{"result":[{"id":1685,"sura":9,"from_aya":0,"to_aya":0,"type":"\u0627\u0633\u0645 \u0627\u0644\u0633\u0648\u0631\u0629","text":"TAFSIR SURAT AT-TAUBAH\n( Pengampunan )"},{"id":1686,"sura":9,"from_aya":0,"to_aya":0,"type":"\u0645\u0643\u0627\u0646 \u0646\u0632\u0648\u0644 \u0627\u0644\u0633\u0648\u0631\u0629","text":"Madaniyah"},{"id":1687,"sura":9,"from_aya":1,"to_aya":2,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"(Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan RasulNya (yang dihadapkan) kepada orang-orang musyrikin yang kamu (kaum Muslimin) telah mengadakan perjanjian (dengan me-reka). Maka berjalanlah kamu (kaum musyrikin) di muka bumi selama empat bulan dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat melemahkan Allah, dan sesungguhnya Allah meng-hinakan orang-orang kafir.\" (At-Taubah: 1-2)."},{"id":1688,"sura":9,"from_aya":1,"to_aya":2,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(1-2) \ufd3e \u0628\u064e\u0631\u064e\u0627\u0653\u0621\u064e\u0629\u065e  \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \ufd3f   \"(Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan RasulNya (yang dihadapkan)\", kepada seluruh orang-orang musyrik yang berada dalam perjanjian damai, bahwa mereka memiliki empat bulan untuk berkeliling dunia sesuka mereka dalam keadaan aman dari orang-orang Mukmin, dan setelah empat bulan tersebut tidak ada lagi perjanjian dan jaminan. Ini berlaku bagi me-reka yang dalam perjanjian mutlak, tidak berbatas atau berbatas, dengan empat bulan atau kurang. Adapun yang mempunyai per-janjian lebih dari empat bulan, maka wajib disempurnakan sampai akhir, jika tidak dikhawatirkan pengkhianatannya, dan mereka tidak memulai membatalkan perjanjian.\nKemudian Allah memperingatkan orang-orang musyrik yang berada di dalam masa perjanjian, bahwa meskipun mereka aman, mereka tidak akan dapat melemahkan Allah dan mengalahkanNya, barangsiapa di antara mereka yang terus berpegang dengan kesyi-rikannya, maka Allah pasti akan menghinakannya. Hal ini termasuk pendorong bagi mereka untuk masuk Islam, kecuali orang yang menyombongkan diri, menentang dan mengabaikan ancaman Allah."},{"id":1689,"sura":9,"from_aya":3,"to_aya":3,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan (inilah) suatu permakluman dari Allah dan RasulNya kepada umat manusia pada hari haji akbar, bahwa sesungguhnya Allah dan RasulNya berlepas diri dari orang-orang musyrikin. Ke-mudian jika kamu (kaum musyrikin) bertaubat, maka bertaubat itu lebih baik bagimu, dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Allah. Dan beritakanlah kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan men-dapat) siksa yang pedih.\" (At-Taubah: 3)."},{"id":1690,"sura":9,"from_aya":3,"to_aya":3,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(3) Ini adalah janji Allah kepada orang-orang Mukmin: bahwa Allah akan memenangkan agamaNya, meninggikan kalimatNya dan mengalahkan musuh-musuh mereka, yaitu orang-orang musy-rik yang telah mengusir dan mengeluarkan Rasulullah dan para sahabatnya dari Makkah, dari Baitullah al-Haram, yang membuat mereka memiliki kekuasaan atasnya di tanah Hijaz. Allah meme-nangkan RasulNya dan orang-orang yang beriman sampai Makkah dapat ditaklukkan dan orang-orang musyrik menjadi terhina. Hu-kum dan kendali atas negara itu beralih ke tangan orang-orang yang beriman. Maka Nabi \ufdfa meminta penyeru agar mengumumkan pada hari yang akbar yaitu hari penyembelihan, hari berkumpulnya manusia yang Muslim dan yang kafir dari seluruh penjuru jazirah Arabia, dia mengumumkan bahwa Allah dan RasulNya berlepas diri dari orang-orang musyrik, mereka tidak lagi mempunyai per-janjian damai di sisiNya, di mana saja mereka berada, mereka akan diperangi dan dikatakan kepada mereka, \"Janganlah kamu mende-kati Masjidil Haram sesudah tahun ini\" itu terjadi pada tahun 9 H, dan Abu Bakar \u0631\u0636\u064a \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0639\u0646\u0647 yang memimpin haji, sedangkan yang meng-umumkan pernyataan pemutusan hubungan pada hari penyembe-lihan adalah sepupu Rasulullah \ufdfa, Ali bin Abi Thalib \u0631\u0636\u064a \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0639\u0646\u0647.\nKemudian Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 mendorong orang-orang musyrik agar bertaubat dan memperingatkan mereka untuk meninggalkan kesyi-rikan yang mereka ikuti, \ufd3e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646  \u062a\u064f\u0628\u06e1\u062a\u064f\u0645\u06e1  \u0641\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e  \u062e\u064e\u064a\u06e1\u0631\u065e  \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06d6       \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646  \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u064a\u06e1\u062a\u064f\u0645\u06e1  \u0641\u064e\u0671\u0639\u06e1\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652   \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u063a\u064e\u064a\u06e1\u0631\u064f  \u0645\u064f\u0639\u06e1\u062c\u0650\u0632\u0650\u064a \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650\u06d7   \ufd3f   \"kemudian jika kamu (kaum musyrikin) bertaubat, maka bertaubat itu lebih baik bagimu, dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Allah.\" Yakni kamu tidak mungkin melepaskan diri dariNya, justru kamu dalam genggaman-Nya. Dia mampu menguasakan hamba-hambaNya yang beriman atasmu. \ufd3e \u0648\u064e\u0628\u064e\u0634\u0651\u0650\u0631\u0650  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652    \u0628\u0650\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064d \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064d  \ufd3f \"Dan beritakanlah kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.\" Yakni azab yang menyakitkan dan mengerikan di dunia dengan ditawan, dibunuh dan diusir dan di akhirat dengan api neraka dan itu adalah sebu-ruk-buruk tempat."},{"id":1691,"sura":9,"from_aya":4,"to_aya":4,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Kecuali orang-orang musyrikin yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) dan mereka tidak mengurangi sesuatu pun (dari isi perjanjian)mu tidak (pula) mereka membantu sese-orang yang memusuhi kamu, maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.\" (At-Taubah: 4)."},{"id":1692,"sura":9,"from_aya":4,"to_aya":4,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(4) Yakni pemutusan hubungan yang sempurna lagi mutlak kepada seluruh orang-orang musyrik ini. \ufd3e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627     \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0639\u064e\u0670\u0647\u064e\u062f\u062a\u0651\u064f\u0645  \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0634\u06e1\u0631\u0650\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Kecuali orang-orang musyrikin yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka)\", mereka tetap dalam perjanjian mereka dan tidak terjadi dari mereka sesuatu yang mengharuskan pembatalan, me-reka tidak mengurangi sesuatu pun dari isi perjanjian denganmu, tidak membantu orang lain melawanmu; untuk mereka itu, sempur-nakanlah perjanjian dengan mereka sampai batasnya, baik pendek atau panjang, karena Islam tidak memerintahkan berkhianat, akan tetapi Islam memerintahkan memenuhi janji. \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e     \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Se-sungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.\" Orang-orang yang melakukan apa yang diperintahkan, menjauhi syirik, khianat, dan dosa-dosa yang lain."},{"id":1693,"sura":9,"from_aya":5,"to_aya":5,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuh-lah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penya-yang.\" (At-Taubah: 5)."},{"id":1694,"sura":9,"from_aya":5,"to_aya":5,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(5) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \ufd3e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627     \u0671\u0646\u0633\u064e\u0644\u064e\u062e\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0634\u06e1\u0647\u064f\u0631\u064f    \u0671\u0644\u06e1\u062d\u064f\u0631\u064f\u0645\u064f \ufd3f   \"Apabila sudah ha-bis bulan-bulan Haram itu\", yang padanya diharamkan memerangi orang musyrik yang dalam perjanjian, yaitu bulan-bulan berkeliling yang berjumlah empat, dan selesainya jangka waktu bagi yang mempunyai jangka waktu lebih dari itu, maka tanggung jawab telah terbebas dari mereka. \ufd3e \u0641\u064e\u0671\u0642\u06e1\u062a\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652     \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0634\u06e1\u0631\u0650\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e  \u062d\u064e\u064a\u06e1\u062b\u064f  \u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u062a\u0651\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka\", di tempat dan waktu apa pun. \ufd3e \u0648\u064e\u062e\u064f\u0630\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Dan tangkaplah mereka,\" sebagai tawanan, \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u062d\u06e1\u0635\u064f\u0631\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Kepunglah mereka,\" yakni persempit gerak mereka, jangan biarkan mereka bergerak leluasa di bumi Allah yang dijadikanNya sebagai tempat ibadah bagi hamba-hambaNya. Mereka tidaklah layak untuk tinggal padanya, dan tidak berhak atasnya sejengkal pun karena bumi adalah bumi Allah, sedangkan mereka adalah musuh-musuhNya yang menantangNya dan RasulNya, mereka adalah orang-orang yang selalu berusaha agar bumi Allah bersih dari agamaNya, padahal Allah menolak selain menyempurnakan cahayaNya meskipun orang-orang kafir membencinya. \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0642\u06e1\u0639\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e  \u0645\u064e\u0631\u06e1\u0635\u064e\u062f\u0656\u06da \ufd3f     \"Dan intailah di tempat pengintaian.\" Yakni di setiap ke-sempatan dan tempat yang mereka lewati, bersiap siagalah dalam berjihad melawan mereka, keluarkan segala usahamu dalam hal ini, dan teruslah bersikap demikian kepada mereka sehingga mereka bertaubat dari kesyirikan mereka. Oleh karena itu Dia berfirman, \ufd3e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646  \u062a\u064e\u0627\u0628\u064f\u0648\u0627\u0652  \ufd3f \"Jika mereka bertaubat\", dari kesyirikan mereka, \ufd3e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u064e\u0627\u0645\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0648\u0670\u0629\u064e     \ufd3f \"dan mendirikan shalat.\" Yakni melaksanakannya dengan semesti-nya, \ufd3e \u0648\u064e\u0621\u064e\u0627\u062a\u064e\u0648\u064f\u0627\u0652  \u0671\u0644\u0632\u0651\u064e\u0643\u064e\u0648\u0670\u0629\u064e  \ufd3f \"dan menunaikan zakat\", kepada yang berhak me-nerimanya, \ufd3e \u0641\u064e\u062e\u064e\u0644\u0651\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1\u06da \ufd3f \"maka berilah kebebasan kepada mereka.\" Yakni biarkanlah mereka, adapun seterusnya, berikan kepada mereka seperti apa yang menjadi hakmu dan bebankanlah atas mereka seperti apa yang menjadi kewajibanmu. \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e   \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u065e  \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u065e  \ufd3f \"Sesungguh-nya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.\" Dia mengampuni syirik dan dosa yang lebih rendah darinya bagi orang-orang yang bertaubat, dan menyayangi mereka dengan memberi taufik kepada taubat lalu menerimanya dari mereka.\nDi dalam ayat ini terkandung dalil bahwa barangsiapa tidak mau melaksanakan shalat atau zakat, maka dia diperangi sampai dia mau melaksanakannya, seperti yang dilakukan oleh Abu Bakar ash-Shiddiq \u0631\u0636\u064a \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0639\u0646\u0647."},{"id":1695,"sura":9,"from_aya":6,"to_aya":6,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu me-minta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar Firman Allah, kemudian antarkanlah ia ke tem-pat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.\" (At-Taubah: 6)."},{"id":1696,"sura":9,"from_aya":6,"to_aya":6,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(6) Karena FirmanNya, \n\ufd3e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627     \u0671\u0646\u0633\u064e\u0644\u064e\u062e\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0634\u06e1\u0647\u064f\u0631\u064f    \u0671\u0644\u06e1\u062d\u064f\u0631\u064f\u0645\u064f    \u0641\u064e\u0671\u0642\u06e1\u062a\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0634\u06e1\u0631\u0650\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e  \u062d\u064e\u064a\u06e1\u062b\u064f  \u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u062a\u0651\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u062e\u064f\u0630\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u0671\u062d\u06e1\u0635\u064f\u0631\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u06e1   \u0648\u064e\u0671\u0642\u06e1\u0639\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e  \u0645\u064e\u0631\u06e1\u0635\u064e\u062f\u0656\u06da \ufd3f\n\"Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka, kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian\", (at-Tau-bah: 5) adalah perintah yang bersifat umum dalam segala kondisi dan untuk semua orang dari mereka, maka Allah menyatakan bah-wa jika memang ada kemaslahatan dalam mendekati sebagian dari mereka, maka hal itu dibolehkan, bahkan wajib, Dia berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u06e1     \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u065e   \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0634\u06e1\u0631\u0650\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0671\u0633\u06e1\u062a\u064e\u062c\u064e\u0627\u0631\u064e\u0643\u064e \ufd3f   \"Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu.\" Yakni memintamu melindungi-nya dan menjamin keamanannya agar dia mendengar Kalamullah dan melihat keadaan Islam, \ufd3e \u0641\u064e\u0623\u064e\u062c\u0650\u0631\u06e1\u0647\u064f     \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670  \u064a\u064e\u0633\u06e1\u0645\u064e\u0639\u064e   \u0643\u064e\u0644\u064e\u0670\u0645\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \ufd3f   \"maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar Firman Allah\", kemudian jika dia masuk Islam, maka itulah yang diharapkan, jika tidak, maka antarkan dia ke tempat yang aman.\nPenyebabnya adalah bahwa orang-orang kafir adalah kaum yang tidak mengetahui, bisa jadi kekufuran yang mereka ikuti itu dikarenakan kejahilan mereka, jika kejahilan ini lenyap maka bisa jadi mereka memilih Islam, oleh karena itu Allah memerintahkan RasulNya dan umatnya yang mengikutinya, agar melindungi orang yang ingin mendengar Kalamullah.\nIni adalah dalil yang sangat jelas bagi madzhab Ahlus Sunnah wal Jama'ah yang menyatakan bahwa al-Qur`an adalah Kalamullah bukan makhluk, karena Allah-lah yang berbicara dengannya dan menisbatkannya kepada diriNya sebagai bentuk penisbatan sifat kepada pemiliknya. Ini sekaligus menunjukkan kebatilan madzhab Mu'tazilah dan orang-orang yang mengambil pendapat mereka bahwa al-Qur`an adalah makhluk. Dan banyak sekali dalil yang menunjukkan kebatilan pendapat ini, namun bukan di sini tempat untuk membeberkannya."},{"id":1697,"sura":9,"from_aya":7,"to_aya":7,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Bagaimana bisa ada perjanjian (aman) dari sisi Allah dan RasulNya dengan orang-orang musyrikin, kecuali orang-orang yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) di dekat Masjidil Haram? Maka selama mereka berlaku lurus terhadapmu, hendaklah kamu berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sesungguh-nya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.\" (At-Taubah: 7)."},{"id":1698,"sura":9,"from_aya":7,"to_aya":7,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":" (7) Ini adalah penjelasan tentang hikmah yang mengharus-kan berlepasnya Allah dan RasulNya dari orang-orang musyrik. Dia berfirman, \ufd3e \u0643\u064e\u064a\u06e1\u0641\u064e     \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f  \u0644\u0650\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0634\u06e1\u0631\u0650\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0639\u064e\u0647\u06e1\u062f\u064c  \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0648\u064e\u0639\u0650\u0646\u062f\u064e   \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650\u06e6\u0653 \ufd3f   \"Bagaimana bisa ada perjanjian (aman) dari sisi Allah dan RasulNya.\" Apakah me-reka melakukan kewajiban iman? Apakah mereka tidak menyakiti Rasulullah dan orang-orang yang beriman? Bukankah mereka me-merangi kebenaran dan menyokong kebatilan? Bukankah mereka telah melakukan kerusakan di muka bumi? Maka sudah selayak-nya Allah berlepas diri dari mereka, dan hendaknya mereka tidak memiliki jaminan dari Allah dan RasulNya, \ufd3e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627     \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0639\u064e\u0670\u0647\u064e\u062f\u062a\u0651\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"kecuali orang-orang yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka), dari kaum musyrikin \ufd3e \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e     \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u0633\u06e1\u062c\u0650\u062f\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u062d\u064e\u0631\u064e\u0627\u0645\u0650\u06d6 \ufd3f   di dekat Masjidil Haram?\" Maka mereka memiliki perjanjian, khususnya di tempat yang mulia ini yang seharusnya dijaga. \ufd3e \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627         \u0671\u0633\u06e1\u062a\u064e\u0642\u064e\u0670\u0645\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0641\u064e\u0671\u0633\u06e1\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1\u06da       \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Maka selama mereka berlaku lurus terhadapmu, hendaklah kamu berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.\""},{"id":1699,"sura":9,"from_aya":0,"to_aya":0,"type":"\u062a\u0645\u0647\u064a\u062f \u0644\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"Oleh karena itu Dia berfirman,"},{"id":1700,"sura":9,"from_aya":8,"to_aya":11,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Bagaimana bisa (ada perjanjian dari sisi Allah dan RasulNya dengan orang-orang musyrikin), padahal jika mereka memperoleh kemenangan terhadap kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan terhadap kamu dan tidak (pula mengindahkan) per-janjian. Mereka menyenangkan hatimu dengan mulutnya, sedang hatinya menolak. Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik (tidak menetapi perjanjian). Mereka menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka kerjakan itu. Mereka tidak memelihara (hubungan) kerabat terhadap orang-orang Mukmin dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Dan mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Jika mereka bertaubat, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.\" (At-Tau-bah: 8-11)."},{"id":1701,"sura":9,"from_aya":8,"to_aya":8,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(8) \ufd3e \u0643\u064e\u064a\u06e1\u0641\u064e     \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646  \u064a\u064e\u0638\u06e1\u0647\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0643\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Bagaimana bisa (ada perjanjian dari sisi Allah dan RasulNya dengan orang-orang musyrikin), padahal jika mereka memperoleh kemenangan terhadap kamu\", dengan kekuatan dan kekuasaan, mereka tidak mengasihimu, dan \ufd3e \u0644\u064e\u0627       \u064a\u064e\u0631\u06e1\u0642\u064f\u0628\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0641\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0625\u0650\u0644\u0651\u0657\u0627      \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u0630\u0650\u0645\u0651\u064e\u0629\u0657\u06da \ufd3f   \"me-reka tidak memelihara hubungan kekerabatan terhadap kamu dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian.\" Tidak dalam perjanjian dan tidak juga kekerabatan, serta tidak takut kepada Allah dalam memper-lakukan kamu, justru mereka menimpakan kepadamu siksa yang buruk. Inilah keadaanmu bersama mereka, jika mereka menang. Janganlah kamu tertipu dengan sikap mereka pada waktu mereka takut kepadamu, karena mereka \ufd3e \u064a\u064f\u0631\u06e1\u0636\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645     \u0628\u0650\u0623\u064e\u0641\u06e1\u0648\u064e\u0670\u0647\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u062a\u064e\u0623\u06e1\u0628\u064e\u0649\u0670  \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"menye-nangkan hatimu dengan mulutnya, sedang hatinya menolak.\" Yakni, hati mereka sama sekali tidak cenderung maupun cinta kepadamu, bah-kan mereka adalah musuh yang sebenarnya, yang membencimu dengan sebenarnya. \ufd3e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0643\u06e1\u062b\u064e\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1   \u0641\u064e\u0670\u0633\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e  \ufd3f \"Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik (tidak menetapi perjanjian).\" Tidak memiliki agama maupun muru'ah."},{"id":1702,"sura":9,"from_aya":9,"to_aya":9,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(9) \ufd3e \u0671\u0634\u06e1\u062a\u064e\u0631\u064e\u0648\u06e1\u0627\u0652  \u0628\u0650\u0640\u0654\u064e\u0627\u064a\u064e\u0670\u062a\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u062b\u064e\u0645\u064e\u0646\u0657\u0627  \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u0657\u0627  \ufd3f \"Mereka menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit.\" Yakni mereka memilih bagian yang fana lagi hina di dunia daripada iman kepada Allah, RasulNya, dan ke-tundukan kepada ayat-ayatNya. \ufd3e \u0641\u064e\u0635\u064e\u062f\u0651\u064f\u0648\u0627\u0652   \ufd3f \"Lalu mereka menghalangi\", diri mereka sendiri dan orang lain \ufd3e \u0639\u064e\u0646  \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650\u0647\u0650\u06e6\u0653\u06da       \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1    \u0633\u064e\u0627\u0653\u0621\u064e  \u0645\u064e\u0627  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652  \u064a\u064e\u0639\u06e1\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e  \ufd3f \"dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka kerjakan itu.\"  "},{"id":1703,"sura":9,"from_aya":10,"to_aya":10,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(10) \ufd3e \u0644\u064e\u0627     \u064a\u064e\u0631\u06e1\u0642\u064f\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e    \u0641\u0650\u064a  \u0645\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u064d  \u0625\u0650\u0644\u0651\u0657\u0627  \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u0630\u0650\u0645\u0651\u064e\u0629\u0657\u06da \ufd3f   \"Mereka tidak memelihara (hu-bungan) kerabat terhadap orang-orang Mukmin dan tidak (pula mengin-dahkan) perjanjian.\" Yakni karena permusuhan mereka terhadap keimanan dan orang-orang yang beriman. Pemicu yang membuat mereka membencimu dan memusuhimu adalah karena iman.  "},{"id":1704,"sura":9,"from_aya":11,"to_aya":11,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(11) Maka belalah agamamu, menangkanlah ia, jadikan orang yang memusuhinya sebagai musuh, dan orang yang menolongnya sebagai kawan, jadikanlah ada dan tidaknya hukum berkisar pada-nya, jangan jadikan muwalah (loyalitas) dan mu'adah (permusuhan) bersifat emosional yang mengikuti kecenderungan syahwat dan nafsu yang selalu menyuruh kepada keburukan. Oleh karena itu \ufd3e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646   \u062a\u064e\u0627\u0628\u064f\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"jika mereka bertaubat\", dari kesyirikan mereka dan kembali kepada iman, \ufd3e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u064e\u0627\u0645\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0671\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0648\u0670\u0629\u064e     \u0648\u064e\u0621\u064e\u0627\u062a\u064e\u0648\u064f\u0627\u0652  \u0671\u0644\u0632\u0651\u064e\u0643\u064e\u0648\u0670\u0629\u064e  \u0641\u064e\u0625\u0650\u062e\u06e1\u0648\u064e\u0670\u0646\u064f\u0643\u064f\u0645\u06e1   \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650\u06d7 \ufd3f   \"mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama.\" Lupakanlah permusuhan tatkala mereka masih dalam kesyirikan, agar kalian menjadi hamba-hamba Allah yang ikhlas, dengan ini seorang hamba menjadi hamba yang sebenarnya. \nManakala Allah menjelaskan hukum-hukumNya yang agung dan menerangkan berbagai hukum, serta hikmah, Dia berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0646\u064f\u0641\u064e\u0635\u0651\u0650\u0644\u064f     \u0671\u0644\u06e1\u0623\u0653\u064a\u064e\u0670\u062a\u0650 \ufd3f   \"Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu\", yakni menerang-kan dan memerincinya \ufd3e \u0644\u0650\u0642\u064e\u0648\u06e1\u0645\u0656     \u064a\u064e\u0639\u06e1\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"bagi kaum yang mengetahui\", kepada mereka ucapan ditujukan, dengan mereka hukum-hukum dan ayat-ayat diketahui, dan dengan mereka syariat dan agama Islam dikenal. Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang mengetahui dan beramal dengan apa yang kami ketahui dengan rahmatMu, kedermawananMu, kemurahanMu, dan kebaikanMu, ya Rabbal 'alamin."},{"id":1705,"sura":9,"from_aya":12,"to_aya":15,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Jika mereka merusak sumpah (janji)nya sesudah mereka ber-janji, dan mereka mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang tidak dapat dipegang janjinya, agar supaya mereka berhenti. Mengapa kamu tidak memerangi orang-orang yang merusak sumpah (janjinya), padahal mereka telah keras kemauannya untuk mengusir Rasul dan merekalah yang pertama kali memulai memerangi kamu? Mengapa kamu takut kepada me-reka padahal Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti, jika kamu benar-benar orang yang beriman. Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu atas mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman. Dan meng-hilangkan panas hati orang-orang Mukmin. Dan Allah menerima taubat orang yang dikehendakiNya. Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.\" (At-Taubah: 12-15)."},{"id":1706,"sura":9,"from_aya":12,"to_aya":12,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(12) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman setelah menjelaskan bahwa orang-orang musyrikin yang berada dalam perjanjian, jika mereka tetap memegang teguh perjanjian mereka, maka penuhilah perjanjian tersebut. \ufd3e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646     \u0646\u0651\u064e\u0643\u064e\u062b\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652    \u0623\u064e\u064a\u06e1\u0645\u064e\u0670\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645  \u0645\u0651\u0650\u0646\u06e2  \u0628\u064e\u0639\u06e1\u062f\u0650  \u0639\u064e\u0647\u06e1\u062f\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Jika mereka merusak sumpah (janji)nya sesudah mereka berjanji.\" Yakni mereka melanggarnya dan membatalkannya, lalu mereka memerangimu atau membantu me-merangimu atau mengurangi isi perjanjianmu, \ufd3e \u0648\u064e\u0637\u064e\u0639\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652     \u0641\u0650\u064a  \u062f\u0650\u064a\u0646\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"dan mereka mencerca agamamu,\" yakni mencelanya dan menghinakannya, termasuk dalam hal ini adalah semua cercaan yang ditujukan ke-pada agama atau kepada al-Qur`an, \ufd3e \u0641\u064e\u0642\u064e\u0670\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652       \u0623\u064e\u0626\u0650\u0645\u0651\u064e\u0629\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0643\u064f\u0641\u06e1\u0631\u0650 \ufd3f   \"maka perangi-lah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu.\" Yakni para pembesar-nya, para pemuka yang mencerca agama Allah, yang membantu agama setan. \nMereka disebut secara khusus karena besarnya kejahatan mereka, dan karena selain mereka hanyalah pengikut, serta untuk menunjukkan bahwa barangsiapa mencerca agama dan menantang untuk menolaknya, maka dia termasuk pemimpin kekufuran, \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1     \u0644\u064e\u0627\u0653  \u0623\u064e\u064a\u06e1\u0645\u064e\u0670\u0646\u064e  \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang tidak dapat dipegang janjinya.\" Yakni tiada perjanjian yang selalu mereka pegang teguh, tetapi sebaliknya, mereka selalu membatal-kannya dan mengkhianatinya, tanpa bisa dipercaya \ufd3e \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"agar supaya mereka\", karena kamu memeranginya \ufd3e \u064a\u064e\u0646\u062a\u064e\u0647\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"berhenti\", dari mencerca agamamu, dan mungkin memeluknya.  "},{"id":1707,"sura":9,"from_aya":13,"to_aya":13,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(13) Kemudian Allah mendorong dan memacu orang-orang Mukmin agar memerangi mereka dengan menyinggung sifat-sifat musuh yang mengharuskan agar mereka diperangi. \ufd3e \u0623\u064e\u0644\u064e\u0627     \u062a\u064f\u0642\u064e\u0670\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0642\u064e\u0648\u06e1\u0645\u0657\u0627  \u0646\u0651\u064e\u0643\u064e\u062b\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652  \u0623\u064e\u064a\u06e1\u0645\u064e\u0670\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u0647\u064e\u0645\u0651\u064f\u0648\u0627\u0652   \u0628\u0650\u0625\u0650\u062e\u06e1\u0631\u064e\u0627\u062c\u0650  \u0671\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650 \ufd3f   \"Mengapa kamu tidak memerangi orang-orang yang merusak sumpah (janjinya), padahal mereka telah keras kemau-annya untuk mengusir Rasul\", yang seharusnya dihormati, dihargai, dan dimuliakan, tapi mereka hendak mengusirnya dan mengeluar-kannya dari tanah kelahirannya, dan berusaha untuk itu sekuat tenaga, \ufd3e \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645     \u0628\u064e\u062f\u064e\u0621\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u06e1 \u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u064e   \u0645\u064e\u0631\u0651\u064e\u0629\u064d\u06da \ufd3f   \"dan merekalah yang pertama kali memulai memerangi kamu?\" Yang mana mereka membatalkan per-janjian dan membantu orang lain memerangimu, di mana hal itu ketika Quraisy \u2013sementara mereka masih terikat perjanjian damai\u2013 membantu Bani Bakar sekutu mereka, memerangi Bani Khuza'ah sekutu Rasulullah \ufdfa, orang-orang Quraisy berperang bersama Bani Bakar sebagaimana hal itu dijelaskan oleh buku-buku sirah. \n\ufd3e \u0623\u064e\u062a\u064e\u062e\u06e1\u0634\u064e\u0648\u06e1\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1\u06da \ufd3f   \"Mengapa kamu takut kepada mereka\", sehingga kamu enggan memerangi mereka? \ufd3e \u0641\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f     \u0623\u064e\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f  \u0623\u064e\u0646  \u062a\u064e\u062e\u06e1\u0634\u064e\u0648\u06e1\u0647\u064f  \u0625\u0650\u0646     \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645   \u0645\u0651\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Padahal Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti, jika kamu benar-benar orang yang beriman.\" Allah memerintahkanmu agar memerangi mereka. Dia sangat menekankan hal itu atasmu, jika kamu adalah orang yang beriman, maka laksanakan perintah Allah, dan janganlah kamu takut kepada mereka sehingga kamu meninggalkan perintah Allah.  "},{"id":1708,"sura":9,"from_aya":14,"to_aya":14,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(14) Kemudian Allah memerintahkan orang-orang Mukmin agar memerangi mereka, dan menjelaskan manfaat yang timbul aki-bat perang dengan mereka. Semua itu adalah dorongan dan lecutan bagi orang-orang yang beriman agar mau memerangi mereka, Dia berfirman, \ufd3e \u0642\u064e\u0670\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u06e1 \u064a\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u06e1\u0647\u064f\u0645\u064f \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u06e1\u062f\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu\", dengan pembunuhan, \ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064f\u062e\u06e1\u0632\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1 \ufd3f   \"dan Allah akan menghinakan mereka\", jika Allah memenangkanmu atas mereka. Mereka adalah musuh yang memang hendak menghinakan diri mereka sendiri dan berusaha untuk itu. \ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0646\u0635\u064f\u0631\u06e1\u0643\u064f\u0645\u06e1       \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Dan menolong kamu atas mereka.\" Ini adalah janji dan berita gembira dari Allah yang telah Dia wujudkan.\ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0634\u06e1\u0641\u0650     \u0635\u064f\u062f\u064f\u0648\u0631\u064e \u0642\u064e\u0648\u06e1\u0645\u0656 \u0645\u0651\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Serta melegakan hati orang-orang yang beriman.\"  "},{"id":1709,"sura":9,"from_aya":15,"to_aya":15,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(15) \ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064f\u0630\u06e1\u0647\u0650\u0628\u06e1       \u063a\u064e\u064a\u06e1\u0638\u064e \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1\u06d7 \ufd3f   \"Dan menghilangkan panas hati orang-orang Mukmin.\" Karena di hati orang-orang Mukmin terdapat ke-bencian dan permusuhan terhadap mereka, yang mana memerangi dan membunuh mereka berarti obat bagi kesedihan dan kecemasan yang ada di dalam hati orang-orang Mukmin, dan penghilang bagi kebencian yang ada di dalam hati mereka, karena mereka melihat musuh-musuh itu adalah orang-orang yang memerangi Allah dan RasulNya, berusaha memadamkan cahaya Allah. Ini menunjukkan kecintaan Allah kepada orang-orang yang beriman dan perhatian-Nya terhadap keadaan mereka, sehingga Dia menjadikan di antara maksud tujuan syariatNya adalah mengobati apa yang ada di dalam hati mereka dan meredam kemarahan mereka. \nKemudian Allah berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064e\u062a\u064f\u0648\u0628\u064f \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0653\u0621\u064f\u06d7 \ufd3f   \"Dan Allah me-nerima taubat orang yang dikehendakiNya,\" dari kalangan orang-orang yang memerangi itu dengan memberi mereka taufik untuk masuk Islam, menghiasinya di dalam hati mereka, dan menjadikan keku-furan, kefasikan dan kemaksiatan dibenci oleh hati mereka. \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c   \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064c \ufd3f   \"Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.\" Allah Meletakkan segala sesuatu pada tempatnya. Dia mengetahui orang yang layak dengan iman lalu Dia menunjukkannya kepadanya, dan siapa yang tidak layak maka Dia membiarkannya dalam kesesatan dan keja-hatannya."},{"id":1710,"sura":9,"from_aya":16,"to_aya":16,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak menjadikan teman yang setia selain Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.\" (At-Tau-bah: 16)."},{"id":1711,"sura":9,"from_aya":16,"to_aya":16,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(16) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman kepada hamba-hambaNya yang beriman setelah memerintahkan mereka agar berjihad,\ufd3e \u0623\u064e\u0645\u06e1   \u062d\u064e\u0633\u0650\u0628\u06e1\u062a\u064f\u0645\u06e1 \u0623\u064e\u0646  \u062a\u064f\u062a\u06e1\u0631\u064e\u0643\u064f\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja)\", tanpa cobaan, ujian, dan perintah yang membuktikan antara yang benar dan yang dusta (dalam keimanannya). \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627     \u064a\u064e\u0639\u06e1\u0644\u064e\u0645\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u062c\u064e\u0670\u0647\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627\u0652   \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu.\" Yakni pengetahuan tentang usaha ka-lian yang nampak pada amalan nyata yang berakibat pahala dan siksa, maka Dia mengetahui orang-orang yang berjihad di jalanNya untuk meninggikan kalimat Allah. \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u06e1  \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0645\u0650\u0646  \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650\u06e6  \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e   \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u062c\u064e\u0629\u0657\u06da \ufd3f \"Dan tidak menjadikan teman yang setia selain Allah, RasulNya, dan orang-orang yang beriman,\" yakni wali dari kalangan orang-orang kafir, akan tetapi menjadikan Allah, RasulNya, dan orang-orang yang beriman sebagai wali. Maka Allah mensyariatkan jihad untuk mewujudkan tujuan besar ini, yaitu agar orang-orang yang benar keimanan mereka, yang tidak cenderung kecuali kepada agama Allah, dibedakan dari orang-orang yang dusta, yang mengklaim iman namun mereka mengangkat wali-wali dan kawan-kawan ka-rib selain Allah, RasulNya, dan orang-orang yang beriman.\ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f   \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064f\u06e2 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0639\u06e1\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.\" Mengetahui apa yang kamu lakukan lalu Dia mengujimu dengan sesuatu yang membuktikan imanmu dan membalasmu atas amal perbuatanmu yang baik dan yang buruk."},{"id":1712,"sura":9,"from_aya":17,"to_aya":18,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan masjid-masjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sen-diri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam neraka. Hanyalah  yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah, maka me-rekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.\" (At-Taubah: 17-18)."},{"id":1713,"sura":9,"from_aya":17,"to_aya":17,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":" (17) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \ufd3e \u0645\u064e\u0627     \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \ufd3f   \"Tidaklah pantas\", yakni tidak semestinya dan tidak layak \ufd3e \u0644\u0650\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0634\u06e1\u0631\u0650\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e       \u0623\u064e\u0646  \u064a\u064e\u0639\u06e1\u0645\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0645\u064e\u0633\u064e\u0670\u062c\u0650\u062f\u064e \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \ufd3f   \"orang-orang musyrik itu memakmurkan masjid-masjid Allah\", dengan ibadah, shalat dan ketaatan-ketaatan lainnya. Sementara mereka bersaksi dan mengakui bahwa diri mereka adalah kafir, dengan kesaksian keadaan dan fitrah mereka, serta pengetahuan banyak kalangan dari mereka bahwa mereka di atas kekufuran dan kebatilan. Jika mereka \ufd3e \u0634\u064e\u0670\u0647\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670\u0653 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0628\u0650\u0671\u0644\u06e1\u0643\u064f\u0641\u06e1\u0631\u0650\u06da \ufd3f   \"mengakui bahwa mereka sendiri kafir,\" tidak memiliki iman yang merupakan syarat diterimanya amal, bagaimana mereka mengklaim bahwa diri mereka adalah orang-orang yang memakmurkan masjid Allah, padahal mereka tidak mempunyai dasar dan amal mereka adalah batal. Oleh karena itu Allah berfirman, \ufd3e \u0623\u064f\u0648\u0652\u0644\u064e\u0670\u0653\u0626\u0650\u0643\u064e \u062d\u064e\u0628\u0650\u0637\u064e\u062a\u06e1   \u0623\u064e\u0639\u06e1\u0645\u064e\u0670\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya\", yakni batal dan sia-sia. \ufd3e \u0648\u064e\u0641\u0650\u064a \u0671\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650   \u0647\u064f\u0645\u06e1 \u062e\u064e\u0670\u0644\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"Dan mereka kekal di dalam neraka.\"  "},{"id":1714,"sura":9,"from_aya":18,"to_aya":18,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(18) Kemudian Allah menyebutkan siapa orang-orang yang memakmurkan masjid Allah sebenarnya, Dia berfirman, \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627  \u064a\u064e\u0639\u06e1\u0645\u064f\u0631\u064f  \u0645\u064e\u0633\u064e\u0670\u062c\u0650\u062f\u064e \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0646\u06e1 \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u064e \u0628\u0650\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u064a\u064e\u0648\u06e1\u0645\u0650 \u0671\u0644\u06e1\u0623\u0653\u062e\u0650\u0631\u0650       \u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u064e\u0627\u0645\u064e  \u0671\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0648\u0670\u0629\u064e \ufd3f   \"Hanyalah  yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat\", yang wajib dan yang sunnah dengan melaksanakan yang lahir dan yang batin darinya, \ufd3e \u0648\u064e\u0621\u064e\u0627\u062a\u064e\u0649     \u0671\u0644\u0632\u0651\u064e\u0643\u064e\u0648\u0670\u0629\u064e \ufd3f   \"menunaikan zakat\", kepada yang berhak menerima-nya, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u06e1 \u064a\u064e\u062e\u06e1\u0634\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e\u06d6 \ufd3f   \"dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah.\" Yakni, Dia membatasi rasa takutnya hanya kepada Allah, sehingga dia menahan diri dari yang diharamkan Allah, dan tidak melalaikan hak-hak Allah yang wajib, maka Allah menyifati mereka dengan iman yang bermanfaat dan melakukan amal shalih yang intinya adalah shalat dan zakat, serta dengan rasa takut kepada Allah yang merupakan pokok semua kebaikan. Mereka itulah para pemakmur masjid dan ahlinya yang sebenar-benarnya. \ufd3e \u0641\u064e\u0639\u064e\u0633\u064e\u0649\u0670\u0653       \u0623\u064f\u0648\u0652\u0644\u064e\u0670\u0653\u0626\u0650\u0643\u064e  \u0623\u064e\u0646  \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0645\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0647\u06e1\u062a\u064e\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Maka merekalah orang-orang yang diharapkan ter-masuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk\", (\u0639\u064e\u0633\u064e\u0649) jika dari Allah maka artinya adalah pasti terjadi. Adapun orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada Hari Akhir dan tidak memiliki rasa takut kepada Allah, maka dia ini bukan termasuk orang-orang yang memakmurkan masjid dan bukan pula ahlinya yang sebenar-nya, meskipun dia mengaku dan mengklaim."},{"id":1715,"sura":9,"from_aya":19,"to_aya":22,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Apakah (orang-orang) yang memberi minuman kepada orang-orang yang mengerjakan Haji dan mengurus Masjidil Haram, kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah, dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang zhalim. Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah, dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. Rabb mereka menggembirakan mereka dengan mem-berikan rahmat daripadaNya, keridhaan dan Surga, mereka mem-peroleh di dalamnya kesenangan yang kekal. Mereka kekal di da-lamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.\" (At-Taubah: 19-22)."},{"id":1716,"sura":9,"from_aya":19,"to_aya":19,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(19) Manakala terjadi perbedaan pandangan di antara se-bagian kaum Muslimin, atau di antara sebagian kaum Muslimin dengan sebagian kaum musyrikin tentang mana yang lebih utama antara memakmurkan Masjidil Haram dengan membangunnya, shalat dan ibadah di dalamnya serta memberi minum kepada ja-maah haji, dengan iman kepada Allah dan jihad di jalanNya, maka Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memberitahukan adanya perbedaan di antara keduanya. Dia berfirman, \ufd3e \u0623\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u06e1\u062a\u064f\u0645\u06e1     \u0633\u0650\u0642\u064e\u0627\u064a\u064e\u0629\u064e   \u0671\u0644\u06e1\u062d\u064e\u0627\u0653\u062c\u0651\u0650 \ufd3f   \"Apakah (orang-orang) yang memberi minuman kepada orang-orang yang mengerjakan haji.\" Yakni memberi mereka minum dari air zam-zam, sebagaimana sudah diketahui bahwa jika nama ini disebut secara mutlak maka maksudnya adalah itu, \ufd3e \u0648\u064e\u0639\u0650\u0645\u064e\u0627\u0631\u064e\u0629\u064e \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u0633\u06e1\u062c\u0650\u062f\u0650 \u0671\u0644\u06e1\u062d\u064e\u0631\u064e\u0627\u0645\u0650   \u0643\u064e\u0645\u064e\u0646\u06e1 \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u064e \u0628\u0650\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u064a\u064e\u0648\u06e1\u0645\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u0653\u062e\u0650\u0631\u0650   \u0648\u064e\u062c\u064e\u0670\u0647\u064e\u062f\u064e  \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650     \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650\u06da       \u0644\u064e\u0627  \u064a\u064e\u0633\u06e1\u062a\u064e\u0648\u064f\u06e5\u0646\u064e  \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650\u06d7 \ufd3f   \"dan mengurus Masjidil Haram, kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah\", jihad dan iman kepada Allah lebih utama dengan banyak derajat daripada memakmurkan Masjidil Haram dan memberi minum air zam-zam kepada jamaah, karena iman adalah dasar agama, dengannya amal ibadah diterima dan sifat-sifat menjadi suci bersih. Adapun jihad di jalan Allah, maka ia adalah puncak tertinggi agama Islam, yang dengannya agama Islam terjaga dan tersebar luas, dan dengannya kebenaran dimenangkan dan kebatilan dicampakkan. Adapun memakmurkan Masjidil Ha-ram dan memberi minum untuk jamaah, walaupun ia adalah amal shalih, akan tetapi ia bergantung kepada iman, dan tidak terdapat padanya kemaslahatan seperti yang ada pada iman dan jihad di jalanNya, oleh karena itu Dia berfirman, \ufd3e \u0644\u064e\u0627  \u064a\u064e\u0633\u06e1\u062a\u064e\u0648\u064f\u06e5\u0646\u064e  \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650\u06d7       \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0644\u064e\u0627  \u064a\u064e\u0647\u06e1\u062f\u0650\u064a  \u0671\u0644\u06e1\u0642\u064e\u0648\u06e1\u0645\u064e   \u0671\u0644\u0638\u0651\u064e\u0670\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e  \ufd3f  \"Mereka tidak sama di sisi Allah, dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang zhalim.\" Yakni orang-orang yang sifat mereka adalah kezhaliman, yang tidak layak menerima sedikit pun kebaikan, justru tidak ada yang layak bagi mereka kecuali keburukan.  "},{"id":1717,"sura":9,"from_aya":20,"to_aya":20,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(20) Kemudian Allah secara jelas menyatakan keutamaan seraya berfirman, \ufd3e \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0648\u064e\u0647\u064e\u0627\u062c\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0648\u064e\u062c\u064e\u0670\u0647\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0641\u0650\u064a  \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650   \u0628\u0650\u0623\u064e\u0645\u06e1\u0648\u064e\u0670\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1   \ufd3f \"Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda\", dengan berinfak untuk jihad dan menyiapkan mujahidin \ufd3e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1 \ufd3f   \"dan diri mereka\", dengan keluar perang dengan jiwa, \ufd3e \u0623\u064e\u0639\u06e1\u0638\u064e\u0645\u064f     \u062f\u064e\u0631\u064e\u062c\u064e\u0629\u064b  \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650\u06da       \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u0652\u0644\u064e\u0670\u0653\u0626\u0650\u0643\u064e  \u0647\u064f\u0645\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u0641\u064e\u0627\u0653\u0626\u0650\u0632\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah, dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.\" Yakni tidak akan mendapatkan apa yang diharapkan dan tidak akan selamat dari yang ditakutkan kecuali orang yang memiliki sifat seperti mereka dan berakhlak dengan akhlak mereka.  "},{"id":1718,"sura":9,"from_aya":21,"to_aya":21,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(21) \ufd3e \u064a\u064f\u0628\u064e\u0634\u0651\u0650\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645 \ufd3f   \"Rabb mereka menggembirakan mereka\", sebagai rahmat, kemurahan, kebaikan, perhatian, dan kecintaan dariNya untuk mereka \ufd3e \u0628\u0650\u0631\u064e\u062d\u06e1\u0645\u064e\u0629\u0656     \u0645\u0651\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064f \ufd3f   \"dengan memberikan rahmat dari-padaNya.\" Dengannya Dia menghilangkan keburukan-keburukan dan menyampaikan kepada mereka semua kebaikan, \ufd3e \u0648\u064e\u0631\u0650\u0636\u06e1\u0648\u064e\u0670\u0646\u0656 \ufd3f   \"ke-ridhaan\" dariNya \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 yang merupakan kenikmatan surga paling besar dan paling utama. Dia memberikan keridhaanNya, maka Dia tidak murka kepada mereka selamanya. \ufd3e \u0648\u064e\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0670\u062a\u0656     \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627   \u0646\u064e\u0639\u0650\u064a\u0645\u065e  \u0645\u0651\u064f\u0642\u0650\u064a\u0645\u064c \ufd3f   \"Dan Surga, mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal.\" Dari semua yang diinginkan oleh jiwa, yang dinikmati oleh mata yang tidak diketahui sifat dan kadarnya kecuali oleh Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 yang di antaranya adalah bahwa Allah menyediakan bagi para mujahidin di jalanNya seratus derajat, antara satu derajat dengan yang lainnya seperti antara langit dan bumi, seandainya semua makhluk berkum-pul dalam satu derajat surga niscaya satu derajat surga itu menca-kupi mereka."},{"id":1719,"sura":9,"from_aya":22,"to_aya":22,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(22) \ufd3e \u062e\u064e\u0670\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e     \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627\u0653  \u0623\u064e\u0628\u064e\u062f\u064b\u0627\u06da \ufd3f   \"Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.\" Mereka tidak berpindah darinya dan tidak mau meninggalkannya. \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0647\u064f\u06e5\u0653  \u0623\u064e\u062c\u06e1\u0631\u064c   \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u065e \ufd3f   \"Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.\" Banyaknya karunia Allah, kebesaran dan kebaikanNya tidaklah mengherankan atas Dzat yang cukup berkata kepada sesuatu, de-ngan Kun fayakun (jadilah, maka jadilah ia)."},{"id":1720,"sura":9,"from_aya":23,"to_aya":24,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan ba-pak-bapak dan saudara-saudaramu sebagai pemimpin-pemimpin-mu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan, dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemim-pinmu, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim. Katakanlah, 'Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatir kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan RasulNya dan (dari) berjihad di jalanNya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya.' Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.\" (At-Taubah: 23-24)."},{"id":1721,"sura":9,"from_aya":23,"to_aya":23,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(23) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \ufd3e \u064a\u064e\u0670\u0653\u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"Hai orang-orang yang beriman\", lakukanlah tuntutan iman dengan berwala` kepada yang menunaikannya dan bermu'adah kepada yang tidak menunai-kannya. Dan \ufd3e \u0644\u064e\u0627     \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652 \u0621\u064e\u0627\u0628\u064e\u0627\u0653\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1       \u0648\u064e\u0625\u0650\u062e\u06e1\u0648\u064e\u0670\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu\", yang merupakan orang terdekat, lebih-lebih selainnya, janganlah kamu menjadikan mereka \ufd3e \u0623\u064e\u0648\u06e1\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0653\u0621\u064e     \u0625\u0650\u0646\u0650  \u0671\u0633\u06e1\u062a\u064e\u062d\u064e\u0628\u0651\u064f\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan.\" Yakni me-milih dengan suka rela \ufd3e \u0671\u0644\u06e1\u0643\u064f\u0641\u06e1\u0631\u064e             \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649  \u0671\u0644\u06e1\u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650\u06da         \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646  \u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645    \u0645\u0651\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0652\u0644\u064e\u0670\u0653\u0626\u0650\u0643\u064e  \u0647\u064f\u0645\u064f  \u0671\u0644\u0638\u0651\u064e\u0670\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"kekafiran atas keimanan, dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.\" Karena mereka berani bermaksiat kepada Allah dan men-jadikan musuh-musuh Allah sebagai pemimpin-pemimpin. Pada asalnya, arti al-Wilayah adalah kecintaan dan pertolongan, dan di sini dinyatakan demikian karena menjadikan mereka pemimpin-pemimpin melazimkan sifat mendahulukan ketaatan dan kecintaan kepada mereka di atas ketaatan dan kecintaan kepada Allah dan RasulNya.  "},{"id":1722,"sura":9,"from_aya":24,"to_aya":24,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(24) Oleh karena itu Allah menyebutkan sebab yang me-lazimkan hal itu, yaitu bahwa kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya wajib didahulukan di atas kecintaan kepada apa pun, dan menjadikan segala sesuatu menginduk kepadanya, Dia berfirman, \ufd3e \u0642\u064f\u0644\u06e1     \u0625\u0650\u0646   \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e  \u0621\u064e\u0627\u0628\u064e\u0627\u0653\u0624\u064f\u0643\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Katakanlah, 'Jika bapak-bapak',\" sama juga ibu-ibu, \ufd3e \u0648\u064e\u0625\u0650\u062e\u06e1\u0648\u064e\u0670\u0646\u064f\u0643\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"saudara-saudara\",[87] dalam nasab dan keluarga, \ufd3e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0632\u06e1\u0648\u064e\u0670\u062c\u064f\u0643\u064f\u0645\u06e1   \u0648\u064e\u0639\u064e\u0634\u0650\u064a\u0631\u064e\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"istri-istri, kaum keluargamu.\" Yaitu kerabatmu secara umum. \ufd3e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u06e1\u0648\u064e\u0670\u0644\u064c   \u0671\u0642\u06e1\u062a\u064e\u0631\u064e\u0641\u06e1\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \ufd3f   \"dan harta kekayaan yang kamu usahakan\", dan kamu men-dapatkannya dengan susah payah, ia disebutkan secara khusus karena ia paling dicintai oleh pemiliknya, dan tentu saja pemiliknya lebih semangat dalam menjaganya daripada orang yang mendapat-kan harta tanpa usaha dan lelah \ufd3e \u0648\u064e\u062a\u0650\u062c\u064e\u0670\u0631\u064e\u0629\u065e \u062a\u064e\u062e\u06e1\u0634\u064e\u0648\u06e1\u0646\u064e     \u0643\u064e\u0633\u064e\u0627\u062f\u064e\u0647\u064e\u0627 \ufd3f   \"dan perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya.\" Yakni khawatir menipis dan ber-kurang. Ini meliputi seluruh bentuk perniagaan dan usaha dalam berbagai bentuk perniagaan seperti emas, bejana, senjata, perabot, biji-bijian, hasil bumi, ternak, dan lain-lain. \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0633\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u064f       \u062a\u064e\u0631\u06e1\u0636\u064e\u0648\u06e1\u0646\u064e\u0647\u064e\u0627\u0653 \ufd3f   \"Dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai\", karena keindahannya, hiasannya, dan kesesuaiannya dengan hawa nafsumu, jika semua itu \ufd3e \u0623\u064e\u062d\u064e\u0628\u0651\u064e   \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0643\u064f\u0645   \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650\u06e6  \u0648\u064e\u062c\u0650\u0647\u064e\u0627\u062f\u0656   \u0641\u0650\u064a  \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650\u0647\u0650\u06e6 \ufd3f   \"adalah lebih kamu cintai dari-pada Allah dan RasulNya dan (dari) berjihad di jalanNya\", maka kamu adalah orang-orang fasik yang zhalim. \ufd3e \u0641\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0635\u064f\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"Maka tunggulah\", azab yang akan menimpamu \ufd3e \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670     \u064a\u064e\u0623\u06e1\u062a\u0650\u064a\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0628\u0650\u0623\u064e\u0645\u06e1\u0631\u0650\u0647\u0650\u06e6\u06d7 \ufd3f   \"sampai Allah menda-tangkan keputusanNya\", yang tiada tertolak. \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f     \u0644\u064e\u0627  \u064a\u064e\u0647\u06e1\u062f\u0650\u064a   \u0671\u0644\u06e1\u0642\u064e\u0648\u06e1\u0645\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0641\u064e\u0670\u0633\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik\", yaitu yang keluar dari ketaatan kepada Allah, yang mendahulukan salah satu perkara di atas, daripada kecintaan kepada Allah.\nAyat yang mulia ini adalah dalil terbesar akan kewajiban men-cintai Allah dan RasulNya, dan mendahulukannya di atas kecintaan kepada segala sesuatu selain keduaNya, serta ancaman keras dan kemarahan besar atas siapa saja yang salah satu dari yang disebut-kan ini lebih dia cintai daripada Allah, RasulNya, dan jihad di ja-lanNya. Dan tandanya adalah bahwa jika dia dihadapkan pada dua perkara, yang pertama dicintai oleh Allah dan RasulNya dan dia tidak memiliki hasrat padanya, dan kedua dicintai dan diinginkan oleh nafsunya, akan tetapi ia mengakibatkan lenyapnya apa yang dicintai oleh Allah dan RasulNya atau menguranginya, maka jika dia mendahulukan apa yang diinginkan oleh nafsunya daripada apa yang dicintai Allah, berarti itu menunjukkan bahwa dia zhalim dan telah meninggalkan apa yang wajib atasnya."},{"id":1723,"sura":9,"from_aya":25,"to_aya":27,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai orang-orang Mukmin) di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) pepe-rangan Hunain, yaitu di waktu kamu menjadi congkak karena ba-nyaknya jumlahmu, maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikit pun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari ke belakang dengan bercerai berai. Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada RasulNya dan kepada orang-orang yang beriman, dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu tiada melihatnya, dan Allah menimpakan ben-cana kepada orang-orang yang kafir, dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang yang kafir. Sesudah itu Allah menerima taubat dari orang-orang yang dikehendakiNya. Dan Allah Maha Pengam-pun lagi Maha Penyayang.\" (At-Taubah: 25-27)."},{"id":1724,"sura":9,"from_aya":0,"to_aya":0,"type":"\u062a\u0645\u0647\u064a\u062f \u0644\u0644\u0622\u064a\u0627\u062a","text":"Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memberi nikmat kepada hamba-hambaNya yang beriman dengan memberikan kemenangan di banyak peperangan, hingga pada perang Hunain di mana kaum Muslimin menghadapi tekanan kuat sehingga mereka berlari dan mundur yang membuat bumi yang luas itu seolah-olah menjadi sempit, hal itu ketika Nabi  \ufdfa menaklukkan Makkah, Nabi mendengar bahwa Hawazin ber-sekutu untuk memerangi beliau, maka Nabi mendatangi mereka dengan sahabat-sahabat yang ikut berpartisipasi pada Fathu Makkah ditambah orang-orang Makkah yang dimaafkan oleh beliau dan masuk Islam, mereka semua berjumlah dua belas ribu orang, se-dangkan orang-orang musyrik hanyalah empat ribu orang, sehingga sebagian kaum Muslimin terperdaya oleh jumlah mereka yang be-sar, sebagian dari mereka berkata, \"Hari ini kita tidak akan mungkin dikalahkan oleh yang sedikit.\" \nManakala mereka bertemu dengan pasukan Hawazin, me-reka menyerang kaum Muslimin secara serempak, sehingga kaum Muslimin terpukul mundur tanpa mempedulikan yang lain, yang tersisa bersama Rasulullah hanyalah sekitar seratus orang yang teguh bersamanya. Mereka ini berperang melawan orang-orang musyrik, Nabi sendiri memacu untanya ke barisan musuh sambil berkata, \n\u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064f \u0644\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0630\u0650\u0628\u0652\u060c \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0628\u0652\u0646\u064f \u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0637\u0651\u064e\u0644\u0650\u0628\u0652.\n\"Akulah Nabi tiada dusta, akulah Ibnu Abdil Muththalib.\"[88] \nManakala Nabi melihat kondisi kaum Muslimin, beliau me-minta Abbas bin Abdul Muththalib untuk menyeru orang-orang Anshar dan kaum Muslimin yang lain, \"Wahai Ashhabus Samurah[89], wahai ahli surat al-Baqarah.\" Manakala kaum Muslimin mendengar suaranya, mereka kembali dengan serempak dan berperang me-lawan kaum musyrikin, maka Allah mengalahkan kaum musyrikin dengan kekalahan yang sangat telak dan kaum Muslimin pun me-nguasai negeri, wanita-wanita dan harta mereka."},{"id":1725,"sura":9,"from_aya":25,"to_aya":25,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":" (25) Yaitu Firman Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649, \ufd3e \u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u06e1     \u0646\u064e\u0635\u064e\u0631\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0641\u0650\u064a  \u0645\u064e\u0648\u064e\u0627\u0637\u0650\u0646\u064e   \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064e\u0629\u0656       \u0648\u064e\u064a\u064e\u0648\u06e1\u0645\u064e  \u062d\u064f\u0646\u064e\u064a\u06e1\u0646\u064d \ufd3f   \"Sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai orang-orang Mukmin) di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) peperangan Hunain.\" Ia adalah nama tempat yang terletak di antara Makkah dan Thaif, yang terjadi padanya perang tersebut.\ufd3e \u0625\u0650\u0630\u06e1     \u0623\u064e\u0639\u06e1\u062c\u064e\u0628\u064e\u062a\u06e1\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0643\u064e\u062b\u06e1\u0631\u064e\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645\u06e1 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u06e1       \u062a\u064f\u063a\u06e1\u0646\u0650 \u0639\u064e\u0646\u0643\u064f\u0645\u06e1 \u0634\u064e\u064a\u06e1\u0640\u0654\u0657\u0627 \ufd3f   \"Yaitu di waktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlahmu, maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikit pun.\" Yakni jumlahmu yang banyak maupun sedikit, sama sekali tidak bisa membantumu. \ufd3e \u0648\u064e\u0636\u064e\u0627\u0642\u064e\u062a\u06e1 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0643\u064f\u0645\u064f     \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0631\u06e1\u0636\u064f \ufd3f   \"Dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu\", karena kesedihan dan duka yang di-sebabkan oleh kekalahan kalian itu, padahal \ufd3e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627     \u0631\u064e\u062d\u064f\u0628\u064e\u062a\u06e1 \ufd3f   \"bumi yang luas\", maksudnya, padahal tanah (tempat kalian berpijak) begitu lapang dan luas. \ufd3e \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e     \u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u064a\u06e1\u062a\u064f\u0645  \u0645\u0651\u064f\u062f\u06e1\u0628\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Kemudian kamu lari ke belakang de-ngan bercerai berai\", maksudnya, lari terdesak kalah."},{"id":1726,"sura":9,"from_aya":26,"to_aya":26,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(26) \ufd3e \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e     \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e   \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0633\u064e\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f\u06e5   \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670  \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650\u06e6  \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Kemudian Allah me-nurunkan ketenangan kepada RasulNya dan kepada orang-orang yang beriman.\" Sakinah adalah apa yang Allah sematkan dalam hati dalam kondisi kesulitan, kegoncangan, dan ketakutan, yang dapat mene-guhkannya, menenteramkannya, dan menjadikannya tenang. Ia adalah salah satu nikmat besar Allah kepada hamba-hambaNya. \ufd3e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e     \u062c\u064f\u0646\u064f\u0648\u062f\u0657\u0627  \u0644\u0651\u064e\u0645\u06e1  \u062a\u064e\u0631\u064e\u0648\u06e1\u0647\u064e\u0627 \ufd3f   \"Dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu tiada melihatnya.\" Yaitu para malaikat, Allah menurunkan mereka untuk menolong kaum Muslimin pada perang Hunain yang me-neguhkan dan memberi berita gembira kemenangan.\ufd3e \u0648\u064e\u0639\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064e     \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652\u06da \ufd3f     \"Dan Allah menimpakan bencana kepada orang-orang yang kafir\", dengan kekalahan, pembunuhan dan dikuasainya wanita, anak-anak dan harta mereka oleh kaum Muslimin. \ufd3e \u0648\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e     \u062c\u064e\u0632\u064e\u0627\u0653\u0621\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u0643\u064e\u0670\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang yang kafir.\" Allah mengazab mereka di dunia kemudian di akhirat mereka digiring kepada azab yang sangat pedih.  "},{"id":1727,"sura":9,"from_aya":27,"to_aya":27,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(27) \ufd3e \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e     \u064a\u064e\u062a\u064f\u0648\u0628\u064f  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0645\u0650\u0646\u06e2  \u0628\u064e\u0639\u06e1\u062f\u0650  \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e  \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670  \u0645\u064e\u0646  \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0653\u0621\u064f\u06d7 \ufd3f   \"Sesudah itu Allah mene-rima taubat dari orang-orang yang dikehendakiNya.\" Allah mengampuni banyak orang yang kalah dalam perang ini, mereka datang kepada Nabi \ufdfa dengan menyatakan masuk Islam dan bertaubat, maka Nabi mengembalikan harta, istri, dan anak mereka. \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f     \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u065e   \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u065e \ufd3f   \"Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.\" Yakni Pemilik ampunan yang luas dan rahmat yang menyeluruh. Mengampuni dosa-dosa besar bagi yang bertaubat dan menyayangi mereka de-ngan taufikNya kepada mereka untuk bertaubat dan melakukan ketaatan, serta Allah memaafkan kesalahan mereka dan menerima taubat mereka, maka janganlah seorang pun berputus asa dari rahmat dan ampunanNya, meski dia telah melakukan dosa dan kejahatan sebesar apa pun."},{"id":1728,"sura":9,"from_aya":28,"to_aya":28,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Mas-jidil Haram sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberikan kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.\" (At-Taubah: 28)."},{"id":1729,"sura":9,"from_aya":28,"to_aya":28,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(28) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \ufd3e \u064a\u064e\u0670\u0653\u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627     \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652  \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0634\u06e1\u0631\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu\", yang menyekutukan Allah dengan sesuatu, \ufd3e \u0646\u064e\u062c\u064e\u0633\u065e \ufd3f   \"najis\", yakni kotor pada akidah dan amal mereka, najis mana yang lebih berat daripada orang yang menyembah tuhan-tuhan lain selain Allah yang tidak dapat mendatangkan manfaat, menolak mudarat, dan tidak berguna apa pun. Sementara perbuatan mereka hanyalah berkisar antara memerangi Allah, menghalang-halangi dari jalan Allah, men-dukung kebatilan, menolak kebenaran, dan berbuat kerusakan di muka bumi, bukan kebaikan? Maka kamu harus menyucikan rumah termulia dan tersuci dari mereka. \ufd3e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627     \u064a\u064e\u0642\u06e1\u0631\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u0633\u06e1\u062c\u0650\u062f\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u062d\u064e\u0631\u064e\u0627\u0645\u064e  \u0628\u064e\u0639\u06e1\u062f\u064e  \u0639\u064e\u0627\u0645\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1  \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627\u06da \ufd3f   \"Maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sesudah tahun ini.\" Yakni tahun sembilan hijriyah, ketika orang-orang berhaji dengan amir Abu Bakar ash-Shiddiq, dan Nabi \ufdfa mengutus sepupunya, Ali bin Abi Thalib, agar mengumumkan pemutusan hubungan dari Allah kepada orang-orang musyrik pada hari haji akbar, maka dia mengumumkan bahwa setelah tahun ini orang-orang musyrik tidak boleh berhaji dan orang yang telanjang tidak boleh thawaf di Ka'bah. \nNajis yang dimaksud di sini bukan najis badan, karena orang kafir adalah suci badannya sebagaimana yang lain, dengan dalil bahwa Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 menghalalkan menggauli istri yang Ahli Kitab, dan tidak memerintahkannya agar mencuci apa yang terkena darinya, dan kaum Muslimin sendiri selalu bergaul dan bermuamalah de-ngan orang-orang kafir, dan tidak dinukil dari mereka bahwa me-reka merasa jijik seperti mereka jijik terhadap benda najis, akan tetapi yang dimaksud di sini adalah najis maknawi, yaitu syirik mereka, sebagaimana tauhid dan iman adalah kesucian, maka syirik adalah najis.\nFirmanNya, \ufd3e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u06e1     \u062e\u0650\u0641\u06e1\u062a\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Dan jika kamu khawatir\", wahai kaum Muslimin \ufd3e \u0639\u064e\u064a\u06e1\u0644\u064e\u0629\u0657 \ufd3f   \"menjadi miskin\", akibat melarang orang-orang musyrik dari mendekati Masjidil Haram, di mana sarana-sarana dunia terputus darimu karena itu, \ufd3e \u0641\u064e\u0633\u064e\u0648\u06e1\u0641\u064e     \u064a\u064f\u063a\u06e1\u0646\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u064f  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0645\u0650\u0646  \u0641\u064e\u0636\u06e1\u0644\u0650\u0647\u0650\u06e6\u0653 \ufd3f   \"maka Allah nanti akan memberikan kekayaan kepadamu dari karuniaNya.\" Rizki tidak terbatas pada satu pintu dan tempat saja, bahkan tidaklah satu pintu tertutup kecuali pintu-pintu lain yang banyak akan dibukakan, karena karunia Allah sangatlah luas, dan kemurahanNya amatlah besar, khususnya bagi yang meninggalkan sesuatu karena meng-harap WajahNya yang mulia, karena sesungguhnya Allah adalah Dzat paling Pemurah di antara para pemurah, dan Allah telah membuktikan janjiNya dengan menjadikan kaum Muslimin ber-kecukupan dengan karuniaNya dan membentangkan rizki untuk mereka yang membuat mereka menjadi orang-orang kaya dan pe-nguasa yang terkaya. FirmanNya, \ufd3e \u0625\u0650\u0646         \u0634\u064e\u0627\u0653\u0621\u064e\u06da \ufd3f   \"Jika Dia menghendaki.\" Mengaitkan karunia kekayaan dengan kehendakNya, karena ke-kayaan di dunia bukan termasuk konsekuensi iman dan tidak me-nunjukkan kecintaan Allah, oleh karenanya Allah menggantung-kannya dengan kehendakNya, karena Allah memberikan dunia kepada yang Dia cintai dan kepada yang tidak Dia cintai dan Dia tidak menganugerahkan keimanan dan agama kecuali kepada yang Dia cintai. \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e   \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c  \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u065e \ufd3f   \"Sesungguhnya Allah Maha Menge-tahui lagi Mahabijaksana.\" Yakni ilmuNya luas, mengetahui siapa yang layak diberi kekayaan dan siapa yang tak layak, meletakkan segala sesuatu pada tempatnya dan sesuai dengan posisinya.\nAyat yang mulia ini, yakni FirmanNya, \ufd3e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627  \u064a\u064e\u0642\u06e1\u0631\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u0633\u06e1\u062c\u0650\u062f\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u062d\u064e\u0631\u064e\u0627\u0645\u064e  \u0628\u064e\u0639\u06e1\u062f\u064e  \u0639\u064e\u0627\u0645\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1  \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627\u06da \ufd3f \"Maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sesudah tahun ini\", menunjukkan bahwa orang-orang musyrik sebelumnya adalah pemimpin dan penguasa di Baitul Haram, kemudian setelah Fathu Makkah kepemimpinan tersebut berpindah kepada Rasulullah dan orang-orang Mukmin, meski mereka tetap tinggal di Makkah Mukarramah, kemudian turunlah ayat ini. Dan ketika Nabi \ufdfa hen-dak wafat, beliau meminta agar mereka diusir dari Hijaz, sehingga tidak ada dua agama padanya, semua itu demi menjauhkan orang kafir dari Masjidil Haram, ia termasuk ke dalam Firman Allah, \ufd3e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627     \u064a\u064e\u0642\u06e1\u0631\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u0633\u06e1\u062c\u0650\u062f\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u062d\u064e\u0631\u064e\u0627\u0645\u064e  \u0628\u064e\u0639\u06e1\u062f\u064e  \u0639\u064e\u0627\u0645\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1  \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627\u06da \ufd3f   \"Maka janganlah mereka mendekati Mas-jidil Haram sesudah tahun ini.\""},{"id":1730,"sura":9,"from_aya":29,"to_aya":29,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada Hari Kemudian dan mereka tidak mengha-ramkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan al-Kitab kepada mereka, sampai me-reka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.\" (At-Taubah: 29)."},{"id":1731,"sura":9,"from_aya":29,"to_aya":29,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(29) Ayat ini adalah perintah memerangi orang-orang kafir dari orang-orang Yahudi dan Nasrani dari \ufd3e \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e   \u0644\u064e\u0627  \u064a\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0628\u0650\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u0628\u0650\u0671\u0644\u06e1\u064a\u064e\u0648\u06e1\u0645\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u0653\u062e\u0650\u0631\u0650 \ufd3f   \"orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada Hari Kemudian\", dengan iman yang benar yang dibuktikan dengan perbuatan mereka. \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u064a\u064f\u062d\u064e\u0631\u0651\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0645\u064e\u0627  \u062d\u064e\u0631\u0651\u064e\u0645\u064e   \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \ufd3f \"Dan mereka tidak meng-haramkan apa yang telah diharamkan oleh Allah.\" Mereka tidak meng-ikuti syariatNya dalam mengharamkan yang haram, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u064a\u064e\u062f\u0650\u064a\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e  \u062f\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650  \ufd3f \"dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah).\" Yakni tidak memeluk agama yang benar, meskipun mereka meng-klaim diri mereka beragama, karena ia bukanlah agama yang benar karena ia adalah agama yang telah diganti yang tidak disyariatkan oleh Allah sama sekali, atau ia adalah agama yang mansukh (terha-pus) yang disyariatkan lalu diganti dengan syariat Muhammad, maka setelah ia dinasakh tidak boleh dipegang lagi. \nAllah memerintahkan dan mendorong orang-orang beriman untuk memerangi mereka karena mereka menyeru manusia kepa-da kesesatan dan terjadi banyak mudarat terhadap manusia dari mereka, karena mereka adalah Ahli Kitab. Dan titik akhir perang itu adalah \ufd3e \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670     \u064a\u064f\u0639\u06e1\u0637\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u06e1\u062c\u0650\u0632\u06e1\u064a\u064e\u0629\u064e \ufd3f   \"sampai mereka membayar jizyah.\" Yakni harta yang dibayarkan sebagai imbalan atas tidak diperanginya mereka oleh kaum Muslimin dan izin tinggal dengan aman terha-dap diri dan harta mereka di tengah-tengah kaum Muslimin. Ia diambil dari mereka setiap tahun, masing-masing berdasarkan ke-mampuannya, kaya, miskin, atau menengah, sebagaimana hal itu dilakukan oleh Amirul Mukminin Umar bin al-Khaththab dan se-lainnya. \nFirmanNya, \ufd3e \u0639\u064e\u0646     \u064a\u064e\u062f\u0656 \ufd3f   \"Dengan patuh\", yakni, mereka memba-yarnya dalam keadaan rendah diri dan tanpa memiliki kekuasaan, mereka membayarnya dengan tangan mereka tanpa melalui pe-layan atau perantara, dan ia tidak diterima kecuali melalui tangan mereka, \ufd3e \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1     \u0635\u064e\u0670\u063a\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"sedang mereka dalam keadaan tunduk.\" Jika me-reka dalam kondisi seperti ini, dan mereka meminta kaum Muslimin agar mereka dibiarkan dengan jizyah sedangkan mereka di bawah kendali dan kekuasaan kaum Muslimin, dalam kondisi aman dari fitnah dan keburukan mereka, menerima syarat yang diberlakukan oleh kaum Muslimin kepada mereka, di mana hal ini dapat meng-hilangkan kesombongan dan kekuasaan mereka dan memaksa me-reka tunduk dan patuh, maka sang pimpinan atau wakilnya wajib memberlakukan jizyah atas mereka, jika tidak demikian, di mana mereka tidak menepati dan tidak memberikan jizyah dengan patuh dan tunduk, maka tidak boleh membiarkan mereka dengan jizyah, akan tetapi wajib diperangi.\nAyat ini dijadikan dalil oleh jumhur ulama yang berkata bah-wa jizyah tidak diambil kecuali dari Ahli Kitab, karena Allah tidak menyebutkan tentang bolehnya mengambil jizyah kecuali dari me-reka. Adapun selain mereka, maka yang ada hanyalah diperangi sampai mereka masuk Islam. Orang-orang Majusi diindukkan kepada Ahli Kitab dalam hal pengambilan jizyah dari mereka dan pembiaran mereka di negeri kaum Muslimin, karena Nabi \ufdfa meng-ambilnya dari orang Majusi Hajar, kemudian Umar juga mengam-bilnya dari orang Majusi Persia.[90]\nAda juga yang berpendapat, bahwa jizyah diambil dari semua orang kafir, baik dari Ahli Kitab maupun lainnya, karena ayat ini turun setelah selesainya perang melawan orang-orang Arab yang musyrik dan dimulainya perang melawan Ahli Kitab dan semisal mereka, maka pembatasan ini hanyalah sekedar penyampaian ten-tang kenyataan yang terjadi, tidak ada makna tersirat padanya, dan ini didukung dengan dalil bahwa orang-orang Majusi juga dituntut membayar jizyah, padahal mereka bukanlah Ahli Kitab, dan karena telah mutawatir dari kalangan sahabat dan orang-orang yang se-sudah mereka, bahwa mereka menyerukan satu dari tiga perkara kepada orang-orang yang mereka perangi: Islam, atau jizyah, atau perang, tanpa ada perbedaan antara Ahli Kitab dan selainnya."},{"id":1732,"sura":9,"from_aya":30,"to_aya":33,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Orang-orang Yahudi berkata, 'Uzair itu putra Allah.' Dan orang-orang Nasrani berkata, 'Al-Masih itu putra Allah.' Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perka-taan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka, bagaimana mereka sampai berpaling? Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) al-Masih putra Maryam, pada-hal mereka hanya disuruh menyembah Rabb Yang Maha Esa, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. Dia-lah yang telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (al-Qur`an) dan agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.\"  (At-Taubah: 30-33)."},{"id":1733,"sura":9,"from_aya":30,"to_aya":30,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(30) Manakala Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memerintahkan memerangi Ahli Kitab, Dia menyebutkan dari ucapan mereka yang buruk, yang dapat mendorong orang-orang Mukmin yang mempunyai kecem-buruan membela Rabb dan agamaNya, untuk memerangi mereka dengan sungguh-sungguh dan mengeluarkan segala daya untuk itu, Dia berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0650     \u0671\u0644\u06e1\u064a\u064e\u0647\u064f\u0648\u062f\u064f  \u0639\u064f\u0632\u064e\u064a\u06e1\u0631\u064c   \u0671\u0628\u06e1\u0646\u064f  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \ufd3f   \"Orang-orang Yahudi ber-kata, 'Uzair itu putra Allah'.\" Meskipun ini bukanlah pendapat ma-yoritas mereka, akan tetapi ia diucapkan sekelompok dari mereka. Ini menunjukkan bahwa pada diri orang-orang Yahudi terdapat ke-jahatan dan kebusukan yang membuat mereka mengatakan ucapan yang merupakan kelancangan terhadap Allah dan pelecehan ter-hadap keagungan dan kebesaranNya. Dikatakan bahwa penyebab klaim mereka bahwa Uzair adalah putra Allah adalah manakala para raja menguasai Bani Israil dan mencerai beraikan mereka de-ngan buruk dan membunuh para pembawa Taurat, mereka men-dapati Uzair menghafal Taurat atau menghafal mayoritas darinya, maka Uzair mendiktekan Taurat kepada mereka dari hafalannya dan mereka menulisnya, lalu mereka menganggapnya dengan anggapan yang buruk tersebut. \nDan orang-orang Nasrani berkata Isa, \ufd3e \u0671\u0628\u06e1\u0646\u064f     \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650\u06d6 \ufd3f   \"Putra Allah.\" Allah berfirman, \ufd3e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \ufd3f   \"Demikian itulah\", ucapan yang mereka ucapkan \ufd3e \u0642\u064e\u0648\u06e1\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645   \u0628\u0650\u0623\u064e\u0641\u06e1\u0648\u064e\u0670\u0647\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1\u06d6 \ufd3f   \"dengan mulut mereka\", tanpa berpijak kepada bukti dan dalil, dan barangsiapa tidak peduli dengan apa yang diucapkan, maka tidak heran kalau dia mengucapkan apa pun, karena tidak ada akal dan agama yang mengerem ucapannya. Oleh karena itu Dia berfirman, \ufd3e \u064a\u064f\u0636\u064e\u0670\u0647\u0650\u0640\u0654\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"Mereka meniru\", yakni menye-rupai dengan ucapan mereka itu \ufd3e \u0642\u064e\u0648\u06e1\u0644\u064e     \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652     \u0645\u0650\u0646  \u0642\u064e\u0628\u06e1\u0644\u064f\u06da \ufd3f   \"perkataan orang-orang kafir yang terdahulu.\" Yakni ucapan orang-orang musyrik bahwa malaikat adalah anak wanita Allah, hati mereka serupa maka ucapan mereka pun sama-sama batilnya. \ufd3e \u0642\u064e\u0670\u062a\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f       \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u06d6       \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0649\u0670  \u064a\u064f\u0624\u06e1\u0641\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"Dilaknati Allah-lah mereka, bagaimana mereka sampai berpaling?\" Ba-gaimana mereka berpaling dari kebenaran murni dan sangat jelas kepada ucapan yang telah nyata kebatilannya."},{"id":1734,"sura":9,"from_aya":31,"to_aya":31,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(31) Ini, walaupun agak mengherankan jika ada umat besar bersepakat mengatakan pendapat yang kebatilannya ditunjukkan oleh pemikiran ringan dan akal yang biasa-biasa saja, akan tetapi hal itu mempunyai sebab yaitu bahwa mereka \ufd3e \u0671\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652   \u0623\u064e\u062d\u06e1\u0628\u064e\u0627\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Men-jadikan orang-orang alimnya\", yaitu ulama mereka, \ufd3e \u0648\u064e\u0631\u064f\u0647\u06e1\u0628\u064e\u0670\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"dan rahib-rahib mereka,\" yakni ahli ibadah yang berkonsentrasi hanya kepada ibadah \ufd3e \u0623\u064e\u0631\u06e1\u0628\u064e\u0627\u0628\u0657\u0627     \u0645\u0651\u0650\u0646  \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \ufd3f   \"sebagai tuhan selain Allah.\" Para alim dan rahib itu menghalalkan untuk mereka apa yang diharam-kan Allah, lalu mereka mengikutinya, dan mengharamkan untuk mereka apa yang dihalalkan Allah lalu mereka mengikutinya, serta mensyariatkan syariat-syariat dan ucapan-ucapan yang bertentangan dengan agama para rasul, dan mereka pun mengikutinya. Mereka juga bersikap berlebih-lebihan terhadap syaikh-syaikh dan ahli-ahli ibadah mereka dan mengagungkannya, menjadikan kuburan mereka sebagai tempat-tempat ibadah yang disembah selain Allah, serta dijadikan sebagai tempat untuk menyembelih kurban, berdoa, dan beristighatsah. \n\ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u0633\u0650\u064a\u062d\u064e     \u0671\u0628\u06e1\u0646\u064e   \u0645\u064e\u0631\u06e1\u064a\u064e\u0645\u064e \ufd3f   \"Dan (juga mereka mempertuhankan) al-Masih putra Maryam.\" Mereka mengangkatnya sebagai tuhan selain Allah, mereka telah menyelisihi perintah Allah kepada mereka melalui lisan para rasulNya. \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627\u0653     \u0623\u064f\u0645\u0650\u0631\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652  \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627  \u0644\u0650\u064a\u064e\u0639\u06e1\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652  \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u0657\u0627  \u0648\u064e\u0670\u062d\u0650\u062f\u0657\u0627\u06d6         \u0644\u0651\u064e\u0627\u0653  \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e  \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627     \u0647\u064f\u0648\u064e\u06da \ufd3f   \"Pa-dahal mereka hanya disuruh menyembah Rabb Yang Maha Esa, tidak ada Rabb (yang berhak disembah) selain Dia.\" Agar mereka mengikhlaskan ibadah dan ketaatan hanya untukNya, serta mengkhususkanNya dengan kecintaan dan doa, namun mereka mencampakkan perintah Allah dan menyekutukanNya dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan keterangan tentangnya. \ufd3e \u0633\u064f\u0628\u06e1\u062d\u064e\u0670\u0646\u064e\u0647\u064f\u06e5     \u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627  \u064a\u064f\u0634\u06e1\u0631\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"Maha-suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.\" Mahasuci, Mahabersih, dan Mahatinggi keagunganNya dari kesyirikan dan kedustaan mereka, sesungguhnya perbuatan mereka itu berarti meremehkan-Nya dan menyifatiNya dengan apa yang tidak layak bagi keagung-anNya, padahal Allah Mahatinggi dalam sifat dan perbuatanNya dari segala yang dinisbatkan kepadaNya yang bertentangan dengan kesucianNya. "},{"id":1735,"sura":9,"from_aya":32,"to_aya":32,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(32)  Manakala terbukti bahwa tidak ada hujjah atas apa yang mereka katakan, dan tidak ada bukti atas apa yang mereka letak-kan, akan tetapi ia hanyalah ucapan dan kedustaan yang mereka ada-adakan, maka Allah mengabarkan bahwa, \ufd3e \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"mereka berkehendak\", dengan ini \ufd3e \u0623\u064e\u0646  \u064a\u064f\u0637\u06e1\u0641\u0650\u0640\u0654\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0646\u064f\u0648\u0631\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0628\u0650\u0623\u064e\u0641\u06e1\u0648\u064e\u0670\u0647\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1  \ufd3f \"memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka.\" Cahaya Allah adalah agamaNya yang dengannya Dia mengutus para rasul dan menurunkan kitab-kitab. Allah menamakannya cahaya karena ia dijadikan sebagai cahaya penerang dalam kegelapan kebodohan dan agama-agama yang batil. Ia adalah ilmu dan amal dengan ke-benaran, sedangkan selainnya adalah kebalikannya. Orang-orang Yahudi, Nasrani, dan orang-orang musyrikin lain yang menyerupai mereka ingin memadamkan cahaya Allah hanya dengan ucapan mereka yang sama sekali tak berdalil. \ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0623\u06e1\u0628\u064e\u0649     \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627\u0653     \u0623\u064e\u0646  \u064a\u064f\u062a\u0650\u0645\u0651\u064e   \u0646\u064f\u0648\u0631\u064e\u0647\u064f\u06e5 \ufd3f   \"Dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya\", karena itu adalah cahaya yang terang kuat, yang tidak mungkin bagi se-luruh makhluk untuk memadamkannya meski mereka bersatu, sementara yang menurunkannya adalah pemegang ubun-ubun segenap hamba. Dan Dia menjamin menjaganya dari siapa pun yang ingin berbuat jahat kepadanya. Oleh karena itu, Dia berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0623\u06e1\u0628\u064e\u0649     \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627\u0653     \u0623\u064e\u0646  \u064a\u064f\u062a\u0650\u0645\u0651\u064e    \u0646\u064f\u0648\u0631\u064e\u0647\u064f\u06e5  \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u06e1     \u0643\u064e\u0631\u0650\u0647\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0643\u064e\u0670\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"Dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai,\" dan berusaha dengan keras dalam menolak dan membatalkannya, sesungguhnya usaha mereka tidak akan memu-daratkan kebenaran sedikit pun.  "},{"id":1736,"sura":9,"from_aya":33,"to_aya":33,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(33) Kemudian Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 menjelaskan cahaya yang Allah menjamin akan menjaga dan menyempurnakannya, Dia berfirman, \ufd3e \u0647\u064f\u0648\u064e     \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0653   \u0623\u064e\u0631\u06e1\u0633\u064e\u0644\u064e  \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u0647\u064f\u06e5  \u0628\u0650\u0671\u0644\u06e1\u0647\u064f\u062f\u064e\u0649\u0670 \ufd3f   \"Dia-lah yang telah mengutus RasulNya (de-ngan membawa) petunjuk (al-Qur`an)\", yaitu ilmu yang bermanfaat \ufd3e \u0648\u064e\u062f\u0650\u064a\u0646\u0650     \u0671\u0644\u06e1\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \ufd3f   \"dan agama yang benar\", yaitu amal yang shalih. Apa yang dengannya Allah mengutus Muhammad \ufdfa mencakup penjelasan yang haq dengan yang batil dalam nama, sifat, dan perbuatan Allah, dalam hukum dan beritaNya, perintah kepada semua kemaslahatan yang bermanfaat bagi hati, rohani, dan jasmani, mulai dari meng-ikhlaskan ketaatan hanya kepada Allah semata, mencintai dan menyembah Allah, perintah kepada kemuliaan akhlak, kebaikan sifat, amal shalih, dan adab yang bermanfaat, serta larangan ter-hadap apa yang menjadi lawannya, berupa amal dan akhlak yang buruk, yang memudaratkan hati, jasmani, dunia, dan akhirat. \nAllah mengutus Muhammad dengan petunjuk dan agama yang benar \ufd3e \u0644\u0650\u064a\u064f\u0638\u06e1\u0647\u0650\u0631\u064e\u0647\u064f\u06e5     \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649  \u0671\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650   \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650\u0647\u0650\u06e6  \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u06e1  \u0643\u064e\u0631\u0650\u0647\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0634\u06e1\u0631\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai\", yakni agar Dia meninggikannya di atas agama-agama yang lain dengan hujjah dan bukti, pedang dan tombak, meskipun orang-orang musyrik membenci itu, membuat tipu daya dan makar untuk-nya, sesungguhnya makar yang buruk hanya akan membahayakan pelakunya, janji Allah pasti akan Dia laksanakan dan jaminanNya pasti akan Dia tunaikan."},{"id":1737,"sura":9,"from_aya":34,"to_aya":35,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil dan mereka meng-halang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam Neraka Jahanam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka, 'Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu'.\" (At-Taubah: 34-35)."},{"id":1738,"sura":9,"from_aya":34,"to_aya":34,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(34) Ini adalah peringatan dari Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 kepada hamba-hambaNya yang beriman agar berhati-hati terhadap banyaknya rahib dan ulama yang memakan harta manusia dengan cara yang batil, yakni dengan cara yang tidak benar dan menghalang-halangi dari jalan Allah, jika mereka mendapatkan gaji dari uang manusia atau manusia memberikan hartanya kepada mereka maka seharus-nya hal itu karena ilmu dan ibadahnya, karena petunjuk dan hida-yahnya, sementara mereka mengambilnya dan menghalang-halangi orang-orang dari jalan Allah, maka tindakan mereka mengambil harta dengan cara itu adalah kezhaliman dan keburukan, karena orang-orang tidak memberikan harta mereka kecuali agar mereka mau membimbing ke jalan yang lurus. \nTermasuk tindakan mereka mengambil harta manusia dengan cara yang tidak benar adalah jika orang-orang membayar demi fatwa atau keputusan hukum mereka yang tidak berdasar kepada apa yang diturunkan oleh Allah. Para rahib dan ulama itu yang diwas-padai dari mereka adalah dua hal: tindakan mereka mengambil harta manusia dengan cara yang batil, dan menghalang-halangi manusia dari jalan Allah.\n\ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e     \u064a\u064e\u0643\u06e1\u0646\u0650\u0632\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0630\u0651\u064e\u0647\u064e\u0628\u064e  \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0641\u0650\u0636\u0651\u064e\u0629\u064e \ufd3f   \"Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak.\" Yakni menahannya. \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627     \u064a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064e\u0627     \u0641\u0650\u064a  \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \ufd3f   \"Dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah.\" Yakni jalan-jalan kebaikan yang mengantarkan kepada Allah, dan inilah kekayaan yang diharam-kan, yakni tidak menafkahkannya pada nafkah wajib, seperti tidak membayar zakat, tidak memberi nafkah istri, atau kerabat, atau nafkah untuk jihad di jalan Allah jika jihad itu wajib, \ufd3e \u0641\u064e\u0628\u064e\u0634\u0651\u0650\u0631\u06e1\u0647\u064f\u0645     \u0628\u0650\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064d  \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u0656 \ufd3f   \"maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan menda-pat) siksa yang pedih.\" "},{"id":1739,"sura":9,"from_aya":35,"to_aya":35,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(35) Kemudian Allah menafsirkannya dengan FirmanNya, \ufd3e \u064a\u064e\u0648\u06e1\u0645\u064e     \u064a\u064f\u062d\u06e1\u0645\u064e\u0649\u0670   \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u064e\u0627 \ufd3f   \"Pada hari dipanaskan\" yaitu pada harta m e r e k a \ufd3e   \u0641\u0650\u064a  \u0646\u064e\u0627\u0631\u0650  \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e  \ufd3f \"dalam Neraka Jahanam\", setiap dinar dan emas dipanaskan sedemikian rupa, \ufd3e \u0641\u064e\u062a\u064f\u0643\u06e1\u0648\u064e\u0649\u0670     \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627  \u062c\u0650\u0628\u064e\u0627\u0647\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u062c\u064f\u0646\u064f\u0648\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1   \u0648\u064e\u0638\u064f\u0647\u064f\u0648\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1\u06d6 \ufd3f   \"lalu dibakar dengan-nya dahi mereka, lambung dan punggung mereka\", pada Hari Kiamat. Setiap kali ia dingin, siksa itu dilakukan kembali pada hari yang lamanya seperti lima puluh ribu tahun (di dunia), maka dikatakan kepada mereka dengan celaan dan hinaan.\ufd3e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627     \u0645\u064e\u0627  \u0643\u064e\u0646\u064e\u0632\u06e1\u062a\u064f\u0645\u06e1  \u0644\u0650\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0641\u064e\u0630\u064f\u0648\u0642\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0645\u064e\u0627  \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u06e1    \u062a\u064e\u0643\u06e1\u0646\u0650\u0632\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.\" Allah tidak menzhalimimu, akan tetapi kamulah yang menzha-limi dirimu sendiri dan disiksa dengan kekayaan ini.\nDalam dua ayat ini Allah menyebutkan penyimpangan ma-nusia pada hartanya, yaitu dengan satu dari dua hal: bisa dengan membelanjakannya dalam kebatilan yang tidak bermanfaat apa pun, justru yang didapatkan hanyalah mudarat semata, seperti dengan membelanjakan harta dalam memuaskan nafsu dan kemaksiatan yang tidak mendukung ketaatan kepada Allah, dan mengeluarkan-nya untuk menghalang-halangi dari jalan Allah, bisa pula dengan tidak menafkahkannya pada hal yang bersifat wajib, dan larangan terhadap sesuatu merupakan perintah kepada kebalikannya. 9"},{"id":1740,"sura":9,"from_aya":36,"to_aya":36,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan Haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang ber-takwa.\" (At-Taubah: 36)."},{"id":1741,"sura":9,"from_aya":36,"to_aya":36,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(36) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0639\u0650\u062f\u0651\u064e\u0629\u064e  \u0671\u0644\u0634\u0651\u064f\u0647\u064f\u0648\u0631\u0650    \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \ufd3f \"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah,\" yakni dalam keputusan dan takdir-Nya, \ufd3e \u0671\u062b\u06e1\u0646\u064e\u0627     \u0639\u064e\u0634\u064e\u0631\u064e   \u0634\u064e\u0647\u06e1\u0631\u0657\u0627 \ufd3f   \"ialah dua belas bulan\", yaitu bulan-bulan yang dikenal ini \ufd3e \u0641\u0650\u064a \u0643\u0650\u062a\u064e\u0670\u0628\u0650 \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \ufd3f   \"dalam ketetapan Allah,\" yakni hukum tak-dirNya \ufd3e \u064a\u064e\u0648\u06e1\u0645\u064e  \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e  \u0671\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0670\u0648\u064e\u0670\u062a\u0650  \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0631\u06e1\u0636\u064e   \ufd3f \"di waktu Dia menciptakan langit dan bumi\", dan memberlakukan siang dan malam serta menentukan waktu-waktunya, lalu Dia membaginya menjadi dua belas bulan ini. \ufd3e \u0645\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064e\u0627\u0653 \u0623\u064e\u0631\u06e1\u0628\u064e\u0639\u064e\u0629\u064c     \u062d\u064f\u0631\u064f\u0645\u065e\u06da \ufd3f   \"Di antaranya empat bulan Haram.\" Yaitu Rajab, Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram, dinamakan Haram karena kesucian dan kehormatannya yang lebih dan karena diharamkan-nya perang di dalamnya. \n\ufd3e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627     \u062a\u064e\u0638\u06e1\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e    \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06da \ufd3f   \"Janganlah kamu menganiaya diri kamu da-lam bulan yang empat itu.\" Ada kemungkinan kata gantinya kembali kepada dua belas bulan itu, dan bahwa Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 menjelaskan bah-wa Dia menjadikannya sebagai ukuran bagi manusia, dan agar ia diramaikan dengan ketaatan, agar Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 disyukuri karena nik-matNya padanya, dan pemberlakuan bulan-bulan tersebut untuk kemaslahatan ma-nusia, maka hendaknya kamu berhati-hati dalam menzhalimi diri sendiri di dalamnya. Ada kemungkinan pula kata gantinya kembali kepada empat bulan Haram, bahwa ini adalah larangan khusus bagi mereka dari berbuat aniaya di dalamnya, ditambah dengan larangan terhadap kezhaliman di setiap waktu, karena pengharamannya yang lebih di mana kezhaliman padanya lebih berat daripada di selainnya, dan di antaranya adalah larangan berperang di dalamnya menurut pendapat yang menyatakan bahwa pengharaman berperang di bulan-bulan Haram tidak dinasakh, dalam rangka mengamalkan dalil-dalil yang umum yang mengha-ramkan perang di dalamnya, ada pula yang berkata bahwa pengha-raman perang di bulan Haram telah dinasakh dengan mengambil keumuman Firman Allah, \ufd3e \u0648\u064e\u0642\u064e\u0670\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652     \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0634\u06e1\u0631\u0650\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0643\u064e\u0627\u0653\u0641\u0651\u064e\u0629\u0657 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627         \u064a\u064f\u0642\u064e\u0670\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0643\u064e\u0627\u0653\u0641\u0651\u064e\u0629\u0657\u06da \ufd3f   \"Dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya.\" Yakni perangilah semua jenis orang-orang musyrik dan orang-orang yang kafir kepada Rabb semesta alam tanpa pandang bulu, akan tetapi anggaplah semuanya sebagai musuhmu sebagaimana mereka bersikap kepadamu, mereka meng-anggap orang-orang yang beriman sebagai musuh di mana mereka selalu ingin menimpakan keburukan kepadamu. Ada juga kemung-kinan bahwa \ufd3e   \u0643\u064e\u0627\u0653\u0641\u0651\u064e\u0629\u0657 \ufd3f   adalah hal dari wawu (pada kata \u0642\u064e\u0627\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0652\u0627) jadi mak-nanya adalah perangilah olehmu semua orang-orang musyrik, jadi kewajiban berperang berlaku atas semua kaum Muslimin, dan menurut kemungkinan ini ia dinasakh oleh FirmanNya, \n\ufd3e  \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627    \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0644\u0650\u064a\u064e\u0646\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652   \u0643\u064e\u0627\u0653\u0641\u0651\u064e\u0629\u0657\u06da   ...\ufd3f\n\"Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang Mukmin itu pergi se-muanya (ke medan perang)....\" (At-Taubah: 122). \n\ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0639\u06e1\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652     \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0645\u064e\u0639\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa,\" dengan pertolonganNya, kemenangan-Nya, dan dukunganNya. Hendaknya kamu selalu bertakwa dan taat kepada Allah dalam urusanmu yang rahasia dan yang terang-terangan, khususnya pada saat perang melawan orang-orang kafir, karena bisa jadi dalam kondisi tersebut seorang Mukmin mening-galkan ketakwaan kepada Allah dalam bersikap terhadap orang-orang kafir yang merupakan musuh yang memerangi."},{"id":1742,"sura":9,"from_aya":37,"to_aya":37,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Sesungguhnya mengundur-undurkan bulan Haram itu adalah menambah kekafiran, orang-orang yang kafir disesatkan dengan mengundur-undurkan itu, mereka menghalalkannya pada suatu tahun dan mengharamkannya pada tahun yang lain, agar mereka dapat menyesuaikan dengan bilangan yang Allah mengharamkan-nya maka mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. (Setan) menjadikan mereka memandang baik perbuatan mereka yang buruk itu. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.\" (At-Taubah: 37)."},{"id":1743,"sura":9,"from_aya":37,"to_aya":37,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(37) An-Nasi` adalah apa yang dilakukan oleh orang-orang jahiliyah dalam bulan-bulan Haram, dan di antara bid'ah mereka yang batil adalah bahwa manakala mereka merasa harus berperang di sebagian waktu dari bulan yang Haram, maka mereka meman-dang dengan pandangan mereka yang rusak perlunya menjaga bilangan bulan-bulan Haram yang mana Allah melarang berperang padanya, maka mereka menunda atau memajukan sebagian bulan Haram dengan menggantikannya dengan bulan halal sesuka hati mereka, jika ia telah diganti dengannya, maka mereka pun mengha-lalkan berperang di dalamnya dan menjadikan bulan yang halal, haram. Inilah yang dinyatakan oleh Allah bahwa ia adalah tam-bahan kekufuran dan kesesatan mereka, karena ia mengandung berbagai dampak negatif:\nDi antaranya, bahwa mereka mengada-adakan hal tersebut dari diri mereka sendiri dan menjadikannya sama dengan syariat dan agama Allah, padahal Allah dan RasulNya berlepas diri dari-nya.\nDi antaranya, bahwa mereka memutarbalikkan agama, men-jadikan yang halal haram dan yang haram halal.\nDi antaranya, bahwa mereka mengelabui Allah \u2013menurut klaim mereka- dan mengelabui hamba-hambaNya serta merancukan agama mereka. Mereka memakai tipuan dan kebohongan dalam agama Allah.\nDi antaranya, juga bahwa adat-adat yang bertentangan dengan syariat yang terus dilakukan berakibat hilangnya (nilai) keburukan adat itu dari jiwa, bahkan bisa jadi ia dikira baik, maka terjadilah kesesatan dan kebatilan.\nOleh karena itu Allah berfirman, \ufd3e \u064a\u064f\u0636\u064e\u0644\u0651\u064f \u0628\u0650\u0647\u0650     \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652  \u064a\u064f\u062d\u0650\u0644\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f\u06e5  \u0639\u064e\u0627\u0645\u0657\u0627  \u0648\u064e\u064a\u064f\u062d\u064e\u0631\u0651\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f\u06e5  \u0639\u064e\u0627\u0645\u0657\u0627  \u0644\u0651\u0650\u064a\u064f\u0648\u064e\u0627\u0637\u0650\u0640\u0654\u064f\u0648\u0627\u0652   \u0639\u0650\u062f\u0651\u064e\u0629\u064e  \u0645\u064e\u0627  \u062d\u064e\u0631\u0651\u064e\u0645\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \ufd3f   \"Orang-orang yang kafir disesatkan dengan meng-undur-undurkan itu, mereka menghalalkannya pada suatu tahun dan mengharamkannya pada tahun yang lain, agar mereka dapat menyesuaikan dengan bilangan yang Allah mengharamkannya.\" Yakni agar mereka menyesuaikan bilangannya. \ufd3e \u0641\u064e\u064a\u064f\u062d\u0650\u0644\u0651\u064f\u0648\u0627\u0652     \u0645\u064e\u0627  \u062d\u064e\u0631\u0651\u064e\u0645\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u06da       \u0632\u064f\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e  \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0633\u064f\u0648\u0653\u0621\u064f  \u0623\u064e\u0639\u06e1\u0645\u064e\u0670\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1\u06d7 \ufd3f   \"Maka mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. (Setan) menjadikan mereka memandang baik perbuatan mereka yang buruk itu.\" Yakni setan menjadikan amal buruk mereka seakan-akan indah, maka mereka pun memandangnya indah keyakinan yang disematkan oleh setan seolah-olah indah di dalam hati mereka. \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f       \u0644\u064e\u0627  \u064a\u064e\u0647\u06e1\u062f\u0650\u064a \u0671\u0644\u06e1\u0642\u064e\u0648\u06e1\u0645\u064e     \u0671\u0644\u06e1\u0643\u064e\u0670\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir\", orang-orang yang kekufuran dan pendustaan telah tercetak di dalam hati mereka. Kalaupun semua ayat Allah datang kepada mereka, niscaya mereka tetap tidak beriman. "},{"id":1744,"sura":9,"from_aya":0,"to_aya":0,"type":"\u062a\u0645\u0647\u064a\u062f \u0644\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"Kemudian Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman,"},{"id":1745,"sura":9,"from_aya":38,"to_aya":39,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya apabila dikatakan kepada kamu, 'Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah,' kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehi-dupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (diban-dingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit. Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudaratan kepadaNya sedikit pun. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.\" (At-Taubah: 38-39)."},{"id":1746,"sura":9,"from_aya":38,"to_aya":38,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(38) Ketahuilah bahwa banyak ayat di dalam surat yang mulia ini turun pada perang Tabuk, ketika Nabi \ufdfa menyiapkan kaum Muslimin untuk memerangi Romawi, sementara waktu itu adalah musim panas, bekal minim dan kehidupan sedang sulit[91], maka sebagian kaum Muslimin merasa berat yang membuat Allah  \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 menegur dan mendorong mereka, Dia \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \ufd3e \u064a\u064e\u0670\u0653\u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e   \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"Hai orang-orang yang beriman\", tidakkah kalian tahu tuntutan keimanan dan sebab keyakinan adalah bersegera melaksanakan perintah Allah dan berlomba-lomba menuju ridhaNya, berjihad melawan musuhnya serta memenangkan agamamu? \n\ufd3e \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627  \u0642\u0650\u064a\u0644\u064e  \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f  \u0671\u0646\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0641\u0650\u064a  \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0671\u062b\u0651\u064e\u0627\u0642\u064e\u0644\u06e1\u062a\u064f\u0645\u06e1   \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0631\u06e1\u0636\u0650\u06da \ufd3f   \"Apakah sebabnya apa-bila dikatakan kepada kamu, 'Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah,' kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu?\" Yakni kamu bermalas-malasan, cenderung dan condong kepada keselamatan dan enak-enakan. \ufd3e \u0623\u064e\u0631\u064e\u0636\u0650\u064a\u062a\u064f\u0645     \u0628\u0650\u0671\u0644\u06e1\u062d\u064e\u064a\u064e\u0648\u0670\u0629\u0650  \u0671\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u06e1\u064a\u064e\u0627  \u0645\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u0653\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650\u06da \ufd3f   \"Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat?\" Yakni keadaanmu tidak lain kecuali sama dengan keadaan orang yang rela dengan dunia dan mengejarnya tanpa peduli terhadap akhirat, seolah-olah dia tidak beriman kepadanya. \ufd3e \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627     \u0645\u064e\u062a\u064e\u0670\u0639\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u062d\u064e\u064a\u064e\u0648\u0670\u0629\u0650  \u0671\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u06e1\u064a\u064e\u0627 \ufd3f   \"Pa-dahal kenikmatan hidup di dunia ini\", yang kamu condong kepadanya dan kamu dahulukan di atas akhirat \ufd3e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627     \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064c \ufd3f   \"hanyalah sedikit.\" \nBukankah Allah telah memberimu akal untuk menimbang segala urusan, mana yang lebih berhak untuk didahulukan? Bu-kankah dunia dari awal sampai ujung tiada bandingannya dengan akhirat? Berapakah umur manusia di dunia yang sangat pendek itu sehingga dia menjadikannya tujuan akhir, sehingga seluruh usaha-nya, pikirannya, tindak tanduknya, dan ambisinya tidak lebih ke-cuali untuk dunia yang pendek yang penuh dengan polusi yang sarat dengan marabahaya? Dengan dasar apakah kamu mementing-kannya di atas kehidupan akhirat, yang padanya terdapat seluruh nikmat, yang padanya terdapat seluruh apa yang diinginkan oleh jiwa dan dinikmati oleh mata dan kamu pun kekal di dalamnya? Demi Allah, tidak akan mendahulukan dunia di atas akhirat orang yang imannya mantap di hatinya, pikirannya matang di kepalanya, yang termasuk sebagai Ulil Albab (orang-orang yang berakal)."},{"id":1747,"sura":9,"from_aya":39,"to_aya":39,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(39) Kemudian Allah mengancam mereka jika mereka tetap malas berjihad, Dia berfirman, \ufd3e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0646\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652  \u064a\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u06e1\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627  \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u0657\u0627  \ufd3f \"Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih\", di dunia dan akhirat, karena tidak berangkat untuk berjihad dalam kondisi yang menuntut keberangkatan, termasuk dosa besar yang menyebabkan azab yang berat, karena ia mengan-dung mudarat besar, orang yang tertinggal dengan sengaja telah durhaka kepada Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649, melakukan laranganNya, tidak mem-bantu menolong agama Allah, tidak membela Kitab dan syariat Allah, tidak membantu saudaranya yang seiman melawan musuh yang hendak menghabisi mereka dan mematikan agama mereka, dan bisa jadi dia diikuti orang-orang yang lemah imannya, bahkan hal itu bisa melemahkan sebagian orang yang telah ikut berjihad melawan musuh Allah, maka orang yang demikian ini berhak mem-peroleh ancaman keras dari Allah, Dia berfirman, \ufd3e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0646\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652  \u064a\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u06e1\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627  \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u0657\u0627  \u0648\u064e\u064a\u064e\u0633\u06e1\u062a\u064e\u0628\u06e1\u062f\u0650\u0644\u06e1  \u0642\u064e\u0648\u06e1\u0645\u064b\u0627   \u063a\u064e\u064a\u06e1\u0631\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1  \ufd3f \"Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain\", yang tidak sama dengan kamu, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0636\u064f\u0631\u0651\u064f\u0648\u0647\u064f  \u0634\u064e\u064a\u06e1\u0640\u0654\u0657\u0627\u06d7 \ufd3f   \"dan kamu tidak akan dapat memberi kemudaratan kepada-Nya sedikit pun.\" Karena Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 telah menjamin untuk memenang-kan agamaNya dan meninggikan kalimatNya, tak ada bedanya kamu menjalankan perintah Allah atau kamu mencampakkannya di belakang punggungmu. \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f     \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670  \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650  \u0634\u064e\u064a\u06e1\u0621\u0656   \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u064c \ufd3f   \"Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.\" Tidak ada sesuatu pun yang menghalang-hala-ngiNya dari apa yang diinginkanNya dan tak ada sesuatu pun yang dapat mengalahkanNya."},{"id":1748,"sura":9,"from_aya":40,"to_aya":40,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka se-sungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Makkah) mengeluarkannya (dari Makkah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada sahabatnya, 'Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.' Maka Allah menu-runkan ketenanganNya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.\" (At-Taubah: 40)."},{"id":1749,"sura":9,"from_aya":40,"to_aya":40,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(40) Jikalau kamu tidak menolong RasulNya, Muhammad \ufdfa, maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan se-suatu pun) darimu, dan kamu tidak akan memudaratkanNya sama sekali. Dia telah menolongnya dalam kondisi yang paling sulit dan paling lemah, \ufd3e \u0625\u0650\u0630\u06e1 \u0623\u064e\u062e\u06e1\u0631\u064e\u062c\u064e\u0647\u064f         \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"(yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Makkah) mengeluarkannya (dari Makkah).\" Ketika mereka hendak membunuhnya dengan serius dan sungguh-sungguh, maka mereka telah memaksanya keluar. \ufd3e \u062b\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a\u064e     \u0671\u062b\u06e1\u0646\u064e\u064a\u06e1\u0646\u0650 \ufd3f   \"Sedang dia salah se-orang dari dua orang.\" Dia dan Abu Bakar ash-Shiddiq \u0631\u0636\u064a \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0639\u0646\u0647 \ufd3e \u0625\u0650\u0630\u06e1 \u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a   \u0671\u0644\u06e1\u063a\u064e\u0627\u0631\u0650 \ufd3f   \"ketika keduanya berada dalam gua.\" Ketika keduanya lari dari Makkah dan berlindung di gua Tsur di bagian bawah Makkah, ke-duanya bersembunyi di dalamnya sampai pencarian kaum musy-rikin terhadapnya mengendur, keduanya dalam kondisi yang sulit, sempit, dan berat, manakala musuh berada di setiap penjuru men-cari keduanya untuk dibunuh, lalu Allah menurunkan pertolongan-Nya kepada keduanya yang tidak diduga-duga \ufd3e \u0625\u0650\u0630\u06e1       \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \ufd3f   \"di waktu dia berkata,\" yakni Nabi \ufdfa \ufd3e \u0644\u0650\u0635\u064e\u0670\u062d\u0650\u0628\u0650\u0647\u0650\u06e6 \ufd3f   \"kepada sahabatnya\", Abu Bakar ketika dia bersedih dan sangat cemas, \ufd3e \u0644\u064e\u0627     \u062a\u064e\u062d\u06e1\u0632\u064e\u0646\u06e1  \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e\u0646\u064e\u0627\u06d6 \ufd3f   \"janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.\" Dengan bantuan, pertolongan, dan dukunganNya. \ufd3e \u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e       \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0633\u064e\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f\u06e5  \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650 \ufd3f   \"Maka Allah menurunkan ketenanganNya kepada (Muhammad)\", yakni keteguhan, ketentraman, dan kedamaian yang meneguhkan hati. Oleh karena itu manakala sahabatnya cemas, dia menenangkannya dengan ucapannya, \"Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.\" \ufd3e \u0648\u064e\u0623\u064e\u064a\u0651\u064e\u062f\u064e\u0647\u064f\u06e5     \u0628\u0650\u062c\u064f\u0646\u064f\u0648\u062f\u0656  \u0644\u0651\u064e\u0645\u06e1  \u062a\u064e\u0631\u064e\u0648\u06e1\u0647\u064e\u0627 \ufd3f   \"Dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya\", yaitu para malaikat yang mulia yang dija-dikan sebagai penjaga oleh Allah baginya. \n\ufd3e \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e     \u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0629\u064e  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0671\u0644\u0633\u0651\u064f\u0641\u06e1\u0644\u064e\u0649\u0670\u06d7 \ufd3f   \"Dan Allah menjadikan se-ruan orang-orang kafir itulah yang rendah.\" Yakni kalah dan terhinakan. Orang-orang kafir dengan kemarahannya mengira mampu mem-bunuh Muhammad untuk mengobati kebenciannya, mereka meng-upayakan segala cara untuk itu, akan tetapi Allah menipu mereka dan menggagalkan keinginan mereka, bahkan mereka sedikit pun tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan. Allah menolong RasulNya dengan membelanya. Inilah pertolongan yang disebut-kan di tempat ini, karena pertolongan Allah itu ada dua macam: yaitu pertolongan bagi kaum Muslimin manakala mereka berperang melawan musuh mereka. Allah menyempurnakan apa yang mereka cari dan inginkan sehingga mereka pun menguasai musuh dan menang atas mereka. Yang kedua adalah pertolongan bagi orang tertindas di mana musuh yang kuat hendak mencelakakannya, per-tolongan Allah kepadanya adalah dalam bentuk menolak keinginan musuh darinya dan menggagalkanya. Bisa jadi jenis pertolongan yang kedua ini lebih bermanfaat, dan pertolongan Allah kepada RasulNya ketika orang-orang kafir mengusirnya sedang dia adalah salah satu dari dua orang adalah termasuk jenis yang kedua. \nFirmanNya, \ufd3e \u0648\u064e\u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0629\u064f     \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0647\u0650\u064a\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0639\u064f\u0644\u06e1\u064a\u064e\u0627\u06d7 \ufd3f   \"Dan kalimat Allah itulah yang tinggi.\" Yakni kalimat takdirNya dan kalimat diniyahNya meng-ungguli kalimat selainnya, yang di antaranya adalah FirmanNya, \n\ufd3e \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e  \u062d\u064e\u0642\u0651\u064b\u0627  \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0646\u064e\u0627  \u0646\u064e\u0635\u06e1\u0631\u064f   \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e   47  \ufd3f\n\"Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang ber-iman.\" (Ar-Rum: 47). \n\ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627  \u0644\u064e\u0646\u064e\u0646\u0635\u064f\u0631\u064f    \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064e\u0646\u064e\u0627  \u0648\u064e\u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u06e1\u062d\u064e\u064a\u064e\u0648\u0670\u0629\u0650  \u0671\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u06e1\u064a\u064e\u0627       \u0648\u064e\u064a\u064e\u0648\u06e1\u0645\u064e  \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0645\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0634\u06e1\u0647\u064e\u0670\u062f\u064f  51 \ufd3f \n\"Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (Hari Kiamat).\" (Al-Mu`min: 51). \n\ufd3e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e   \u062c\u064f\u0646\u062f\u064e\u0646\u064e\u0627  \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u063a\u064e\u0670\u0644\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e    173  \ufd3f\n\"Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang.\" (Ash-Shaffat: 173). \nAgama Allah-lah yang unggul dan di atas agama-agama lain dengan hujjah-hujjah yang jelas, ayat-ayat yang mengagumkan, dan kekuatan yang unggul. \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f     \u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064c \ufd3f   \"Allah Mahaperkasa\", tidak ada yang dapat mengalahkanNya dan tidak ada yang mampu berlari dariNya, \ufd3e \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064c \ufd3f   \"lagi Mahabijaksana.\" Meletakkan segala sesuatu pada tempatnya dan menunda kemenangan golonganNya sampai batas waktu tertentu sesuai dengan tuntutan hikmah ilahiyah.\nDi dalam ayat yang mulia ini juga terdapat penjelasan tentang keutamaan Abu Bakar ash-Shiddiq \u0631\u0636\u064a \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0639\u0646\u0647 dengan satu keunggulan yang tidak diraih oleh siapa pun dari umat ini, yaitu keberuntungan me-raih keistimewaan yang mulia dan persahabatan yang luhur. Dan kaum Muslimin telah sepakat bahwa dialah yang dimaksud dalam ayat ini. Oleh karena itu mereka mengategorikan orang yang meng-ingkari Abu Bakar sebagai sahabat Nabi \ufdfa adalah kafir, karena dia mengingkari al-Qur`an yang secara nyata menegaskan hal itu. \nDi dalam ayat ini juga terdapat penjelasan tentang keutamaan 'sakinah' bahwa ia termasuk kesempurnaan nikmat Allah kepada seorang hamba dalam masa-masa sulit dan mencekam yang men-jadikan hati takut, dan bahwa ia akan didapat sesuai dengan ma'rifat seorang hamba kepada Rabbnya dan kepercayaannya kepada jan-jiNya yang benar, dan sesuai dengan iman serta keberaniannya. \nDi dalamnya juga terdapat penjelasan bahwa kecemasan bisa merasuki hamba-hamaba Allah yang shiddiqin, meskipun yang lebih baik bagi seorang hamba jika tertimpa olehnya agar berusaha melenyapkannya, karena ia dapat melemahkan hati dan menggem-bosi semangat."},{"id":1750,"sura":9,"from_aya":41,"to_aya":42,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan atau-pun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu me-ngetahui. Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak berapa jauh, pas-tilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan (Nama) Allah, 'Jikalau kami sanggup tentulah kami berangkat bersama-samamu.' Mereka membinasakan diri mereka sendiri dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang ber-dusta.\"  (At-Taubah: 41-42)."},{"id":1751,"sura":9,"from_aya":41,"to_aya":41,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(41) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman kepada hamba-hambaNya yang beriman, mendorong mereka untuk berjihad di jalanNya. Dia ber-firman, \ufd3e \u0671\u0646\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652     \u062e\u0650\u0641\u064e\u0627\u0641\u0657\u0627  \u0648\u064e\u062b\u0650\u0642\u064e\u0627\u0644\u0657\u0627 \ufd3f   \"Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan ataupun merasa berat\", dalam kondisi sulit maupun mudah, semangat maupun terpaksa, panas maupun dingin, dan dalam se-mua kondisi. \ufd3e \u0648\u064e\u062c\u064e\u0670\u0647\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627\u0652     \u0628\u0650\u0623\u064e\u0645\u06e1\u0648\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1    \u0641\u0650\u064a  \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650\u06da \ufd3f   \"Dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah.\" Yakni keluarkan dayamu untuk itu, berikanlah kemampuanmu dalam harta dan jiwa. Ini adalah dalil bahwa sebagaimana jihad itu wajib pada jiwa, ia juga wajib pada harta, sesuai dengan tuntutan situasi dan kondisi, kemudian Dia berfirman, \ufd3e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1     \u062e\u064e\u064a\u06e1\u0631\u065e  \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0625\u0650\u0646  \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u06e1    \u062a\u064e\u0639\u06e1\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.\" Yakni, jihad dengan jiwa dan harta adalah lebih baik bagimu daripada berpangku tangan, karena ia mengandung ridha Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 dan kemenangan dengan derajat yang tinggi di sisiNya, serta membantu agamaNya dan masuk ke dalam golongan dan tentaraNya.  "},{"id":1752,"sura":9,"from_aya":42,"to_aya":42,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(42) \ufd3e \u0644\u064e\u0648\u06e1  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e        \ufd3f \"Kalau\", keluarnya mereka itu untuk mencari keuntungan yang mudah untuk didapatkan atau manfaat dunia yang mudah untuk diraih, atau bepergiannya adalah, \ufd3e \u0648\u064e\u0633\u064e\u0641\u064e\u0631\u0657\u0627  \u0642\u064e\u0627\u0635\u0650\u062f\u0657\u0627 \ufd3f   \"Perjalanan yang tidak berapa jauh,\" yakni mudah lagi dekat, \ufd3e \u0644\u0651\u064e\u0671\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064f\u0648\u0643\u064e \ufd3f   \"pastilah mereka mengikutimu\", karena tidak adanya kesulitan yang berarti. \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u06e2     \u0628\u064e\u0639\u064f\u062f\u064e\u062a\u06e1   \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u0645\u064f  \u0671\u0644\u0634\u0651\u064f\u0642\u0651\u064e\u0629\u064f\u06da \ufd3f   \"Tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka.\" Jaraknya bagi mereka adalah jauh. Perjalanan-nya bagi mereka adalah sulit. Oleh karena itu, mereka merasa berat untuk mengikutimu. Ini bukanlah tanda penghambaan, akan tetapi seorang hamba yang hakiki yang benar-benar beribadah kepada Allah dalam kondisi apa pun, yang menunaikan semua ibadah baik yang mudah maupun yang berat, maka dialah hamba Allah dalam kondisi apa pun. \ufd3e \u0648\u064e\u0633\u064e\u064a\u064e\u062d\u06e1\u0644\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e     \u0628\u0650\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0644\u064e\u0648\u0650  \u0671\u0633\u06e1\u062a\u064e\u0637\u064e\u0639\u06e1\u0646\u064e\u0627  \u0644\u064e\u062e\u064e\u0631\u064e\u062c\u06e1\u0646\u064e\u0627   \u0645\u064e\u0639\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Mereka akan ber-sumpah dengan (nama) Allah, 'Jikalau kami sanggup tentulah kami ber-angkat bersama-samamu'.\" Yakni mereka akan bersumpah bahwa tidak keluarnya mereka disebabkan oleh suatu alasan, dan bahwa mereka memang tidak mampu melakukan itu. \ufd3e \u064a\u064f\u0647\u06e1\u0644\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \ufd3f \"Mereka membinasakan diri mereka sendiri\", dengan duduk, berpangku tangan, berdusta, dan mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenya-taannya. \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f     \u064a\u064e\u0639\u06e1\u0644\u064e\u0645\u064f  \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0644\u064e\u0643\u064e\u0670\u0630\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"Dan Allah mengetahui bahwa sesungguh-nya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.\"\nSindiran ini hanyalah untuk orang-orang munafik yang tidak berpartisipasi bersama Nabi \ufdfa dalam perang Tabuk, lalu mereka menyampaikan alasan-alasan dusta, maka Nabi \ufdfa memaafkan me-reka hanya dengan alasan yang mereka sampaikan, tanpa menguji mereka agar diketahui yang berdusta dan yang jujur, oleh karena itu Allah menegur Rasulullah atas ketergesa-gesaan beliau dalam memaklumi mereka. "},{"id":1753,"sura":9,"from_aya":43,"to_aya":45,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"Dia berfirman,\n\"Semoga Allah memaafkanmu. Mengapa kamu memberi izin kepada mereka (untuk tidak pergi berperang), sebelum jelas bagimu orang-orang yang benar (dalam keudzurannya) dan sebelum kamu ketahui orang-orang yang berdusta? Orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian, tidak akan meminta izin kepa-damu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa. Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan Hari Kemudian, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keraguannya.\" (At-Taubah: 43-45)."},{"id":1754,"sura":9,"from_aya":43,"to_aya":43,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(43) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman kepada RasulNya \ufdfa, \ufd3e \u0639\u064e\u0641\u064e\u0627 \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0646\u0643\u064e \ufd3f   \"Semoga Allah memaafkanmu.\" Yakni mengampuni dan memaklumi apa yang kamu lakukan. \ufd3e \u0644\u0650\u0645\u064e  \u0623\u064e\u0630\u0650\u0646\u062a\u064e  \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \ufd3f \"Mengapa kamu memberi izin kepada mereka,\" untuk tidak pergi berperang, \ufd3e \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670     \u064a\u064e\u062a\u064e\u0628\u064e\u064a\u0651\u064e\u0646\u064e  \u0644\u064e\u0643\u064e  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e   \u0635\u064e\u062f\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0648\u064e\u062a\u064e\u0639\u06e1\u0644\u064e\u0645\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0643\u064e\u0670\u0630\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"sebelum jelas bagimu orang-orang yang benar (dalam keudzurannya) dan sebelum kamu ketahui orang-orang yang berdusta?\" Dengan menguji mereka agar terbukti mana yang dusta dan mana yang benar sehingga kamu memaafkan siapa yang berhak dimaaf-kan dan siapa yang tidak.  "},{"id":1755,"sura":9,"from_aya":44,"to_aya":44,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(44) Kemudian Allah memberitahukan bahwa orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir tidak akan meminta izin untuk tidak pergi berjihad dengan harta dan jiwa mereka, ka-rena mereka memiliki semangat kepada kebaikan dan keimanan yang membuat mereka terdorong untuk berjihad tanpa memerlukan adanya pendorong, apalagi mereka meminta izin untuk tidak ber-jihad tanpa alasan. \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f     \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064f\u06e2  \u0628\u0650\u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa.\" Maka Dia membalas mereka atas ketakwaan yang mereka lakukan. Dan di antara ilmu Allah terhadap orang-orang yang bertakwa adalah bahwa Dia menyatakan bahwa di antara tanda-tandanya adalah mereka tidak meminta izin untuk tidak ber-jihad.  "},{"id":1756,"sura":9,"from_aya":45,"to_aya":45,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(45) \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627  \u064a\u064e\u0633\u06e1\u062a\u064e\u0640\u0654\u06e1\u0630\u0650\u0646\u064f\u0643\u064e  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e   \u0644\u064e\u0627  \u064a\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0628\u0650\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u064a\u064e\u0648\u06e1\u0645\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u0653\u062e\u0650\u0631\u0650  \u0648\u064e\u0671\u0631\u06e1\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e\u062a\u06e1  \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1  \ufd3f \"Sesung-guhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan Hari Kemudian, dan hati mereka ragu-ragu.\" Yakni, mereka tidak memiliki iman yang sempurna dan keyakinan yang benar. Oleh karena itu, keinginan mereka kepada kebaikan pun minim, mereka takut berperang, mereka harus me-minta izin untuk tidak berperang. \ufd3e \u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1       \u0641\u0650\u064a  \u0631\u064e\u064a\u06e1\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1  \u064a\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u062f\u0651\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"Karena itu mereka selalu bimbang dalam keraguannya.\" Yakni selalu dalam ke-bimbangan dan kebingungan."},{"id":1757,"sura":9,"from_aya":46,"to_aya":48,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiap-kan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka, dan dikatakan kepada mereka, 'Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu.' Jika mereka berangkat bersama-sama kamu, niscaya mereka tidak menambah kamu selain dari kerusakan be-laka, dan tentu mereka akan bergegas-gegas maju ke muka di celah-celah barisanmu, untuk mengadakan kekacauan di antaramu, sedang di antara kamu ada orang-orang yang amat suka mendengarkan perkataan mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang zhalim. Sesungguhnya dari dahulu pun mereka telah mencari-cari kekacauan dan mereka mengatur pelbagai macam tipu daya untuk (merusak-kan)mu, hingga datanglah kebenaran (pertolongan Allah), dan menanglah agama Allah, padahal mereka tidak menyukainya.\" (At-Taubah: 46-48)."},{"id":1758,"sura":9,"from_aya":46,"to_aya":46,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(46) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman menjelaskan bahwa orang-orang yang tidak ikut serta dalam berjihad dari kalangan orang-orang munafik, telah nampak dari mereka indikasi-indikasi tidak ingin berjihad sama sekali, dan bahwa alasan yang mereka ajukan adalah batil, karena alasan yang benar adalah penghalang yang mengha-langi jika seorang hamba telah mengeluarkan upayanya dan ber-usaha melakukan sebab-sebab yang dengannya dia bisa keluar berjihad lalu dia terhalangi oleh penghalang yang syar'i, inilah yang dianggap sebagai alasan. Adapun orang-orang munafik itu sean-dainya \ufd3e \u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0671\u0644\u06e1\u062e\u064f\u0631\u064f\u0648\u062c\u064e       \u0644\u064e\u0623\u064e\u0639\u064e\u062f\u0651\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0644\u064e\u0647\u064f\u06e5  \u0639\u064f\u062f\u0651\u064e\u0629\u0657 \ufd3f   \"mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu.\" Yakni mereka pasti bersiap-siap dan melakukan sarana-sarana yang membantu, akan tetapi karena mereka tidak melakukan persiapan, maka terbuktilah bahwa mereka memang tidak ingin berangkat. \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646     \u0643\u064e\u0631\u0650\u0647\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0671\u0646\u06e2\u0628\u0650\u0639\u064e\u0627\u062b\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka\", bersamamu kepa-da jihad, \ufd3e \u0641\u064e\u062b\u064e\u0628\u0651\u064e\u0637\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"maka Allah melemahkan keinginan mereka\", dengan qadha dan qadarnya, meskipun Dia telah memerintahkan mereka dan mendorong mereka untuk keluar berjihad dan menjadikan mereka mampu untuk itu, akan tetapi dengan hikmahNya Dia tidak berkenan membantu mereka, Dia membiarkan dan melemahkan niat mereka, \ufd3e \u0648\u064e\u0642\u0650\u064a\u0644\u064e     \u0671\u0642\u06e1\u0639\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0645\u064e\u0639\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0642\u064e\u0670\u0639\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"dan dikatakan kepada mereka, 'Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu'.\" Dari kalangan para wanita dan orang-orang yang berhalangan.  "},{"id":1759,"sura":9,"from_aya":47,"to_aya":47,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(47) Kemudian Allah menyebutkan hikmahNya dalam hal ini. \ufd3e \u0644\u064e\u0648\u06e1     \u062e\u064e\u0631\u064e\u062c\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0641\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645   \u0645\u0651\u064e\u0627  \u0632\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627  \u062e\u064e\u0628\u064e\u0627\u0644\u0657\u0627 \ufd3f   \"Jika mereka berangkat bersama-sama kamu, niscaya mereka tidak menambah kamu selain dari kerusakan belaka\", yakni kekurangan, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0623\u064e\u0648\u06e1\u0636\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627\u0652 \u062e\u0650\u0644\u064e\u0670\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"dan tentu mereka akan bergegas-gegas maju ke muka di celah-celah barisanmu\", yakni, mereka akan menyulut fitnah dan keburukan di antaramu dan memecah belah persatuanmu \ufd3e \u064a\u064e\u0628\u06e1\u063a\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f    \u0671\u0644\u06e1\u0641\u0650\u062a\u06e1\u0646\u064e\u0629\u064e  \ufd3f \"untuk mengadakan kekacauan di antara-mu.\" Yakni mereka berkeinginan keras memicu fitnah dan memacu permusuhan di antaramu. \ufd3e \u0648\u064e\u0641\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u06e1  \ufd3f \"Sedang di antara kamu ada orang-orang\", yang lemah akalnya \ufd3e \u0633\u064e\u0645\u0651\u064e\u0670\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e     \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1\u06d7 \ufd3f   \"yang amat suka mendengarkan perkataan mereka.\" Yakni memenuhi panggilan mereka dan tertipu oleh mereka. Jika mereka berkeinginan keras untuk menelantar-kanmu dan ingin menanamkan keburukan di antaramu, serta me-lemahkan barisanmu di depan musuhmu sedangkan di antaramu ada yang menerima ucapan mereka dan mendengarnya, maka bagaimana menurutmu dengan keburukan yang terjadi dan akibat pahit yang timbul jika mereka berangkat bersama orang-orang yang beriman? Milik Allah-lah hikmah yang sempurna manakala Dia melemahkan niat mereka dan mencegah mereka keluar bersama hamba-hambaNya yang beriman karena kasih sayangNya kepada hamba-hambaNya agar mereka tidak disusupi orang-orang yang tidak berguna malah membahayakan. \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f     \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064f\u06e2  \u0628\u0650\u0671\u0644\u0638\u0651\u064e\u0670\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Dan Allah mengetahui orang-orang yang zhalim.\" Maka Dia memberitahu hamba-hambaNya bagaimana mewaspadai mereka dan menjelaskan dam-pak negatif akibat berteman dengan mereka.  "},{"id":1760,"sura":9,"from_aya":48,"to_aya":48,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(48) Kemudian Allah menyebutkan bahwa mereka telah menanam keburukan sebelumnya, Dia berfirman, \ufd3e \u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0650  \u0671\u0628\u06e1\u062a\u064e\u063a\u064e\u0648\u064f\u0627\u0652  \u0671\u0644\u06e1\u0641\u0650\u062a\u06e1\u0646\u064e\u0629\u064e  \u0645\u0650\u0646  \u0642\u064e\u0628\u06e1\u0644\u064f  \ufd3f \"Sesungguhnya dari dahulu pun mereka telah mencari-cari kekacau-an.\" Yakni pada waktu kamu hijrah ke Madinah, mereka berusaha dengan sekuat tenaga, \ufd3e \u0648\u064e\u0642\u064e\u0644\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0644\u064e\u0643\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064f\u0645\u064f\u0648\u0631\u064e    \ufd3f \"dan mereka mengatur berba-gai macam tipu daya untuk (merusakkan)mu.\" Yakni mereka memutar otak dan membuat tipu daya untuk membatalkan dakwahmu dan menghinakan agamamu, dan mereka tidak lalai dalam melakukan hal itu. \ufd3e \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670   \u062c\u064e\u0627\u0653\u0621\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f  \u0648\u064e\u0638\u064e\u0647\u064e\u0631\u064e   \u0623\u064e\u0645\u06e1\u0631\u064f  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0643\u064e\u0670\u0631\u0650\u0647\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"Hingga datanglah kebenaran (pertolongan Allah), dan menanglah agama Allah, padahal mereka tidak menyukainya.\" Maka batallah tipu daya mereka dan terkikislah ke-batilan mereka, maka orang-orang seperti mereka memang pantas diwaspadai oleh hamba-hamba Allah yang beriman dan agar orang-orang Mukmin tidak peduli dengan ketidakberangkatan mereka kepada jihad."},{"id":1761,"sura":9,"from_aya":49,"to_aya":49,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Di antara mereka ada orang yang berkata, 'Berilah saya izin (tidak pergi berperang) dan janganlah kamu menjadikan saya terjerumus ke dalam fitnah.' Ketahuilah, bahwa mereka telah ter-jerumus ke dalam fitnah. Dan sesungguhnya Jahanam itu benar-benar meliputi orang-orang yang kafir.\" (At-Taubah: 49)."},{"id":1762,"sura":9,"from_aya":49,"to_aya":49,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(49) Yakni, dari kalangan orang-orang munafik itu ada yang meminta izin tidak berangkat dengan memberi alasan yang aneh, dia berkata, \ufd3e \u0671\u0626\u06e1\u0630\u064e\u0646     \u0644\u0651\u0650\u064a \ufd3f   \"Berilah saya izin\", tidak pergi berperang, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0641\u06e1\u062a\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a\u0653\u06da \ufd3f   \"dan janganlah kamu menjadikan saya terjerumus ke dalam fitnah\", dengan keluar berjihad, karena jika aku keluar berjihad dan melihat para wanita Bani al-Ashfar maka aku tidak bisa menahan diri, se-bagaimana hal itu diucapkan oleh al-Jad bin Qais, padahal maksud mereka \u2013semoga Allah menimpakan keburukan kepadanya\u2013 adalah nifak dan riya, dengan mengatakan bahwa tujuanku baik, karena kalau aku keluar berperang berarti fitnah dan menjebloskan diri kepada keburukan, sedangkan kalau aku tidak keluar maka itu berarti keselamatan dan keterjagaan dari keburukan. \nAllah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman menjelaskan kedustaan perkataan ini,\ufd3e \u0623\u064e\u0644\u064e\u0627     \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u06e1\u0641\u0650\u062a\u06e1\u0646\u064e\u0629\u0650     \u0633\u064e\u0642\u064e\u0637\u064f\u0648\u0627\u0652\u06d7 \ufd3f   \"Ketahuilah, bahwa mereka telah terjerumus ke dalam fit-nah.\" Seandainya maksud ucapan orang itu adalah benar, maka penolakan berangkat jihad tetap saja mengakibatkan kerugian besar dan fitnah besar yang pasti terjadi, yaitu kemaksiatan kepada Allah dan kepada RasulNya serta keberanian kepada dosa yang besar lagi berat. Adapun kerugian berangkat berjihad maka ia lebih kecil dibandingkan dengan ketidakberangkatan, padahal ia belum tentu terjadi. Namun sebenarnya maksud orang tersebut hanyalah pe-nolakan terhadap jihad, tidak lain. Oleh karena itu Allah mengan-camnya dengan FirmanNya. \ufd3e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u0644\u064e\u0645\u064f\u062d\u0650\u064a\u0637\u064e\u0629\u064f\u06e2   \u0628\u0650\u0671\u0644\u06e1\u0643\u064e\u0670\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Dan sesungguhnya Jahanam itu benar-benar meliputi orang-orang yang kafir.\" Mereka tidak mungkin selamat, berlari, dan menghindar darinya."},{"id":1763,"sura":9,"from_aya":50,"to_aya":51,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Jika kamu mendapat sesuatu kebaikan, mereka menjadi tidak senang karenanya, dan jika kamu ditimpa oleh sesuatu bencana, mereka berkata, 'Sesungguhnya kami sebelumnya telah memperha-tikan urusan kami (tidak pergi berperang),' dan mereka berpaling dengan rasa gembira. Katakanlah, 'Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dia-lah Pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal'.\" (At-Taubah: 50-51)."},{"id":1764,"sura":9,"from_aya":50,"to_aya":50,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(50) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman menjelaskan bahwa orang-orang munafik itu adalah musuh yang sebenarnya yang murni membenci agama, \ufd3e \u0625\u0650\u0646     \u062a\u064f\u0635\u0650\u0628\u06e1\u0643\u064e  \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064e\u0629\u065e \ufd3f   \"jika kamu mendapat sesuatu kebaikan\", se-perti kemenangan dan keunggulan di atas musuh, \ufd3e \u062a\u064e\u0633\u064f\u0624\u06e1\u0647\u064f\u0645\u06e1\u06d6 \ufd3f   \"mereka menjadi tidak senang karenanya.\" Yakni membuat mereka bersedih dan gundah gulana. \ufd3e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646     \u062a\u064f\u0635\u0650\u0628\u06e1\u0643\u064e   \u0645\u064f\u0635\u0650\u064a\u0628\u064e\u0629\u065e \ufd3f   \"Dan jika kamu ditimpa oleh sesuatu bencana\", seperti kamu kalah dari musuhmu, \ufd3e \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"me-reka berkata\", dengan membanggakan diri mereka yang selamat karena tidak ikut berperang bersamamu, \ufd3e \u0642\u064e\u062f\u06e1     \u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u06e1\u0646\u064e\u0627\u0653  \u0623\u064e\u0645\u06e1\u0631\u064e\u0646\u064e\u0627  \u0645\u0650\u0646  \u0642\u064e\u0628\u06e1\u0644\u064f \ufd3f   \"Se-sungguhnya kami sebelumnya telah memperhatikan urusan kami (tidak pergi berperang)\", kami telah berhati-hati dan melakukan apa yang membuat kami selamat dari musibah seperti ini. \ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u0627\u0652       \u0648\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0641\u064e\u0631\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"Dan mereka berpaling dengan rasa gembira\", dengan musibahmu dan ketidakikutsertaan mereka bersamamu.  "},{"id":1765,"sura":9,"from_aya":51,"to_aya":51,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(51) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman membantah mereka, \ufd3e \u0642\u064f\u0644     \u0644\u0651\u064e\u0646  \u064a\u064f\u0635\u0650\u064a\u0628\u064e\u0646\u064e\u0627\u0653  \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627     \u0645\u064e\u0627  \u0643\u064e\u062a\u064e\u0628\u064e   \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \ufd3f   \"Katakanlah, 'Sekali-kali tidak akan menimpa kami melain-kan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami'.\" Yakni Dia menak-dirkannya dan memberlakukannya di Lauhul Mahfuzh. \ufd3e \u0647\u064f\u0648\u064e     \u0645\u064e\u0648\u06e1\u0644\u064e\u0649\u0670\u0646\u064e\u0627\u06da \ufd3f   \"Dia-lah Pelindung kami\", yang mengurusi perkara kami, baik urusan agama maupun dunia, maka kita wajib ridha terhadap takdirNya, dan kita tidak memiliki sedikit pun hak dalam perkara kita. \ufd3e \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649     \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0641\u064e\u0644\u06e1\u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"Dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang ber-iman harus bertawakal.\" Yakni mereka bersandar kepadaNya dalam mendatangkan maslahat untuk mereka dan menolak mudarat dari mereka, serta mereka percaya kepadaNya dalam meraih apa yang mereka harapkan, maka tidaklah merugi orang yang bertawakal kepadaNya. Adapun orang yang bertawakal kepada selainNya, maka dia akan terlantar dan tidak berhasil meraih apa yang diangan-angankan."},{"id":1766,"sura":9,"from_aya":52,"to_aya":52,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Katakanlah, 'Tidak ada yang kamu tunggu-tumggu bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan. Dan kami menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpakan kepadamu azab (yang besar) dari sisiNya, atau (azab) dengan tangan kami. Sebab itu tunggulah, sesungguhnya kami menunggu-nunggu bersamamu'.\" (At-Taubah: 52)."},{"id":1767,"sura":9,"from_aya":52,"to_aya":52,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(52) Katakan kepada orang-orang munafik yang menanti-nantikan kekalahan bagimu. Apakah yang kamu tunggu-tunggu bagi kami? Karena kamu tidak menunggu kecuali perkara yang be-nar-benar bermanfaat bagi kami yaitu salah satu dari dua kebaikan: yang pertama adalah kemenangan dan keunggulan atas musuh serta meraih pahala dunia dan akhirat, dan yang kedua adalah mati syahid yang merupakan derajat makhluk tertinggi di sisi Allah. Adapun kami wahai orang-orang munafik, maka \ufd3e \u0646\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0635\u064f     \u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0623\u064e\u0646  \u064a\u064f\u0635\u0650\u064a\u0628\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0628\u0650\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0656  \u0645\u0651\u0650\u0646\u06e1  \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650\u0647\u0650\u06e6\u0653 \ufd3f   \"kami menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpakan kepadamu azab (yang besar) dari sisiNya\", di mana kami bukan menjadi penyebabnya, \ufd3e \u0623\u064e\u0648\u06e1   \u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u06e1\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e\u0627\u06d6 \ufd3f   \"atau (azab) dengan tangan kami\", dengan menguasakan kami atasmu, lalu kami mem-bunuhmu. \ufd3e \u0641\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0635\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652 \ufd3f   \"Sebab itu tunggulah\", kebaikan bagi kami. \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627         \u0645\u064e\u0639\u064e\u0643\u064f\u0645  \u0645\u0651\u064f\u062a\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0635\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"Sesungguhnya kami menunggu-nunggu bersamamu\", keburukan bagimu."},{"id":1768,"sura":9,"from_aya":53,"to_aya":54,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Katakanlah, 'Nafkahkanlah hartamu baik dengan suka rela ataupun dengan terpaksa, namun nafkah itu sekali-kali tidak akan diterima darimu. Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang fasik.' Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan RasulNya dan mereka tidak mengerjakan shalat, melain-kan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan.\" (At-Taubah: 53-54)."},{"id":1769,"sura":9,"from_aya":53,"to_aya":53,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(53) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman menjelaskan kebatilan nafkah orang-orang munafik dan menyebutkan penyebabnya. \ufd3e \u0642\u064f\u0644\u06e1 \ufd3f     \"Katakanlah\" kepada mereka, \ufd3e \u0623\u064e\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0627\u0652     \u0637\u064e\u0648\u06e1\u0639\u064b\u0627 \ufd3f   \"nafkahkanlah hartamu baik dengan suka rela\", dari dirimu \ufd3e \u0623\u064e\u0648\u06e1   \u0643\u064e\u0631\u06e1\u0647\u0657\u0627 \ufd3f   \"ataupun dengan terpaksa\", atas itu tanpa kerelaan, \ufd3e \u0644\u0651\u064e\u0646     \u064a\u064f\u062a\u064e\u0642\u064e\u0628\u0651\u064e\u0644\u064e  \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"namun nafkah itu sekali-kali tidak akan diterima darimu.\" Yakni, tidak ada sedikit pun amalmu yang diterima, karena \ufd3e \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u06e1       \u0642\u064e\u0648\u06e1\u0645\u0657\u0627  \u0641\u064e\u0670\u0633\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang fasik.\" Keluar dari ketaatan kepada Allah.  "},{"id":1770,"sura":9,"from_aya":54,"to_aya":54,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(54) Kemudian Allah menjelaskan sifat kefasikan mereka dan perbuatan mereka, Dia berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627     \u0645\u064e\u0646\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0623\u064e\u0646  \u062a\u064f\u0642\u06e1\u0628\u064e\u0644\u064e  \u0645\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0646\u064e\u0641\u064e\u0642\u064e\u0670\u062a\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1   \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627\u0653   \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1   \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0628\u0650\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0648\u064e\u0628\u0650\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650\u06e6 \ufd3f   \"Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan RasulNya.\" Padahal semua amal, syarat diterima-nya adalah iman, sedangkan mereka itu tidak beriman dan tidak beramal shalih, bahkan shalat yang merupakan amal jasmani yang paling utama, mereka lakukan dengan malas-malasan. \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627     \u064a\u064e\u0623\u06e1\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0648\u0670\u0629\u064e     \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627    \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0643\u064f\u0633\u064e\u0627\u0644\u064e\u0649\u0670 \ufd3f   \"Dan mereka tidak mengerjakan shalat, melainkan dengan malas.\" Yakni merasa berat, hampir tidak melakukannya karena beratnya shalat atas mereka. \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627     \u064a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627    \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0643\u064e\u0670\u0631\u0650\u0647\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"Dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan\", tanpa kelapangan dada dan ketenangan jiwa. Ini adalah celaan yang men-dalam bagi siapa saja yang melakukan seperti apa yang mereka lakukan, dan bahwa seorang hamba seharusnya tidak mendatangi shalat kecuali dalam keadaan semangat jasmani dan rohani, dan tidak berinfak kecuali dengan dada yang lapang dan jiwa yang tenang berharap balasan pahalanya dari Allah semata dan tidak menyerupai orang-orang munafik."},{"id":1771,"sura":9,"from_aya":55,"to_aya":57,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka mena-rik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam ke-hidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir. Dan mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan (Nama) Allah, bahwa sesungguhnya mereka termasuk golonganmu, padahal mereka bukanlah dari golonganmu, akan tetapi mereka adalah orang-orang yang sangat takut (kepada-mu). Jikalau mereka memperoleh tempat perlindungan atau gua-gua atau lubang-lubang (dalam tanah), niscaya mereka pergi kepada-nya dengan secepat-cepatnya.\" (At-Taubah: 55-57)."},{"id":1772,"sura":9,"from_aya":55,"to_aya":55,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(55) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, janganlah kamu kagum terhadap harta dan anak-anak orang-orang munafik itu, karena tidak ghibthah[92] padanya, kesialan pertama mereka adalah bahwa mereka menda-hulukannya di atas keridhaan Allah dan mereka durhaka kepada Allah karenanya. \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627     \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0644\u0650\u064a\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645      \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u06e1\u062d\u064e\u064a\u064e\u0648\u0670\u0629\u0650  \u0671\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u06e1\u064a\u064e\u0627 \ufd3f   \"Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia.\" Yang dimaksud dengan azab di sini adalah kesulitan dalam mendapatkannya, usaha yang mati-matian dalam hal itu, serta kecemasan hati dan keletihan tu-buh yang mereka dapatkan, sekiranya kenikmatan mereka diukur dengan kesulitannya maka ia tidaklah sebanding, manakala harta tersebut melenakan mereka dari Allah dan dzikir kepadaNya, maka ia menjadi azab atas mereka bahkan di dunia, dan di antara akibat buruk yang berbahaya adalah bahwa hati mereka selalu bergantung kepadanya dan keinginan mereka tidak lepas darinya, ia menjadi tujuan akhir dan target final mereka, di hati mereka tidak lagi ada bagian akhirat, yang hal itu mengharuskan mereka berpindah dari dunia. \ufd3e \u0648\u064e\u062a\u064e\u0632\u06e1\u0647\u064e\u0642\u064e     \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0643\u064e\u0670\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"Dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir.\" Adakah hukuman yang lebih besar daripada hukuman yang mengakibatkan kesengsaraan dan kerugian yang abadi dan terus menerus?  "},{"id":1773,"sura":9,"from_aya":56,"to_aya":56,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(56) \ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064e\u062d\u06e1\u0644\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0628\u0650\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0644\u064e\u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627  \u0647\u064f\u0645  \u0645\u0651\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1   \ufd3f \"Dan mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan (Nama) Allah, bahwa sesungguhnya mereka termasuk golonganmu, padahal mereka bukanlah dari golonganmu, akan tetapi mereka\", tujuan mereka dalam bersumpah adalah bahwa mereka \ufd3e \u0642\u064e\u0648\u06e1\u0645\u065e     \u064a\u064e\u0641\u06e1\u0631\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"adalah orang-orang yang sangat takut (kepada-mu).\" Yakni takut serangan. Di hati mereka tidak ada keberanian yang mendorong mereka menunjukkan jati diri mereka, mereka takut jika mereka menunjukkan keadaan mereka kepadamu, mereka takut kamu berlepas diri dari mereka yang akibatnya musuh meng-incar mereka dari segala penjuru. Adapun keadaan orang yang kuat hatinya lagi teguh jiwanya, maka dia tidak takut menyatakan ke-adaan dirinya, baik atau buruk, akan tetapi orang-orang munafik itu memang berbaju dengan pakaian ketakutan dan bermantel kebohongan.  "},{"id":1774,"sura":9,"from_aya":57,"to_aya":57,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(57) Kemudian Allah menyebutkan besarnya ketakutan me-reka, Dia berfirman, \ufd3e \u0644\u064e\u0648\u06e1     \u064a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0645\u064e\u0644\u06e1\u062c\u064e\u0640\u0654\u064b\u0627 \ufd3f   \"Jikalau mereka memperoleh tempat perlindungan\", sebagai tempat berlindung pada saat datang-nya kesulitan \ufd3e \u0623\u064e\u0648\u06e1     \u0645\u064e\u063a\u064e\u0670\u0631\u064e\u0670\u062a\u064d \ufd3f   \"atau gua-gua\" yang bisa mereka masuki dan tinggali \ufd3e \u0623\u064e\u0648\u06e1   \u0645\u064f\u062f\u0651\u064e\u062e\u064e\u0644\u0657\u0627 \ufd3f   \"atau lubang-lubang (dalam tanah),\" yaitu tempat persembunyian untuk membentengi diri mereka, \ufd3e \u0644\u0651\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u06e1\u0627\u0652     \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650   \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u064a\u064e\u062c\u06e1\u0645\u064e\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"niscaya mereka pergi kepadanya dengan secepat-cepatnya\", yakni dengan cepat dan bergegas. Mereka tidak memiliki keteguhan yang mem-buat mereka tenang."},{"id":1775,"sura":9,"from_aya":58,"to_aya":59,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan di antara mereka ada orang yang mencelamu tentang (pembagian) zakat, jika mereka diberi sebagian darinya, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi sebagian darinya, dengan serta merta mereka menjadi marah. Jikalau mereka sungguh-sungguh ridha dengan apa yang diberikan Allah dan RasulNya ke-pada mereka, dan berkata, 'Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberikan kepada kami sebagian dari karuniaNya dan demikian (pula) RasulNya, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang ber-harap kepada Allah,' (tentulah yang demikian itu lebih baik bagi mereka).\" (At-Taubah: 58-59)."},{"id":1776,"sura":9,"from_aya":58,"to_aya":58,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(58) Yakni di antara orang-orang munafik itu ada yang mencelamu dan mengkritikmu dalam pembagian zakat, akan tetapi kritikannya bukan untuk tujuan yang benar maupun pandangan yang lurus, akan tetapi tujuannya hanyalah agar mereka diberi. \ufd3e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u06e1     \u0623\u064f\u0639\u06e1\u0637\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0645\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064e\u0627  \u0631\u064e\u0636\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646  \u0644\u0651\u064e\u0645\u06e1  \u064a\u064f\u0639\u06e1\u0637\u064e\u0648\u06e1\u0627\u0652  \u0645\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064e\u0627\u0653  \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627     \u0647\u064f\u0645\u06e1  \u064a\u064e\u0633\u06e1\u062e\u064e\u0637\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"Jika mereka diberi sebagian darinya, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi sebagian dari-nya, dengan serta merta mereka menjadi marah.\" Tidak selayaknya bagi seorang hamba mengikutkan rela dan marahnya kepada hawa nafsunya yang bersifat dunia dan tujuannya yang rusak, justru yang semestinya adalah hendaknya hawa nafsunya mengikuti ridha Rabbnya, sebagaimana Nabi \ufdfa bersabda, \n\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0652\u0646\u064e \u0647\u064e\u0648\u064e\u0627\u0647\u064f \u062a\u064e\u0628\u064e\u0639\u064b\u0627 \u0644\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062c\u0650\u0626\u0652\u062a\u064f \u0628\u0650\u0647\u0650.\n\"Tidak beriman (dengan sempurna) salah seorang dari kalian se-hingga hawa nafsunya mengikuti ajaranku.\"[93]  "},{"id":1777,"sura":9,"from_aya":59,"to_aya":59,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(59) Dan di sini Dia berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u06e1     \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0631\u064e\u0636\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0645\u064e\u0627\u0653     \u0621\u064e\u0627\u062a\u064e\u0649\u0670\u0647\u064f\u0645\u064f  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f   \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f\u0647\u064f\u06e5 \ufd3f   \"Jikalau mereka sungguh-sungguh ridha dengan apa yang diberikan Allah dan RasulNya kepada mereka\", besar atau kecil, \ufd3e \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652     \u062d\u064e\u0633\u06e1\u0628\u064f\u0646\u064e\u0627  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \ufd3f   \"dan berkata, 'Cukuplah Allah bagi kami'.\" Yakni Allah yang mencukupi kami, maka kami pun rela dengan pembagian dariNya. Dan hen-daklah mereka berharap karunia dan kebaikanNya kepada mereka dengan berkata, \ufd3e \u0633\u064e\u064a\u064f\u0624\u06e1\u062a\u0650\u064a\u0646\u064e\u0627  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0645\u0650\u0646  \u0641\u064e\u0636\u06e1\u0644\u0650\u0647\u0650\u06e6   \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f\u0647\u064f\u06e5\u0653  \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627\u0653      \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649   \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0631\u064e\u0670\u063a\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"'Allah akan memberikan kepada kami sebagian dari karuniaNya dan demikian (pula) RasulNya, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berharap kepada Allah,' (tentulah yang demikian itu lebih baik bagi mereka).\" Yakni kami merendahkan diri dalam mengharap kebaikan dan menolak kebu-rukan [niscaya mereka selamat dari kemunafikan, dan niscaya me-reka ditunjukkan kepada iman dan keadaan-keadaan yang tinggi]."},{"id":1778,"sura":9,"from_aya":0,"to_aya":0,"type":"\u062a\u0645\u0647\u064a\u062f \u0644\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"Kemudian Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 menerangkan tata cara pembagian sede-kah wajib (zakat), Dia berfirman,"},{"id":1779,"sura":9,"from_aya":60,"to_aya":60,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.\" (At-Tau-bah: 60)."},{"id":1780,"sura":9,"from_aya":60,"to_aya":60,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(60) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627  \u0671\u0644\u0635\u0651\u064e\u062f\u064e\u0642\u064e\u0670\u062a\u064f   \ufd3f \"Sesungguhnya zakat-zakat itu\", yakni zakat yang wajib dengan dalil bahwa sedekah yang dianjurkan itu diberikan kepada siapa saja tanpa pengkhususan, se-dangkan di dalam ayat ini disebutkan adanya pengkhususan, yakni \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627  \u0671\u0644\u0635\u0651\u064e\u062f\u064e\u0642\u064e\u0670\u062a\u064f \ufd3f   \"Sesungguhnya zakat-zakat itu\", adalah untuk mereka, tidak untuk yang lain, karena Allah membatasinya pada mereka, yaitu delapan golongan berikut ini:\nPertama dan kedua: Fakir dan miskin. Di tempat ini kedua-nya adalah dua golongan yang berbeda. Fakir lebih membutuhkan daripada miskin, karena Allah menyebutkannya di awal, dan suatu perkataan tidak dimulai kecuali dengan yang lebih penting, lalu baru yang penting berikutnya. Fakir adalah orang yang tidak memi-liki apa pun untuk memenuhi kebutuhannya, atau memiliki kurang dari setengahnya, sedangkan miskin, maka dia memiliki setengah lebih tetapi belum mencukupi, karena jika dia memilikinya berarti dia adalah orang kaya. Keduanya diberi zakat yang bisa menghi-langkan kefakiran dan kemiskinannya.\nKetiga: Amil zakat, dia adalah setiap orang yang bekerja dan sibuk pada urusan zakat, mulai dari penjaga, penarik dari muzakki (pembayar zakat), penggembala, pembawa, penulis, dan petugas lainnya, dia diberi karena pekerjaannya, ia adalah gaji dari peker-jaannya dalam mengurusi zakat.\nKeempat: (Orang yang sedang dibujuk hatinya) dia adalah pembesar yang ditaati oleh kaumnya yang diharapkan keislaman-nya, atau ditakutkan kejahatannya, atau dia diberi dengan harapan agar imannya kuat, atau orang yang sepertinya masuk Islam, atau zakat bisa ditarik dari orang yang tidak memberikannya, dia diberi sekedar bisa menarik hatinya dan meraih kemaslahatan.\nKelima: Riqab, yaitu hamba sahaya mukatab yang menebus dirinya dari tuan (pemilik)nya, yang berusaha keras agar bisa mem-bebaskan dirinya, maka dia dibantu dari zakat. Membebaskan tawa-nan Muslimin dari tangan orang-orang kafir termasuk di dalamnya, bahkan ia lebih layak. Termasuk dalam hal ini boleh memerdeka-kan hamba sahaya walaupun dia bukan mukatab, karena ia termasuk dalam FirmanNya, \ufd3e \u0648\u064e\u0641\u0650\u064a     \u0671\u0644\u0631\u0651\u0650\u0642\u064e\u0627\u0628\u0650 \ufd3f   \"Untuk memerdekakan budak.\"\nKeenam: Gharim, jenis ini terbagi menjadi dua: orang yang mengeluarkan harta demi mendamaikan dua kelompok yang ber-tikai dan berselisih, lalu seseorang menengahi untuk mendamaikan dengan mengeluarkan harta untuk salah satu kelompok atau untuk keduanya, maka dia diberi bagian dari zakat agar hal itu menjadi peneguh dan penyemangat bagi tekadnya, dia diberi walaupun dia kaya.\nYang kedua adalah orang yang berhutang harta untuk dirinya sendiri, kemudian dia bangkrut (tidak bisa melunasi hutang), dia diberi apa yang cukup untuk menutupi hutangnya.\nKetujuh: Orang yang berperang di jalan Allah, yang berpe-rang dengan suka rela tanpa ada departemen yang membawahinya. Dia diberi zakat secukupnya untuk membantunya berperang, untuk mendapatkan senjata atau kendaraan atau nafkah untuknya dan keluarganya, agar dia fokus dengan tenang dalam jihadnya. Banyak fuqaha yang menyatakan, \"Jika orang yang mampu bekerja memu-tuskan untuk berkonsentrasi mencari ilmu, maka dia diberi dari zakat, karena menuntut ilmu termasuk ke dalam jihad di jalan Allah.\" Mereka juga berkata, \"Orang miskin diberi zakat untuk haji.\" Namun pendapat ini perlu dikaji kembali.\nKedelapan: Ibnu Sabil, yaitu orang asing yang kehabisan be-kal dan sedang tidak di negerinya, dia diberi dari zakat yang dapat menyampaikannya ke negerinya. \nMereka inilah delapan golongan yang mana zakat diberikan kepada mereka saja. \ufd3e \u0641\u064e\u0631\u0650\u064a\u0636\u064e\u0629\u0657     \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650\u06d7 \ufd3f   \"Sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah.\" Allah mewajibkannya dan menentukan kadarnya sesuai dengan ilmu dan hikmahNya. \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f   \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c   \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u065e \ufd3f   \"Dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.\"\nKetahuilah, bahwa delapan golongan ini kembali kepada dua hal, pertama: yang diberi karena kebutuhan dan keperluannya se-perti fakir miskin dan semisalnya. Dan yang kedua adalah yang diberi karena memang dibutuhkan dan untuk kepentingan Islam.\nAllah mewajibkan bagian ini atas harta orang-orang kaya un-tuk menutupi kebutuhan khusus dan umum bagi Islam dan kaum Muslimin. Seandainya orang-orang kaya itu mau membayarkan zakatnya sesuai dengan ketentuan syar'i, niscaya tidak ada lagi orang fakir dari kalangan kaum Muslimin, niscaya akan terkumpul harta untuk mengamankan perbatasan dan melawan orang-orang kafir serta terwujudnya seluruh kepentingan agama."},{"id":1781,"sura":9,"from_aya":61,"to_aya":63,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang menya-kiti Nabi dan mengatakan, 'Nabi mempercayai semua apa yang didengarnya.' Katakanlah, 'Ia mempercayai semua yang baik bagi kamu, ia beriman kepada Allah, mempercayai orang-orang Mukmin, dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara ka-mu.' Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah itu, bagi mereka azab yang pedih. Mereka bersumpah kepada kamu dengan (Nama) Allah untuk mencari keridhaanmu, padahal Allah dan RasulNya itulah yang lebih patut mereka cari keridhaannya jika mereka adalah orang-orang yang Mukmin. Tidakkah mereka (orang-orang munafik itu) mengetahui bahwasanya barangsiapa menentang Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya Neraka Jahanamlah baginya, dia kekal di dalamnya. Itu adalah kehinaan yang besar.\" (At-Taubah: 61-63)."},{"id":1782,"sura":9,"from_aya":61,"to_aya":61,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(61) Yakni di antara orang-orang munafik itu \ufd3e \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u064a\u064f\u0624\u06e1\u0630\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064e  \ufd3f \"Ada yang menyakiti Nabi\", dengan ucapan buruk, mencelanya dan mencela agamanya. \ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0647\u064f\u0648\u064e  \u0623\u064f\u0630\u064f\u0646\u065e\u06da \ufd3f \"Dan mengatakan, 'Nabi memper-cayai semua apa yang didengarnya.\" Yakni mereka tidak peduli dengan hinaan yang mereka katakan kepada Nabi, kata mereka, \"Jika ada ucapan kita yang sampai kepadanya maka kita minta maaf ke-padanya, pasti dia akan memaafkan, karena dia menerima apa saja yang dikatakan kepadanya, tanpa membedakan antara yang benar dan yang dusta. \nMaksud mereka \u2013semoga Allah menimpakan keburukan ke-pada mereka\u2013, bahwa mereka tidak mempedulikan dan memper-hatikan hal itu, karena jika ucapan itu tidak didengar Nabi, maka inilah yang mereka cari, jika ia sampai, maka cukuplah dengan meminta maaf dengan cara yang batil. Me-reka telah melakukan keburukan dari banyak sisi: \nYang paling besar adalah, menyakiti Nabi yang hadir untuk memberi hidayah kepada mereka dan mengeluarkan mereka dari kesengsaraan dan kebinasaan kepada hidayah dan kebahagiaan.\nDi antaranya adalah, ketidakpedulian mereka dalam hal itu, ia tidak sekedar menyakiti, tapi lebih dari itu.\nDi antaranya juga adalah, cibiran mereka terhadap akal Nabi \ufdfa yang \u2013kata mereka\u2013 tidak bisa membedakan antara yang benar dan yang dusta, padahal Nabi \ufdfa adalah orang yang memiliki akal paling sempurna, ilmu paling lengkap, dan pandangan yang paling tajam. Oleh karena itu Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \ufd3e \u0642\u064f\u0644\u06e1     \u0623\u064f\u0630\u064f\u0646\u064f  \u062e\u064e\u064a\u06e1\u0631\u0656   \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f \"Katakan-lah, 'Ia mempercayai semua yang baik bagi kamu'.\" Yakni menerima siapa yang berkata benar dan baik kepadanya. Adapun berpaling-nya Nabi \ufdfa dan tidak menyalahkan kebanyakan orang munafik yang meminta maaf dengan alasan-alasan yang dusta, maka hal itu karena kelapangan akhlaknya, ketidakpeduliannya kepada mereka dan karena mengamalkan Firman Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649, \n\ufd3e \u0633\u064e\u064a\u064e\u062d\u06e1\u0644\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e   \u0628\u0650\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627  \u0671\u0646\u0642\u064e\u0644\u064e\u0628\u06e1\u062a\u064f\u0645\u06e1  \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u0645\u06e1  \u0644\u0650\u062a\u064f\u0639\u06e1\u0631\u0650\u0636\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0639\u064e\u0646\u06e1\u0647\u064f\u0645\u06e1\u06d6       \u0641\u064e\u0623\u064e\u0639\u06e1\u0631\u0650\u0636\u064f\u0648\u0627\u0652    \u0639\u064e\u0646\u06e1\u0647\u064f\u0645\u06e1\u06d6       \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0631\u0650\u062c\u06e1\u0633\u065e\u06d6 \ufd3f \n\"Kelak mereka akan bersumpah kepadamu dengan Nama Allah, apabila kamu kembali kepada mereka, supaya kamu berpaling dari mereka. Maka berpalinglah dari mereka, karena sesungguhnya mereka itu adalah najis.\" (At-Taubah: 95). \nAdapun hakikat apa yang ada di dalam hati dan pikirannya, maka Allah berfirman tentangnya, \ufd3e \u064a\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u064f  \u0628\u0650\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0648\u064e\u064a\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u064f  \u0644\u0650\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e  \ufd3f \"Dia ber-iman kepada Allah, mempercayai orang-orang Mukmin\", yang benar dan membenarkan, dia mengetahui yang jujur dan yang dusta meskipun dia sering berpaling dari orang-orang yang diketahui kebohongan-nya dan kedustaannya, \ufd3e \u0648\u064e\u0631\u064e\u062d\u06e1\u0645\u064e\u0629\u065e  \u0644\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e     \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06da \ufd3f \"dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kamu.\" Karena mereka mengambil petunjuk darinya dan meneladani akhlaknya. Adapun orang-orang yang tidak beriman, maka mereka tidak mau menerima rahmat ini, bahkan mereka menolaknya, maka mereka rugi dunia dan akhirat. \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e     \u064a\u064f\u0624\u06e1\u0630\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \ufd3f   \"Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah itu\", dengan perkataan dan perbuatan \ufd3e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c  \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u065e  \ufd3f \"bagi mereka azab yang pedih\", di dunia dan di akhirat, dan di antara azab yang pedih ada-lah dibunuhnya orang yang menyakiti Nabi dan mencelanya. "},{"id":1783,"sura":9,"from_aya":62,"to_aya":62,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(62) \ufd3e \u064a\u064e\u062d\u06e1\u0644\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e     \u0628\u0650\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0644\u0650\u064a\u064f\u0631\u06e1\u0636\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Mereka bersumpah kepada kamu dengan (Nama) Allah untuk mencari keridhaanmu.\" Lalu mereka meng-klaim berlepas diri dari menyakiti Nabi dan lainnya yang mereka lakukan. Tujuan mereka adalah agar kamu ridha kepada mereka. \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f     \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f\u0647\u064f\u06e5\u0653  \u0623\u064e\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f   \u0623\u064e\u0646  \u064a\u064f\u0631\u06e1\u0636\u064f\u0648\u0647\u064f  \u0625\u0650\u0646   \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0645\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Padahal Allah dan RasulNya itu-lah yang lebih patut mereka cari keridhaannya jika mereka adalah orang-orang yang Mukmin.\" Karena seorang Mukmin tidak mendahulukan sesuatu pun di atas ridha Allah dan RasulNya. Ini menunjukkan bahwa iman mereka tidak ada, di mana mereka mendahulukan ridha selain Allah dan RasulNya.  "},{"id":1784,"sura":9,"from_aya":63,"to_aya":63,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(63) Ini adalah penentangan dan permusuhan kepada Allah, dan Allah telah mengancam orang yang menentangnya dengan FirmanNya, \ufd3e \u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u06e1     \u064a\u064e\u0639\u06e1\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652  \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u06e5    \u0645\u064e\u0646  \u064a\u064f\u062d\u064e\u0627\u062f\u0650\u062f\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u0647\u064f\u06e5 \ufd3f   \"Tidakkah mereka (orang-orang munafik itu) mengetahui bahwasanya barangsiapa menentang Allah dan RasulNya,\" di mana dia berada di jalur dan jalan yang menjauhkan-nya dari Allah dan RasulNya, dengan meremehkan perintah Allah dan melakukan laranganNya, \ufd3e \u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e     \u0644\u064e\u0647\u064f\u06e5  \u0646\u064e\u0627\u0631\u064e   \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e  \u062e\u064e\u0670\u0644\u0650\u062f\u0657\u0627  \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627\u06da \ufd3f     \"maka sesung-guhnya Neraka Jahanamlah baginya, dia kekal di dalamnya,\" dan \ufd3e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e     \u0671\u0644\u06e1\u062e\u0650\u0632\u06e1\u064a\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064f \ufd3f   \"itu adalah kehinaan yang besar\", yang tiada kehinaan yang lebih buruk dan lebih jelek daripadanya, di mana mereka ke-hilangan nikmat yang kekal, dan meraih azab Neraka Jahim. Kita berlindung kepada Allah dari keadaan mereka."},{"id":1785,"sura":9,"from_aya":64,"to_aya":66,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan ter-hadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembu-nyi dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka, 'Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan RasulNya).' Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu. Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab, 'Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.' Katakanlah, 'Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya, dan RasulNya kamu selalu berolok-olok?' Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan dari kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.\" (At-Taubah: 64-66)."},{"id":1786,"sura":9,"from_aya":64,"to_aya":64,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(64) Surat yang mulia ini dulunya dinamakan al-Fadhihah karena ia membongkar rahasia orang-orang munafik dan membuka kedok mereka. Allah berfirman, \"Di antara mereka, di antara me-reka\u2026\" dan menjelaskan sifat-sifat mereka. Hanya saja Dia tidak menyebut perindividu mereka karena dua faidah:\nPertama: Allah Maha Menutupi, Dia menyukai menutup aib hambaNya.\nKedua: Bahwa celaannya ditujukan kepada siapa saja yang memiliki sifat tersebut, baik dari kalangan orang-orang munafik di mana Firman Allah pertama kali tertuju kepadanya dan juga kepada selain mereka sampai Hari Kiamat. Maka menyebut sifat (tanpa pelakunya) lebih umum dan lebih sesuai agar mereka benar-benar takut. Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \n\ufd3e \u0644\u0651\u064e\u0626\u0650\u0646  \u0644\u0651\u064e\u0645\u06e1  \u064a\u064e\u0646\u062a\u064e\u0647\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0646\u064e\u0670\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0648\u064e\u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e   \u0641\u0650\u064a  \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645  \u0645\u0651\u064e\u0631\u064e\u0636\u065e  \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0631\u06e1\u062c\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e\u0629\u0650  \u0644\u064e\u0646\u064f\u063a\u06e1\u0631\u0650\u064a\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e   \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1  \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e  \u0644\u064e\u0627  \u064a\u064f\u062c\u064e\u0627\u0648\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064e  \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627\u0653   \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627     \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u0657\u0627  60  \u0645\u0651\u064e\u0644\u06e1\u0639\u064f\u0648\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e\u06d6         \u0623\u064e\u064a\u06e1\u0646\u064e\u0645\u064e\u0627  \u062b\u064f\u0642\u0650\u0641\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652  \u0623\u064f\u062e\u0650\u0630\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0648\u064e\u0642\u064f\u062a\u0651\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652  \u062a\u064e\u0642\u06e1\u062a\u0650\u064a\u0644\u0657\u0627  61  \ufd3f\n\"Sesungguhnya jika tidak berhenti orang-orang munafik, orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya dan orang-orang yang menyebarkan kabar bohong di Madinah (dari menyakitimu), niscaya Kami perintahkan kamu (untuk memerangi) mereka, kemudian mereka tidak menjadi tetang-gamu (di Madinah) melainkan dalam waktu yang sebentar, dalam keadaan terlaknat. Di mana saja mereka dijumpai, mereka ditangkap dan dibunuh dengan sehebat-hebatnya.\"  (Al-Ahzab: 60-61).\nDia berfirman di sini, \ufd3e \u064a\u064e\u062d\u06e1\u0630\u064e\u0631\u064f     \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0646\u064e\u0670\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e   \u0623\u064e\u0646  \u062a\u064f\u0646\u064e\u0632\u0651\u064e\u0644\u064e  \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u0645\u06e1  \u0633\u064f\u0648\u0631\u064e\u0629\u065e  \u062a\u064f\u0646\u064e\u0628\u0651\u0650\u0626\u064f\u0647\u064f\u0645  \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627  \u0641\u0650\u064a  \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1\u06da \ufd3f   \"Orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka.\" Yakni yang memberitakan dan membuka kedok serta menjelaskan rahasia-rahasia mereka sehingga ia menjadi terbuka bagi hamba-hamba Allah dan menjadi pelajaran bagi orang yang mengambil pelajaran. \ufd3e \u0642\u064f\u0644\u0650     \u0671\u0633\u06e1\u062a\u064e\u0647\u06e1\u0632\u0650\u0621\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652 \ufd3f   \"Katakanlah kepada mereka, 'Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan RasulNya)'.\" Yakni lanjutkan ejekanmu dan hinaanmu yang kamu lakukan. \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e     \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0645\u064f\u062e\u06e1\u0631\u0650\u062c\u065e  \u0645\u0651\u064e\u0627  \u062a\u064e\u062d\u06e1\u0630\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"Sesung-guhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu.\" Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 telah memenuhi janjiNya. Dia menurunkan surat yang menjelaskan keadaan mereka dan membongkar aib mereka serta membuka kedok mereka. "},{"id":1787,"sura":9,"from_aya":65,"to_aya":66,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(65-66) \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0626\u0650\u0646     \u0633\u064e\u0623\u064e\u0644\u06e1\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu)\", tentang hinaan mereka terha-dap kaum Muslimin dan agama mereka. Sekelompok dari mereka berkata di perang Tabuk, \"Kami tidak melihat seperti para qari kami itu \u2013maksudnya adalah Nabi \ufdfa dan sahabat-sahabatnya\u2013 paling besar perutnya, paling dusta ucapannya, dan paling penakut pada saat perang \u2026 dan ejekan-ejekan lain semisalnya.[94] Ketika mereka mengetahui bahwa Nabi \ufdfa telah mengetahui apa yang mereka katakan, mereka datang meminta maaf dan berkata, \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627     \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627  \u0646\u064e\u062e\u064f\u0648\u0636\u064f  \u0648\u064e\u0646\u064e\u0644\u06e1\u0639\u064e\u0628\u064f\u06da \ufd3f   \"Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.\" Yakni kami mengatakan ucapan yang kami tidak bermaksud mengatakannya, kami pun tidak bermaksud mencela dan menghina. \nAllah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 membantah dengan menjelaskan ketidakbenaran alasan mereka dan kebohongan mereka dalam hal itu. \ufd3e \u0642\u064f\u0644\u06e1 \ufd3f     \"Kata-kanlah\", kepada mereka, \ufd3e \u0623\u064e\u0628\u0650\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650     \u0648\u064e\u0621\u064e\u0627\u064a\u064e\u0670\u062a\u0650\u0647\u0650\u06e6   \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650\u06e6  \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u06e1    \u062a\u064e\u0633\u06e1\u062a\u064e\u0647\u06e1\u0632\u0650\u0621\u064f\u0648\u0646\u064e 65 \u0644\u064e\u0627     \u062a\u064e\u0639\u06e1\u062a\u064e\u0630\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0642\u064e\u062f\u06e1  \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u06e1\u062a\u064f\u0645            \u0628\u064e\u0639\u06e1\u062f\u064e  \u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06da \ufd3f ' A p a k a h   dengan Allah, ayat-ayatNya, dan RasulNya kamu selalu berolok-olok?' Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesu-dah beriman.\" Karena mengolok-olok Allah dan RasulNya adalah kekufuran yang mengeluarkan dari Islam, karena pondasi Islam terbangun di atas sikap pengagungan kepada Allah, agama dan RasulNya, sementara memperolok-olok sesuatu darinya sangat ber-tentangan dan bertabrakan dengan pondasi utama ini, oleh karena itu, begitu mereka datang kepada Rasul untuk meminta maaf dengan ucapan itu, Rasul hanya menjawab,\ufd3e \u0623\u064e\u0628\u0650\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650     \u0648\u064e\u0621\u064e\u0627\u064a\u064e\u0670\u062a\u0650\u0647\u0650\u06e6   \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650\u06e6  \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u06e1  \u062a\u064e\u0633\u06e1\u062a\u064e\u0647\u06e1\u0632\u0650\u0621\u064f\u0648\u0646\u064e 65   \u0644\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0639\u06e1\u062a\u064e\u0630\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0642\u064e\u062f\u06e1  \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u06e1\u062a\u064f\u0645      \u0628\u064e\u0639\u06e1\u062f\u064e  \u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06da \ufd3f \"Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya, dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?' Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman.\" \nFirmanNya, \ufd3e \u0625\u0650\u0646  \u0646\u0651\u064e\u0639\u06e1\u0641\u064f  \u0639\u064e\u0646  \u0637\u064e\u0627\u0653\u0626\u0650\u0641\u064e\u0629\u0656  \u0645\u0651\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u06e1  \ufd3f \"Jika Kami memaafkan sego-longan dari kamu (lantaran mereka taubat)\", menyesal dan memohon ampun kepada Allah, \ufd3e \u0646\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u06e1     \u0637\u064e\u0627\u0653\u0626\u0650\u0641\u064e\u0629\u064e\u06e2  \ufd3f \"niscaya Kami akan mengazab go-longan (yang lain),\" dari kalian disebabkan mereka \ufd3e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0645\u064f\u062c\u06e1\u0631\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa\", selalu berdiri di atas kekufuran dan kemunafikan.\nAyat-ayat ini menunjukkan bahwa barangsiapa menyimpan rahasia buruk, khususnya rahasia makar terhadap agamaNya, meng-olok-olokNya, ayat-ayatNya, serta RasulNya, maka Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 akan menampakkannya, membeberkannya, dan menghukum pelakunya dengan keras. Dan bahwa barangsiapa yang menghina sesuatu dari Kitabullah atau Sunnah Rasul yang shahih darinya atau mencela-nya atau merendahkannya atau memperolok-olok Rasul atau me-rendahkannya, maka dia adalah kafir kepada Allah yang Maha-agung, dan bahwa taubat akan diterima dari segala dosa, meskipun dosa itu besar."},{"id":1788,"sura":9,"from_aya":67,"to_aya":68,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh berbuat yang mungkar dan melarang berbuat yang ma'ruf dan mereka meng-genggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu-lah orang-orang yang fasik. Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan Neraka Jahanam. Mereka kekal di dalamnya, cukuplah Neraka itu bagi mereka, dan Allah melaknati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal.\" (At-Taubah: 67-68)."},{"id":1789,"sura":9,"from_aya":67,"to_aya":67,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(67) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \ufd3e \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0646\u064e\u0670\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e     \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0646\u064e\u0670\u0641\u0650\u0642\u064e\u0670\u062a\u064f   \u0628\u064e\u0639\u06e1\u0636\u064f\u0647\u064f\u0645  \u0645\u0651\u0650\u0646\u06e2  \u0628\u064e\u0639\u06e1\u0636\u0656\u06da \ufd3f   \"Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian dengan sebagian yang lain\", karena mereka bersekutu dalam kemunafikan, maka mereka pun saling mendukung. Ini adalah pemutusan bagi orang-orang yang beriman dari pengangkatan mereka menjadi teman. Kemudian Allah menyebutkan sifat umum orang munafik yang tidak keluar darinya orang besar dan orang kecil dari kalangan mereka. Dia ber-firman, \ufd3e \u064a\u064e\u0623\u06e1\u0645\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e     \u0628\u0650\u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0646\u0643\u064e\u0631\u0650 \ufd3f   \"Mereka menyuruh berbuat yang mungkar.\" Yaitu kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan. \ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0646\u06e1\u0647\u064e\u0648\u06e1\u0646\u064e       \u0639\u064e\u0646\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u0639\u06e1\u0631\u064f\u0648\u0641\u0650 \ufd3f   \"Dan melarang berbuat yang ma'ruf\", yaitu iman, akhlak yang mulia, amal shalih, dan adab-adab yang luhur. \ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u06e1\u0628\u0650\u0636\u064f\u0648\u0646\u064e     \u0623\u064e\u064a\u06e1\u062f\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1\u06da \ufd3f   \"Dan mereka meng-genggamkan tangannya,\" dari sedekah dan jalan-jalan kebaikan, ciri mereka adalah kekikiran. \ufd3e \u0646\u064e\u0633\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \ufd3f \"Mereka telah lupa kepada Allah\", tidak mengingatNya kecuali sedikit, \ufd3e \u0641\u064e\u0646\u064e\u0633\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1\u06da \ufd3f \"maka Allah melupakan mereka\", dari rahmatNya, Dia tidak membimbing mereka kepada kebaikan dan tidak memasukkannya ke dalam Surga, akan tetapi membiarkannya di lapisan neraka terbawah, kekal dan dikekalkan di dalamnya. \n\ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e         \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0646\u064e\u0670\u0641\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0647\u064f\u0645\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u0641\u064e\u0670\u0633\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik.\" Kefasikan dibatasi pada mereka karena kefasikan mereka lebih besar daripada kefasikan selain mereka, buktinya adalah azab mereka lebih berat daripada azab orang lain dan bahwa orang Mukmin sangat disulitkan oleh mereka jika mereka hidup di kalangan orang-orang Mukmin dan untuk menghindari mereka sangat sulit."},{"id":1790,"sura":9,"from_aya":68,"to_aya":68,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(68) \ufd3e \u0648\u064e\u0639\u064e\u062f\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f   \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0646\u064e\u0670\u0641\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0646\u064e\u0670\u0641\u0650\u0642\u064e\u0670\u062a\u0650  \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0643\u064f\u0641\u0651\u064e\u0627\u0631\u064e  \u0646\u064e\u0627\u0631\u064e   \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e  \u062e\u064e\u0670\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e   \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627\u06da       \u0647\u0650\u064a\u064e  \u062d\u064e\u0633\u06e1\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1\u06da       \u0648\u064e\u0644\u064e\u0639\u064e\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f   \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u06d6       \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u065e  \u0645\u0651\u064f\u0642\u0650\u064a\u0645\u065e  \ufd3f \"Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan Neraka Jahanam. Mereka kekal di dalamnya, cukuplah Neraka itu bagi mereka, dan Allah melaknati me-reka, dan bagi mereka azab yang kekal.\"Allah menggabungkan orang-orang munafik dan orang-orang kafir di Neraka Jahanam, laknat dan kekekalan di dalamnya, karena di dunia mereka sama-sama kafir, memusuhi Allah dan RasulNya serta mengingkari ayat-ayatNya."},{"id":1791,"sura":9,"from_aya":69,"to_aya":70,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"(Keadaan kamu hai orang-orang munafik dan musyrikin adalah) seperti keadaan orang-orang yang sebelum kamu, mereka lebih kuat daripada kamu, dan lebih banyak harta benda dan anak-anaknya daripada kamu. Maka mereka telah menikmati bagian mereka, dan kamu telah menikmati bagianmu sebagaimana orang-orang yang sebelummu menikmati bagiannya, dan kamu memperca-kapkan (hal yang batil) sebagaimana mereka mempercakapkannya. Mereka itu, amalannya menjadi sia-sia di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah orang-orang yang merugi. Belumkah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, 'Ad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan, dan (penduduk) negeri-negeri yang telah musnah? Telah datang ke-pada mereka rasul-rasul dengan membawa keterangan yang nyata, maka Allah tidaklah sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.\" (At-Taubah: 69-70)."},{"id":1792,"sura":9,"from_aya":69,"to_aya":70,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(69-70) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman memperingatkan orang-orang munafik dari azab yang akan menimpa mereka seperti yang telah menimpa umat-umat pendusta sebelumnya,\ufd3e \u0642\u064e\u0648\u06e1\u0645\u0650  \u0646\u064f\u0648\u062d\u0656  \u0648\u064e\u0639\u064e\u0627\u062f\u0656  \u0648\u064e\u062b\u064e\u0645\u064f\u0648\u062f\u064e  \u0648\u064e\u0642\u064e\u0648\u06e1\u0645\u0650   \u0625\u0650\u0628\u06e1\u0631\u064e\u0670\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e  \u0648\u064e\u0623\u064e\u0635\u06e1\u062d\u064e\u0670\u0628\u0650  \u0645\u064e\u062f\u06e1\u064a\u064e\u0646\u064e  \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0624\u06e1\u062a\u064e\u0641\u0650\u0643\u064e\u0670\u062a\u0650\u06da       \ufd3f \"(yaitu) kaum Nuh, 'Ad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan, dan (penduduk) negeri-negeri yang telah musnah?\" Yakni desa-desa kaum Luth, semuanya \ufd3e \u0623\u064e\u062a\u064e\u062a\u06e1\u0647\u064f\u0645\u06e1   \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645  \u0628\u0650\u0671\u0644\u06e1\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0670\u062a\u0650\u06d6 \ufd3f   \"telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa keterangan yang nyata.\" Yakni dengan kebenaran yang nyata, jelas, terang, yang menjelaskan kebenaran perkara-perkara, namun mereka mendus-takannya, maka terjadilah pada mereka apa yang Allah ceritakan kepada kita. Perbuatanmu mirip dengan perbuatan mereka, \ufd3e \u0641\u064e\u0671\u0633\u06e1\u062a\u064e\u0645\u06e1\u062a\u064e\u0639\u06e1\u062a\u064f\u0645     \u0628\u0650\u062e\u064e\u0644\u064e\u0670\u0642\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Dan kamu menikmati bagianmu\" dari dunia, kamu mengam-bilnya dengan penuh kelezatan dan kenikmatan tanpa memperha-tikan tujuannya, kamu memakainya untuk bermaksiat kepada Allah. Keinginan dan perhatianmu hanyalah untuk mendapatkan nikmat tersebut, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang sebelummu. \ufd3e \u0648\u064e\u062e\u064f\u0636\u06e1\u062a\u064f\u0645\u06e1       \u0643\u064e\u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a  \u062e\u064e\u0627\u0636\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652\u06da \ufd3f   \"Dan kamu mempercakapkan (hal yang batil) sebagai-mana mereka mempercakapkannya.\" Yakni kamu membahas kebatilan, kedustaan, kamu membantah dengan kebatilan demi melenyapkan kebenaran. \nInilah perbuatan dan ilmu mereka: menikmati bagian hidup dan bercakap dengan kebatilan, maka mereka pun berhak dibinasa-kan dan dihukum seperti orang-orang sebelum mereka yang mela-kukan perbuatan-perbuatan yang sama dengan mereka. \nAdapun orang-orang yang beriman, walaupun mereka menik-mati jatah hidup dan nikmat dunia yang diberikan kepada mereka, namun itu digunakan sebagai sarana penunjang untuk ketaatan ke-pada Allah. Adapun ilmu mereka maka ia adalah ilmu para rasul, yaitu meraih keyakinan dalam seluruh tuntutan luhur dan berdebat dengan kebenaran untuk melenyapkan kebatilan. FirmanNya,\ufd3e \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u0650\u064a\u064e\u0638\u06e1\u0644\u0650\u0645\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Maka Allah tidaklah sekali-kali menganiaya mereka\", jika Dia menimpakan hukuman yang Dia timpakan.\ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646   \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652  \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u064a\u064e\u0638\u06e1\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"Akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.\" Di mana mereka berani bermaksiat kepadaNya, bermaksiat kepada rasul-rasul mereka, dan menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi menentang (kebenaran)."},{"id":1793,"sura":9,"from_aya":71,"to_aya":72,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, seba-gian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan RasulNya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah, sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. Allah menjanjikan kepada orang-orang yang Mukmin lelaki dan perempuan, (akan mendapat) Surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di Surga 'Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar, itu adalah keberuntungan yang besar.\" (At-Taubah: 71-72)."},{"id":1794,"sura":9,"from_aya":71,"to_aya":71,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(71) Manakala Allah menyebutkan bahwa orang-orang munafik, sebagian dengan yang lain adalah sama saja, Dia menye-butkan bahwa orang-orang Mukmin sebagian dari mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain, Allah menyifati mereka dengan sifat yang bertentangan dengan sifat orang-orang munafik. Allah berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e     \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u064e\u0670\u062a\u064f  \u0628\u064e\u0639\u06e1\u0636\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1   \u0623\u064e\u0648\u06e1\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0653\u0621\u064f  \u0628\u064e\u0639\u06e1\u0636\u0656\u06da \ufd3f   \"Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain\", dalam kecintaan, loyalitas, dukungan, dan ban-tuan. \ufd3e \u064a\u064e\u0623\u06e1\u0645\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e     \u0628\u0650\u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u0639\u06e1\u0631\u064f\u0648\u0641\u0650 \ufd3f   \"Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf.\" Ma'ruf adalah sebuah nama yang mencakup semua yang diketahui kebaikannya, berupa akidah yang lurus, amal yang shalih, dan akhlak yang luhur, dan yang masuk pertama kali ke dalam perkara mereka adalah diri mereka sendiri. \ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0646\u06e1\u0647\u064e\u0648\u06e1\u0646\u064e     \u0639\u064e\u0646\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0646\u0643\u064e\u0631\u0650 \ufd3f   \"Dan mencegah dari yang mungkar\", yaitu semua yang bertentangan dan bertabrakan dengan yang ma'ruf, berupa akidah yang batil, amal yang buruk, dan akhlak yang tercela. \ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064f\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e     \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e   \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u0647\u064f\u06e5\u0653\u06da \ufd3f   \"Dan mereka taat kepada Allah dan RasulNya.\" Yakni mereka selalu taat kepada Allah dan RasulNya secara terus menerus. \ufd3e \u0623\u064f\u0648\u0652\u0644\u064e\u0670\u0653\u0626\u0650\u0643\u064e     \u0633\u064e\u064a\u064e\u0631\u06e1\u062d\u064e\u0645\u064f\u0647\u064f\u0645\u064f  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u06d7 \ufd3f   \"Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah.\" Yakni, Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmatNya dan menaunginya dengan kebaikanNya. \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e     \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064c \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u065e \ufd3f   \"Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.\" Yakni Mahakuat dan Mahakuasa, walau begitu Dia Mahabijaksana, meletakkan segala sesuatu pada tempatnya yang sesuai, yang Dia dipuji atas apa yang Dia ciptakan dan Dia perintahkan."},{"id":1795,"sura":9,"from_aya":72,"to_aya":72,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(72) Kemudian Allah menyebutkan pahala yang Dia sedia-kan untuk mereka, Dia berfirman,\ufd3e \u0648\u064e\u0639\u064e\u062f\u064e     \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u064e\u0670\u062a\u0650  \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0670\u062a\u0656  \u062a\u064e\u062c\u06e1\u0631\u0650\u064a  \u0645\u0650\u0646  \u062a\u064e\u062d\u06e1\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627   \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0646\u06e1\u0647\u064e\u0670\u0631\u064f \ufd3f   \"Allah menjanjikan kepada orang-orang yang Mukmin lelaki dan perempuan, (akan mendapat) Surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai\", yang mengumpulkan seluruh kenikmatan dan kebahagiaan, bebas dari gangguan dan kesedihan, di bawah istana-istananya dan pohonnya mengalir sungai-sungai yang deras, yang mengairi ke-bun-kebun yang indah, di mana kebaikan dan keberkahan padanya tidak ada yang mengetahui kecuali Allah, \ufd3e \u062e\u064e\u0670\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e     \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \ufd3f   \"mereka kekal di dalamnya.\" Mereka tidak ingin berpindah darinya.\ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0633\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u064e  \u0637\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u064e\u0629\u0657  \u0641\u0650\u064a  \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0670\u062a\u0650  \u0639\u064e\u062f\u06e1\u0646\u0656\u06da \ufd3f   \"Dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di Surga 'Adn.\" Yang indah dan dihiasi dengan berbagai macam perhiasan yang disediakan bagi hamba-hamba Allah yang bertakwa, indah dilihat, nyaman ditinggali dan dihuni, tersedia di dalamnya perabot-pera-bot tempat tinggal elit yang orang-orang tidak lagi berharap lebih dari itu. Allah telah menyediakan untuk mereka ruangan-ruangan yang sangat indah dan bagus, bagian luarnya dapat dilihat dari dalam dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luarnya. Inilah tem-pat-tempat tinggal yang indah yang membuat jiwa kerasan, hati menjadi betah, dan rohani pun mengharapkannya, karena ia \ufd3e \u0641\u0650\u064a     \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0670\u062a\u0650  \u0639\u064e\u062f\u06e1\u0646\u0656\u06da \ufd3f   \"di Surga 'Adn.\" Yakni tempat tinggal, tidak pergi dan tidak berpindah darinya. \ufd3e \u0648\u064e\u0631\u0650\u0636\u06e1\u0648\u064e\u0670\u0646\u065e     \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \ufd3f   \"Dan keridhaan Allah\", yang Dia berikan kepada penghuni Surga \ufd3e \u0623\u064e\u0643\u06e1\u0628\u064e\u0631\u064f\u06da \ufd3f   \"adalah lebih besar\", dari-pada nikmat Allah yang mereka rasakan, karena nikmat mereka belum sempurna sebelum mereka melihat Allah dan mendapatkan ridhaNya, karena ia adalah target yang dicari oleh orang-orang yang beribadah, titik akhir yang dicari oleh orang-orang yang mencintai. Keridhaan Allah Rabb langit dan bumi adalah lebih besar daripada nikmat Surga. \ufd3e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e     \u0647\u064f\u0648\u064e   \u0671\u0644\u06e1\u0641\u064e\u0648\u06e1\u0632\u064f    \u0671\u0644\u06e1\u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064f \ufd3f   \"Itu adalah keberuntungan yang besar\", yang mana mereka mendapat semua yang dicari dan selamat dari setiap yang tidak diinginkan, segala perkara dari mereka baik dan indah. Kita memohon kepada Allah agar Allah menjadikan kita bersama mereka dengan kemurahanNya."},{"id":1796,"sura":9,"from_aya":73,"to_aya":74,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka.  Tempat mereka ialah Neraka Jahanam. Dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya. Mereka (orang-orang munafik itu) ber-sumpah dengan (Nama) Allah, bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakitimu). Sesungguhnya mereka telah mengucap-kan perkataan kekafiran, dan telah menjadi kafir sesudah Islam, dan menginginkan apa yang mereka tidak dapat mencapainya, dan mereka tidak mencela (Allah dan RasulNya), kecuali karena Allah dan RasulNya telah melimpahkan karuniaNya kepada mereka. Maka jika mereka bertaubat, itu adalah lebih baik bagi mereka, dan jika mereka berpaling, niscaya Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih di dunia dan di akhirat, dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pelindung dan tidak (pula) penolong di muka bumi.\" (At-Taubah: 73-74)."},{"id":1797,"sura":9,"from_aya":73,"to_aya":73,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(73) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman kepada NabiNya \ufdfa, \ufd3e \u064a\u064e\u0670\u0653\u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627  \u0671\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064f  \u062c\u064e\u0670\u0647\u0650\u062f\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u0643\u064f\u0641\u0651\u064e\u0627\u0631\u064e  \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0646\u064e\u0670\u0641\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu.\" Yakni bersungguh-sungguhlah dalam ber-jihad melawan mereka dan bersikap keras kepada mereka jika me-mang kondisinya menuntut itu, termasuk dalam jihad ini adalah jihad dengan tangan dan jihad dengan hujjah dan argumentasi. Siapa di antara mereka yang terang-terangan memerangi, maka dia di-jihadi dengan tangan, lisan, pedang dan tombak, dan barangsiapa tunduk kepada Islam dengan perjanjian damai (dengan membayar jizyah) maka dia dijihadi dengan argumen dan hujjah, dijelaskan kepadanya kebaikan Islam dan keburukan, kesyirikan, dan keku-furan. Ini yang mereka dapatkan di dunia. (\u0648\u064e) \"Dan\" adapun di akhirat maka tempat mereka ialah, \ufd3e \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064f\u06d6 \ufd3f  \"Neraka Jahanam.\" Dan mereka tidak keluar darinya.  \ufd3e \u0648\u064e\u0628\u0650\u0626\u06e1\u0633\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064f  \ufd3f \"Dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya.\" "},{"id":1798,"sura":9,"from_aya":74,"to_aya":74,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(74) \ufd3e \u064a\u064e\u062d\u06e1\u0644\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0628\u0650\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650   \u0645\u064e\u0627  \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u06e1  \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0629\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0643\u064f\u0641\u06e1\u0631\u0650  \ufd3f \"Mereka (orang-orang munafik itu) bersumpah dengan (Nama) Allah, bahwa mereka tidak menga-takan (sesuatu yang menyakitimu). Sesungguhnya mereka telah mengu-capkan perkataan kekafiran.\" Yakni jika mereka mengucapkan ucapan seperti ucapan sebagian mereka,\n\ufd3e \u0644\u064e\u064a\u064f\u062e\u06e1\u0631\u0650\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0639\u064e\u0632\u0651\u064f       \u0645\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064e\u0627  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0630\u064e\u0644\u0651\u064e\u06da \ufd3f     \n\"Orang yang mulia pasti akan mengeluarkan orang yang hina da-rinya.\" (Al-Munafiqun: 8).\nDan perkataan yang mereka katakan satu demi satu yang menghina Rasulullah dan agamanya, jika dia mengetahui bahwa Nabi \ufdfa telah mendengar apa yang diucapkannya, maka dia datang kepada beliau bersumpah bahwa dia tidak mengatakannya, maka Allah membantah ucapan mereka, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u06e1  \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0629\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0643\u064f\u0641\u06e1\u0631\u0650  \u0648\u064e\u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0628\u064e\u0639\u06e1\u062f\u064e  \u0625\u0650\u0633\u06e1\u0644\u064e\u0670\u0645\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1        \ufd3f \"Sesungguhnya mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran dan telah menjadi kafir sesudah Islam.\" Islam mereka yang lalu secara lahir me-mang mengentaskan mereka dari lingkaran kekufuran, akan tetapi ucapan mereka yang akhir membatalkan Islam mereka dan mema-sukkan mereka ke dalam kekufuran. \ufd3e \u0648\u064e\u0647\u064e\u0645\u0651\u064f\u0648\u0627\u0652     \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627  \u0644\u064e\u0645\u06e1  \u064a\u064e\u0646\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652\u06da \ufd3f   \"Dan mereka menginginkan apa yang mereka tidak dapat mencapainya.\" Hal itu ketika mereka ingin mencelakai Nabi \ufdfa di perang Tabuk, Allah mencerita-kan perihal mereka kepada Nabi \ufdfa, maka beliau pun memerintah-kan sebagian sahabat untuk menghalang-halangi maksud mereka. \n(\u0648\u064e) \"Dan\" keadaan mereka sesungguhnya adalah \ufd3e \u0645 \u064e \u0627     \u0646\u064e\u0642\u064e\u0645\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652 \ufd3f   \"mereka tidak mencela (Allah dan RasulNya)\", dan menjelek-jelekkan Rasulullah \ufdfa, \ufd3e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627\u0653 \u0623\u064e\u0646\u06e1  \u0623\u064e\u063a\u06e1\u0646\u064e\u0649\u0670\u0647\u064f\u0645\u064f  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f\u0647\u064f\u06e5   \u0645\u0650\u0646  \u0641\u064e\u0636\u06e1\u0644\u0650\u0647\u0650\u06e6\u06da \ufd3f       \"kecuali karena Allah dan RasulNya telah melimpahkan karuniaNya kepada mereka.\" Setelah se-belumnya mereka adalah orang-orang miskin papa, ini termasuk perkara yang mengherankan, di mana mereka melecehkan orang yang menjadi penyebab keluarnya mereka dari kegelapan menuju cahaya dan penyebab kekayaan mereka setelah sebelumnya miskin. Padahal yang seharusnya mereka lakukan adalah menghormatinya, memuliakannya, dan beriman kepadanya, sehingga terkumpul fak-tor pendorang kekuatan (beragama) dan keluhuran kemanusiaan. \nKemudian Allah menawarkan taubat kepada mereka, Dia berfirman, \ufd3e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646     \u064a\u064e\u062a\u064f\u0648\u0628\u064f\u0648\u0627\u0652  \u064a\u064e\u0643\u064f  \u062e\u064e\u064a\u06e1\u0631\u0657\u0627  \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1\u06d6 \ufd3f   \"Maka jika mereka bertaubat, itu adalah lebih baik bagi mereka\", karena taubat adalah dasar kebahagiaan dunia dan akhirat. \ufd3e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646     \u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u06e1\u0627\u0652 \ufd3f   \"Dan jika mereka berpaling\", dari taubat dan dari kembali kepada Allah \ufd3e \u064a\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u06e1\u0647\u064f\u0645\u064f         \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627  \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u0657\u0627  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u06e1\u064a\u064e\u0627  \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0623\u0653\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650\u06da \ufd3f   \"niscaya Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih di dunia dan di akhirat.\" Di dunia dengan kesedihan, kecemasan, dan kemarahan atas pertolongan Allah terhadap agamaNya dan dukunganNya kepada NabiNya serta kegagalan mereka meraih apa yang mereka inginkan, dan di akhirat adalah dengan azab yang membakar. \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627     \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0631\u06e1\u0636\u0650    \u0645\u0650\u0646  \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u0656 \ufd3f   \"Dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pelindung di muka bumi\", yang mengurusi perkara-perkara mereka dan mewu-judkan keinginan mereka, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627     \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u0656 \ufd3f   \"dan tidak (pula) penolong\", yang menolak perkara yang tidak diinginkan. Apabila mereka telah ter-putus dari pertolongan Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649, maka yang ada adalah kesengsa-raan, kerugian, keburukan, dan kemelaratan."},{"id":1799,"sura":9,"from_aya":75,"to_aya":78,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan di antara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah, 'Sesungguhnya jika Allah memberikan sebagian karuniaNya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang shalih.' Maka setelah Allah memberi-kan kepada mereka sebagian dari karuniaNya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran). Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai kepada waktu mereka me-nemui Allah, karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepadaNya dan (juga) karena mereka selalu berdusta. Tidakkah mereka tahu bahwasanya Allah menge-tahui rahasia dan bisikan mereka, dan bahwasanya Allah amat mengetahui segala yang ghaib?\" (At-Taubah: 75-78)."},{"id":1800,"sura":9,"from_aya":75,"to_aya":75,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(75) Yakni, di antara orang-orang munafik itu ada yang berjanji kepada Allah \ufd3e \u0644\u064e\u0626\u0650\u0646\u06e1   \u0621\u064e\u0627\u062a\u064e\u0649\u0670\u0646\u064e\u0627  \u0645\u0650\u0646  \u0641\u064e\u0636\u06e1\u0644\u0650\u0647\u0650\u06e6  \ufd3f \"Sesungguhnya jika Allah memberikan sebagian karuniaNya kepada kami\", dari dunia, lalu Dia melapangkannya dan membentangkannya untuk kami, \ufd3e \u0644\u064e\u0646\u064e\u0635\u0651\u064e\u062f\u0651\u064e\u0642\u064e\u0646\u0651\u064e  \u0648\u064e\u0644\u064e\u0646\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e\u0646\u0651\u064e  \u0645\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0635\u0651\u064e\u0670\u0644\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang shalih.\" Kami akan bersilaturahim, menjamu tamu, membantu orang yang mendapatkan musibah, dan melakukan amalan-amalan yang baik lagi shalih."},{"id":1801,"sura":9,"from_aya":76,"to_aya":76,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(76) \ufd3e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627\u0653  \u0621\u064e\u0627\u062a\u064e\u0649\u0670\u0647\u064f\u0645  \u0645\u0651\u0650\u0646  \u0641\u064e\u0636\u06e1\u0644\u0650\u0647\u0650\u06e6 \ufd3f   \"Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebagian dari karuniaNya\", mereka ingkari ucapan mereka sendiri, bahkan mereka \ufd3e \u0628\u064e\u062e\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"kikir\" dan \ufd3e \u0648\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"berpaling\", dari ketaatan dan ketundukan, \ufd3e \u0648\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645     \u0645\u0651\u064f\u0639\u06e1\u0631\u0650\u0636\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran)\", yakni tidak melihat kebenaran.  "},{"id":1802,"sura":9,"from_aya":77,"to_aya":77,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(77) Karena mereka tidak menepati apa yang mereka janji-kan kepada Allah, Allah menghukum mereka dan \ufd3e \u0641\u064e\u0623\u064e\u0639\u06e1\u0642\u064e\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1     \u0646\u0650\u0641\u064e\u0627\u0642\u0657\u0627  \u0641\u0650\u064a  \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1  \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670  \u064a\u064e\u0648\u06e1\u0645\u0650  \u064a\u064e\u0644\u06e1\u0642\u064e\u0648\u06e1\u0646\u064e\u0647\u064f\u06e5  \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627\u0653      \u0623\u064e\u062e\u06e1\u0644\u064e\u0641\u064f\u0648\u0627\u0652   \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0645\u064e\u0627  \u0648\u064e\u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0647\u064f  \u0648\u064e\u0628\u0650\u0645\u064e\u0627  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652  \u064a\u064e\u0643\u06e1\u0630\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"Allah menimbulkan kemu-nafikan pada hati mereka sampai kepada waktu mereka menemui Allah, karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepadaNya dan (juga) karena mereka selalu berdusta.\" Maka hendaknya seorang Mukmin mewaspadai sifat buruk ini, yaitu ber-janji kepada Allah jika maksudnya yang begini dan begini tercapai, maka dia akan melakukan ini dan itu, kemudian dia tidak menepati, karena bisa jadi Allah menghukumnya dengan kemunafikan se-perti mereka. Nabi \ufdfa telah bersabda di dalam hadits yang tsabit dalam ash-Shahihain[95],\n\u0622\u064a\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u064e\u0627\u0641\u0650\u0642\u0650 \u062b\u064e\u0644\u064e\u0627\u062b\u064c: \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062d\u064e\u062f\u0651\u064e\u062b\u064e \u0643\u064e\u0630\u064e\u0628\u064e\u060c \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0627\u0647\u064e\u062f\u064e \u063a\u064e\u062f\u064e\u0631\u064e\u060c \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u062f\u064e \u0623\u064e\u062e\u0652\u0644\u064e\u0641\u064e.\n\"Tanda orang munafik ada tiga: Jika berbicara berdusta, jika mela-kukan suatu perjanjian ia berkhianat dan jika berjanji tidak menepati.\" \nMunafik ini berjanji kepada Allah jika Dia memberikan karu-niaNya kepadanya niscaya dia akan bersedekah dan menjadi orang yang shalih, dia berbicara lalu berdusta, dia melakukan suatu per-janjian lalu mengkhianati, dan dia berjanji lalu tidak menepati."},{"id":1803,"sura":9,"from_aya":78,"to_aya":78,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(78) Karena itu Allah mengancam orang yang melakukan hal ini dengan FirmanNya, \ufd3e \u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u06e1     \u064a\u064e\u0639\u06e1\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652   \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u064a\u064e\u0639\u06e1\u0644\u064e\u0645\u064f  \u0633\u0650\u0631\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u0646\u064e\u062c\u06e1\u0648\u064e\u0649\u0670\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0670\u0645\u064f   \u0671\u0644\u06e1\u063a\u064f\u064a\u064f\u0648\u0628\u0650 \ufd3f   \"Tidakkah mereka tahu bahwasanya Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka, dan bahwasanya Allah amat mengetahui segala yang ghaib?\" Allah akan membalas mereka atas apa yang mereka kerja-kan yang diketahui oleh Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649.\nAyat-ayat ini turun mengenai seorang munafik yang bernama Tsa'labah, dia datang kepada Nabi \ufdfa memohon kepadanya untuk berdoa kepada Allah agar memberinya karunia, dan bahwa jika Allah memberinya maka dia akan bersedekah, bersilaturahim, dan menolong orang yang dalam musibah, maka Nabi \ufdfa mendoakan-nya. Dia memiliki kambing, kambingnya itu terus berkembang biak sehingga dia menggembalakannya sampai ke luar Madinah, akibatnya dia tidak menghadiri kecuali sebagian shalat lima waktu, lalu dia semakin menjauh, akibatnya dia tidak menghadiri kecuali Shalat Jum'at, kambingnya bertambah banyak maka dia semakin jauh menggembalakannya, akibatnya adalah dia tidak menghadiri jamaah dan Jum'at. Nabi \ufdfa merasa kehilangan dia, beliau diberi tahu tentang keadaannya, maka Nabi \ufdfa mengutus orang untuk mengambil zakat dari orang-orang yang wajib zakat. Ketika mereka mendatangi Tsa'labah, maka Tsa'labah berkata, \"Ini tidak lain kecuali jizyah. Ini tidak lain kecuali saudaranya jizyah.\" Ketika Tsa'labah tidak mau membayar zakat, mereka datang kepada Nabi \ufdfa dan menyampaikan hal itu. Nabi bersabda, \n\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u064a\u0652\u062d\u064e \u062b\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0628\u064e\u0629\u064e\u060c \u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u064a\u0652\u062d\u064e \u062b\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0628\u064e\u0629\u064e\u060c \u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u064a\u0652\u062d\u064e \u062b\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0628\u064e\u0629\u064e.\n\"Celaka Tsa'labah. Celaka Tsa'labah. Celaka Tsa'labah.\"[96] \nKetika ayat ini turun padanya dan pada orang yang semisal-nya, maka sebagian keluarganya menyampaikannya kepada Tsa'-labah. Dia pun datang membawa zakatnya kepada Nabi \ufdfa, tetapi Nabi tidak mau menerimanya. Setelah Nabi wafat, zakatnya dibawa kepada Abu Bakar, Abu Bakar juga tidak mau menerimanya, lalu kepada Umar setelah Abu Bakar, dan Umar pun tidak mau meneri-manya. Dikatakan bahwa Tsa'labah meninggal pada masa Utsman."},{"id":1804,"sura":9,"from_aya":79,"to_aya":80,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"(Orang-orang munafik) yaitu orang-orang yang mencela orang-orang Mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekah-kan) selain sekedar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka itu, dan untuk mereka azab yang pedih. Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka (ada-lah sama saja). Kendatipun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, namun Allah sekali-kali tidak akan memberi am-pun kepada mereka. Yang demikian itu adalah karena mereka kafir kepada Allah dan RasulNya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.\" (At-Taubah: 79-80)."},{"id":1805,"sura":9,"from_aya":79,"to_aya":79,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(79) Ini juga termasuk keburukan orang-orang munafik, me-reka \u2013semoga Allah menimpakan keburukan kepada mereka\u2013 tidak membiarkan perkara apa pun dalam Islam dan kaum Muslimin yang mungkin mereka bicarakan, kecuali mereka membicarakan-nya dan mencelanya dengan landasan kezhaliman dan kedengkian. Ketika Allah dan RasulNya mengajak bersedekah, kaum Muslimin bersegera melakukannya. Mereka memberikan hartanya masing-masing sesuai dengan kemampuannya. Ada yang memberi banyak, ada pula yang sedikit. Maka orang-orang munafik itu mencela orang Mukmin yang bersedekah banyak dengan mengatakan bahwa mak-sudnya adalah riya dan sum'ah. Sementara kepada yang bersede-kah sedikit mereka mengatakan bahwa Allah tidak memerlukan sedekah ini, maka Allah menurunkan FirmanNya,\ufd3e \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e     \u064a\u064e\u0644\u06e1\u0645\u0650\u0632\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0637\u0651\u064e\u0648\u0651\u0650\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0645\u0650\u0646\u064e    \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0671\u0644\u0635\u0651\u064e\u062f\u064e\u0642\u064e\u0670\u062a\u0650 \ufd3f   \"(orang-orang munafik) yaitu orang-orang yang mencela orang-orang Mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela.\" Orang-orang munafik berkata, mereka adalah orang-orang yang pamer, maksud mereka bersedekah adalah riya dan kesom-bongan. (\u0648\u064e) \"Dan\" mencela, \ufd3e \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e    \u0644\u064e\u0627  \u064a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627  \u062c\u064f\u0647\u06e1\u062f\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f     orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekedar kesanggupannya\", sehingga mereka bersedekah dengan apa yang mampu mereka berikan, maka orang-orang munafik itu berkata, \"Allah tidak mem-butuhkan sedekahnya.\" \ufd3e \u0641\u064e\u064a\u064e\u0633\u06e1\u062e\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e     \u0645\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Maka orang-orang munafik itu menghina mereka.\" Maka Allah membalas mereka dengan hal yang sama, yaitu dengan menghina mereka. \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1    \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c  \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c  \ufd3f \"Dan untuk me-reka azab yang pedih.\" Karena sesungguhnya mereka mengumpulkan dalam ucapan mereka banyak larangan:\nDi antaranya adalah, memata-matai kehidupan kaum Mus-limin untuk memperoleh peluang memperolok-olok mereka. Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \n\ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e    \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0623\u064e\u0646  \u062a\u064e\u0634\u0650\u064a\u0639\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0641\u064e\u0670\u062d\u0650\u0634\u064e\u0629\u064f  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e   \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c  \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u065e   \ufd3f\n\"Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih.\" (An-Nur: 19).\nDi antaranya, celaan mereka terhadap orang-orang yang ber-iman hanya karena mereka beriman, hal itu dilandasi oleh keku-furan kepada Allah dan kebencian kepada Islam.\nDi antaranya, bahwa mencela adalah haram, bahkan dalam perkara dunia ia termasuk dosa besar, adapun dalam perkara ke-taatan, maka ia lebih buruk lagi.\nDi antaranya, bahwa barangsiapa yang menaati Allah dan melakukan salah satu kebaikan dengan sukarela, semestinya dia dibantu dan disemangati, sementara orang-orang munafik itu ber-maksud menggembosi mereka dengan celaan tersebut.\nDi antaranya juga, bahwa pernyataan mereka bahwa orang yang berinfak banyak adalah orang-orang yang riya adalah kesa-lahan fatal, vonis yang berdasar kepada ketidaktahuan dan hanya dugaan semata. Adakah keburukan yang lebih besar dari ini?\nDi antaranya juga, ucapan mereka kepada orang yang bersede-kah sedikit, bahwa Allah tidak memerlukan sedekah ini. Ini adalah ucapan yang tujuannya adalah kebatilan, karena pada hakikatnya Allah memang tidak memerlukan sedekah seseorang, yang sedikit maupun yang banyak, bahkan Dia tidak memerlukan penduduk langit dan bumi, akan tetapi Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memerintahkan hamba-ham-baNya kepada apa yang mereka sendiri butuhkan, meskipun Allah tidak memerlukan, akan tetapi merekalah yang memerlukan,\n\ufd3e \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646  \u064a\u064e\u0639\u06e1\u0645\u064e\u0644\u06e1  \u0645\u0650\u062b\u06e1\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e  \u0630\u064e\u0631\u0651\u064e\u0629\u064d  \u062e\u064e\u064a\u06e1\u0631\u0657\u0627   \u064a\u064e\u0631\u064e\u0647\u064f\u06e5  7  \ufd3f  \n\"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, nis-caya dia akan melihat (balasan)nya.\" (Az-Zalzalah: 7). \nUcapan ini jelas sekali mengandung penggembosan dari ber-buat baik. Oleh karena itu balasan mereka adalah Allah menghina-kan mereka dan \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1         \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c  \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \ufd3f   \"untuk mereka azab yang pedih.\"  "},{"id":1806,"sura":9,"from_aya":80,"to_aya":80,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(80) \ufd3e \u0671\u0633\u06e1\u062a\u064e\u063a\u06e1\u0641\u0650\u0631\u06e1         \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0623\u064e\u0648\u06e1   \u0644\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0633\u06e1\u062a\u064e\u063a\u06e1\u0641\u0650\u0631\u06e1  \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0625\u0650\u0646   \u062a\u064e\u0633\u06e1\u062a\u064e\u063a\u06e1\u0641\u0650\u0631\u06e1  \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0633\u064e\u0628\u06e1\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0645\u064e\u0631\u0651\u064e\u0629\u0657 \ufd3f   \"Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka (ada-lah sama saja). Kendatipun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali\", ini menunjukkan pernyataan berlebihan, jika tidak demi-kian, maka sebenarnya ia tidak memiliki arti, \ufd3e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0646     \u064a\u064e\u063a\u06e1\u0641\u0650\u0631\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1\u06da \ufd3f   \"namun Allah sekali-kali tidak akan memberi ampun kepada mereka.\" Sebagaimana Allah berfirman di ayat yang lain,\n\ufd3e \u0633\u064e\u0648\u064e\u0627\u0653\u0621\u064c  \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u0645\u06e1      \u0623\u064e\u0633\u06e1\u062a\u064e\u063a\u06e1\u0641\u064e\u0631\u06e1\u062a\u064e  \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0623\u064e\u0645\u06e1  \u0644\u064e\u0645\u06e1  \u062a\u064e\u0633\u06e1\u062a\u064e\u063a\u06e1\u0641\u0650\u0631\u06e1     \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0644\u064e\u0646  \u064a\u064e\u063a\u06e1\u0641\u0650\u0631\u064e    \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1\u06da \ufd3f \n\"Sama saja bagi mereka, kamu mintakan ampunan atau tidak kamu mintakan ampunan bagi mereka, Allah tidak akan mengampuni mereka.\" (Al-Munafiqun: 6). \nKemudian Allah menyebutkan sebab yang menghalangi me-reka diampuni. Dia berfirman, \ufd3e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e     \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0628\u0650\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650\u06e6\u06d7 \ufd3f   \"Yang demi-kian itu adalah karena mereka kafir kepada Allah dan RasulNya.\" Istighfar dan amal tidak berguna bagi orang kafir selama dia kafir. \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f     \u0644\u064e\u0627  \u064a\u064e\u0647\u06e1\u062f\u0650\u064a  \u0671\u0644\u06e1\u0642\u064e\u0648\u06e1\u0645\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0641\u064e\u0670\u0633\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.\" Orang-orang yang kefasikan telah menjadi sifat mereka, di mana mereka tidak memilih apa pun selainnya dan tidak mau mencari gantinya, kebenaran yang jelas telah datang kepada mereka namun mereka tolak, maka Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 menghukum mereka dengan tidak memberi taufik kepada mereka sesudah itu."},{"id":1807,"sura":9,"from_aya":81,"to_aya":83,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang) itu merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata, 'Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini.' Katakanlah, 'Api Neraka Jaha-nam itu lebih sangat panas(nya),' jikalau mereka mengetahui. Maka hendaklah mereka sedikit tertawa dan banyak menangis, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan. Maka jika Allah mengembalikanmu kepada satu golongan dari mereka, kemudian mereka minta izin kepadamu untuk keluar (pergi berperang), maka katakanlah, 'Kamu tidak boleh keluar bersamaku selama-lama-nya dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku. Sesungguhnya kamu telah rela tidak pergi berperang kali yang pertama. Karena itu duduklah (tinggallah) bersama orang-orang yang tidak ikut berperang'.\" (At-Taubah: 81-83)."},{"id":1808,"sura":9,"from_aya":81,"to_aya":81,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(81) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman menjelaskan kekurangajaran orang-orang munafik dengan tidak berangkat berjihad dan tidak adanya perhatian mereka dalam hal itu, yang menunjukkan tidak adanya iman pada mereka dan bahwa mereka memilih kekufuran di atas keimanan. \ufd3e \u0641\u064e\u0631\u0650\u062d\u064e     \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u062e\u064e\u0644\u0651\u064e\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e   \u0628\u0650\u0645\u064e\u0642\u06e1\u0639\u064e\u062f\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1  \u062e\u0650\u0644\u064e\u0670\u0641\u064e  \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \ufd3f   \"Orang-orang yang di-tinggalkan (tidak ikut berperang) itu merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah.\" Ini tidak sekedar tidak mau berang-kat perang, akan tetapi ia lebih dari itu, tidak berangkat berperang ini adalah haram hukumnya, dan lebih dari itu ia menunjukkan kerelaan dengan perbuatan dosa dan membanggakannya.\ufd3e \u0648\u064e\u0643\u064e\u0631\u0650\u0647\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652  \u0623\u064e\u0646  \u064a\u064f\u062c\u064e\u0670\u0647\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0628\u0650\u0623\u064e\u0645\u06e1\u0648\u064e\u0670\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1   \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1  \u0641\u0650\u064a  \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \ufd3f \"Dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah.\" Lain halnya dengan orang-orang yang beriman, yang jika tidak bisa ikut berperang \u2013meski dengan alasan yang benar\u2013 mereka pasti bersedih dan menyesali dengan kesedihan dan penyesalan yang dalam, orang-orang Mukmin me-nyukai berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka, karena hati mereka yang diselimuti oleh keimanan dan mereka berharap karunia Allah, kebaikan, nikmat, dan rizkiNya. \n\ufd3e \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"Dan mereka berkata\", yakni orang-orang munafik,\ufd3e \u0644\u064e\u0627   \u062a\u064e\u0646\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u06e1\u062d\u064e\u0631\u0651\u0650\u06d7 \ufd3f   \"Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini.\" Yakni mereka berkata bahwa berangkat berjihad adalah kesulitan atas kami karena terik matahari, mereka mendahulukan istirahat yang pendek yang pasti habis daripada istirahat yang abadi lagi sempurna, mereka lebih takut panas yang bisa dilindungi oleh naungan dan lenyap oleh pagi dan petang hari daripada panas yang panasnya tidak terukur yaitu neraka yang menyala-nyala. Oleh ka-rena itu Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \ufd3e \u0642\u064f\u0644\u06e1     \u0646\u064e\u0627\u0631\u064f  \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e   \u0623\u064e\u0634\u064e\u062f\u0651\u064f      \u062d\u064e\u0631\u0651\u0657\u0627\u06da       \u0644\u0651\u064e\u0648\u06e1   \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652        \u064a\u064e\u0641\u06e1\u0642\u064e\u0647\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"Katakanlah, 'Api Neraka Jahanam itu lebih sangat panas(nya),' jikalau mereka menge-tahui.\"  "},{"id":1809,"sura":9,"from_aya":82,"to_aya":82,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(82) Manakala mereka lebih mendahulukan yang fana dari-pada yang kekal, manakala mereka lari dari kesulitan yang ringan yang berujung kepada kesulitan yang berat yang tak berujung, maka Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \ufd3e \u0641\u064e\u0644\u06e1\u064a\u064e\u0636\u06e1\u062d\u064e\u0643\u064f\u0648\u0627\u0652     \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u0657\u0627  \u0648\u064e\u0644\u06e1\u064a\u064e\u0628\u06e1\u0643\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u0657\u0627 \ufd3f   \"Maka hendaklah mereka se-dikit tertawa dan banyak menangis.\" Yakni silahkan mereka bersuka cita di dunia yang pasti fana ini, berbahagia dengan kenikmatannya, dan bermain dengan permainannya, karena mereka akan menangis panjang di azab yang pedih \ufd3e \u062c\u064e\u0632\u064e\u0627\u0653\u0621\u064e\u06e2     \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652        \u064a\u064e\u0643\u06e1\u0633\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan\", berupa kekufuran, kemunafikan, dan ketidaktundukan kepada perintah Allah, Rabb mereka. "},{"id":1810,"sura":9,"from_aya":83,"to_aya":83,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(83)  \ufd3e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646     \u0631\u0651\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0643\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670     \u0637\u064e\u0627\u0653\u0626\u0650\u0641\u064e\u0629\u0656   \u0645\u0651\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Maka jika Allah mengembalikan-mu kepada satu golongan dari mereka\", yaitu orang-orang yang tidak berjihad tanpa alasan dan tidak menyesalinya, \ufd3e \u0641\u064e\u0671\u0633\u06e1\u062a\u064e\u0640\u0654\u06e1\u0630\u064e\u0646\u064f\u0648\u0643\u064e     \u0644\u0650\u0644\u06e1\u062e\u064f\u0631\u064f\u0648\u062c\u0650 \ufd3f   \"ke-mudian mereka minta izin kepadamu untuk keluar (pergi berperang)\", untuk perang yang lain yang mungkin lebih mudah, \ufd3e \u0641\u064e\u0642\u064f\u0644 \ufd3f   \"maka katakanlah\", kepada mereka sebagai hukuman,\ufd3e \u0644\u0651\u064e\u0646     \u062a\u064e\u062e\u06e1\u0631\u064f\u062c\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0645\u064e\u0639\u0650\u064a\u064e  \u0623\u064e\u0628\u064e\u062f\u0657\u0627  \u0648\u064e\u0644\u064e\u0646   \u062a\u064f\u0642\u064e\u0670\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0645\u064e\u0639\u0650\u064a\u064e  \u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u064b\u0627\u06d6 \ufd3f   \"kamu tidak boleh keluar bersamaku selama-lamanya dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku,\" karena Allah akan mencukup-kanku darimu. \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1             \u0631\u064e\u0636\u0650\u064a\u062a\u064f\u0645  \u0628\u0650\u0671\u0644\u06e1\u0642\u064f\u0639\u064f\u0648\u062f\u0650  \u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u064e  \u0645\u064e\u0631\u0651\u064e\u0629\u0656  \u0641\u064e\u0671\u0642\u06e1\u0639\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627\u0652   \u0645\u064e\u0639\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u062e\u064e\u0670\u0644\u0650\u0641\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Sesungguhnya kamu telah rela tidak pergi berperang kali yang pertama. Karena itu duduklah (tinggallah) bersama orang-orang yang tidak ikut berperang.\" Ini seperti yang difirmankan Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649, \n\ufd3e \u0648\u064e\u0646\u064f\u0642\u064e\u0644\u0651\u0650\u0628\u064f  \u0623\u064e\u0641\u06e1\u0640\u0654\u0650\u062f\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u0623\u064e\u0628\u06e1\u0635\u064e\u0670\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627    \u0644\u064e\u0645\u06e1      \u064a\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0628\u0650\u0647\u0650\u06e6\u0653  \u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u064e  \u0645\u064e\u0631\u0651\u064e\u0629\u0656    \ufd3f\n\"Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan me-reka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (al-Qur`an) pada permulaannya.\" (Al-An'am: 110). \nOrang yang bermalas-malasan yang tidak melakukan apa yang diperintahkan, pada saat kesempatan itu terbuka, dia tidak akan diberi taufik kepadanya dan pada kesempatan berikutnya dia akan dihalangi darinya, ini sekaligus sebagai hukuman ta'zir bagi mere-ka, karena jika terbukti di kalangan kaum Muslimin bahwa mereka itu termasuk orang-orang yang dicekal untuk berangkat berjihad karena kedurhakaan mereka, maka hal itu merupakan tamparan, aib dan celaan bagi mereka, dan agar tidak ada seorang pun yang melakukan seperti yang mereka lakukan."},{"id":1811,"sura":9,"from_aya":84,"to_aya":84,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan janganlah kamu sekali-kali menshalatkan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan RasulNya dan mereka mati dalam keadaan fasik.\" (At-Taubah: 84)."},{"id":1812,"sura":9,"from_aya":84,"to_aya":84,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(84) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627     \u062a\u064f\u0635\u064e\u0644\u0651\u0650  \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670\u0653  \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u0656  \u0645\u0651\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064f\u0645  \u0645\u0651\u064e\u0627\u062a\u064e \ufd3f   \"Dan jangan-lah kamu sekali-kali menshalatkan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka\", orang-orang munafik. \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627       \u062a\u064e\u0642\u064f\u0645\u06e1   \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670  \u0642\u064e\u0628\u06e1\u0631\u0650\u0647\u0650\u06e6\u0653\u06d6 \ufd3f   \"Dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya,\" setelah dikubur untuk mendoakan-nya, karena doa dan berdiri di atas kubur mereka adalah syafa'at darinya kepada mereka, sementara tak berguna lagi syafa'at bagi mereka. \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1     \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0628\u0650\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650     \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650\u06e6  \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627\u062a\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0641\u064e\u0670\u0633\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan RasulNya dan mereka mati dalam keadaan fasik.\" Barangsiapa yang kafir dan mati di atas kekufuran, maka syafa'at pemberi syafa'at tidak berguna baginya. Di dalam hal tersebut ter-dapat pelajaran bagi selain mereka, dan hardikan serta peringatan bagi mereka. Begitulah, siapa pun yang diketahui bahwa dia adalah kafir dan munafik, maka dia tidak dishalatkan (ketika mati).\nDi dalam ayat ini terdapat dalil disyariatkannya shalat jenazah atas orang-orang yang beriman dan berdiri di atas kubur mereka untuk mendoakan mereka, sebagaimana Nabi \ufdfa melakukan hal itu kepada orang-orang yang beriman, karena pembatasan larangan pada orang-orang munafik menunjukkan bahwa hal itu dibolehkan untuk orang-orang yang beriman.[97]"},{"id":1813,"sura":9,"from_aya":85,"to_aya":85,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki akan mengazab mereka di dunia dengan harta dan anak-anak itu dan agar melayang nya-wa mereka dalam keadaan kafir.\" (At-Taubah: 85)."},{"id":1814,"sura":9,"from_aya":85,"to_aya":85,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(85) Yakni, janganlah kamu silau dengan harta dan anak-anak yang Allah berikan kepada mereka di dunia, karena hal itu bukan karena mereka mulia di sisiNya, akan tetapi hal itu justru penghinaan dariNya untuk mereka. \ufd3e \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f     \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0623\u064e\u0646  \u064a\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645   \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u06e1\u064a\u064e\u0627 \ufd3f   \"Sesung-guhnya Allah menghendaki akan mengazab mereka di dunia dengan harta dan anak-anak itu.\" Mereka lelah dalam mendapatkannya, takut ke-hilangan, dan tidak tenang karenanya. Bahkan mereka senantiasa mendapatkan kesulitan dan kesengsaraan karenanya, ia melalaikan mereka dari Allah dan alam akhirat sampai mereka berpindah dari dunia. \n\ufd3e \u0648\u064e\u062a\u064e\u0632\u06e1\u0647\u064e\u0642\u064e     \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0643\u064e\u0670\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"Dan agar melayang nyawa mereka dalam keadaan kafir.\" Kecintaan terhadap segala sesuatu telah membinasa-kan mereka, dan mereka pun mati sementara hati mereka terkait padanya dengan penuh nafsu."},{"id":1815,"sura":9,"from_aya":86,"to_aya":87,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan apabila diturunkan sesuatu surat (yang memerintahkan kepada orang munafik itu), 'Berimanlah kamu kepada Allah dan berjihadlah beserta RasulNya,' niscaya orang-orang yang sanggup di antara mereka meminta izin kepadamu (untuk tidak berjihad) dan mereka berkata, 'Biarkanlah kami berada bersama orang-orang yang duduk.' Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak pergi berperang, dan hati mereka telah dikunci mati, maka mereka tidak mengetahui (kebahagiaan beriman dan berjihad).\" (At-Tau-bah: 86-87)."},{"id":1816,"sura":9,"from_aya":86,"to_aya":86,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(86) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman menjelaskan sikap orang-orang munafik yang terus menerus merasa berat dalam melaksanakan ketaatan, dan bahwa surat-surat dan ayat-ayat tidak berpengaruh pada mereka, \ufd3e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627\u0653       \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e\u062a\u06e1  \u0633\u064f\u0648\u0631\u064e\u0629\u064c \ufd3f   \"dan apabila diturunkan sesuatu surat (yang memerintahkan kepada orang munafik itu)\", yang padanya me-reka diminta untuk beriman kepada Allah dan berjihad di jalanNya, \ufd3e \u0671\u0633\u06e1\u062a\u064e\u0640\u0654\u06e1\u0630\u064e\u0646\u064e\u0643\u064e       \u0623\u064f\u0648\u0652\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u0637\u0651\u064e\u0648\u06e1\u0644\u0650  \u0645\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"niscaya orang-orang yang sanggup di antara me-reka meminta izin kepadamu (untuk tidak berjihad).\" Yakni orang-orang yang berharta yang tidak berudzur, padahal Allah telah memberi mereka harta dan anak-anak, mengapa mereka tidak bersyukur kepada Allah, memujiNya, dan melakukan apa yang diwajibkan-Nya dan yang telah dimudahkan atas mereka? Akan tetapi mereka enggan kecuali bermalas-malasan dan meminta izin untuk tidak berangkat. \ufd3e \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652     \u0630\u064e\u0631\u06e1\u0646\u064e\u0627  \u0646\u064e\u0643\u064f\u0646  \u0645\u0651\u064e\u0639\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0642\u064e\u0670\u0639\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Dan mereka berkata, 'Biarkanlah kami berada bersama orang-orang yang duduk'.\" "},{"id":1817,"sura":9,"from_aya":87,"to_aya":87,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(87) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \ufd3e \u0631\u064e\u0636\u064f\u0648\u0627\u0652     \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646  \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0645\u064e\u0639\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u062e\u064e\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u0641\u0650 \ufd3f   \"Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak pergi berperang.\" Yakni, bagai-mana mereka rela diri mereka tetap bersama para wanita yang tidak berangkat berjihad? Apakah mereka itu memiliki akal dan penger-tian yang menunjukkan mereka untuk ikut berperang ataukah \ufd3e \u0637 \u064f \u0628 \u0650 \u0639 \u064e     \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670  \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1  \ufd3f \"hati mereka telah dikunci mati\", hingga hati itu tidak mema-hami kebaikan, tidak terdapat keinginan untuk melakukan kebaikan dan meraih keberuntungan, sehingga mereka tidak mengerti kemas-lahatan mereka. Jika mereka benar-benar mengerti, niscaya mereka tidak rela terhadap keadaan ini yang menurunkan harkat mereka sebagai laki-laki."},{"id":1818,"sura":9,"from_aya":88,"to_aya":89,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, mereka berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh kebaikan, dan mereka itulah (pula) orang-orang yang beruntung. Allah telah menyediakan bagi mereka Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.\" (At-Taubah: 88-89)."},{"id":1819,"sura":9,"from_aya":88,"to_aya":88,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(88) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, Jika orang-orang munafik itu tidak berangkat jihad, maka Allah tidak membutuhkan mereka, Allah memiliki hamba-hamba khusus yang dikhususkanNya dengan ka-runiaNya yang melaksanakan perkara ini, mereka adalah \ufd3e \u0671\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f \ufd3f   \"Rasul\" Muhammad \ufdfa \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e     \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f\u06e5 \ufd3f \"dan orang-orang yang ber-iman bersamanya\", mereka berjihad \ufd3e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0645\u06e1\u0648\u064e\u0670\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1     \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1\u06da \ufd3f   \"dengan harta dan diri mereka,\" tanpa merasa berat dan malas, bahkan mereka berba-hagia dan optimis, mereka itu adalah \ufd3e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u062e\u064e\u064a\u06e1\u0631\u064e\u0670\u062a\u064f\u06d6 \ufd3f \"orang-orang yang memperoleh kebaikan\", yang banyak di dunia dan akhirat. Dan me-reka itu adalah \ufd3e \u0647\u064f\u0645\u064f     \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0641\u06e1\u0644\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"orang-orang yang beruntung\", yang me-raih keinginan tertinggi dan impian yang mulia.  "},{"id":1820,"sura":9,"from_aya":89,"to_aya":89,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(89) \ufd3e \u0623\u064e\u0639\u064e\u062f\u0651\u064e     \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0670\u062a\u0656  \u062a\u064e\u062c\u06e1\u0631\u0650\u064a   \u0645\u0650\u0646  \u062a\u064e\u062d\u06e1\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0646\u06e1\u0647\u064e\u0670\u0631\u064f    \u062e\u064e\u0670\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627\u06da       \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0641\u064e\u0648\u06e1\u0632\u064f      \u0671\u0644\u06e1\u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064f \ufd3f \"Allah telah menyediakan bagi mereka Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.\" Cela-kalah orang yang tidak berminat kepada apa yang mereka minati, dia merugi agama, dunia, dan akhiratnya. Ini mirip dengan Firman Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649, \n\ufd3e \u0642\u064f\u0644\u06e1  \u0621\u064e\u0627\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0628\u0650\u0647\u0650\u06e6\u0653  \u0623\u064e\u0648\u06e1  \u0644\u064e\u0627      \u062a\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652\u06da       \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0623\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u06e1\u0639\u0650\u0644\u06e1\u0645\u064e  \u0645\u0650\u0646  \u0642\u064e\u0628\u06e1\u0644\u0650\u0647\u0650\u06e6\u0653  \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627  \u064a\u064f\u062a\u06e1\u0644\u064e\u0649\u0670   \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u0645\u06e1  \u064a\u064e\u062e\u0650\u0631\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e\u06e4 \u0644\u0650\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0630\u06e1\u0642\u064e\u0627\u0646\u0650\u06e4      \u0633\u064f\u062c\u0651\u064e\u062f\u0657\u0627\u06e4    107  \ufd3f\n\"Katakanlah, 'Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah).' Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengeta-huan sebelumnya apabila al-Qur`an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud.\" (Al-Isra`: 107). \nDan FirmanNya, \n\ufd3e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646  \u064a\u064e\u0643\u06e1\u0641\u064f\u0631\u06e1  \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627  \u0647\u064e\u0670\u0653\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0653\u0621\u0650  \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u06e1  \u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u06e1\u0646\u064e\u0627  \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627  \u0642\u064e\u0648\u06e1\u0645\u0657\u0627  \u0644\u0651\u064e\u064a\u06e1\u0633\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627  \u0628\u0650\u0643\u064e\u0670\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e      89  \ufd3f\n\"Jika orang-orang (Quraisy) itu mengingkarinya (yang tiga macam itu), maka sesungguhnya Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang sekali-kali tidak akan mengingkarinya.\" (Al-An'am: 89)."},{"id":1821,"sura":9,"from_aya":90,"to_aya":93,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan datang (kepada Nabi) orang-orang yang mengemukakan udzur, yaitu orang-orang Arab Badui agar diberi izin bagi mereka (untuk tidak pergi berjihad), sedang orang-orang yang mendustakan Allah dan RasulNya, duduk berdiam diri saja. Kelak orang-orang yang kafir di antara mereka itu akan ditimpa azab yang pedih. Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, atas orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila me-reka berlaku ikhlas kepada Allah dan RasulNya. Tidak ada jalan sedikit pun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan tiada (pula dosa) atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata, 'Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu,' lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air mata karena kese-dihan, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan. Sesungguhnya jalan (untuk menyalahkan) hanyalah terhadap orang-orang yang meminta izin kepadamu, padahal mereka itu orang-orang kaya. Mereka rela berada bersama-sama orang-orang yang tidak ikut berperang dan Allah telah mengunci mati hati mereka, maka mereka tidak mengetahui (akibat perbuatan mereka).\" (At-Taubah: 90-93)."},{"id":1822,"sura":9,"from_aya":90,"to_aya":90,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(90) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u062c\u064e\u0627\u0653\u0621\u064e   \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0645\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0639\u06e1\u0631\u064e\u0627\u0628\u0650  \u0644\u0650\u064a\u064f\u0624\u06e1\u0630\u064e\u0646\u064e  \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \ufd3f \"Dan datang (kepada Nabi) orang-orang yang mengemukakan udzur, yaitu orang-orang Arab Badui agar diberi izin bagi mereka (untuk tidak pergi berjihad).\" Yakni orang-orang yang meremehkan dan melalaikan jihad datang agar mereka diizinkan untuk tidak berperang, tanpa mempedulikan apa alasannya karena mereka memang berhati keras, tidak tahu malu, dan karena keimanan mereka yang lemah. Adapun orang-orang yang mendustakan Allah dan RasulNya, maka mereka sama sekali tidak berangkat berperang dan tidak pula mengajukan udzur. Ada kemungkinan makna Firman Allah, \ufd3e \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e  \ufd3f \"Orang-orang yang mengemukakan udzur\", adalah orang-orang yang berudzur, mereka datang kepada Nabi \ufdfa agar dimaklumi, dan kebiasaan Nabi \ufdfa adalah memaklumi orang yang berudzur. \ufd3e \u0648\u064e\u0642\u064e\u0639\u064e\u062f\u064e     \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0643\u064e\u0630\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627\u0652   \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u0647\u064f\u06e5\u06da \ufd3f   \"Sedang orang-orang yang mendustakan Allah dan RasulNya, duduk berdiam diri saja\", padahal mereka mengklaim beriman yang seha-rusnya menuntut mereka untuk berjihad namun mereka tidak meng-amalkannya. Kemudian Allah mengancam mereka dengan Firman-Nya, \ufd3e \u0633\u064e\u064a\u064f\u0635\u0650\u064a\u0628\u064f     \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0645\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c  \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u065e \ufd3f   \"Kelak orang-orang yang kafir di antara mereka itu akan ditimpa azab yang pedih\", di dunia dan akhirat."},{"id":1823,"sura":9,"from_aya":91,"to_aya":91,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(91) Manakala Allah menyebutkan orang-orang yang menge-mukakan udzur untuk tidak ikut berjihad, mereka ada dua golongan: golongan yang alasannya diterima oleh syariat dan golongan yang alasannya ditolak, maka hal itu dijelaskan dengan FirmanNya, \ufd3e \u0644\u0651\u064e\u064a\u06e1\u0633\u064e     \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649  \u0671\u0644\u0636\u0651\u064f\u0639\u064e\u0641\u064e\u0627\u0653\u0621\u0650 \ufd3f   \"Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah\", jasmani dan penglihatannya, tidak mempunyai ke-mampuan untuk pergi berperang \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627     \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u0631\u06e1\u0636\u064e\u0649\u0670 \ufd3f \"atas orang-orang yang sakit.\" Ini mencakup seluruh jenis sakit yang mana penderitanya tidak mampu keluar berjihad, seperti pincang, buta, demam, radang selaput dara, mati separuh dan lain-lain. \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627         \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e     \u0644\u064e\u0627    \u064a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0645\u064e\u0627  \u064a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"Dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka naf-kahkan.\" Yakni mereka tidak mendapatkan bekal dan kendaraan untuk menempuh perjalanan jihad. Mereka itu tiada berdosa dengan syarat berlaku ikhlas kepada Allah dan RasulNya, yaitu beriman dengan iman yang benar, dengan niat dan tekad jika sean-dainya mereka mampu niscaya mereka akan berjihad, dan mereka melakukan apa yang mereka mempu, yaitu memberikan dorongan, ajaran, serta semangat kepada orang lain untuk berjihad. \ufd3e \u0645\u064e\u0627     \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u062d\u06e1\u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646  \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0656\u06da \ufd3f   \"Tidak ada jalan sedikit pun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik.\" Yakni jalan untuk disalahkan, karena dengan kebaikan mereka terkait dengan hak Allah dan hak para hamba membuat mereka tidak disalahkan, jika seorang hamba melakukan apa yang dia mampu dengan baik, maka gugurlah kesalahan pada apa yang dia tidak mampu.\nAyat ini dijadikan sebagai dalil atas sebuah kaidah, yaitu bahwa barangsiapa yang berbuat kebaikan kepada orang lain pada jiwanya atau pada hartanya dan lainnya, lalu kebaikannya itu menimbulkan kekurangan atau kerusakan, maka dia tidak bertanggung jawab (menanggung) karena dia berbuat baik, dan tidak ada jalan untuk menyalahkan orang yang berbuat baik. Sebagaimana ayat ini juga menunjukkan bahwa orang yang berbuat buruk seperti orang yang lalai, maka dia harus menanggungnya. \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u065e  \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u065e \ufd3f   \"Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.\" Di antara ampunan dan rahmatNya adalah bahwa Dia memaafkan orang-orang yang lemah dan memberi mereka pahala dengan niat kuat mereka, sama dengan pahala orang-orang yang mampu melakukan.  "},{"id":1824,"sura":9,"from_aya":92,"to_aya":92,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(92) \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627  \u0645\u064e\u0627\u0653  \u0623\u064e\u062a\u064e\u0648\u06e1\u0643\u064e  \u0644\u0650\u062a\u064e\u062d\u06e1\u0645\u0650\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \ufd3f \"Dan tiada (pula dosa) atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan\", ternyata kamu tidak memiliki apa pun. \ufd3e \u0642\u064f\u0644\u06e1\u062a\u064e  \ufd3f \"Lalu kamu berkata\", dalam rangka meminta maaf. \ufd3e \u0644\u064e\u0627\u0653  \u0623\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f   \u0645\u064e\u0627\u0653  \u0623\u064e\u062d\u06e1\u0645\u0650\u0644\u064f\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650  \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u0627\u0652  \u0648\u0651\u064e\u0623\u064e\u0639\u06e1\u064a\u064f\u0646\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u062a\u064e\u0641\u0650\u064a\u0636\u064f  \u0645\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u062f\u0651\u064e\u0645\u06e1\u0639\u0650    \u062d\u064e\u0632\u064e\u0646\u064b\u0627  \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627  \u064a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0645\u064e\u0627  \u064a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e  \ufd3f \"'Aku tidak memperoleh ken-daraan untuk membawamu,' lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air mata karena kesedihan, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan.\" Mereka adalah orang-orang yang tidak mampu tetapi mereka bersedia mengorbankan dirinya, bah-kan mereka bersedih dan sangat berat hati sebagaimana yang Allah sebutkan. Mereka itu tiada dosa atasnya, dan jika dosa telah gugur dari mereka, maka perkaranya kembali kepada asalnya, yaitu bah-wa siapa yang berniat melakukan kebaikan, dan niat kuatnya telah diikuti dengan usaha sebatas kemampuannya kemudian dia tidak mampu maka dia disamakan dengan orang yang melakukannya dengan sempurna.  "},{"id":1825,"sura":9,"from_aya":93,"to_aya":93,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(93) \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627  \u0671\u0644\u0633\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064f  \ufd3f \"Sesungguhnya jalan\" untuk menyalahkan, \ufd3e \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0633\u06e1\u062a\u064e\u0640\u0654\u06e1\u0630\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064e \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1   \u0623\u064e\u063a\u06e1\u0646\u0650\u064a\u064e\u0627\u0653\u0621\u064f\u06da \ufd3f   \"orang-orang yang meminta izin kepadamu, padahal mereka itu orang-orang kaya,\" yang mampu untuk pergi ber-perang, dan tidak memiliki udzur. \ufd3e \u0631\u064e\u0636\u064f\u0648\u0627\u0652  \ufd3f \"Mereka rela\", untuk diri mereka dan agama mereka \ufd3e \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652         \u0645\u064e\u0639\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u062e\u064e\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u0641\u0650 \ufd3f   \"berada bersama-sama orang-orang yang tidak ikut berperang\", seperti wanita, anak-anak dan semisalnya. \ufd3e \u0648 \u064e \ufd3f   \"Dan\" mereka rela dengan keadaan itu karena Allah telah mengunci mati \ufd3e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670     \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1 \ufd3f   \" hati mereka.\" Yakni menstem-pel hati mereka, sehingga tiada kebaikan yang masuk kepadanya dan tidak merasakan kemaslahatan mereka di dunia dan akhirat. \ufd3e \u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0644\u064e\u0627  \u064a\u064e\u0639\u06e1\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"Maka mereka tidak mengetahui (akibat perbuatan mereka)\", sebagai hukuman atas apa yang mereka lakukan."},{"id":1826,"sura":9,"from_aya":94,"to_aya":96,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Mereka (orang-orang munafik) mengemukakan udzurnya kepadamu, apabila kamu telah kembali kepada mereka (dari medan perang). Katakanlah, 'Janganlah kamu mengemukakan udzur, kami tidak percaya lagi kepadamu, (karena) sesungguhnya Allah telah memberitahukan kepada kami beritamu yang sebenarnya. Dan Allah serta RasulNya akan melihat pekerjaanmu, kemudian kamu dikembalikan kepada Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.' Kelak mereka akan bersumpah kepadamu dengan nama Allah, apa-bila kamu kembali kepada mereka, supaya kamu berpaling dari mereka. Maka berpalinglah dari mereka, karena sesungguhnya me-reka itu adalah najis dan tempat mereka Jahanam, sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan. Mereka akan bersumpah kepa-damu, agar kamu ridha kepada mereka. Tetapi jika sekiranya kamu ridha kepada mereka, maka sesungguhnya Allah tidak ridha kepada orang-orang yang fasik itu.\" (At-Taubah: 94-96)."},{"id":1827,"sura":9,"from_aya":94,"to_aya":94,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(94) Manakala Allah menyebutkan orang-orang munafik yang mampu tetapi tidak mau pergi berperang, dan bahwa mereka tidak memiliki alasan, maka kemudian Dia menyampaikan bahwa mereka akan mengemukakan alasannya \ufd3e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0643\u064f\u0645\u06e1     \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627  \u0631\u064e\u062c\u064e\u0639\u06e1\u062a\u064f\u0645\u06e1  \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u0645\u06e1\u06da \ufd3f   \"kepada-mu, apabila kamu telah kembali kepada mereka\", dari medan perang. \ufd3e \u0642\u064f\u0644 \ufd3f   \"Katakanlah\", kepada mereka, \ufd3e \u0644\u0651\u064e\u0627     \u062a\u064e\u0639\u06e1\u062a\u064e\u0630\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0644\u064e\u0646       \u0646\u0651\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Janganlah kamu mengemukakan udzur, kami tidak percaya lagi kepadamu\", yakni Kami tidak akan mempercayai alasan dustamu. \ufd3e \u0642\u064e\u062f\u06e1  \u0646\u064e\u0628\u0651\u064e\u0623\u064e\u0646\u064e\u0627  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0645\u0650\u0646\u06e1  \u0623\u064e\u062e\u06e1\u0628\u064e\u0627\u0631\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06da \ufd3f   \"(Karena) sesungguhnya Allah telah memberitahukan kepada kami berita-mu yang sebenarnya.\" Dan Dia Mahabenar dalam perkataanNya, jadi tiada berguna lagi alasan kalian, karena mereka mengemukakan alasan yang bertentangan dengan apa yang dinyatakan oleh Allah, dan mustahil mereka benar dalam perkara di mana mereka menye-lisihi berita Allah yang merupakan tingkatan paling tinggi dalam hal kebenaran. \ufd3e \u0648\u064e\u0633\u064e\u064a\u064e\u0631\u064e\u0649    \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f\u0647\u064f\u06e5 \ufd3f   \"Dan Allah serta RasulNya akan melihat pekerjaanmu\", di dunia, karena timbangan kebenaran dan kedustaan adalah amal perbuatan, adapun ucapan saja tidak me-nunjukkan hal tersebut. \ufd3e \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e  \u062a\u064f\u0631\u064e\u062f\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670  \u0639\u064e\u0670\u0644\u0650\u0645\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u063a\u064e\u064a\u06e1\u0628\u0650      \u0648\u064e\u0671\u0644\u0634\u0651\u064e\u0647\u064e\u0670\u062f\u064e\u0629\u0650  \ufd3f \"Kemudian kamu dikembalikan kepada Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata\", yang tiada sesuatu pun yang samar bagiNya. \ufd3e \u0641\u064e\u064a\u064f\u0646\u064e\u0628\u0651\u0650\u0626\u064f\u0643\u064f\u0645   \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627      \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u06e1    \u062a\u064e\u0639\u06e1\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"Lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan,\" baik dan buruknya, Dia akan membalasnya dengan keadilan dan karu-niaNya tanpa menzhalimimu sedikit pun."},{"id":1828,"sura":9,"from_aya":95,"to_aya":95,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(95) Ketahuilah, bahwa orang yang berbuat salah dan dosa mempunyai tiga kemungkinan: Bisa jadi ucapan dan alasannya diterima secara lahir dan batin, lantas dia dimaafkan di mana se-olah-olah dia tidak berdosa [keadaan inilah yang disebutkan di sini terkait dengan orang-orang munafik bahwa alasan mereka tidak diterima dan bahwa telah terbukti keadaan mereka yang busuk dan perbuatan mereka yang buruk].[98] Bisa jadi mereka diberi hukuman dan ta'zir secara fisik atas dosa mereka. Bisa pula mereka tidak di-hiraukan dan tidak diberi hukuman atas perbuatan mereka secara fisik. Kemungkinan yang ketiga inilah yang diperintahkan oleh Allah dalam menyikapi terhadap orang-orang munafik, oleh karena itu Dia berfirman, \ufd3e \u0633\u064e\u064a\u064e\u062d\u06e1\u0644\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e       \u0628\u0650\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627  \u0671\u0646\u0642\u064e\u0644\u064e\u0628\u06e1\u062a\u064f\u0645\u06e1  \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u0645\u06e1  \u0644\u0650\u062a\u064f\u0639\u06e1\u0631\u0650\u0636\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0639\u064e\u0646\u06e1\u0647\u064f\u0645\u06e1\u06d6       \u0641\u064e\u0623\u064e\u0639\u06e1\u0631\u0650\u0636\u064f\u0648\u0627\u0652    \u0639\u064e\u0646\u06e1\u0647\u064f\u0645\u06e1\u06d6 \ufd3f   \"Ke-lak mereka akan bersumpah kepadamu dengan nama Allah, apabila kamu kembali kepada mereka, supaya kamu berpaling dari mereka.\" Jangan salahkan mereka, jangan dicambuk dan jangan dibunuh. \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1     \u0631\u0650\u062c\u06e1\u0633\u065e\u06d6 \ufd3f   \"Karena sesungguhnya mereka itu adalah najis.\" Mereka itu adalah kotoran dan sampah, tidak layak untuk diperhatikan, nasihat dan hukuman tidak berguna bagi mereka.  \ufd3e \u0648\u064e\ufd3f \"Dan\", cukuplah sebagai hukuman \ufd3e \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064f     \u062c\u064e\u0632\u064e\u0627\u0653\u0621\u064e\u06e2  \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627   \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652   \u064a\u064e\u0643\u06e1\u0633\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"tempat mereka Jahanam, seba-gai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.\"  "},{"id":1829,"sura":9,"from_aya":96,"to_aya":96,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(96) FirmanNya, \ufd3e \u064a\u064e\u062d\u06e1\u0644\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0644\u0650\u062a\u064e\u0631\u06e1\u0636\u064e\u0648\u06e1\u0627\u0652   \u0639\u064e\u0646\u06e1\u0647\u064f\u0645\u06e1\u06d6 \ufd3f   \"Mereka akan bersum-pah kepadamu, agar kamu ridha kepada mereka.\" Yakni mereka juga mempunyai maksud yang lain darimu di samping agar kamu ber-paling dari mereka, yaitu mereka ingin agar kamu meridhai mereka seolah-olah mereka itu tidak melakukan dosa apa-apa. \ufd3e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646         \u062a\u064e\u0631\u06e1\u0636\u064e\u0648\u06e1\u0627\u0652  \u0639\u064e\u0646\u06e1\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0644\u064e\u0627  \u064a\u064e\u0631\u06e1\u0636\u064e\u0649\u0670  \u0639\u064e\u0646\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u0642\u064e\u0648\u06e1\u0645\u0650   \u0671\u0644\u06e1\u0641\u064e\u0670\u0633\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Tetapi jika sekiranya kamu ridha kepada mereka, maka sesungguhnya Allah tidak ridha kepada orang-orang yang fasik itu.\" Yakni, maka tidak sepantasnya bagimu hai orang-orang yang beriman meridhai orang yang tidak diridhai Allah, bahkan kamu harus mengikuti Rabbmu dalam sikap ridha dan marah. Perhatikanlah bagaimana Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \ufd3e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0644\u064e\u0627  \u064a\u064e\u0631\u06e1\u0636\u064e\u0649\u0670  \u0639\u064e\u0646\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u0642\u064e\u0648\u06e1\u0645\u0650   \u0671\u0644\u06e1\u0641\u064e\u0670\u0633\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Maka sesungguhnya Allah tidak ridha kepada orang-orang yang fasik itu.\" Dan tidak berkata, \"Maka sesungguhnya Allah tidak me-ridhai mereka.\" Ini untuk menunjukkan bahwa pintu taubat masih tetap terbuka, selama mereka atau siapa pun bertaubat, maka Allah akan mengampuni dan meridhai mereka. Akan tetapi selama me-reka itu tetap fasik, selama itu Allah tidak meridhai mereka karena adanya penghalang bagi ridhaNya, yaitu menyimpangnya mereka dari iman dan ketaatan yang diridhai Allah kepada syirik, nifak, dan maksiat yang dibenci Allah.\nAlhasil dari apa yang disebutkan oleh Allah adalah bahwa orang-orang munafik yang tidak berangkat berjihad tanpa alasan, jika mereka meminta maaf kepada orang-orang Mukmin dan me-reka mengaku mempunyai alasan dalam ketidakberangkatannya, maksud orang-orang munafik adalah agar kamu berpaling dari mereka (yakni, membiarkan mereka) dan meridhai serta menerima alasan mereka. Adapun memaklumi dan meridhai mereka, maka janganlah dilakukan, karena mereka tidak memiliki kecintaan dan kehormatan. Adapun berpaling dari mereka, maka orang-orang yang beriman berpaling dari mereka seperti orang-orang Mukmin berpaling dari perkara-perkara buruk dan kotor.\nAyat-ayat ini mengandung penetapan sifat Kalam bagi Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 pada FirmanNya, \n\ufd3e \u0642\u064e\u062f\u06e1     \u0646\u064e\u0628\u0651\u064e\u0623\u064e\u0646\u064e\u0627  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0645\u0650\u0646\u06e1  \u0623\u064e\u062e\u06e1\u0628\u064e\u0627\u0631\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06da \ufd3f \n\"Sesungguhnya Allah telah memberitahukan kepada kami beritamu yang sebenarnya.\" (At-Taubah: 94).\nAyat-ayat ini juga mengandung penetapan perbuatan ikhtiari bagi Allah yang terlaksana dengan kodrat dan kehendakNya, seba-gaimana terkandung dalam Firman Allah di atas dan dalam Fir-manNya,\n\ufd3e \u0648\u064e\u0633\u064e\u064a\u064e\u0631\u064e\u0649    \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f\u0647\u064f\u06e5 \ufd3f \n\"Dan Allah serta RasulNya akan melihat pekerjaanmu.\" (At-Tau-bah: 94).\nAllah memberitahukan bahwa Allah dan RasulNya akan me-lihatnya setelah ia terjadi. Dan di dalam ayat ini juga terdapat pe-netapan sifat ridha bagi Allah kepada orang-orang yang baik dan sifat marah serta murkaNya kepada orang-orang fasik. "},{"id":1830,"sura":9,"from_aya":97,"to_aya":99,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Orang-orang Arab Badui itu, lebih sangat kekafiran dan kemunafikannya, dan lebih wajar tidak mengetahui hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada RasulNya. Dan Allah Maha Menge-tahui lagi Mahabijaksana. Di antara orang-orang Arab Badui itu, ada orang yang memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah) sebagai suatu kerugian dan dia menanti-nanti marabahaya menimpamu, merekalah yang akan ditimpa marabahaya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Dan di antara orang-orang Arab Badui itu, ada orang yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian, dan memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah) itu, sebagai jalan mendekatkannya kepada Allah dan sebagai jalan untuk memperoleh doa Rasul. Ketahuilah, sesung-guhnya nafkah itu adalah suatu jalan bagi mereka untuk mende-katkan diri (kepada Allah). Kelak Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat (Surga)Nya, sesungguhnya Allah Maha Pengam-pun lagi Maha Penyayang.\" (At-Taubah: 97-99)."},{"id":1831,"sura":9,"from_aya":97,"to_aya":97,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(97) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \ufd3e \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0639\u06e1\u0631\u064e\u0627\u0628\u064f \ufd3f   \"Orang-orang Arab Badui itu\", yaitu mereka yang tinggal di pelosok dan pedalaman \ufd3e \u0623\u064e\u0634\u064e\u062f\u0651\u064f  \u0643\u064f\u0641\u06e1\u0631\u0657\u0627  \u0648\u064e\u0646\u0650\u0641\u064e\u0627\u0642\u0657\u0627 \ufd3f   \"lebih sangat kekafiran dan kemunafikannya\", daripada orang-orang kota meskipun mereka juga ada yang kafir dan munafik, hal itu karena beberapa sebab, di antaranya adalah jauhnya mereka dari pengetahuan tentang syariat-syariat agama, amal perbuatan dan hukum-hukum, maka mereka lebih layak, \ufd3e \u0648\u064e\u0623\u064e\u062c\u06e1\u062f\u064e\u0631\u064f  \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627   \u064a\u064e\u0639\u06e1\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627\u0652      \u062d\u064f\u062f\u064f\u0648\u062f\u064e  \u0645\u064e\u0627\u0653  \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670  \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650\u06e6\u06d7 \ufd3f   \"dan lebih wajar tidak mengetahui hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada RasulNya,\" berupa dasar-dasar iman dan hukum-hukum perintah dan larangan. Lain halnya dengan orang-orang yang tinggal di kota, mereka lebih mungkin mengetahui hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada RasulNya. Dengan ilmu ini, muncul pada mereka gambaran-gambaran yang baik dan keinginan kepada kebaikan yang mereka ketahui hal mana itu ti-dak ada di pedalaman. Pada orang-orang kota juga terdapat tabiat yang lembut dan ketundukan kepada penyeru yang mana hal itu tidak terdapat pada orang-orang pedalaman. Orang-orang kota juga bergaul dengan ahli iman dan berinteraksi lebih banyak daripada orang yang tinggal di pedalaman. Oleh karenanya orang-orang kota lebih layak mengetahui kebaikan daripada orang-orang di pe-dalaman, meski di kota dan di desa tetap ada orang-orang munafik dan kafir, hanya saja yang di pedalaman lebih keras dan lebih sangat.  "},{"id":1832,"sura":9,"from_aya":98,"to_aya":98,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(98) Di antara sebab yang lain juga adalah bahwa orang-orang Arab Badui lebih kikir dan lebih berambisi dalam urusan harta, di antara mereka terdapat \ufd3e \u0645\u064e\u0646     \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064f  \u0645\u064e\u0627  \u064a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f \ufd3f   \"orang yang meman-dang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah)\", berupa zakat, nafkah di jalan Allah, dan lain-lain \ufd3e \u0645\u064e\u063a\u06e1\u0631\u064e\u0645\u0657\u0627 \ufd3f   \"sebagai suatu kerugian.\" Yakni dia memandangnya sebagai kerugian dan kekurangan, tidak ber-harap pahala dari Allah, tidak berharap dengannya Wajah Allah, dan hampir tidak dilaksanakan kecuali dengan terpaksa. \ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0635\u064f     \u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u064f  \u0671\u0644\u062f\u0651\u064e\u0648\u064e\u0627\u0653\u0626\u0650\u0631\u064e\u06da \ufd3f   \"Dan dia menanti-nanti marabahaya menimpamu.\" Yakni di an-tara bukti permusuhan dan kebencian mereka kepada orang-orang yang beriman adalah bahwa mereka menginginkan dan menanti-nantikan musibah dan marabahaya yang ditimpakan kepada orang-orang Mukmin. Justru yang terjadi sebaliknya. \ufd3e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u0645\u06e1   \u062f\u064e\u0627\u0653\u0626\u0650\u0631\u064e\u0629\u064f  \u0671\u0644\u0633\u0651\u064e\u0648\u06e1\u0621\u0650\u06d7 \ufd3f   \"Me-rekalah yang akan ditimpa marabahaya.\" Adapun orang-orang Mukmin, maka mereka akan meraih hasil baik atas musuhnya dan akibat yang menggembirakan. \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0633\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064c  \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u065e  \ufd3f \"Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.\" Mengetahui niat manusia dan amal yang dilakukannya, apakah ia ikhlas atau tidak."},{"id":1833,"sura":9,"from_aya":99,"to_aya":99,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(99) Namun tidak semua orang-orang Arab Badui itu tercela, di antara mereka \ufd3e \u0645\u064e\u0646     \u064a\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u064f  \u0628\u0650\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u064a\u064e\u0648\u06e1\u0645\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u0653\u062e\u0650\u0631\u0650 \ufd3f   \"ada orang yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian.\" Maka dia selamat dari kekufuran dan kemunafikan dan melakukan tuntutan iman. \ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064f   \u0645\u064e\u0627  \u064a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f  \u0642\u064f\u0631\u064f\u0628\u064e\u0670\u062a\u064d  \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \ufd3f \"Dan memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah) itu, sebagai jalan mendekatkannya kepada Allah.\" Yakni, dia berharap pa-hala dari Allah dengan infaknya dan mencari Wajah Allah serta ke-dekatan kepadaNya. \ufd3e \u0648\u064e\ufd3f \"Dan\" menjadikannya sebagai jalan untuk memperoleh doa \ufd3e \u0671\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u06da \ufd3f   \"Rasul.\" Dan permohonan keberkahan (kepada Allah) untuk mereka. \nAllah berfirman menjelaskan manfaat doa Rasul. \ufd3e \u0623\u064e\u0644\u064e\u0627\u0653     \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627      \u0642\u064f\u0631\u06e1\u0628\u064e\u0629\u065e   \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1\u06da \ufd3f   \"Ketahuilah, sesungguhnya nafkah itu adalah suatu jalan bagi me-reka untuk mendekatkan diri (kepada Allah).\" Mendekatkan mereka kepada Allah, mengembangkan harta mereka dan memberkahinya. \ufd3e \u0633\u064e\u064a\u064f\u062f\u06e1\u062e\u0650\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u064f     \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0641\u0650\u064a  \u0631\u064e\u062d\u06e1\u0645\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650\u06e6\u0653\u06da \ufd3f   \"Kelak Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat (Surga)Nya\", dalam golongan hamba-hambaNya yang shalih. \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e             \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u065e    \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u065e  \ufd3f \"Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Pe-nyayang.\" Dia mengampuni dosa-dosa besar bagi yang bertaubat kepadaNya, menaungi hamba-hambaNya dengan rahmatNya yang meliputi segala sesuatu dan mengkhususkan hamba-hambaNya yang beriman dengan rahmatNya yang membimbing mereka kepada kebaikan, melindungi mereka dari penyimpangan, serta memberi mereka balasan yang besar.\nAyat ini mengandung dalil bahwa orang-orang Arab Badui sama dengan orang-orang kota. Di antara mereka ada yang tercela dan ada yang terpuji. Allah tidak mencela mereka hanya karena mereka arab badui, akan tetapi karena meninggalkan perintah-pe-rintah Allah dan mereka kemungkinan besar melakukan itu.\nDi antaranya: Bahwa kekufuran dan kemunafikan dapat ber-tambah dan berkurang, menguat dan melemah, berdasarkan kondisi.\nDi antaranya: Keutamaan ilmu, dan bahwa orang yang tidak berilmu lebih dekat kepada keburukan daripada orang yang ber-ilmu, karena Allah mencela orang-orang Arab Badui dan menya-takan bahwa mereka lebih keras kekufuran dan kemunafikannya serta menjelaskan penyebabnya dan bahwa mereka layak untuk tidak mengetahui hukum-hukum yang Allah turunkan kepada Ra-sulNya.\nDi antaranya: Bahwa ilmu bermanfaat yang merupakan ilmu yang paling bermanfaat adalah mengetahui hukum-hukum yang diturunkan oleh Allah kepada RasulNya yang meliputi dasar-dasar dan cabang agama seperti mengetahui batasan-batasan Iman, Islam, Ihsan, takwa, keberuntungan, ketaatan, kebaikan, berbuat baik, si-laturahim, kekufuran, kemunafikan, kefasikan, kemaksiatan, zina, khamar, riba dan lain-lain, karena dengan mengetahuinya ia bisa dilaksanakan jika ia diperintahkan dan dijauhi jika ia adalah lara-ngan, serta memungkinkan pula untuk memerintahkannya atau melarangnya.\nDi antaranya juga: Hendaknya seorang hamba yang beriman melaksanakan hak-haknya dengan lapang dada, jiwa tentram, ber-usaha meraih untung dan tidak merugi."},{"id":1834,"sura":9,"from_aya":100,"to_aya":100,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada me-reka dan mereka pun ridha kepada Allah, dan Allah menyediakan bagi mereka Surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.\" (At-Taubah: 100)."},{"id":1835,"sura":9,"from_aya":100,"to_aya":100,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(100) As-Sabiqun adalah orang-orang yang mendahului umat ini kepada iman, hijrah, jihad, dan menegakkan Agama Allah, \ufd3e \u0645\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0647\u064e\u0670\u062c\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"di antara orang-orang Muhajirin\",\n\ufd3e \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0623\u064f\u062e\u06e1\u0631\u0650\u062c\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0645\u0650\u0646  \u062f\u0650\u064a\u064e\u0670\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u06e1\u0648\u064e\u0670\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1    \u064a\u064e\u0628\u06e1\u062a\u064e\u063a\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0641\u064e\u0636\u06e1\u0644\u0657\u0627  \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0648\u064e\u0631\u0650\u0636\u06e1\u0648\u064e\u0670\u0646\u0657\u0627  \u0648\u064e\u064a\u064e\u0646\u0635\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u0647\u064f\u06e5\u0653\u06da       \u0623\u064f\u0648\u0652\u0644\u064e\u0670\u0653\u0626\u0650\u0643\u064e   \u0647\u064f\u0645\u064f  \u0671\u0644\u0635\u0651\u064e\u0670\u062f\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e  8  \ufd3f\n\"Yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridhaan(Nya) dan mereka me-nolong Allah dan RasulNya. Mereka itulah orang-orang yang benar.\" (Al-Hasyr: 8).  \n\ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0646\u0635\u064e\u0627\u0631\u0650 \ufd3f   \"dan orang-orang Anshar\",\n\ufd3e \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u062a\u064e\u0628\u064e\u0648\u0651\u064e\u0621\u064f\u0648  \u0671\u0644\u062f\u0651\u064e\u0627\u0631\u064e  \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0670\u0646\u064e  \u0645\u0650\u0646  \u0642\u064e\u0628\u06e1\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1    \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0645\u064e\u0646\u06e1  \u0647\u064e\u0627\u062c\u064e\u0631\u064e  \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627   \u064a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0641\u0650\u064a  \u0635\u064f\u062f\u064f\u0648\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1  \u062d\u064e\u0627\u062c\u064e\u0629\u0657   \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627\u0653  \u0623\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0648\u064e\u064a\u064f\u0624\u06e1\u062b\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670\u0653  \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u06e1   \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e     \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1    \u062e\u064e\u0635\u064e\u0627\u0635\u064e\u0629\u065e\u06da \ufd3f \n\"Orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah ber-iman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka men-cintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada me-reka (orang-orang Muhajirin), dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu).\" (Al-Hasyr: 9). \n\ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e   \u0671\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645  \u0628\u0650\u0625\u0650\u062d\u06e1\u0633\u064e\u0670\u0646\u0656 \ufd3f   \"Dan orang-orang yang mengikuti mereka de-ngan baik\", dalam akidah, perkataan, dan perbuatan. Mereka itulah yang selamat dari celaan, mendapatkan pujian yang tinggi, dan ke-muliaan terbaik dari Allah. \ufd3e \u0631\u0651\u064e\u0636\u0650\u064a\u064e     \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0639\u064e\u0646\u06e1\u0647\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Allah ridha kepada mereka.\" Dan Ridha Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 lebih besar daripada nikmat Surga. \ufd3e \u0648\u064e\u0631\u064e\u0636\u064f\u0648\u0627\u0652     \u0639\u064e\u0646\u06e1\u0647\u064f  \u0648\u064e\u0623\u064e\u0639\u064e\u062f\u0651\u064e    \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0670\u062a\u0656  \u062a\u064e\u062c\u06e1\u0631\u0650\u064a  \u062a\u064e\u062d\u06e1\u062a\u064e\u0647\u064e\u0627  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0646\u06e1\u0647\u064e\u0670\u0631\u064f \ufd3f   \"Dan mereka pun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka Surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya\", yang mengalir ke pangkal-pangkal pohon dan kebun yang elok lagi indah dan taman yang mempesona. \ufd3e \u062e\u064e\u0670\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627\u0653  \u0623\u064e\u0628\u064e\u062f\u0657\u0627\u06da \ufd3f \"Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.\" Mereka tidak ingin ber-pindah darinya, dan tidak mencari penggantinya, karena apa pun yang mereka inginkan akan mereka dapatkan dan apa yang mereka harapkan pasti terlaksana. \ufd3e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e     \u0671\u0644\u06e1\u0641\u064e\u0648\u06e1\u0632\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064f \ufd3f   \"Itulah kemenangan yang besar\", yang padanya terwujud bagi mereka semua yang disukai oleh jiwa, yang dinikmati oleh ruh, yang diinginkan oleh hati dan yang dihasrati oleh jasmani serta tertolak dari mereka segala yang tidak diinginkan."},{"id":1836,"sura":9,"from_aya":101,"to_aya":101,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Di antara orang-orang Arab Badui yang di sekelilingmu itu, ada orang-orang munafik, dan (juga) di antara penduduk Madinah. Mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi) Kami-lah yang mengetahui me-reka. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.\" (At-Taubah: 101)."},{"id":1837,"sura":9,"from_aya":101,"to_aya":101,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(101) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman,\ufd3e \u0648\u064e\u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0646\u06e1     \u062d\u064e\u0648\u06e1\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645  \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0639\u06e1\u0631\u064e\u0627\u0628\u0650      \u0645\u064f\u0646\u064e\u0670\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e\u06d6       \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u06e1  \u0623\u064e\u0647\u06e1\u0644\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e\u0629\u0650 \ufd3f   \"Di antara orang-orang Arab Badui yang di sekelilingmu itu, ada orang-orang munafik, dan (juga) di antara penduduk Madinah\", juga ter-dapat orang-orang munafik. \ufd3e \u0645\u064e\u0631\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649  \u0671\u0644\u0646\u0651\u0650\u0641\u064e\u0627\u0642\u0650  \ufd3f \"Mereka keterlaluan dalam kemunafikannya.\" Yakni, mereka terbiasa di atasnya (terus menerus) dan bertambah kuat kemunafikannya. \n\ufd3e \u0644\u064e\u0627       \u062a\u064e\u0639\u06e1\u0644\u064e\u0645\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1\u06d6 \ufd3f   \"Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka\", yaitu nama-nama mereka sehingga kamu bisa menghukum mereka atau kamu memperlakukan mereka sesuai dengan kemunafikannya, karena dalam hal itu Allah mempunyai hikmah yang mengagum-kan. \ufd3e \u0646\u064e\u062d\u06e1\u0646\u064f  \u0646\u064e\u0639\u06e1\u0644\u064e\u0645\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1\u06da       \u0633\u064e\u0646\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645  \u0645\u0651\u064e\u0631\u0651\u064e\u062a\u064e\u064a\u06e1\u0646\u0650 \ufd3f   \"(Tetapi) Kamilah yang mengetahui mereka. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali.\" Ada kemungkinan dua kali itu adalah dua kali yang sebenarnya yaitu di dunia dan di akhirat. Di dunia dalam bentuk kecemasan, kesedihan, dan kebencian ter-hadap kemenangan dan keunggulan yang diraih oleh orang-orang Mukmin, dan di akhirat adalah azab neraka yang merupakan tem-pat terburuk. Ada kemungkinan bahwa maksudnya adalah Kami akan memberatkan azab atas mereka, melipatgandakannya dan mengulang-ulangnya atas mereka. "},{"id":1838,"sura":9,"from_aya":102,"to_aya":103,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan (ada pula) orang-orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka, mereka mencampur-baurkan pekerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penya-yang. Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Menge-tahui.\" (At-Taubah: 102-103)."},{"id":1839,"sura":9,"from_aya":102,"to_aya":102,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(102) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0621\u064e\u0627\u062e\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"Dan (ada pula) orang-orang lain\", yang di Madinah dan sekitarnya bahkan di negeri-ne-geri Islam yang lain \ufd3e \u0671\u0639\u06e1\u062a\u064e\u0631\u064e\u0641\u064f\u0648\u0627\u0652     \u0628\u0650\u0630\u064f\u0646\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1 \ufd3f   \"yang mengakui dosa-dosa mereka.\" Yakni, mereka mengakuinya, menyesalinya, berusaha bertaubat darinya dan menyucikan dari kotorannya. \ufd3e \u062e\u064e\u0644\u064e\u0637\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u0657\u0627  \u0635\u064e\u0670\u0644\u0650\u062d\u0657\u0627   \u0648\u064e\u0621\u064e\u0627\u062e\u064e\u0631\u064e    \u0633\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064b\u0627  \ufd3f \"Mereka mencampur-baurkan pekerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk.\" Dan suatu amal bukanlah amal shalih kecuali jika se-orang hamba mempunyai dasar tauhid dan iman yang mengeluar-kan dari kekufuran dan kesyirikan yang merupakan syarat bagi seluruh amal shalih, mereka mencampuradukkan antara amal yang baik dengan amal yang buruk dalam bentuk keberaniannya mela-kukan sebagian yang diharamkan dan kelalaian melakukan sebagian kewajiban. Namun bersamaan dengan itu mereka mengakui itu dan berharap Allah mengampuninya. Mereka itu \ufd3e \u0639\u064e\u0633\u064e\u0649     \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0623\u064e\u0646  \u064a\u064e\u062a\u064f\u0648\u0628\u064e  \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u0645\u06e1\u06da \ufd3f   \"mu-dah-mudahan Allah menerima taubat mereka.\" Taubat Allah kepada hambaNya ada dua: pertama, memberi taufik kepada mereka untuk taubat, kedua, menerimanya setelah taubat itu dilakukan mereka. \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u065e   \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c  \ufd3f \"Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penya-yang\", yakni sifatNya adalah maghfirah dan rahmat di mana tidak ada makhluk yang terlepas darinya, bahkan tidak ada keberadaan alam langit dan bumi kecuali dengan keduanya. Seandainya Allah menyiksa manusia karena kezhaliman mereka, niscaya Dia tidak membiarkan satu pun binatang melata di muka bumi ini. \n\ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e    \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u064a\u064f\u0645\u06e1\u0633\u0650\u0643\u064f  \u0671\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0670\u0648\u064e\u0670\u062a\u0650   \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0631\u06e1\u0636\u064e  \u0623\u064e\u0646  \u062a\u064e\u0632\u064f\u0648\u0644\u064e\u0627\u06da       \u0648\u064e\u0644\u064e\u0626\u0650\u0646  \u0632\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u064e\u0627\u0653  \u0625\u0650\u0646\u06e1       \u0623\u064e\u0645\u06e1\u0633\u064e\u0643\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627  \u0645\u0650\u0646\u06e1   \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u0656    \u0645\u0651\u0650\u0646\u06e2  \u0628\u064e\u0639\u06e1\u062f\u0650\u0647\u0650\u06e6\u0653\u06da         \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u06e5    \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e    \u062d\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627  \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u0657\u0627  41  \ufd3f\n\"Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap, dan sungguh jika keduanya akan lenyap, tidak ada seorang pun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.\" (Fathir: 41). \nDi antara ampunanNya adalah bahwa orang-orang yang ber-sikap berlebih-lebihan terhadap diri mereka, yang menghabiskan umur mereka dengan amal-amal buruk, jika mereka bertaubat dan kembali kepadaNya meski hanya sesaat sebelum mati, maka Allah akan memaafkan mereka dan mengampuni kesalahan mereka. Ayat ini menunjukkan bahwa orang yang mencampuradukkan antara keburukan dengan kebaikan, yang mengakui dan menyesali dosa-dosanya namun tidak bertaubat dengan taubat yang nasuha, maka dia berada di antara ketakutan dan harapan, dan dia lebih dekat kepada keselamatan. Adapun orang yang mencampuradukkan antara kebaikan dan keburukan yang tidak mengakui dan tidak menyesali kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan, bahkan dia masih terus melakukan dosanya, maka sangat dikhawatirkan dia akan diazab."},{"id":1840,"sura":9,"from_aya":103,"to_aya":103,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(103) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman kepada RasulNya dan kepada orang yang menempati kedudukannya (pemimpin) seraya meme-rintahkannya dengan apa yang dapat menyucikan orang-orang Mukmin dan menyempurnakan iman mereka, \ufd3e \u062e\u064f\u0630\u06e1     \u0645\u0650\u0646\u06e1  \u0623\u064e\u0645\u06e1\u0648\u064e\u0670\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1  \u0635\u064e\u062f\u064e\u0642\u064e\u0629\u0657 \ufd3f   \"am-billah zakat dari sebagian harta mereka\", yakni zakat yang diwajibkan, \ufd3e \u062a\u064f\u0637\u064e\u0647\u0651\u0650\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1     \u0648\u064e\u062a\u064f\u0632\u064e\u0643\u0651\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645  \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \ufd3f   \"dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka\", yakni membersihkan mereka dari dosa-dosa dan akhlak-akhlak tercela. \ufd3e \u0648\u064e\u062a\u064f\u0632\u064e\u0643\u0651\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645 \ufd3f   \"Dan menyucikan mereka,\" yakni, menum-buhkan dan menambahkan akhlak-akhlak mereka yang baik dan amal mereka yang shalih, menambah pahala mereka di dunia dan di akhirat, menyuburkan harta mereka. \ufd3e \u0648\u064e\u0635\u064e\u0644\u0651\u0650     \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u0645\u06e1\u06d6 \ufd3f   \"Dan berdoalah untuk mereka.\" Yakni untuk orang-orang Mukmin secara umum dan secara khusus pada waktu mereka membayarkan zakatnya kepada-mu. \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e      \u0635\u064e\u0644\u064e\u0648\u0670\u062a\u064e\u0643\u064e  \u0633\u064e\u0643\u064e\u0646\u065e  \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1\u06d7 \ufd3f   \"Sesungguhnya doamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka.\" Yakni ketenangan bagi hati mereka dan kegem-biraan bagi mereka. \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0633\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064c  \ufd3f \"Dan Allah Maha Mendengar\", doamu dengan menerima dan mengabulkan, \ufd3e \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \ufd3f   \"lagi Maha Mengeta-hui\", tentang keadaan dan niat hamba-hambaNya, kemudian Dia akan membalas masing-masing pelaku sesuai dengan amalnya dan niatnya. Nabi \ufdfa melaksanakan perintah Allah, memerintahkan me-reka bersedekah, serta mengutus amil-amil untuk mengambilnya, dan jika ada yang datang membawa zakatnya, maka Nabi \ufdfa men-doakan kebaikan untuknya dan mendoakan keberkahan atasnya.\nAyat ini mengandung dalil diwajibkannya zakat pada semua harta. Jika harta tersebut diperdagangkan, maka ini jelas, karena ia adalah harta yang tumbuh dan menghasilkan, maka termasuk ke-adilan jika ia digunakan untuk menghibur orang-orang miskin de-ngan menunaikan zakat yang diwajibkan Allah kepadanya. Adapun selain harta perniagaan, jika harta itu berkembang seperti biji-bijian, buah-buahan, binatang ternak yang dimiliki agar ia beranak pinak, maka ia terkena wajib zakat, jika tidak, maka tidak wajib zakat, ka-rena jika hanya sekedar untuk dimiliki, maka ia tidak sama dengan harta yang biasanya dimiliki seseorang dengan tujuan-tujuan ter-tentu yang bersifat finansial, jadi ia dipalingkan dari tujuan tersebut kepada tujuan kepemilikan murni.\nDalam ayat ini juga terkandung dalil bahwa seorang hamba tidak mungkin menyucikan dan membersihkan diri sebelum dia mengeluarkan zakat hartanya, dan tidak ada yang menggantikan-nya kecuali dengan membayarnya, karena kesucian dan kebersihan bergantung kepada mengeluarkannya.\nDalam ayat ini juga terkandung dalil dianjurkannya bagi imam atau wakilnya agar mendoakan orang yang berzakat dengan keber-kahan dan hendaknya doa tersebut diucapkan dengan suara keras di mana pembayar zakat itu dapat mendengarnya sehingga dia pun tenang.\nDipahami suatu faidah dari makna ayat bahwa hendaknya kita memberikan kebahagiaan kepada seorang Mukmin dengan ucapan yang lembut, mendoakan kebaikan untuknya, dan hal lain semisalnya yang menyebabkan ketenangan jiwa dan ketentraman-nya. (Hendaknya menyemangati orang yang berinfak dan melaku-kan amal baik dengan mendoakannya, memujinya, dan semisalnya)."},{"id":1841,"sura":9,"from_aya":104,"to_aya":104,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Tidakkah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hambaNya dan menerima zakat, dan bahwa-sanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang?\" (At-Taubah: 104)."},{"id":1842,"sura":9,"from_aya":104,"to_aya":104,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(104) Yakni, apakah mereka tidak mengetahui rahmat Allah yang luas dan karuniaNya yang menyeluruh, dan bahwa Dia \ufd3e \u064a\u064e\u0642\u06e1\u0628\u064e\u0644\u064f     \u0671\u0644\u062a\u0651\u064e\u0648\u06e1\u0628\u064e\u0629\u064e    \u0639\u064e\u0646\u06e1  \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0647\u0650\u06e6 \ufd3f   \"menerima taubat dari hamba-hambaNya\", yang bertaubat dari dosa apa pun, bahkan Dia \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berbahagia karena taubat ham-baNya jika dia bertaubat dengan kebahagiaan yang besar,\ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0623\u06e1\u062e\u064f\u0630\u064f     \u0671\u0644\u0635\u0651\u064e\u062f\u064e\u0642\u064e\u0670\u062a\u0650 \ufd3f   \"dan menerima zakat\", dari mereka, yakni menerima, dan mengambilnya dengan Tangan KananNya. Maka Dia menumbuh-kannya seperti seorang laki-laki menumbuhkan anak kudanya, sehingga satu biji kurma bisa menjadi seperti gunung yang besar. Lalu, bagaimana dengan yang lebih besar dan lebih banyak dari itu? \ufd3e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e    \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0647\u064f\u0648\u064e  \u0671\u0644\u062a\u0651\u064e\u0648\u0651\u064e\u0627\u0628\u064f  \u0671\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064f  \ufd3f \"Dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang?\" Yakni banyak mengampuni orang-orang yang bertaubat. Siapa yang bertaubat kepadaNya, maka Allah akan me-nerima taubatnya, meskipun kemaksiatan yang dilakukannya ber-ulang-ulang. Dan Allah tidak akan merasa bosan memberi ampun kepada hamba-hambaNya sehingga mereka sendiri yang merasa bosan dan menolak kecuali menjauh dan menghindar dari pintuNya sambil berkawan dengan musuh mereka.\n\ufd3e \u0671\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064f \ufd3f   \"Maha Penyayang\", yang rahmatNya meliputi segala sesuatu dan Dia menetapkannya untuk orang-orang yang bertakwa, membayar zakat, beriman kepada ayat-ayatNya, dan mengikuti RasulNya. "},{"id":1843,"sura":9,"from_aya":105,"to_aya":105,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan katakanlah, 'Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang Mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Maha Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakanNya kepadamu apa yang telah kamu kerjakan'.\" (At-Taubah: 105)."},{"id":1844,"sura":9,"from_aya":105,"to_aya":105,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(105) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0642\u064f\u0644 \ufd3f   \"Dan katakanlah\", kepada orang-orang munafik itu, \ufd3e \u0671\u0639\u06e1\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"bekerjalah kamu\", dengan peker-jaan yang menurutmu sesuai, teruskan kebatilanmu, jangan mengira bahwa amalanmu itu akan samar atas Allah, \ufd3e \u0641\u064e\u0633\u064e\u064a\u064e\u0631\u064e\u0649     \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1   \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f\u0647\u064f\u06e5  \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e\u06d6 \ufd3f   \"maka Allah dan RasulNya serta orang-orang Mukmin akan melihat pe-kerjaanmu itu.\" Yakni, pekerjaanmu pasti akan terlihat dan terbukti. \ufd3e \u0648\u064e\u0633\u064e\u062a\u064f\u0631\u064e\u062f\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e     \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670        \u0639\u064e\u0670\u0644\u0650\u0645\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u063a\u064e\u064a\u06e1\u0628\u0650  \u0648\u064e\u0671\u0644\u0634\u0651\u064e\u0647\u064e\u0670\u062f\u064e\u0629\u0650     \u0641\u064e\u064a\u064f\u0646\u064e\u0628\u0651\u0650\u0626\u064f\u0643\u064f\u0645  \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627  \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u06e1 \u062a\u064e\u0639\u06e1\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"Dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Maha Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakanNya kepadamu apa yang telah kamu kerjakan,\" yang baik maupun yang buruk. Ini mengandung ancaman yang keras terhadap orang yang meneruskan kebatilannya, kezhalimannya, kesesatannya dan penyimpangannya. Ada kemungkinan maknanya adalah bah-wa apa pun yang kamu lakukan, baik maupun buruk, maka Allah akan melihatmu dan Dia akan menunjukkannya kepada RasulNya dan hamba-hambaNya yang beriman, meskipun ia adalah amalan batin."},{"id":1845,"sura":9,"from_aya":106,"to_aya":106,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan ada (pula) orang-orang lain yang ditangguhkan sampai ada keputusan Allah, adakalanya Allah akan mengazab mereka dan adakalanya Allah akan menerima taubat mereka. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.\" (At-Taubah: 106)."},{"id":1846,"sura":9,"from_aya":106,"to_aya":106,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(106) \ufd3e \u0648\u064e\u0621\u064e\u0627\u062e\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"Dan ada (pula) orang-orang lain\", yang ti-dak berangkat berjihad, yang ditangguhkan \ufd3e \u0644\u0650\u0623\u064e\u0645\u06e1\u0631\u0650             \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0625\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627  \u064a\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u0625\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627  \u064a\u064e\u062a\u064f\u0648\u0628\u064f  \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u0645\u06e1\u06d7 \ufd3f   \"sampai ada keputusan Allah, adakalanya Allah akan mengazab mereka dan adakalanya Allah akan menerima taubat mereka.\" Ini mengandung ancaman yang keras bagi orang-orang yang tidak berangkat berjihad dan anjuran kepada mereka agar menyesal dan bertaubat. \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f     \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \ufd3f   \"Dan Allah Maha Mengetahui\", keadaan dan niat hamba-hambaNya, \ufd3e \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u065e \ufd3f   \"lagi Mahabijaksana.\" Dia meletakkan segala sesuatu pada tempatnya dan mendudukkannya pada posisinya. Jika hikmahNya menuntut mengampuni dan menerima taubat mereka, maka Dia akan mengampuni dan menerima taubat mereka, namun jika hik-mahNya menuntut tidak memberi mereka taufik kepada taubat, maka Dia akan melakukan itu."},{"id":1847,"sura":9,"from_aya":107,"to_aya":110,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudaratan (pada orang-orang Mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang Mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan RasulNya sejak dahulu. Mereka sesungguhnya bersumpah, 'Kami tidak menghendaki selain kebaikan.' Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya). Janganlah kamu shalat dalam masjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya masjid yang di-dirikan atas dasar takwa (masjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih. Maka apakah orang-orang yang mendirikan masjidnya di atas dasar takwa kepada Allah dan keridhaan(Nya) itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengannya ke dalam Neraka Jahanam? Dan Allah tidak mem-berikan petunjuk kepada orang-orang yang zhalim. Bangunan-bangunan yang mereka dirikan itu senantiasa menjadi pangkal keraguan dalam hati mereka, kecuali bila hati mereka itu telah hancur. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.\" (At-Taubah: 107-110)."},{"id":1848,"sura":9,"from_aya":107,"to_aya":107,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(107) Ada beberapa orang munafik dari penduduk Quba membangun masjid dekat masjid Quba dengan maksud memecah belah dan menanamkan benih fitnah di antara orang-orang yang beriman, dan mereka menyiapkannya untuk orang-orang yang me-reka harapkan memerangi Allah dan RasulNya, sekaligus sebagai benteng mereka jika ia diperlukan. Maka Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 membuka kebu-sukannya dan menampakkan rahasia mereka. \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e     \u0671\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0645\u064e\u0633\u06e1\u062c\u0650\u062f\u0657\u0627  \u0636\u0650\u0631\u064e\u0627\u0631\u0657\u0627 \ufd3f   \"Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendiri-kan masjid untuk menimbulkan kemudaratan (pada orang-orang Mukmin).\"  Yakni, kemudaratan kepada orang-orang Mukmin dan masjid yang mereka gunakan untuk berkumpul kepadanya, \ufd3e \u0648\u064e\u0643\u064f\u0641\u06e1\u0631\u0657\u0627 \ufd3f   \"untuk kekafiran.\" Yakni maksud mereka adalah kekufuran, jika maksud selain mereka adalah untuk keimanan, \ufd3e \u0648\u064e\u062a\u064e\u0641\u06e1\u0631\u0650\u064a\u0642\u064e\u06e2\u0627     \u0628\u064e\u064a\u06e1\u0646\u064e   \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"dan untuk memecah belah antara orang-orang Mukmin.\" Yakni agar orang-orang Mukmin berpecah belah, berselisih, dan bersengketa, \ufd3e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0631\u06e1\u0635\u064e\u0627\u062f\u0657\u0627 \ufd3f   \"dan menunggu kedatangan\", \ufd3e \u0644\u0651\u0650\u0645\u064e\u0646\u06e1     \u062d\u064e\u0627\u0631\u064e\u0628\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u0647\u064f\u06e5  \u0645\u0650\u0646  \u0642\u064e\u0628\u06e1\u0644\u064f\u06da \ufd3f   \"orang-orang yang telah memerangi Allah dan RasulNya sejak dahulu.\" Yakni untuk membantu orang-orang yang memerangi Allah dan RasulNya yang telah lama memusuhi dengan keras, seperti Abu Amir ar-Rahib, salah seorang penduduk Madinah. Ketika Nabi \ufdfa hijrah ke Madinah, Abu Amir ini menolak beriman kepadanya, dia adalah orang ahli ibadah pada masa jahiliyah, maka dia pergi kepada orang-orang musyrik untuk meminta tolong kepada mereka memerangi Rasulullah \ufdfa, ketika keinginannya pada orang-orang musyrik tidak terpenuhi, maka dia berangkat ke Kaisar Romawi dengan anggapan dia mau me-nolongnya, tetapi orang yang terlaknat ini mati di jalan, padahal sebelumnya dia dengan orang-orang munafik telah berjanji dan bersekutu (untuk menghancurkan kaum Muslimin). Di antara yang mereka siapkan untuknya adalah masjid dhirar, maka wahyu turun menyampaikan hal itu, lalu Nabi \ufdfa mengutus orang-orang untuk merobohkannya dan membakarnya.[99] Masjid itu pun kemudian di-robohkan dan dibakar, dan setelah itu menjadi tempat pembuangan sampah.\nAllah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman setelah menjelaskan tujuan buruk mereka pada masjid itu. \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u064a\u064e\u062d\u06e1\u0644\u0650\u0641\u064f\u0646\u0651\u064e     \u0625\u0650\u0646\u06e1  \u0623\u064e\u0631\u064e\u062f\u06e1\u0646\u064e\u0627\u0653 \ufd3f   \"Mereka sesungguhnya bersumpah, 'Kami tidak menghendaki\", dalam membangunnya \ufd3e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627     \u0671\u0644\u06e1\u062d\u064f\u0633\u06e1\u0646\u064e\u0649\u0670\u06d6 \ufd3f   \"selain kebaik-an.\" Yakni, membantu orang yang lemah dan buta. \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f     \u064a\u064e\u0634\u06e1\u0647\u064e\u062f\u064f  \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0644\u064e\u0643\u064e\u0670\u0630\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya).\" Kesaksian Allah lebih benar daripada sumpah mereka.  "},{"id":1849,"sura":9,"from_aya":108,"to_aya":108,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(108) \ufd3e \u0644\u064e\u0627     \u062a\u064e\u0642\u064f\u0645\u06e1  \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650  \u0623\u064e\u0628\u064e\u062f\u0657\u0627\u06da \ufd3f   \"Janganlah kamu shalat di dalam masjid itu selama-lamanya.\" Janganlah kamu shalat di masjid yang dibangun untuk dhirar tersebut selama-lamanya, karena Allah telah mencu-kupimu darinya dan kamu tidaklah memerlukannya. \ufd3e \u0644\u0651\u064e\u0645\u064e\u0633\u06e1\u062c\u0650\u062f\u064c  \u0623\u064f\u0633\u0651\u0650\u0633\u064e  \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649  \u0671\u0644\u062a\u0651\u064e\u0642\u06e1\u0648\u064e\u0649\u0670  \u0645\u0650\u0646\u06e1  \u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u0650    \u064a\u064e\u0648\u06e1\u0645\u064d \ufd3f   \"Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa (masjid Quba), sejak hari pertama\", munculnya Islam di Quba, ia adalah masjid Quba yang didirikan di atas dasar keikhlasan menja-lankan ketaatan kepada Allah, menegakkan dzikir kepadaNya, dan menegakkan syiar-syiar agamaNya, ia adalah masjid tua yang ter-kenal dengan itu. \nMasjid yang utama ini \ufd3e \u0623\u064e\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f     \u0623\u064e\u0646  \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0645\u064e  \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650\u06da \ufd3f   \"adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya,\" juga beribadah dan berdzikir kepada Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649. Ia adalah masjid mulia, dan orang-orangnya juga mulia. Oleh ka-rena itu Allah memuji mereka dengan FirmanNya,\ufd3e \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650     \u0631\u0650\u062c\u064e\u0627\u0644\u065e  \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0623\u064e\u0646  \u064a\u064e\u062a\u064e\u0637\u064e\u0647\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652\u06da \ufd3f   \"Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri\", dari dosa, menyucikan diri dari kotoran, najis, dan hadats. Dan se-perti yang telah diketahui bahwa siapa yang menginginkan sesuatu, maka dia akan berusaha dan bersungguh-sungguh dalam apa yang dicintai, mereka pasti berusaha dengan sungguh-sungguh bersuci dari dosa-dosa, kotoran, dan hadats. Oleh karena itu mereka terma-suk golongan pendahulu dalam Islam, mereka adalah orang-orang yang mendirikan shalat, memelihara jihad bersama Rasulullah \ufdfa, menegakkan syariat agama dan mereka termasuk orang-orang yang tidak menyelisihi Allah dan RasulNya.\nSetelah ayat ini turun yang berisi pujian atas bersucinya mereka, maka Nabi bertanya kepada mereka tentang cara mereka bersuci,[100] mereka menjawab bahwa mereka memakai air (dalam bersuci) setelah sebelumnya mereka memakai batu, maka Allah memuji perbuatan mereka.\n\ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f     \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0637\u0651\u064e\u0647\u0651\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih\", bersih secara maknawi seperti menjauhi kesyirikan dan akhlak-akhlak yang buruk, bersih secara materi seperti menghilangkan najis dan mengangkat hadats."},{"id":1850,"sura":9,"from_aya":109,"to_aya":109,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(109) Kemudian Allah membandingkan antara masjid-mas-jid sesuai dengan maksud para penghuninya dan kesesuaiannya dengan keridhaan Allah. Dia berfirman, \ufd3e \u0623\u064e\u0641\u064e\u0645\u064e\u0646\u06e1     \u0623\u064e\u0633\u0651\u064e\u0633\u064e  \u0628\u064f\u0646\u06e1\u064a\u064e\u0670\u0646\u064e\u0647\u064f\u06e5    \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670  \u062a\u064e\u0642\u06e1\u0648\u064e\u0649\u0670  \u0645\u0650\u0646\u064e   \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \ufd3f   \"Maka apakah orang-orang yang mendirikan masjidnya di atas dasar takwa kepada Allah,\" yakni di atas niat baik dan ikhlas, \ufd3e \u0648\u064e\u0631\u0650\u0636\u06e1\u0648\u064e\u0670\u0646\u064d \ufd3f   \"dan keridhaan(Nya),\" yakni ia sesuai dengan perintahNya, dia mengga-bungkan antara ikhlas dan mutaba'ah dalam amalnya,\ufd3e \u062e\u064e\u064a\u06e1\u0631\u064c     \u0623\u064e\u0645  \u0645\u0651\u064e\u0646\u06e1  \u0623\u064e\u0633\u0651\u064e\u0633\u064e  \u0628\u064f\u0646\u06e1\u064a\u064e\u0670\u0646\u064e\u0647\u064f\u06e5 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670  \u0634\u064e\u0641\u064e\u0627 \ufd3f   \"itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan ba-ngunannya di tepi\", yakni di ujung, \ufd3e \u062c\u064f\u0631\u064f\u0641\u064d     \u0647\u064e\u0627\u0631\u0656 \ufd3f   \"jurang yang runtuh\", yakni yang rapuh, hampir-hampir roboh,\ufd3e \u0641\u064e\u0671\u0646\u06e1\u0647\u064e\u0627\u0631\u064e  \u0628\u0650\u0647\u0650\u06e6   \u0641\u0650\u064a  \u0646\u064e\u0627\u0631\u0650     \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u06d7       \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0644\u064e\u0627  \u064a\u064e\u0647\u06e1\u062f\u0650\u064a   \u0671\u0644\u06e1\u0642\u064e\u0648\u06e1\u0645\u064e  \u0671\u0644\u0638\u0651\u064e\u0670\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengannya ke dalam Neraka Jahanam? Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zhalim\", yakni, Allah tidak memberi petunjuk ke-pada apa yang menjadi kemaslahatan agama dan dunia.  "},{"id":1851,"sura":9,"from_aya":110,"to_aya":110,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(110) \ufd3e \u0644\u064e\u0627     \u064a\u064e\u0632\u064e\u0627\u0644\u064f  \u0628\u064f\u0646\u06e1\u064a\u064e\u0670\u0646\u064f\u0647\u064f\u0645\u064f   \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a  \u0628\u064e\u0646\u064e\u0648\u06e1\u0627\u0652  \u0631\u0650\u064a\u0628\u064e\u0629\u0657   \u0641\u0650\u064a  \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Bangunan-bangunan yang mereka dirikan itu senantiasa menjadi pangkal keraguan dalam hati me-reka\", yakni kebimbangan yang bersemayam di dalam hati mereka. \ufd3e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627\u0653     \u0623\u064e\u0646  \u062a\u064e\u0642\u064e\u0637\u0651\u064e\u0639\u064e  \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1\u06d7 \ufd3f   \"Kecuali bila hati mereka itu telah hancur\", dengan penyesalan yang paripurna, bertaubat kepada Allah, dan takut kepa-daNya dengan sangat. Dengan itu Allah akan memaafkan mereka, namun jika tidak, maka bangunan mereka tidak menambah kecuali keraguan di atas keraguan mereka, dan kemunafikan di atas kemu-nafikan mereka. \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f     \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \ufd3f   \"Dan Allah Maha Mengetahui\", segala hal, yang lahir dan yang batin, yang samar dan yang terang, serta apa yang dirahasiakan dan ditampakkan oleh hamba-hambaNya. \ufd3e \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064c \ufd3f   \"Lagi Mahabijaksana.\" Dia tidak melakukan, tidak menciptakan, ti-dak memerintahkan, dan tidak melarang kecuali apa yang menjadi tuntutan hikmahNya dan Dia memerintahkannya. Oleh karena itu segala puji hanya milik Allah.\nDi dalam ayat-ayat ini terkandung beberapa faidah:\nDi antaranya: Haram membangun masjid dengan tujuan me-mudaratkan masjid lain yang di dekatnya, dan wajib merobohkan masjid dhirar tersebut jika maksud orang-orang yang membangun-nya telah diketahui.\nDi antaranya: Walaupun suatu amal itu adalah baik, ia bisa dirubah oleh niat sehingga berubah menjadi dilarang, sebagaimana niat orang-orang yang membangun masjid dhirar telah merubah amal mereka seperti yang Anda lihat.\nDi antaranya: Bahwa segala hal yang menyebabkan perpe-cahan di antara orang-orang yang beriman adalah termasuk ke-maksiatan yang harus ditinggalkan dan dilenyapkan, sebagaimana segala hal yang menyebabkan persatuan dan kekompakan kaum Muslimin haruslah diikuti, diperintahkan, dan didorong, karena Allah menjelaskan alasan pembangunan masjid dhirar dengan tujuan yang harus dilarang ini, sebagaimana hal itu mewajibkan kekufuran dan peperangan melawan Allah dan RasulNya.\nDi antaranya: Larangan shalat di tempat kemaksiatan dan kewajiban menjauhinya.\nDi antaranya: Bahwa kemaksiatan dapat mempengaruhi tem-pat, sebagaimana kemaksiatan orang-orang munafik mempengaruhi masjid dhirar, sehingga turun larangan shalat di dalamnya. Begitu pula ketaatan berpengaruh pada tempat, sebagaimana ia berpenga-ruh pada masjid Quba, sehingga Allah berfirman tentangnya, \n\ufd3e \u0644\u0651\u064e\u0645\u064e\u0633\u06e1\u062c\u0650\u062f\u064c  \u0623\u064f\u0633\u0651\u0650\u0633\u064e  \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649  \u0671\u0644\u062a\u0651\u064e\u0642\u06e1\u0648\u064e\u0649\u0670  \u0645\u0650\u0646\u06e1  \u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u0650    \u064a\u064e\u0648\u06e1\u0645\u064d  \u0623\u064e\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f  \u0623\u064e\u0646  \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0645\u064e  \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650\u06da \ufd3f   \n\"Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa (masjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya.\" \nOleh karenanya masjid Quba memiliki keutamaan yang tidak dimiliki selainnya, bahkan Nabi \ufdfa selalu mengunjungi masjid Quba setiap Hari Sabtu untuk shalat di dalamnya[101] dan Nabi \ufdfa mengan-jurkan shalat di dalamnya.[102] \nDi antaranya: Disimpulkan dari pernyataan illat-illat yang disebutkan di dalam ayat ini, empat kaidah penting yakni; semua perbuatan yang memudaratkan orang Muslim, atau padanya terda-pat kemaksiatan kepada Allah, karena kemaksiatan adalah cabang dari kekufuran, atau menimbulkan perpecahan di kalangan orang-orang yang beriman, atau mengandung dukungan kepada kelom-pok yang memusuhi Allah dan RasulNya, maka ia haram dan di-larang, dan begitu sebaliknya.\nDi antaranya: Bahwa amalan-amalan lahir yang timbul karena kemaksiatan kepada Allah, akan senantiasa menjauhkan pelakunya dari Allah, ia sama dengan terus menerus melakukan kemaksiatan, sehingga dia menyingkirkannya dan bertaubat darinya dengan tau-bat yang sempurna, di mana hatinya terasa hancur karena menyesal dan bersedih.\nDi antaranya: Jika masjid Quba adalah masjid yang didirikan di atas dasar takwa, maka masjid Nabawi yang beliau dirikan de-ngan tangannya yang penuh berkah, dan Nabi \ufdfa bekerja di dalam-nya serta Allah memilihnya untuknya, adalah lebih utama dan lebih layak (untuk dinyatakan bahwa ia didirikan di atas dasar takwa).\nDi antaranya: Bahwa amal yang dilandasi oleh keikhlasan dan mutaba'ah adalah amal yang dibangun di atas takwa yang membawa pelakunya kepada Surga yang penuh kenikmatan. Dan amal yang dilandasi maksud yang buruk, bid'ah, dan kesesatan, adalah amal yang dibangun di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengannya ke dalam Neraka Jahanam, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zhalim."},{"id":1852,"sura":9,"from_aya":111,"to_aya":111,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang Muk-min, diri dan harta mereka dengan memberikan Surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan al-Qur`an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.\" (At-Taubah: 111)."},{"id":1853,"sura":9,"from_aya":111,"to_aya":111,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(111) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 mengabarkan suatu berita yang benar dan menjanjikan janji yang benar dengan jual beli dan tukar menukar yang agung, yaitu bahwa Dia \ufd3e \u0671\u0634\u06e1\u062a\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0645\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u06e1\u0648\u064e\u0670\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645   \ufd3f \"membeli dari orang-orang Mukmin, diri dan harta mereka.\" Diri dan harta ter-sebut adalah harga dan barang yang dijual \ufd3e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e  \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f    \u0671\u0644\u06e1\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064e\u06da \ufd3f   \"dengan memberikan Surga untuk mereka\", yang di dalamnya terdapat segala yang diinginkan oleh jiwa dan yang dinikmati oleh mata, dari ber-bagai bentuk kenikmatan, kesenangan, kebahagiaan, bidadari-bida-dari yang jelita, dan tempat tinggal yang indah. Bentuk akad dan jual belinya adalah hendaknya mereka mengorbankan jiwa dan harta mereka untuk Allah dalam berjihad melawan musuh-musuh-Nya, untuk meninggikan kalimatNya dan menampakkan agama-Nya. \ufd3e \u064a\u064f\u0642\u064e\u0670\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e   \u0641\u0650\u064a  \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0641\u064e\u064a\u064e\u0642\u06e1\u062a\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e   \u0648\u064e\u064a\u064f\u0642\u06e1\u062a\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e\u06d6 \ufd3f   \"Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh.\" Akad dan jual beli ini dinyatakan Allah dengan ditegaskan dengan berbagai penegasan. \n\ufd3e \u0648\u064e\u0639\u06e1\u062f\u064b\u0627  \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650  \u062d\u064e\u0642\u0651\u0657\u0627  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u062a\u0651\u064e\u0648\u06e1\u0631\u064e\u0649\u0670\u0629\u0650  \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0625\u0650\u0646\u062c\u0650\u064a\u0644\u0650   \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0642\u064f\u0631\u06e1\u0621\u064e\u0627\u0646\u0650\u06da \ufd3f   \"(Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan al-Qur`an.\" Yang merupa-kan kitab paling mulia, paling sempurna, dan paling tinggi, yang hadir di dunia, ia dibawa oleh para rasul ulul azmi paling sempurna, dan semuanya sepakat di atas janji yang benar ini.\ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u06e1     \u0623\u064e\u0648\u06e1\u0641\u064e\u0649\u0670  \u0628\u0650\u0639\u064e\u0647\u06e1\u062f\u0650\u0647\u0650\u06e6  \u0645\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650\u06da       \u0641\u064e\u0671\u0633\u06e1\u062a\u064e\u0628\u06e1\u0634\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah\", wahai orang-orang Mukmin yang me-laksanakan apa yang telah Allah janjikan \ufd3e \u0628\u0650\u0628\u064e\u064a\u06e1\u0639\u0650\u0643\u064f\u0645\u064f           \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a  \u0628\u064e\u0627\u064a\u064e\u0639\u06e1\u062a\u064f\u0645  \u0628\u0650\u0647\u0650\u06e6\u06da \ufd3f   \"dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu\", yakni agar kamu berbahagia dengan itu, agar sebagian menyampaikan berita kepada sebagian yang lain, dan sebagian mendorong sebagian yang lain. \ufd3e \u0648\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e     \u0647\u064f\u0648\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0641\u064e\u0648\u06e1\u0632\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064f \ufd3f   \"Dan itulah kemenangan yang besar\", yang tidak ada ke-beruntungan yang lebih besar dan lebih mulia darinya, karena ia mengandung kebahagiaan abadi dan nikmat yang langgeng, serta keridhaan Allah yang lebih besar daripada kenikmatan Surga.\nJika kamu ingin mengetahui kadar transaksi perdagangan ter-sebut, maka lihatlah kepada pembeli, siapa dia? Dia-lah Allah r, lihatlah gantinya, yaitu ganti yang paling agung dan paling mulia, Surga yang penuh dengan segala kenikmatan, lihatlah kepada harga yang dibayarkan padanya, yaitu jiwa dan harta yang merupakan sesuatu yang paling dicintai oleh manusia, lihatlah kepada orang yang mana jual beli ini terjadi melalui kedua tangannya, yaitu Rasul paling mulia, dengan kitab apa ia dicatat? Dengan Kitab Allah yang termulia yang dibawa oleh makhluk termulia."},{"id":1854,"sura":9,"from_aya":112,"to_aya":112,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beriba-dah, yang memuji (Allah), yang melawat, yang ruku', yang sujud, yang menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah berbuat mungkar, dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan berilah kabar gem-bira orang-orang Mukmin itu.\" (At-Taubah: 112)."},{"id":1855,"sura":9,"from_aya":112,"to_aya":112,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(112) Sepertinya dikatakan, siapakah orang-orang Mukmin yang memperoleh berita gembira dari Allah dengan surga dan ke-muliaan? Mereka itu adalah \ufd3e \u0671\u0644\u062a\u0651\u064e\u0670\u0653\u0626\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"orang-orang yang bertaubat\", yaitu orang-orang yang selalu bertaubat dari seluruh kesalahan da-lam setiap waktu \ufd3e \u0671\u0644\u06e1\u0639\u064e\u0670\u0628\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"yang beribadah\", yang memiliki sifat ubudiyah kepada Allah, terus menerus menaatiNya dengan mela-kukan perkara-perkara yang wajib dan yang dianjurkan setiap saat. Dengan itu seorang hamba termasuk orang-orang yang beribadah \ufd3e \u0671\u0644\u06e1\u062d\u064e\u0670\u0645\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"yang memuji (Allah)\", dalam keadaan susah, senang, mudah maupun sulit, mengakui nikmat-nikmat Allah atasnya, baik yang lahir dan yang batin, yang memuji Allah dengan menyebut nikmat dan menyebut Pemberi nikmat di malam dan siang hari \ufd3e \u0671\u0644\u0633\u0651\u064e\u0670\u0653\u0626\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"yang melawat\", ia ditafsirkan dengan puasa atau dengan menuntut ilmu, ditafsirkan pula dengan melawatnya hati untuk mengetahui Allah, mencintaiNya, dan selalu kembali kepadaNya. Dan yang benar adalah bahwa ia adalah bepergian untuk ibadah seperti haji, umrah, jihad, mencari ilmu, silaturahim dan lain-lain. \n\ufd3e \u0671\u0644\u0631\u0651\u064e\u0670\u0643\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0633\u0651\u064e\u0670\u062c\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e  \ufd3f \"Yang rukuk, yang sujud.\" Yakni orang-orang yang memperbanyak shalat yang berisi rukuk dan sujud \ufd3e \u0671\u0644\u06e1\u0623\u0653\u0645\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e   \u0628\u0650\u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u0639\u06e1\u0631\u064f\u0648\u0641\u0650 \ufd3f   \"yang menyuruh berbuat ma'ruf,\" termasuk di dalam-nya adalah yang wajib dan yang dianjurkan \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0647\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0646\u0643\u064e\u0631\u0650 \ufd3f   \"dan mencegah berbuat mungkar\", yaitu semua yang dilarang oleh Allah dan RasulNya. \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u062d\u064e\u0670\u0641\u0650\u0638\u064f\u0648\u0646\u064e     \u0644\u0650\u062d\u064f\u062f\u064f\u0648\u062f\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650\u06d7 \ufd3f   \"Dan yang memelihara hukum-hukum Allah\", dengan mempelajari hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada RasulNya dan apa yang masuk ke dalam perintah, larangan, dan hukum-hukum yang lain, serta apa yang tidak masuk ke dalam perkara tersebut, dan mereka senantiasa melakukan (yang diperintahkan) dan meninggalkan (yang dilarang). \ufd3e \u0648\u064e\u0628\u064e\u0634\u0651\u0650\u0631\u0650       \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Dan berilah kabar gembira orang-orang Mukmin itu.\" Tidak disebut-kan dengan apa mereka digembirakan, agar ia mencakup pahala dunia, agama, dan akhirat yang merupakan buah dari iman. Berita gembira ini meliputi setiap Mukmin. Adapun kadar dan sifatnya, maka ia sesuai dengan keadaan dan keimanan seorang Mukmin dari segi lemah, kuat, dan penerapan terhadap konsekuensinya."},{"id":1856,"sura":9,"from_aya":113,"to_aya":114,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Tidaklah patut bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu, adalah penghuni Neraka Jahanam. Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya, tidak lain hanyalah ka-rena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah mu-suh Allah, maka Ibrahim berlepas diri darinya. Sesungguhnya Ibra-him adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.\" (At-Taubah: 113-114)."},{"id":1857,"sura":9,"from_aya":113,"to_aya":113,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(113) Yakni, tidak layak dan tidak pantas bagi Nabi dan orang-orang yang beriman kepadanya \ufd3e \u0623\u064e\u0646   \u064a\u064e\u0633\u06e1\u062a\u064e\u063a\u06e1\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0644\u0650\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0634\u06e1\u0631\u0650\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e  \ufd3f \"memin-takan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik\", yakni orang yang kafir kepadaNya dan menyembah selainNya bersamaNya \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u06e1           \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652  \u0623\u064f\u0648\u0652\u0644\u0650\u064a  \u0642\u064f\u0631\u06e1\u0628\u064e\u0649\u0670  \u0645\u0650\u0646\u06e2  \u0628\u064e\u0639\u06e1\u062f\u0650    \u0645\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0628\u064e\u064a\u0651\u064e\u0646\u064e  \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0623\u064e\u0635\u06e1\u062d\u064e\u0670\u0628\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u062c\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650 \ufd3f   \"walaupun orang-orang musy-rik itu adalah kaum kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu, adalah penghuni Neraka Jahanam.\" Karena memintakan ampun untuk mereka dalam keadaan ini adalah salah dan tidak berguna, maka ia tidak patut dilakukan Nabi dan orang-orang yang beriman, karena jika mereka mati di atas kesyirikan, atau diketahui bahwa mereka mati di atasnya, maka telah wajib atasnya siksa, wajib atasnya kekal di dalam Neraka, syafa'at pemberi syafa'at dan permohonan ampunan orang-orang yang meminta ampunan tidak berguna baginya. Di samping itu, Nabi dan orang-orang yang beriman harus menyesuaikan diri dengan Allah dalam kecintaan dan kemarahan, mencintai orang yang dicintai oleh Allah, dan memusuhi orang yang dimusuhi oleh Allah, sedangkan memo-hon ampun bagi orang yang jelas bahwa mereka adalah penghuni Neraka adalah bertentangan dan bertabrakan dengan itu.  "},{"id":1858,"sura":9,"from_aya":114,"to_aya":114,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(114) Kalaupun ada istighfar dari Khalil ar-Rahman, Ibrahim (kepada Allah) untuk ayahnya, maka itu \ufd3e \u0639\u064e\u0646     \u0645\u0651\u064e\u0648\u06e1\u0639\u0650\u062f\u064e\u0629\u0656  \u0648\u064e\u0639\u064e\u062f\u064e\u0647\u064e\u0627\u0653  \u0625\u0650\u064a\u0651\u064e\u0627\u0647\u064f \ufd3f   \"tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapak-nya itu.\" Yaitu perkataannya,\n\ufd3e \u0633\u064e\u0623\u064e\u0633\u06e1\u062a\u064e\u063a\u06e1\u0641\u0650\u0631\u064f  \u0644\u064e\u0643\u064e  \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a\u0653\u06d6       \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u06e5  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e   \u0628\u0650\u064a  \u062d\u064e\u0641\u0650\u064a\u0651\u0657\u0627 47 \ufd3f   \n\"Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan meminta ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku.\" (Maryam: 47). \nHal itu sebelum Ibrahim mengetahui akhir hidup bapaknya. \ufd3e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627     \u062a\u064e\u0628\u064e\u064a\u0651\u064e\u0646\u064e \ufd3f   \"Maka tatkala jelas\" bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu, \ufd3e \u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u065e     \u0644\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \ufd3f   \"adalah musuh Allah\", mati di atas kekufuran, dan nasihat serta peringatan tidak berguna baginya, \ufd3e \u062a\u064e\u0628\u064e\u0631\u0651\u064e\u0623\u064e     \u0645\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064f\u06da \ufd3f   \"maka Ibrahim berlepas diri darinya.\" Menyesuaikan diri dengan Rabbnya dan beradab di ha-dapanNya. \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0625\u0650\u0628\u06e1\u0631\u064e\u0670\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e    \u0644\u064e\u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0670\u0647\u064c   \ufd3f \"Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya\", yakni yang selalu kembali kepada Allah dalam segala perkara, banyak berdzikir, berdoa, istighfar, dan ber-taubat kepadaNya. \ufd3e \u062d\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u065e \ufd3f   \"Lagi penyantun.\" Yakni, memiliki sifat kasih sayang kepada makhluk, memaafkan kesalahan mereka ke-padanya, tidak terpicu oleh perbuatan bodoh orang yang bodoh, dan tidak membalas orang yang berbuat jahat kepadanya dengan kejahatan. Bapaknya berkata kepadanya,\n\ufd3e \u0644\u064e\u0623\u064e\u0631\u06e1\u062c\u064f\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e\u06d6 \ufd3f   \n\"Niscaya kamu akan kurajam.\" (Maryam: 46).\n Sedangkan Ibrahim menjawab, \n\ufd3e \u0633\u064e\u0644\u064e\u0670\u0645\u064c     \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0643\u064e\u06d6       \u0633\u064e\u0623\u064e\u0633\u06e1\u062a\u064e\u063a\u06e1\u0641\u0650\u0631\u064f  \u0644\u064e\u0643\u064e  \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a\u0653\u06d6 \ufd3f \n\"Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan meminta ampun bagimu kepada Rabbku.\" (Maryam: 47). \nMaka kamu harus mengikuti dan meneladani agama Ibrahim dalam segala sesuatu, kecuali ucapan Ibrahim kepada bapaknya, \n\ufd3e \u0644\u064e\u0623\u064e\u0633\u06e1\u062a\u064e\u063a\u06e1\u0641\u0650\u0631\u064e\u0646\u0651\u064e     \u0644\u064e\u0643\u064e \ufd3f \n\"Aku benar-benar akan memohonkan ampunan (kepada Allah) un-tukmu.\" (Al-Mumtahanah: 4)\nSebagaimana Allah telah memperingatkan itu dan yang lain-nya. \nOleh karena itu Dia berfirman,"},{"id":1859,"sura":9,"from_aya":115,"to_aya":116,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan Allah sekali-kali tidak akan menyesatkan suatu kaum, sesudah Allah memberi petunjuk kepada mereka hingga dijelaskan-Nya kepada mereka apa yang harus mereka jauhi. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Sesungguhnya kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia menghidupkan dan mema-tikan. Dan sekali-kali tidak ada pelindung dan penolong bagimu selain Allah.\" (At-Taubah: 115-116)."},{"id":1860,"sura":9,"from_aya":115,"to_aya":115,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":" (115) Yakni, bahwa Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 jika memberi nikmat hidayah kepada suatu kaum, dan Dia memerintahkan mereka meniti jalan yang lurus, maka Dia \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 menyempurnakan kebaikanNya kepada mereka, serta menjelaskan kepada mereka segala apa yang mereka perlukan dan butuhkan. Dia tidak membiarkan mereka dalam ke-adaan sesat dan tidak mengetahui perkara agama mereka. Ini me-ngandung dalil atas kesempurnaan rahmatNya dan bahwa syariat-Nya meliputi segala apa yang dibutuhkan oleh manusia dalam ma-salah pokok-pokok maupun cabang-cabangnya. Ada kemungkinan bahwa maksud dari hal itu adalah, \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627     \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0644\u0650\u064a\u064f\u0636\u0650\u0644\u0651\u064e    \u0642\u064e\u0648\u06e1\u0645\u064e\u06e2\u0627  \u0628\u064e\u0639\u06e1\u062f\u064e  \u0625\u0650\u0630\u06e1  \u0647\u064e\u062f\u064e\u0649\u0670\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670    \u064a\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e  \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645   \u0645\u0651\u064e\u0627  \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e\u06da \ufd3f   \"Dan Allah sekali-kali tidak akan menyesatkan suatu kaum, sesudah Allah memberi petunjuk kepada mereka hingga dijelaskan-Nya kepada mereka apa yang harus mereka jauhi.\" Jika Allah menjelas-kan apa yang mesti mereka hindari, lalu mereka tidak tunduk kepa-daNya, maka Dia menghukum mereka dengan kesesatan sebagai balasan atas penolakan mereka terhadap kebenaran yang jelas. Na-mun kemungkinan tafsir yang pertama itu lebih utama. \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e         \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0628\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650  \u0634\u064e\u064a\u06e1\u0621\u064d  \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \ufd3f   \"Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.\" Karena ilmuNya yang sempurna dan menyeluruh, Dia mengajarkan kepa-damu apa yang tidak kamu ketahui dan menjelaskan apa yang bermanfaat bagimu.  "},{"id":1861,"sura":9,"from_aya":116,"to_aya":116,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(116)           \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e   \u0644\u064e\u0647\u064f\u06e5  \u0645\u064f\u0644\u06e1\u0643\u064f  \u0671\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0670\u0648\u064e\u0670\u062a\u0650  \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0631\u06e1\u0636\u0650\u06d6       \u064a\u064f\u062d\u06e1\u064a\u0650\u06e6  \u0648\u064e\u064a\u064f\u0645\u0650\u064a\u062a\u064f\u06da \ufd3f                       \"Sesungguhnya kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia menghidupkan dan mematikan.\" Yakni, Dia-lah Pemiliknya, yang mengatur hamba-hambaNya de-ngan menghidupkan dan mematikan serta aturan-aturan ilahiyah yang lain. Jika tidak ada aturan takdirNya yang cacat maka bagai-mana mungkin ada aturan agamaNya yang cacat, yang berkaitan dengan uluhiyahNya dan Dia membiarkan hamba-hambaNya begitu saja atau membiarkan mereka tersesat dan bodoh, padahal itu adalah perhatian terbesar dariNya kepada hamba-hambaNya, oleh karena itu Dia berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627  \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645  \u0645\u0651\u0650\u0646     \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0645\u0650\u0646  \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u0656  \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u0656 \ufd3f   \"Dan sekali-kali tidak ada pelindung dan penolong bagimu selain Allah.\" Yakni pelindung yang melindungimu dengan mendatangkan manfaat bagimu atau penolong yang menolak mudarat darimu."},{"id":1862,"sura":9,"from_aya":117,"to_aya":118,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Sesungguhnya Allah telah menerima taubat Nabi, orang-orang Muhajirin dan orang-orang Anshar, yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan, setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling, kemudian Allah menerima taubat mereka itu. Sesungguh-nya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka. Dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan taubat) mereka, hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, pa-dahal bumi itu luas dan jiwa mereka pun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tem-pat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepadaNya saja, kemudian Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya. Sesungguhnya Allah-lah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha penyayang.\" (At-Taubah: 117-118)."},{"id":1863,"sura":9,"from_aya":117,"to_aya":117,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(117) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 mengabarkan bahwa termasuk kebaikan dan kasih sayangNya, \ufd3e  \u062a\u0651\u064e\u0627\u0628\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649   \u0671\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u0650 \ufd3f   \"Allah telah menerima taubat Nabi\", Muhammad \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0647\u064e\u0670\u062c\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e     \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0646\u0635\u064e\u0627\u0631\u0650 \ufd3f   \"dan orang-orang Muhajirin dan orang-orang Anshar.\" Dia mengampuni kesalahan mereka, memu-dahkan kebaikan bagi mereka, dan mengangkat mereka ke derajat tertinggi, hal itu karena mereka melakukan amal yang sangat sulit dan sangat berat, oleh karena itu Dia berfirman, \ufd3e \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0671\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064f\u0648\u0647\u064f     \u0641\u0650\u064a    \u0633\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u0639\u064f\u0633\u06e1\u0631\u064e\u0629\u0650 \ufd3f   \"Yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan\", yakni, berangkat bersama beliau untuk memerangi musuh di perang Tabuk, di mana ia terjadi pada saat yang sangat panas, bekal dan kendaraan sedikit, dan banyaknya jumlah musuh, hal mana itu mendorong orang untuk enggan berangkat perang, namun kemudian mereka memo-hon pertolongan kepada Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 dan tetap melakukan jihad terse-but, \ufd3e \u0645\u0650\u0646\u06e2  \u0628\u064e\u0639\u06e1\u062f\u0650  \u0645\u064e\u0627  \u0643\u064e\u0627\u062f\u064e  \u064a\u064e\u0632\u0650\u064a\u063a\u064f  \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064f  \u0641\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u0656   \u0645\u0651\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling\", yakni hati mereka berbalik dan cenderung kepada ketenangan dan kenyamanan, akan tetapi Allah meneguhkan, men-dukung, dan menguatkan mereka.\nBerpalingnya hati adalah penyelewengannya dari jalan yang lurus, jika penyelewengannya pada dasar agama, maka ia adalah kekufuran, jika pada syariatnya, maka hal itu menurut syariat di mana dia menyimpang darinya. Bisa dalam bentuk dia lalai dalam menunaikannya, atau menunaikannya secara tidak syar'i. Firman-Nya, \ufd3e \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e     \u062a\u064e\u0627\u0628\u064e   \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u0645\u06e1\u06da \ufd3f   \"Kemudian Allah menerima taubat mereka itu.\" \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u06e5             \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1  \u0631\u064e\u0621\u064f\u0648\u0641\u065e  \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u065e  \ufd3f  Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penya-yang kepada mereka.\" Di antara kasih sayangNya adalah memberi mereka nikmat taubat dan menerimanya dari mereka serta mene-guhkan mereka di atasnya.  "},{"id":1864,"sura":9,"from_aya":118,"to_aya":118,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(118) \ufd3e \u0648 \u064e \ufd3f   \"Dan\" begitu pula Allah telah menerima taubat \ufd3e \u0639 \u064e \u0644 \u064e \u0649     \u0671\u0644\u062b\u0651\u064e\u0644\u064e\u0670\u062b\u064e\u0629\u0650  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u062e\u064f\u0644\u0651\u0650\u0641\u064f\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan taubat) mereka\", mereka tidak berangkat berperang bersama kaum Musli-min di perang itu. Mereka adalah Ka'ab bin Malik dan kedua rekan-nya. Kisah mereka masyhur tercantum di kitab-kitab Shahih dan Sunan.[103] \ufd3e \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670\u0653     \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \ufd3f   \"Hingga apabila\", mereka sangat bersedih, \ufd3e \u0636\u064e\u0627\u0642\u064e\u062a\u06e1  \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u0645\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0631\u06e1\u0636\u064f      \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627  \u0631\u064e\u062d\u064f\u0628\u064e\u062a\u06e1 \ufd3f   \"bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas, \ufd3e \u0648\u064e\u0636\u064e\u0627\u0642\u064e\u062a\u06e1  \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u0645\u06e1  \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"dan jiwa mereka pun telah sempit (pula terasa) oleh mereka\", yang merupakan sesuatu yang paling mereka cintai dari segala apa pun, bumi yang luas dan sesuatu yang dicintai se-rasa sempit padahal biasanya ia tidak demikian, hal itu tidak lain kecuali karena perkara yang berat yang telah sampai pada puncak beratnya dan sulitnya, sehingga ia sulit untuk diungkapkan, hal itu karena mereka mendahulukan ridha Allah dan ridha RasulNya daripada segala sesuatu. \n\ufd3e \u0648\u064e\u0638\u064e\u0646\u0651\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652     \u0623\u064e\u0646  \u0644\u0651\u064e\u0627  \u0645\u064e\u0644\u06e1\u062c\u064e\u0623\u064e    \u0645\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627\u0653    \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650 \ufd3f   \"Mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepadaNya saja.\" Yakni, mereka yakin dan mengetahui keadaan mereka bahwa tidak ada keselamatan dan perlindungan dari kesulitan kecuali hanya kepada Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. Terputuslah ketergan-tungan mereka dengan makhluk, mereka bergantung hanya kepada Allah, Rabb mereka, dan kembali kepadaNya. Mereka mengalami kesulitan ini selama lima puluh malam. \n\ufd3e \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e     \u062a\u064e\u0627\u0628\u064e  \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Kemudian Allah menerima taubat mereka.\" Yakni mengizinkan dan membimbing mereka untuk taubat kepadaNya \ufd3e \u0644\u0650\u064a\u064e\u062a\u064f\u0648\u0628\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652\u06da \ufd3f   \"agar mereka tetap dalam taubatnya.\" Yakni, agar taubat ter-sebut dilakukan oleh mereka, sehinga kemudia Dia akan menerima taubat mereka. \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e     \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0647\u064f\u0648\u064e  \u0671\u0644\u062a\u0651\u064e\u0648\u0651\u064e\u0627\u0628\u064f \ufd3f   \"Sesungguhnya Allah-lah Yang Maha Penerima taubat.\" Yakni banyak memaafkan, mengampuni, dan menerima taubat dan dari kesalahan-kesalahan dan berbagai ke-kurangan. \ufd3e \u0671\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064f \ufd3f   \"Lagi Maha penyayang.\" SifatNya adalah rahmat yang agung yang selalu turun kepada hamba setiap saat dan waktu, di segala kesempatan yang menyebabkan perkara agama dan dunia mereka berdiri tegak dengannya.\nDalam ayat-ayat ini terdapat dalil yang menunjukkan bahwa penerimaan taubat oleh Allah kepada seorang hamba adalah tujuan dan sasaran paling mulia dan paling tinggi, karena Allah menjadi-kannya sebagai akhir bagi hamba-hambaNya yang khusus, dan memberi mereka nikmat dengannya ketika mereka melakukan amalan-amalan yang dicintai dan diridhaiNya.\nDi antaranya: Kasih sayang Allah kepada mereka, serta pe-neguhan iman mereka pada waktu kesulitan dan musibah yang mencemaskan.\nDi antaranya: Bahwa ibadah yang berat bagi jiwa memiliki keistimewaan dan keutamaan di atas selainnya. Semakin berat ke-sulitannya maka akan semakin besar pahalanya.\nDi antaranya: Bahwa penerimaan taubat oleh Allah kepada hambaNya adalah berdasarkan penyesalannya yang mendalam. Sedangkan orang yang tidak peduli dengan dosa dan tidak merasa bersalah jika melakukannya, maka taubatnya pasti gagal, meski dia menyangkanya diterima.\nDi antaranya: Bahwa tanda kebaikan dan lenyapnya kesulitan adalah jika hati seorang hamba hanya bergantung kepada Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 secara sempurna dan terputus dari (mengharap kepada) makhluk.\nDi antaranya: Di antara kasih sayang Allah kepada tiga orang sahabat tersebut adalah Allah menyifati mereka dengan sifat yang bukan aib bagi mereka, Dia berfirman, \ufd3e \u062e\u064f\u0644\u0651\u0650\u0641\u064f\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"Mereka ditangguh-kan.\" Sebagai isyarat bahwa orang-orang Mukmin meninggalkan mereka atau ditunda dari orang yang taubatnya dipastikan ditolak atau diterima, dan bahwa mereka tidak berangkat bukan karena tidak menginginkan kebaikan. Oleh karena itu Allah tidak berfir-man, \u062a\u064e\u062e\u064e\u0644\u0651\u064e\u0641\u064f\u0648\u0652\u0627 (tidak berangkat).\nDi antaranya: Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memberi nikmat kejujuran kepada me-reka. Oleh karena itu Allah memerintahkan agar mereka diteladani. \nDia berfirman, "},{"id":1865,"sura":9,"from_aya":119,"to_aya":119,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.\" (At-Tau-bah: 119)."},{"id":1866,"sura":9,"from_aya":119,"to_aya":119,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(119) \ufd3e \u064a\u064e\u0670\u0653\u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652  \ufd3f \"Hai orang-orang yang beriman\", kepada Allah dan kepada apa yang diperintahkan oleh Allah agar diimani, jalankan apa yang menjadi konsekuensi iman, yaitu bertakwa ke-pada Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649, dengan menjauhi dan meninggalkan apa yang Dia larang. \ufd3e \u0648\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0645\u064e\u0639\u064e   \u0671\u0644\u0635\u0651\u064e\u0670\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar\", dalam ucapan, perbuatan, dan keadaan mereka, orang-orang yang perkataannya adalah benar, perbuatannya dan keada-annya tidak lain kecuali benar, bebas dari kemalasan dan kelesuan, selamat dari maksud-maksud buruk, mengandung keikhlasan dan niat yang baik, karena kejujuran mengantar kepada kebaikan, dan kebaikan mengantar kepada Surga. Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \n\ufd3e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627  \u064a\u064e\u0648\u06e1\u0645\u064f    \u064a\u064e\u0646\u0641\u064e\u0639\u064f  \u0671\u0644\u0635\u0651\u064e\u0670\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0635\u0650\u062f\u06e1\u0642\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1\u06da...\ufd3f\n\"Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka\u2026\" (Al-Ma`idah: 119)."},{"id":1867,"sura":9,"from_aya":120,"to_aya":121,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badui yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut me-nyertai Rasulullah (pergi berperang) dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri Rasul. Yang demikian itu ialah karena mereka tidaklah ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah, dan tidak (pula) meng-injak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal shalih. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik. Dan tidaklah mereka menafkahkan suatu nafkah yang kecil dan tidak (pula) yang besar dan tidak melintasi suatu lembah, melainkan dituliskan bagi mereka (amal shalih pula), karena Allah akan memberi balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.\" (At-Taubah: 120-121)."},{"id":1868,"sura":9,"from_aya":120,"to_aya":120,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(120) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman mendorong penduduk Madinah dari orang-orang Muhajirin dan Anshar serta orang-orang Arab Badui yang telah masuk Islam dengan baik, \ufd3e \u0645\u064e\u0627  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e  \u0644\u0650\u0623\u064e\u0647\u06e1\u0644\u0650   \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e\u0629\u0650  \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u06e1  \u062d\u064e\u0648\u06e1\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645   \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0639\u06e1\u0631\u064e\u0627\u0628\u0650  \u0623\u064e\u0646  \u064a\u064e\u062a\u064e\u062e\u064e\u0644\u0651\u064e\u0641\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0639\u064e\u0646  \u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650 \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \ufd3f   \"Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badui yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (pergi berperang).\" Yakni hal itu tidak layak dan tidak sesuai dengan keadaan mereka. \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627     \u064a\u064e\u0631\u06e1\u063a\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka\", dalam keberadaannya, ketenangannya, dan ketentramannya \ufd3e \u0639\u064e\u0646     \u0646\u0651\u064e\u0641\u06e1\u0633\u0650\u0647\u0650\u06e6\u06da \ufd3f   \"daripada mencintai diri Rasul\", yang mulia lagi suci, akan tetapi Nabi \ufdfa lebih berhak untuk dicintai orang-orang Mukmin daripada diri mereka sendiri, maka wajib atas setiap Muslim menebus dirinya untuk Nabi \ufdfa dan mendahulukan beliau di atas dirinya. Tanda penghormatan, kecin-taan, dan keimanan yang sempurna kepada Rasul adalah selalu menyertai beliau pergi berperang. \nKemudian Allah menyebutkan pahala yang mendorong kaum Mukminin untuk pergi berperang, maka Dia berfirman, \ufd3e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e     \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Yang demikian itu ialah karena mereka\", yaitu orang-orang yang ber-jihad di jalan Allah \ufd3e \u0644\u064e\u0627     \u064a\u064f\u0635\u0650\u064a\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0638\u064e\u0645\u064e\u0623\u065e  \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u0646\u064e\u0635\u064e\u0628\u065e \ufd3f   \"tidaklah ditimpa kehausan, kepayahan\", yakni kesulitan dan kesengsaraan, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627     \u0645\u064e\u062e\u06e1\u0645\u064e\u0635\u064e\u0629\u065e  \u0641\u0650\u064a  \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \ufd3f   \"dan kelaparan pada jalan Allah.\" \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627     \u064a\u064e\u0637\u064e\u0640\u0654\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0645\u064e\u0648\u06e1\u0637\u0650\u0626\u0657\u0627  \u064a\u064e\u063a\u0650\u064a\u0638\u064f       \u0671\u0644\u06e1\u0643\u064f\u0641\u0651\u064e\u0627\u0631\u064e \ufd3f   \"Dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir\", dengan menyerang daerah mereka dan menguasai negeri mereka \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627     \u064a\u064e\u0646\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0645\u0650\u0646\u06e1  \u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u0656  \u0646\u0651\u064e\u064a\u06e1\u0644\u064b\u0627 \ufd3f   \"dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh,\" seperti kemenangan atas pasukan musuh atau bala tentara atau harta rampasan perang, \ufd3e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627     \u0643\u064f\u062a\u0650\u0628\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645       \u0628\u0650\u0647\u0650\u06e6    \u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u065e  \u0635\u064e\u0670\u0644\u0650\u062d\u064c\u06da \ufd3f   \"melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal shalih.\" Karena ini adalah akibat yang timbul dari amal mereka. \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0644\u064e\u0627  \u064a\u064f\u0636\u0650\u064a\u0639\u064f  \u0623\u064e\u062c\u06e1\u0631\u064e   \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u062d\u06e1\u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik,\" yaitu orang-orang yang berbuat baik de-ngan bersegera menjalankan perintah Allah, melaksanakan apa yang menjadi hakNya dan hak makhlukNya. Perbuatan-perbuatan ini adalah akibat dari amal mereka.  "},{"id":1869,"sura":9,"from_aya":121,"to_aya":121,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(121) Kemudian Dia berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627     \u064a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0646\u064e\u0641\u064e\u0642\u064e\u0629\u0657  \u0635\u064e\u063a\u0650\u064a\u0631\u064e\u0629\u0657  \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627    \u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064e\u0629\u0657  \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u064a\u064e\u0642\u06e1\u0637\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e   \u0648\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a\u064b\u0627 \ufd3f   \"Dan mereka tiada menafkahkan suatu nafkah yang kecil dan tidak (pula) yang besar dan tidak melintasi suatu lembah\", pada waktu mereka pergi untuk memerangi musuh \ufd3e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627      \u0643\u064f\u062a\u0650\u0628\u064e  \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0644\u0650\u064a\u064e\u062c\u06e1\u0632\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f    \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0623\u064e\u062d\u06e1\u0633\u064e\u0646\u064e  \u0645\u064e\u0627  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652   \u064a\u064e\u0639\u06e1\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"melainkan dituliskan bagi mereka (amal shalih pula), karena Allah akan memberi balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan\", dan dari amal-amal ini jika ia diikhlaskan dan dimurnikan hanya untuk Allah.\nAyat-ayat ini mengandung dorongan dan anjuran yang kuat bagi jiwa agar pergi berjihad di jalan Allah dan berharap pahala dari kesulitan-kesulitan yang dialami padanya. Dengannya mereka akan mendapatkan kemuliaan dan ketinggian dan akibat yang di-timbulkan oleh amal seorang hamba adalah mendapatkan pahala yang besar."},{"id":1870,"sura":9,"from_aya":122,"to_aya":122,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang Mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.\" (At-Taubah: 122)."},{"id":1871,"sura":9,"from_aya":122,"to_aya":122,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(122) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman memperingatkan hamba-hamba-Nya yang beriman tentang apa yang semestinya mereka lakukan, \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627   \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e    \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0644\u0650\u064a\u064e\u0646\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652   \u0643\u064e\u0627\u0653\u0641\u0651\u064e\u0629\u0657\u06da \ufd3f   \"Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang Mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang).\" Yakni semuanya untuk memerangi musuh mereka. Karena hal itu sangat menyulitkan me-reka dan mengakibatkan terbengkalainya kepentingan-kepentingan yang lain. \ufd3e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0648\u06e1\u0644\u064e\u0627     \u0646\u064e\u0641\u064e\u0631\u064e  \u0645\u0650\u0646  \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0641\u0650\u0631\u06e1\u0642\u064e\u0629\u0656  \u0645\u0651\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f \"Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap go-longan di antara mereka,\" yakni dari kota-kota, kabilah-kabilah, dan suku-suku, \ufd3e \u0637\u064e\u0627\u0653\u0626\u0650\u0641\u064e\u0629\u065e \ufd3f   \"beberapa orang\", yang dengannya maksud yang diinginkan tercapai, niscaya itu lebih baik.\nKemudian Allah mengingatkan bahwa menetapnya sebagian dari mereka dengan tidak berangkat berperang mengandung ke-maslahatan lain yang tidak terwujud jika mereka semua berangkat perang, Dia berfirman, \ufd3e \u0644\u0651\u0650\u064a\u064e\u062a\u064e\u0641\u064e\u0642\u0651\u064e\u0647\u064f\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"Untuk memperdalam pengetahuan mereka\", yakni orang-orang yang tidak berangkat \ufd3e \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650     \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u064f\u0646\u0630\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0642\u064e\u0648\u06e1\u0645\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627  \u0631\u064e\u062c\u064e\u0639\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652  \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u0645\u06e1   \ufd3f \"tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaum-nya apabila mereka telah kembali kepadanya.\" Yakni agar mereka belajar ilmu syar'i, mengetahui makna-maknanya, memahami rahasia-ra-hasianya, dan mengajarkan kepada selain mereka, dan agar mereka dapat memberi peringatan kepada kaumnya jika mereka kembali kepadanya.\nIni mengandung keterangan tentang keutamaan ilmu, khu-susnya pemahaman dalam agama, dan bahwa ia adalah perkara terpenting, bahwa siapa yang mempelajari ilmu, maka dia harus menyebarkannya dan mengajarkannya kepada manusia serta mem-beri nasihat kepada mereka dengannya, karena menyebarnya ilmu dari seorang alim adalah termasuk keberkahannya dan pahalanya yang berkembang. Adapun seorang alim yang hanya membatasi ilmu pada dirinya, tidak mendakwakannya kepada jalan Allah de-ngan hikmah dan nasihat yang baik, serta tidak mengajarkannya kepada orang-orang bodoh yang tidak mengerti, maka manfaat apa yang didapat oleh kaum Muslimin darinya? Apa hasil dari ilmu-nya? Akhirnya dia mati dan ilmunya pun mati bersamanya, dan ini adalah hasil dari orang yang diberi ilmu dan pemahaman oleh Allah tetapi tidak mau mengajarkannya.\nAyat ini juga mengandung dalil, petunjuk, dan arahan yang sangat halus kepada satu faidah penting, yaitu bahwa hendaknya kaum Muslimin menyediakan orang-orang khusus yang dapat me-nunaikan setiap kepentingan umum mereka, yang berkonsentrasi dan bersungguh-sungguh dalam melaksanakannya, tanpa mene-ngok kepada selainnya, agar kepentingan kaum Muslimin bisa ter-laksana dan kebaikan mereka bisa terpenuhi, dan agar arah pandang serta target yang mereka tuju adalah satu, yaitu menegakkan ke-maslahatan agama dan dunia mereka, walaupun jalanNya berbeda-beda, dan caranya bermacam-macam. Jadi, perbuatannya beraneka ragam, namun targetnya adalah satu, dan ini termasuk hikmah yang bersifat umum yang berguna dalam segala urusan. 9"},{"id":1872,"sura":9,"from_aya":123,"to_aya":123,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan darimu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.\" (At-Taubah: 123)."},{"id":1873,"sura":9,"from_aya":123,"to_aya":123,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(123) Ini adalah petunjuk lain: Setelah Allah membimbing mereka untuk mengatur orang-orang yang terjun berperang, Dia kemudian membimbing mereka agar memulai memerangi orang-orang kafir yang paling dekat, lalu yang terdekat berikutnya, ber-sikap keras kepada mereka, tegas, berani, dan kokoh dalam meme-rangi mereka. \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0639\u06e1\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652     \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u0645\u064e\u0639\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Dan ketahuilah, bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.\" Yakni hendaknya kamu mengeta-hui bahwa pertolongan dari Allah datang sesuai dengan ketakwaan, maka pegang teguhlah takwa secara terus menerus, niscaya Dia menolongmu dan membantumu melawan musuhmu. Keumuman pada Firman Allah, \ufd3e \u0642\u064e\u0670\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u064a\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645  \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0643\u064f\u0641\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \ufd3f   \"perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu,\" dikhususkan dari ayat ini dengan suatu keadaan ketika kemaslahatan ada pada memerangi orang-orang kafir yang jauh, dan jenis-jenis kemaslahatan (itu sendiri) sangat-lah banyak."},{"id":1874,"sura":9,"from_aya":124,"to_aya":126,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan apabila diturunkan suatu surat, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata, 'Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surat ini?' Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya, sedang mereka merasa gembira. Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, di samping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir. Dan tidakkah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, kemudian mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pelajaran?\" (At-Taubah: 124-126)."},{"id":1875,"sura":9,"from_aya":124,"to_aya":124,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(124) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman menjelaskan keadaan orang-orang munafik dan orang-orang Mukmin pada saat turunnya al-Qur`an dan perbedaan antara kedua kelompok, Dia berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627  \u0645\u064e\u0627\u0653  \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e\u062a\u06e1  \u0633\u064f\u0648\u0631\u064e\u0629\u065e  \ufd3f \"Dan apabila diturunkan suatu surat\", yang berisi suatu perintah, larangan, berita tentang DiriNya yang mulia, dan tentang perkara-perkara ghaib, serta dorongan kepada jihad, \ufd3e \u0641\u064e\u0645\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064f\u0645     \u0645\u0651\u064e\u0646  \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f  \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0632\u064e\u0627\u062f\u064e\u062a\u06e1\u0647\u064f  \u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650\u06e6\u0653   \u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0670\u0646\u0657\u0627\u06da \ufd3f   \"maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata, 'Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surat ini?' Yakni muncul pertanyaan tentang siapa yang bertambah imannya dari kedua kelompok itu. Allah berfirman menjelaskan kondisi yang sebenarnya, \ufd3e \u0641\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627     \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0641\u064e\u0632\u064e\u0627\u062f\u064e\u062a\u06e1\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0670\u0646\u0657\u0627 \ufd3f   \"adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya\", dengan me-ngetahui, memahami, meyakini, dan mengamalkannya, serta ke-inginan kepada perbuatan baik dan menahan diri dari perbuatan buruk, \ufd3e \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1     \u064a\u064e\u0633\u06e1\u062a\u064e\u0628\u06e1\u0634\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"sedang mereka merasa gembira.\" Yakni sebagian mereka menyampaikan berita gembira kepada sebagian yang lain dengan nikmat Allah kepada mereka dalam bentuk diturunkannya ayat-ayatNya, bimbingan kepada memahaminya dan mengamal-kannya. Ini menunjukkan kelapangan dada mereka terhadap ayat-ayat Allah, ketenangan hati mereka, dan bersegeranya kepatuhan mereka dalam menanggapi ajakanNya.  "},{"id":1876,"sura":9,"from_aya":125,"to_aya":125,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(125) \uf020 \uf020   \ufd3e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627     \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0641\u0650\u064a  \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645  \u0645\u0651\u064e\u0631\u064e\u0636\u065e \ufd3f   \"Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit\", yakni, kebimbangan dan kemuna-fikan \ufd3e \u0641\u064e\u0632\u064e\u0627\u062f\u064e\u062a\u06e1\u0647\u064f\u0645\u06e1     \u0631\u0650\u062c\u06e1\u0633\u064b\u0627   \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670  \u0631\u0650\u062c\u06e1\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1 \ufd3f   \"maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, di samping kekafirannya (yang telah ada).\" Yakni menambah-kan penyakit pada penyakit mereka (yang sudah ada), keraguan pada keraguan mereka (yang sudah ada), di mana mereka kufur kepadanya, menentangnya, dan berpaling darinya. Oleh karena itu penyakit mereka bertambah, yang menghantarkan mereka kepada kebinasaan, dan menjadikan hati mereka terkunci, sehingga \ufd3e \u0645\u064e\u0627\u062a\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1       \u0643\u064e\u0670\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"mereka mati dalam keadaan kafir.\" Ini adalah hukuman bagi mereka karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah, dan men-durhakai RasulNya, maka Dia menimpakan kemunafikan ke dalam hati mereka sampai hari di mana mereka bertemu denganNya.   "},{"id":1877,"sura":9,"from_aya":126,"to_aya":126,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(126) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman mencela mereka yang terus me-nerus berpegang kepada kekufuran dan kemunafikan, \ufd3e \u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u064a\u064e\u0631\u064e\u0648\u06e1\u0646\u064e    \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1   \u064a\u064f\u0641\u06e1\u062a\u064e\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0641\u0650\u064a  \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650  \u0639\u064e\u0627\u0645\u0656  \u0645\u0651\u064e\u0631\u0651\u064e\u0629\u064b  \u0623\u064e\u0648\u06e1   \u0645\u064e\u0631\u0651\u064e\u062a\u064e\u064a\u06e1\u0646\u0650 \ufd3f   \"Dan tidakkah mereka (orang-orang muna-fik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun\", dengan penyakit dan musibah yang menimpa mereka dan dengan perintah-perintah ilahiyah yang maksudnya adalah menguji mereka. \ufd3e \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e       \u0644\u064e\u0627  \u064a\u064e\u062a\u064f\u0648\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"Kemudian mereka tidak (juga) bertaubat\", dari keburukan yang mereka pegang. \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627     \u0647\u064f\u0645\u06e1  \u064a\u064e\u0630\u0651\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"Dan tidak (pula) mengambil pelajaran?\" Apa yang berguna bagi mereka maka mereka melaku-kannya dan apa yang merugikan mereka maka mereka menjauhi-nya. Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 menguji mereka sebagaimana ia adalah sunnahNya pada umat-umat lain dengan kemakmuran dan kesulitan, serta dengan perintah dan larangan, agar mereka kembali kepadaNya, namun mereka tidak bertaubat dan tidak pula mengambil pelajaran.\nAyat-ayat ini mengandung dalil bahwa iman itu bertambah dan berkurang, bahwa seorang hamba harus memupuk imannya dan menjaganya serta menumbuhkannya dan memperbaharuinya agar ia selalu meningkat."},{"id":1878,"sura":9,"from_aya":0,"to_aya":0,"type":"\u062a\u0645\u0647\u064a\u062f \u0644\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":""},{"id":1879,"sura":9,"from_aya":127,"to_aya":127,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan apabila diturunkan satu surat, sebagian mereka me-mandang kepada sebagian yang lain (sambil berkata), 'Adakah seorang dari (orang-orang Muslimin) yang melihat kamu?' Sesudah itu mereka pun pergi. Allah telah memalingkan hati mereka disebab-kan mereka adalah kaum yang tidak mengerti.\" (At-Taubah: 127)."},{"id":1880,"sura":9,"from_aya":127,"to_aya":127,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(127) Yakni, bahwa orang-orang munafik yang mewaspadai turunnya surat atas mereka, telah memberitahukan isi hati mereka, bahwa jika sebuah surat turun agar mereka beriman kepadanya dan mengamalkan isinya, \ufd3e \u0646\u0651\u064e\u0638\u064e\u0631\u064e     \u0628\u064e\u0639\u06e1\u0636\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670  \u0628\u064e\u0639\u06e1\u0636\u064d \ufd3f   \"sebagian mereka meman-dang kepada sebagian yang lain\", dengan ketetapan hati untuk tidak mengamalkannya, mereka menunggu kesempatan bersembunyi dari pandangan orang-orang beriman, dan mereka berkata, \ufd3e \u0647\u064e\u0644\u06e1  \u064a\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670\u0643\u064f\u0645  \u0645\u0651\u0650\u0646\u06e1  \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u0656      \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e  \u0671\u0646\u0635\u064e\u0631\u064e\u0641\u064f\u0648\u0627\u0652\u06da \ufd3f  \"'Adakah seorang dari (orang-orang Muslimin) yang melihat kamu?' Sesudah itu mereka pun pergi\", dengan sembunyi-sembunyi pulang dalam keadaan berpaling, maka Allah membalas mereka dengan hukuman sesuai dengan amal mereka. Sebagaima-na mereka berpaling dari amal maka \ufd3e \u0635\u064e\u0631\u064e\u0641\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645  \ufd3f \"Allah telah memalingkan hati mereka,\" yakni menghalanginya dari kebenaran \ufd3e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1     \u0642\u064e\u0648\u06e1\u0645\u065e  \u0644\u0651\u064e\u0627  \u064a\u064e\u0641\u06e1\u0642\u064e\u0647\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"disebabkan mereka adalah kaum yang tidak mengerti\", dengan pemahaman yang berguna bagi mereka, karena jika mereka itu memahami, niscaya mereka beriman kepada surat yang ditu-runkan dan tunduk kepada perintahnya. Yang dimaksud di sini adalah keengganan mereka yang sangat terhadap jihad dan syariat-syariat iman yang lain, sebagaimana Firman Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649,\n\ufd3e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627\u0653  \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e\u062a\u06e1  \u0633\u064f\u0648\u0631\u064e\u0629\u065e   \u0645\u0651\u064f\u062d\u06e1\u0643\u064e\u0645\u064e\u0629\u065e  \u0648\u064e\u0630\u064f\u0643\u0650\u0631\u064e  \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627  \u0671\u0644\u06e1\u0642\u0650\u062a\u064e\u0627\u0644\u064f       \u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u06e1\u062a\u064e  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0641\u0650\u064a  \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645  \u0645\u0651\u064e\u0631\u064e\u0636\u065e   \u064a\u064e\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0643\u064e    \u0646\u064e\u0638\u064e\u0631\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u063a\u06e1\u0634\u0650\u064a\u0651\u0650  \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650  \u0645\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u0648\u06e1\u062a\u0650\u06d6 \ufd3f \n\"Maka apabila diturunkan suatu surat yang jelas maksudnya dan disebutkan di dalamnya (perintah) perang, kamu lihat orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya memandang kepadamu seperti pandangan orang yang pingsan karena takut mati.\" (Muhammad: 20)."},{"id":1881,"sura":9,"from_aya":128,"to_aya":129,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat meng-inginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang Mukmin. Jika mereka berpa-ling (dari keimanan), maka katakanlah, 'Cukuplah Allah bagiku, tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal, dan Dia adalah Rabb yang memiliki Arasy yang agung'.\" (At-Taubah: 128-129)."},{"id":1882,"sura":9,"from_aya":128,"to_aya":128,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(128) Allah \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memberi nikmat kepada hamba-hambaNya yang beriman dalam bentuk diutusnya seorang Nabi yang ummi, yang termasuk dari kalangan mereka, mereka mengetahui keadaan-nya, memungkinkan mereka untuk mengambil keteladanan darinya, dan mereka tidak merasa rendah diri untuk tunduk kepadanya, dia sangat mengasihi mereka dan berusaha mewujudkan kebaikan mereka. \ufd3e \u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064c       \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650  \u0645\u064e\u0627  \u0639\u064e\u0646\u0650\u062a\u0651\u064f\u0645\u06e1 \ufd3f   \"Berat terasa olehnya penderitaanmu.\" Yakni perkara yang memberatkan dan menyulitkanmu juga memberat-kannya. \ufd3e \u062d\u064e\u0631\u0650\u064a\u0635\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0643\u064f\u0645 \ufd3f   \"Sangat menginginkan (keimanan dan kese-lamatan) bagimu.\" Dia menyukai kebaikan bagimu, berusaha keras menyampaikannya kepadamu, bersungguh-sungguh memberimu hidayah kepada iman, membenci keburukan menimpamu, dan ber-usaha keras menjauhkannya darimu. \ufd3e \u0628\u0650\u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e         \u0631\u064e\u0621\u064f\u0648\u0641\u065e  \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u065e \ufd3f   \"Amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang Mukmin.\" Yakni sangat belas kasih, dan sangat sayang kepada mereka melebihi ayah ibu mereka. Oleh karena itu haknya didahulukan di atas hak makh-luk yang lain. Wajib atas umat ini untuk beriman kepadanya, meng-hormatinya, menghargainya dan mendukungnya."},{"id":1883,"sura":9,"from_aya":129,"to_aya":129,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(129) \ufd3e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \ufd3f   \"Jika\" mereka beriman, maka itu adalah taufik untuk mereka dan jika \ufd3e \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u06e1\u0627\u0652 \ufd3f   \"mereka berpaling \" dari keimanan dan amal, maka tetaplah berjalan di atas jalanmu, teruslah berdakwah dan katakan, \ufd3e \u062d\u064e\u0633\u06e1\u0628\u0650\u064a\u064e     \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \ufd3f   \"Cukuplah Allah bagiku.\" Yakni Allah yang mencukupiku segala apa yang aku perlukan. \ufd3e \u0644\u064e\u0627\u0653     \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e    \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627   \u0647\u064f\u0648\u064e\u06d6 \ufd3f   \"Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia.\" Yakni, tiada yang disembah dengan benar selainNya. \ufd3e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650     \u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u06e1\u062a\u064f\u06d6 \ufd3f   \"Hanya kepadaNya aku berta-wakal.\" Yakni aku bersandar dan percaya kepadaNya dalam meraih apa yang bermanfaat dan menolak apa yang mudarat. \ufd3e \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e     \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u0639\u064e\u0631\u06e1\u0634\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u0650 \ufd3f   \"Dan Dia adalah Rabb yang memiliki Arasy yang agung,\" yang merupakan makhluk terbesar, jika Dia adalah Rabb bagi Arasy yang agung yang meliputi seluruh makhluk, maka Dia pasti Rabb bagi makhluk selainnya."},{"id":1884,"sura":9,"from_aya":0,"to_aya":0,"type":"\u062e\u0627\u062a\u0645\u0629 \u0627\u0644\u0633\u0648\u0631\u0629","text":"Selesai tafsir surat at-Taubah dengan pertolongan dan karunia Allah.\nSegala puji bagi Allah yang pertama dan yang terakhir, yang lahir dan yang batin."}]}