{"result":[{"id":5254,"sura":42,"from_aya":0,"to_aya":0,"type":"\u0627\u0633\u0645 \u0627\u0644\u0633\u0648\u0631\u0629","text":"TAFSIR SURAT  ASY-SYURA\n( Musyawarah )"},{"id":5255,"sura":42,"from_aya":0,"to_aya":0,"type":"\u0645\u0643\u0627\u0646 \u0646\u0632\u0648\u0644 \u0627\u0644\u0633\u0648\u0631\u0629","text":"Makkiyah"},{"id":5256,"sura":42,"from_aya":0,"to_aya":0,"type":"\u0627\u0644\u0628\u0633\u0645\u0644\u0629","text":"\"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.\""},{"id":5257,"sura":42,"from_aya":1,"to_aya":9,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Ha Mim. 'Ain Sin Qaf. Demikianlah Allah, Yang Mahaper-kasa lagi Mahabijaksana, mewahyukan kepada kamu dan kepada orang-orang yang sebelum kamu. KepunyaanNya-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha-tinggi lagi Mahabesar. Hampir saja langit itu pecah dari sebelah atasnya dan malaikat-malaikat bertasbih serta memuji Rabbnya dan memohonkan ampun bagi orang-orang yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa sesungguhnya Allah, Dia-lah Yang Maha Pengam-pun lagi Maha Penyayang. Dan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah, Allah mengawasi mereka; dan kamu bukanlah orang yang diserahi mengawasi mereka. Demikian-lah Kami wahyukan kepadamu al-Qur`an dalam bahasa Arab su-paya kamu memberi peringatan kepada ummul Qura dan penduduk sekelilingnya serta memberi peringatan pula tentang hari berkum-pul yang tidak ada keraguan padanya. Segolongan masuk surga dan segolongan masuk neraka. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Allah menjadikan mereka satu umat saja, tetapi Dia me-masukkan orang-orang yang dikehendakiNya ke dalam rahmat-Nya. Dan orang-orang yang zhalim tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun dan tidak pula seorang penolong. Atau patutkah mereka mengambil pelindung-pelindung selain Allah? Maka Allah, Dia-lah Pelindung dan Dia menghidupkan orang-orang yang mati, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.\" (Asy-Syura: 1-9). "},{"id":5258,"sura":42,"from_aya":1,"to_aya":5,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(1-5) Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 menyampaikan bahwasanya Dia mewahyu-kan al-Qur`an agung ini kepada Nabi yang mulia sebagaimana Dia telah mewahyukan kepada para nabi dan para rasul sebelum beliau. Dalam berita ini terdapat karuniaNya berupa penurunan kitab-kitab suci dan pengutusan para rasul di masa dahulu dan berikutnya, dan bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad a bukan-lah rasul pertama, dan bahwa sesungguhnya jalan yang ia tempuh adalah jalan para rasul sebelum beliau, dan kondisi-kondisinya pun sama dengan kondisi-kondisi para rasul sebelum beliau, dan apa yang beliau bawa (yaitu ajaran) serupa dengan ajaran yang mereka bawa. Sebab semuanya adalah benar dan kebenaran, yaitu diturun-kan dari Tuhan Yang menyandang sifat ketuhanan (uluhiyah), ke-perkasaan agung, kebijaksanaan sempurna, seluruh alam atas dan alam bawah adalah kerajaanNya dan berada di bawah kendaliNya, baik secara takdir maupun syar'i, dan sesungguhnya Dia \ufd3e \u0671\u0644\u06e1\u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064f \ufd3f   \"Yang Mahatinggi,\" Dzat, kemuliaan, dan keperkasaanNya, \ufd3e \u0671\u0644\u06e1\u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064f \ufd3f   \"lagi Mahabesar,\" yang karena kebesaranNya,\ufd3e \u062a\u064e\u0643\u064e\u0627\u062f\u064f  \u0671\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0670\u0648\u064e\u0670\u062a\u064f  \u064a\u064e\u062a\u064e\u0641\u064e\u0637\u0651\u064e\u0631\u06e1\u0646\u064e  \u0645\u0650\u0646  \u0641\u064e\u0648\u06e1\u0642\u0650\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e\u06da \ufd3f   \"hampir saja langit itu pecah dari sebelah atasnya,\" padahal keduanya sangat luar biasa besarnya dan keduanya adalah benda mati. \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u0644\u064e\u0670\u0653\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064f \ufd3f   \"Dan malaikat-malaikat,\" yang mulia lagi didekat-kan, tunduk kepada keagunganNya dan bersikap hina dina karena keperkasaanNya, patuh kepada RububiyahNya, \ufd3e \u064a\u064f\u0633\u064e\u0628\u0651\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0628\u0650\u062d\u064e\u0645\u06e1\u062f\u0650  \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1 \ufd3f   \"mereka bertasbih dengan memuji Rabbnya,\" mereka mengagungkan-Nya dari segala kekurangan dan menyifatiNya dengan segala sifat kesempurnaan, \ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0633\u06e1\u062a\u064e\u063a\u06e1\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646  \u0641\u0650\u064a   \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0631\u06e1\u0636\u0650\u06d7 \ufd3f   \"dan memohonkan ampun bagi orang-orang yang ada di bumi,\" dari hal-hal yang timbul dari mereka, yaitu segala apa yang tidak laik dengan keagungan dan kebesaran Allah, padahal Dia \ufd3e \u0671\u0644\u06e1\u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064f   \u0671\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064f \ufd3f   \"Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,\" yang kalau saja bukan karena ampunan dan rahmat-Nya, tentu Dia segera menimpakan hukuman yang membinasakan terhadap manusia.\nDi dalam pengungkapan terhadap Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 dengan sifat-sifat tersebut di atas setelah Dia menjelaskan bahwasanya Dia telah mewahyukan kepada para rasul pada umumnya dan kepada Nabi Muhammad a pada khususnya, terdapat sebuah isyarat bahwa al-Qur`an al-Karim ini mengandung dalil-dalil dan argumen-argumen serta ayat-ayat yang membuktikan akan kesempurnaan Sang Pen-cipta, Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649, dan pengungkapan tentang Allah dengan nama-nama yang agung yang menyebabkan hati penuh dengan ma'rifat, kecintaan, pengagungan, penghormatan dan pemuliaan kepadaNya serta memusatkan segala bentuk penghambaan lahir dan batin hanya kepadaNya. Dan sesungguhnya kezhaliman yang paling besar dan perkataan (keyakinan) yang paling keji adalah pengang-katan sembahan-sembahan selain Allah, yang mereka sama sekali tidak memiliki kuasa memberikan manfaat ataupun menimpakan bahaya, melainkan mereka adalah makhluk yang bergantung ke-pada Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 dalam seluruh kondisi dan perihal mereka."},{"id":5259,"sura":42,"from_aya":6,"to_aya":6,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(6) Maka dari itu Allah melanjutkan FirmanNya dengan, \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0671\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064f\u0648\u0627\u0652   \u0645\u0650\u0646  \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650\u06e6\u0653  \u0623\u064e\u0648\u06e1\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0653\u0621\u064e  \ufd3f \"Dan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah,\" di mana mereka berloyalitas kepada para pelindung itu dengan menyembah dan taat kepada mereka seperti halnya mereka beribadah dan taat kepada Allah, maka mereka se-sungguhnya telah mengambil (melakukan) kebatilan, dan apa yang mereka sembah itu sebenarnya bukan pelindung, \ufd3e \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u062d\u064e\u0641\u0650\u064a\u0638\u064c  \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u0645\u06e1  \ufd3f \"Allah mengawasi mereka,\" Yang memelihara amal perbuatan mereka, dan kemudian akan memberikan balasannya terhadap yang baik dan yang buruknya, \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627\u0653  \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e  \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u0645  \u0628\u0650\u0648\u064e\u0643\u0650\u064a\u0644\u0656 \ufd3f   \"dan kamu bukanlah orang yang diserahi mengawasi mereka,\" lalu akan diminta pertanggung-jawaban atas amal perbuatan mereka. Kamu sesungguhnya hanya-lah penyampai yang telah menunaikan tugasmu."},{"id":5260,"sura":42,"from_aya":7,"to_aya":7,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(7) Kemudian Allah menyebutkan karuniaNya kepada RasulNya dan kepada manusia pada umumnya, di mana Allah telah menurunkan \ufd3e \u0642\u064f\u0631\u06e1\u0621\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627  \u0639\u064e\u0631\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u0657\u0627 \ufd3f   \"al-Qur`an dalam bahasa Arab,\" yang sangat jelas lafazh-lafazh dan maknanya, \ufd3e \u0644\u0651\u0650\u062a\u064f\u0646\u0630\u0650\u0631\u064e  \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e   \u0671\u0644\u06e1\u0642\u064f\u0631\u064e\u0649\u0670 \ufd3f   \"supaya kamu memberi peringatan kepada ummul Qura,\" maksudnya, Makkah al-Mukarramah \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u06e1   \u062d\u064e\u0648\u06e1\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627  \ufd3f \"dan penduduk sekelilingnya\" dari per-kampungan-perkampungan orang-orang Arab, kemudian pem-berian peringatan ini terus merambat ke seluruh manusia, \ufd3e \u0648\u064e\u062a\u064f\u0646\u0630\u0650\u0631\u064e    \ufd3f \"serta memberi peringatan pula\" kepada manusia \ufd3e \u064a\u064e\u0648\u06e1\u0645\u064e   \u0671\u0644\u06e1\u062c\u064e\u0645\u06e1\u0639\u0650 \ufd3f   \"tentang hari berkumpul,\" yang pada hari itu Allah menghimpun orang-orang yang terdahulu dan yang datang kemudian. Dan kamu sampaikan kepada mereka bahwa \ufd3e \u0644\u064e\u0627   \u0631\u064e\u064a\u06e1\u0628\u064e  \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650\u06da       \ufd3f \"tidak ada keraguan padanya,\" dan manusia pada hari itu terbagi menjadi dua kelompok: Satu kelom-pok \ufd3e  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u06e1\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u0650  \ufd3f \"masuk surga,\" yaitu orang-orang yang beriman kepada Allah dan membenarkan para Rasul; dan sekelompok lagi \ufd3e \u0641\u0650\u064a   \u0671\u0644\u0633\u0651\u064e\u0639\u0650\u064a\u0631\u0650 \ufd3f   \"masuk neraka\" yaitu berbagai kelompok orang-orang kafir yang mendustakan."},{"id":5261,"sura":42,"from_aya":8,"to_aya":8,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(8) \ufd3e \u0648 \u064e   \ufd3f \"Dan\" meskipun itu semua, kalau Allah menghen-daki, niscaya Dia menjadikan manusia \ufd3e \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u0657  \u0648\u064e\u0670\u062d\u0650\u062f\u064e\u0629\u0657  \ufd3f \"satu umat saja,\" semuanya di atas petunjuk. Sebab Dia-lah Yang Kuasa, tidak ada sesuatu apa pun yang sukar bagiNya. Akan tetapi Dia hendak memasukkan ke dalam rahmatNya orang-orang yang dikehendaki-Nya di antara manusia-manusia pilihanNya. Adapun orang-orang yang zhalim yang tidak bisa beramal shalih maka mereka adalah orang-orang yang dihalangi dari rahmatNya. Mereka sama sekali tidak akan mendapatkan seorang pelindung pun yang dapat me-lindungi mereka yang bisa mewujudkan impian mereka, dan tidak ada pula seorang penolong yang menolak bahaya dari mereka."},{"id":5262,"sura":42,"from_aya":9,"to_aya":9,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(9) Dan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah, di mana mereka loyal kepada mereka dengan menyem-bahnya, mereka benar-benar telah melakukan kekeliruan yang jauh, \ufd3e \u0641\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0647\u064f\u0648\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064f  \ufd3f \"Allah-lah Pelindung,\" yang diloyalitasi oleh hambaNya dengan ibadah dan taat kepadaNya serta bertaqarrub (mendekatkan diri) kepadaNya dengan berbagai macam bentuk taqarrub yang mampu ia lakukan. Dan Dia mengatur hamba-hambaNya umum-nya dengan pengelolaan dan kekuatan takdirNya terhadap mereka, dan Dia mengatur hamba-hambaNya yang beriman khususnya dengan mengeluarkan mereka dari berbagai kegelapan menuju cahaya, membina mereka dengan kelembutanNya dan memberi-kan pertolongan kepada mereka dalam semua urusan mereka. \ufd3e \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e  \u064a\u064f\u062d\u06e1\u064a\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u0648\u06e1\u062a\u064e\u0649\u0670  \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e   \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670  \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u06e1\u0621\u0656  \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u065e \ufd3f   \"Dan Dia menghidupkan orang-orang yang mati, dan Dia adalah Mahakuasa atas segala sesuatu,\" artinya, Dia-lah yang bertindak menghidupkan dan mematikan, terealisasi kehen-dak dan KuasaNya. Maka Dia-lah yang berhak disembah, tiada sekutu bagiNya."},{"id":5263,"sura":42,"from_aya":10,"to_aya":12,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Tentang sesuatu apa pun kamu berselisih, maka putusannya kepada Allah. Itulah Allah Rabbku. KepadaNya-lah aku bertawa-kal dan kepadaNya-lah aku kembali. Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pa-sangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan pula, dijadikanNya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. KepunyaanNya-lah perbendaharaan langit dan bumi; Dia melapangkan rizki bagi siapa yang dikehen-dakiNya dan menyempitkan. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.\" (Asy-Syura: 10-12). "},{"id":5264,"sura":42,"from_aya":10,"to_aya":10,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(10) Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627  \u0671\u062e\u06e1\u062a\u064e\u0644\u064e\u0641\u06e1\u062a\u064f\u0645\u06e1  \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650  \u0645\u0650\u0646  \u0634\u064e\u064a\u06e1\u0621\u0656  \ufd3f \"Tentang se-suatu apa pun kamu berselisih,\" baik dalam masalah prinsip-prinsip agama kalian atau cabang-cabangnya yang kalian belum menye-pakatinya, \ufd3e \u0641\u064e\u062d\u064f\u0643\u06e1\u0645\u064f\u0647\u064f\u06e5\u0653   \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650\u06da \ufd3f   \"maka putusannya kepada Allah,\" artinya harus dikembalikan kepada al-Qur`an dan Hadits RasulNya. Dan apa pun ketentuan al-Qur`an dan hadits itu, maka itulah yang benar, dan apa pun yang menyalahi keduanya, itulah yang batil.\n\ufd3e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u064f  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a  \ufd3f \"Itulah Allah Rabbku,\" maksudnya, karena Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 adalah Rabb Pencipta, Pemberi rizki dan Pengatur, maka Dia-lah hakim (pemberi keputusan) di antara hamba-hambaNya melalui syariatNya dalam segala urusan mereka. \nPengertian (mafhum) dari ayat suci ini adalah bahwa \"kesepa-katan umat Islam itu hujjah yang pasti.\" Sebab Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 tidak menyu-ruh kita untuk mengembalikan kepadaNya kecuali hal-hal yang kita perselisihkan. Sedangkan apa yang telah kita sepakati cukup menjadi kesepakatan umat, sebab umat Islam itu terjaga dari keke-liruan, dan sudah pasti kesepakatan mereka tersebut sejalan dengan ajaran yang ada di dalam al-Qur`an dan Hadits Rasulullah a.\nFirmanNya, \ufd3e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650  \u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u06e1\u062a\u064f  \ufd3f \"KepadaNya-lah aku bertawakal\" artinya, aku menyandarkan diri dengan hatiku kepadaNya dalam mencari kebaikan dan menolak keburukan, dengan yakin kepada-Nya dalam pemberian pertolonganNya, \ufd3e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650  \u0623\u064f\u0646\u0650\u064a\u0628\u064f  \ufd3f \"dan kepadaNya-lah aku kembali,\" artinya, aku menghadapkan diri dengan jiwa dan ragaku kepadaNya dan dengan taat dan ibadah kepadaNya. Dua prinsip ini sering sekali disebutkan oleh Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 di dalam Kitab-Nya. Sebab, dengan keduanya kesempurnaan seorang hamba dapat dicapai. Dan kesempurnaan tidak akan dapat ia raih dengan ketia-daan dua prinsip ini atau ketiadaan salah satunya. Sama seperti Firman Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649, \n\ufd3e \u0625\u0650\u064a\u0651\u064e\u0627\u0643\u064e  \u0646\u064e\u0639\u06e1\u0628\u064f\u062f\u064f  \u0648\u064e\u0625\u0650\u064a\u0651\u064e\u0627\u0643\u064e  \u0646\u064e\u0633\u06e1\u062a\u064e\u0639\u0650\u064a\u0646\u064f  5  \ufd3f\n\"Hanya kepadaMu kami menyembah dan hanya kepadaMu kami meminta pertolongan.\" (Al-Fatihah: 5); dan juga FirmanNya, \n\ufd3e \u0641\u064e\u0671\u0639\u06e1\u0628\u064f\u062f\u06e1\u0647\u064f  \u0648\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u06e1  \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u06da       \ufd3f\n\"Maka beribadahlah kalian kepadaNya dan bertawakallah kepada-Nya.\" (Hud: 123)."},{"id":5265,"sura":42,"from_aya":11,"to_aya":11,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(11) \ufd3e \u0641\u064e\u0627\u0637\u0650\u0631\u064f      \u0671\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0670\u0648\u064e\u0670\u062a\u0650  \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0631\u06e1\u0636\u0650\u06da \ufd3f   \"Pencipta langit dan bumi,\" maksud-nya, Pembuat keduanya dengan Kuasa, kehendak, dan kebijaksa-naanNya, \ufd3e \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e  \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645   \u0645\u0651\u0650\u0646\u06e1  \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0623\u064e\u0632\u06e1\u0648\u064e\u0670\u062c\u0657\u0627 \ufd3f \"Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan,\" agar kalian merasakan ketentraman kepadanya dan berkembang biak dari kalian anak keturunan dan kalian memperoleh banyak keuntungan. \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0646\u06e1\u0639\u064e\u0670\u0645\u0650   \u0623\u064e\u0632\u06e1\u0648\u064e\u0670\u062c\u0657\u0627 \ufd3f   \"Dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan pula,\" dan dari berbagai jenisnya dua macam: Jantan dan betina, agar ia tetap tersisa dan berkembang biak untuk kemaslahatan kalian yang banyak sekali. Maka dari itu Allah menggunakan huruf lam sebagai alat bantu transitif (yang bermakna untuk), sehingga maknanya, Dia menjadi-kan itu semua untuk kalian dan untuk mengaruniakannya kepada kalian. Maka dari itu Allah berfirman, \ufd3e \u064a\u064e\u0630\u06e1\u0631\u064e\u0624\u064f\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650\u06da \ufd3f   \"DijadikanNya kamu berkembang biak dengan jalan itu,\" yakni mengembangkan dan memperbanyak kalian, memperbanyak hewan-hewan ternak kalian disebabkan Dia telah menciptakan dari diri kalian dan menciptakan pula untuk kalian pasangan-pasangan.\n\ufd3e \u0644\u064e\u064a\u06e1\u0633\u064e  \u0643\u064e\u0645\u0650\u062b\u06e1\u0644\u0650\u0647\u0650\u06e6 \u0634\u064e\u064a\u06e1\u0621\u065e\u06d6 \ufd3f   \"Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia,\" artinya, tidak ada sesuatu apa pun dari makhlukNya yang menyerupai ataupun menyamaiNya, baik pada DzatNya, nama-namaNya, sifat-sifatNya maupun perbuatan-perbuatanNya. Sebab semua nama-nama adalah sangat indah dan semua sifat-sifatNya adalah sifat-sifat kesempurnaan dan keagungan, dan perbuatan-perbuatanNya (af'al), yang dengannya Dia menciptakan seluruh ciptaan-ciptaan yang luar biasa besarnya ini, tidak ada sesuatu pun yang menyertaiNya. Maka tidak ada sesuatu apa pun yang semisal denganNya, karena kemanunggalan dan keesaanNya dengan ke-sempurnaan dari segala sisi.\n\ufd3e \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0671\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064f  \ufd3f \"Dan Dia-lah Yang Maha Mendengar\" seluruh suara dengan berbagai macam bahasa, dengan berbagai dialek. \ufd3e \u0671\u0644\u06e1\u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064f \ufd3f   \"Lagi Maha Melihat,\" Dia melihat langkah seekor semut hitam nan kecil di malam yang gulita di atas batu hitam nan keras, dan Dia melihat mengalirnya makanan di dalam anggota tubuh hewan-hewan yang sangat kecil sekalipun, dan juga aliran air di dalam dahan-dahan kayu yang sangat rumit.\nAyat ini dan yang lainnya adalah dalil Ahlus Sunnah wal Jama'ah dalam menetapkan sifat-sifat Allah dan menafikan keseru-paanNya dengan makhluk. Dan di dalamnya juga terdapat sang-gahan terhadap kaum Musyabbihah (sekte yang meyakini Allah sama dengan makhlukNya. pent), yaitu terletak pada FirmanNya, \ufd3e \u0644\u064e\u064a\u06e1\u0633\u064e  \u0643\u064e\u0645\u0650\u062b\u06e1\u0644\u0650\u0647\u0650\u06e6 \u0634\u064e\u064a\u06e1\u0621\u065e\u06d6 \ufd3f   \"tidak ada sesuatu apa pun yang serupa dengan Dia,\" dan juga sanggahan terhadap sekte Mu'aththilah (sekte yang tidak meyakini adanya sifat bagi Allah, pent), yaitu pada FirmanNya, \ufd3e \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e     \u0671\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064f \ufd3f   \"Dan Dia-lah Yang Mendengar lagi Maha Melihat.\""},{"id":5266,"sura":42,"from_aya":12,"to_aya":12,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(12) \ufd3e \u0644\u064e\u0647\u064f\u06e5  \u0645\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u0650\u064a\u062f\u064f  \u0671\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0670\u0648\u064e\u0670\u062a\u0650  \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0631\u06e1\u0636\u0650\u06d6 \ufd3f   \"KepunyaanNya-lah perbenda-haraan langit dan bumi.\" MilikNya-lah kerajaan langit dan bumi, di TanganNya-lah semua kunci rahmat, rizki dan berbagai kenikmatan yang lahir dan yang batin. Jadi, semua makhluk bergantung kepada Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 dalam mencari kebaikan mereka dan mencegah berbagai keburukan dari mereka, dalam setiap keadaan. Tidak ada seorang pun yang memiliki otoritas. Allah-lah Yang Maha Memberi, Yang menahan, Yang dapat menimpakan mudarat dan dapat menda-tangkan manfaat, yang tiada suatu nikmat pun ada pada hamba-hamba ini melainkan ia berasal dariNya, dan tidak ada yang bisa mencegah keburukan selain Dia. Dan apa pun rahmat yang Allah bukakan untuk manusia, maka tidak ada yang bisa menahannya, dan apa pun yang Dia tahan, maka tidak ada yang bisa melepas-kannya selain Dia. Maka dari itu di sini Dia berfirman,\ufd3e \u064a\u064e\u0628\u06e1\u0633\u064f\u0637\u064f  \u0671\u0644\u0631\u0651\u0650\u0632\u06e1\u0642\u064e  \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646   \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0653\u0621\u064f  \ufd3f \"Dia melapangkan rizki bagi siapa yang dikehendakiNya,\" maksud-nya, melapangkannya dan memberikannya dari berbagai macam rizki yang Dia kehendaki, \ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u06e1\u062f\u0650\u0631\u064f\u06da \ufd3f   \"dan menyempitkan,\" maksud-nya, menyusahkannya bagi siapa saja yang Dia kehendaki hingga hanya sebatas keperluannya saja, tidak lebih dari itu. \nSemua itu tergantung kepada ilmu dan kebijaksanaanNya. Maka dari itu Dia berfirman, \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u06e5  \u0628\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650  \u0634\u064e\u064a\u06e1\u0621\u064d  \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u065e  \ufd3f \"Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu,\" yakni Dia mengetahui kondisi hamba-hambaNya sehingga memberi masing-masing sesuai dengan kebijaksanaanNya dan menurut tuntutan kehendakNya."},{"id":5267,"sura":42,"from_aya":13,"to_aya":13,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dia telah mensyariatkan bagimu tentang agama apa yang telah diwasiatkanNya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wa-siatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendakiNya dan memberi petunjuk kepadaNya orang yang kembali.\" (Asy-Syura: 13). "},{"id":5268,"sura":42,"from_aya":13,"to_aya":13,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(13) Ini adalah karunia terbesar yang Allah limpahkan ke-pada hamba-hambaNya, yaitu Dia menetapkan sebaik-baik agama untuk mereka, yang paling utama, paling suci dan paling bersih, yaitu Dinul Islam, yang telah disyariatkan (ditetapkan) oleh Allah untuk orang-orang pilihan yang diistimewakan di antara hamba-hambaNya. Bahkan Allah mensyariatkannya untuk yang terbaik dari yang terbaik dan teristimewa dari yang istimewa. Mereka adalah Ulul 'azmi di antara para rasul yang disebutkan di dalam ayat ini. Mereka adalah manusia yang paling tinggi moralnya dan yang paling sempurna derajatnya dari segala sisi. Jadi agama yang ditetapkan oleh Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 untuk mereka harus sesuai dengan kondisi mereka dan sejalan dengan kesempurnaan mereka. Bahkan mereka telah dijadikan sempurna dan dipilih oleh Allah karena mereka melaksanakannya. Kalau saja bukan karena Agama Islam ini, tidak seorang pun di antara manusia yang menjadi tinggi derajatnya. Islam adalah ruh kebahagiaan dan kutub pusaran kesempurnaan. Itulah yang dicakup oleh kitab al-Qur`an ini dan yang diserukan-nya, yaitu tauhid, amal-amal shalih, akhlak, dan adab. \nMaka dari itu Allah berfirman, \ufd3e \u0623\u064e\u0646\u06e1  \u0623\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f \"Tegakkanlah agama.\" Artinya, Allah memerintahkan kepada kalian untuk menegakkan seluruh syariat-syariat Agama, prinsip-prinsipnya dan cabang-cabangnya. Kalian menegakkannya sendiri dan kalian bersungguh-sungguh dalam menegakkannya pada orang-orang lain selain ka-lian, kalian saling tolong-menolong atas kebajikan dan takwa dan jangan saling tolong-menolong atas perbuatan dosa dan permusuhan.\n\ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u062a\u064e\u062a\u064e\u0641\u064e\u0631\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650\u06da \ufd3f   \"Dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya,\" maksudnya, hendaklah terjadi kesepakatan bagi kalian dalam masalah prinsip-prinsip agama dan cabang-cabangnya, berupaya seriuslah kalian untuk tidak dipecah belah oleh persoalan-persoalan dan tidak dikelompok-kelompokkan menjadi berkelompok-kelom-pok sehingga kalian menjadi bergolong-golongan, yang sebagian memusuhi sebagian yang lain, padahal kalian masih sepaham dalam masalah prinsip agama kalian.\nTermasuk bersatu dalam Agama dan tidak tercerai-berai di dalamnya, adalah apa yang diperintahkan oleh Penetap syariat berupa perkumpulan-perkumpulan umum, seperti perkumpulan haji, hari raya, hari Jum'at, shalat lima waktu, jihad dan berbagai bentuk ibadah lainnya yang tidak akan bisa terlaksana dan tidak bisa sempurna kecuali dengan melakukan persatuan (pertemuan) untuknya dan tidak bercerai-berai.\n\ufd3e \u0643\u064e\u0628\u064f\u0631\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649     \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0634\u06e1\u0631\u0650\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0645\u064e\u0627  \u062a\u064e\u062f\u06e1\u0639\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u06da \ufd3f   \"Amat berat bagi orang-orang musyrik apa yang kamu seru mereka kepadanya.\" Artinya, mereka benar-benar merasa sangat berat karena kamu mengajak mereka mengesakan Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 saja, seperti yang dikatakan oleh Allah tentang mereka, \n\ufd3e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627  \u0630\u064f\u0643\u0650\u0631\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0648\u064e\u062d\u06e1\u062f\u064e\u0647\u064f  \u0671\u0634\u06e1\u0645\u064e\u0623\u064e\u0632\u0651\u064e\u062a\u06e1   \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064f  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0644\u064e\u0627  \u064a\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0628\u0650\u0671\u0644\u06e1\u0623\u0653\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650\u06d6       \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627  \u0630\u064f\u0643\u0650\u0631\u064e  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0645\u0650\u0646   \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650\u06e6\u0653  \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627   \u0647\u064f\u0645\u06e1  \u064a\u064e\u0633\u06e1\u062a\u064e\u0628\u06e1\u0634\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e  45  \ufd3f\n\"Dan apabila nama Allah saja yang disebut, kesallah hati orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat; dan apabila nama sembahan-sembahan selain Allah yang disebut, tiba-tiba mereka bergirang hati.\" (Az-Zumar: 45). \nDan juga ucapan mereka (yang diabadikan Allah),\n\ufd3e \u0623\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e     \u0671\u0644\u06e1\u0623\u0653\u0644\u0650\u0647\u064e\u0629\u064e     \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u0657\u0627  \u0648\u064e\u0670\u062d\u0650\u062f\u064b\u0627\u06d6       \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e   \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627  \u0644\u064e\u0634\u064e\u064a\u06e1\u0621\u064c  \u0639\u064f\u062c\u064e\u0627\u0628\u065e  5  \ufd3f\n\"Mengapa ia menjadikan sesembahan-sesembahan itu sesembahan Yang Satu saja. Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan.\" (Shad: 5).\n\ufd3e \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f   \u064a\u064e\u062c\u06e1\u062a\u064e\u0628\u0650\u064a\u0653  \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650  \u0645\u064e\u0646  \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0653\u0621\u064f \ufd3f   \"Allah menarik kepadanya orang yang dikehen-dakiNya.\" Artinya, Allah memilih di antara manusia ciptaanNya orang yang Dia ketahui bahwasanya ia layak untuk ditarik kepada tugas kerasulan dan kewalianNya. Dan termasuk di antaranya adalah Dia memilih umat Islam ini dan mengistimewakannya atas seluruh umat dan memilihkan untuknya agama yang paling utama dan yang paling baik, \ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0647\u06e1\u062f\u0650\u064a\u0653  \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650  \u0645\u064e\u0646  \u064a\u064f\u0646\u0650\u064a\u0628\u064f \ufd3f   \"dan memberi petunjuk kepadaNya orang yang kembali.\" Inilah sebab yang dilakukan oleh seseorang yang dengannya ia bisa memperoleh hidayah dari Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649, yaitu inabah (kembali) kepadaNya dan ketertarikan naluri-naluri hatinya kepadaNya, dan tujuannya mencari keridhaanNya. Maka kebaikan niat seseorang yang disertai dengan kesungguhannya dalam mencari hidayah merupakan faktor penyebab kemudahan untuk hidayah, seperti yang Allah Firmankan, \n\ufd3e \u064a\u064e\u0647\u06e1\u062f\u0650\u064a     \u0628\u0650\u0647\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0645\u064e\u0646\u0650  \u0671\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064e  \u0631\u0650\u0636\u06e1\u0648\u064e\u0670\u0646\u064e\u0647\u064f\u06e5   \u0633\u064f\u0628\u064f\u0644\u064e  \u0671\u0644\u0633\u0651\u064e\u0644\u064e\u0670\u0645\u0650 \ufd3f\n\"Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaanNya ke jalan keselamatan.\" (Al-Ma`idah: 16).\nDi dalam ayat ini dijelaskan bahwasanya A l l a h \ufd3e   \u0648\u064e\u064a\u064e\u0647\u06e1\u062f\u0650\u064a\u0653  \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650  \u0645\u064e\u0646  \u064a\u064f\u0646\u0650\u064a\u0628\u064f \ufd3f   \"memberi petunjuk kepadaNya orang yang kembali,\" di samping FirmanNya yang lain yang mengatakan, \n\ufd3e \u0648\u064e\u0671\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u06e1 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064e \u0645\u064e\u0646\u06e1     \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627\u0628\u064e  \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e\u06da       \ufd3f\n\"Dan ikutilah jalan orang yang kembali kepadaKu.\" (Luqman: 15). Ditambah dengan kondisi para sahabat nabi, (semoga Allah meri-dhai mereka), dan betapa gigih kembalinya mereka kepada Allah, adalah bukti bahwa perkataan mereka adalah hujjah (pegangan, argumen), terutama perkataan para Khulafa` Rasyidin, semoga Allah meridhai mereka semuanya."},{"id":5269,"sura":42,"from_aya":14,"to_aya":15,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan mereka tidak berpecah belah melainkan sesudah da-tangnya pengetahuan kepada mereka karena kedengkian antara mereka. Kalaulah tidak karena sesuatu ketetapan yang telah ada dari Rabbmu dahulunya sampai kepada waktu yang ditentukan, pastilah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang diwariskan kepada mereka al-Kitab sesudah mereka, benar-benar berada dalam keraguan yang menggoncangkan tentang kitab itu. Maka karena itu serulah dan tetaplah sebagaimana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka dan katakanlah, 'Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kamu. Allah adalah Rabb kami dan Rabbmu. Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu. Tidak ada per-tengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepadaNya-lah kembali'.\" (Asy-Syura: 14-15). "},{"id":5270,"sura":42,"from_aya":14,"to_aya":14,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(14) Setelah Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memerintahkan persatuan kaum Mus-limin dalam beragama dan melarang mereka berpecah belah, Dia sampaikan kepada mereka agar jangan terpedaya dengan al-Kitab yang Allah turunkan kepada mereka; sebab orang-orang Ahlul Kitab itu tidak bercerai-berai kecuali setelah Allah menurunkan kepada mereka al-Kitab yang seharusnya melahirkan persatuan. Namun mereka melakukan kebalikan dari apa yang diperintahkan oleh kitab suci mereka. Semua itu adalah karena kecongkakan dan kebencian dari mereka. Sebab mereka saling benci membenci dan saling dengki-mendengki, dan terjadilah kebencian dan permu-suhan di antara mereka, dengan demikian terjadilah perpecahan. Maka waspadalah wahai kaum Muslimin untuk tidak menjadi seperti mereka.\n\ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u06e1\u0644\u064e\u0627  \u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0629\u065e \u0633\u064e\u0628\u064e\u0642\u064e\u062a\u06e1 \u0645\u0650\u0646     \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \ufd3f   \"Kalaulah tidak karena sesuatu ketetapan yang telah ada dari Rabbmu dahulunya,\" yakni, untuk penundaan azab yang membinasakan hingga waktu yang telah ditentukan, \ufd3e \u0644\u0651\u064e\u0642\u064f\u0636\u0650\u064a\u064e  \u0628\u064e\u064a\u06e1\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1\u06da \ufd3f   \"pastilah mereka telah dibinasakan.\" Akan tetapi kebijak-sanaan dan kelembutanNya menuntut untuk ditangguhkannya siksaan itu dari mereka.\n\ufd3e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e   \u0623\u064f\u0648\u0631\u0650\u062b\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u06e1\u0643\u0650\u062a\u064e\u0670\u0628\u064e  \u0645\u0650\u0646\u06e2  \u0628\u064e\u0639\u06e1\u062f\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1  \ufd3f \"Dan sesungguhnya orang-orang yang diwariskan kepada mereka al-Kitab sesudah mereka,\" maksudnya, orang-orang mewarisi mereka dan mereka menjadi generasi peng-ganti (penerus) mereka yang berilmu di antara mereka,\ufd3e \u0644\u064e\u0641\u0650\u064a  \u0634\u064e\u0643\u0651\u0656  \u0645\u0651\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064f \u0645\u064f\u0631\u0650\u064a\u0628\u0656 \ufd3f   \"benar-benar berada dalam keraguan yang menggoncangkan ten-tang kitab itu,\" maksudnya, benar-benar berada dalam ketidakjelasan yang sangat kentara yang menjerumuskan ke dalam perselisihan, di mana para pendahulu mereka berselisih karena congkak dan keras kepala. Dan generasi selanjutnya berselisih karena ragu dan bimbang. Semua mereka sama-sama dalam perselisihan yang ter-cela."},{"id":5271,"sura":42,"from_aya":15,"to_aya":15,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(15) \ufd3e \u0641\u064e\u0644\u0650\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e  \u0641\u064e\u0671\u062f\u06e1\u0639\u064f\u06d6 \ufd3f   \"Maka karena itu serulah,\" maksudnya, maka untuk Agama yang benar dan jalan yang lurus yang karenanya Allah menurunkan kitab-kitabNya dan mengutus para RasulNya, serulah umatmu kepadanya dan himbaulah mereka kepadanya serta tegakkanlah jihad karenanya terhadap siapa saja yang tidak menerimanya. \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0633\u06e1\u062a\u064e\u0642\u0650\u0645\u06e1  \ufd3f \"Dan tetaplah,\" yakni, istiqamahlah kamu sendiri \ufd3e \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627\u0653  \u0623\u064f\u0645\u0650\u0631\u06e1\u062a\u064e\u06d6 \ufd3f   \"sebagaimana diperintahkan kepadamu,\" yaitu istiqamah yang sejalan dengan perintah Allah, tidak ada sikap berlebihan ataupun mengabaikan, melainkan kepatuhan kepada perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-laranganNya secara kontinu. Jadi, Allah memerintahkan NabiNya untuk menyempur-nakan dirinya dengan menetapi istiqamah dan menyempurnakan orang-orang lain dengan mengajak mereka kepada hal itu.\nDan suatu yang dimaklumi, bahwa perintah kepada Rasulullah a itu adalah juga merupakan perintah kepada umatnya apabila tidak ada nash yang mengecualikannya. \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u06e1  \u0623\u064e\u0647\u06e1\u0648\u064e\u0627\u0653\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1\u06d6 \ufd3f \"Dan jangan-lah mengikuti hawa nafsu mereka,\" maksudnya, hawa nafsu orang-orang yang menyimpang dari Agama, yaitu orang-orang kafir dan kaum munafik. Mengikuti mereka bisa dengan mengikuti sebagian ajaran agama mereka, atau dengan meninggalkan dakwah kepada Allah, atau dengan mengabaikan istiqamah. Sebab, jika kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang kepadamu ilmu, maka sesungguhnya engkau benar-benar termasuk orang-orang yang zhalim.\nAllah tidak mengatakan: \"Jangan kamu ikuti agama mereka, karena hakikat agama mereka yang disyariatkan oleh Allah untuk mereka adalah agama para rasul semuanya, namun mereka tidak mengikutinya, malah mengikuti hawa nafsu, dan mereka menjadi-kan agama sebagai perbuatan sia-sia dan mainan. \ufd3e \u0648\u064e\u0642\u064f\u0644\u06e1 \ufd3f   \"Dan katakanlah\" kepada mereka ketika berdebat dengan mereka,\ufd3e \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u062a\u064f  \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627\u0653    \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0645\u0650\u0646  \u0643\u0650\u062a\u064e\u0670\u0628\u0656\u06d6 \ufd3f   \"Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan Allah,\" maksudnya, agar debatmu kepada mereka berdasarkan prinsip yang sangat agung ini, yang menunjukkan kepada kemu-liaan Islam, kebesaran dan hegemoninya terhadap seluruh agama, dan bahwa agama yang dianut oleh Ahlul Kitab itu hanyalah satu bagian dari Islam.\nDi sini terdapat petunjuk bahwa Ahlul Kitab, jika mereka ber-debat dengan suatu perdebatan yang dilandasi iman (keyakinan) kepada sebagian kitab-kitab suci atau sebagian rasul dengan me-ngabaikan yang lainnya, maka hal itu tidak boleh diterima. Sebab, Kitab suci yang mereka serukan dan rasul yang mereka klaim itu di antara syaratnya adalah ia harus membenarkan al-Qur`an ini dan nabi yang membawanya. Karena Kitab suci kita dan rasul kita tidak memerintahkan kita melainkan supaya kita beriman kepada Nabi Musa dan Nabi Isa \u0639\u0644\u064a\u0647\u0645\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645, Taurat dan Injil yang al-Qur`an mem-beritakan dan membenarkannya, dan ia juga menginformasikan bahwa Taurat dan Injil membenarkan al-Qur`an dan mengakui kebenarannya. Adapun kalau hanya sekedar Taurat dan Injil, Musa dan Isa yang mereka akui, dan tidak mengakui kita dan tidak me-nyetujui Kitab kita, maka kita tidak disuruh mempercayai mereka.\nFirmanNya, \ufd3e \u0648\u064e\u0623\u064f\u0645\u0650\u0631\u06e1\u062a\u064f  \u0644\u0650\u0623\u064e\u0639\u06e1\u062f\u0650\u0644\u064e   \u0628\u064e\u064a\u06e1\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f\u06d6 \ufd3f   \"Dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kamu,\" maksudnya, dalam memberikan putusan di antara apa yang kalian perselisihkan. Maka permusuhan kalian dan kebencian kalian terhadapku, wahai Ahlul Kitab, tidak akan menghalangiku untuk berlaku adil terhadap kalian. Termasuk adil dalam memberikan putusan di antara mereka yang memiliki ba-nyak pendapat yang berbeda-beda dari kaum Ahli Kitab dan lain-lainnya adalah menerima kebenaran yang ada pada mereka dan menolak kebatilan yang ada pada mereka.\n\ufd3e \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0646\u064e\u0627  \u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06d6 \ufd3f   \"Allah adalah Rabb kami dan Rabb kamu,\" mak-sudnya, Rabb bagi semua. Kalian tidak lebih berhak daripada kami, \ufd3e \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627\u0653   \u0623\u064e\u0639\u06e1\u0645\u064e\u0670\u0644\u064f\u0646\u064e\u0627  \u0648\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1  \u0623\u064e\u0639\u06e1\u0645\u064e\u0670\u0644\u064f\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06d6 \ufd3f   \"Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu,\" yang baik dan yang buruk, \ufd3e \u0644\u064e\u0627    \u062d\u064f\u062c\u0651\u064e\u0629\u064e  \u0628\u064e\u064a\u06e1\u0646\u064e\u0646\u064e\u0627  \u0648\u064e\u0628\u064e\u064a\u06e1\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f\u06d6 \ufd3f \"tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu\" setelah semua kenyataan menjadi jelas dan kebenaran menjadi nyata dari yang batil, dan petunjuk dari kesesatan. Tidak ada tempat lagi bagi berdebat dan bertengkar. Sebab maksud dari debat itu adalah menjelaskan yang benar dari yang batil, agar orang yang jujur mendapat petunjuk, dan hujjah (argumen) tegak atas orang yang tersesat. Bagaimana tidak, sedang-kan Allah sudah berfirman, \n\ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627    \u062a\u064f\u062c\u064e\u0670\u062f\u0650\u0644\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652  \u0623\u064e\u0647\u06e1\u0644\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0643\u0650\u062a\u064e\u0670\u0628\u0650  \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627  \u0628\u0650\u0671\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a  \u0647\u0650\u064a\u064e  \u0623\u064e\u062d\u06e1\u0633\u064e\u0646\u064f  \ufd3f\n\"Dan jangan kamu mendebat Ahlul Kitab melainkan dengan cara yang lebih baik.\" (Al-Ankabut: 46).\nMaka sesungguhnya yang dimaksud adalah apa yang telah kami jelaskan itu. \ufd3e \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u064a\u064e\u062c\u06e1\u0645\u064e\u0639\u064f  \u0628\u064e\u064a\u06e1\u0646\u064e\u0646\u064e\u0627\u06d6       \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064f  \ufd3f \"Allah akan mengumpulkan antara kita dan kepadaNya-lah (semua akan) kembali\" pada Hari Kiamat kelak. Lalu Dia akan memberikan balasan kepada masing-masing menurut perbuatannya, dan pada saat itu akan terungkap orang yang benar dari yang dusta."},{"id":5272,"sura":42,"from_aya":16,"to_aya":16,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan orang-orang yang membantah Allah sesudah ia dite-rima, maka bantahan mereka itu sia-sia saja di sisi Rabb mereka. Mereka mendapat kemurkaan dan bagi mereka azab yang sangat keras.\" (Asy-Syura: 16). "},{"id":5273,"sura":42,"from_aya":16,"to_aya":16,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(16) Ini adalah pengukuhan terhadap Firman Allah (pada ayat sebelumnya), \ufd3e \u0644\u064e\u0627    \u062d\u064f\u062c\u0651\u064e\u0629\u064e  \u0628\u064e\u064a\u06e1\u0646\u064e\u0646\u064e\u0627  \u0648\u064e\u0628\u064e\u064a\u06e1\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f\u06d6 \ufd3f   \"Tidak ada hujjah di antara kami dengan kalian.\" Di sini Allah mengabarkan bahwa \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u064a\u064f\u062d\u064e\u0627\u0653\u062c\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \ufd3f   \"orang-orang yang membantah Allah\" dengan argumen-argumen yang palsu dan syubhat-syubhat yang kontradiksi, \ufd3e \u0645\u0650\u0646\u06e2  \u0628\u064e\u0639\u06e1\u062f\u0650  \u0645\u064e\u0627  \u0671\u0633\u06e1\u062a\u064f\u062c\u0650\u064a\u0628\u064e \ufd3f   \"sesudah ia diterima\" untuk Allah, yakni, sesudah orang-orang yang berakal menerima seruan Allah setelah Dia menjelaskan kepada mereka ayat-ayat yang pasti dan argumen-argumen yang akurat, maka mereka yang membantah kebenaran itu setelah kebenaran itu jelas, \ufd3e \u062d\u064f\u062c\u0651\u064e\u062a\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1   \u062f\u064e\u0627\u062d\u0650\u0636\u064e\u0629\u064c  \ufd3f \"maka bantahan mereka itu sia-sia saja,\" artinya, palsu lagi tertolak, \ufd3e \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e  \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1  \ufd3f \"di sisi Rabb mereka,\" sebab ia mengan-dung penolakan terhadap kebenaran; dan setiap yang menyalahi kebenaran itu pasti batil. \ufd3e \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u0645\u06e1  \u063a\u064e\u0636\u064e\u0628\u065e  \ufd3f \"Mereka mendapat kemurkaan,\" karena kedurhakaan dan sikap berpaling mereka dari hujjah-hujjah Allah dan penjelasan-penjelasanNya dan karena mereka mendusta-kannya, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u065e  \u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064c   \ufd3f \"dan bagi mereka azab yang sangat keras.\" Dan itu adalah akibat dari murka Allah terhadap mereka. Inilah hukuman bagi setiap orang yang mendebat kebenaran dengan ke-batilan."},{"id":5274,"sura":42,"from_aya":17,"to_aya":18,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Allah-lah yang menurunkan kitab dengan kebenaran dan neraca. Dan tahukah kamu, boleh jadi Hari Kiamat itu dekat. Orang-orang yang tidak beriman kepada Hari Kiamat meminta supaya hari itu segera didatangkan dan orang-orang yang beriman merasa takut kepadanya dan mereka yakin bahwa kiamat itu adalah benar. Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang yang membantah terhadap terjadinya kiamat itu benar-benar dalam kesesatan yang jauh.\" (Asy-Syura: 17-18). "},{"id":5275,"sura":42,"from_aya":17,"to_aya":17,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(17) Setelah Allah menjelaskan bahwa argumen-argumen-Nya jelas lagi nyata sehingga setiap orang yang masih memiliki secuil kebaikan pasti menerimanya, maka Allah menjelaskan dasar dan kaidahnya, bahkan seluruh argumen yang Dia sampaikan ke-pada manusia itu kembali kepadaNya, seraya berfirman,\ufd3e \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f     \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0653  \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0643\u0650\u062a\u064e\u0670\u0628\u064e  \u0628\u0650\u0671\u0644\u06e1\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650  \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0645\u0650\u064a\u0632\u064e\u0627\u0646\u064e\u06d7 \ufd3f   \"Allah-lah yang menurunkan kitab dengan kebenaran dan neraca.\" Kitab yang dimaksud adalah al-Qur`an al-'Azhim yang turun dengan benar dan meliputi kebenaran, kejujuran dan keyakinan. Semuanya adalah ayat-ayat yang sangat jelas dan dalil-dalil yang nyata tentang seluruh al-mathalib al-ilahiyah (tuntutan-tuntutan ilahi) dan akidah-akidah keagamaan. Ia datang dengan membawa permasalahan-permasalahan yang terbaik dan dalil-dalil yang paling jelas.\nAdapun al-Mizan adalah keadilan dan pengakuan terhadap qiyas (analogi) yang benar dan akal yang sehat. Maka setiap dalil 'aqli (rasional) dari tanda-tanda yang ada di dalam jagat raya dan yang ada di dalam jiwa, dalil-dalil syar'i, kolerasi-kolerasi, illat-illat (alasan-alasan hukum), hukum-hukum dan hikmah-hikmah itu, masuk ke dalam arti al-Mizan yang diturunkan Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 dan yang diletakkanNya di antara hamba-hambaNya agar mereka menim-bang dengannya semua perkara yang ditetapkanNya dan yang di-nafikanNya, dan agar mereka tahu dengannya kebenaran apa-apa yang diberitakanNya dan disampaikan oleh rasul-rasulNya. Maka apa saja yang keluar dari dua perkara ini (dari al-Kitab dan al-Mizan) yang disebut hujjah, argumen atau dalil atau ungkapan apa saja yang serupa dengannya, maka ia adalah kebatilan nan kontradiksi yang dasar-dasarnya sudah berantakan dan pondasi-pondasi dan cabang-cabangnya yang telah runtuh dapat diketahui oleh siapa saja yang menguasai permasalahan-permasalahan dan jalur-jalur-nya, dan bisa memilah antara dalil-dalil yang kuat dari yang lemah, dan tahu perbedaan antara hujjah dengan syubhat.\nAdapun orang yang terpedaya dan terpesona dengan ung-kapan-ungkapan yang indah dan kata-kata yang samar, sedangkan pikirannya tidak sampai kepada makna yang dimaksud maka ia tidak tergolong ahli dan tidak pula termasuk pakar dalam bidang ini. Maka sikapnya yang menyetujui dan menyelisihi tidak berguna (tidak bisa dijadikan sandaran. Pent).\nKemudian Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman seraya mempertakuti orang-orang yang minta agar kiamat segera didatangkan, yaitu mereka yang mengingkarinya, seraya berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627  \u064a\u064f\u062f\u06e1\u0631\u0650\u064a\u0643\u064e   \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064e  \u0642\u064e\u0631\u0650\u064a\u0628\u065e  \ufd3f \"Dan tahukah kamu, boleh jadi Hari Kiamat itu dekat.\" Maksudnya, Tidak diketahui jauhnya ataupun kapan ia akan terjadi. Ia bisa saja terjadi pada suatu waktu dan kepastiannya sangat menakutkan."},{"id":5276,"sura":42,"from_aya":18,"to_aya":18,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(18) \ufd3e \u064a\u064e\u0633\u06e1\u062a\u064e\u0639\u06e1\u062c\u0650\u0644\u064f  \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0644\u064e\u0627   \u064a\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e   \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627\u06d6 \ufd3f   \"Orang-orang yang tidak ber-iman kepada Hari Kiamat meminta supaya hari itu segera didatangkan,\" sebagai sikap keras kepala dan mendustakan serta menentang Allah. \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0645\u064f\u0634\u06e1\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0645\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064e\u0627  \ufd3f \"Dan orang-orang yang beriman merasa takut kepadanya,\" maksudnya, mereka takut karena mereka beriman kepadanya dan karena mereka mengetahui apa-apa yang ada pada Hari Kiamat itu, seperti pembalasan terhadap amal perbuatan, dan takutnya mereka karena mereka mengenal Allah, mereka khawatir kalau amal-amal perbuatan mereka tidak bisa menyelamatkan mereka dan tidak bisa membahagiakan. Maka dari itu Allah ber-firman, \ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0639\u06e1\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627  \u0671\u0644\u06e1\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f\u06d7 \ufd3f   \"Dan mereka yakin bahwa kiamat itu adalah benar,\" yang tak ada keraguan padanya dan tidak ada pula kebim-bangan. \ufd3e \u0623\u064e\u0644\u064e\u0627\u0653  \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e   \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u064a\u064f\u0645\u064e\u0627\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u0650  \ufd3f \"Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang yang membantah terhadap terjadinya kiamat,\" setelah mereka meragukannya, mereka membantah para rasul dan para pengikutnya karena mereka membenarkannya. Maka mereka benar-benar dalam sikap menyelisihi[85] \ufd3e \u0628\u064e\u0639\u0650\u064a\u062f\u064d \ufd3f   \"yang jauh.\" Artinya, suatu sikap menentang dan sikap membantah yang sama sekali tidak dekat kepada kebenaran, bahkan sangat-sangat jauh dari kebenaran. Dan sikap jauh yang mana yang lebih jauh daripada orang yang mendustakan negeri yang merupakan negeri yang se-sungguhnya?! Yaitu negeri yang diciptakan untuk keabadian dan kekekalan, yaitu negeri pembalasan yang di situ Allah menampak-kan keadilan dan karuniaNya. Dan sesungguhnya negeri dunia ini bila dibandingkan dengan negeri akhirat adalah seperti seorang pengendara yang beristirahat di siang hari di bawah naungan pohon, kemudian ia meneruskan perjalanan dan meninggalkannya. Dunia ini hanyalah negeri penyeberangan dan numpang lewat, bukan tempat untuk selama-lamanya. Mereka hanya membenarkan negeri yang akan sirna nan fana ini yang bisa mereka lihat dan mereka saksikan saja, dan mereka mendustakan negeri akhirat yang sangat banyak sekali informasi tentangnya yang disampaikan oleh Kitab-kitab suci ilahi, oleh para Rasul dan para pengikutnya, yang mana mereka adalah manusia yang paling sempurna akalnya, paling dalam ilmunya, dan paling tinggi kecerdasan dan pema-hamannya."},{"id":5277,"sura":42,"from_aya":19,"to_aya":20,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Allah Mahalembut terhadap hamba-hambaNya; Dia mem-beri rizki kepada siapa yang dikehendakiNya dan Dia-lah Yang Mahakuat lagi Mahaperkasa. Barangsiapa yang menghendaki ke-untungan di akhirat, akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan di dunia, Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bagian pun di akhirat.\" (Asy-Syura: 19-20). "},{"id":5278,"sura":42,"from_aya":19,"to_aya":19,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(19) Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 menyampaikan sikap lembutNya terhadap hamba-hambaNya agar mereka mengenal dan mencintaiNya dan agar mereka membicarakan kelembutan dan kemurahanNya. Ke-lembutan itu merupakan bagian dari sifat-sifatNya yang artinya adalah: Dia yang mengetahui segala yang tersembunyi dan rahasia, yang mengantarkan hamba-hambaNya terutama orang-orang yang beriman kepada apa saja yang mengandung kebaikan bagi mereka tanpa mereka ketahui dan tanpa mereka duga. Di antara kelem-butanNya terhadap hamba-hambaNya yang beriman adalah Dia menunjuki mereka kepada kebaikan dengan petunjuk yang tidak pernah terlintas di benak mereka, dengan memudahkan baginya sebab-sebab yang mengarahkan mereka kepada kebaikan tersebut dari dalam fitrah mereka melalui kecintaannya kepada yang benar dan kepatuhannya kepada kebenaran itu serta perintahNya kepada para malaikat yang mulia untuk meneguhkan hamba-hambaNya yang beriman dan merangsang mereka untuk melakukan kebaikan dan meniupkan di dalam hati mereka ketertarikan kepada yang benar sehingga menjadi pemicu baginya untuk mengikutinya.\nDan termasuk kelembutanNya juga adalah Dia memerintah-kan kepada orang-orang yang beriman untuk melakukan berbagai ibadah sosial yang dengannya tekad mereka menjadi kuat dan gairah mereka menggeliat serta terjadi perlombaan di antara me-reka untuk melakukan kebajikan dan menyenanginya serta saling menjadi teladan di antara yang satu sama lainnya.\nTermasuk kelembutanNya juga adalah Dia telah menetapkan segala sebab yang merintanginya dan mencegahnya dari perbuatan-perbuatan maksiat, hingga apabila Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 telah mengetahui bahwa dunia, harta dan tahta serta yang serupa dengannya yang diperlombakan oleh manusia itu merintangi hambaNya dari ke-taatan kepadaNya atau membuatnya lalai terhadap Allah atau menyeretnya kepada maksiat, maka Allah menjauhkan hal-hal tersebut darinya dan Allah mempersempit rizkinya. Maka dari itu, di sini Dia berfirman, \ufd3e \u064a\u064e\u0631\u06e1\u0632\u064f\u0642\u064f  \u0645\u064e\u0646  \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0653\u0621\u064f\u06d6 \ufd3f   \"Dia memberi rizki kepada siapa yang dikehendakiNya,\" tergantung tuntutan hikmah (kebijaksanaan) dan kelembutanNya.\n\ufd3e \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e   \u0671\u0644\u06e1\u0642\u064e\u0648\u0650\u064a\u0651\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f \ufd3f   \"Dan Dia-lah Yang Mahakuat lagi Mahaper-kasa,\" yang milikNya sajalah seluruh kekuatan. Maka tiada daya dan tiada kekuatan bagi seseorang di antara makhluk ini kecuali dengan pertolonganNya, yang kepadaNya tunduk segala sesuatu."},{"id":5279,"sura":42,"from_aya":20,"to_aya":20,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(20 ) Kemudian Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \ufd3e \u0645\u064e\u0646  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f     \u062d\u064e\u0631\u06e1\u062b\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u0653\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650  \ufd3f \"Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat\" maksudnya, pahala dan ganjarannya, ia beriman dan membenarkannya dan berupaya keras untuknya, \ufd3e \u0646\u064e\u0632\u0650\u062f\u06e1  \u0644\u064e\u0647\u064f\u06e5 \u0641\u0650\u064a     \u062d\u064e\u0631\u06e1\u062b\u0650\u0647\u0650\u06e6\u06d6 \ufd3f   \"akan Kami tambah keun-tungan itu baginya,\" dengan Kami lipatgandakan amal dan balasan-nya menjadi berlipat-lipat, sebagaimana Dia Firmankan, \n\ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u06e1     \u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u062f\u064e   \u0671\u0644\u06e1\u0623\u0653\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u064e \u0648\u064e\u0633\u064e\u0639\u064e\u0649\u0670     \u0644\u064e\u0647\u064e\u0627  \u0633\u064e\u0639\u06e1\u064a\u064e\u0647\u064e\u0627  \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e  \u0645\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u065e  \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0652\u0644\u064e\u0670\u0653\u0626\u0650\u0643\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e       \u0633\u064e\u0639\u06e1\u064a\u064f\u0647\u064f\u0645  \u0645\u0651\u064e\u0634\u06e1\u0643\u064f\u0648\u0631\u0657\u0627 19 \ufd3f \n\"Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan ber-usaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah Mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik.\" (Al-Isra`: 19). \nDi sisi lain, bagiannya dari dunia pasti dia peroleh.\ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646   \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e  \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f  \u062d\u064e\u0631\u06e1\u062b\u064e  \u0671\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u06e1\u064a\u064e\u0627  \ufd3f \"Dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan di dunia,\" di mana dunia adalah yang diinginkannya dan puncak harapannya sehingga ia tidak berbuat untuk akhiratnya dan tidak pula meng-harapkan pahalanya serta tidak takut kepada siksanya, \ufd3e \u0646\u064f\u0624\u06e1\u062a\u0650\u0647\u0650\u06e6  \u0645\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064e\u0627  \ufd3f \"Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia,\" bagiannya yang telah ditentukan untuknya, \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627  \u0644\u064e\u0647\u064f\u06e5  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u0653\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650  \u0645\u0650\u0646   \u0646\u0651\u064e\u0635\u0650\u064a\u0628\u064d  \ufd3f \"dan tidak ada baginya suatu bagian pun di akhirat.\" Sesungguhnya ia telah di-haramkan mendapatkan surga dan kenikmatannya dan ia berhak mendapat neraka dan apinya yang bernyala-nyala. Ayat ini mirip dengan FirmanNya, \n\ufd3e \u0645\u064e\u0646  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u0671\u0644\u06e1\u062d\u064e\u064a\u064e\u0648\u0670\u0629\u064e       \u0671\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u06e1\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0632\u0650\u064a\u0646\u064e\u062a\u064e\u0647\u064e\u0627     \u0646\u064f\u0648\u064e\u0641\u0651\u0650  \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u0645\u06e1  \u0623\u064e\u0639\u06e1\u0645\u064e\u0670\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627  \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627  \u0644\u064e\u0627  \u064a\u064f\u0628\u06e1\u062e\u064e\u0633\u064f\u0648\u0646\u064e   15  \u0623\u064f\u0648\u0652\u0644\u064e\u0670\u0653\u0626\u0650\u0643\u064e \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e     \u0644\u064e\u064a\u06e1\u0633\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1     \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u0653\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650  \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627       \u0671\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u064f\u06d6       \u0648\u064e\u062d\u064e\u0628\u0650\u0637\u064e   \u0645\u064e\u0627  \u0635\u064e\u0646\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627       \u0648\u064e\u0628\u064e\u0670\u0637\u0650\u0644\u065e  \u0645\u0651\u064e\u0627  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652  \u064a\u064e\u0639\u06e1\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e        16  \ufd3f\n\"Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyap-lah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.\" (Hud: 15-16)."},{"id":5280,"sura":42,"from_aya":21,"to_aya":23,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak di-izinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang zhalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih. Kamu lihat orang-orang yang zhalim sangat ketakutan karena kejahatan-kejahatan yang telah mereka kerjakan, sedang siksaan menimpa mereka. Dan orang-orang yang shalih di dalam taman-taman surga, mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki di sisi Rabb mereka. Yang demikian itu adalah karunia yang besar. Itulah yang disampaikan Allah kepada hamba-hambaNya yang beriman dan mengerjakan amal shalih. Katakanlah, 'Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upah pun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan.' Dan siapa yang mengerjakan ke-baikan, akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikan-nya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Men-syukuri.\" (Asy-Syura: 21-23). "},{"id":5281,"sura":42,"from_aya":21,"to_aya":21,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(21) Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 menyampaikan bahwa kaum musyrikin telah mengambil sekutu-sekutu (sembahan-sembahan) yang mereka cintai dan mereka percayai, mereka dan para sekutu itu sama dalam kekafiran dan perbuatan-perbuatan kufur. (Mereka) adalah setan-setan dari bangsa manusia yang mengajak kepada kekafiran \ufd3e \u0634\u064e\u0631\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645  \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650   \u0645\u064e\u0627  \u0644\u064e\u0645\u06e1  \u064a\u064e\u0623\u06e1\u0630\u064e\u0646\u06e2  \u0628\u0650\u0647\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u06da \ufd3f   \"yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah,\" berupa syirik, bid'ah-bid'ah, mengharam-kan apa-apa yang dihalalkan oleh Allah dan menghalalkan apa-apa yang telah diharamkan oleh Allah serta hal-hal yang serupa dengannya yang menjadi tuntutan hawa nafsu mereka. Padahal Agama itu hanya apa-apa yang telah disyariatkan oleh Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 agar dipatuhi oleh manusia dan mereka mendekatkan diri kepada-Nya dengannya. Hukum asalnya adalah dilarang bagi setiap orang membuat suatu aturan apa pun (syariat) yang tidak bersumber dari Allah dan dari RasulNya. Lalu bagaimana dengan orang-orang fasik yang bersekutu dengan bapak-bapak mereka, sedangkan mereka menganut kekafiran?!\n\ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u06e1\u0644\u064e\u0627    \u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0629\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u0641\u064e\u0635\u06e1\u0644\u0650  \u0644\u064e\u0642\u064f\u0636\u0650\u064a\u064e  \u0628\u064e\u064a\u06e1\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1\u06d7 \ufd3f   \"Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan, tentulah mereka telah dibinasakan.\" Artinya, kalau saja bukan karena ketetapan ajal yang telah ditentukan Allah sebagai pemisah antara berbagai golongan itu, dan bahwasanya Dia akan menangguhkan mereka kepadanya, tentu telah diputuskan di an-tara mereka pada saat itu juga dengan memberikan kebahagiaan kepada orang yang berpegang kepada kebenaran dan membinasa-kan orang yang berada pada kesesatan, karena penyebab untuk di-binasakan sudah ada. Namun, di hadapan mereka dan di hadapan setiap orang zhalim sudah ada azab pedih yang telah menanti di akhirat."},{"id":5282,"sura":42,"from_aya":22,"to_aya":22,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(22) Dan pada hari itu nanti, \ufd3e \u062a\u064e\u0631\u064e\u0649  \u0671\u0644\u0638\u0651\u064e\u0670\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e   \ufd3f \"kamu lihat orang-orang yang zhalim\" terhadap diri mereka sendiri karena telah mela-kukan kekafiran dan berbagai maksiat \ufd3e \u0645\u064f\u0634\u06e1\u0641\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e  \ufd3f \"sangat ketakutan,\" yakni, sangat takut dan gemetar, \ufd3e \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627  \u0643\u064e\u0633\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627\u0652  \ufd3f \"karena apa-apa yang telah mereka kerjakan.\" (Mereka takut) kalau mereka akan disiksa karenanya. Oleh karena orang yang takut itu kadang-kadang apa yang dikhawatirkannya terjadi dan kadang-kadang tidak terjadi, maka di sini Allah menginformasikan bahwa pasti \ufd3e \u0648\u064e\u0627\u0642\u0650\u0639\u064f\u06e2     \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1\u06d7 \ufd3f   \"me-nimpa mereka,\" yakni, azab yang mereka takuti itu, sebab mereka telah melakukan sebab yang sempurna yang memastikan siksaan tanpa ada penghalangnya lagi dalam bentuk taubat ataupun lain-nya, dan mereka telah sampai pada suatu tempat yang di situ me-reka sudah kehabisan waktu penangguhan.\n\ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e   \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652  \ufd3f \"Dan orang-orang yang beriman,\" dengan hati mereka kepada Allah, kitab-kitabNya dan para rasulNya, serta kepada ajaran yang mereka bawa, \ufd3e \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0671\u0644\u0635\u0651\u064e\u0670\u0644\u0650\u062d\u064e\u0670\u062a\u0650 \ufd3f   \"dan beramal shalih,\" mencakup setiap amal shalih dari amalan-amalan kalbu (batin) dan amalan-amalan lahiriyah dari yang wajib-wajib dan yang sunnah-sunnah, mereka berada \ufd3e \u0641\u0650\u064a  \u0631\u064e\u0648\u06e1\u0636\u064e\u0627\u062a\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u0650\u06d6 \ufd3f   \"di dalam taman-taman surga.\" Maksudnya, taman-taman yang bersambung dengan surga. Yang disambungkan itu sangat tergantung kepada yang disambungkan kepadanya. Maka Anda jangan menanyakan tentang keindahan taman-taman yang sangat menarik itu, sungai-sungai yang mengalir yang ada padanya, ladang-ladang yang be-rumput, pemandangan-pemandangan yang sangat indah, pohon-pohon yang berbuah, burung-burung yang bersiul, suara-suara menarik yang sangat merdu, pertemuan dengan setiap orang yang dicintai, bergaul dan berkumpul bersama-sama dengan sepuas-puasnya. Taman-taman yang dari waktu ke waktu hanya semakin indah dan megah, dan para penghuninya semakin merindukan kelezatannya dan semakin menyukainya.\n\ufd3e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645  \u0645\u0651\u064e\u0627  \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0653\u0621\u064f\u0648\u0646\u064e  \ufd3f \"Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki\" di dalamnya, maksudnya, di dalam surga itu. Apa pun yang mereka inginkan pasti ada, dan apa pun yang mereka cari, pasti diperoleh, dari kenikmatan dan keindahan apa saja yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga dan belum pernah terlintas dalam hati manusia. Itulah \ufd3e \u0671\u0644\u06e1\u0641\u064e\u0636\u06e1\u0644\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064f \ufd3f   \"karunia yang besar.\" Apa-kah ada keuntungan yang lebih besar daripada keuntungan meraih keridhaan Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 dan menikmati kedekatan denganNya di negeri kemuliaanNya?"},{"id":5283,"sura":42,"from_aya":23,"to_aya":23,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(23) \ufd3e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a   \u064a\u064f\u0628\u064e\u0634\u0651\u0650\u0631\u064f \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f     \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u064e\u0647\u064f  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u0635\u0651\u064e\u0670\u0644\u0650\u062d\u064e\u0670\u062a\u0650\u06d7       \ufd3f \"Itulah yang disam-paikan Allah kepada hamba-hambaNya yang beriman dan mengerjakan amal shalih.\" Ini adalah berita gembira yang sangat agung yang merupakan berita gembira paling besar secara total yang disam-paikan oleh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang melalui manusia yang paling utama untuk orang-orang yang beriman dan beramal shalih. Maka ia adalah tujuan yang paling tinggi, dan sarana yang bisa mengantarkan kepadanya merupakan sarana yang paling utama. \ufd3e \u0642\u064f\u0644   \u0644\u0651\u064e\u0627\u0653    \u0623\u064e\u0633\u06e1\u0640\u0654\u064e\u0644\u064f\u0643\u064f\u0645\u06e1    \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650  \ufd3f \"Katakanlah (hai Muhammad), 'Aku tidak meminta kepadamu atasnya',\" maksudnya, atas penyampaian al-Qur`an yang aku lakukan kepada kalian dan atas seruanku kepada hukum-hukumnya, \ufd3e \u0623\u064e\u062c\u06e1\u0631\u064b\u0627  \ufd3f \"suatu upah pun.\" Jadi, aku tidak ingin mengambil harta kalian, tidak pula ingin menjadi penguasa terhadap kalian atau tujuan-tujuan lainnya, \ufd3e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u0648\u064e\u062f\u0651\u064e\u0629\u064e  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u06e1\u0642\u064f\u0631\u06e1\u0628\u064e\u0649\u0670\u06d7 \ufd3f   \"kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan.\" \nBisa jadi makna lainnya adalah: Aku tidak meminta kepada kalian atas seruan ini suatu upah pun selain satu saja, ia adalah milik kalian dan manfaatnya kembali kepada kalian, yaitu kalian menyayangi dan mencintaiku dalam kekerabatan, yakni, karena hubungan kerabat. Maka ini berarti kasih sayang lebih dari kasih sayang karena iman. Sebab kasih sayang karena iman kepada Rasul dan mengutamakan kecintaan kepadanya atas seluruh yang dicintai sesudah kecintaan kepada Allah itu fardhu atas setiap Muslim. Mereka diminta lebih dari itu, yaitu mencintainya karena hubungan kerabat. Sebab, Rasulullah a telah melakukan dakwah-nya kepada manusia yang paling dekat kepadanya, hingga dikata-kan bahwa tidak ada seorang pun dari suku Quraisy melainkan Rasulullah a memiliki hubungan kekerabatan dengannya. \nBisa juga maksudnya adalah, kecuali mencintai Allah dengan kecintaan yang tulus, yaitu kecintaan yang disertai dengan taqarrub kepada Allah dan bertawassul dengan ketaatan kepadaNya yang membuktikan kebenaran dan ketulusan cintanya. Maka dari itu Allah berfirman, \ufd3e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627  \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064e\u0648\u064e\u062f\u0651\u064e\u0629\u064e  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u06e1\u0642\u064f\u0631\u06e1\u0628\u064e\u0649\u0670\u06d7 \ufd3f   \"Kecuali kasih sayang dalam al-Qurba\" yakni, taqarrub kepada Allah.\nBerdasarkan dua makna ini, maka pengecualian tersebut membuktikan bahwa Rasulullah a sama sekali tidak meminta upah apa pun atas seruannya, kecuali sesuatu yang manfaatnya kembali kepada mereka sendiri. Maka ini sama sekali bukan upah, bahkan itu adalah upah dari beliau untuk mereka, sebagaimana Firman Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649, \n\ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627  \u0646\u064e\u0642\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627\u0652   \u0645\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627\u0653  \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0624\u06e1\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0628\u0650\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650     \u0671\u0644\u06e1\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u062f\u0650  8  \ufd3f\n\"Dan mereka tidak menyiksa orang-orang Mukmin itu melainkan karena orang yang Mukmin itu beriman kepada Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha Terpuji.\" (Al-Buruj: 8). \nDan seperti ucapan mereka: Si fulan itu tidak punya dosa padamu selain dia adalah seorang yang berbuat baik kepadamu.\n\ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646  \u064a\u064e\u0642\u06e1\u062a\u064e\u0631\u0650\u0641\u06e1     \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064e\u0629\u0657  \ufd3f \"Dan siapa yang mengerjakan kebaikan\" berupa Shalat, Puasa, Haji atau perbuatan baik kepada manusia, \ufd3e \u0646\u0651\u064e\u0632\u0650\u062f\u06e1     \u0644\u064e\u0647\u064f\u06e5  \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627  \u062d\u064f\u0633\u06e1\u0646\u064b\u0627\u06da \ufd3f   \"akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu\" yaitu berupa: Allah melapangkan dadanya, memudahkan urusan-nya dan ia menjadi sebab untuk memperoleh taufik untuk menger-jakan amal baik yang lain, yang dengannya amal seorang Mukmin bertambah dan derajatnya naik di sisi Allah dan di kalangan makh-lukNya, dan ia juga memperoleh pahala di dunia dan di akhirat. \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e     \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e  \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u065e   \u0634\u064e\u0643\u064f\u0648\u0631\u064c  \ufd3f \"Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri,\" Dia mengampuni dosa-dosa yang sangat besar, seka-lipun seperti apa pun besarnya dosa itu saat dilakukan taubat da-rinya, dan Dia mensyukuri amal yang sedikit (kecil) dengan pahala "},{"id":5284,"sura":42,"from_aya":24,"to_aya":24,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Bahkan mereka mengatakan, 'Dia telah mengada-adakan dusta terhadap Allah.' Maka jika Allah menghendaki, niscaya Dia mengunci mati hatimu; dan Allah menghapuskan yang batil dan membenarkan yang haq dengan kalimat-kalimatNya. Sesungguh-nya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.\" (Asy-Syura: 24). "},{"id":5285,"sura":42,"from_aya":24,"to_aya":24,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(24) Maknanya, apakah orang-orang yang mendustakan Rasulullah a dengan lancang dan dusta akan berkata, \ufd3e \u0671\u0641\u06e1\u062a\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670    \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650   \u0643\u064e\u0630\u0650\u0628\u0657\u0627\u06d6       \ufd3f \"Dia telah mengada-adakan dusta terhadap Allah?\" di mana me-reka menuduhmu dengan perkara yang paling keji dan paling buruk, yaitu perbuatan mengada-ada atas nama Allah dengan mengaku-ngaku sebagai nabi dan menyandarkan kepada Allah sesuatu yang Allah sendiri bebas darinya, padahal mereka menge-tahui kejujuran dan keamanahanmu, maka bagaimana mereka lancang berani berbuat dusta yang sangat jelas ini?! Bahkan dengan perbuatan itu mereka telah lancang terhadap Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649. Itu adalah pencemoohan terhadap Allah, di mana Allah telah meneguhkanmu untuk dakwah yang agung ini, yang menurut klaim mereka me-ngandung kerusakan terbesar di bumi ini. Allah telah meneguhkan beliau berdakwah secara terbuka, kemudian menisbatkan dakwah beliau kepadaNya dan kemudian menguatkan beliau dengan mukjizat-mukjizat yang jelas dan dalil-dalil yang melumpuhkan, kemenangan yang nyata, dan kekuasaan terhadap siapa saja yang menyalahiNya. Dan Allah Kuasa untuk memberangus dakwah ini dari dasar dan materinya, yaitu dengan mengunci rapat hati Rasu-lullah a sehingga beliau tidak menyadari apa pun dan sehingga tidak ada suatu kebaikan apa pun yang masuk kepadanya. Apabila ia telah mengunci rapat hati beliau, maka terputuslah semua per-kara dan terhentilah ia. Ini adalah satu bukti yang pasti atas ke-benaran ajaran yang dibawa oleh Rasul, dan satu kesaksian yang paling kuat dari Allah untuk beliau atas apa yang beliau katakan, dan tidak ada kesaksian yang lebih agung atau lebih besar darinya. \nMaka dari itu, di antara hikmah, rahmat dan sunnahNya yang berlaku adalah bahwasanya Dia menghapus kebatilan dan mele-nyapkannya, sekalipun dalam beberapa waktu tertentu kebatilan itu memiliki kekuatan, namun kesudahannya adalah kebinasaan. \ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064f\u062d\u0650\u0642\u0651\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u062d\u064e\u0642\u0651\u064e   \u0628\u0650\u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0670\u062a\u0650\u0647\u0650\u06e6\u0653\u06da \ufd3f   \"Dan membenarkan yang haq dengan kalimat-kalimat-Nya,\" yang bersifat kauniyah (alamiah) yang tidak akan diganti atau-pun dirubah, dan dengan janjiNya yang Mahabenar, dan dengan kalimat-kalimatNya yang bersifat Agama yang merealisasikan kebenaran yang disyariatkanNya dan menguatkannya di dalam hati dan membuat sadar orang-orang yang mempunyai akal. \nDan di antara cara Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 mewujudkan kebenaran itu ada-lah dengan menakdirkan bagi kebenaran itu kebatilan, agar ia me-lawannya. Apabila kebenaran itu telah melawan kebatilan, maka kebenaran pasti mengalahkannya dengan argumen-argumennya dan dengan bukti-buktinya, sehingga dari cahaya dan petunjukNya itu tampaklah apa yang dengannya kebatilan menjadi redup dan mati serta terbukti kepalsuannya bagi setiap orang, sedangkan yang benar tampak sejelas-jelasnya bagi setiap orang.\n\ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u06e5    \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064f\u06e2  \u0628\u0650\u0630\u064e\u0627\u062a\u0650    \u0671\u0644\u0635\u0651\u064f\u062f\u064f\u0648\u0631\u0650   \ufd3f \"Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati,\" dengan segala apa yang ada di dalamnya dan apa-apa yang menjadi sifatnya, berupa kebaikan ataupun keburukan serta apa saja yang ia sembunyikan dan tidak ia tampakkan."},{"id":5286,"sura":42,"from_aya":25,"to_aya":28,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan Dia-lah yang menerima taubat dari hamba-hambaNya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan, dan orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal yang shalih menerima seruanNya dan menambah kepada mereka bagian dari karuniaNya. Dan orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang sangat keras. Dan jikalau Allah melapangkan rizki kepada hamba-hambaNya, tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehen-dakiNya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui hamba-hambaNya lagi Maha Melihat. Dan Dia-lah Yang menu-runkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rah-matNya. Dan Dia-lah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.\" (Asy-Syura: 25-28). "},{"id":5287,"sura":42,"from_aya":25,"to_aya":25,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(25) Ini adalah penjelasan tentang kesempurnaan kemu-rahan Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649, keluasan kedermawananNya serta kesempurnaan kelembutanNya dengan menerima taubat \ufd3e \u0639\u064e\u0646\u06e1  \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0647\u0650\u06e6  \ufd3f \"dari hamba-hambaNya\" di saat mereka menanggalkan diri dari dosa-dosa dan menyesalinya, serta berbulat hati untuk tidak mengulanginya kembali jika itu semua ia lakukan semata-mata mengharapkan ridha Allah, Rabb mereka. Maka Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 menerimanya setelah sebelumnya ia telah menjadi sebab bagi kebinasaan dan turunnya siksaan-siksaan duniawi dan ukhrawi. Dia memaafkan \ufd3e \u0639\u064e\u0646\u0650  \u0671\u0644\u0633\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0640\u0654\u064e\u0627\u062a\u0650  \ufd3f \"kesalahan-kesalahan,\" dan menghapuskannya dan menghapus bekas-bekasnya, yaitu yang berupa cela dan siksa-siksa yang di-akibatkannya sehingga orang yang bertaubat itu kembali menjadi seorang yang mulia di sisiNya hingga seakan-akan tidak pernah melakukan suatu kejahatan apa pun. Allah mencintainya dan membimbingnya kepada apa saja yang bisa membuatnya makin dekat kepadaNya.\nOleh karena taubat itu termasuk amal yang sangat agung yang terkadang sempurna disebabkan kesempurnaan keikhlasan dan ketulusannya dan terkadang bisa jadi kurang sempurna karena berkurangnya kadar keikhlasan ketulusannya, dan bahkan terka-dang rusak apabila tujuannya adalah untuk mencapai tujuan-tujuan duniawi, sedangkan tempat keikhlasan dan ketulusan itu adalah hati yang hanya diketahui oleh Allah saja, maka Allah menutup ayat ini dengan FirmanNya, \ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0639\u06e1\u0644\u064e\u0645\u064f  \u0645\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0641\u06e1\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \ufd3f   \"Dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan.\""},{"id":5288,"sura":42,"from_aya":26,"to_aya":26,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(26) Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 mengajak seluruh hamba-hambaNya untuk inabah (kembali) kepadaNya dan bertaubat dari kelalaian. Lalu mereka terbagi berdasarkan penerimaan mereka kepada seruan-Nya menjadi dua bagian: Yang memenuhi seruan, dan mereka diungkapkan dengan FirmanNya, \ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0633\u06e1\u062a\u064e\u062c\u0650\u064a\u0628\u064f  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u0635\u0651\u064e\u0670\u0644\u0650\u062d\u064e\u0670\u062a\u0650  \ufd3f \"Dan orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal yang shalih meme-nuhi\" maksudnya, mereka memenuhi seruan Rabb mereka tatkala mereka diseru oleh Allah kepadaNya, mereka tunduk kepadaNya dan menerima seruanNya, karena iman dan amal shalih yang me-reka miliki membawa mereka ke sana. \nApabila mereka telah memenuhi seruan Allah, niscaya Allah bersyukur kepada mereka, Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri dan memberikan tambahan kepada mereka \ufd3e \u0645\u0651\u0650\u0646  \u0641\u064e\u0636\u06e1\u0644\u0650\u0647\u0650\u06e6\u06da \ufd3f   \"bagian dari karuniaNya,\" berupa taufik dan semangat untuk beramal dan menambahkan kepada mereka pelipatan pahala mele-bihi apa yang dapat diraihnya dengan amal-amalnya, berupa pahala dan keuntungan yang sangat besar. Adapun orang-orang yang tidak memenuhi seruan Allah, mereka adalah orang-orang yang berkeras kepala, yang kafir kepadaNya dan kepada para RasulNya, maka mereka memperoleh azab yang sangat keras di dunia dan di akhirat kelak."},{"id":5289,"sura":42,"from_aya":27,"to_aya":27,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(27) Kemudian Allah menjelaskan bahwa di antara kelem-butanNya terhadap hamba-hambaNya adalah Dia tidak melimpah-kan dunia (harta benda) kepada mereka dengan pelimpahan yang dapat merusak agama mereka, seraya berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u06e1  \u0628\u064e\u0633\u064e\u0637\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0671\u0644\u0631\u0651\u0650\u0632\u06e1\u0642\u064e   \u0644\u0650\u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0647\u0650\u06e6  \u0644\u064e\u0628\u064e\u063a\u064e\u0648\u06e1\u0627\u0652  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0631\u06e1\u0636\u0650  \ufd3f \"Dan jikalau Allah melapangkan rizki kepada hamba-hamba-Nya, tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi,\" artinya, niscaya mereka lalai dari ketaatan kepada Allah dan tenggelam dalam menikmati syahwat kehidupan dunia. Jadi, hal itu pasti mem-buat mereka sibuk dengan apa-apa yang disenangi oleh nafsu me-reka sekalipun berupa maksiat dan kezhaliman. \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646  \u064a\u064f\u0646\u064e\u0632\u0651\u0650\u0644\u064f  \u0628\u0650\u0642\u064e\u062f\u064e\u0631\u0656     \u0645\u0651\u064e\u0627  \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0653\u0621\u064f\u06da \ufd3f   \"Tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendakiNya dengan ukuran,\" menurut tuntutan kelembutan dan hikmahNya. \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u06e5     \u0628\u0650\u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0647\u0650\u06e6   \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064f\u06e2   \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u065e  \ufd3f \"Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui hamba-hambaNya lagi Maha Melihat,\" sebagaimana disebutkan dalam salah satu riwayat (hadits Qudsi) bahwasanya Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \n\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a\u0652 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0635\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f \u0625\u0650\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u063a\u0650\u0646\u064e\u0649\u060c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0641\u0652\u0642\u064e\u0631\u0652\u062a\u064f\u0647\u064f \u0644\u064e\u0623\u064e\u0641\u0652\u0633\u064e\u062f\u064e\u0647\u064f \u0630\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e\u060c \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a\u0652 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0635\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f \u0625\u0650\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0642\u0652\u0631\u064f\u060c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u063a\u0652\u0646\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0647\u064f \u0644\u064e\u0623\u064e\u0641\u0652\u0633\u064e\u062f\u064e\u0647\u064f \u0630\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e\u060c \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a\u0652 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0635\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f \u0625\u0650\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u0650\u062d\u0651\u064e\u0629\u064f\u060c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064e\u0636\u0652\u062a\u064f\u0647\u064f \u0644\u064e\u0623\u064e\u0641\u0652\u0633\u064e\u062f\u064e\u0647\u064f \u0630\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e\u060c \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a\u0652 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0635\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f \u0625\u0650\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0631\u0652\u0636\u064f\u060c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0639\u064e\u0627\u0641\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0647\u064f \u0644\u064e\u0623\u064e\u0641\u0652\u0633\u064e\u062f\u064e\u0647\u064f \u0630\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e\u060c \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a\u0652 \u0623\u064f\u062f\u064e\u0628\u0651\u0650\u0631\u064f \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064e \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a\u0652 \u0628\u0650\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u0650\u064a\u0652 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0652 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0652\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652\u060c \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a\u0652 \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0652\u0631\u064c \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0652\u0631\u064c.\n\"Sesungguhnya di antara hamba-hambaKu ada orang yang tidak bisa memperbaiki imannya kecuali kekayaan, dan kalau seandainya Aku jadikan ia fakir (miskin), niscaya kefakiran itu merusaknya. Dan sesung-guhnya di antara hamba-hambaKu ada orang yang tidak bisa memperbaiki imannya kecuali kefakiran, kalau sekiranya Aku menjadikannya kaya, niscaya kekayaan itu merusaknya; dan di antara hamba-hambaKu ada orang yang tidak akan bisa memperbaiki imannya kecuali kesehatan, dan kalau sekiranya Aku menjadikannya sakit, niscaya penyakit itu merusak-nya; dan di antara hamba-hambaKu ada orang yang tidak bisa memper-baiki imannya kecuali sakit, kalau sekiranya Aku menjadikannya sehat, niscaya ia merusaknya. Sesungguhnya Aku mengatur urusan hamba-hambaKu berdasarkan pengetahuanKu terhadap apa yang ada di dalam hati mereka. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui lagi Maha Melihat.\"[86]"},{"id":5290,"sura":42,"from_aya":28,"to_aya":28,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(28) \ufd3e \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a  \u064a\u064f\u0646\u064e\u0632\u0651\u0650\u0644\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u063a\u064e\u064a\u06e1\u062b\u064e  \ufd3f \"Dan Dia-lah Yang menurunkan hujan\" maksudnya, hujan lebat yang dengannya negeri dan manusia men-jadi hidup bergairah, \ufd3e \u0645\u0650\u0646\u06e2  \u0628\u064e\u0639\u06e1\u062f\u0650  \u0645\u064e\u0627  \u0642\u064e\u0646\u064e\u0637\u064f\u0648\u0627\u0652 \ufd3f   \"sesudah mereka berputus asa,\" maksudnya, setelah hujan tidak turun dalam sekian lama yang membuat mereka mengira ia tidak akan turun lagi dan mereka berputus asa dan mereka telah mengupayakan segala hal untuk (mengatasi) kekeringan itu, lalu Allah menurunkan hujan lebat, \ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0646\u0634\u064f\u0631\u064f  \ufd3f \"dan menyebarkan\" dengannya \ufd3e \u0631\u064e\u062d\u06e1\u0645\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f\u06e5\u06da \ufd3f   \"rahmatNya,\" yaitu seperti menumbuhkan makanan-makanan pokok untuk manusia dan hewan-hewan ternak mereka, sehingga hujan itu sangat ber-kesan sekali bagi mereka, mereka bersuka-ria karenanya dan ber-gembira \ufd3e \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e   \u0671\u0644\u06e1\u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064f  \ufd3f \"dan Dia-lah Yang Maha Pelindung\" yang melin-dungi hamba-hambaNya dengan berbagai macam bentuk penga-turan, dan Dia-lah yang mengatur berbagai kepentingan agama dan dunia mereka \ufd3e \u0671\u0644\u06e1\u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u062f\u064f \ufd3f   \"lagi Maha Terpuji\" dalam perlindungan dan pengaturanNya. Maha Terpuji Allah atas kesempurnaan yang dimilikiNya dan atas apa yang Dia limpahkan kepada makhlukNya dari berbagai macam bentuk karunia."},{"id":5291,"sura":42,"from_aya":29,"to_aya":29,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan di antara ayat-ayatNya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Mahakuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendakiNya.\" (Asy-Syura: 29). "},{"id":5292,"sura":42,"from_aya":29,"to_aya":29,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(29) Maksudnya, di antara bukti-bukti kekuasaanNya yang luar biasa dan bahwa Dia akan menghidupkan kembali orang-orang mati sesudah kematian mereka adalah, \ufd3e \u062e\u064e\u0644\u06e1\u0642\u064f   \u0671\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0670\u0648\u064e\u0670\u062a\u0650  \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0631\u06e1\u0636\u0650  \ufd3f \"mencipta-kan langit dan bumi,\" dengan begitu sangat besar dan luasnya, yang menunjukkan kepada kekuasaan dan kemahaluasan kerajaanNya, dan termasuk di dalamnya adalah kerapihan dan kekokohan yang menunjukkan hikmahNya, dan berbagai manfaat dan maslahat yang ada pada keduanya yang membuktikan rahmatNya. Dan semua itu menunjukkan bahwa sesungguhnya hanya Dia-lah yang berhak disembah, dan sesungguhnya ketuhanan selain Dia adalah palsu. \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627  \u0628\u064e\u062b\u0651\u064e  \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u064e\u0627  \ufd3f \"Dan makhluk-makhluk yang melata yang Dia se-barkan pada keduanya,\" artinya, Dia menyebarluaskan berbagai jenis binatang melata di langit dan di bumi, yang Dia jadikan sebagai maslahat dan manfaat bagi hamba-hambaNya. \ufd3e \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e  \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670  \u062c\u064e\u0645\u06e1\u0639\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1   \ufd3f \"Dan Dia, untuk mengumpulkan semuanya.\" Maksudnya, menghimpun seluruh manusia sesudah mereka untuk perjumpaan di Hari Kiamat, \ufd3e \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627    \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0653\u0621\u064f  \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u065e  \ufd3f \"apabila dikehendakiNya benar-benar Mahakuasa,\" sebab kekuasaan dan kehendakNya memang bisa untuk itu semua. Me-ngenai kepastian terjadinya pengumpulan kembali manusia di Hari Kiamat nanti, itu sangat tergantung kepada berita (informasi) yang benar, dan sesungguhnya sudah diketahui bahwa sangat banyak sekali berita-berita dari para rasul dan dari kitab-kitab suci mereka yang mengabarkan kepastian terjadinya pengumpulan manusia itu."},{"id":5293,"sura":42,"from_aya":30,"to_aya":31,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaaf-kan sebagian besar. Dan kamu tidak dapat mengalahkan di muka bumi, dan kamu tidak memperoleh seorang pelindung pun dan tidak pula seorang penolong selain Allah.\" (Asy-Syura: 30-31). "},{"id":5294,"sura":42,"from_aya":30,"to_aya":30,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(30) Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 mengabarkan bahwa apa pun musibah yang menimpa hamba-hambaNya, pada jasad mereka, pada harta atau-pun pada anak-anak mereka dan pada apa saja yang mereka cintai lagi sangat mereka sayangi, adalah akibat dosa-dosa yang mereka lakukan sendiri, dan sesungguhnya yang dimaafkan oleh Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 lebih banyak dari itu. Sebab, sesungguhnya Allah tidak berbuat zhalim terhadap hamba-hambaNya, akan tetapi diri mereka sen-dirilah yang menzhalimi diri mereka sendiri. \n\ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u06e1 \u064a\u064f\u0624\u064e\u0627\u062e\u0650\u0630\u064f     \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0671\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e  \u0628\u0650\u0638\u064f\u0644\u06e1\u0645\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627     \u062a\u064e\u0631\u064e\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064e\u0627\u0653\u0628\u0651\u064e\u0629\u0656 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646       \u064a\u064f\u0624\u064e\u062e\u0651\u0650\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670\u0653 \u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u0656 \u0645\u0651\u064f\u0633\u064e\u0645\u0651\u0657\u0649\u06d6   \ufd3f \n\"Jikalau Allah menghukum manusia karena kezhalimannya, niscaya tidak akan ditinggalkanNya di muka bumi sesuatu pun dari makhluk yang melata, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang ditentukan.\" (An-Nahl: 61). "},{"id":5295,"sura":42,"from_aya":31,"to_aya":31,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(31) Penangguhan hukuman-hukuman bukanlah karena Allah mengabaikan dan bukan pula karena Allah tidak mampu, sebab \ufd3e \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064f\u0639\u06e1\u062c\u0650\u0632\u0650\u064a\u0646\u064e       \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0631\u06e1\u0636\u0650\u06d6 \ufd3f   \"kamu tidak dapat mengalahkan di muka bumi,\" maksudnya, (kalian tidak mungkin) mengalahkan kuasa Allah terhadap kalian, melainkan kalianlah yang lemah, tidak berdaya di muka bumi ini, kalian tidak bisa menghindar dari apa yang di-lakukan Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 terhadap kalian, \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627  \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645  \u0645\u0651\u0650\u0646  \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0645\u0650\u0646  \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u0656  \ufd3f \"dan kamu tidak memperoleh seorang pelindung pun selain Allah,\" yang bisa me-lindungi kalian, sehingga kalian mendapat keuntungan-keuntung-an darinya \ufd3e  \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u0656 \ufd3f \"dan tidak pula seorang penolong\" yang dapat menolak marabahaya dari kalian."},{"id":5296,"sura":42,"from_aya":32,"to_aya":35,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan di antara tanda-tandaNya ialah kapal-kapal di laut seperti gunung-gunung. Jika Dia menghendaki, Dia akan menenang-kan angin, maka jadilah kapal-kapal itu terhenti di permukaannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tandaNya bagi setiap orang yang banyak bersabar dan banyak bersyukur, atau kapal-kapal itu dibinasakanNya karena perbuatan mereka atau Dia memberi maaf sebagian besar. Dan supaya orang-orang yang membantah ayat-ayat Kami mengetahui bahwa mereka se-kali-kali tidak akan memperoleh jalan keluar.\" (Asy-Syura: 32-35). "},{"id":5297,"sura":42,"from_aya":32,"to_aya":32,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(32) Di antara bukti-bukti rahmat (kasih sayang)Nya dan perhatianNya terhadap hamba-hambaNya, \ufd3e \u0671\u0644\u06e1\u062c\u064e\u0648\u064e\u0627\u0631\u0650   \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u06e1\u0628\u064e\u062d\u06e1\u0631\u0650  \ufd3f \"ialah kapal-kapal di laut,\" berupa bahtera-bahtera dan berbagai kapal motor dan kapal layar yang karena sangat besarnya \ufd3e     \u0643\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0639\u06e1\u0644\u064e\u0670\u0645\u0650 \ufd3f   \"seperti gunung-gunung,\" yakni gunung-gunung besar. Dan Allah-lah yang telah menundukkan lautan yang berkecamuk itu untuknya dan men-jaganya dari gempuran gelombang. Dia menjadikannya mampu membawa kalian dan membawa berbagai barang yang sangat ba-nyak milik kalian menuju negeri-negeri dan penjuru-penjuru nan jauh di sana, dan Dia menundukkan pula untuk berbagai sebab (fasilitas) yang mempermudah semua itu."},{"id":5298,"sura":42,"from_aya":33,"to_aya":34,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(33-34) Kemudian Allah menyinggung sebab-sebab (fasi-litas-fasilitas) tersebut dengan FirmanNya, \ufd3e \u0625\u0650\u0646     \u064a\u064e\u0634\u064e\u0623\u06e1  \u064a\u064f\u0633\u06e1\u0643\u0650\u0646\u0650  \u0671\u0644\u0631\u0651\u0650\u064a\u062d\u064e \ufd3f   \"Jika Dia menghendaki, Dia akan menenangkan angin,\" yang dijadikan oleh Allah sebagai sebab yang membuatnya bisa berjalan, \ufd3e \u0641\u064e\u064a\u064e\u0638\u06e1\u0644\u064e\u0644\u06e1\u0646\u064e  \ufd3f \"maka jadilah,\" yakni, kapal-kapal itu \ufd3e \u0631\u064e\u0648\u064e\u0627\u0643\u0650\u062f\u064e \ufd3f   \"terhenti\" di permukaan lautan, tidak bisa maju dan tidak bisa mundur. Ini tidak menjadi batal karena adanya kapal-kapal motor, sebab di antara syaratnya untuk bisa berangkat adalah adanya angin. Dan jika Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 meng-hendaki, niscaya Dia membinasakan kapal-kapal tersebut karena perbuatan para penumpangnya. Maksudnya, Allah menenggelam-kannya di dalam lautan dan menghancurkannya. Namun Allah masih berlaku lembut dan memaafkan kebanyakan (perbuatan mereka. Pent).\n\ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e    \u0641\u0650\u064a  \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e  \u0644\u064e\u0623\u0653\u064a\u064e\u0670\u062a\u0656   \u0644\u0651\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650  \u0635\u064e\u0628\u0651\u064e\u0627\u0631\u0656  \u0634\u064e\u0643\u064f\u0648\u0631\u064d   \ufd3f \"Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tandaNya bagi setiap orang yang banyak bersabar dan banyak bersyukur,\" maksudnya, sangat penyabar terhadap hal-hal yang tidak disuka oleh jiwanya dan menyusahkannya sehingga ia tidak menyukainya, seperti kesusahan dalam menjalankan ketaatan atau dalam menolak bujukan untuk berbuat maksiat, atau untuk menghentikan jiwanya bersikap murka di saat ditimpa musibah. Dan suka berterima kasih di waktu senang dan di saat menerima berbagai nikmat, dia mengakui karunia Tuhannya, ia tunduk patuh kepadaNya dan menggunakannya dalam rangka mencari keridha-anNya. Itulah orang yang akan dapat banyak mengambil manfaat dari ayat-ayat Allah. Adapun orang yang tidak mempunyai kesa-baran dan tidak mempunyai rasa syukur terhadap nikmat-nikmat Allah, maka ia pasti berpaling atau bersikap keras kepala, tidak mau mengambil pelajaran dari ayat-ayat Allah."},{"id":5299,"sura":42,"from_aya":35,"to_aya":35,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(35) Kemudian Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0639\u06e1\u0644\u064e\u0645\u064e  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e      \u064a\u064f\u062c\u064e\u0670\u062f\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0641\u0650\u064a\u0653      \u0621\u064e\u0627\u064a\u064e\u0670\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627  \ufd3f \"Dan supaya orang-orang yang membantah ayat-ayat Kami mengetahui,\" untuk membatalkannya (merusaknya) dengan kebatilan mereka, \ufd3e \u0645\u064e\u0627  \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645  \u0645\u0651\u0650\u0646  \u0645\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0635\u0656  \ufd3f \"bahwa mereka sekali-kali tidak akan memperoleh jalan keluar,\" artinya, tidak ada yang bisa menyelamatkan mereka dari siksa yang menimpa mereka."},{"id":5300,"sura":42,"from_aya":36,"to_aya":39,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Maka sesuatu apa pun yang diberikan kepadamu, itu ada-lah kenikmatan hidup di dunia; dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Rabb, mereka bertawakal, dan orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah, mereka memberi maaf. Dan orang-orang yang menerima seruan Rabbnya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka adalah musyawarah antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka. Dan orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zhalim mereka membela diri.\" (Asy-Syura: 36-39). "},{"id":5301,"sura":42,"from_aya":36,"to_aya":36,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(36) Ini adalah anjuran zuhud terhadap dunia dan rang-sangan untuk mencintai akhirat dan penjelasan tentang amal-amal yang bisa mengantarkan kepadanya, seraya berfirman, \ufd3e \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627\u0653  \u0623\u064f\u0648\u062a\u0650\u064a\u062a\u064f\u0645  \u0645\u0651\u0650\u0646  \u0634\u064e\u064a\u06e1\u0621\u0656  \ufd3f \"Maka sesuatu apa pun yang diberikan kepadamu\" berupa kerajaan, kekuasaan, harta kekayaan, anak-anak, kesehatan, dan keselamat-an fisik, \ufd3e \u0641\u064e\u0645\u064e\u062a\u064e\u0670\u0639\u064f    \u0671\u0644\u06e1\u062d\u064e\u064a\u064e\u0648\u0670\u0629\u0650  \u0671\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u06e1\u064a\u064e\u0627\u06da \ufd3f   \"itu adalah kenikmatan hidup di dunia,\" suatu kelezatan yang akan punah dan akan terputus, \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627  \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \ufd3f \"dan yang ada pada sisi Allah,\" yaitu pahala yang berlimpah dan balasan yang sangat mulia dan kenikmatan abadi, adalah \ufd3e \u062e\u064e\u064a\u06e1\u0631\u065e  \ufd3f \"lebih baik,\" dari kelezatan-kelezatan dunia; suatu perbandingan kebaikan yang jauh di antara keduanya, \ufd3e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0628\u06e1\u0642\u064e\u0649\u0670  \ufd3f \"dan lebih kekal,\" sebab ia adalah kenikmatan yang tidak ada kesusahannya, tidak ada kekeruhannya, dan tidak ada perpindahan.\nKemudian Dia menjelaskan milik siapa pahala itu, seraya berfirman, \ufd3e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670  \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1     \u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e  \ufd3f \"Bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Rabb mereka, mereka bertawakal,\" maksudnya, me-reka memadukan antara iman yang benar yang melahirkan amal-amal iman yang nampak dan yang tidak tampak, dengan tawakal (sikap berserah diri) yang merupakan alat bagi setiap amal. Sebab, setiap amal (perbuatan) yang tidak disertai tawakal adalah tidak sempurna. Tawakal adalah bersandar kepada Allah dengan hati dalam mencari apa-apa yang dicintai dan menolak apa-apa yang tidak disukai, disertai dengan sikap percaya sepenuhnya kepada Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649."},{"id":5302,"sura":42,"from_aya":37,"to_aya":37,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(37) \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u064a\u064e\u062c\u06e1\u062a\u064e\u0646\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0643\u064e\u0628\u064e\u0670\u0653\u0626\u0650\u0631\u064e     \u0671\u0644\u06e1\u0625\u0650\u062b\u06e1\u0645\u0650      \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0641\u064e\u0648\u064e\u0670\u062d\u0650\u0634\u064e  \ufd3f \"Dan (juga bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji.\" Perbeda-an antara dosa-dosa besar dengan perbuatan-perbuatan keji, sekali-pun semuanya merupakan dosa besar, adalah bahwa perbuatan-perbuatan keji adalah dosa-dosa yang sangat besar yang di dalam jiwa terdapat nafsu dorongan untuk melakukannya, seperti zina dan yang serupa dengannya. Sedangkan dosa-dosa besar adalah yang tidak seperti itu. Pengertian ini adalah bila keduanya disebut-kan secara bersamaan. Adapun kalau masing-masing disebutkan secara terpisah (tersendiri), maka yang terakhir masuk kepada yang sebelumnya. \ufd3e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627  \u0645\u064e\u0627   \u063a\u064e\u0636\u0650\u0628\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0647\u064f\u0645\u06e1  \u064a\u064e\u063a\u06e1\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e  \ufd3f \"Dan (juga bagi orang-orang yang) apabila mereka marah, mereka memberi maaf.\" Maksudnya, mereka telah berakhlak mulia dan berbudi luhur, sehingga sifat lembut telah menjadi karakter mereka, akhlak mulia telah menjadi tabiat mereka hingga apabila ada seseorang yang membuatnya marah dengan ucapan ataupun perbuatannya, mereka menahan kema-rahannya itu, mereka tidak melepaskannya, bahkan mereka me-maafkannya. Mereka tidak membalas orang yang berbuat buruk kecuali dengan ihsan (sikap baik), memaafkan, dan berlapang dada. Maka sikap memaafkan dan berlapang dada ini melahirkan banyak maslahat dan banyak mencegah timbulnya kerusakan pada diri mereka sendiri dan pada orang lain. Ini sebagaimana FirmanNya, \n\ufd3e   \u0671\u062f\u06e1\u0641\u064e\u0639\u06e1  \u0628\u0650\u0671\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a    \u0647\u0650\u064a\u064e  \u0623\u064e\u062d\u06e1\u0633\u064e\u0646\u064f  \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a  \u0628\u064e\u064a\u06e1\u0646\u064e\u0643\u064e  \u0648\u064e\u0628\u064e\u064a\u06e1\u0646\u064e\u0647\u064f\u06e5  \u0639\u064e\u062f\u064e\u0670\u0648\u064e\u0629\u065e  \u0643\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u06e5     \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064c  \u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u0645\u065e  34  \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627  \u064a\u064f\u0644\u064e\u0642\u0651\u064e\u0649\u0670\u0647\u064e\u0627\u0653   \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627    \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0635\u064e\u0628\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627  \u064a\u064f\u0644\u064e\u0642\u0651\u064e\u0649\u0670\u0647\u064e\u0627\u0653      \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627   \u0630\u064f\u0648 \u062d\u064e\u0638\u0651\u064d \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u0656   35  \ufd3f\n\"Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak di-anugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianu-gerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.\" (Fushshilat: 34-35)."},{"id":5303,"sura":42,"from_aya":38,"to_aya":38,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(38) \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0671\u0633\u06e1\u062a\u064e\u062c\u064e\u0627\u0628\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0644\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u06e1   \ufd3f \"Dan orang-orang yang menerima seruan Rabbnya,\" maksudnya, mereka tunduk untuk menaatiNya, meme-nuhi seruanNya dan tujuan mereka pun adalah keridhaanNya dan tujuan akhir mereka adalah meraih kedekatan denganNya. Terma-suk memenuhi seruan Allah adalah menegakkan shalat dan menu-naikan zakat. Maka dari itu Allah menyambung keduanya dengan yang sebelumnya sebagai 'athful-am 'alal-khash (pengikutan yang umum kepada yang khusus) yang menunjukkan kemuliaan dan keutamaan yang khusus itu, seraya berfirman, \ufd3e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u064e\u0627\u0645\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0671\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0648\u0670\u0629\u064e   \ufd3f \"Dan mendirikan shalat\" yang lahir dan yang batinnya, yang fardhu dan yang sunnahnya, \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627  \u0631\u064e\u0632\u064e\u0642\u06e1\u0646\u064e\u0670\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u064a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e  \ufd3f \"dan mereka menginfakkan sebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka,\" infak yang wajib seperti zakat, infak terhadap kerabat dekat dan yang semisal mereka, dan infak yang sunnah seperti bersedekah kepada masyarakat awam. \ufd3e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u06e1\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1  \ufd3f \"Sedang urusan mereka,\" yang bersifat religi dan yang ber-sifat duniawi \ufd3e \u0634\u064f\u0648\u0631\u064e\u0649\u0670  \u0628\u064e\u064a\u06e1\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \ufd3f \"adalah musyawarah antara mereka,\" maksud-nya, tidak seorang pun dari mereka yang bersikap otoriter dengan pendapatnya dalam suatu urusan bersama di antara mereka. \nIni tidak akan terjadi kecuali merupakan bagian dari keber-samaan, kekompakan, kecintaan, dan saling sayang-menyayangi di antara mereka, dan merupakan kesempurnaan (kematangan) pikiran mereka adalah bahwa apabila mereka hendak melakukan suatu perkara yang memerlukan pengerahan pikiran dan pendapat, maka mereka berkumpul, bermusyawarah, serta melakukan pem-bahasan tentangnya, hingga jika kemaslahatan sudah terbukti, maka mereka segera mengambilnya. Ini seperti pendapat (ide) dalam peperangan dan jihad, penugasan para petugas untuk menduduki suatu jabatan kekuasaan atau hakim atau yang semisal dengannya. Juga seperti pembahasan tentang masalah-masalah agama secara umum, sebab semua itu termasuk permasalahan bersama. Mela-kukan pembahasan terhadapnya adalah untuk menjelaskan yang tepat dari yang dicintai Allah. Itu semua masuk dalam ayat ini."},{"id":5304,"sura":42,"from_aya":39,"to_aya":39,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(39) \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627\u0653       \u0623\u064e\u0635\u064e\u0627\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f    \u0671\u0644\u06e1\u0628\u064e\u063a\u06e1\u064a\u064f  \ufd3f \"Dan orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zhalim,\" maksudnya, kezhaliman yang sampai kepada mereka dari musuh, \ufd3e \u0647\u064f\u0645\u06e1  \u064a\u064e\u0646\u062a\u064e\u0635\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e  \ufd3f \"mereka membela diri,\" karena kekuatan dan keperkasaan (harga diri) mereka. Mereka tidak men-jadi manusia yang hina dan lemah untuk membela diri. \nRingkasnya, Allah menyifati mereka dengan iman, tawakal kepada Allah, menjauhi perbuatan-perbuatan keji dan dosa-dosa besar yang dengannya dosa-dosa kecil dihapuskan, kepatuhan yang sempurna dan memenuhi seruan Tuhan mereka, menegakkan shalat, berinfak di jalan-jalan kebajikan, bermusyawarah dalam urusan-urusan mereka, kekuatan dan membela diri terhadap musuh. Inilah karakter-karakter kesempurnaan, mereka telah me-milikinya semua, dan keberadaan karakter-karakter mulia dalam diri mereka tersebut memastikan mereka melakukan karakter-karakter lainnya dan menjauhi lawan-lawannya."},{"id":5305,"sura":42,"from_aya":40,"to_aya":43,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barangsiapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas tanggungan Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zhalim. Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah teraniaya, tidak ada suatu dosa pun atas mereka. Sesungguhnya jalan itu atas orang-orang yang berbuat zhalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih. Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.\" (Asy-Syura: 40-43). "},{"id":5306,"sura":42,"from_aya":40,"to_aya":40,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(40) Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 menjelaskan pada ayat ini tingkatan-tingkatan hukuman, yaitu ada tiga tingkatan: Keadilan, keutamaan, dan kezhaliman. Tingkatan adil adalah membalas kejahatan dengan kejahatan serupa, tidak lebih dan tidak kurang. Maka nyawa di-balas dengan nyawa, setiap anggota tubuh dengan anggota tubuh yang sama, dan harta dibalas dengan ganti rugi harta yang semisal.\nTingkatan keutamaan adalah memaafkan dan berdamai dengan yang berbuat kesalahan. Maka dari itu Allah berfirman, \ufd3e \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646\u06e1  \u0639\u064e\u0641\u064e\u0627   \u0648\u064e\u0623\u064e\u0635\u06e1\u0644\u064e\u062d\u064e  \u0641\u064e\u0623\u064e\u062c\u06e1\u0631\u064f\u0647\u064f\u06e5  \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650\u06da \ufd3f   \"Maka barangsiapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas tanggungan Allah.\" Allah akan memberinya balasan upah yang sangat besar dan pahala yang sangat banyak. \nAllah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memberikan persyaratan dalam pemberian maaf, yaitu untuk perbaikan dan memberikan petunjuk bahwa apabila si pelaku kejahatan itu tidak pantas diberi maaf sedangkan masla-hat syar'i menuntut ia harus dihukum, maka dalam kondisi seperti ini pemberian maaf tidak diperintahkan. Dan pada pahala yang ditanggung Allah itu mengandung himbauan untuk memberikan maaf, dan hendaknya seorang hamba memperlakukan manusia dengan perlakuan yang dicintai oleh Allah. Sebagaimana ia senang kalau dimaafkan oleh Allah, maka hendaknya ia memaafkan me-reka. Sebagaimana ia senang kalau diampuni Allah, maka hendak-lah ia mengampuni mereka, karena sesungguhnya ganjaran itu sejenis dengan perbuatan.\nDan tingkatan kezhaliman telah dijelaskan oleh Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 de-ngan FirmanNya, \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u06e5   \u0644\u064e\u0627    \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f  \u0671\u0644\u0638\u0651\u064e\u0670\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e  \ufd3f \"Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zhalim,\" yaitu orang-orang yang terlebih dahulu melakukan kejahatan terhadap orang lain, atau membalas pelaku kejahatan dengan balasan yang melebihi kejahatannya. Jadi, ber-lebihan itu adalah tindak kezhaliman. "},{"id":5307,"sura":42,"from_aya":41,"to_aya":41,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(41) \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u064e\u0646\u0650  \u0671\u0646\u062a\u064e\u0635\u064e\u0631\u064e \ufd3f   \"Dan sesungguhnya orang-orang yang mem-bela diri,\" dari \ufd3e \u0628\u064e\u0639\u06e1\u062f\u064e  \u0638\u064f\u0644\u06e1\u0645\u0650\u0647\u0650\u06e6 \ufd3f   \"sesudah teraniaya,\" maksudnya, membela diri dari orang yang menganiayanya setelah kezhaliman menimpa-nya, \ufd3e \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0652\u0644\u064e\u0670\u0653\u0626\u0650\u0643\u064e  \u0645\u064e\u0627  \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u0645  \u0645\u0651\u0650\u0646  \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064d \ufd3f   \"tidak ada suatu dosa pun atas mereka.\" Arti-nya, tidak ada dosa atas mereka dalam melakukan pembelaan itu. \nFirmanNya, \ufd3e \u0648\u064e\u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e     \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627\u0653  \u0623\u064e\u0635\u064e\u0627\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f   \u0671\u0644\u06e1\u0628\u064e\u063a\u06e1\u064a\u064f \ufd3f   \"Dan orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zhalim,\" dan FirmanNya,\ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u064e\u0646\u0650     \u0671\u0646\u062a\u064e\u0635\u064e\u0631\u064e  \u0628\u064e\u0639\u06e1\u062f\u064e  \u0638\u064f\u0644\u06e1\u0645\u0650\u0647\u0650\u06e6 \ufd3f   \"Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah ter-aniaya,\" menunjukkan bahwa perbuatan penganiayaan dan kezha-liman sudah ada dan telah terjadi. Adapun kalau masih hanya dalam bentuk keinginan untuk melakukan penganiayaan terhadap orang lain dan keinginan untuk bertindak zhalim, namun belum dilakukan sedikitpun, maka yang seperti ini tidak boleh diberi ba-lasan dengan yang serupa. Ia hanya diberi pelajaran yang bisa mem-buatnya jera dari perkataan atau perbuatan yang berasal darinya."},{"id":5308,"sura":42,"from_aya":42,"to_aya":42,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(42) \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627  \u0671\u0644\u0633\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064f  \ufd3f \"Sesungguhnya jalan itu,\" artinya, sesung-guhnya hujjah berupa hukuman syar'i itu d i t u j u k a n \ufd3e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649       \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0638\u06e1\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e  \u0648\u064e\u064a\u064e\u0628\u06e1\u063a\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0631\u06e1\u0636\u0650  \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u06e1\u0631\u0650    \u0671\u0644\u06e1\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650\u06da       \ufd3f \"atas orang-orang yang berbuat zhalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak.\" Ini meliputi semua bentuk kezhaliman dan penganiayaan terhadap orang lain, terhadap darah (jiwa) mereka, harta atau kehormatan mereka. \ufd3e \u0623\u064f\u0648\u0652\u0644\u064e\u0670\u0653\u0626\u0650\u0643\u064e  \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1   \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c  \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u065e  \ufd3f \"Mereka itu mendapat azab yang pedih,\" artinya, yang menyakitkan jiwa dan badan sesuai dengan kezhaliman dan penganiayaannya."},{"id":5309,"sura":42,"from_aya":43,"to_aya":43,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(43) \ufd3e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u064e\u0646  \u0635\u064e\u0628\u064e\u0631\u064e  \ufd3f \"Tetapi orang yang bersabar\" dalam mengha-dapi apa yang dia rasakan dari gangguan orang lain, \ufd3e \u0648\u064e\u063a\u064e\u0641\u064e\u0631\u064e   \ufd3f \"dan memaafkan\" mereka dengan memaafkan perbuatan yang mereka lakukan terhadapnya, \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e  \u0644\u064e\u0645\u0650\u0646\u06e1   \u0639\u064e\u0632\u06e1\u0645\u0650  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064f\u0645\u064f\u0648\u0631\u0650 \ufd3f   \"sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan,\" artinya, termasuk perkara-perkara yang dianjurkan dan ditekankan oleh Allah dan Allah me-ngabarkan bahwa ia tidak akan dilakukan kecuali oleh orang-orang yang penyabar yang memperoleh keutamaan yang sangat besar, dan ia termasuk perkara yang tidak bisa dilakukan kecuali oleh orang-orang yang memiliki tekad dan kemauan keras dan orang-orang yang memiliki pikiran dan nurani. Sebab, sesungguhnya tidak melakukan pembelaan diri dengan ucapan atau perbuatan adalah merupakan sesuatu yang sangat berat bagi jiwa, dan sabar atas gangguan, memaafkan, mengampuni dan membalasnya de-ngan kebaikan adalah lebih berat dan lebih berat lagi. Namun, itu semua ringan bagi orang yang diringankan oleh Allah dan berjihad melawan nafsunya untuk bisa bersikap demikian serta memohon pertolongan kepada Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 untuk itu. Kemudian apabila seorang hamba merasakan manisnya sabar dan menemukan pengaruh-pengaruhnya, maka ia akan menghadapi semua itu dengan lapang dada, akhlak mulia, dan menikmatinya."},{"id":5310,"sura":42,"from_aya":44,"to_aya":46,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan siapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada baginya seorang pemimpin pun sesudah itu. Dan kamu akan melihat orang-orang yang zhalim ketika mereka melihat azab berkata, 'Adakah kiranya jalan untuk kembali?' Dan kamu akan melihat mereka dihadapkan ke neraka dalam keadaan tunduk karena terhina, mereka melihat dengan pandangan yang lesu. Dan orang-orang yang beriman berkata, 'Sesungguhnya orang-orang yang merugi ialah orang-orang yang kehilangan diri mereka sendiri dan keluarga mereka pada Hari Kiamat.' Ingatlah, sesungguhnya orang-orang yang zhalim itu berada dalam azab yang kekal. Dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pelindung-pelindung yang dapat menolong mereka selain Allah. Dan siapa yang disesatkan oleh Allah, maka tidaklah ada baginya sesuatu jalan pun.\" (Asy-Syura: 44-46). "},{"id":5311,"sura":42,"from_aya":44,"to_aya":44,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(44) Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 mengabarkan bahwa Dia-lah sendirian yang memberikan hidayah dan menyesatkan, dan \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646  \u064a\u064f\u0636\u06e1\u0644\u0650\u0644\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \ufd3f   \"siapa yang disesatkan Allah\" disebabkan kezhalimannya, \ufd3e \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627  \u0644\u064e\u0647\u064f\u06e5  \u0645\u0650\u0646  \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u0656  \u0645\u0651\u0650\u0646\u06e2  \u0628\u064e\u0639\u06e1\u062f\u0650\u0647\u0650\u06e6\u06d7 \ufd3f   \"maka tidak ada baginya seorang pemimpin pun sesudah itu,\" yang bisa mengurusi permasalahannya dan memberinya hidayah.\n\ufd3e \u0648\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0649  \u0671\u0644\u0638\u0651\u064e\u0670\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e   \u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627  \u0631\u064e\u0623\u064e\u0648\u064f\u0627\u0652  \u0671\u0644\u06e1\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e  \ufd3f \"Dan kamu akan melihat orang-orang yang zhalim ketika mereka melihat azab\" dengan penglihatan yang sangat mengerikan, sulit dan sangat keji, di mana mereka menampakkan penyesalan yang sangat besar dan rasa sedih atas apa yang telah mereka lakukan dahulu dan \ufd3e \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e    \u0647\u064e\u0644\u06e1  \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670  \u0645\u064e\u0631\u064e\u062f\u0651\u0656  \u0645\u0651\u0650\u0646  \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0656 \ufd3f   \"berkata, 'Adakah kiranya jalan untuk kembali,\" artinya, apakah ada jalan bagi kami atau upaya untuk bisa kembali ke dunia agar kami bisa me-lakukan selain dari apa yang telah kami lakukan dahulu? Ini adalah permintaan sesuatu yang mustahil yang tidak mungkin."},{"id":5312,"sura":42,"from_aya":45,"to_aya":45,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(45) \ufd3e \u0648\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u064a\u064f\u0639\u06e1\u0631\u064e\u0636\u064f\u0648\u0646\u064e  \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u064e\u0627  \ufd3f \"Dan kamu akan melihat mereka di-hadapkan kepadanya,\" maksudnya, kepada neraka \ufd3e \u062e\u064e\u0670\u0634\u0650\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0645\u0650\u0646\u064e  \u0671\u0644\u0630\u0651\u064f\u0644\u0651\u0650  \ufd3f \"dalam keadaan tunduk karena terhina,\" yakni, kamu lihat badan me-reka tunduk karena kehinaan yang ada dalam hati mereka,\ufd3e \u064a\u064e\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e       \u0645\u0650\u0646  \u0637\u064e\u0631\u06e1\u0641\u064d  \u062e\u064e\u0641\u0650\u064a\u0651\u0656\u06d7 \ufd3f   \"mereka melihat dengan pandangan yang lesu,\" maksudnya, melihat ke neraka dengan lirikan dan sudut mata karena sangat ketakutan.\n\ufd3e \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e  \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652  \ufd3f \"Dan orang-orang yang beriman berkata,\" saat tampak semua akhir kesudahan manusia dan sudah terpisah de-ngan jelas orang-orang yang jujur dari yang lainnya, \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e   \u0671\u0644\u06e1\u062e\u064e\u0670\u0633\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Sesungguhnya orang-orang yang merugi\" yang sebenarnya, \ufd3e \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e   \u062e\u064e\u0633\u0650\u0631\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652  \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0648\u064e\u0623\u064e\u0647\u06e1\u0644\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u06e1  \u064a\u064e\u0648\u06e1\u0645\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0642\u0650\u064a\u064e\u0670\u0645\u064e\u0629\u0650\u06d7 \ufd3f   \"ialah orang-orang yang kehilangan diri mereka sendiri dan keluarga mereka pada Hari Kiamat,\" di mana mereka telah merugikan diri mereka sendiri akan pahala yang berlimpah dan mereka memperoleh hukuman yang sangat menyakitkan, dan mereka dipisahkan dari keluarga mereka sehingga mereka tidak dapat berkumpul bersama sepanjang hukuman yang mereka alami.\n\ufd3e \u0623\u064e\u0644\u064e\u0627\u0653   \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u0638\u0651\u064e\u0670\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f   \"Ingatlah, sesungguhnya orang-orang yang zhalim,\" terhadap diri mereka dengan melakukan kekufuran dan berbagai maksiat, \ufd3e \u0641\u0650\u064a  \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0656  \u0645\u0651\u064f\u0642\u0650\u064a\u0645\u0656 \ufd3f   \"berada dalam azab yang kekal,\" di dasarnya dan di tengah-tengahnya, tenggelam di dalamnya, tidak akan di-keluarkan darinya selama-lamanya, dan tidak pula dikurangi sedi-kitpun dari mereka, sedangkan mereka berputus asa di dalamnya."},{"id":5313,"sura":42,"from_aya":46,"to_aya":46,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(46) \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627  \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e  \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645  \u0645\u0651\u0650\u0646\u06e1  \u0623\u064e\u0648\u06e1\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0653\u0621\u064e  \u064a\u064e\u0646\u0635\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645   \u0645\u0651\u0650\u0646  \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650\u06d7 \ufd3f   \"Dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pelindung-pelindung yang dapat menolong mereka selain Allah\" sebagaimana mereka dahulu di dunia yang memanja-kan diri mereka dengan hal itu. Maka pada Hari Kiamat tampaklah bagi mereka dan bagi yang lain bahwa semua bentuk hubungan mereka yang mereka dambakan itu sudah terputus, dan bahwa sesungguhnya di kala azab Allah menimpa mereka maka sama sekali tidak bisa ditolak. \ufd3e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646  \u064a\u064f\u0636\u06e1\u0644\u0650\u0644\u0650  \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f  \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627  \u0644\u064e\u0647\u064f\u06e5  \u0645\u0650\u0646  \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064d  \ufd3f \"Dan siapa yang disesatkan Allah, maka tidaklah ada baginya sesuatu jalan pun,\" yang dengannya hidayah bisa diperoleh. Jadi, mereka telah sesat saat mereka mengklaim manfaat dan bisa menolak bahaya pada para sembahan-sembahan mereka. Maka pada saat itu terbuktilah ke-sesatan mereka."},{"id":5314,"sura":42,"from_aya":47,"to_aya":48,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Patuhilah seruan Rabbmu sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak kedatangannya. Kamu tidak mem-peroleh tempat berlindung pada hari itu dan tidak pula dapat mengingkari. Jika mereka berpaling maka Kami tidak mengutus kamu sebagai pengawas bagi mereka. Kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan. Sesungguhnya apabila Kami merasakan kepada manusia sesuatu rahmat dari Kami, maka dia bergembira-ria karena rahmat itu. Dan jika mereka ditimpa kesusahan dise-babkan perbuatan tangan mereka sendiri, karena sesungguhnya manusia itu amat ingkar.\" (Asy-Syura: 47-48). "},{"id":5315,"sura":42,"from_aya":47,"to_aya":47,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":" (47) Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 memerintahkan hamba-hambaNya untuk memenuhi seruanNya dengan mematuhi apa-apa yang diperin-tahkanNya dan menjauhi apa-apa yang dilarangNya, dan dengan segera melakukan hal tersebut serta tidak menunda-nunda waktu, \ufd3e \u0645\u0651\u0650\u0646  \u0642\u064e\u0628\u06e1\u0644\u0650  \u0623\u064e\u0646  \u064a\u064e\u0623\u06e1\u062a\u0650\u064a\u064e  \ufd3f \"sebelum datang\" Hari Kiamat yang apabila telah da-tang tidak mungkin bisa ditolak dan tidak mungkin lagi mengejar ketertinggalan. Dan pada hari itu seorang hamba tidak memiliki tempat yang bisa digunakan untuk berlindung agar bisa terhindar dari Allah dan lari dariNya. Malah para malaikat telah mengelilingi semua manusia dari belakang mereka dan mereka diseru, \n\ufd3e \u064a\u064e\u0670\u0645\u064e\u0639\u06e1\u0634\u064e\u0631\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u062c\u0650\u0646\u0651\u0650  \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0625\u0650\u0646\u0633\u0650  \u0625\u0650\u0646\u0650  \u0671\u0633\u06e1\u062a\u064e\u0637\u064e\u0639\u06e1\u062a\u064f\u0645\u06e1    \u0623\u064e\u0646  \u062a\u064e\u0646\u0641\u064f\u0630\u064f\u0648\u0627\u0652  \u0645\u0650\u0646\u06e1  \u0623\u064e\u0642\u06e1\u0637\u064e\u0627\u0631\u0650  \u0671\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0670\u0648\u064e\u0670\u062a\u0650  \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0631\u06e1\u0636\u0650  \u0641\u064e\u0671\u0646\u0641\u064f\u0630\u064f\u0648\u0627\u0652\u06da       \u0644\u064e\u0627  \u062a\u064e\u0646\u0641\u064f\u0630\u064f\u0648\u0646\u064e   \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627     \u0628\u0650\u0633\u064f\u0644\u06e1\u0637\u064e\u0670\u0646\u0656  33  \ufd3f\n\"Hai sekalian jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (me-lintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat me-nembusnya kecuali dengan kekuatan.\" (Ar-Rahman: 33). \nDan pada saat itu manusia tidak bisa mengingkari apa-apa yang telah diperbuatnya dan tindakan-tindakan kejahatan yang telah dilakukannya. Bahkan, kalaupun ia mengingkari, niscaya seluruh anggota tubuhnya memberikan kesaksian melawannya.\nAyat ini dan yang semisal dengannya mengandung celaan terhadap angan-angan dan mengandung perintah untuk menggu-nakan kesempatan (momen) untuk melakukan amal (perbuatan baik) yang bisa dilakukan saat itu, sebab menunda-nunda waktu itu mendatangkan mudarat."},{"id":5316,"sura":42,"from_aya":48,"to_aya":48,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(48) \ufd3e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u06e1  \u0623\u064e\u0639\u06e1\u0631\u064e\u0636\u064f\u0648\u0627\u0652   \ufd3f \"Jika mereka berpaling\" dari apa yang kalian bawa setelah adanya penjelasan yang lengkap, \ufd3e \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627\u0653  \u0623\u064e\u0631\u06e1\u0633\u064e\u0644\u06e1\u0646\u064e\u0670\u0643\u064e  \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0647\u0650\u0645\u06e1  \u062d\u064e\u0641\u0650\u064a\u0638\u064b\u0627\u06d6 \ufd3f   \"maka Kami tidak mengutus kamu sebagai pengawas bagi mereka,\" yang mengawasi perbuatan mereka dan kamu tidak akan diminta per-tanggungjawaban atasnya. \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u06e1    \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0643\u064e  \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627  \u0671\u0644\u06e1\u0628\u064e\u0644\u064e\u0670\u063a\u064f\u06d7 \ufd3f   \"Kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan.\" Maka jika kamu telah melaksanakan ke-wajibanmu, maka pahala untukmu sudah ditanggung Allah. Apa-kah mereka memenuhi seruanmu ataupun mereka berpaling, maka perhitungan mereka adalah menjadi tanggungan Allah yang men-jaga amal perbuatan mereka, yang kecil maupun yang besar, yang nampak dan yang tidak nampak.\nKemudian Allah menjelaskan kondisi manusia, yaitu bahwa apabila ia dirasakan (diberi) oleh Allah suatu rahmat berupa kese-hatan badan, rizki yang berlimpah, kedudukan atau lainnya, \ufd3e \u0641\u064e\u0631\u0650\u062d\u064e  \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627\u06d6 \ufd3f   \"dia bergembira-ria karenanya.\" Maksudnya, ia bergembira de-ngan kegembiraan yang hanya terbatas pada rahmat itu dan tidak melebihinya, dan termasuk konsekuensinya adalah merasa tenang karenanya dan berpaling dari sang pemberi karunia. \ufd3e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646  \u062a\u064f\u0635\u0650\u0628\u06e1\u0647\u064f\u0645\u06e1  \u0633\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0629\u064f\u06e2 \ufd3f   \"Dan jika mereka ditimpa kesusahan,\" seperti penyakit atau kemis-kinan atau lainnya \ufd3e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627  \u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0645\u064e\u062a\u06e1  \u0623\u064e\u064a\u06e1\u062f\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u06e1  \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e  \u0671\u0644\u06e1\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0670\u0646\u064e  \u0643\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u065e \ufd3f   \"disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri, karena sesungguhnya manusia itu amat ingkar.\" Artinya, tabiatnya adalah mengingkari nikmat-nikmat yang terda-hulu dan merasa murka terhadap kesusahan yang menimpanya."},{"id":5317,"sura":42,"from_aya":49,"to_aya":50,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia men-ciptakan apa yang Dia kehendaki, Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia dikehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Mahakuasa.\" (Asy-Syura: 49-50). "},{"id":5318,"sura":42,"from_aya":49,"to_aya":50,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(49-50) Ayat ini mengandung pemberitaan tentang betapa luasnya kerajaan Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 dan terealisasinya tindakanNya dalam kerajaanNya tersebut seperti menciptakan apa saja yang dikehen-dakiNya dan mengatur semua urusan, hingga pengaturan yang dilakukanNya mencakup ciptaan tentang sebab-sebab yang dila-kukan oleh manusia. Sesungguhnya nikah (persetubuhan) itu me-rupakan salah satu sebab dilahirkannya anak. Allah-lah yang telah memberi mereka anak-anak menurut kehendakNya. Maka di antara manusia ada yang diberi anak perempuan dan ada pula yang diberi anak laki-laki, dan ada pula yang diberi berpasangan. Maksudnya, anak laki-laki dan perempuan. Dan di antara mereka ada yang di-jadikan mandul, tidak bisa mempunyai anak. \ufd3e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u06e5 \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u065e  \ufd3f \"Sesungguh-nya Dia Maha Mengetahui,\" segala sesuatu \ufd3e \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u065e \ufd3f   \"lagi Mahakuasa\" melakukan apa saja. Dia berbuat sesuai dengan pengetahuanNya dan keahlianNya terhadap segala sesuatu dan sesuai dengan Kuasa-Nya pada makhluk-makhlukNya."},{"id":5319,"sura":42,"from_aya":51,"to_aya":53,"type":"\u0627\u0644\u0645\u0642\u0637\u0639","text":"\"Dan tidak ada bagi seorang manusia pun bahwa Allah ber-kata-kata dengannya kecuali dengan perantaraan wahyu atau dari belakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan, lalu di-wahyukan kepadanya dengan seizinNya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Mahatinggi lagi Mahabijaksana. Dan demikian-lah Kami wahyukan kepadamu ruh dari perintah Kami. Sebelum-nya kamu tidaklah mengetahui apakah al-Kitab ini dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikannya cahaya, yang Kami tunjuki dengannya siapa saja yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus. Yaitu jalan Allah yang kepunyaanNya segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa kepada Allah-lah semua urusan kembali.\" (Asy-Syura: 51-53). "},{"id":5320,"sura":42,"from_aya":51,"to_aya":51,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(51) Setelah orang-orang yang mendustakan para utusan Allah, yang kafir kepada Allah itu berkata, \n \ufd3e \u0644\u064e\u0648\u06e1\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0643\u064e\u0644\u0651\u0650\u0645\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0648\u06e1 \u062a\u064e\u0623\u06e1\u062a\u0650\u064a\u0646\u064e\u0627\u0653 \u0621\u064e\u0627\u064a\u064e\u0629\u065e\u06d7   \ufd3f   \n\"Kenapa Allah tidak langsung berbicara kepada kami atau datang kepada kami bukti.\" (Al-Baqarah: 118), karena kesombongan dan kecongkakan mereka, maka Allah menjawab (membantah) mereka dengan ayat suci ini. (Dan Dia jelaskan) bahwa Dia hanya berkata-kata langsung kepada manusia tertentu, yaitu para nabi yang di-utus dan manusia pilihanNya. Dan pembicaraan itu terjadi melalui beberapa cara: Berbicara kepadanya melalui wahyu, Dia tiupkan wahyu tersebut ke dalam hati seorang rasul tanpa perantara se-orang malaikat atau tanpa pembicaraan langsung dengan rasul itu, \ufd3e \u0623\u064e\u0648\u06e1 \ufd3f   \"atau\" Dia berbicara kepadanya secara langsung akan tetapi \ufd3e \u0645\u0650\u0646  \u0648\u064e\u0631\u064e\u0627\u0653\u064a\u0655\u0650  \u062d\u0650\u062c\u064e\u0627\u0628\u064d  \ufd3f \"dari belakang tabir\" sebagaimana terjadi pada Nabi Musa bin Imran (yang dijuluki:) Kalim ar-Rahman, \ufd3e \u0623\u064e\u0648\u06e1 \ufd3f   \"atau\" Allah berbicara kepadanya dengan perantara utusan dari kalangan ma-laikat, \ufd3e \u064a\u064f\u0631\u06e1\u0633\u0650\u0644\u064e   \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0657\u0627  \ufd3f \"dengan mengutus seorang utusan,\" seperti malai-kat Jibril atau malaikat-malaikat lainnya. \ufd3e \u0641\u064e\u064a\u064f\u0648\u062d\u0650\u064a\u064e  \u0628\u0650\u0625\u0650\u0630\u06e1\u0646\u0650\u0647\u0650\u06e6 \ufd3f   \"Lalu diwah-yukan kepadanya dengan seizinNya,\" maksudnya, seizin Tuhannya, tidak berdasarkan kemauannya sendiri. \nSesungguhnya Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 Mahatinggi DzatNya, Mahatinggi sifat-sifatNya, lagi Mahaagung, lagi Mahatinggi perbuatan-per-buatanNya. Dia telah mengalahkan segala sesuatu, seluruh makh-luk tunduk kepadaNya, \ufd3e \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u065e \ufd3f   \"lagi Mahabijaksana\" di dalam penempatan segala sesuatu dari berbagai makhluk dan ketetapan hukum masing-masing pada tempatnya."},{"id":5321,"sura":42,"from_aya":52,"to_aya":52,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(52)  \ufd3e \u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \ufd3f   \"Dan demikianlah,\" ketika Kami mewahyukan kepada para rasul sebelummu, \ufd3e \u0623\u064e\u0648\u06e1\u062d\u064e\u064a\u06e1\u0646\u064e\u0627\u0653  \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0643\u064e   \u0631\u064f\u0648\u062d\u0657\u0627  \u0645\u0651\u0650\u0646\u06e1  \u0623\u064e\u0645\u06e1\u0631\u0650\u0646\u064e\u0627\u06da \ufd3f   \"Kami wahyukan kepadamu ruh dari perintah Kami,\" yaitu al-Qur`an al-Karim ini. Allah menamakannya ruh, karena dengan ruh itulah jasad manusia hidup, dan hati serta ruh hanya bisa hidup dengan al-Qur`an, dan dengannya pula semua maslahat dunia dan agama menjadi hidup, karena di dalamnya terkandung banyak kebaikan dan ilmu. Dan ia murni karunia Allah \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 \u0648\u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 atas para rasulNya dan hamba-hamba-Nya yang beriman tanpa sebab (jasa) dari mereka. Maka dari itu Allah berfirman, \ufd3e \u0645\u064e\u0627  \u0643\u064f\u0646\u062a\u064e \u062a\u064e\u062f\u06e1\u0631\u0650\u064a \ufd3f   \"Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui,\" maksudnya, sebelum diturunkannya kepadamu, \ufd3e \u0645\u064e\u0627  \u0671\u0644\u06e1\u0643\u0650\u062a\u064e\u0670\u0628\u064f   \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627  \u0671\u0644\u06e1\u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0670\u0646\u064f  \ufd3f \"apakah al-Kitab ini dan tidak pula mengetahui apakah iman itu.\" Arti-nya, kamu tidak memiliki pengetahuan tentang informasi-informasi kitab-kitab terdahulu dan tidak pula iman dan amal kepada syariat-syariat ilahiyah. Bahkan kamu adalah seorang yang buta huruf, tidak bisa menulis dan tidak bisa membaca. Lalu datang kepadamu kitab ini, di m a n a     \ufd3e \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u06e1\u0646\u064e\u0670\u0647\u064f  \u0646\u064f\u0648\u0631\u0657\u0627  \u0646\u0651\u064e\u0647\u06e1\u062f\u0650\u064a  \u0628\u0650\u0647\u0650\u06e6  \u0645\u064e\u0646  \u0646\u0651\u064e\u0634\u064e\u0627\u0653\u0621\u064f  \u0645\u0650\u0646\u06e1  \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0646\u064e\u0627\u06da \ufd3f   \"Kami menjadikannya cahaya, yang Kami tunjuki dengannya siapa saja yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami,\" yang dapat mereka jadikan penerang di dalam kegelapan-kegelapan kekafiran, bid'ah dan pemikiran-pemikiran yang menyesatkan, dan dengannya mereka dapat me-ngetahui fakta-fakta yang sebenarnya dan mereka dapat menjadi-kannya sebagai pedoman menuju jalan yang lurus.\ufd3e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e  \u0644\u064e\u062a\u064e\u0647\u06e1\u062f\u0650\u064a\u0653  \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670     \u0635\u0650\u0631\u064e\u0670\u0637\u0656  \u0645\u0651\u064f\u0633\u06e1\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u0656   \ufd3f \"Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.\" Maksudnya, kamu menjelaskannya kepada me-reka, kamu meneranginya dan memotivasi mereka kepadanya dan kamu melarang mereka dari lawannya dan mewanti-wanti mereka dari lawannya tersebut."},{"id":5322,"sura":42,"from_aya":53,"to_aya":53,"type":"\u062a\u0641\u0633\u064a\u0631 \u0622\u064a\u0629","text":"(53) Kemudian Allah menjelaskan jalan yang lurus tersebut, seraya berfirman, \ufd3e \u0635\u0650\u0631\u064e\u0670\u0637\u0650     \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a  \u0644\u064e\u0647\u064f\u06e5   \u0645\u064e\u0627  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0670\u0648\u064e\u0670\u062a\u0650  \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627  \u0641\u0650\u064a  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0631\u06e1\u0636\u0650\u06d7 \ufd3f   \"Yaitu jalan Allah yang kepunyaanNya segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi.\" Maksudnya, jalan yang dibentangkan oleh Allah untuk hamba-hambaNya dan menyampaikan kepada mereka bahwa ia bisa mengantarkan mereka kepadaNya dan kepada negeri kara-mahNya. \ufd3e \u0623\u064e\u0644\u064e\u0627\u0653 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649   \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650  \u062a\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064f  \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064f\u0645\u064f\u0648\u0631\u064f \ufd3f   \"Ingatlah, bahwa kepada Allah-lah semua urusan kembali,\" maksudnya, semua perkara kebaikan dan kebu-rukan kembali kepadaNya, lalu Dia akan memberikan balasan ke-pada masing-masing menurut amal perbuatannya, jika baik dibalas dengan kebaikan dan jika buruk dibalas dengan keburukan."},{"id":5323,"sura":42,"from_aya":0,"to_aya":0,"type":"\u062e\u0627\u062a\u0645\u0629 \u0627\u0644\u0633\u0648\u0631\u0629","text":"Selesailah tafsir Surat asy-Syura, maka segala puji bagi Allah di awal dan di akhir, secara lahir dan secara batin, atas kemudahan yang diberikanNya."},{"id":5324,"sura":42,"from_aya":0,"to_aya":0,"type":"\u0646\u062c\u0648\u0645","text":""}]}