalah setelah menunaikan hutang dan wasiat, sebagaimana yang telah berlalu. \ufd3e \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \ufd3f   \"Dan saudaranya yang laki-laki\" yaitu saudaranya yang laki-laki sekandung atau yang seayah, \ufd3e \u064a\u064e\u0631\u0650\u062b\u064f\u0647\u064e\u0627\u0653     \u0625\u0650\u0646  \u0644\u0651\u064e\u0645\u06e1  \u064a\u064e\u0643\u064f\u0646  \u0644\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627  \u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u065e\u06da   \ufd3f   \"mempusakai (seluruh harta saudara perempuan), jika ia tidak mempunyai anak,\" tetapi tidak ditentukan untuknya suatu ketentuan, karena dia adalah ashib (mewarisi sisa) dan ia mewarisi harta tersebut keseluruhannya apabila tidak ada pemilik hak yang tertentu, atau 'Ashabah lainnya yang bersekutu dengannya, atau apa yang tersisa dari hak-hak yang telah tertentu.  \ufd3e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a\u064e\u0627 \ufd3f   \"Tetapi jika saudara perempuan itu,\" yaitu dua orang saudara perempuan \ufd3e \u0671\u062b\u06e1\u0646\u064e\u062a\u064e\u064a\u06e1\u0646\u0650 \ufd3f   \"dua orang\" atau lebih,\ufd3e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627  \u0671\u0644\u062b\u0651\u064f\u0644\u064f\u062b\u064e\u0627\u0646\u0650  \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0643\u064e\u06da   \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646     \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652  \u0625\u0650\u062e\u06e1\u0648\u064e\u0629\u0657  \u0631\u0651\u0650\u062c\u064e\u0627\u0644\u0657\u0627 \u0648\u064e\u0646\u0650\u0633\u064e\u0627\u0653\u0621\u0657 \ufd3f   \"maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki dan perempuan,\" berkumpulnya saudara laki-laki kan-dung atau seayah bersama saudara perempuan, \ufd3e \u0641\u064e\u0644\u0650\u0644\u0630\u0651\u064e\u0643\u064e\u0631\u0650  \u0645\u0650\u062b\u06e1\u0644\u064f \u062d\u064e\u0638\u0651\u0650     \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064f\u0646\u062b\u064e\u064a\u064e\u064a\u06e1\u0646\u0650\u06d7   \ufd3f   \"maka bagian seorang saudara laki-laki sebanyak bagian dua orang saudara perempuan,\" maka gugurlah hak tertentu milik saudara perempuan karena dijadikan 'Ashabah oleh saudara mereka yang laki-laki.\n\ufd3e \u064a\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064f  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0623\u064e\u0646  \u062a\u064e\u0636\u0650\u0644\u0651\u064f\u0648\u0627\u0652\u06d7   \ufd3f   \"Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, supaya kamu tidak sesat,\" maksudnya, Allah menjelaskan hukum-hukumNya yang kalian butuhkan, Dia menerangkan dan menjelas-kannya untuk kalian sebagai limpahan karunia dan kebaikan dari-Nya agar kalian mendapat petunjuk karena penjelasan tersebut (dan kalian ketahui) hukum-hukumNya, dan agar kalian tidak tersesat dari jalan yang lurus disebabkan karena kebodohan dan ketidaktahuan kalian. \n\ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0628\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650  \u0634\u064e\u064a\u06e1\u0621\u064d  \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064f\u06e2 \ufd3f   \"Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu,\" maksudnya, mengetahui yang ghaib, yang nampak, perkara-per-kara yang lampau dan yang akan datang, mengetahui kebutuhan-kebutuhan kalian yang perlu dijelaskan dan diajarkan, lalu Dia mengajarkan ilmuNya kepada kalian yang akan berguna bagi kalian seterusnya pada setiap waktu dan setiap tempat.\nAkhir dari tafsir surat an-Nisa`.\nSegala puji dan syukur bagi Allah."},{"id":929,"sura":4,"from_aya":0,"to_aya":0,"type":"\u0646\u062c\u0648\u0645","text":""}]}